Berita

Dua Program Baru Uk Petra Jawab Tantangan Di Era Revolusi Industri 4.0

Blog Single

Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Kristen Petra (UK Petra) menggelar Webinar bertajuk “Why IoT and Big Data Science Are The Best Career Move In The 4.0 Industrial Revolution Era”. Kegiatan ini dilaksanakan pada 22 Agustus 2020 secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini sekaligus merupakan soft launching dua program baru dari FTI yaitu program Internet of Things (IoT) dan program Data Science & Analytics (DSA). Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 110 peserta yang terdiri dari siswa SMA, orang tua calon mahasiswa, guru-guru SMA, serta mahasiswa.

“Program IoT yang berada dibawah Program Studi Teknik Elektro dan DSA dibawah Program Studi Informatika ini dibuka untuk meresponi bagaimana teknologi begitu menguasai era ini. Semua bidang akhirnya harus bertransformasi, karena teknologi sangat menguasai. Pada masa pandemi ini contohnya, kita dapat melihat bagaimana teknologi dapat membantu kita untuk tetap produktif di tengah kondisi seperti ini,” ungkap Dr. Juliana Anggono, S.T., M.Sc., selaku Dekan FTI UK Petra. 

Dalam kegiatan webinar ini, terdapat empat pembicara, diantaranya adalah Handry Khoswanto, S.T., M.T., Dosen Program IoT UK Petra, Andreas Permadi, S.T., Alumni Teknik Elektro UK Petra yang saat ini menjabat sebagai Business Development Manager PT Danfoss Indonesia, Henry Novianus Palit, S.Kom., M.Kom., Ph.D., Ketua Program Studi Informatika UK Petra, serta Liliana Ester, MDS., Alumni Program Sistem Informasi Bisnis UK Petra, yang sekarang menjabat sebagai Data Analyst di DayspringCare Pty. Ltd.

Andreas Permadi, S.T. memaparkan bahwa IoT bukan hanya sebuah produk, tetapi juga dapat mempengaruhi business outcome secara keseluruhan, IoT dapat merubah wajah bisnis. Menurut Handry Khoswanto, S.T., M.T., UK Petra memiliki tujuan tersendiri dengan membuka program IoT. “IoT adalah komponen utama dan kunci dari Revolusi Industri 4.0, UK Petra menyiapkan program ini untuk memperlengkapi mahasiswa dengan konsep dan practical skills untuk dapat mendesain serta implementasi dalam IoT sistem di banyak bidang,” ujar Handry.

Untuk Program DSA, Henry Novianus Palit, S.Kom., M.Kom., Ph.D., menyampaikan bahwa program DSA dibuka untuk menjawab tantangan big data (volume, velocity, variety, dan veracity) di berbagai organisasi untuk mendukung pengambilan keputusan berlandaskan data. Prospek karir di bidang DSA saat ini sudah cukup menjanjikan, hal inilah yang membuat Liliana Ester, MDS. memutuskan untuk fokus dan memperdalam ilmunya di bidang data science. “Ketertarikan saya untuk membuat sistem dan mengolah data, maka saya mengambil Data Science di Monash University. Saya sangat bersyukur, selama saya berkuliah di UK Petra, saya memiliki banyak sekali bekal ilmu dan teori, sehingga itu memudahkan saya untuk beradaptasi dengan proses pembelajaran di Australia,” urai Liliana.

Ikuti terus berita dan prestasi terkini dari Universitas Kristen Petra. Silahkan menghubungi kami melalui email info@petra.ac.id atau nomor HP 081234067323. Jangan lupa follow akun sosial media kami, Instagram @uk_petra dan  Facebook PCU Surabaya.