Berita

Dua Petranesian Jawara Dalam Kompetisi Tugas Akhir Se-indonesia

Blog Single

Dua orang Petranesian asal prodi Arsitektur berhasil menorehkan prestasi. Mereka berhasil menjadi juara pada Kompetisi Tugas Akhir Mahasiswa Arsitektur Indonesia ke-17.

         UK Petra berhasil memenangkan dua dari lima kategori lomba. Patricia Marissa meraih juara 1 untuk kategori Technical Studies sedangkan Richard Cahya Nugraha meraih juara 1 untuk kategori Cultural and Artistic. Kompetisi yang berlangsung secara online di ITS tersebut diikuti oleh 80 peserta yang lolos seleksi administrasi dari 22 universitas di seluruh Indonesia.

         Saat mengikuti kompetisi ini, Patricia dan Richard masih berstatus mahasiswa. Mereka mendapatkan uang tunai, thropy dan beberapa hadiah sponsor. Kini keduanya telah lulus dan menjadi keluarga besar alumni UK Petra. Lalu bagaimana kisahnya?

  

  • Patricia Marissa

Surabaya akan menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia U-20 pada tahun 2021. Akan tetapi apakah stadion (Surabaya Sports Center) yang ada sudah memenuhi standar Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA)? Melihat hal ini, Patricia yang lulus dengan IPK 3,87 ini membuat TA bertajuk Stadion Sepakbola di Surabaya.

“Saya mengusulkan konsep stadion berstandar internasional yang memiliki desain stadion yang unik dan fasilitas pendukung untuk menarik wisatawan serta dapat menampung kegiatan olahraga harian atau akhir pekan masyarakat setempat untuk menjaga keberlangsungan penggunaan stadion.”, urai gadis asal Surabaya itu.

Patricia merinci, masalah utama yang banyak dialami stadion yang dulunya sebagai tempat penyelenggaraan acara sepak bola besar adalah terbengkalai setelah acara usai. Padahal sayang sekali, dan masih bisa digunakan untuk perawatan kedepannya. Maka dari itu Patricia yang angkatan 2016 itu menambahkan berbagai fasilitas. 

“Sehingga masyarakat dapat secara aktif berpartisipasi dalam penggunaan stadion setiap hari dan mereka dapat meningkatkan kesadaran mereka akan pentingnya berolahraga.”, tutup Patricia

 

   

  •  Richard Cahya Nugraha

“Puji Tuhan. Ini semua sebuah anugerah dari Tuhan.”, urai Petranesian yang kini sudah bekerja di bidang perancangan arsitektur dan visualisasi itu. Richard membuat karya bertajuk “Contextual Sustainable Monastery and Retreat House”.

Pria berkacamata itu merancang fasilitas biara dan rumah retreat di Kabupaten Ngada, NTT. Fasilitas ini ditujukan untuk biarawan Ordo Fransiskan yang sedang menjalankan misi pelayanan pastoral di Gereja Paroki Maria Ratu Para Malaikat Kurubhoko.

Uniknya karya heritage ini memasukkan berbagai unsur. Sebab Richard mencoba mempertimbangkan berbagai aspek mulai dari ekonomi, sosial, budaya, pariwisata, rohani, keberlanjutan alam dan masyarakat secara komprehensif. “Karena melalui desain ini saya mengharapkan dapat menjadi support baru untuk kemajuan masyarakat setempat, Kabupaten, hingga provinsi.”, ungkap Richard yang lulus dengan nilai IPK 3,74.(Aj/padi)

Ikuti terus berita dan prestasi terkini dari Universitas Kristen Petra. Silahkan menghubungi kami melalui email info@petra.ac.id atau nomor HP 081234067323. Jangan lupa follow akun sosial media kami, Instagram @uk_petra dan  Facebook PCU Surabaya.

Ikuti terus berita dan prestasi terkini dari Universitas Kristen Petra. Silahkan menghubungi kami melalui email info@petra.ac.id atau nomor HP 081234067323. Jangan lupa follow akun sosial media kami, Instagram @uk_petra dan  Facebook PCU Surabaya.