Berita

Inovasi 2 In 1 : Tangga Dan Ramp Berhasil Lolos Pimnas 2020

Blog Single

Luar biasa. Setelah lolos seleksi internal UK Petra dan Sistem Informasi Pembelajaran dan Kemahasiswaan (SIBELMAWA), tim mahasiswa UK Petra berhasil masuk dalam seleksi Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) Ke-33 tahun 2020 yang digagas oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi secara daring pada November 2020 yang lalu. Siapa sajakah tim ini? Celicia Aurielle Angdjaja (prodi Arsitektur-2017), Chelsy Sandrina Clarita Anen (prodi Teknik Industri-2017) dan Hansen Gunawan Sulistio (prodi Informatika-2018).

           Sejak tahun 2019 tim Celicia sudah mulai memikirkan PKM KC mereka dengan dibimbing oleh Prof. Christina Eviutami Mediastika, S.T., Ph.D., seorang guru besar sekaligus dosen dari prodi Arsitektur UK Petra. Meski terjadi pergantian anggota tim, tak menyurutkan langkah mereka mengikuti PIMNAS tahun 2020.

Tim mahasiswa ini harus menyiapkan diri sebaik mungkin untuk tahap presentasi dalam PIMNAS dan bersaing dengan 624 proposal lainnya dari 100 Perguruan Tinggi Negeri/Swasta lain. Celicia dan kawan-kawan membuat proposal bidang kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Karsa Cipta (KC).

           PKM KC mereka bertajuk “2 in 1: Tangga dan Ramp”. “Kami ingin sekali dapat memberikan solusi akan banyaknya kecelakaan yang terjadi bagi para pengguna tangga. Terutama kaum lansia, difabel, ibu hamil hingga orang yang mendorong barang. Menurut kami, PKM ini dapat menjadi wadah yang tepat bagi produk kami.”, urai Celicia saat ditanya mengenai latar belakang mengikuti PIMNAS.

           Celicia dan tim akhirnya berhasil membuat satu model inovasi desain tangga. Pertama mereka memodifikasi tangga yang awalnya berbentuk undakan, yang dapat ditransformasikan menjadi bidang miring (ramp) untuk keperluan pengguna kursi roda dan pendorong barang. Kedua, modifikasi bentuk handrail (pegangan tangga) pada bagian tangga naik menjadi bentuk siku untuk mempermudah kaum lansia mendorong tubuhnya saat menaiki tangga. Ketiga, inovasi penambahan abjad braille pada sisi dalam handrail (pegangan tangga) untuk mempermudah kaum tuna netra saat menaiki tangga dengan sistem hitungan mundur.

           Pada tahap seleksi PIMNAS, para peserta diminta menyiapkan beberapa hal seperti laporan akhir, presentasi, artikel ilmiah, video yang menunjukkan penggunaan barangnya dan lain-lain. Mereka pun menghadapi kendala, “keadaan pandemi yang membatasi kami, sehingga tidak dapat mempraktekkannya secara langsung dan tidak dapat mencoba membuat prototipe tangga yang dapat langsung di uji.”, tambah Chelsy.

           Tapi hal ini tak menyurutkan langkah tim ini, mereka mendapatkan pengalaman berharga bersaing dengan mahasiswa lainnya dari seluruh Indonesia untuk menguji kemampuan diri. “Kami sama sekali tak menyangka bisa masuk PIMNAS, sebab kami fokus menyelesaikan produk secara maksimal dengan dibantu Prof. Evie sebagai pembimbing yang sangat membantu.”, tambah Celicia. Kini, hasil kerja keras mereka sedang dalam proses pengajuan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) di UK Petra.

           Tim ini kompak menyampaikan pesannya bagi para mahasiswa UK Petra yang juga ingin menguji kemampuannya dalam ajang bergengsi PIMNAS. “Teruslah mencoba dan jangan takut berkreasi. Persiapkan topik permasalahan dengan matang kemudian tak lupa membaca sejarah dan buku pedoman PKM. Yang terakhir fokus pada goal akhir yaitu output hasil PKM ini bermanfaat dan berdampak bagi masyarakat. Jadi jangan hanya semata ingin mengisi waku luang, mendapatkan hadiah atau bahkan mendapatkan nilai tambahan”, urai mereka kompak.  (Aj/Padi)

Ikuti terus berita dan prestasi terkini dari Universitas Kristen Petra. Silahkan menghubungi kami melalui email info@petra.ac.id atau nomor HP 081234067323. Jangan lupa follow akun sosial media kami, Instagram @uk_petra dan  Facebook PCU Surabaya.