Connect with us
  • b
  • a
  • x
A CARING AND GLOBAL UNIVERSITY
WITH COMMITMENT TO CHRISTIAN VALUES

Berita

Manajemen Perhotelan UK Petra Turut Meriahkan Festival Goût de France
March 29, 2019

Program Manajemen Perhotelan Universitas Kristen Petra (UK Petra) untuk pertama kalinya bergabung dalam festival Goût de France.  Goût de France atau Good France merupakan acara makan malam terbesar yang dilakukan serentak pada tanggal 21 Maret 2019 di lima benua, 152 negara, dan 5000 restoran di dunia. Di Surabaya sendiri, terdapat 11 restaurant yang turut berpartisipasi, Manajemen Perhotelan UK Petra, melalui mata kuliah manajemen operasional hotel, menjadi satu-satunya institusi pendidikan yang ikut berpartisipasi festival Goût de France 2019.

UK Petra juga mendapat kehormatan sebagai satu-satunya restaurant yang menjamu Konselor Pertama Kedutaan Besar Prancis untuk Indonesia, Charles-Henri Brosseau, Benoit Bavouset (Direktur IFI Surabaya), Pauline Fertẻ (Wakil Direktur IFI Surabaya), Rosa Karenina (Penanggung jawab Pengajaran IFI Surabaya), serta Han Jayanata (Konsul Kehormatan Prancis untuk Surabaya). “Kami sangat senang sekali bahwa dunia pendidikan dalam hal ini UK Petra dapat turut berpartisipasi dalam acara ini. Bagi kami, Goût de France Fine Dining ini menjadi sebuah pengalaman berharga untuk dosen dan mahasiswa untuk menggali lebih dalam mengenai makanan Perancis,” ujar Dr. Sienny Thio, S.E., M.Bus., selaku Ketua Program Manajemen Perhotelan UK Petra.

Konsep masakan yang ditawarkan adalah menggabungkan masakan lokal dengan masakan internasional, bahan-bahan lokal dimasak menggunakan cara internasional, demikian sebaliknya. Bahan-bahan lokal seperti edamame, serei, kunyit, labu kuning, kluwek, kabocha, mbote hingga buah ciplukan. Sedangkan bahan internasional yang digunakan seperti scallop, lobster, serta daging impor jenis tokusen. “Menu-menu yang ditawarkan merupakan hasil kolaborasi dari tiga dosen Manajemen Perhotelan UK Petra. Dengan harga Rp 250.000,-, para tamu mendapatkan menu lengkap fine dining, mulai dari Aperitif, Starter, First, Second, hingga dessert,” ungkap Hanjaya Siaputra, S.E., M.A., dosen Manajemen Perhotelan UK Petra. (rut/padi)

 

Keahlian Digital dalam Menghadapi Era Disrupsi
March 27, 2019

Untuk memberikan kesempatan seluas mungkin bagi mahasiswa agar bisa mengembangkan pengetahuan dan keahlian, pada hari Selasa tanggal 12 Maret 2019, UK Petra menerima kunjungan dari PT. Cyberindo Aditama (CBN), dalam rangka menjalin hubungan kerjasama.

Perwakilan dari CBN terdiri dari: Bayu Dani Danarto S., selaku Presiden Direktur; Harry Dharma Setiawan, selaku Head of Corporate Secretary; serta jajaran manajemen CBN. Mereka diterima di Ruang Rapat Umum gedung Radius Prawiro lantai 9, UK Petra, oleh Rektor UK Petra, Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng., bersama dosen pengajar dari Program Studi Informatika, staff dari BAKP, serta Pusat Karir UK Petra. Dani mengatakan “Dunia pendidikan saat ini adalah salah satu yang mau atau tidak mau akan di-disrupt oleh perkembangan teknologi informasi. Mahasiswa kita nanti akan memiliki lebih banyak freedom dalam menentukan bagaimana mereka akan belajar. Perkembangan  e-learning sudah sampai pada titik di mana mahasiswa bisa memilih setiap pokok bahasan yang mereka inginkan”.

Djwantoro menyatakan persetujuannya atas pernyataan tersebut, “Kami sendiri memang juga harus banyak berubah. Kami mengadakan workshop untuk merubah kurikulum. Termasuk di dalamnya memasukkan magang ini agar menjadi pilihan yang lebih luas. Selama ini magang belum menjadi sesuatu yang wajib bagi semua program studi, panjangnya juga masih bervariasi. Rasanya memang mau tidak mau kita harus setup magang yang durasinya lebih panjang, dan di tempat magang yang tepat. Memang dengan perubahan-perubahan yang ada, relasi dengan industri memang harus lebih dekat”.

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan presentasi tentang CBN. Harry, dalam presentasi tersebut memperkenalkan CBN sebagai perusahaan yang awalnya bergerak sebagai internet service provider (pemberi layanan internet) sekarang menjadi digital service provider, yaitu penyedia layanan dan infrastruktur digital. Setelah presentasi, pertemuan ini diakhiri dengan penandatanganan memo kesepahaman antara UK Petra dan CBN yang membuka peluang bagi mahasiswa UK Petra untuk magang di CBN. Harry, selaku Head of Corporate Secretary, mewakili CBN kemudian memberikan kuliah umum di Program Studi Informatika. Harry memaparkan bahwa dalam dunia digital, profesi yang sangat dibutuhkan industri adalah: programmer, data analyst, data scientist, serta user interface & user experience designer. Harry juga menyampaikan pentingnya spesialisasi dalam satu keahlian khusus, ia mengatakan “Pilih salah satu mata kuliah yang kalian sukai, lalu dalami terus. Misalnya, coding. Maka coding, dan coding seterusnya sampai kalian ahli”. Jemima C.S., seorang mahasiswa Informatika semester 6 yang menghadiri kuliah umum ini merasakan manfaat dalam kuliah tersebut, katanya “Saya mendapatkan informasi bahwa trend digital industry sangat berkembang khususnya di Indonesia. Salah satu contohnya adalah pembangunan infrastruktur di Indonesia yang penuh dengan tantangan. Namun dari tantangan itulah muncul banyak peluang juga bagi pemuda pemudi Indonesia untuk menciptakan solusi dan menjadi startup di Indonesia”. (noel/padi)

 

Sambut Hari Gizi Nasional, BEM UK Petra Gelar Charity-Fun Run
March 26, 2019

Dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke-18, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Kristen Petra (UK Petra) menyelenggarakan charity-fun run. Kegiatan ini dilaksanakan pada 24 Februari 2019 di Food Festival Surabaya. “Tema acara ini adalah A Calling to be a blessing, sesuai dengan visi misi BEM, khususnya bidang tiga, yaitu bergerak aktif untuk kebhinekaan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Evelyn Mulyani, selaku Ketua charity-fun run.

Melalui kegiatan ini, BEM UK Petra ingin berkontribusi langsung kepada  masyarakat dengan memberikan sebagian dari dana peserta kepada mereka yang membutuhkan. Dana ini disalurkan melalui yayasan sosial Pondok Kasih untuk pembangunan PAUD.

“Semoga acara ini membuat kita menjadi lebih “manusiawi”, kita letakkan sejenak gawai dan bertemu dengan teman-teman dunia nyata, jadi nanti saat masuk ke dunia maya tidak akan kalah mengasyikan,” ungkap R. Arja Sadjiarto, SE, M. Ak., Ak., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UK Petra dalam sambutannya.

Sekitar 250 peserta yang terdiri dari mahasiswa maupun umum berlari sejauh kira-kira 5 kilometer dengan ditaburi bubuk warna – warni. Selain itu, terdapat bazaar dan penampilan dari Unit Kegiatan Mahasiswa dance UK Petra. Acara ini juga dimeriahkan oleh selebgram yaitu Abibayu dan Geraldy Tan, serta DJ Henry. (rut/dit)

BEM UK Petra Selenggarakan Kampung Binaan Mahasiswa 1 untuk Dampak yang Berkelanjutan
March 25, 2019

Menolong sesama adalah hal yang sudah menjadi panggilan dan keharusan bagi kita untuk melakukannya. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengejawantahkannya melalui kegiatan yang bernama “Kampung Binaan Mahasiswa 1”. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan secara bertahap 3 kali pada 24 November 2018, 23 Februari 2019 dan 16 Maret 2019 ini dilaksanakan untuk membantu masyarakat di kampung Ikan Kerapu, Surabaya.

Kegiatan ini diikuti 79 mahasiswa UK Petra dari berbagai program studi (prodi) dan program, 10 ibu-ibu rumah tangga, 30 siswa Sekolah Dasar (SD), dan beberapa anggota Karang Taruna kampung Ikan Kerapu. Kegiatan Kampung Binaan Mahasiswa ini  dibagi menjadi 3 subkegiatan: pendidikan, mural, dan kewirausahaan.

Pada kegiatan pendidikan, untuk melatih kreativitas para siswa SD, para mahasiswa dan siswa kelas kelas 5 menghias pigura dan kotak tissue dengan kain flannel, untuk kegiatan mural, para mahasiswa dan siswa kelas 4 SD mengecat dinding SD Ikan Kerapu dengan gambar-gambar dan tulisan motivasional agar para siswa SD Ikan Kerapu lebih bersemangat dalam belajar dan menggapai mimpinya. Kegiatan kewirausahaan yang ditujukan untuk membantu perekonomian warga diikuti oleh 10 ibu-ibu rumah tangga Kampung Ikan Kerapu, bersama-sama, mereka belajar memasak jajanan pasar seperti onde-onde, lapis kukus dan lain-lain.

“Diharapkan melalui kegiatan semacam ini para mahasiswa dapat melakukan suatu hal positif, seperti mengajar anak SD, bersosialisasi dan mengetahui masalah yang dihadapi masyarakat serta memberikan solusi,” ungkap Monica Angelina, Ketua Kampung Binaan Mahasiswa 1, yang juga mahasiswi prodi Ilmu Komunikasi UK Petra, ketika ditanya mengenai tujuan kegiatan ini.

Kegiatan ini sedikit berbeda dengan kegiatan pengabdian masyarakat pada umumnya di UK Petra, karena melakukan kunjungan sebanyak 3 kali ke tempat yang sama. Tentunya, panitia berharap bahwa kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi warga karena walaupun terletak di tengah kota Surabaya, masih banyak saudara kita yang memerlukan pertolongan dan masih terdapat kesenjangan sosial di antara masyarakat.

Anik Mujiati, salah seorang warga kampung Ikan Kerapu mengungkapkan,”pekerjaan sehari-hari saya menjadi tukang masak, dengan adanya kegiatan ini dapat lebih memahami dan belajar kembali bagaimana cara membuat jajanan pasar yang baik, benar dan bersih.” Melalui kegiatan ini diharapkan dapat membantu mencapai impian warga kampung Ikan Kerapu menjadi desa wisata. (luk/dit)

 

Jawab Kebutuhan Masa Kini, Ilmu Komunikasi UK Petra Buka Program Baru
March 22, 2019

Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Kristen Petra (UK Petra), Surabaya menjawab kebutuhan dunia komunikasi yang kini makin dinamis dengan membuka dua program baru yaitu Strategic Communication dan Broadcast and Journalism. Peresmian lahirnya dua program baru yang akan diterapkan pada tahun 2020/2021 ini ditandai dengan pemukulan gong oleh Rektor UK Petra, Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng., pada 16 Maret 2019 di Hotel Ciputra World Surabaya. “Kami mendesain kurikulum untuk dapat sangat akomodatif dengan era komunikasi 4.0, harapan kami dengan dibukanya dua program ini kami dapat memberikan yang terbaik untuk calon-calon mahasiswa yang nantinya akan dididik menjadi calon-calon lulusan yang dapat memiliki karir yang cerah di kemudian hari,” ujar Dr. Ido Prijana Hadi, M.Si, Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi UK Petra.

Program Strategic Communication berfokus pada bidang Public Relations dan manajemen komunikasi, lulusannya dapat bekerja di ranah korporasi, lembaga non profit dan juga pemerintahan. Sementara Program Broadcast & Journalism mewadahi mahasiswa yang berminat mendalami dunia media baik konvensional, digital, maupun online. Berbagai kegiatan digelar dalam rangka launching program baru ini diantaranya Pameran karya, Seminar Nasional, Workshop, serta final Communiphoria.

Tema yang diusung dalam Seminar Nasional dan Workshop adalah “Communication: Changing and Challenging”, hal ini karena perubahan memiliki banyak peluang tetapi juga tantangan. Para narasumber memaparkan peluang dan tantangan dalam dunia komunikasi berdasarkan pengalamannya. Seminar Nasional menghadirkan dua Narasumber yakni Firsan Nova, Managing Director Nexus Risk Mitigation and Strategic Communication, serta Budiono Darsono, Presiden Komisaris Kumparan.com. Berasal dari bidang kerja yang berbeda, kedua narasumber sepakat bahwa situasi hidup saat ini berubah, generasi milenial adalah generasi yang suka kebebasan dan tidak terduga. “Program Strategic Communication menjadi sangat penting, bagaimana caranya berkomunikasi di saat susah. Menghadapi krisis itu membutuhkan strategi ,” ujar Firsan Nova.

Sementara Budiono Darsono mengungkapkan bahwa tugas universitas adalah mempersiapkan kompetensi sumber daya manusia yang baik, agar kompetensi yang bermutu dan berkualitas ini dapat masuk ke industri dengan tepat dan diterima dengan baik. Sesi workshop menghadirkan dua pembicara yaitu Daniel Budiana, S.Sos., M.A., membawakan Workshop bertajuk Creative Content For Youtube. Sementara Amelia Sidik, S.Sn., M.CA., Ph.D. membawakan topik School Branding. Workshop diikuti oleh perwakilan-perwakilan dari sekolah mitra UK Petra. (rut/Aj)

Kolaborasi Pengabdian Masyarakat Empat universitas di Kawasan Mangrove
March 22, 2019

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) 4 universitas di Surabaya bersatu memberdayakan masyarakat. Triple U x UC itulah nama gelaran kegiatan yang diusung oleh BEM UK Petra, Ubaya, UPH dan Universitas Ciputra. Apa Triple U x UC? “Ini adalah sebuah kegiatan pengabdian masyarakat berupa pendidikan, lingkungan, kampung warna dan kewirausahaan”, urai Chelsy Sandrina C selaku ketua umum dari Triple U x UC asal UK Petra.

Tema diangkat pada tahun 2019 ini adalah Encourager in Action. Sesuai dengan tema, harapannya mahasiswa punya semangat dan bertindak secara nyata. Total peserta mencapai 260 mahasiswa/i dari 4 universitas dan dari berbagai program/program studi. UK Petra sendiri mengirimkan 80 mahasiswa/i yang terbagi secara merata di setiap kegiatan yang diselenggarakan. Mereka terjun langsung bertemu masyarakat di Mangrove-Gununganyar Tambak Gang 3, Surabaya Timur.

Kegiatan pendidikan dilaksanakan dalam bentuk pemberian pendidikan formal dan informal pada siswa SDI Dahlanuddin. Pendidikan formal berupa pelajaran tentang sistem teknologi mulai Microsoft Word hingga Microsoft Excel. Sedangkan pendidikan informal meliputi penyuluhan mengenai anti bullying, dan pementasan drama. Dalam kegiatan lingkungan, para mahasiswa melakukan pembersihan sampah di lingkungan kampung, lalu memperindah tempat sampah dengan mengecatnya. Selain kepedulian dan disiplin membuang sampah, kegiatan lingkungan juga melakukan penanaman bayam secara hidroponik yang selain berguna untuk dikonsumsi.

Kegiatan kampung warna bertujuan mempercantik lingkungan pemukiman setempat, dan menyampaikan pesan sosial yang menguatkan sikap toleransi dalam kebhinnekaan. Cukup unik. Mereka melakukan pengecatan jalan sepanjang RT 3. “Selain untuk memperindah suasana yang ada, kampung warna memberikan pesan mengenai keadaan sosial yang terjadi saat ini yang semakin rentan terpecah belah melalui mural”, urai Ricardo Julian Adiputra sebagai Ketua penyelenggara UK Petra.

Untuk kegiatan kewirausahaan, mendatangkan narasumber seorang chef yang mengajari cara pengolahan hasil laut seperti ikan, udang, cumi-cumi, kepiting, dan lain-lain. Semuanya diolah menjadi produk yang memiliki nilai lebih sehingga bisa menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi. Selain itu para mahasiswa memberikan tips-tips marketing yang baik untuk memasarkan sirup biji Mangrove, kerajinan dari olahan barang bekas serta kerupuk yang terbuat dari hasil laut para nelayan tambak.

Dari kegiatan bertemu langsung dengan masyarakat dan juga bekerjasama antar peserta dari universitas yang berbeda, mahasiswa dapat meningkatkan kepekaan terhadap permasalahan yang ada di sekitarnya. Ricardo menyampaikan pengalaman yang dirasakannya, “Yang kita dapatkan adalah bekerjasama dalam perbedaan kultur, bukan hanya dengan masyarakat, dengan universitas lain kita juga mempelajari adanya perbedaan kultur. Kita belajar cara berkomunikasi dan berkoordinasi yang berbeda masing-masing universitas”. (noel/Aj)

Menyambut Era Disrupsi dengan Optimis
March 21, 2019

Kesiapan mengantisipasi perkembangan zaman adalah krusial bagi eksistensi semua orang. Teknologi, khususnya di bidang informasi merupakan penggerak perubahan terkuat saat ini. Kemajuan terakhir dalam bidang ini adalah digitalisasi berbagai aspek kehidupan manusia. Digitalisasi ini mengantarkan industri dan bisnis pada era baru yang disebut era disrupsi yang selain menjanjikan berbagai kemudahan dan kesempatan, di lain sisi membawa juga tantangan dan tuntutan baru.

Continuing Education Centre (CEC) Universitas Kristen (UK) Petra telah hadir selama 28 tahun untuk memberikan layanan pendidikan yang  relevan dengan kebutuhan. Pada tanggal 16 Maret 2019, CEC UK Petra menggelar rangkaian seminar “Welcoming the Digital Age” dalam rangka merayakan hari jadinya yang ke-28. “Kami ingin mempersembahkan rangkaian acara yang dapat memberikan pandangan terhadap era digital ini, termasuk kiat-kiat praktis untuk dapat bertahan bahkan menjadi lebih maju di masa yang akan datang. Welcoming digital age berarti kita yang harus ready, karena eranya sudah dimulai”, kata Regina Jokom, S.E., M.Sc., selaku Kepala CEC UK Petra Surabaya

Rangkaian acara dibuka dengan Talkshow “Digitization of Human Resources: Death or Opportunity”, menghadirkan pembicara Prof. Ir. Rolly Intan, M.A.Sc., Dr.Eng., seorang Guru Besar dari UK Petra dan dosen pengajar di Program Studi Informatika UK Petra. Rolly menggambarkan perkembangan teknologi saat ini yang dikenal dengan Industry 4.0. Negara maju pada saat ini sudah mulai melihat di balik Industry 4.0, sebagai contoh Rolly memaparkan bahwa Jepang saat ini merancang konsep Society (Masyarakat) 5.0. yang ditandai dengan peran Artificial Intelligence (AI/Kecerdasan Buatan) yang membantu kehidupan manusia membentuk suatu super smart society. Super smart society ini dimungkinkan terjadi karena peralatan yang terhubung dengan Internet (Internet of Things/IoT) menghasilkan kelimpahan data yang kemudian menjadi satu Big Data yang kemudian dipakai oleh suatu AI pusat yang mengatur segala aspek kehidupan manusia.

Setelah pemaparan kemajuan teknologi yang sedang dialami dan akan terjadi, Rolly memaparkan bagaimana situasi bisnis dan industri dalam era disrupsi. Era disrupsi dimaksudkan dengan suatu masa di mana kemajuan teknologi membawa inovasi yang begitu berpengaruh sehingga perubahan yang dibawanya begitu signifikan dan mengubah kehidupan manusia. Menurut Rolly, kita bisa melihat era ini dengan suatu optimisme, “Mengenai inovasi disruptif ini, kalau kita bisa mengikuti perubahan, maka hasil dari disrupsi ini akan jadi sesuatu yang produktif”, katanya. Memaparkan lebih jauh pendapatnya, Rolly mengatakan bahwa digitasi adalah kesempatan bagi kita, dan akan ada lebih banyak pekerjaan baru yang muncul daripada pekerjaan yang berkurang karena digitasi. Kunci untuk mengambil kesempatan dalam era ini adalah membekali diri dengan meta-knowledge, pengetahuan untuk mendapatkan pengetahuan baru. Menurut Rolly, keunggulan manusia dari AI atau robot adalah manusia bisa memperoleh meta-knowledge, sedangkan AI tidak bisa.

Seusai talkshow pembuka acara, para peserta kegiatan diajak mengikuti empat seminar bersamaan di ruangan yang terpisah. Keempat seminar tersebut mengangkat topik yang berkaitan dengan mengambil keunggulan dari era disrupsi. Adapun, keempat seminar tersebut adalah: Seminar Getting Ready for the Digital Age of Accounting, yang dibawakan oleh Josua Tarigan, Ph.D., CMA, CSRA, CBV; Creating Content Marketing in Digital Platform, dengan narasumber Ritzky Karina M. R. Brahmana, S.E., M.A.; The Future of Artificial Intelligence, dengan narasumber Felix Pasila, S.T., M.Sc., Ph.D.; serta E-Commerce Taxation Guidelines, oleh Syafrian Yunus, SE., MA., Ak. (noel/Aj)

Alumni UK Petra Menolak Buta Politik
March 21, 2019

Tahun 2019 merupakan tahun politik, untuk pertama kalinya Indonesia menyelenggarakan pemilihan presiden dan pemilihan para anggota legislatif secara serentak. Namun, tidak sedikit masyarakat yang masih bersikap apatis atau cuek terhadap politik. Keluarga Alumni Universitas Kristen Petra (Kanitra) menyelenggarakan talkshow dengan tema “Menjunjung Bhinneka Tunggal Ika Dalam Kasih”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 16 Februari 2019 pukul 18.00-21.00 di Kowloon Palace International Restaurant, Delta Plaza, Surabaya.

“Kami ingin menyatukan alumni UK Petra dari golongan apapun dari orientasi politik apapun dalam satu wadah. Ada satu semangat yang ingin kami usung dalam pilpres kali ini, kami ingin teman-teman alumni UK Petra benar-benar memanfaatkan hak pilihnya dan jangan sampai golput,” ungkap Christine Wonoseputro, S.T., M.ASD., selaku Ketua Panitia Gathering Dinner Kanitra. Talkshow ini merupakan bagian dari acara Gathering Dinner Kanitra yang dilaksanakan sekaligus untuk memperingati Tahun Baru Imlek 2019.

Kanitra menggandeng seorang pembicara yang merupakan tokoh dan aktivis dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yaitu Pdt. Simon Filantropha. Selain sebagai ajang reuni antar alumni dari berbagai angkatan, kegiatan ini bertujuan untuk menggugah dan meningkatkan partisipasi alumni UK Petra dalam pesta demokrasi mendatang. “Kita harus sadar betul bahwa yang kita pilih itu adalah wakil manusia kita, bukan wakil Tuhan. Pemilu harus diletakkan untuk kebaikan bersama, jadi kita harus memilih pemimpin yang dapat mewujudkan kebaikan bersama,” urai Pdt. Simon.

Latar belakang dilaksanakannya talkshow ini adalah adanya keresahan alumni senior akan banyaknya alumni maupun mahasiswa yang tidak memanfaatkan hak pilihnya. Sehingga acara ini dijadikan wadah untuk menghimbau para alumni untuk turut berpartisipasi menyukseskan pemilu 2019. Kegiatan ini akan dihadiri oleh sekitar 200 alumni dari berbagai program studi dan angkatan. “Harapan kami adalah semakin banyak alumni UK Petra yang ambil bagian dalam pesta demokrasi. Kita mungkin boleh tidak terlibat dalam politik, tapi kita jangan buta politik,” ujar Dosen Program Studi Arsitektur UK Petra ini. (rut/Aj)

 

Tasya Kamila Bagikan Pengalaman di UK Petra
March 20, 2019

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Kristen Petra (UK Petra) menggelar talkshow dalam rangka penutupan rangkaian kegiatan Bulan Inspirasi Mahasiswa (BIM) tanggal 15 Maret 2019. “Tema BIM 2019 adalah Embracing Differences, melalui tema ini, saya ingin mengajak kalian untuk berpikir kritis dan menjadikan perbedaan bukan sebagai pemecah, namun dapat menghargai setiap perbedaan yang ada,” urai Vincent Stevano, Ketua Panitia BIM 2019.

BIM merupakan kegiatan tahunan yang bertujuan untuk menginspirasi anak muda agar dapat produktif dan berguna bagi bangsa dan negara. Tasya Kamila hadir menjadi pembicara dalam penutupan BIM 2019. Sebagai seorang public figure yang telah menyelesaikan pendidikan S2nya, Tasya membagikan pengalamannya selama berkuliah di Amerika Serikat serta keputusannya untuk melanjutkan studi.

Bagi wanita berusia 26 tahun ini, pendidikan merupakan hal yang penting. Ia sendiri telah lama bertekad untuk menempuh pendidikan minimal di jenjang S2. “Sebenarnya semuanya kembali ke pilihan masing-masing, tapi untuk saya sendiri, saya ingin mewujudkan semua ambisi dan mimpi-mimpi saya sebelum saya menikah,” ungkap istri dari Randi W Bachtiar.

Selama menempuh pendidikan di negeri orang, tepatnya di Columbia University, New York, tidak membuat Tasya kecil hati. Banyak tantangan yang dihadapi saat menempuh kuliah di Amerika, diantaranya beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Namun ia membagikan tips untuk mencari tahu informasi tentang budaya dan kehidupan sosial di negara tersebut sebelum berangkat.

“Saya memang merasakan menjadi minoritas di Amerika, namun di New York adalah kota besar yang punya beragam suku, budaya, etnis, kota yang sangat embracing diversity. Orang-orang disana sangat menghargai perbedaa, dengan menerima orang dari berbagai kalangan, latar belakang kebudayaan yang berbeda, justru menambah keilmuan mereka untuk bisa menganalisis sesuatu dari berbagai perspektif,” urai wanita yang meraih gelar S1 di Universitas Indonesia. (rut/Aj)

Berbagi Keceriaan Menyambut Tahun Baru Imlek
March 15, 2019

Program Studi Bahasa Mandarin Universitas Kristen Petra (UK Petra) bekerja sama dengan Pakuwon Trade Center (PTC) menyelenggarakan rangkaian acara untuk menyambut Tahun Baru Imlek. Kegiatan ini dilaksanakan pada 1-3 Februari 2019 di PTC. Kegiatan terbuka untuk umum ini terdiri dari berbagai kegiatan menarik seperti lomba-lomba, workshop, dan talkshow. “Kegiatan ini bertujuan untuk berbagi keceriaan menyambut tahun baru imlek kepada masyarakat Surabaya, karena juga diadakan di mall, sehingga semua orang dapat turut memeriahkan perayaan imlek,” ujar Elisa Christiana, B.A., M.A., M.Pd., selaku Ketua Program Studi Bahasa Mandarin UK Petra.

Pada hari pertama, dilaksanakan workshop pedagodi guru mandarin fun learning, disusul workshop permainan catur tradisional Tiongkok atau weiqi dan workshop membuat lampion. Sore harinya, acara dilanjutkan dengan fashion show anak, serta talkshow tentang Pentingnya Bahasa mandarin di Revolusi Industri 4.0 dengan pembicara Vony Eka Ardianti, S.S. Sebagai alumni Program Studi Bahasa Mandarin (dahulu Program Studi Sastra Tionghoa) UK Petra, yang telah menjadi seorang pengajar Bahasa Mandarin, Vony mengungkapkan bahwa Revolusi Industry 4.0 berdampak pada berbagai macam hal, tidak terkecuali pendidikan. Untuk mempersiapkan generasi muda, terutama mahasiswa agar mampu menghadapi Revolusi Industry 4.0, universitas harus mempersiapkan beberapa hal, seperti fasilitas magang, penerapan bahasa asing, joint degree, serta kerja sama dengan industri. Bahasa mandarin menjadi bahasa yang penting untuk dipelajari karena saat ini industri China tengah berkembang pesat, barang-barang buatan negeri tirai bambu mulai mendominasi pasar dunia, tidak terkecuali Indonesia. “Memiliki keahlian bahasa bukanlah hal yang sia-sia, pasti akan bermanfaat. Yang paling penting dalam belajar bahasa asing adalah menumbuhkan kemauan atau minat untuk belajar, jika memang mau belajar maka akan lebih cepat menguasainya,” ungkap alumni angkatan 2008 ini.

Lomba-lomba pada hari kedua meliputi lomba gerak dan lagu, serta lomba mewarnai bagi anak-anak. Disusul dengan talkshow dari Elisa Christiana, B.A., M.A., M.Pd. yang berbicara mengenai Imlek Tionghoa di Surabaya. Karena perayaan imlek sempat berhenti sekian lama, sehingga perayaan imlek di Indonesia bisa dibilang cukup simple, hal ini yang membuat nuansa imlek di sini tidak sekental di luar negeri. Banyak tradisi dan budaya yang harus diperhatikan dalam merayakan tahun baru imlek, misalnya ada beberapa makanan yang harus disediakan pada malam tahun baru seperti tahu, ikan, ayam, dan buah-buahan. Para pengunjung juga bisa mendapatkan kaligrafi dari salah satu dosen yaitu Qiu Si Qian, B.A.

Di hari ketiga, dilaksanakan lomba cerdas cermat tentang pengetahuan umum dan budaya Tionghoa bagi siswa SMA. Lomba ini diikuti sebanyak 15 kelompok, yang masing-masing kelompok terdiri dari tiga orang. (rut/Aj)

“Indonesia Keren”, Peresmian Gedung Perkuliahan dan Auditorium Kampus Timur UK Petra
March 14, 2019

Senin, 11 Maret 2019 Universitas Kristen Petra (UK Petra) meresmikan gedung perkuliahan dan auditorium kampus timur yang berada di jalan Siwalankerto 142-144, Surabaya. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak. “Pemerintah Indonesia sangat mengapresiasi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang dapat menyelesaikan infrastrukturnya dengan sangat baik seperti UK Petra. sebab dengan demikian dapat mendukung proses belajar dan kreatifitas mahasiswa lebih baik lagi untuk siap memasuki perkembangan dunia yang cepat yaitu revolusi industri 4.0”, ungkap Nasir.

Rangkaian acara ini ditata dengan menampilkan berbagai budaya yang ada di Indonesia seperti tari remo dari SDN Siwalankerto, tarian penyambutan oleh mahasiswa Papua, tarian Pa’Gellu dari mahasiswa Toraja, tarian Sparkling Surabaya dari tenaga kependidikan dan dosen UK Petra, karawitan dari SMKN 12 Surabaya, mural dari Fakultas Seni dan Desain UK Petra dan ditutup dengan tarian flashmob dari kurang lebih 300 mahasiswa UK Petra yang membentangkan tulisan “Indonesia Keren”. “Rangkaian acara ini kami susun untuk menunjukkan bangsa Indonesia yang beragam dari Sabang hingga Merauke, dari Miangas sampai pulau Rote, dapat bersatu demi kemajuan Indonesia melalui penyediaan pendidikan tinggi yang bermutu. Marilah kita bersatu untuk Indonesia keren.”, urai Meilinda, S.S, M.A., selaku koordinator acara.

Dalam sambutannya, rektor UK Petra, Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng., mengatakan bahwa ada tiga gedung yang diresmikan yaitu satu gedung Auditorium berkapasitas kurang lebih 2.200 orang dan dua buah gedung perkuliahan dengan total luasnya mencapai 62.620 m2. “Green Building (gedung ramah lingkungan) ini pengaturannya dibentuk sedemikian rupa hingga pengaturan cahaya dan aliran udaranya hemat energi. Gedung ini akan digunakan untuk perkuliahan khusus bagi program atau program studi yang mengarah ke industri kreatif sehingga diharapkan kedepan, mereka punya ruang  untuk lebih kreatif.”, ujar Djwantoro. (Aj/dit)

--------------

Spesifikasi:

  • Nama Gedung: Gedung Kuliah, Laboratorium, dan Auditorium
  • Luas lahan +/- 39,365 m2
  • Jumlah lantai: 12 dan 10 lantai
  • Ukuran Panjang (barat ke timur) 200 m
  • Ukuran Lebar (utara ke selatan) 65 m
  • Fasilitas: Area parkir mobil dan motor, Laboratorium, Ruang Fitness, Kantin, Cafe, Reflecting Pool, Exhibition Hall, Stationary Shop, Retail Store, ATM, Bank, Ruang Teater, Auditorium, Ruang Dosen, Ruang Administrasi, Galeri Karya, Studio Gambar, Ruang Simpan Karya,  Roof Garden.

 

Konselor Mempersiapkan Karir di Era Disrupsi
March 12, 2019

Pusat Konseling dan Pengembangan Pribadi (PKPP) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan workshop yang ditujukan kepada para konselor sekolah menengah pada 30 dan 31 Januari 2019.

Workshop yang berjudul “Assessment for Career Planning in the Disruption Era” ini dilatarbelakangi oleh perkembangan dunia dan keunikan generasi peserta didik masa kini.   Saat ini memasuki era disrupsi dimana terjadi peralihan dan perubahan besar dari segala sisi, yang membuat pola berpikir dan bertindak dengan cara yang baru pula. Teknologi informasi dan komunikasi berkembang sangat pesat dan mengubah banyak hal. Sejalan dengan itu, muncul generasi baru yang sangat mendukung perubahan dan dapat dikatakan menentukan arah masa depan, yang disebut generasi millennials. Karir dan profesi di masa depan akan turut berubah seiring perubahan dan peralihan besar terjadi, serta menuntut kesiapan para millennials untuk berkiprah.

Millenials adalah generasi dengan keunikan tersendiri yang memiliki keunggulan maupun kekurangan. Generasi ini terbiasa dengan keadaan serba cepat dan mudah, sehingga karir yang dipikirkan untuk masa depan cenderung mengikuti trend dan kurang mempertimbangkan faktor-faktor penting dalam penentuan atau pertimbangan karir. Faktor-faktor yang penting adalah potensi, minat, dan tuntutan di masa depan. Para konselor sekolah memegang peran kunci dalam mempersiapkan generasi unik ini agar berdampak di era baru. Tugas dan tanggung jawab konselor ini perlu penyesuaian dan penyegaran wawasan karena sebagian besar konselor sekolah berasal dari generasi sebelumnya.

Melihat problematika ini, PKPP mengadakan workshop untuk memberikan pemahaman era disrupsi, perancangan karir di masa depan, dan pelatihan pendampingan karir dengan beberapa alat uji penilaian karir.

Narasumber workshop ini adalah Medianta Tarigan, M.Psi, seorang psikolog, akademisi dan praktisi dari Universitas Pendidikan Indonesia dan Fadillah, M.Psi., psikolog yang juga akademisi dan praktisi dunia konseling dari Institut Teknologi Bandung.

Medianta memaparkan kondisi industri dan dunia profesional yang sedang mengalami perubahan drastis dalam era disrupsi. Hal ini menuntut pegiat dunia pendidikan untuk proaktif mempersiapkan anak didik sesuai dengan kebutuhan tersebut, melalui bimbingan, pengujian potensi dan perancangan karir sejak dini.

Fadhillah menyampaikan pentingnya mempersiapkan keputusan karir sejak dini, “memutuskan karir sebaiknya telah dibahas sejak awal sekolah menengah pertama, sehingga tidak terlambat dan gegabah memutuskan jurusan dan profesi yang diinginkan”.

Antonius Cahyono Tondoprasetyo, S.Psi., M.Psi., guru Bimbingan Konseling SMAK Hendrikus Surabaya, menyampaikan bahwa ia mendapatkan pemahaman lebih baik tentang era disrupsi, baik itu resiko maupun peluangnya, “perubahan dapat berarti membuka peluang yang baru, yang mau belajar dan berubah menjadi lebih baik pasti mampu menghadapinya”. (noel/dit)

 

Berkarya di Dalam Berdoa
March 06, 2019

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

 

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

 

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

 

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

 

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

 

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan ibadah syukur Purna Tugas untuk para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Kali ini, Sri Megawati, S.Pd., M.M., tata usaha Program Magister dan Doktoral Teknik Sipil UK Petra telah mencapai masa pensiun setelah 17 tahun berkarya. Ibadah syukur ini dihadiri oleh rekan-rekan Mega, rekan dosen Program Studi Teknik Sipil maupun sesama tenaga kependidikan UK Petra.

Handoko Sugiharto, M.T., dosen teknik sipil UK Petra membawakan Firman Tuhan dalam ibadah ini. Mengutip Roma 8:28, Handoko menyampaikan bahwa di dalam dunia ini terkadang kita mengalami hal yang tidak baik, tetapi Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk pada kita. Seperti salah satu tokoh Alkitab yaitu Yusuf yang dalam hidupnya selalu mengalami masalah yang silih berganti, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkannya, demikian juga dengan kehidupan kita yang selalu Tuhan pelihara.

Penampilan vocal group dari teman-teman Mega yang membawakan lagu kesukaan dari Mega yang berjudul hidup ini adalah kesempatan. Mega juga membacakan puisi karyanya sendiri berjudul “Berkarya di Dalam Berdoa”, dilanjutkan dengan sesi menyampaikan pesan dan kesan dari rekan-rekan kerja. Mulai dari rekan sekantor, mantan atasan, atasan, hingga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Semua sepakat jika Mega merupakan pribadi yang sangat cakap dalam pekerjaan, Mega juga merupakan orang yang sangat peduli pada sesama, banyak rekan-rekannya yang merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Mega. “Sebagai orang yang perfeksionis, Bu Mega selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan benar, serta mengerjakan tugasnya jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu. Bu Mega juga seorang yang sangat pemerhati, semoga Bu Mega tidak jenuh melayani di UK Petra dan selalu menjadi berkat dimanapun berada,” ujar Budi Rahayu, S.S., rekan kerja Mega.

Mega mengenang masa-masa sejak awal ia bergabung dengan UK Petra, ia telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan, mulai dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan juga Kepala Program Studi S2 dan S3 Teknik Sipil. Berbagai perubahan kurikulum dan kebijakan juga telah banyak dialaminya. Mega selalu mengingat nama para mahasiswa dan cerita-cerita tentang mereka yang unik dan berbeda-beda. “Semuanya berkesan sekali, mahasiswa S2 itu berbeda dengan mahasiswa S1, saya selalu mengingat dan membawa para mahasiswa, dosen, pimpinan, dan yayasan dalam doa saya setiap pagi. Jika kita damai dengan diri kita, kita pasti dapat memberikan yang terbaik untuk orang lain,” ungkap Mega. (rut/dit)

 

Meringankan Biaya Pendidikan Tinggi
March 05, 2019

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Hana Nanum Foundation melalui KEB Hana Bank Indonesia (KEHI) memberikan beasiswa pendidikan kepada 15 orang mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara yang digelar pada 4 Desember 2018 ini, bertempat di ruang rapat universitas gedung Radius Prawiro. Perwakilan dari KEHI, Jhoni Afrizal Gumay dan Irwan dari divisi Learning & Development disambut oleh R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Tonny Eoh, S.E., M.A., Ak selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA).

Jhoni dalam paparannya menceritakan KEHI adalah bagian dari kelompok perusahaan Hana Financial Group, salah satu kelompok perusahaan perbankan terbesar di Korea Selatan. Pada tahun 1990 kelompok ini mendirikan KEHI di Indonesia. Pada tahun 2007 grup ini mengakuisisi Bank Bintang Manunggal.  Di tahun 2017, Hana Financial Group melakukan pembelian kembali saham KEHI di pasaran sehingga 89% saham kembali dimiliki KEHI. Jhoni memaparkan visi KEHI yaitu menjadi ‘The best customer-focused bank in Indonesia’. Menurutnya, KEHI saat ini mengembangkan fasilitas dan produk yang menjangkau konsumen perbankan dengan teknologi cerdas untuk kenyamanan konsumen, contohnya adalah transaksi tanpa uang dan kartu, serta kantor pelayanan tanpa antrian dengan lounge kedai kopi.

Setelah presentasi, Jhoni menyerahkan beasiswa kepada para mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Jhoni menyampaikan apresiasi kualitas lulusan UK Petra dan berharap para mahasiswa nantinya mau bergabung dengan KEHI.

Ke-15 mahasiswa penerima beasiswa ini terdiri dari 5 mahasiswa jurusan teknik, dan 10 mahasiswa dari jurusan selain teknik. Para mahasiswa ini adalah mahasiswa tahun kedua keatas, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif lebih dari 3,00 dan memiliki Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan yang cukup.

Salah seorang penerima beasiswa, Natasya Rachel Permata Putri Hutapea, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 bercerita, “saat ini keluarga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi dan beasiswa ini sangat membantu meringankan untuk pembayaran uang semester”. Staf Kesejahteraan Mahasiswa BAKA, Diana Permatasari, S.E., menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa, katanya, “Diharapkan mahasiswa yang berprestasi dan memerlukan bantuan pendidikan, tidak segan bertanya ke BAKA untuk mengajukan beasiswa”. (noel/dit)

 

Membahagiakan Anak-anak Untuk Masa Depan yang Baik
March 05, 2019

Salah satu modal bangsa yang penting adalah anak-anak. Memberikan kesempatan untuk mereka belajar dengan riang gembira perlu diupayakan. Program English for Creative Industry (ECI) Universitas Kristen (UK) Petra bekerjasama dengan komunitas Indonesian Clown Alley yang digawangi oleh dua alumnus UK Petra menyelenggarakan ‘Clown and Big Giant Balloon Show Charity Night’ pada hari Kamis, tanggal 24 Januari 2019 di Ruang Auditorium Gedung EH UK Petra.

“Dengan adanya acara ini kami harapkan anak-anak dapat melihat hal lain yang tidak kalah seru dengan dunia yang ditawarkan gadget. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan hiburan yang mendidik. Semua anak berhak untuk belajar dengan gembira. Selain itu, kegiatan ini juga pengabdian kita terhadap masyarakat sekitar khususnya dan Surabaya pada umumnya.”, sahut Meilinda, S.S, M.A., sebagai Kepala Bidang Program English for Creative Industry UK Petra serta penanggung jawab kegiatan.

Acara malam amal ini dihadiri sekitar 400 anak-anak. Hasil penjualan tiket ini kemudian dipakai untuk mengundang anak-anak dari tujuh komunitas anak berkebutuhan khusus (ABK). Diantaranya adalah Komunitas Cerebral Palsy, SDLB Karya Mulia, panti asuhan, dan beberapa kelompok belajar marginal. Harapannya adalah dengan menjangkau anak berkebutuhan khusus (ABK) yang jarang terpapar hiburan dalam bentuk acara pertunjukan live badut ini dapat membuat mereka bahagia.

Sebagai pembuka acara, Ricky Abraham yang dikenal dengan nama badut Brother Bee mengajak hadirin untuk menyanyikan bersama-sama Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Uniknya, alumni Fakultas Sastra UK Petra dengan didampingi putranya mengajak seluruh hadirin untuk menyanyi sekaligus menggunakan bahasa isyarat. Momen ini menyampaikan ajakan untuk meningkatkan kepedulian atas ABK, serta menumbuhkan rasa patriotisme.

Para badut penampil selanjutnya adalah badut-badut internasional yang tergabung dalam World Clown Association (WCA) region Asia. Mereka adalah Yogi Adianta Simon, dengan nama panggung Jejo Clown dari Surabaya; Sam Tee, dengan nama tokoh Uncle Button, Edmund Khong yang dikenal sebagai Captain Dazzle, dan Deaw yang dikenal sebagai Zipper Clown. Sebenarnya mereka sedang mengadakan kegiatan tahunan dimana badut internasional dari WCA Asia melatih para badut-badut Indonesia untuk bisa mengembangkan kreativitas dan kemampuan panggung sehingga bisa turut berkiprah di lingkup internasional. Acara malam amal ini adalah acara pemuncak kegiatan mereka. Selain badut yang tampil diatas panggung, ada sekitar 30 badut yang menemani para peserta di dalam ruangan.

Jejo Clown atau Yogi yang juga seorang alumnus Program Studi Teknik Sipil UK Petra ini menganggap pelayanan yang dilakukannya sebagai badut adalah suatu pengabdian pada masyarakat. Dalam wawancara, Yogi menceritakan bahwa badut tak hanya belajar teknik menghibur atau bahkan sulap saja tetapi juga mengatur bercerita yang baik. Dalam penampilannya, Jejo menyampaikan pesan penuh pengharapan bagi anak-anak. Katanya, “Harapannya, di masa mendatang akan ada generasi bhinneka yang unggul”.(noel/Aj)

 

Saling Memperkaya Wawasan dan Menambah Ilmu
February 26, 2019

International Construction Study Tour (ICST) 2019 adalah gelaran kegiatan tahunan yang diselenggarakan program studi (prodi) Teknik Sipil Universitas Kristen Petra (UK Petra). Kegiatan ketiga kalinya ini, dilaksanakan  selama 12 hari dari 21 Januari sampai dengan 1 Februari 2019 bekerjasama dengan University of New South Wales (UNSW), Australia.

Dalam kegiatan ini, prodi Teknik Sipil menerima kunjungan 17 mahasiswa yang  berasal dari 3 program studi Faculty of Built Environment UNSW, yaitu: construction management & property, interior architecture, dan architecture studies.

Kegiatan ini berbentuk perkunjungan ke lokasi konstruksi, kunjungan ke industri penunjang konstruksi, dan studi teknik konstruksi bangunan sedangkan rangkaian kegiatan ICST 2019 terdiri dari pengenalan budaya, kelas perkuliahan, serta studi ekskursi.

Kegiatan pengenalan budaya meliputi kelas Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA), oleh tim pengajar dari Fakultas Sastra, kelas memasak masakan khas Indonesia oleh Program Manajemen Perhotelan, kelas tari tradisional dan kelas membatik dari Prodi Desain Interior.

Kelas perkuliahan membahas tentang green building UK Petra, konservasi arsitektur di Surabaya, jembatan Suramadu, green concrete (Beton Ramah Lingkungan), construction industry 4.0, Lesson Learned from Past Earthquakes (Pelajaran dari Gempa Bumi), serta sesi Comparison between Australia and Indonesia in the Presence of Cultural Heritage within Building Characteristics and Construction (kajian perbandingan Indonesia dan Australia). Masing-masing kelas perkuliahan disertai studi ekskursi ke lokasi yang relevan dengan isi perkuliahan. Lokasi yang dikunjungi adalah: gedung Q UK Petra,  perusahaan Beton Prima Indonesia yang memproduksi beton pracetak, pelabuhan Teluk Lamong, jembatan Suramadu, apartemen Belleview, apartemen Rosebay dan hotel Majapahit.

Rangkaian kegiatan ICST 2019 ini diakhiri dengan presentasi dan diskusi di sesi komparasi kedua negara pada 1 Februari 2019 di Ruang Konferensi 1 Gedung Radius Prawiro.

Mahasiswa UNSW yang terbagi dalam 5 kelompok mempresentasikan hasil-hasil yang ditemukan saat kunjungan, disebutkan komponen biaya konstruksi sangat dipengaruhi oleh pembuatan kolom yang lebih besar dan kuat untuk mengantisipasi gempa bumi yang sering terjadi di Indonesia dengan kekuatan gempa yang lebih besar daripada di Australia. Biaya tenaga kerja konstruksi di Indonesia jauh lebih murah dibandingkan tenaga kerja Australia, temuan umum terakhir adalah budaya dan regulasi keselamatan industri konstruksi Indonesia yang cenderung lebih longgar dibandingkan Australia. Selain memaparkan temuan, mereka juga memilih foto favorit saat melakukan studi ekskursi dan  terpilih hotel Majapahit serta gedung Q UK Petra yang muncul sebagai lokasi favorit.

Jaslyn Brown, mahasiswa program Interior Architecture menyampaikan kekagumannya pada desain Gedung Q, katanya “The green building is most memorable, and my favorite site esthetically. It’s an achievement in being a green star building which is a big part in modern design”. (noel/dit)

Kalahkan 562 Delegasi, Mahasiswi UK Petra Raih Favorite Challenge Indonesia
February 12, 2019

Tidak takut mencoba, itulah satu hal yang tercermin dari Natasya Evelyn Alamsyah. Natasya merupakan mahasiswi Program English for Business UK Petra yang berhasil mengalahkan 562 delegasi pada tanggal 11-14 Januari 2019 lalu. Ia berhasil meraih “Favorite Video Challenge” di Malaysia, Kuala Lumpur yang diadakan oleh PBB. “Kemenangan ini menjadi sebuah berkat yang luar biasa, saya hanya melakukan yang terbaik yang bisa saya lakukan. Tidak berharap menang”, ungkap gadis yang baru pertama kali mengikuti kompetisi ini.

Kompetisi bertajuk Global Goals Model United Nations ini awalnya diikuti kurang lebih 6000 delegasi dari seluruh dunia dan terdiri dari dua babak. Mengambil topik “Let’s Realize 17 Goals for a Brighter World”, kompetisi ini mengajak anak muda berusia 18-23 tahun untuk membuat paper sekaligus menjawab beberapa pertanyaan yang sesuai dengan topik dan membuat video mengenai topik yang telah dipilih tersebut.

Ada 17 sub tema dan bisa dipilih salah satu oleh peserta kompetisi. Natasya mengambil sub tema mengenai air bersih dan sanitasi. Kebetulan, Natasya mendapatkan soal mengenai air bersih dan sanitasi negara Singapura. Selama satu bulan, ia mencari data dan informasi mengenai air bersih dan sanitasi negara Singapura. “Saya sempat tidak yakin bisa menyelesaikan paper ini, sebab sangat minim informasi. Hingga suatu hari saya melihat debat salah satu menteri di Singapura yang membahas hal ini. Maka jadilah saya menggali lebih jauh dan membuat paper tersebut”, urai anak pertama dari dua bersaudara itu.   

Setelah mendapat pengumuman bahwa Natasya melaju ke babak selanjutnya dan diminta membuat video, segera mahasiswi angkatan 2017 ini membuat konsep videonya. Berlaga dengan 562 delegasi dari 53 negara tak membuatnya patah semangat. Video berdurasi satu menit itu diambil di tempat asalnya yaitu Kediri dan hanya dalam waktu satu hari saja. Ia menceritakan bahwa cara mengatasi masalah air bersih dan sanitasi itu harus dimulai dari diri sendiri bukan dari yang lainnya.

Dalam video, sebagai pembuka gadis yang hobi menyanyi ini mempertanyakan apakah benar anak muda itu seorang agen perubahan? Video ini mengisahkan kebiasaan anak muda yang katanya dikatakan agen perubahan tetapi masih sering membuang-buang air bersih dalam kehidupan sehari-hari akan tetapi berubah setelah mengetahui bahwa air bersih itu ternyata penting untuk seluruh umat manusia di dunia ini. “Jika kita sudah dengan sadar diri bahwa perlu menghemat air bersih dari kebiasaan sehari-hari kita mulai dari bangun tidur maka secara otomatis kita akan membantu orang lain dari negara lain untuk tidak kekurangan air”, rincinya.

Konsep video yang sangat kuat inilah akhirnya membuat Natasya meraih medali dan piagam. Sedangkan Best video challenge diraih oleh delegasi asal India. (Aj/padi)

 

Merayakan Sistem Automasi yang Inovatif
February 12, 2019

Program studi Teknik Elektro Universitas Kristen Petra (UK Petra) menyelenggarakan pameran Tugas Akhir mata kuliah Automasi 1 bertajuk ‘Automation in Sport and Entertainment’ pada 30 November 2018 di selasar Gedung P, tema ini dimaksudkan untuk merayakan keberhasilan penyelenggaraan Asian Games XVIII di Indonesia.

Mata kuliah Automasi 1 ini belajar tentang mewujudkan sistem otomasi di industri atau pabrik dengan menggunakan Programmable Logic Controller (PLC) sebagai pengendalinya. Kegiatan dalam mata kuliah ini adalah memprogram PLC, dan mengintegrasikan sensor dan aktuator yang dikendalikan oleh PLC tersebut sehingga sebuah sistem dapat bekerja secara otomatis. Untuk tugas akhir mata kuliah ini, mahasiswa bekerja secara berkelompok beranggotakan 2-3 orang. Masing-masing kelompok ini mendapat waktu 6 minggu untuk menghasilkan purwarupa dari sistem otomasi yang dirancang. Pameran menampilkan 9 purwarupa karya mahasiswa yang dikategorikan menjadi 2: sport dan entertainment.

Di kategori sport ada 4 purwarupa, yaitu: Automatic Ping Pong Trainer; Smart Swimming Pool System; 3J Smart Racing System; dan Smart Stadium System. Di kategori entertainment ada 5 purwarupa, yaitu: Escape Room Game; Laser Shooting Game; Smart Outdoor Stage System; Game of Touch; dan Mini Histeria.

Di pameran ini para pengunjung diperkenankan memilih purwarupa favorit dan muncul sebagai sistem terfavorit pilihan pengunjung adalah: Laser shooting game; Escape Room Game; dan Automatic ping pong trainer.

Laser shooting game yang dikerjakan oleh Aditya Lymanyada, Kevin William Haryanto, dan Jason Hartono ini adalah permainan menembak model zombie dengan laser. Bukan hanya sekedar kemahiran menembak, pemain juga perlu memutar otak untuk menyelesaikan teka-teki yang ada di dalam permainan. Sistem otomatis yang dipakai dalam permainan ini adalah sensor di model zombie dan aktuator yang membuat zombie berdiri serta terjatuh saat terkena sinar laser. Mahasiswa perancang permainan ini berhasil membangun skenario permainan yang bagus dan desain tampilan purwarupa yang mengesankan.

Escape room game karya Hendrata Irvin Hartono, Leonardus Putera Santoso, dan Steven Jaya Nugraha adalah sebuah wahana permainan dimana pemain terkunci dalam suatu ruangan dan harus mencari jalan keluar dari ruangan tersebut. Jalan keluar ruangan bisa didapatkan dengan mengumpulkan petunjuk yang didapatkan dengan menyelesaikan teka-teki tersembunyi yang ada di benda-benda di dalam ruangan tersebut. Rancangan ruangan, teka-teki, skenario permainan, serta eksekusi pengerjaan sistem otomatis yang baik oleh kelompok mahasiswa yang mengerjakannya menunjukkan kreativitas dan ide yang unggul.

Automatic ping pong trainer adalah hasil kreativitas kelompok Aaron Marselino Lukman, Alexander Edward Hutomo, dan Michael keyson Wirahadi. Mereka membuat sebuah mesin untuk membantu berlatih tenis meja secara mandiri. Mesin ini dilengkapi dengan peluncur bola dari berbagai sisi dan mengharuskan atlet untuk memukul bola ke arah yang sudah ditentukan. Pada akhir sesi latihan, mesin menampilkan tingkat keberhasilan pukulan atlet. Penilaian ini memungkinkan atlet menentukan sasaran peningkatan akurasi pukulan di sesi latihan berikutnya. Aaron, salah seorang anggota kelompok pembuat mesin ini mengatakan, “Saya terus belajar untuk tidak kenal menyerah, optimis, bagaimana cara mengatur waktu yang baik dan yakin akan mendapatkan pengalaman-pengalaman yang tak terlupakan”. (noel/dit)

Gedung Baru
February 12, 2019

Cieeee...yang gedung nya mau diresimkan jokowi... xixixi... hidup jokowi

Tetap Bersyukur karena Kita Berharga di Mata Tuhan
February 11, 2019

Bekerja adalah bagian penting dalam kehidupan manusia. Semua orang di satu titik akan sampai pada masa pensiun. Bagi orang yang sudah mengabdi dengan setia, memasuki masa pensiun adalah saat yang perlu disyukuri. Pada tanggal 17 Januari 2019, diadakan Ibadah Syukur Purna Tugas untuk Purtoyo, pegawai di Unit Pelayanan dan Pemeliharaan Kampus (UPPK). Setelah mengabdi di Universitas Kristen Petra selama 41 tahun, Purtoyo memasuki masa pensiun di usia 60 tahun. Ibadah ini dihadiri oleh pimpinan UK Petra, rekan kerja, serta dosen pengajar dari Program International Business Management (IBM) tempat Purtoyo bertugas.

Renungan dalam ibadah ini dibawakan oleh Herman Ignatius Caralius dari Perpustakaan UK Petra. Sebelum renungan dimulai, Herman menyampaikan bahwa siapa pun yang melihat Purtoyo akan melihat satu keunikan yang dimilikinya. Keunikan itu adalah Purtoyo selalu terlihat sukacita. Renungan kemudian dibuka dengan video yang mengilustrasikan relasi kekeluargaan seorang ayah yang sudah pensiun dengan anak-anaknya yang memiliki kesibukan sendiri di luar kota. Digambarkan bahwa sang ayah sampai membuat berita bahwa dirinya meninggal dengan harapan bahwa anak-anaknya akan bisa meluangkan waktu untuk berkunjung. Dari ilustrasi ini, Herman menyampaikan bahwa dukungan dari orang-orang penting, yaitu keluarga dan teman-teman sekerja adalah penting dalam memberi motivasi dan memberi konsep diri yang baik dalam masa pensiun. Hal penting kedua adalah jangan menyalahkan siapa pun atas peristiwa yang dialami setelah masa pensiun. Sebagai tuntunan dalam mengantisipasi permasalahan di kedua hal di atas, Mazmur pasal 139 menekankan pentingnya bersyukur. Herman mengajak kita untuk merenungi pentingnya tetap mengucap syukur seperti yang tertulis di ayat 14-16. Herman menyisipkan satu pesan, katanya “Bahagia itu sederhana. Salah satu halangan kita merasa bahagia adalah mengharapkan kebahagiaan itu terlalu besar”. Untuk memudahkan memiliki sikap bersyukur itu, kita bisa mengingat bahwa bagaimana pun keadaan kita, kita tetap berharga di mata Tuhan.

Seusai renungan, tiba saat menyampaikan pesan dan kesan. Lianto Darmawan, S.E., MFM, dosen IBM menyampaikan apresiasi atas pelayanan Purtoyo. Katanya, “Meskipun tidak selalu kelihatan, kita tetap tahu kalau Pak Pur ada”. Yang dimaksudkan adalah hasil kerja Purtoyo bisa terlihat dari kerapian lingkungan IBM, ketersediaan keperluan kuliah yang terjaga, dan berbagai hal lainnya. Yandi Immanuel, rekan Purtoyo di UPPK menyampaikan bahwa Purtoyo ulet dan panjang akal dalam bekerja. Kebiasaan Purtoyo yang berkesan baginya adalah ia selalu dengan sigap menjawab “Siap” pada setiap permintaan. Menurut Yandi Hal ini memberikan rasa tenang pada orang yang memberikan permintaan pada Purtoyo. Wakil Rektor Bidang Umum dan Administrasi, Agus Arianto Toly, S.E.,Ak.,M.S.A., menyampaikan bahwa meskipun dengan berat hati, rekan-rekan sekerja perlu melepas Purtoyo untuk memasuki masa pensiun. Purtoyo sebetulnya sudah diminta untuk bertahan dan terus bekerja di UK Petra, tetapi ia memilih untuk pensiun. Agus juga menyampaikan bahwa sikap Purtoyo selama bekerja adalah baik, katanya “Apa pun keadaannya, Pak Pur tidak pernah ngomong negatif pada atasan”. (noel/padi)