Connect with us
  • b
  • a
  • x
A CARING AND GLOBAL UNIVERSITY
WITH COMMITMENT TO CHRISTIAN VALUES

Berita

Alumni Memberikan Dampak yang Berkesinambungan
April 25, 2018

Masa kuliah adalah tahun-tahun yang membentuk perjalanan hidup seseorang. Dalam masa itu terbentuk ikatan tersendiri antara mahasiswa dengan kampus, dosen dan sesama mahasiswa. Bagi para alumnus Fakultas Ekonomi (FE) UK Petra angkatan 1990, pengalaman selama berkuliah begitu berdampak dan membangun. Begitu berdampaknya, sehingga setelah 20 tahun menyelesaikan perkuliahan, para alumnus ini berkumpul lagi dan menyelenggarakan kegiatan Reuni Fakultas Ekonomi Angkatan 1990 pada hari Sabtu, tanggal 14 April 2018. Reuni dengan tema “Love, Share and Joy” ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkesinambungan bagi para alumni Fakultas Ekonomi angkatan tahun 1990, civitas academika dan masyarakat secara umum.

Rangkaian acara reuni ini dimulai dengan talkshow “Create Your Own Biz” di Ruang AVT. 502 pada pukul 09.00-12.00 WIB. Sekitar 100 mahasiswa dari berbagai jurusan di Fakultas Ekonomi UK Petra menghadiri talkshow ini. Beberapa alumnus angkatan 1990 berbagi pengalaman mereka dalam dunia profesional dan bisnis pada para mahasiswa. Mereka adalah: Teddy Prajitno, Regional Business Head Bank Nusa Parahiangan; Vincentia Julianti, Branch Manager Shinhan Bank; Budi Harijono, pendiri Sanggar Seni Budaya Jempol Laras; Wang Sutrisno, Direktur PT. Integra Indocabinet, Tbk.; dan Christian Kurniawan, pemilik Korman Indonesia. Para narasumber membagikan pengalaman motivasi pada para mahasiswa untuk mendorong mereka memiliki usaha sendiri. Bersamaan dengan berbagi pengalaman, dipaparkan juga langkah-langkah konkrit yang bisa diambil oleh para mahasiswa untuk memulai usaha sendiri. Diantaranya membuat Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), mempersiapkan syarat-syarat untuk dokumen ekspor impor, dan berbagai tips yang relevan dalam dunia bisnis. Setelah sesi bincang usai, diadakan upacara pemberian beasiswa berupa bantuan Uang Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan (USPP) kepada 6 mahasiswa dengan kriteria tertentu. Adapun kriterianya adalah dari lingkup program studi manajemen, memiliki motivasi untuk menyelesaikan kuliah, memiliki kebutuhan untuk beasiswa, dan tidak sedang menerima beasiswa dari tempat lain. Menutup acara siang hari ini, Christian Kurniawan mempresentasikan PT. Korman Indonesia, dan mengundang para mahasiswa FE untuk magang di perusahaannya di Indonesia dan juga di luar negeri. Christian berkata, “Kami membuka kesempatan bagi mahasiswa (UK Petra) untuk magang. Hal ini adalah kesempatan berkembang bagi mahasiswa dan juga kami”.

Di sore harinya, kegiatan pertemuan dan perjamuan “Love, Share, and Joy” dilaksanakan. Angkatan 1990 tercatat terdiri dari 152 orang, dan beberapa diantaranya berkomitmen untuk menjalin relasi dengan kampus. Dalam acara jamuan dan hiburan ini ada satu agenda utama, yaitu penandatanganan memo kesepahaman antara universitas dan empat perusahaan tentang kesediaan perusahaan-perusahaan tersebut menerima mahasiswa magang dengan lokasi magang di dalam dan luar negeri. Drs. Bambang Haryadi, M.M., Ketua Program Studi Manajemen menyampaikan apresiasi terhadap kepedulian dan sumbangsih  anak-anak didiknya dari angkatan 1990 ini, “saya berharap bahwa alumni angkatan 1990 menginspirasi alumni-alumni angkatan lain untuk bisa reuni dan berbagi dengan kampus dan mahasiswa“. Satu keunikan terlihat dalam reuni ini, yaitu Ricky, S.E., MRE., Ed.D., yang juga seorang dekan Fakultas Ekonomi UK Petra saat ini merupakan mahasiswa anak didik salah satu alumni 1990. Ricky menyampaikan kesannya atas relasi yang dijalin para alumni ini, “relasi yang kuat dari alumni yang berempati adalah sangat penting untuk reputasi universitas” kata Ricky. (noel/Aj)

Salah satu Persona Kependidikan BAK UK Petra Sabet Juara 2 se-Jawa Timur
April 23, 2018

Sekali lagi Universitas Kristen Petra, Surabaya (UK Petra) berhasil mendapatkan prestasi yang gemilang. Meidiyanti Soengkono berhasil menyabet Juara 2 dalam ajang Pemilihan Tenaga Administrasi Akademik dan Pengelola Keuangan Berprestasi Tingkat Kopertis Wilayah VII tahun 2018.

Pemilihan Tenaga Administrasi Akademik dan Pengelola Keuangan Berprestasi Tingkat Kopertis Wilayah VII tahun 2018 merupakan kompetisi yang diselenggarakan oleh Kopertis wilayah VII. Kompetisi ini merupakan upaya dari pemerintah untuk mendorong dan menstimulasi tenaga kependidikan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Jawa Timur. Pada Tahun ini, kompetisi diadakan di  Hotel Grand Whiz Trawas, Kota Mojokerto pada tanggal 6 – 8 Maret 2018 yang lalu. Disini, 26 peserta dari berbagai universitas swasta yang ada di Jawa Timur diadu untuk menunjukan inovasi yang berkaitan dengan administrasi dan pengelolaan keuangan pada institusi pendidikan.

Meidiyanti Soengkono atau biasa dipanggil Meidi merupakan seorang staff keuangan yang bekerja pada Biro Administrasi dan Keuangan (BAK) UK Petra. Ia merupakan persona kependidikan yang mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kompetisi Pemilihan Pengelola Keuangan Berprestasi mewakili UK Petra di Tingkat Jawa Timur. “Saya merasa agak terkejut ketika dipilih sebagai perwakilan oleh universitas, akan tetapi karena tugas tersebut telah diberikan, maka saya menjalankan tugas tersebut dengan sebaik-baiknya,” pungkas Meidi ketika ditanya mengenai perasaannya ketika terpilih untuk mengikuti kompetisi.

Pada Pemilihan Pengelola Keuangan Berprestasi ini, Meidi maju dengan mengambil tema “Sistem Akuntasi Terintegrasi pada Institusi Pendidikan Dengan Mengoptimalkan Pengunaan Software Akun”. Tema ini diambil oleh Meidi atas dasar latar belakang pendidikannya pada bidang akuntansi. Lomba ini diadakan dalam dua tahap, yakni tahap penyisihan dan presentasi. Pada tahap penyisihan, peserta diminta untuk mengirimkan  proposal mengenai inovasi yang akan dilombakan kepada Kopertis Wilayah VII. Peserta yang berhasil lolos babak penyisihan kemudian akan menghadiri tahap presentasi di Trawas, Mojokerto. “Waktu itu kami para peserta diminta untuk melakukan presentasi, akan tetapi yang unik adalah kami diminta untuk saling mengajukan pertanyaan tentang inovasi peserta,” ungkap Meidi. Pada tahap presentasi peserta kemudian akan dinilai oleh tiga juri yang diutus oleh pihak Kopertis.

Di akhir kompetisi, Meidi berhasil menyabet Juara 2 se-Jawa Timur. Hal ini merupakan prestasi yang menurut Meidi cukup membanggakan karena dapat mengharumkan nama UK Petra di Jawa Timur. Berhasil merebut peringkat juara tidak membuat Meidi puas begitu saja, ia bahkan berharap untuk dapat diutus kembali dalam kompetisi ini di tingkat Nasional. Menurutnya, kompetisi ini mengajarkan banyak hal, salah satunya adalah melalui kompetisi ini, ia melihat begitu banyak karakter yang berbeda. Salah satu kutipan hidup yang dipegang oleh Meidi adalah “kesuksesan adalah proses yang berkelanjutan.” (vka/Aj)

Bedah Buku: Ada Aku Diantara Tionghoa dan Indonesia
April 23, 2018

Indonesia merupakan negara yang penuh dengan keanekaragaman, baik dari suku, agama, bahasa maupun kuliner dan cita rasa. Akan tetapi, dibalik keragaman tersebut terkadang terdapat warga negara yang mendapatkan perlakuan yang tidak adil dari yang lain. Salah satu etnis yang merasakan ‘sisi gelap’ dari perlakuan ini adalah  masyarakat keturunan Tionghoa. Hal tersebut terbukti dari banyaknya peristiwa yang menyudutkan etnis Tionghoa di Indonesia seperti peristiwa Mei ’98 dan lain sebagainya. Menanggapi isu ini, maka pada 6 April 2018 Universitas Kristen (UK) Petra mengadakan bedah buku “Ada Aku Diantara Tionghoa dan Indonesia”.

Buku Ada Aku Diantara Tionghoa merupakan buku yang ditulis oleh 73 penulis dengan latar belakang yang berbeda-beda suku, ras agama maupun pekerjaan. Tulisan-tulisan tersebut berisi tentang kisah penulis yang berhubungan dengan etnis Tionghoa, baik tetangga, teman, atau kerabat. Acara bedah buku ini dipandu oleh Pietra Widiadi yang merupakan salah satu penulis dalam buku ini, serta Elisa Christiana, Kepala Program Studi Sastra Tionghoa UK Petra. “Buku ini unik dan menarik untuk dibaca, karena buku ini bukan murni tulisan ilmiah, akan tetapi berisi tentang narasi memori atau pengalaman-pengalaman pribadi penulis yang berhubungan dengan etnis Tionghoa di lingkungannya,” ungkap Pietra Widiadi.

Buku yang digagas oleh Aan Ashori dengan usulan-usulan dari jaringan Gusdurian ini terbit pada tanggal 21 Maret 2018 bertepatan dengan hari Anti Diskriminasi Nasional. Menjadikan tulisan-tulisan tersebut menjadi buku yang menarik dan enak dibaca merupakan sebuah tantangan. “Karena penulis buku ini berasal dari berbagai latar belakang, maka tidak semuanya dapat menulis dengan baik. Hal ini merupakan tantangan untuk membantu para penulis mengungkapkan cerita  mereka ke dalam buku ini,” ungkapnya.

Selain itu, dalam bedah buku ini Elisa Christiana juga turut menceritakan pengalamannya sebagai warga keturunan Tionghoa. “Sewaktu kecil, saya pernah pernah merasa takut ketika berjalan sendiri ke rumah sepulang sekolah karena dipanggil-panggil oleh orang-orang yang berada di tepi jalan,” ungkap Elisa. “Akan tetapi, pengalaman saya tidak melulu seperti itu, saat saya kuliah di Universitas Negeri Surabaya, saya satu-satunya orang keturunan Tionghoa. Awalnya saya sempat kuatir karena menjadi satu-satunya keturunan Tioanghoa. Akan tetapi, ternyata teman-teman kuliah memperlakukan saya dengan hormat seperti tidak ada perbedaan ras diantara kami,” ungkapnya.

Hal tersebut juga sesuai dengan isi Buku Aku Diantara Tionghoa dan Indonesia yang tidak hanya menceritakan kisah sedih dari masyarakat Indonesia Tionghoa, namun juga kebahagiaan dan pengalaman-pengalaman lainnya. Buku ini berisi pesan dari masyarakat Indonesia kepada masyarakat Indonesia sendiri mengenai prinsip yang terkadang sering terlupakan di negara ini, yakni Bhinneka Tunggal Ika. (vka/dit)

Communiphoria 2018: SATURATION – Semakin Inovatif dari Acara hingga Peserta
April 23, 2018

Selama kurang lebih 7 bulan mempersiapkan dan melaksanakan, akhirnya rangkaian acara Communiphoria: SATURATION yang dilaksanakan oleh Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Kristen (UK) Petra telah usai. Acara yang merupakan agenda tahunan untuk memperkenalkan Fakultas Ilmu Komunikasi kepada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) ini telah menarik minat siswa-siswa dari berbagai kota di Indonesia. Communiphoria dikemas dalam rangkaian workshop dan lomba-lomba seperti Public Relation, Radio Announcer, TV Production, dan Journalist. Grand Final dari acara Communiphoria telah dilaksanakan dua hari, Jumat (23/03) di mall Lenmarc Surabaya untuk penjurian Public Relation dan Journalist dan Sabtu (24/03) di UK Petra untuk penjurian Radio Announcer dan TV Production.

Keseruan acara Communiphoria dari tahun ketahun selalu dinanti siswa-siswa SMA. Hal tersebut dibuktikan dengan beberapa SMA yang mendaftar kembali setelah mengikuti acara ini tahun lalu. “Pengalaman sangat berharga dan kami perlu terus mengasah kemampuan dalam lomba ini,” sahut Nico Kusuma, salah satu peserta dari SMAK St. Yoseph saat ditanya mengapa mengikuti acara Communiphoria tahun ini. Nico dan timnya mengaku masih belum puas dengan hasil tahun lalu. Ada juga yang pertama kali mengikuti dan mengaku tidak menduga acara ini ternyata seru dan menarik. “Acara ini ternyata sangat menarik dan kakak-kakak panitia yang ramah dan sangat menolong,” jawab Josephine Kurniawan, salah satu peserta dari SMA Kristen Petra 1 saat ditanya kesan pertama tentang acara Communiphoria.

Sebagai ketua pelaksana, Felicia Luvena mengaku tidak menyangka antusiasme peserta Communiphoria tahun ini  dan peserta semakin inovatif dari tahun-tahun sebelumnya. “Melihat hasil pekerjaan peserta tahun ini, terasa totalitasnya. Pengambilan gambar dengan pesawat radio kontrol untuk sekelas anak SMA sangat inovatif. Peserta tahun ini mampu memaksimalkan penggunaan teknologi yang ada,” sahutnya.

Rangkaian acara dari Workshop hingga lomba yang diadakan Communiphoria: SATURATION ini juga sebagai ajakan untuk menemukan dan mengembangkan bakat siswa-siswa SMA. Vinny Victoria, siswa SMA Kristen Gloria 2 yang mengikuti lomba TV Production mengaku mendapat banyak hal baru tentang bidang pekerjaan di Ilmu Komunikasi. “Setelah mengikuti acara ini, saya mendapatkan ilmu baru, seperti reporter ternyata memerlukan pengetahuan luas dan kemampuan teknis”. Tuturnya.

Kemenangan tahun ini diraih oleh SMAN 3 Denpasar untuk posisi juara umum pertama dan kedua. Untuk juara ketiga diraih oleh SMA Kr. Petra 5 Surabaya. Tidak hanya itu, Communiphoria juga memiliki kategori pemenang lainnya yaitu Best TV Feature yang diraih SMAK St. Yoseph tim 1, Best Radio Feature yang diraih oleh SMAN 3 tim 2, Best Campaign Proposal yang diraih oleh SMAK St. Yoseph tim 1, dan Best Newsletter yang diraih oleh SMAN 3 tim 1.

Dalam pesannya, Lucia Luvena berkata “saya berharap acara ini memberikan manfaat dan teman-teman SMA dapat menggali dan mengembangkan kemampuannya di bidang komunikasi”. (Fanny Lesmana/dit)

Ajak Mahasiswa Arsitektur Kelola Lahan Sisa
April 20, 2018

Himpunan Mahasiswa Arsitektur Petra (Himaartra) kembali menggelar Architecture Festival 2018 yang ke-11. Architecture Festival merupakan kompetisi internasional yang menjadi wadah bagi mahasiswa arsitektur untuk mendesain bangunan sesuai keinginan mereka berdasarkan tema yang telah ditentukan. Tema yang dipilih dalam Architecture Festival kali ini adalah ”Contextual Micro Space”. Peserta diminta merancang konsep desain bangunan dengan mengelola lahan sisa. Bangunan micro merupakan salah satu inovasi yang mulai berkembang dan dapat diaplikasikan ke realita yang ada. Seiring perkembangan zaman, ruang interaksi sosial susah ditemukan dan terkalahkan oleh fungsi komersial lainnya. Banyaknya ’ruang-ruang sisa’ seperti pojok gang, pinggir sungai, kolong jembatan, dan lain-lain yang selama ini tidak dimanfaatkan. Tetapi sebenarnya lahan sisa dapat dikembangkan menjadi bangunan micro yang bermanfaat bagi masyarakat. “Calon arsitek dilatih untuk tidak saja terampil menciptakan solusi kreatif, tetapi juga kreatif melihat sebuah kondisi sosial untuk kemudian disimpulkan menjadi masalah, potensi dan solusinya,” ujar Richman Gozali selaku ketua panitia Architecture Festival 2018.

Peserta tergabung dalam kelompok yang terdiri dari satu hingga empat orang. Architecture Festival 2018 diikuti oleh berbagai peserta internasional, diantaranya adalah Irak, Iran, Amerika, Australia, dan Hungaria. Rangkaian kegiatan Architecture Festival 2018 terdiri dari kompetisi, pameran dan seminar. Sebanyak 170 peserta mengumpulkan karya desainnya pada 26 Februari 2018 – 17 Maret 2018, kemudian pada 24 Maret 2018 dilakukan penjurian tertutup untuk memilih 25 karya terbaik. 25 karya ini dipamerkan dalam Archiexpo pada 6-8 April 2018 di Pakuwon Mall Surabaya. Dari 25 karya, dipilihlah lima terbaik yang diharuskan membuat maket dalam bentuk 3D. Lima kelompok terbaik ini mempresentasikan karyanya di hadapan para juri pada 13 April 2018. Lima kelompok terbaik berasal dari Universitas Kristen Petra sebanyak dua kelompok, Universitas Indonesia, Universitas Parahyangan, dan Moholy-Nagy University of Art and Design, Budapest, Hungaria. “Salah satu kelompok yang berada dalam posisi lima besar berasal dari Hungaria, mereka mempresentasikan karyanya dengan menggunakan video. Sedangkan untuk sesi tanya jawab, dilakukan dengan cara video call dengan peserta,” ungkap mahasiswa semester empat ini.

Rangkaian acara Architecture Festival 2018 ditutup dengan seminar bertajuk Contextual Micro Space. Pembicara dalam seminar ini adalah Hermawan Dasmanto, S.T. dari ARA Studio, Defry Agatha Ardianta, S.T., M.T. dari ORDES Arsitektur, Florian Heinzelmann dan Daliana Suryawinata dari SHAU Architecs, serta Altrerosje Asri, S.T., M.T., yang merupakan dosen Program Studi Arsitektur UK Petra. Pembicara-pembicara dalam seminar ini dipilih karena merupakan praktisi dan juga pengajar yang bergerak di bidang contextual arsitek atau permasalahan yang ada di masyarakat serta micro space atau pengelolaan lahan-lahan sempit. Para pembicara dalam seminar juga merupakan juri dalam kompetisi internasional ini. Pada akhir seminar, para juri mengumumkan pemenang dari kompetisi yaitu juara I diraih oleh Universitas Indonesia, juara II diraih oleh Moholy-Nagy University of Art and Design, sedangkan juara III diraih oleh Universitas Parahyangan. (rut/padi)

Pustakawan UK Petra Mewakili Indonesia Ikuti Program Pendidikan di Ohio, Amerika Serikat
April 20, 2018

Setelah tiga kali mencoba, seorang pustakawan perpustakaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) akhirnya berhasil memperoleh kesempatan mengembangkan pendidikan dan professional pustakawan di Ohio, Amerika Serikat. Program bergengsi bertajuk Jay Jordan IFLA/OCLC Early Career Development Fellowship Program ini merupakan program dari The International Federation of Library Associations and Institutions (IFLA) bersama dengan Online Computer Library Center (OCLC) yang hanya memberikan kesempatan pada lima pustakawan muda dari negara berkembang di dunia. Pustakawan ini adalah Chandra Pratama Setiawan, S.IIP., M.Sc. yang menjadi perwakilan dari negara Indonesia dan berkesempatan mengikuti program mulai tanggal 17 Maret hingga 13 April 2018.

“Puji Tuhan ini merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi seorang pustakawan. Kami mendapatkan ilmu langsung dari sang ahli serta mengupdate dengan perkembangan-perkembangan teknologi informasi serta isu kepustakaan global yang kemudian dapat diterapkan di negara kita”, ungkap Chandra yang juga pernah mendapat prestasi nasional oleh Kemenristekdikti tahun 2015 silam. Hanya lima pustakawan muda dari lima negara berbeda yang terpilih dari 90 pustakawan dan pakar sains informasi dari 40 negara yang berbeda. Sebelumnya Chandra, merinci pustakawan muda artinya masa kerja di perpustakaan minimal tiga tahun dan maksimal delapan tahun. “Program ini dikhususkan bagi para lulusan jurusan perpustakaan dalam rentang lima tahun terakhir”, urai Chandra yang baru tiba di Indonesia Minggu siang (15/4) lalu. Perjuangan yang cukup berat. Sebelumnya Chandra, yang juga seorang lulusan dari NTU Singapore dengan beasiswa ASEAN graduate Scholarship dari pemerintah Singapura, mencoba program ini selama tiga kali dan berkat kegigihannya akhirnya Chandra berhasil. Chandra terpilih bersama dengan empat pustakawan lainnya yaitu Alehegn Adane Kinde dari Universitas Gondar-Ethiopia, Arnold Mwanzu dari Pusat Internasional Fisiologi dan Ekologi Serangga (ICIPE)-Kenya, Boris Denadic dari Perpustakaan Nasional Serbia, dan Chantelle Richardson dari Perpustakaan Nasional Jamika, Jamaika.

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sebelum Chandra smengikuti program ini,  diantaranya membuat essay berbahasa Inggris yang menceritakan mengenai pengalamannya dibidang perpustakaan, permasalahan perpustakaan yang dihadapi di Indonesia, serta peluangnya. IFLA merupakan badan internasional terkemuka yang mewakili kepentingan layanan perpustakaan dan informasi penggunanya. Sedangkan OCLC merupakan perusahaan perpustakaan nirlaba global yang menyediakan layanan teknologi bersama, penelitian asli dan program komunitas sehingga perpustakaan dapat lebih memfokuskan pembelajaran, penelitian dan inovasi.

Selama empat minggu, Chandra dan keempat pustakawan lainnya terlibat banyak kegiatan diantaranya sesi kelas membahas trend pengelolaan perpustakaan saat ini serta teknologi yang mendukungnya (misalnya seperti cataloguing and metadata, reference service, user experience, community engagement), sesi leadership dengan CEO OCLC, diskusi perpustakaan dan kepustakawanan dengan pustakawan dari beberapa perpustakaan , kunjungan ke berbagai macam perpustakaan hingga diskusi dengan perwakilan IFLA. Apakah bisa diterapkan di Indonesia, khususnya perpustakaan Surabaya? “Bisa”, urai Chandra mantap. Salah satunya menyediakan layanan drive through, menggalakkan program kegiatan membaca dengan tema tertentu yang berganti-ganti dengan ditambah hadiah, menyediakan layanan bimbingan belajar gratis untuk anak sekolah hingga pelatihan menulis lamaran pekerjaan. Semuanya ini dilakukan agar semakin gemar membaca dan berkunjung ke perpustakaan.

Dirilis dari situs resmi OCLC (https://www.oclc.org/en/news/releases/2018/201801dublin.html) Skip Prichard, President dan CEO OCLC mengatakan bahwa program ini menawarkan pengalaman, gagasan, koneksi dan inspirasi pada para professional berbakat yang dipilih untuk berpartisipasi. Para pustakawan terpilih ini belajar dan kemudian menerapkan program baru yang inovatif di negara asalnya. (Aj/dit)

Dosen Harus Persiapkan Mahasiswa Hadapi Era Disruptive Innovation
April 19, 2018

Seturut perkembangan zaman dan perkembangan teknologi yang semakin canggih, dunia kini memasuki era revolusi industri 4.0 yang menekankan pada hal-hal yang bersifat digital, robotik dan komputerisasi atau dikenal dengan fenomena disruptive innovation. Dunia pendidikan juga turut terdampak, kedepannya, mahasiswa akan menghadapi era revolusi industri generasi keempat yang memungkinkan pekerjaan-pekerjaan manusia digantikan dengan mesin dan robot. Melihat permasalahan tersebut, Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan teaching workshop bagi dosen-dosen FTI dan beberapa dosen dari fakultas lainnya. Kegiatan yang mengangkat topik “Bagaimana seharusnya pendidikan tinggi mempersiapkan siswa mereka dalam mengantisipasi revolusi industri 4.0?” ini diikuti oleh 40 orang dosen dan dilaksanakan pada 10 April 2018. “Kegiatan ini bertujuan sebagai refreshing training tentang pengajaran dalam menghadapi perubahan zaman, ditambah mahasiswa yang diajar adalah generasi milenial yang sangat berbeda dengan zaman dulu,” ungkap Dr. Juliana Anggono, S.T.,M.Sc. selaku Dekan Fakultas Teknologi Industri UK Petra.

Allan Schneitz, seorang pakar pendidikan dari Finlandia menjadi pembicara dalam workshop ini. Finlandia memiliki sistem pendidikan terbaik di dunia yaitu dengan memfasilitasi siswa agar dapat menemukan bakat dan minatnya. Allan mengatakan bahwa pendidikan di negara-negara Asia sangat berbeda dengan Finlandia. Di Asia, pendidikan seseorang di pengaruhi oleh beberapa faktor seperti harapan orang tua, harapan negara, dan masalah kesejahteraan. Dalam kegiatan ini, Allan menyatakan bahwa dalam revolusi industri 4.0 ini akan ada sekelompok orang yang pekerjaannya bisa dengan mudah digantikan oleh mesin, tetapi ada juga sekelompok orang yang sudah punya level kompetensi serta skill yang bagus, maka tidak akan bisa dengan mudah digantikan oleh mesin. Oleh sebab itu pendidikan tinggi, terutama dosen harus mempersiapkan mahasiswa agar mampu menghadapi era tersebut dan memiliki skill yang mampu bersaing.

Menurut Allan, salah satu solusinya adalah pengajaran harus lebih kreatif karena metode kuliah pada umumnya tidak lagi efektif seperti dulu. Jika satu jam sama dengan 100%, 15 menit sama dengan 25%, efektifitas metode kuliah hanya sebesar 5%, membaca sebesar 10%, audio-visual sebesar 20%, demonstrasi sebesar 30%, diskusi kelompok sebesar 50%, praktik sebesar 75%, dan yang paling efektif adalah segera mengaplikasikan yang dipelajari atau bisa diwujudkan dengan mengajar kepada sesama yaitu sebesar 90%. Allan juga menambahkan bahwa generasi sekarang ini tidak bisa lepas dari gawai yang seringkali, tantangan seorang dosen adalah bagaimana justru menjadikan gawai itu sebagai bagian dari pembelajaran. Selain itu, networking (jaringan) juga dapat menjadi solusi. Dalam edukasi, unsur-unsur yang terlibat biasanya berpusat pada dosen, staff, materi, peratalan, dan lain-lain. Tetapi sebenarnya edukasi juga tidak bisa lepas dari komunitas, kearifan lokal, pemerintah yang mengatur regulasi, dan industri. “Jika kreativitas dan jaringan adalah solusinya, kemudian apa masalahnya? Bagaimana peran kunci baru universitas terhadap komunitas dan masyarakat, itulah yang harus diperhatikan,” terang Allan Schneitz.

Kapolrestabes Surabaya Ajak Civitas UK Petra Perangi Hoax
April 18, 2018

Kemajuan teknologi informasi membuat pertukaran informasi menjadi hal yang sangat mudah dan merasuk ke seluruh kegiatan masyarakat Indonesia. Banyak kemudahan dan kebaikan yang sudah dirasakan dengan hadirnya berbagai media sosial dan juga gadget yang membuat laju pertukaran informasi menjadi sangat cepat. Di balik kemudahan dan kebaikan tersebut terdapat juga sisi negatifnya, percepatan informasi ini meningkat bersamaan dengan banyaknya informasi palsu atau berita bohong yang kita kenal dengan hoax. Universitas Kristen Petra (UK Petra) turut serta dalam upaya memerangi hoax melalui kegiatan Seminar Anti Hoax “Hoaxbuster: Cerdas Mengelola dan Meneruskan Informasi”, yang diselenggarakan oleh Departemen Mata Kuliah Umum UK Petra pada hari Jumat, tanggal 6 April 2018 di Ruang AVT 503 Gedung T UK Petra.

Sekitar 210 peserta memenuhi ruangan AVT yang menghadirkan Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan, S.H., M.H. sebagai pembicara utama. Rudi membawakan seminar bertajuk “Bersama Mahasiswa Melawan Hoax”. Rudi mengawali pembicaraan dengan memberikan definisi hoax. Menurutnya, hoax adalah segala informasi yang tidak sesuai dengan aslinya. Ia kemudian menggambarkan bagaimana hoax menjadi viral dengan ilustrasi jika seseorang memiliki 11 ribu pengikut di media sosial, dan orang tersebut memasang suatu hoax. Lalu hoax ini kemudian di-share oleh pengikutnya yang juga memiliki ribuan pengikut. Maka dalam waktu singkat bisa dipastikan sejumlah besar pengguna internet sudah terpapar dengan informasi salah tersebut, situasi ini yang disebut dengan istilah viral. Rudi menjelaskan bahwa pemerintah sudah mengantisipasi hoax melalui perangkat perundangan. Kepolisian juga sudah melakukan tindakan terkait hoax, yaitu: preemtif, preventif, dan penegakan hukum. Rudi menyarankan kepada para pengguna internet untuk menjadi netizen yang cerdas dan bijak. Ia mengingatkan bahwa kepolisian saat ini sudah memiliki cyber patrol yang bekerja 24 jam setiap hari dan juga bekerjasama dengan para ahli. Pelanggar hukum di dunia cyber pasti tertangkap, Rudi mengatakan “Sekarang bukan lagi mulutmu harimaumu, tapi jempolmu harimaumu”. Sebagai penutup sesi ini, segenap peserta seminar melakukan deklarasi anti hoax serta penandatanganan ikrar melawan hoax di lembar Wall of Hopes.

Seusai sesi Kapolres, seminar dilanjutkan dengan sesi seminar bertajuk “Let’s Turn Back Hoax” yang diasuh oleh Rovien Aryunia, M.PPO., M.M., Koordinator Masyarakat Anti Fitnah Wilayah Surabaya. Rovien memberikan gambaran bahwa hoax meningkat di Indonesia karena rendahnya literasi digital pengguna internet di Indonesia. Rovien kemudian memberikan saran tentang bagaimana mengetahui ciri-ciri hoax, yaitu berita yang mengajak pembacanya membenci, fitnah/rekayasa yang memakai gambar yang tidak berkaitan dengan informasi yang disebarkan, dan menggunakan media abal-abal (yang tidak bertanggungjawab). Sesi terakhir seminar adalah seminar “Hoax dan Umat Beragama” dengan narasumber Pdt. Wahyu Pramudya, M.Th., Pendeta GKI Ngagel. Menurut Wahyu, semakin user friendly sebuah teknologi, semakin besar partisipasi tiap orang dalam pembuatan & penyebaran berita. Hal ini menyebabkan semakin besar pula dampaknya, baik itu positif atau negatif. Sally Azaria, S.Sos., M.PPO., dosen Departemen Mata Kuliah Umum dan koordinator seminar ini menyampaikan himbauannya terkait melawan hoax, ia mengatakan “Kita tidak bisa membuat berita hoax tidak ada. Tetapi yang kita bisa adalah meminimalkan dampak buruk dari hoax. Misalnya cerdas dalam menerima dan menyebarkan informasi atau bisa juga mengingatkan keluarga jika mereka menyebarkan hoax”. (noel/Aj)

Bharatika Creative Design Festival, Ajang Salurkan Kerinduan
April 13, 2018

Tahun 2018, Bharatika Creative Design Festival kembali digelar oleh Fakultas Seni dan Desain (FSD) Universitas Kristen Petra (UK Petra). Kompetisi yang diikuti oleh 200 peserta yang berasal dari berbagai negara mulai dari Indonesia, Taiwan, China, Singapura, Malaysia, dan Australia ini berlangsung pada 6—8 April 2018 di Gedung Balai Pemuda. Kompetisi ini digelar sebagai wadah aktualisasi diri di bidang akademis terutama di bidang desain agar peserta dapat menunjukkan sekaligus mengembangkan potensi diri, selain itu juga dapat menambah wawasan peserta di bidang industri kreatif. Serangkaian kegiatan menarik digelar dalam Bharatika Creative Design Festival 2018 kali ini yaitu kompetisi, talk show, workshop, coaching class, creative market, pameran, meet the judges hingga awarding night. Bharatika Creative Design Festival 2018 mengangkat tema “Rindu” yang bisa berarti dua hal yaitu kangen atau impian. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat mendorong orang-orang untuk menyalurkan impiannya. “Setiap orang memiliki kerinduan masing-masing, orang-orang desain dan orang-orang kreatif idealnya dapat melepaskan kerinduan mereka di Bharatika dengan mengikuti rangkaian kegiatan ini,” ungkap Margareth Thresea Wijaya selaku ketua acara Bharatika Creative Design Festival 2018.

Terdapat dua kategori dalam Bharatika 2018 yaitu Sekolah Menengah Atas (SMA) dan mahasiswa yang kemudian dibagi menjadi 12 cabang lomba. Untuk kategori mahasiswa cabang yang dilombakan antara lain Corporate Identity, Print Ad, Conceptual Photography, Packaging Design, Integrated Campaign, Apartement Lobby Design, Visual Merchandising, Lamp Armature Design, Chair Design dan Innovation Challenge. Sedangkan kategori siswa SMA, cabang yang dilombakan yaitu Photography dan illustration. Lima karya terbaik dari setiap cabang lomba yang ada dipamerkan dalam kegiatan ini, selain itu terdapat 20 pameran karya kreatif berupa dua dimensi dan pameran karya berprestasi mahasiswa FSD UK Petra.

Workshop yang diselenggarakan  di Bharatika Creative Design Festival  adalah  workshop “Enamel Pin Trendi, Buatan Sendiri!” oleh Elaboure dan workshop “Seru-seru Bareng Buat Motion Graphic!” oleh FJORD Motion. Workshop ini menjadi wadah bagi insan kreatif untuk belajar dan praktik secara langsung dari orang-orang yang telah lama bergerak di bidang industri kreatif. Dalam Bharatika Creative Design Festival  juga ada talkshow  tentang “Bekal Dunia Desain dalam Era Global” dengan narasumber Arief Muhammad yang merupakan CEO PETAKUMPET, sebuah perusahaan periklanan di Yogyakarta. Tidak hanya itu, Dhany Virdian, Creative Director of Narrada Communication dan Mario Tetelepta, Associate Director of Branding Origination di MakkiMakki juga menjadi narasumber dalam talkshow kedua yang mengangkat topik “Menguak Rahasia Innovator”. “Melalui workshop dan talkshow ini kami berharap peserta bisa banyak mendapatkan ilmu dan pengetahuan langsung dari orang-orang yang memiliki pengalaman berkecimpung dalam industri kreatif,” ujar Margareth.

Sebagai penghargaan atas karya para finalis lomba, finalis berhak mengikuti kelas pembinaan oleh Eka Sofyan Rizal yang bertemakan “Get Closer to Your Client by Design”. Seluruh rangkaian kegiatan Bharatika Creative Design Festival 2018 ditutup dengan penganugerahan hadiah bagi para pemenang dalam acara Awarding Night yang dihadiri juga oleh Triawan Munaf dari Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF). (rut/dit)

 

Ilmu yang Aktual dengan Teknologi
April 13, 2018

Pembangunan infrastruktur Indonesia bertumbuh seiring dengan pertumbuhan ekonomi. Salah satu bidang penting dalam dunia infrastruktur adalah keahlian rekayasa struktur yang mendesain dan membangun struktur. Rekayasa struktur merupakan bidang profesi yang memerlukan keterampilan teknis, intuisi, dan seni. Agar dapat mendesain dan membangun struktur yang aman dan ekonomis, praktisi industri konstruksi perlu mengikuti perkembangan terbaru metode analisis struktur, metode desain, metode konstruksi dan peraturan-peraturan bangunan. Sebagai upaya memberikan pemahaman dan mengaktualkan ilmu mahasiswa serta kalangan praktisi industri konstruksi khususnya di bidang rekayasa struktur, Magister Teknik Sipil Universitas Kristen (UK) Petra menyelenggarakan seminar bertajuk Structural Modelling, Analysis and Design pada hari Selasa, 3 April 2018. Seminar yang dihadiri praktisi, akademisi dan mahasiswa teknik sipil ini dipandu oleh Wong Foek Tjong, S.T., M.T., Ph.D., selaku Ketua Program Magister Teknik Sipil UK Petra. Hadir sebagai pembicara seminar Dr. Nathan Madutujuh. Nathan bergerak di bidang rekayasa industri melalui piranti lunak alat bantu penghitungan yang dikembangkannya.

Seminar dimulai dengan paparan tentang Desain Awal Gedung Tinggi di Daerah Seismik. Letak geografis Indonesia dikenal sebagai ‘cincin api’ karena berada di tempat dimana beberapa lempeng tektonik bertemu. Karakteristik daerah ini adalah resiko gempa bumi yang tinggi, karena karakteristik ini, regulasi konstruksi bangunan tinggi menuntut standar bangunan yang mampu mengakomodasi resiko gempa. Regulasi terkait resiko gempa ini didasarkan pada peta resiko gempa yang dinamis dan senantiasa diperbarui. Standar yang ditetapkan berbeda antara di area yang rentan gempa dan area yang jarang gempa. Karena perbedaan standar serta adanya kemungkinan standar tersebut berubah, ada tuntutan tersendiri bagi para desainer struktur untuk bisa menghasilkan desain awal dengan cepat dan akurat. Desain awal berperan sentral perencanaan struktur karena para pemegang kepentingan membuat keputusan berdasarkan desain awal tersebut. Dalam membuat desain awal, finite element method(FEM/metode elemen hingga) memungkinkan adanya kalkulasi yang akurat dan penetapan batas kesalahan yang jelas dalam waktu yang singkat.

Sesi kedua diisi dengan penjelasan tentang pemakaian FEM dalam analisis struktur. Dalam analisis struktur banyak sekali ditemukan variabel yang saling mempengaruhi. Banyaknya variabel tersebut dan adanya efek saling mempengaruhi menyebabkan terjadinya penghitungan yang berulang-ulang kali dan bahkan sampai tidak terhingga. FEM adalah metode menyederhanakan analisa tersebut. FEM dilakukan dengan memilih beberapa elemen spesifik dari banyaknya elemen yang ada untuk dianalisa, contoh: elemen tulang baja, kolom beton, tiang pondasi. Analisis dilakukan dengan kalkulasi statistik pada elemen-elemen tersebut dan menetapkan rasio kesalahan (error ratio) yang sesuai. Metode FEM memungkinkan perencanaan struktur dapat dilakukan dalam waktu yang lebih singkat.

Bahasan terakhir dalam seminar ini adalah Capacity Design of Pile Foundations yang mengangkat tentang perancangan kapasitas tiang pondasi. Penghitungan kebutuhan tiang, regulasi standar gempa, dan[A1]  kondisi tanah adalah kombinasi penghitungan yang sederhana namun memakan waktu dan memerlukan perhitungan berulang kali apabila dilakukan secara manual. Dengan program alat bantu penghitungan dan metode FEM, kalkulasi tersebut bisa dilakukan dengan akurat dan waktu yang cepat. Menurut Nathan, perkembangan teknologi alat bantu kalkulasi dan penguasaan metode FEM ini akan memungkinkan industri konstruksi untuk lebih efisien, aman, dan membuat inovasi-inovasi baru. Nathan menyampaikan anjuran bagi para pelaku industri konstruksi untuk terus memperkaya ilmu dan mengasah keterampilannya agar selalu relevan dengan perkembangan terbaru, ia mengatakan, “Semaju apa pun alat bantu, manusia tetap sebagai aktor utamanya”. (noel/dit)

UK Petra Kembali Dipercaya Menjadi Salah Satu Perguruan Tinggi Pengasuh
April 13, 2018

Jumlah Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia saat ini mencapai 4.616 PT. Untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melalui Direktorat Penjaminan Mutu Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan membuka kesempatan bagi Perguruan Tinggi unggul (ter-akreditasi A) untuk membina perguruan tinggi lain yang masih terakreditasi C melalui Hibah ”Program Asuh PT Unggul”. Di awal April ini, Universitas Kristen Petra bersama dengan 28 perguruan tinggi lain terpilih sebagai penerima Hibah tahun 2018.

Berita bahagia ini diterima langsung oleh Rektor UK Petra, Surabaya, Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M. Eng. ”Puji Tuhan, kepercayaan ini merupakan sebuah kehormatan bagi UK Petra untuk berbagi pengalaman-pengalaman baik (best practice) pengelolaan perguruan tinggi dengan perguruan tinggi mitra. Sekaligus ini merupakan kesempatan berharga untuk menjadi berkat, khususnya dalam peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia”. Ada proses seleksi yang harus dilalui untuk menjadi perguruan tinggi asuh ini, dan ke-29 perguruan tinggi tersebut terpilih melalui seleksi dari antara 36 perguruan tinggi yang mengajukan proposal dalam hibah ”Program Asuh PT Unggul” ini. ”Tentunya UK Petra akan memberikan yang terbaik dalam melaksanakan amanat yang telah dipercayakan ini. Tim dan narasumber Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UK Petra akan mengawal pelaksanaan hibah PT Asuh ini”, urai Prof. Djwantoro saat dihubungi di kantornya. Pengesahan program ini didukung dengan penandatanganan perjanjian PT Asuh yang dihadiri langsung oleh Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UK Petra yaitu Dr. Dra. Gan Shu San, M.Sc. Berdasarkan release resmi dari Kemenristekdikti, para PT unggul diminta untuk dapat sharing best practice sekaligus untuk membangun budaya mutu sehingga terdorong menjadi unggul.

Peningkatan peringkat akreditasi merupakan hasil yang ingin diraih dari perbaikan manajemen mutu yang diterapkan di PT tersebut. Karenanya, UK Petra nantinya tak hanya fokus pada perbaikan peringkat program studi yang mendapat nilai C saja akan tetapi juga pembenahan manajemen mutunya, di antaranya komitmen terhadap mutu, pengembangan sistem penjaminan mutu dan penyediaan auditor mutu internal. Ada banyak kegiatan yang disiapkan untuk kegiatan program asuh ini, di antaranya lokakarya Sistem Penjaminan Mutu Internal, Audit Mutu Internal (AMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME). Adapun tiga perguruan tinggi yang diasuh oleh UK Petra pada tahun 2018 adalah Universitas Kristen Wira Wacana, Sumba Timur-NTT, Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum, Jombang-Jatim, dan Institut Teknologi Del,Toba Samosir-Sumatra Utara.

”UK Petra siap mendukung program pemerintah dalam memajukan pendidikan di Indonesia. Melalui program yang telah disusun, kami akan membagikan pengalaman mengelola sistem penjaminan mutu serta mendampingi agar PT yang diasuh siap melakukan reakreditasi untuk program studi yang masih terakreditasi C. Berdasarkan data dari Kemenristekdikti, pada program serupa tahun 2017 yang lalu, program studi terakreditasi C yang mengalami peningkatan peringkat menjadi B atau A tercatat sejumlah 124 program studi dari 637 program studi yang diasuh. Untuk tahun 2017 lalu, UK Petra telah mengasuh Universitas Yudharta-Pasuruan, Universitas Dhyana Pura-Bali dan Universitas Kristen Artha Wacana-Kupang. Dari 22 program studi yang diasuh, terdapat 6 program studi yang meningkat akreditasinya dari C menjadi B”, tutup Gan Shu San.

Raditya Dika Bahas Industri Kreatif di UK Petra
April 11, 2018

Di Indonesia, Industri kreatif sedang berkembang pesat. Bahkan para ahli dan pakar ekonomi menyatakan bahwa pendapatan negara sebagian disumbang oleh industri kreatif yang terus bertumbuh dan berkembang pada setiap saat. Tetapi, tidak banyak yang menyadari bahwa prospek berkarir dalam dunia industri kreatif ini sangat menjanjikan. Industri kreatif terdiri dari banyak lini mulai dari fashion, musik, penerbitan, fotografi, seni rupa, film animasi, dan lain-lain. Program English for Creative Industry (ECI) Universitas Kristen Petra (UK Petra) menawarkan berbagai pembelajaran seperti creative writing, directing for film and stage, stage and film production, acting for stage and film, dan masih banyak lagi. Dengan berbagai pembelajaran tersebut tentunya akan mendatangkan prospek berkarir yang sangat luas antara lain seperti director, actor/actress, copy writer, translator, dan masih banyak lagi.     Himpunan Mahasiswa Sastra Inggris UK Petra kali ini berkesmpatan menyelenggarakan talkshow bertajuk Success in Creative Industry yang disingkat menjadi SINCI. Talkshow ini bertujuan untuk membuka wawasan peserta tentang industri kreatif yang ada di Indonesia dan prospek kerja yang terdapat dalam dunia industri kreatif, juga sharing dengan narasumber yang terkait seputar dunia industri kreatif.

Yang menjadi narasumber dalam talkshow ini adalah Raditya Dika. Pada zaman ini, siapa yang tidak tahu Raditya Dika? Seorang penulis, produser film, komika, sutradara, aktor, dan youtuber. Sekian lama berkecimpung dalam dunia industri kreatif, Raditya Dika berbagi tentang dunia industri kreatif di Indonesia dan juga kiat-kiat menjadi seorang penggiat industri kreatif. Talkshow yang diselenggarakan pada 4 April 2018 ini diikuti oleh kurang lebih 600 peserta. Melalui talkshow ini, penulis buku kambing jantan ini menekankan bahwa saat terjun dalam dunia industri kreatif, jangan pernah memulainya untuk tujuan uang dan popularitas. Didalam segala sesuatu, kita harus melakukan yang terbaik, jika karya kita bagus, banyak orang menyukainya, maka uang dan popularitas akan mengikuti dengan sendirinya. “Jika kamu puas dengan karyamu, orang lain puas dengan karyamu, maka popularitas dan uang akan datang dengan sendirinya. Masuklah dunia industri kreatif karena apa yang ingin kamu sampaikan kepada orang lain,” ujar pria kelahiran 28 Desember 1984 ini.

Menurutnya, untuk mencari topik atau konten bisa didapatkan dari kegelisahan yang dirasakan masing-masing orang. Banyak orang memulai youtube karena sesuatu yang sedang populer, padahal sesuatu yang populer tersebut biasanya bersifat sementara. Raditya Dika juga memberikan tips-tips dalam menulis agar dapat mempertahankan kualitas tulisan sampai akhir yaitu harus ada proses development (bagian depan, tengah, dan belakang) sebelum menulis, membuat kerangka tulisan, ditulis ketika rancangan tulisan telah matang. Dalam menulis, ia juga memberikan rumus yaitu karakter utama + tujuan + hambatan. Contohnya Sandi + ingin mengajak gebetan ke pesta + tapi ditengah jalan diculik alien. “Dengan rumus seperti ini akan lebih memudahkan kita, karena kita sudah menjabarkan karakter utama, tujuan dan hambatannya,” ungkap pemain film Koala Kumal ini. (rut/padi)

Petra Little Theatre Selalu Pertahankan Kualitas dan Profesionalisme
April 11, 2018

Berdiri sejak tahun 2002, Petra Little Theatre (PLT) UK Petra telah  menampilkan banyak pertunjukan teater yang menarik dengan tetap menjunjung nilai-nilai utama mereka  yaitukeahlian dan kualitas artistik, profesionalisme, kolaborasi, keragaman, dan pendidikan. PLT yang berada di bawah naungan Program Studi Sastra Inggris UK Petra ini merupakan teater kampus yang dikelola secara profesional. Dengan studio yang bertempat di gedung B lantai 2 UK Petra, PLT pada mulanya didirikan untuk menjawab kebutuhan laboratorium dan tempat praktik bagi para mahasiswa Program Studi Sastra Inggris, dan terutama Program English for Creative Industry (ECI) setelah program tersebut resmi diluncurkan tahun 2013. Fasilitas PLT meliputi panggung, belakang panggung, area penonton, ruang kontrol, sistem tata suara, serta tempat penjualan tiket.

PLT memiliki misi menjadi teater pendidikan yang memungkinkan mahasiswanya untuk menghasilkan pertunjukan-pertunjukan teater baru dan berkualitas serta menjadi motor penggerak bagi pengembangan naskah baru di Indonesia yang mampu berbicara kepada penonton masa kini di dalam konteks masyarakat global. Di dalam setiap penampilan teaternya, PLT selalu memiliki ciri khas tersendiri yaitu menggunakan dialog Bahasa Inggris, memiliki gaya representasional terutama untuk pendekatan aktingnya, dan cerita-cerita yang diangkat mewakili realita dan permasalahan yang ada di Indonesia khususnya Surabaya. “Kami mengangkat tema-tema yang dekat dengan masyarakat, karena kami menyadari bahwa kedekatan emosi dengan penonton itu sangat penting dalam menjadikan teater relevan bagi masyarakatnya dan dalam membuka ruang dialog dengan mereka,” ungkap Stefanny Irawan, S.S., M.A., Managing Director PLT.

Pada mulanya, PLT selalu dilekatkan dengan penampilan dari kelas-kelas tertentu saja seperti kelas Acting, Directing, dan Play Production. Seiring dengan perkembangannya, PLT mulai rutin menggelar pertunjukkan 2 hingga 4 kali dalam setahun di luar penampilan kelas. Pertunjukan PLT dibuka untuk umum dengan target penonton yang berbeda-beda sesuai dengan tema pementasan yang dibawakan, dan para pemainnya pun bisa berasal dari semua Program Studi dengan melewati proses audisi. Melalui setiap pementasannya, PLT juga berusaha mengikis stigma masyarakat umum tentang teater sebagai bentuk kesenian yang susah dipahami. Hal itu dilakukan dengan menitikberatkan aspek kualitas, orisinalitas dan profesionalisme dalam setiap produksinya.  Program New Play Development yang dimulai sejak tahun 2013 dengan tujuan mendidik para penulis muda untuk menghasilkan naskah teater yang orisinal dan berkualitas adalah salah satu bukti keseriusan PLT dalam menjalankan misinya. Profesionalisme mewarnai semua praktik PLT, termasuk dalam proses produksi yang terjadwal dan disiplin, hingga memastikan pertunjukan berjalan tepat waktu dan penonton mampu menikmati pertunjukan dengan sebaik mungkin. “Profesionalisme merupakan faktor yang penting karena ketika kita bicara tentang seni pertunjukan, yang sesungguhnya disuguhkan adalah pengalaman. Penonton tidak hanya membeli tiket untuk apa yang terjadi di atas panggung, tapi untuk suatu pengalaman menonton yang memuaskan secara keseluruhan. Karena itu kami harus persiapkan semuanya secara detail,” jelas dosen ECI ini.

Kepengurusan PLT saat ini terdiri dari  20 mahasiswa yang dibagi ke dalam dua bidang yaitu artistik dan manajemen. Bidang artistik dikepalai oleh Meilinda, S.S., M.A. selaku Artistic Director, sedangkan Stefanny Irawan, S.S., M.A. bertindak selaku Managing Director. Bidang artistik bertanggung jawab atas kualitas artistik yang ditampilkan di atas panggung seperti akting, penyutradaraan, desain panggung, tata lampu, musik, kostum dan makeup. Sedangkan bagian manajemen bertanggung jawab atas hal-hal di luar panggung seperti marketing dan sponsor, penjualan tiket,  front of house, publikasi, dan dokumentasi. “Saya berharap kami di PLT tetap konsisten menjaga dan meningkatkan kualitas pertunjukan kami. Saya juga berharap UK Petra mampu semakin mendukung PLT dalam berkarya. Dan saya ingin melihat munculnya teater-teater kampus di Surabaya yang juga menampilkan karya yang berkualitas, profesional dan konsisten,” sambung dosen yang mendapatkan gelar master di bidang Arts Management  dari State University of New York (SUNY), Buffalo dengan beasiswa Fulbright ini. (rut/Aj)

Bermain Ruang Kota Kita
April 10, 2018

Anak-anak adalah generasi penerus yang memiliki minat, kebutuhan dan spesifikasi yang khusus. Banyak karya arsitektur seperti public space (ruang terbuka publik), public building (bangunan publik), dan housing (perumahan) di Indonesia yang masih belum dirancang dengan mengedepankan kepentingan anak-anak. Salah satu misi Program Studi Arsitektur Universitas Kristen Petra (UK Petra) adalah menerapkan prinsip arsitektur yang berempati dalam menyelesaikan masalah. Mengemban misi tersebut dan menanggapi keadaan dimana arsitektur di Indonesia belum cukup ramah anak, Himpunan Mahasiswa Arsitektur Petra (Himaartra) menyelenggarakan Seminar Arsitektur Nasional dengan tema “Penerapan Arsitektur Kota Ramah Anak”.

Seminar yang dihadiri oleh mahasiswa arsitektur dari berbagai universitas di Indonesia ini merupakan acara tahunan yang dilaksanakan pada tanggal 23 Maret 2018 di Gedung AMG Tower Surabaya. Call for paper seminar bertajuk “Bermain Ruang Kota Kita” ini mengumpulkan 36 karya tulis dari berbagai universitas di Jawa dan Bali, tercatat 20 tim dari UK Petra dan 16 tim dari luar UK Petra. Dari 36 tim ini, 10 tim terbaik mempresentasikan karya ilmiahnya di hadapan dewan juri dan sekitar 130 peserta pendengar. Dewan juri terdiri dari keynote speakers, yaitu Prof. Paramita Atmodiwirjo, S.T., M.Arch., Ph.D., seorang Guru Besar Arsitektur Universitas Indonesia; Novriansyah Yakub, S.T., arsitek profesional; Sarah Ginting, S.T., M. Arch., arsitek profesional; dan Christine Wonoseputro, ST, MASD serta Prof. Ir. Lilianny Sigit, Ph.D., staff pengajar program studi Arsitektur UK Petra yang memiliki konsistensi kuat dalam melakukan penelitian tentang ruang untuk anak.

Kesempatan menyampaikan ide dan hasil penelitian sepanjang 10 menit dipergunakan secara maksimal oleh para peserta. Salah satu tim peserta dari Universitas Atmajaya Yogyakarta (UAJY) mempresentasikan analisa mereka atas Ruang Terbuka Publik Ramah Anak (RPTRA) di tempat-tempat ikonik Yogyakarta dengan melihatnya dari aspek sosiologis, aspek antropologis, dan aspek perlindungan. Tempat-tempat ikonik yang mereka analisa adalah tugu Yogya, Malioboro, dan Alun-alun Utara. Mereka mencapai kesimpulan bahwa tempat-tempat ikonik di Yogyakarta belum memberikan kenyamanan, keamanan dan kesempatan tumbuh kembang yang baik bagi anak-anak. Tim lain dari UAJY menganalisa RPTRA taman Denggung Sleman. Tim ini mengangkat perbedaan antara kondisi terkini RPTRA tersebut dan bagaimana seharusnya taman tersebut didesain dengan acuan pada Public Playground Safety Handbook dan regulasi dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Mereka kemudian memberikan usulan desain yang inklusif bagi disabilitas dan juga memberikan ruang bermain bagi anak yang aman dan nyaman.

Tim dari UK Petra mengangkat RPTRA Taman Prestasi Surabaya dalam presentasinya. Mereka mengawali dengan indentifikasi masalah yang mereka lakukan dengan cara wawancara dengan pengunjung yang membawa anak-anak dan juga survei kuantitatif. Dari berbagai issue yang ditemukan, mereka fokus pada aspek keamanan. Saran perbaikan yang mereka hasilkan adalah perlunya zonasi tempat bermain anak yang memisahkan anak-anak usia sekolah dan anak-anak usia pra sekolah, desain ulang pagar taman dengan bidang horizontal yang tinggi sehingga tidak bisa terjangkau anak-anak untuk dipanjat dan desain ulang fasilitas perosotan yang mulanya beresiko kecelakaan menjadi lebih aman dengan bahan rumput sintetis yang empuk.

Ketiga tim pemateri ini dan 7 tim pemateri lain kemudian dinilai dengan parameter 50% nilai dari karya ilmiah, dan 50% nilai dari presentasi mereka. Keluar sebagai juara 1 adalah tim dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Juara kedua disabet oleh tim dari Universitas Udayana Bali. 1 Tim dari UK Petra meraih juara 3. Rully Damayanti, S.T., M.Art., Ph.D, salah seorang tim dosen Arsitektur UK Petra di acara ini menyampaikan harapannya, ia mengatakan “semoga para mahasiswa dapat menjadi lulusan yang tidak mengabaikan kebutuhan anak-anak dalam mendesain arsitektur”. (Noel/Aj)

Bersuka dalam Pengampunan-Nya
April 10, 2018

Paskah merupakan momen penting bagi umat kristiani untuk mengingat kembali kebangkitan Tuhan Yesus dari kematian. Segenap civitas akademika Universitas Kristen Petra (UK Petra) juga turut merayakan kemenangan umat manusia atas dosa oleh pengorbanan Yesus di atas kayu salib melalui ibadah paskah pada hari Jumat, 2 April 2018. Ibadah paskah kali ini memilih tema “Delighting in God’s Forgiveness” atau Bersuka dalam Pengampunan-Nya. Ibadah paskah yang dilaksanakan di auditorium UK Petra ini diselenggarakan oleh Pelayanan Mahasiswa (Pelma) UK Petra di bawah bimbingan Pusat Kerohanian (Pusroh) UK Petra.

Diawali dengan puji-pujian dan drama singkat, kebaktian paskah ini menghadirkan Daniel Lukas Lukito, Th.D. sebagai pembawa firmannya. Daniel Lukas Lukito, Th.D mengutip dua ayat utama yaitu 1 Yohanes 3:16, “Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita” dan Lukas 23:34a,  “Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Dari kedua kutipan ayat berikut, Daniel Lukas Lukito, Th.D menekankan bahwa manusia percaya harus meneladani Tuhan Yesus terutama dalam dua hal yaitu meneladani kasih yang riil dari Tuhan Yesus dan memberikan pengampunan yang riil demi nama Tuhan Yesus.

Kebencian bisa menjadi sumber dari malapetaka, setitik kebencian bisa menyebabkan manusia bertindak kejam. Salah satu contohnya adalah Adolf Hitler yang tumbuh dengan kebencian akan ayahnya yang tidak menyetujui anaknya berkecimpung dalam dunia seni rupa. Karena kebencian itu, ia menjadi pemimpin Jerman yang sangat kejam. Seringkali manusia hidup terpuruk dalam kebencian dan tidak bisa memaafkan. Teladan Tuhan Yesus melalui pengorbanan-Nya di atas kayu salib merupakan kasih dan pengampunan yang riil kepada umat manusia. Seperti Tuhan Yesus mengasihi dan mengampuni kita, kita juga harus bisa mengampuni orang lain. Ini juga menjadi perwujudan dari Doa Bapa Kami yang sering diucapkan, yang mana ada tertulis pada Matius 6:12, “dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami”. “Karena kita orang-orang berdosa, Tuhan Yesus mengasihi kita dan kita didorong untuk meneladani kasih Kristus. Tuhan Yesus datang bukan hanya berkata serta sekedar memberitahu bahwa Ia mengasihi kita, tetapi Ia sudah menyerahkan nyawa-Nya bagi kita, itu adalah bukti kasih-Nya bagi kita,” ujar Daniel Lukas Lukito, Th.D.

Tidak boleh ada dendam, kepahitan, dan kebencian terus menerus. Seringkali orang percaya hidup dalam kemunafikan, tindakan kita sangat berbeda di dalam dan luar gereja.  Mengutip dari perkataan dari Lewis B. Smedes yaitu “To Forgive is To Set a Prisoner Free”, disaat kita memberi pengampunan kepada orang-orang yang telah menyakiti kita seperti teladan Yesus, maka kita akan menjadi orang yang merdeka dan paling bersuka cita. Setelah Firman Tuhan disampaikan, Rektor UK Petra menyampaikan sambutannya. “Melalui momen paskah, kita mengingat kebangkitan Yesus Kristus. Hidup kita berharga karena pengorbanan Tuhan bagi kita,” ungkap Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng. dalam sambutannya. (rut/Aj)

Ensuring Family Business Legacy
April 05, 2018

Jumlah enterpreneur (wirausahawan) adalah indikator kemajuan perekonomian suatu bangsa. Kebanyakan bisnis wirausahawan berbentuk usaha keluarga. Usaha keluarga ini sendiri menghadapi berbagai tantangan dalam bentuk pewarisan bisnis keluarga. Salah satunya gagalnya usaha yang kemudian berakibat semakin berkurangnya jumlah wirausaha. Pentingnya hal ini yang akhirnya mendorong Program Manajemen Bisnis Universitas Kristen Petra menggelar seminar bertajuk “Ensuring Family Business Legacy”, pada hari Sabtu tanggal 24 Maret 2018 di Ballroom Java Paragon Hotel Surabaya.

Seminar yang dihadiri sekitar 160 orang ini dimulai dengan sesi keynote yang menghadirkan pembicara Prof. Enrique M. Soriano, III, MBA, Senior Advisor of Wong and Bernstein Advisory Group. Enrique membuka sesi dengan memaparkan bagaimana kondisi iklim bisnis yang dirasakan di Asia Tenggara. Ia lalu memberikan gambaran keunggulan bisnis keluarga, yaitu adanya keahlian kewirausahaan, memiliki organisasi yang streamlined (luwes, lancar), dan proses pengambilan keputusan yang lebih cepat. Tak hanya itu, ia juga memaparkan permasalahan yang mungkin timbul yaitu suksesi kepemimpinan bisnis keluarga dan ini bisa diatasi dengan memberikan generasi penerus kesempatan yang cukup untuk bertumbuh dan berkembang secara efektif.

Kemudian dilanjutkan dengan sharing dari 3 orang narasumber pelaku bisnis keluarga yang dimoderatori oleh Drs. Ronny Herowind Mustamu, M.Mgt., dosen pengajar tetap Fakultas Ekonomi UK Petra. Sharing pertama diberikan oleh Welly Hartono, Direktur dan Pendiri PT Ratson Maritim Indonesia, produsen kapal. Welly mengisahkan perjuangannya mendirikan usaha keluarga yang di awal berdirinya pernah merasakan kebangkrutan. Saat ini, bisnis keluarganya sudah cukup mapan, dan istri serta anak-anaknya ikut serta dalam bisnis tersebut. Kiat yang diberikan oleh Welly terkait suksesi bisnis keluarga adalah, mengajar dan berbicara tentang bisnis keluarga dengan anak-anak setiap hari di saat makan bersama.

Sharing kedua disampaikan oleh David Prawiro Tedjo, Direktur PT. Karya Modern yang bergerak di bidang perabot kamar mandi. Berbeda dengan Welly, David adalah generasi kedua usaha keluarganya. David dan adik-adiknya sejak kecil bertempat tinggal di luar negeri. Ketika dewasa, mereka masing-masing sudah menjalani kehidupan yang mapan. Sampai satu saat David memutuskan meninggalkan kehidupannya yang juga sudah mapan dan pulang untuk meneruskan bisnis yang sudah didirikan orangtuanya. Ketika pulang, ia bekerja di pabrik milik ayahnya dan meniti karir dari bawah. Menurutnya untuk meneruskan usaha orangtua diperlukan adanya rasa memiliki, seperti yang membuatnya meninggalkan kemapanan di luar negeri.

E. B. Santosa, Komisaris PT. Rutan memberikan sharing ketiga. Santosa adalah generasi kedua bisnis keluarganya. Ia menceritakan bagaimana ketika kecil dahulu ia tidak bisa hidup manja meskipun keluarganya berkecukupan. Sejak lulus SD, Santosa sudah tidak diberi uang saku, hanya diberikan mesin bubut untuk mencari uang sendiri. Terus menekuni usaha membubut tersebut, Santosa akhirnya menemukan pasar khusus baginya. Di masa itu, banyak sepeda motor buatan eropa masih operasional tetapi tidak ada pasokan suku cadang. Santosa bisa membuatkan suku cadang penting motor tersebut dengan mesin bubut. Menurutnya kerja yang dilakukannya tidak berat, “Semua terjadi karena minat, mengerjakan yang kita minat tidak susah”. Usahanya terus dijalankan sampai pada waktu ia meneruskan kepemimpinan PT. Rutan yang didirikan ayahnya. Rahasianya, apabila generasi penerus bekerja di perusahaan keluarga, maka hak dan kewajibannya harus sama dengan pekerja lainnya. (noel/Aj)

Kai Hotel dan Restoran Padukan Semi Fine Dining dan City Night Life
April 04, 2018

Dalam rangka mengimplementasikan teori-teori yang sudah di dapatkan selama perkuliahan, sebanyak 76 mahasiswa Program Studi Manajemen Perhotelan Universitas Kristen Petra (UK Petra) yang tergabung dalam mata kuliah manajemen operasional hotel (MOH) kembali membuka hotel dan restoran sebagai sarana praktik. Hotel dan restoran bernuansa Jepang kali ini diberi nama Kai Hotel and Restaurant, nama Kai sendiri diambil dari kata “Kaizen” yang berarti continous improvement. “Alasan kami memilih Jepang adalah karena lidah orang Indonesia sudah cukup familiar dengan makanan Jepang. Karena waktu kami hanya 25 hari, sehingga susah untuk memperkenalkan makanan yang asing bagi lidah konsumen”, terang Ferren Gozaly selaku General Manager Kai Hotel and Restaurant.

Konsep yang dipilih adalah Japanese City Night Life, suasana night life dihadirkan melalui dekorasi dengan gambar gedung tinggi perkotaan dilengkapi dengan lampu yang semarak. Sehingga tercipta suasana layaknya sedang berada di kota besar Jepang yang banyak dihiasi lampu gedung. “Tantangan bagi kami adalah menggabungkan semi fine dining yang tenang dan konsep City Night Life yang identik dengan keramaian,” ujar mahasiswa semester enam ini.

Kai memiliki empat unit bisnis yaitu hotel, restaurant, laundry dan pastry-bakery. Sebanyak 11 mahasiswa akan menempati posisi top management, seperti general manager, directors, sedangkan 65 mahasiswa lainnya akan bergantian dalam menjalankan operasional empat unit bisnis tersebut dan terbagi dalam lima departemen yaitu house keeping, front office, pastry, product, dan service. Selama 25 hari dibuka, antusiasme pengunjung cukup tinggi, meskipun ada tidak selalu sama setiap harinya. Hari yang paling sepi biasanya di hari Rabu, sedangkan hari teramai adalah hari Jumat, maka dari itu ada promo-promo khusus di hari Rabu untuk menarik pengunjung.

Kai Hotel and Restaurant buka setiap hari Selasa-Jumat pukul 09.30-20.30. Dalam persiapannya selama kurang lebih dua bulan, para mahasiswa mengajukan dan mengkonsultasikan menu-menu makanan dan minuman kepada dosen. Hingga akhirnya terdapat total 37 menu yang terdiri dari lima appetizer, empat soups, 10 main course, tiga dessert, dan 15 minuman yang disajikan. Untuk menu spesial yang dimiliki oleh Kai Restaurant adalah Salmon Don, Chicken Steak, dan Beef Katsu. “Masa praktek ini sengaja dibuat untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat dari semester sebelumnya sekaligus melatih para mahasiswa untuk siap terjun dalam dunia kerja yang sesungguhnya. Implementasi real bisnis ini sebagai ajang berlatih,” terang Endo Wijaya Kartika, S.E., M.M. selaku Kepala Program Studi Manajemen Perhotelan UK Petra Surabaya.

Selama mengelola Kai Hotel and Restaurant bersama teman-temannya, Ferren mengaku mendapatkan banyak sekali pelajaran berharga. Salah satunya adalah bekerja sama memberikan yang terbaik supaya pelanggan bisa puas dengan pelayanan yang diberikan. Disamping itu, dalam mengelola Kai Hotel and Restaurant, mereka juga mengalami tantangan tersendiri yaitu sulitnya memiliki pemikiran dan kemauan yang sama antar sesama teman-temannya. “Kepuasan pelanggan tidak bisa kami atur karena persepsi dan standarisasi setiap orang berbeda, tetapi bagaimana caranya kami mengelola internal kami supaya bisa memuaskan pelanggan,” sambung gadis berkacamata ini. (rut/padi)

Belajar dan Berkesempatan Mendapatkan Beasiswa Studi di Korea
April 03, 2018

Bahasa adalah jendela dunia, begitulah bunyi peribahasa yang mengungkapkan pentingnya kemampuan berbahasa. Dengan penguasaan bahasa, seseorang akan lebih mampu memahami dunia. Pemahaman atas kebudayaan yang melatarbelakangi suatu bahasa mendukung penguasaan terhadap bahasa tersebut, seperti saat ini, bahasa dan budaya Korea sedang menjadi mode di kalangan anak muda.

King Sejong Institute (KSI) Surabaya hadir di Universitas Kristen (UK) Petra untuk memberikan pendidikan dan pengetahuan bahasa dan budaya Korea untuk masyarakat di Surabaya. Salah satu kegiatan KSI untuk memberikan pengalaman bahasa dan budaya Korea, dengan menyelenggarakan Korean Movie Day (KMD) yang diadakan dua kali setiap tahun. KMD kali ini dilaksanakan pada tanggal 23 Maret 2018 di CGV Cinema, mall Marvell, Surabaya. Kesempatan ini istimewa karena untuk pertama kalinya KMD dilakukan di gedung bioskop umum, sebelumnya kegiatan selalu dilaksanakan di dalam lingkungan UK Petra. Dengan diadakan di tempat umum, diharapkan KMD bisa menjangkau masyarakat luas. Sekitar 220 murid dan staff pengajar KSI hadir di ruangan bioskop untuk menonton pemutaran film berjudul “Princess and the Matchmaker”.

Sebelum pemutaran film, Dr. Liliek Soelistyo, MA., Direktur KSI Surabaya menyampaikan kegiatan KSI Surabaya di bulan Agustus, yaitu Korean Culture Academy. Acara ini akan diadakan selama satu minggu di lingkungan kampus, dimana KSI akan mendatangkan beberapa ahli dari Korea selama satu minggu untuk mengenalkan Hanbok (baju tradisional Korea), KFood (kuliner Korea), KBeauty (riasan wajah khas Korea), dan Kpop Dance (tari modern populer Korea) secara gratis. Di kesempatan ini Liliek juga mengundang para hadirin untuk mendaftarkan diri ke KSI Surabaya, ia mengatakan “Jika mendaftar sebagai siswa KSI maka berkesempatan mendapatkan beasiswa S1 dan beasiswa S2 di Korea”.

Film “Princess and the Matchmaker” ini menceritakan tentang dinasti Joseon di Korea yang pada suatu masa mengalami paceklik karena cuaca kering berkepanjangan di tahun 1753. Raja saat itu menafsirkan kemalangan ini disebabkan anak perempuannya, Puteri Songhwa, belum menikah, untuk itu Raja berinisiatif mencarikan jodoh untuk sang puteri. Seo Doyoon, seorang yang dianggap “pintar” ditugaskan  mencarikan jodoh untuk sang putri. Putri Songhwa yang cemas dengan perjodohan ini berusaha mencari tahu sifat 4 kandidat calon suaminya dengan menemuinya satu per satu walaupun pada saat itu adat istiadat sebenarnya tidak memperbolehkannya. Doyoon yang mencium gelagat sang puteri kemudian membuntutinya dalam aksi rahasianya. Film ini mengisahkan berbagai sepak terjang dan intrik Songhwa serta Doyoon dalam genre komedi romantis. Film yang menjadi box office saat penayangan perdana di Korea Selatan ini, memberikan gambaran sejarah dan kebudayaan Korea abad ke-18 yang kental dengan tradisi Konfusianisme dan Shindo (kepercayaan asli Korea) serta tata cara pergaulan sosial masyarakat Korea pada umumnya. (noel/dit)

Lomba Debat Aku Untuk Indonesiaku
April 02, 2018

Era keterbukaan informasi membawa dampak positif dan negatif. Dampak negatif berupa timbulnya banyak informasi palsu (hoax) atau juga disinformasi. Terbukanya informasi yang ada tentunya juga dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk menambah ilmu dan wawasan dengan bersikap kritis. Salah satu cara mengkritisi sebuah informasi atau masalah yang terjadi adalah dengan bertukar pikiran sesama mahasiswa yang dikemas dalam sebuah kegiatan debat. Dalam kegiatan debat, seorang mahasiswa menyampaikan, menguji dan bersikap kritis pada sebuah ide sehingga pada akhirnya mereka dapat menemukan kesimpulan penyelesaian masalah.

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Kristen (UK) Petra menyelenggarakan lomba debat “Aku Untuk Indonesiaku 2018” pada tanggal 16-18 Maret 2018 di gedung P. Lomba ini bertujuan mahasiswa dapat menjawab permasalahan sosial dan politik yang terjadi di Indonesia, selain itu diharapkan mahasiswa UK Petra dan mahasiswa luar UK Petra dapat menjalin komunikasi dan interaksi sesama mahasiswa.

Peserta lomba berjumlah 96 orang dari 48 tim. Peserta adalah wakil dari 21 perguruan tinggi di Indonesia dan 2 wakil dari asosiasi lomba debat internasional tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Kompetisi ini diadakan dalam  6 babak, yaitu: babak penyisihan, 16 besar, 8 besar, 4 besar, perebutan juara 3, dan grand final. Di hari pertama para peserta mengikuti penjelasan teknis tentang peraturan dan tata cara perlombaan. Perlombaan dimulai di hari kedua dengan babak penyisihan yang menyaring 48 tim peserta menjadi 16 tim untuk maju ke babak 16 besar di hari ketiga.

Lantai 6 Gedung P dipadati para peserta yang memakai 12 ruangan untuk babak penyisihan ini. Dalam satu ruangan, 4 tim berdebat dengan gaya debat British Parliament System. Aturan main di sistem ini adalah membagi keempat tim dalam satu ruangan itu menjadi 4 faksi, yaitu: 1) Opening Government; 2) Opening Opposition; 3) Closing Government; dan 4) Closing Opposition dan debat dilaksanakan dalam bahasa Inggris. Juri menyampaikan satu topik dan faksi-faksi bergiliran menyampaikan argumentasinya. Faksi-faksi government dipastikan mengambil sikap berbeda dengan faksi-faksi opposition. Penilaian diberikan berdasar poin-poin informasi yang diberikan oleh tim lawan. Debat dengan sistem ini dipakai di berbagai lomba debat tingkat internasional di banyak negara di dunia. Pada hari kedua dilaksanakan 5 babak debat sisanya. Di akhir lomba, muncul para juara sebagai berikut: Tim Institut Teknologi Bandung (ITB) 1 keluar sebagai Juara 1, Tim Bina Nusantara 1 Juara 2, Tim Universitas Gajah Mada (UGM) 6 Juara 3 dan Tim UGM 8 sebagai Juara 4.

UK Petra diwakili oleh Nicholas Christianto Wijaya dan Charaqua Vania Rawiadji. Charaqua yang biasa dipanggil Chacha mengatakan, “Dengan mengikuti lomba debat ini, saya menjadi mengerti permasalahan-permasalahan dan isu-isu internasional, hukum, politik, sosial-budaya dan lain-lain”. Ketua panitia lomba “Aku Untuk Indonesiaku” 2018, Arnold Rezon, menyampaikan pesan “Jangan  takut untuk berargumen, berkonflik, dan berdebat, jika berdebat dilakukan dengan benar akan sangat berguna untuk menemukan inovasi dan ide-ide yang dapat meluaskan pikiran kita”. (noel/dit)

Berpetualang sambil Belajar di International Day 2018
March 29, 2018

Biro  Administrasi Kerjasama dan Pengembangan (BAKP) Universitas Kristen Petra (UK Petra) kembali menyelenggarakan International Day. International Day 2018 kali ini bertajuk “Eduventure” yang artinya berpetualang sambil belajar. International Day  dihadiri oleh 10 mitra luar negeri UK Petra, diantaranya adalah Thailand, Korea, Jepang, United Kingdom, China, Taiwan, dan Bangladesh. Selain itu enam kantor perwakilan negara Amerika, Australia, Taiwan, Perancis, Jerman, dan Belanda juga turut hadir dalam kegiatan ini. International Day 2018 digelar dalam dua hari yaitu 22 dan 23 Maret 2018 serta diikuti oleh seluruh civitas akademika UK Petra dan juga orang tua mahasiswa. “Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa dan orang tua mendapatkan ilmu dengan cara yang menyenangkan seperti berpetualang,” ungkap Meilinda, S.S., M.A. selaku Kepala BAKP UK Petra.

Pada hari pertama, UK Petra memberikan kesempatan bagi para mahasiswa asing yang selama ini telah belajar di UK Petra untuk berinteraksi dengan masyarakat di luar kampus. Sebanyak delapan mahasiswa asing yang berasal dari empat negara berbeda ini mengajar bahasa asing kepada para siswa Sekolah Dasar (SD) di SDN Siwalankerto 2. Kegiatan mengajar ini dibagi menjadi empat kelas berdasarkan negara asal masing-masing mahasiswa. Paul Bernard Cornelis Bremmers dan Liz Ilva Meester mengajarkan cara memperkenalkan diri dalam bahasa Belanda pada siswa kelas 5C dengan menggunakan media bola. Momoko Miyazaki mengajarkan siswa kelas 5A tentang buah-buahan dalam bahasa Jepang. Alexander Schϋβler dan Fabian Basler mengajarkan tentang hobi dalam bahasa Jerman pada siswa di kelas 5D. Sedangkan Sin Eunsil, Lee Yejin, dan Kim Yeeun mengajarkan siswa kelas 5B berhitung dalam bahasa Korea.

Pada hari kedua, peserta yang terdiri dari mahasiswa dan orang tua mahasiswa mengikuti talkshow dengan Rektor UK Petra, Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng. dan Chris Barnes selaku Konsulat Jenderal Australia di Surabaya. Talkshow yang diselenggarakan di Auditorium UK Petra ini mengangkat tema Seizing The International Opportunity: Generation Z’s Endeavour in Globalized World. Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng. menjelaskan tentang apa yang harus dipersiapkan oleh generasi Z dalam menghadapi era distruption di masa mendatang. Sedangkan Chris Barnes menjelaskan tentang pentingnya kuliah di Australia dan kesempatan bagi pelajar Indonesia untuk menempuh pendidikan di negeri kangguru tersebut. “Australia merupakan tujuan belajar yang sangat baik bagi masyarakat Indonesia, mahasiswa Indonesia sangat diterima di Australia karena di Australia juga merupakan negara yang multikultur,” jelas Chris Barnes.

Setelah mengikuti talkshow, UK Petra memfasilitasi orang tua dan mahasiswa yang ingin melanjutkan studi di luar negeri dapat berkonsultasi dengan berbagai perwakilan Universitas rekanan UK Petra. Selain itu, peserta juga bisa mencicipi berbagai makanan dan bermain di enam gerai budaya dari mahasiswa internasional UK Petra yaitu Korea, Jerman, Belanda, Timor Leste, Jepang dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Misalnya Jepang menyediakan menu udon dan sushi, Belanda menyediakan menu Poffertjes, Korea menyediakan menu tteok-bokki dan juga permainan tradisional Korea yaitu ddakji. (rut/padi)