Berita

Sepik 2020: Kolaborasi Epik Demi Tujuan Yang Apik

Blog Single

Setelah berlangsung selama dua bulan, akhirnya Surabaya Epik (SEPIK) 2020 mencapai puncaknya pada 21 Desember 2020. Acara bertajuk “Malam SEPIK Up Bersama Bu Risma dan Tenaga Medis” berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting dan Kanal Youtube. SEPIK sendiri merupakan rangkaian kegiatan penggalangan dana dan lomba yang diprakarsai oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari universitas-universitas yang ada di Surabaya.

Acara dimulai pada pukul 17.00 WIB dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mengheningkan Cipta bersama-sama. Jeffrey Hendrawan dan Chikita Imanuella memandu jalannya acara sebagai master of ceremony (MC). Selanjutnya, ada penampilan spesial dari Sparkling Singers.

Ada tiga sesi talkshow dalam acara ini. Sesi pertama, Juan Filbert bertugas sebagai moderator dan Dr. dr. Brahmana Askandar, SpOG (K) menjadi pembicara. Sesi ini membahas mengenai era adaptasi kebiasaan baru. “Kita sejak akhir Maret 2020, memang semua jadi sibuk, semua kaget, belum ada yang punya solusi tepat, takut, tidak ada yang siap di seluruh dunia,”ucap Brahmana.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Surabaya ini juga menjelaskan apa saja yang sudah dilakukan oleh IDI Surabaya. Brahmana mengaku sempat terjadi kelangkaan alat pelindung diri (APD), tetapi untungnya banyak sumbangan sehingga kebutuhan APD bisa terpenuhi. “Selain itu, kami juga rutin memberikan edukasi melalui siaran radio,” tambah Brahmana.

Mengenai adaptasi kebiasaan baru, Brahmana menegaskan bahwa pandemi ini belum selesai. Sebisa mungkin jangan keluar rumah terlebih dahulu, walaupun terpaksa harus tetap menaati protokol kesehatan. “Saya memohon kepada adik-adik mahasiswa ini, kalian sebagai agent of change, tolong diingatkan teman-temannya acara yang tidak perlu sebaiknya tidak dilaksanakan dulu,” ujar Brahmana.

Sesi kedua, ada Ida Rokhayati sebagai pembicara. Promotion Supervisor PT Rembaka ini membahas mengenai edukasi protokol kesehatan. Ida menekankan pentingnya penerapan protokol kesehatan sebagai kunci pencegahan COVID-19. PT Rembaka melalui salah satu produknya yaitu La Tulipe, memberikan edukasi mengenai penggunaan hand hygene (terdiri dari hand sanitizer, hand wash, dan hand cream) yang tepat dan aman.  

Sesi ketiga, ada Drg. Rince Pangalila, M.Kes. selaku perwakilan dari Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Surabaya. Rince juga mewakili Walikota Surabaya, Tri Rismaharini yang tidak dapat hadir. Pada sesi ini akan membahas mengenai strategi penanganan COVID-19 terkhususnya di kota Surabaya. “Jadi selama ini yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya adalah 3T, yaitu Tracing, Testing, dan Treatment,” ucap Rince.

Setelah sesi talkshow selesai, acara dilanjutkan dengan penampilan spesial dari Misellia Ikwan. Misellia membawakan lagu berjudul Buka Semangat Baru dan berharap arek-arek Suroboyo untuk tetap semangat menghadapi pandemi.   

Selanjutnya, ada pengumuman pemenang Lomba Cipta Lagu Surabaya Epik 2020. Gabriella Gunawan selaku ketua pelaksana SEPIK 2020 memberikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang ikut menyukseskan SEPIK 2020. “Harapannya SEPIK 2020 ini akan menjadi titik awal kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat Kota Surabaya untuk berdampak bagi masyarakat. Mari kita bergerak dari arek epik, dengan semangat apik, yang wani sepik up,” ucap Gabriella menutup jalannya acara ini.

Total donasi yang sudah terkumpul sebesar Rp 117.732.370, dan akan diberikan seluruhnya untuk tenaga medis. (Pat/dit)

Ikuti terus berita dan prestasi terkini dari Universitas Kristen Petra. Silahkan menghubungi kami melalui email info@petra.ac.id atau nomor HP 081234067323. Jangan lupa follow akun sosial media kami, Instagram @uk_petra dan  Facebook PCU Surabaya.