Connect with us
  • b
  • a
  • x
A CARING AND GLOBAL UNIVERSITY
WITH COMMITMENT TO CHRISTIAN VALUES

Berita

Metode Campuran untuk Memajukan Riset
August 14, 2018

Riset atau penelitian adalah salah satu dari tiga komponen pokok Tridarma Perguruan Tinggi. Salah satu upaya meningkatkan kualitas penelitian dengan cara memperkaya khazanah pengetahuan para peneliti atas teknik-teknik dan metode penelitian. Program Manajemen Bisnis Universitas Kristen (UK) Petra menyelenggarakan seminar “Mix Methods Research Designs” pada 23-24 juli 2018 di hotel Swiss-Bellinn Tunjungan Surabaya. Seminar yang dihadiri 15 peneliti dari dalam dan luar UK Petra ini menghadirkan narasumber tunggal Dr. Jashim Khan, dosen senior dari University of Surrey, Inggris Raya. Khan adalah seorang penggiat pemakaian Mixed Methods (Metode-metode Riset Campuran) penelitian.

Sejak jaman filsuf klasik, sudut pandang metode riset terbagi dua, yaitu kualitatif dan kuantitatif. Perbedaan pandangan ini diilustrasikan Khan dengan perumpamaan enam orang tuna netra mencoba memahami seekor gajah melalui indra perabanya. Orang yang meraba bagian kaki gajah menceritakan sesuatu yang sangat berbeda dengan orang yang meraba bagian belalainya. Sama halnya dengan bagian tubuh gajah yang berbeda memberikan citra yang berbeda itu, metode penelitian kualitatif mengungkapkan hal yang berbeda dengan metode penelitian kuantitatif. Kedua metode ini memiliki kekhususan masing-masing beserta juga keunggulan dan kekurangannya, maka dari itu, fenomena atau informasi yang bisa diungkap kedua metode ini juga berbeda.

Dalam perkembangan ilmu pengetahuan saat ini, banyak pertanyaan penelitian yang tidak bisa dijawab memakai metode penelitian kuantitatif maupun kualitatif saja. Menurut Khan, solusi permasalahan ini adalah menggunakan mixed methods, katanya, “tujuan pemakaian mixed methods adalah untuk menggabungkan berbagai keunggulan yang berbeda dari kedua metode tersebut”. Khan memaparkan tiga kemungkinan kombinasi metode ini, yaitu convergent findings (temuan konvergen), comprehensive coverage (cakupan komprehensif), dan connected contributions (kontribusi yang terhubung).

Ketiga macam kombinasi metode penelitian ini dapat menguak fenomena yang tidak bisa dilakukan melalui metode kuantitatif maupun kualitatif. Metode convergent findings adalah memakai metode kuantitatif dan kualitatif dan membandingkan hasil kedua metode tersebut. Metode comprehensive coverage adalah satu studi dengan dua penelitian kuantitatif dan kualitatif yang masing-masing membidik sasaran-sasaran yang spesifik tersendiri. Connected contribution adalah satu studi yang dilakukan dengan dua metode kuantitatif dan kualitatif yang mana satu metode akan berkontribusi pada performa metode yang lainnya.

Ada problematika tersendiri yang terkait dengan pemakaian mix methods ini, yaitu peneliti cenderung memiliki preferensi terhadap salah satu dari antara metode kuantitatif dan kualitatif, sehingga penelitian yang dilakukan cenderung memakai metode yang lebih disukai atau dikuasai peneliti tersebut. Sedangkan, mix methods menggunakan keduanya dalam mengungkapkan satu fenomena. Mengenai permasalahan ini, Khan mengatakan bahwa, “Peneliti sebaiknya memahami dan mampu memakai kedua metode tersebut. Pemakaian metode seharusnya didasarkan pada research question (pernyataan tesis) yang dihadapi”. Ketika ditemukan suatu pernyataan tesis yang tidak bisa dijawab baik melalui metode kuantitatif maupun kualitatif, mix methods memberikan alternatif yang bisa mendekatkan pada pengungkapan pernyataan tesis tersebut. (noel/dit)

Petra Christian University Proud to Host 2018 Asian University Presidents Forum
August 13, 2018

Petra Christian University (PCU) is proud to be the host for the Asian University Presidents Forum’s (AUPF) annual meeting this year. AUPF is a forum that brings together higher education institutions across Asia. Every year, member universities take turns to host the forum’s meeting, whose main purpose is to develop internationalization initiatives, particularly in the context of higher education. This event also becomes a hub for the exchange of ideas to increase the quality of higher education and to develop bilateral cooperation among higher education institutions in Asia.

The upcoming 17th annual meeting will be held on 6-8 November 2018 at PCU campus and Sheraton Surabaya Hotel and Towers. The forum will be attended by approximately 200 delegations consisting of university presidents and accompanying officials from more than 100 higher education institutions in Asia.

This year’s theme for the forum will be “Disruption at the Cross Roads: Innovative Engagement and Future Challenges for Higher Education.” This theme was chosen because swift changes are happening in the world due to technology development, and most of these changes ultimately catch the society by surprise. The era of change is also known as the era of “disruption.” Many sectors and fields are affected, including education. The issue of change (or disruption) becomes a challenge that is fitting to be discussed and solved together, especially in Asia where development is ongoing at a rapid pace. Discussing this theme will result in strategic insights on how to deal with future challenges in the era of disruption and will also prepare the leaders of education in Asia to creatively address these challenges.

The 17th AUPF meeting features five prominent speakers who will each address different aspects of the forum’s theme. The keynote speech, which will address the main theme of the meeting, “Disruption at The Cross Roads: Innovative Engagement and Future Challenges for Higher Education,” will be delivered by Prof. Ainun Na’im, Ph.D., The Secretary General of the Ministry of Research, Technology and Higher Education of Indonesia.

Following the keynote session, four distinguished speakers will present in the Talk Show session, namely Prof. Dr. Jekuk Chang, the President of Dongseo University, South Korea, Brig. Jen. Datuk Prof. Emeritus Dr. Kamarudin bin Hussin, the Board of Directors Chairman from Universiti Sultan Zainal Abidin, Malaysia, Prof. Dr. (H.C.). Ir. Rolly Intan, M.A.Sc., Dr. Eng., the Rector of Petra Christian University in 2009–2017, Indonesia, and Prof. Dr. hab. C. Eng. Janusz Szpytko – AGH University of Science and Technology, Krakow, Poland.

The speakers will discuss three subthemes that are related to the conference main theme. The first subtheme will unpack the navigation of online courses at the age of disruption, while the second subtheme expands on shifting the way of learning through disruptive innovation. Finally, the last subtheme addresses the issue of disruption, globalization, and the changing context of education.

The discussion in the forum will be enriched by the perspectives of various higher education institutions across Asia. In addition to idea-sharing, one of the aims for this meeting is to provide an opportunity for the participants to network with each other. In fact, there will also be an opportunity for participating institutions to formalize their partnerships in the MoU Signing ceremony.

 

Moreover, Petra Christian University as the host has taken an initiative to publish a non-scientific journal where higher education leaders who are AUPF members can share their thoughts and ideas. It is hoped that the journal will be a legacy from the 17th Asian University Presidents Forum. “The journal will be a vehicle for higher education leaders to socialize their ideas to others. We hope that starting this year and in the following years, the journal will be routinely published every time an AUPF meeting is being held,” Prayonne Adi, M.MT., the Head of the AUPF 2018 Committee, mentioned.

Note: This article was originally published in Indonesian language in the March 2018 edition of Dwi Pekan, a bi-weekly publication of the Public Relations Department at Petra Christian University. The article is translated with permission from the Public Relations Department for use by the Committee of AUPF 2018. Some slight changes are made in the translated version in order to reflect the most current information.

Sampaikan Cita-Cita Politik Indonesia, Mahasiswi UK Petra Menangkan Lomba Vlog Kantor Staf Presiden
August 02, 2018

Kantor Staf Presiden (KSP) Republik Indonesia memiliki cara lain untuk membuat anak-anak muda berkontribusi dengan cara yang menarik dan menyenangkan. Lomba vlog KSP, itulah yang digagas oleh KSP RI agar para mahasiswa menyampaikan pendapatnya secara kreatif. Elisabeth Glory Victory, mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Kristen Petra (UK Petra) berhasil menjadi pemenang dalam kategori Kontribusi Untuk Negeri.

Ada dua kategori dalam lomba vlog ini, kategori pertama yaitu Kontribusiku untuk Negeri yang berisi pendapat dan usulan atas kinerja pemerintah Indonesia. Sedangkan kategori kedua yaitu Caraku Menuju 2045 yang berisi cita-cita dan rencana 10 tahun ke depan, serta upaya apa yg dipersiapkan sejak sekarang. Peserta membuat vlog selama satu menit dan mengunggahnya di instagram pribadi masing-masing peserta, peserta juga harus mentag lima temannya. Disertai dengan menuliskan caption menarik, mention dan tag instagram Kantor Staf Presiden, serta memberi tagar #kantorstafpresiden, #KSPmendengar, #kerja3ersama, dan #KSPgoestocampus. Peserta diberi waktu untuk mengunggah video hingga 9 April 2018.

Elisabeth Glory Victory awalnya mengikuti kategori Caraku Menuju 2045, tetapi justru terpilih menjadi pemenang untuk kategori Kontribusiku untuk Negeri. Hal ini berdasarkan hasil pertimbangan juri karena substansi vlognya yang memberi pandangan tajam atas isu distrust anak muda terhadap pemerintah akibat gap komunikasi dan menunjukkan aksi konkrit dengan menjadi influencer sosial politik. Dalam vlognya, gadis yang biasa disapa Ory ini menyatakan keinginannya agar masyarakat Indonesia terutama anak-anak muda dan kaum terpelajar tidak lagi apatis dan peduli terhadap politik. Sebagai mahasiswa, Ory sering mendengar perkataan teman-temannya bahwa siapapun pemimpinnya, tidak akan ada perubahan, politik dianggap jauh dari kita. Buruknya persepsi terhadap pemerintah ini menimbulkan apatisme di kalangan mahasiswa. Publisitas akan bobroknya Indonesia juga menambah gap dan distrust politik di kalangan masyarakat. “Rasa kecewa menghambat kontribusi anak muda untuk membuat gebrakan, padahal kita anak-anak muda adalah kunci perubahan,” ungkap alumnus SMAKr Petra 2 ini.

Menyongsong 100 tahun Indonesia di tahun 2045 mendatang, mahasiswi kelahiran Ambon 20 tahun silam ini menyatakan keinginannya untuk menghentikan distrust politik yang ada. “Indonesia butuh pemimpin, tapi bukan hanya di bidang politik, tetapi juga di sosial media. Karena itulah yang menyuntik informasi bagi mahasiswa seperti kami, agar menceritakan bahwa harapan itu masih ada dan bahkan sangat terang bagi yang mau berjuang,” ujar mahasiswa semester lima ini.

Sebagai hadiah, Ory berkesempatan melakukan eduventure ke Kantor Staf Presiden di Jakarta pada 28-29 Juni 2018. Kantor Staf Presiden juga membiayai transportasi, akomodasi, dan juga memberikan uang saku sebesar Rp. 1.000.000,-. Selama di Jakarta, putri pasangan Mayri Suzana dan David Yenarto ini diajak berkeliling Kantor Staf Presiden, berdiskusi dengan para staf Kantor Staf Presiden, serta bertemu dengan Moeldoko, Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia. (rut/Aj)

Perkenalkan Teknologi Building Information Modeling dan Artificial Intelligence di Bidang Konstruksi
August 01, 2018

Doddy Prayogo, S.T., M.T., M.Sc., Ph.D., dosen Program Studi Teknik Sipil Universitas Kristen Petra (UK Petra) menerima hibah dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dalam program World Class Professor (WCP). Program ini bertujuan untuk meningkatkan kolaborasi dan kerja sama antara dosen Indonesia dengan profesor kelas dunia. WCP memiliki dua kegiatan besar, yaitu mendatangkan profesor dari luar negeri ke Indonesia dan kunjungan dosen Indonesia ke kampus profesor tersebut. Kedatangan profesor ke Indonesia dilakukan untuk menjalin diskusi, riset bersama dan pertukaran ilmu. Sebagai bentuk implementasi program WCP, dilaksanakan seminar bertajuk Building Information Modeling (BIM) and Artificial Intelligence (AI) Applications in Construction Engineering. Seminar yang diikuti oleh sekitar 140 peserta ini dilaksanakan pada 5 Juli 2018 di Auditorium UK Petra.

BIM adalah teknologi di bidang konstruksi dan arsitektur yang dapat menyimulasikan model pembangunan dari suatu proyek  dengan berbagai macam informasi yang terintegrasi. BIM memerlukan aplikasi software seperti AutoCAD untuk menunjukkan tahapan pembangunan suatu proyek dilihat dari sifat fisik dan fungsional secara terperinci dari masa ke masa. Sedangkan AI atau kecerdasan buatan di manajemen konstruksi merupakan penggunaan kecerdasan buatan untuk menyelesaikan masalah dalam proyek teknik sipil salah satunya dalam penentuan tata letak fasilitas dan keamanan pekerja di proyek konstruksi. “Dengan mengimplementasikan BIM dan AI  dalam proyek konstruksi maka akan meningkatkan keuntungan dalam segi biaya, waktu, dan mutu. Selain itu, teknologi ini dapat meminimalisir terjadinya kesalahan kerja,” ujar Doddy.

Dalam seminar ini hadir Prof. Min Yuan Cheng, Ph.D, seorang profesor dari National Taiwan University of Science and Technology (NTUST), Taiwan. Prof. Min Yuan Cheng berbicara tentang tiga hal yaitu Novel Intelligent Green Building-Mega House (Rumah berteknologi tinggi dengan konsep bangunan hijau), BIM Integrated Smart Monitoring Technique for Building Fire Prevention and Disaster Relief (Penggunaan Building Information Modelling dan sensor wireless untuk pencegahan kebakaran dan penanggulangan bencana), dan Particle Bee Algorithm for Construction Site Layout Optimization (Kecerdasan buatan untuk manajemen konstruksi). Penerapan BIM memerlukan biaya tambahan yang sangat mahal, kebanyakan owner di Indonesia berorientasi pada pengoptimalan biaya, hal ini menyebabkan penggunaan BIM masih jarang ditemui di Indonesia. Sedangkan di Taiwan, hampir semua kontraktor sudah sangat sering menggunakan BIM karena owner akan lebih memilih kontraktor yang menggunakan BIM karena ia yakin proyeknya akan terintegrasi dengan baik,” ujar Prof. Min Yuan Cheng.

Kedua pembicara selanjutnya adalah Andreas F.V. Roy, Ph.D dan Adrian Firdaus , S.T., M.Sc., yang berasal dari Universitas Katolik Parahyangan, Bandung. Andreas berbicara mengenai Potential Application of Evolutionary Support Vector Machine in Discharge Forecasting, prediksi volume air pada waduk selorejo. Sedangkan Adrian berbicara mengenai Preliminary Study of BIM Knowledge and Implementation in Indonesia, survey tentang BIM di Indonesia. Pembicara berikutnya adalah Tri Joko Adi, Ph.D., yang berasal dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Tri berbicara mengenai Kecerdasan Buatan untuk Keselamatan Pekerja Konstruksi. (rut/padi)

Harga yang Tidak Mungkin Ditolak Klien
August 01, 2018

Seringkali karya seorang desainer tidak terapresiasi dengan baik. Dalam keseharian, belakangan ini sering kita temui bahwa pekerjaan mendesain dipandang sebelah mata dan diberi harga yang murah. Apabila desainer muda tidak memiliki sikap dan bekal yang cukup untuk menghadapi pandangan ini, keahlian desainer bisa semakin tidak dihargai. Untuk memberikan sudut pandang, dan sikap yang tepat terkait menentukan harga bagi para desainer muda, Continuing Education Center (CEC) menyelenggarakan seminar bertajuk “Set Your Price” yang dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 30 Juni 2018 di Satu Atap Coworking Space. Sebanyak 11 orang desainer muda hadir dalam seminar ini.

Deddi Duto Hartanto, S.Sn., M.Si., dosen Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) UK Petra dan pendiri Maindesign Surabaya hadir sebagai pembicara pertama. Dedi mengangkat pentingnya merubah mindset desainer untuk bermigrasi dari menghasilkan karya ke menghasilkan ide. Menjual karya adalah memenuhi permintaan klien dengan eksekusi yang baik. Saat ini, banyak desainer yang tidak berasal dari latar belakang akademik bisa menghasilkan karya dengan eksekusi yang baik. Situasi ini menyebabkan karya desain menjadi sesuatu yang semakin umum dan akhirnya nilainya pun semakin berkurang. Di sisi yang lain, ide selalu memiliki nilai lebih dibandingkan karya. Dedi memberikan tips dalam menyampaikan ide pada klien, yaitu: 1) desainer perlu memahami problem klien; kemudian 2) memberikan solusi yang relevan; dan 3) memberikan harga yang tidak mungkin ditolak klien. Proses dalam mengkonsep suatu ide menuntut desainer berperan sebagai konsultan bagi klien. Harga yang tidak mungkin ditolak ini adalah hasil dari komunikasi dan ide sebagai solusi yang sesuai dengan kebutuhan klien. “Untuk klien bisa menerima ide, perlu ada proses edukasi”, kata Dedi menggambarkan proses konsultansi.

Sesi kedua bertajuk “How to Set the Right Price?” dengan narasumber Dr. Michael Adiwijaya., SE., MA., dosen Program Studi Magister Manajemen UK Petra dan Direktur Magna Consulting Group. Sesi ini memberikan kesempatan brainstorming dan pelatihan merancang pemasaran untuk desainer khususnya dalam hal menentukan harga. Untuk menentukan harga, pertama-tama perlu ditentukan target pasar, kemudian perlu ada pemahaman atas pasar yang ditarget, lalu perlu identifikasi nilai unik khusus yang bisa ditawarkan desainer pada klien. Michael menyampaikan pentingnya memahami bahwa persepsi klien adalah lebih penting dari realita, “Penilaian konsumen atas harga bersifat relatif, mahal atau murah suatu barang tergantung dari  persepsi konsumen yang menilainya”.

Sebagai pembicara pamungkas, James Frederick Tandi, owner Bebocto Creative Design Studio membawakan materi bertajuk “Good Process from Setting Up the Right Price”. James yang terjun ke dunia profesional sejak lulus dari SMAK St. Maria Surabaya ini menyampaikan bahwa dengan menentukan harga yang benar maka proses yang baik bisa dilaksanakan dengan nyaman. James menekankan pada pentingnya value, nilai yang diciptakan, bagi seorang desainer dalam menetapkan harga karyanya. Apabila desainer hanya melihat pada menghasilkan produk, maka harga yang bisa diminta terbatas pada produk tersebut. Menurutnya memberikan 5 star services bisa menciptakan value tambahan yang membuat seorang desainer dihargai lebih. James membagikan pengalamannya sebagai vendor produksi buku tahunan beberapa SMA di Surabaya. Pada awal karirnya, ia berhasil mengambil alih klien dari kompetitor yang adalah perusahaan besar dan menawarkan harga produk yang lebih murah. Menurutnya, klien memiliki kebutuhan dan potensi yang berbeda-beda, keunikan masing-masing klien ini perlu ditangkap. Dengan proses konsultasi dan memberikan nilai lebih, desainer akan bisa menetapkan harga yang sesuai yang memberikan manfaat bagi klien dan tetap nyaman bagi desainer. (noel/padi)

Dosen Teknik Sipil UK Petra, Doddy Prayogo Raih Hibah World Class Professor Kolaborasi dengan Taiwan
July 26, 2018

Salah satu dosen Program Studi Teknik Sipil Universitas Kristen Petra (UK Petra) berhasil meraih hibah Program World Class Professor (WCP) skema B. Program WCP ini merupakan program dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti RI) dalam upaya untuk meningkatkan peringkat Perguruan Tinggi (PT) menuju QS WUR 500 terbaik dunia. Seluruh pendanaan kegiatan ini ditanggung penuh oleh Kemenristekdikti RI.

Apa itu WCP? WCP ini sebuah program mengundang profesor kelas dunia dari berbagai PT ternama dalam negeri/luar negeri sebagai visiting professor untuk ditempatkan di berbagai PT di Indonesia selama kurun waktu maksimum sampai akhir bulan November 2018. WCP ini sendiri terbagi menjadi dua bagian, yaitu WCP skema A (level institusi) dan WCP skema B (level perorangan). Ada banyak syarat yang harus dipenuhi dalam mengikuti hibah bergengsi ini, salah satunya untuk WCP skema B, dosen yang mengajukan hibah harus minimal bergelar Doktor dan berkolaborasi dengan Profesor Luar Negeri berprestasi minimal memiliki h-index Scopus ≥ 10.

Banyak kegiatan yang dilakukan dalam kolaborasi ini, salah satunya dosen yang mendapatkan hibah harus menghasilkan publikasi bersama yang terpublikasi pada November 2018 dan saling berkunjung menularkan ilmunya di negara masing-masing. Peraih hibah ini salah satunya, yaitu Doddy Prayogo, S.T., M.T., M.Sc., Ph.D., seorang dosen Program Studi Teknik Sipil UK Petra. Pada 14 Juli hingga 10 Agustus 2018, Doddy Prayogo, Ph.D., berangkat ke Taiwan. Dosen berusia 31 tahun tersebut berkolaborasi dengan Prof. Min-Yuan Cheng, Ph.D. dari National Taiwan University of Science and Technology (NTUST), Taiwan.

Doddy, begitu ia biasa dipanggil, akan menitikberatkan penelitian mengenai aplikasi kecerdasan buatan dalam dunia teknik sipil khususnya pemodelan perilaku material konstruksi. “Penelitian mengenai kecerdasan buatan khususnya di dunia teknik sipil ini sangat jarang dilakukan. Padahal ilmu yang lain sudah mulai menggunakannya. Saya ingin sekali penelitian di bidang dunia teknik sipil ini, khususnya di Indonesia,juga maju jika perlu go international.”, urai Doddy, pria kelahiran Banjarmasin itu. Penerapan kecerdasan buatan ini tidak bisa dihindarkan. Hal ini disebabkan kita telah memasuki industri generasi keempat atau biasa disebut industri 4.0, dimana industri mulai menyentuh dunia virtual berbentuk konektivitas manusia, mesin, dan data. Istilah ini biasa disebut dengan internet of things.

Pria yang kini menjabat sebagai Kepala Program Studi Magister dan Doktor Teknik Sipil UK Petra menerangkan, jika selama ini dalam dunia konstruksi untuk menentukan fasilitas dan keamanan pekerja di proyek konstruksi berdasarkan intuisi dan pengalaman kerja. Hal ini bisa menyebabkan hasil yang didapatkan tak maksimal dan terjadi kesalahan dalam bekerja. Misalnya seorang pekerja dalam menjalankan tugasnya membutuhkan letak kantor dan gudang berdekatan akan tetapi berdasarkan intuisi, letak kedua fasilitas ini ditempatkan berjauhan. Jika menggunakan kecerdasan buatan, maka data-data kedua fasilitas tersebut bisa diatur sedemikian rupa untuk efisiensi dan efektivitas  pekerja.

Selama lebih kurang 28 hari, Doddy berbagi ilmu di hadapan para mahasiswa dan praktisi konstruksi Taiwan. “Untuk kemajuan ilmu pengetahuan di Indonesia, para peneliti harus berani mengambil hibah. Hibah Kemenristekdikti menawarkan banyak kesempatan untuk para peneliti mendapatkan pengalaman dan wawasan baru.”, tutup Doddy. (Aj/dit)

Dosen Teknik Industri UK Petra Raih Hibah Program World Class Professor
July 26, 2018

Dalam program World Class Professor (WCP) yang diadakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengirimkan tiga perwakilan yang kesemuanya berhasil mendapatkan hibah untuk skema B. Salah satunya adalah dosen Program Studi Teknik Industri, I Gede Agus Widyadana, S.T., M.Eng., Ph.D. WCP merupakan program mengundang profesor kelas dunia dari berbagai Perguruan Tinggi (PT) ternama dari dalam negeri atau luar negeri sebagai visiting professor untuk ditempatkan di berbagai PT di Indonesia selama kurun waktu maksimum sampai akhir bulan November 2018. Program ini bertujuan supaya dosen atau peneliti dapat berinteraksi dengan profesor ternama dan unggul sehingga bisa meningkatkan kehidupan akademis, kompetensi, kualitas, dan kontribusinya bagi pengembangan ilmu pengertahuan dan teknologi di Indonesia. Terdapat dua skema yang dapat diikuti, yaitu skema A untuk level institusi dan skema B untuk perorangan.

Dalam program WCP ini, dosen yang telah mengabdi di UK Petra selama lebih dari 20 tahun ini mendapatkan hibah sebesar Rp 151.000.000,-. Topik yang diangkat adalah pengendalian persediaan untuk produk yang memiliki tingkat kerusakan tinggi. Beberapa produk seperti sayuran, susu, dan buah-buahan memiliki tingkat kerusakan tinggi. Kerusakan meliputi pembusukan, penguapan, keusangan, hingga penurunan kualitas dari suatu komoditas. Selain karena menarik, topik ini dipilih karena seringkali nilai persediaan dipandang sebelah mata.

Saat persediaan berkurang karena rusak, biaya yang dikeluarkan cukup tinggi, sehingga dapat mengurangi pendapatan yang seharusnya diperoleh. Di Indonesia banyak sekali produk-produk pertanian yang mudah rusak. “seringkali orang tidak mempertimbangkan jumlah barang yang disimpan, padahal persediaan yang tidak bergerak disebut dengan modal mati. Pada umumnya, nilai dari persediaan dalam sebuah industri itu tinggi,” ujar dosen yang menyelesaikan pendidikan magisternya di Asian Institute of Technology, Thailand ini.

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui cara mengoptimalkan jumlah barang yang dipesan, jumlah yang disimpan, serta kapan harus memesan kembali, sehingga biaya pemesanan, biaya persediaannya rendah, serta biaya tingkat kerusakannya juga rendah.

Dalam pelaksanaannya, WCP memiliki dua kegiatan besar, yaitu mendatangkan profesor dari luar negeri ke Indonesia dan kunjungan dosen Indonesia ke kampus profesor tersebut. Untuk itu, Gede menggandeng Prof. Hui Ming Wee, B.Sc., M.Eng., Ph.D. dari Chung Yuan Christian University, Taiwan. Prof. Hui Ming Wee yang memiliki h-index Scopus 32 ini telah mempublikasikan sebanyak 244 jurnal, beberapa diantaranya merupakan hasil kolaborasi dengan Gede. Selain itu, Prof. Hui Ming Wee juga merupakan salah satu profesor yang terkenal di bidangnya dan telah menerbitkan sebanyak 17 buku akademis, serta telah memperoleh beberapa paten.

Nantinya Prof. Hui Ming Wee akan tinggal di Indonesia pada 20 Agustus hingga 3 September 2018 mendatang. Selama kunjungannya di UK Petra, beliau akan mengisi seminar, lokakarya, dan juga menjadi dosen tamu. Setelah itu, Gede akan  berkunjung ke Chung Yuan Christian University selama tiga minggu. Tujuan kunjungan ini adalah untuk berdiskusi dan menyempurnakan makalah yang telah dibuat. “Harapan saya dengan adanya program WCP ini adalah dapat menularkan semangat bagi rekan-rekan dosen untuk melakukan penelitian dan menulis jurnal ilmiah berkualifikasi bagus, sehingga dapat mengangkat nama Indonesia dan khususnya UK Petra di dunia internasional,” ungkap Ketua Program Studi Magister Teknik Industri UK Petra ini. (rut/dit)

Bekali Calon Guru dengan Inovasi Belajar yang Menyenangkan
July 20, 2018

Kemajuan teknologi yang sangat pesat turut mempengaruhi karakter dan sifat dari generasi masa kini. Ini menjadi tantangan bagi orang tua dan guru yang memiliki peran dalam memberikan pendidikan karakter bagi anak-anak baik di rumah maupun di sekolah. Pembelajaran yang menyenangkan tentunya akan mempermudah anak-anak untuk lebih memahami materi yang diajarkan. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (Prodi PGSD) Universitas Kristen Petra (UK Petra) menggelar lokakarya Fun Learning with Creativity pada 4 Juli 2018. “Kegiatan ini sebenarnya untuk menolong mahasiswa sebagai calon guru, saya percaya melalui seni budaya menjadi sebuah pintu yang dapat dibuka sangat luas. Karena seni merupakan sebuah kebebasan, untuk nantinya anak-anak dapat berani dan percaya diri untuk akhirnya menemukan hal terbaik yang Tuhan berikan bagi mereka,” ungkap Dr. Magdalena Pranata Santoso, S.Th., M.Si., Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UK Petra dalam sambutannya.

Lokakarya ini merupakan tugas Ujian Akhir Semester dari mata kuliah Seni Budaya dan Kerajinan Anak SD. Menghadirkan dua pembicara yaitu Lily Eka Sari, S.S., M.A., Dosen PGSD UK Petra yang pernah menjadi guru untuk anak-anak berkebutuhan khusus di Amerika ini berbicara mengenai Wajah Pendidikan Indonesia. Kemiskinan hingga tindak kriminal mencerminkan wajah pendidikan di Indonesia, hal ini menunjukkan banyak yang tidak beres dengan sistem pendidikan di Indonesia. Data yang di dapat dari USAID, menurut Direktur Jenderal Pendidikan Dasar (Dikdas), saat ini Indonesia masih kekurangan sebanyak 112.000 guru SD. Selain itu, faktor ekonomi dan pernikahan dini menjadi alasan anak-anak tidak dapat melanjutkan pendidikannya.

Fun learning, bukan berarti selalu mengajar dengan permainan, tetapi bagaimana menjadikan kegiatan belajar mengajar menyenangkan dan dapat dipahami oleh murid-murid. Setiap anak memiliki learning style yang berbeda-beda, ada yang kinestetik, visual, dan auditori. Oleh karena itu, seorang pengajar harus mampu memberikan pengajaran sesuai kebutuhan masing-masing murid. “Doa saya bagi para mahasiswa saya, empat sampai lima tahun lagi kalian akan menjadi pengajar. Tiap orang diciptakan Tuhan secara unik, tidak ada istilahnya cacat produksi. Jangan pernah menganggap bahwa murid kalian itu pasti sama dengan kalian,  setiap orang berbeda, gaya belajarpun berbeda-beda,” jelas dosen berambut pendek ini.

Pembicara kedua dalam lokakarya ini adalah Ricky Abraham, S.S. yang berbicara tentang pengajaran kreatif dan menyenangkan. Ricky yang merupakan guru di Sekolah Pelangi Kristus Surabaya ini membagikan pengalamannya mengajar murid-murid mulai dari Taman Kanak-kanak (TK) hingga SMA (Sekolah Menengah Atas). Ricky tertarik dengan kesenian khususnya seni badut (clowning), yang hingga saat ini menjadi salah satu metode pengajarannya pada murid-muridnya. Menggunakan metode clowning dan menggunakan alat peraga, murid-murid terutama anak-anak lebih tertarik untuk memperhatikan guru yang mengajar.

Lokakarya ini diikuti oleh sekitar 150 orang peserta, mulai dari mahasiswa, pelajar, guru sekolah minggu, guru SD, bahkan dosen. Selain lokakarya ini, para mahasiswa PGSD juga mempersembahkan penampilan berupa tarian merak, tamborin, vocal group, dan juga tarian gemufamire dari Nusa Tenggara Timur. (rut/Aj)

Berdampak Melalui Tulisan, Mahasiswa UK Petra Kembali Torehkan Prestasi
July 16, 2018

Melalui sebuah tulisan, banyak hal dapat diekspresikan seperti menghibur, memberi informasi, memotivasi, juga mempersuasi. Tulisan diharapkan dapat berdampak positif bagi sekitar dan membangun masyarakat yang lebih baik.

Gabriella Tiara Utomo, seorang mahasiswa Program Studi Sastra Inggris Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya meraih juara satu dalam kompetisi menulis cerita pendek “Our Ocean Short Story Writing Contest” yang diselenggarakan delegasi Uni Eropa di Indonesia dan Brunei Darusalam. Kompetisi ini diselenggarakan dalam rangka konferensi “Our Ocean” oleh Uni Eropa di Bali pada Oktober 2017 silam. Konferensi ini membahas hal-hal mengenai permasalahan kelautan, seperti pelestarian ikan laut, membangun Blue Economy dimana pembangunan yang mengutamakan pemanfaatan sumber daya alam yang seimbang bagi pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat dan kesehatan lingkungan yang berkelanjutan, perubahan iklim dan lain-lain.

Kompetisi “Our Ocean Short Story Writing Contest” ini diikuti oleh 251 peserta usia 9 sampai 26 tahun di seluruh Indonesia. Konten cerita pendek yang dikumpulkan bertemakan topik dari konferensi Uni Eropa di Malta sebelumnya, seperti polusi laut, limbah laut, perubahan iklim, keamanan di laut dan ditulis tidak lebih dari 1000 kata. Cerita pendek yang dikumpulkan hanya boleh ditulis dalam 24 bahasa resmi Uni Eropa dan dikumpulkan secara daring maksimal pada tanggal 10 November 2017. Tujuan dari Uni Eropa menyelenggarakan kompetisi ini adalah untuk menemukan visi dan kepedulian terhadap bagaimana cara menyelamatkan laut pada pemuda-pemudi Indonesia.

Gabriella, atau yang sering dipanggil Gaby, membuat cerita fiksi mengenai limbah plastik yang ada di laut. Cerita dimulai dari 2 orang perempuan kakak beradik sedang menaiki dive boat. Mereka bertengkar karena si adik dengan acuh tak acuh membuang botol plastik ke laut. Singkat cerita, si kakak tertidur dan bermimpi dibawa 100 tahun ke depan dan melihat bagaimana keadaan laut sangat kotor dan banyak binatang laut yang punah di masa depan. Si kakak sadar bahwa hanya diam dan tidak membuang sampah di laut, tidak cukup untuk membantu, mereka harus bertindak untuk menjaga kelestarian laut.

Dalam menulis cerpen ini, Gaby memerlukan waktu selama 1 hari untuk menggali ide, bertukar pikiran dan melakukan riset, dan 1 hari untuk menulis cerita. Ada beberapa tantangan yang Gaby alami selama menulis cerpen ini, adanya batasan jumlah kata (1000 kata) membuat Gaby harus cermat dalam memuat ide yang ingin disampaikan hanya di dalam 1000 kata.

Cerita berjudul “2117” milik Gaby tersebut berhasil meraih juara pertama dalam kompetisi “Our Ocean Short Story Writing Contest” dan mendapatkan hadiah laptop Apple MacBook Air. Lewat cerita pendek ini, Gaby berharap bahwa kita semua tidak hanya pasif melainkan juga ikut berperan aktif dalam melestarikan laut, dan berharap bahwa ceritanya tidak berhenti sampai disini, melainkan dapat terus memotivasi untuk terus memberikan dampak positif terhadap lingkungan. (luk/dit)

Teknik Sipil UK Petra Tanda Tangani Nota Kesepahaman dengan Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia
July 11, 2018

Menjadi seorang tenaga ahli yang tersertifikasi adalah harapan setiap orang. Dalam bidang konstruksi misalnya, di Indonesia terdapat Undang-Undang yang mengatur tentang Jasa Konstruksi No 18 tahun 1999. Selain itu juga ada Keppres (Keputusan Presiden) dan SK (Surat Keputusan) Menteri tentang Pengadaan Jasa Konstruksi. Sebagai seorang tenaga ahli yang resmi, perlu memiliki sertifikat keahlian tersebut. Dalam rangka memenuhi kebutuhan tersebut, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) menandatangani Nota kesepahaman dengan Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI). Nota kesepahaman ini ditanda tangani oleh Ir. Dradjat Hoedajanto, M.Eng, Ph.D., selaku ketua HAKI dan juga Dr. Rudy Setiawan, S.T., M.T., selaku Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan UK Petra pada 9 Juni 2018 di ruang rapat teknik sipil UK Petra. Penandatanganan ini merupakan perpanjangan dari nota kesepahaman sebelumnya yang telah ditandatangani pada tiga tahun yang lalu. “Tujuan dari nota kesepahaman ini adalah memfasilitasi mahasiswa untuk nanti menghadapi dunia kerja, mahasiswa perlu dilengkapi dengan kemampuan praktial di lapangan,” ungkap Dr. Daniel Tjandra, S.T., M.Eng., Ketua Program Studi Teknik Sipil UK Petra.

Melalui nota kesepahaman ini, mahasiswa teknik sipil berkesempatan menjadi anggota dari HAKI. Mahasiswa wajib mengikuti kelas kuliah umum selama satu semester. Pada mata kuliah umum ini, mahasiswa akan diajar oleh sebanyak 17 praktisi secara bergantian setiap pertemuan, empat diantaranya merupakan anggota HAKI. Pada 9 Juni 2018 merupakan kelas terakhir sebelum mahasiswa menghadapi Ujian Akhir Semester. Pada dua pertemuan terakhir ini mahasiswa berkesempatan mendapatkan pengajaran dari Ketua HAKI yaitu Ir. Dradjat Hoedajanto, M.Eng, Ph.D. Beliau menyampaikan materi mengenai kegagalan konstruksi yang bisa berasal dari berbagai macam sebab, baik bencana hingga malpraktik. “Kuncinya agar terhindar dari malpraktik adalah mengikuti kode etik yang sudah ada, tetapi di sisi lain seorang engineering juga harus mampu menyimpulkan suatu permasalahan walaupun tidak ada dalam text book,” ujar Dradjat.

Setelah mengikuti kuliah umum selama satu semester, mahasiswa diberikan pilihan untuk mengikuti magang selama satu semester. Mahasiswa yang telah mengikuti magang, secara otomatis dapat menjadi anggota HAKI. Setelah menjadi anggota HAKI inilah mahasiswa berhak mengikuti ujian sertifikasi keahlian. Keuntungan yang didapatkan dalam nota kesepahaman ini adalah mempermudah mahasiswa UK Petra untuk mengikuti ujian sertifikasi keahlian dalam waktu satu tahun. Pada umumnya, seorang engineer yang ingin mengikuti ujian sertifikasi keahlian harus memiliki minimal tiga tahun pengalaman di bidang konstruksi. “Dengan adanya kerja sama dengan HAKI ini, hanya dengan setahun, mahasiswa sudah bisa mengikuti ujian sertifikasi, karena setahun ini dianggap sebagai masa kerjanya,” Urai Daniel. (rut/padi)

Angkat Topik Religi, Petra Little Theatre Pentaskan “Going Home”
July 11, 2018

Kita tidak akan pernah tahu kapan waku kita di dunia akan habis. Namun ketika waktu itu tiba, apakah kita sudah siap? Bagaimana jika kita masih memiliki kewajiban di dunia ini? “Going Home”, gelaran pementasan teater oleh Petra Little Theatre (PLT) Universitas Kristen Petra (UK Petra), menceritakan kisah seorang ibu yang masih memiliki kewajiban yang belum dia selesaikan saat dia merasa  Tuhan akan menjemputnya. Pementasan ini dilaksanakan selama 4 hari berturut-turut mulai tanggal 6-9 Juni 2018 di Studio PLT Gedung B lantai 2 UK Petra, Surabaya.

Pementasan berdurasi 1 jam ini mengisahkan kehidupan sebuah keluarga yang terdiri dari ibu single-parent dan putrinya. Suryani, sang ibu, merupakan seorang Kristen yang taat. Bertolak belakang dengan ibunya, Renata, putrinya, merupakan seorang mahasiswa yang atheis. Suatu malam, Suryani bermimpi  diberitahu akan “kembali ke rumah Tuhan” dalam waktu tiga hari. Suryani merasa hidupnya sudah tak lama lagi. Keesokan harinya, Suryani berupaya keras melakukan kewajiban sekaligus impian terbesarnya sebelum “kembali ke rumah Tuhan” yaitu membawa Renata menjadi seorang Kristen.

Berbagai upaya dilakukan Suryani. Namun Renata bukannya makin sadar, tetapi  hubungan ibu dan anak itu makin menjauh. Renata melihat sang ibu tidak bisa mengaplikasikan cinta kasih Tuhan dalam kehidupan sehari-hari, di antaranya adalah tidak menyayangi Renata dan ayahnya ketika laki-laki itu masih hidup. Meski mengalami berbabagai pertengkaran, Suryani tak patah semangat untuk merealisasikan impiannya.

Hingga suatu saat, Suryani mendapat ide ekstrem membawa Renata mengenal Tuhan . Ia merencanakan sebuah perampokan yang dilakukan oleh seorang anggota majelis gereja yang dulu membuat Suryani memeluk agama Kristen, dengan harapan, ketika terdesak, Renata akan meminta pertolongan Tuhan. Akan tetapi tanpa diduga, malah terjadi perampokan sesungguhnya. Suryani sempat terluka dan karena itulah akhirnya Renata berdoa meminta pertolongan Tuhan. Singkat cerita, mereka selamat dan Suryani sadar bahwa mimpinya bukanlah pertanda kematiannya. Mimpinya bisa diartikan  bahwa Suryani akan ke rumah Tuhan, yaitu gereja dalam waktu 3 hari. Hal itu disadarinya ketika berbicara dengan Renata yang bersedia pergi ke gereja bersama di hari Minggu.

Pementasan yang apik ini merupakan karya keenam dari program New Play Development milik PLT. . Dita Berlian, sang penulis naskah pementasan ini, merupakan mahasiswa Program English for Creative Industry (ECI) angkatan 2015 yang sedang melakukan student exchange di Momoyama Gakuin University, Osaka, Jepang. Naskah yang pada awalnya merupakan hasil karya Dita dalam mata kuliah Playwriting ini mengambil dari pengalaman pribadinya. Dita melihat bahwa banyak orang-orang Kristen yang terlihat religius saat berada di gereja, namun melakukan hal yang bertolak belakang ketika sedang tidak di gereja. “Pada dasarnya salah satu fungsi teater adalah mengangkat isu yang layak diperhatikan dan memaparkan realita yang ada. Kami ingin mengajak orang berpikir kritis tanpa mendikte apa yang seharusnya mereka dapatkan dari pementasan ini. Sebab selain interpretasi setiap orang yang pasti berbeda-beda, kami percaya penonton sudah cukup dewasa dalam berpikir dan melakukan refleksi diri,” ujar Stefanny Irawan, S.S., M.A. selaku Managing Director PLT. Pementasan ini menuai banyak umpan balik yang positif, salah satunya adalah “I can relate to Renata about how she sees Christianity. Although I’m not a Christian myself, I do have a prejudice about it. This story opens a new perspective for me. Thank you. Nice job!” (luk/Aj

Dian Wulandari, Pustakawan Berprestasi 2018 Tingkat Kopertis VII
July 09, 2018

Universitas Kristen Petra (UK Petra) kembali berbangga! Kepala Perpustakaan UK Petra, Dian Wulandari, S.IIP berhasil meraih Juara 1 dalam kompetisi pustakawan berprestasi tingkat Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) wilayah VII pada bulan Maret 2018 yang lalu. “Saya tidak menargetkan apapun saat mengikuti kompetisi ini, saya hanya melakukan terbaik yang bisa saya lakukan untuk mengharumkan nama UK Petra hingga tingkat Nasional dengan penyertaan Tuhan Yesus”, urai Dian.

Bukan kali pertama Dian Wulandari atau biasa dipanggil Dian mengikuti kompetisi pustakawan berprestasi ini. Pada kompetisi Pustakawan Berprestasi kali ini, Dian mengangkat tema “Meningkatkan Minat Siswa Belajar STEM (Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika) melalui Science Film Festival (SFF)”. Hal ini dilatar belakangi pendidikan STEM yang masih belum memenuhi di kebanyakan sekolah-sekolah yang ada di Indonesia. “Saya melihat data dari sebuah badan riset yang menyatakan bahwa pendidikan STEM untuk anak-anak Indonesia masih rendah. Oleh karena itu, saya mengembangkan SFF menjadi tidak hanya menonton, tapi juga ada kegiatan-kegiatan seperti workshop dan lomba,” jelas perempuan yang memiliki hobi menulis ini. Sehingga dengan adanya sistem ini, anak akan belajar secara fun dan kreatif.

Kompetisi ini terdiri atas dua babak. Pada saat babak penyisihan, Dian harus mengumpulkan berbagai berkas seperti karya tulis yang pernah dimuat di media massa, karya unggulan (paper inovasi yang nantinya akan dipresentasikan pada babak selanjutnya yang merupakan hasil kinerja pustakawan yang telah dilakukan di perpustakaan), hasil kerja pengabdian masyarakat (abdimas), serta berkas yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi pustakawan dan di bidang administrasi. Pada tahap ini, Dian berhasil menyiapkan seluruh berkas yang dibutuhkan termasuk karya tulis unggulan dalam waktu hanya dua minggu. Tak sia-sia usahanya, akhirnya Dian berhasil maju ke babak selanjutnya.

Babak final yang digelar di Grand Whiz Hotel, Trawas, Mojokerto ini, Dian diminta untuk melakukan presentasi mengenai karya tulis unggulan yang telah dirancang sebelumnya. Disini, Dian menerangkan seluruh kinerja dan inovasi yang dilakukan untuk mengembangkan minat belajar siswa terhadap pendidikan STEM melalui cara belajar yang lebih inovatif yakni melalui SFF. Hasil presentasi Dian sangat memuaskan, karena berdasarkan penilaian tiga juri yang terdiri atas seorang Prof. Dr. Agustinus Ngadiman dari Universitas Widya Mandala dan dua pustakawan dari Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia di Jawa timur yakni Amirul Ulmun dari Universitas Surabaya (Ubaya) dan Munawaroh, S.S., M.Si dari STIE Perbanas, Dian berhasil mendapatkan peringkat pertama sebagai pustakawan berprestasi pada kompetisi ini.

Dari kompetisi ini, Dian merasa bangga karena dapat mengharumkan nama UK Petra di Jawa Timur. Tidak hanya di Jawa Timur, Dian akan maju mengikuti kompetisi tingkat Nasional pada bulan September 2018. Ketika ditanyai mengenai harapannya, Dian menjawab, “saya berharap agar teman-teman yang lain juga mencoba ikut dalam perlombaan-perlombaan seperti ini, sehingga nantinya dapat mengharumkan nama UK Petra dan tidak hanya itu tapi juga nama Tuhan.” (vka/Aj)

Mengembangkan Platform Pembelajaran yang Komplit
July 09, 2018

Laboratorium menjadi fasilitas penting untuk mendukung keberhasilan pembelajaran di suatu perguruan tinggi. Dampak yang diberikan laboratorium pada mahasiswa terkait erat dengan kualitas laboran yang menanganinya. Sejak tahun 2010, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi mulai menyelenggarakan pemilihan laboran berprestasi. Pemilihan ini dimaksudkan untuk memberi penghargaan dan pengakuan kepada Laboran yang mempunyai komitmen dalam pemikiran yang kreatif dan inovatif serta memberikan pelayanan prima pada mahasiswa. Pada tahun 2018 ini, Pemilihan Laboran Berprestasi Tingkat Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) wilayah VII dilaksanakan pada tanggal 27-29 Maret 2018 di Grand Whiz Hotel Trawas, Mojokerto. Erdimas Henryagit Siswoyo,S.Kom., Laboran di Pusat Komputer (Puskom) Universitas Kristen Petra (UK Petra) ditugaskan untuk mewakili universitas.

Melalui diskusi dengan rekan-rekan kerja di Puskom, Erdimas mengangkat 5 aplikasi Puskom untuk dipresentasikan, yaitu: 1) Aplikasi Operasional Lab Puskom; 2) Aplikasi Pengelolaan Penjadwalan Mahasiswa Paruh Waktu Puskom; 3) Aplikasi Kuesioner Puskom; 4) Aplikasi Digital Signage Puskom; dan 5) Lentera, Platform Elearning UK Petra. Kelima aplikasi ini awalnya dipresentasikan terlebih dahulu pada pimpinan universitas.

Lentera merupakan platform khas UK Petra yang membantu proses pembelajaran melalui metode elearning. Sistem pembelajaran konvensional melalui tatap muka secara langsung dinilai kurang fleksibel dan terbatas ruang dan waktu. Selain itu, metode ini kurang sesuai dengan perkembangan jaman dan teknologi. “Lentera hadir sebagai salah satu solusi untuk permasalahan tersebut. Dengan Lentera, kegiatan perkuliahan tidak lagi dibatasi tatap muka di ruang kelas, sehingga kegiatan mahasiswa serta dosen dengan mobilitas yang semakin tinggi tidak mengganggu perkuliahan”, urai Erdimas.

Kelas dalam Lentera ini sendiri terdiri dari dua macam yaitu resource dan activityResourceadalah kegiatan satu arah dari dosen ke mahasiswa seperti pemberian materi ajar pada mahasiswa dalam berbagai format. Sedangkan Activity adalah kegiatan dua arah dari dosen ke mahasiswa dengan umpan balik dari mahasiswa ke dosen, misalnya kuis, tugas, survey, bahkan melakukan konferensi daring. Keunggulan lain dari Lentera adalah membantu mengelola materi dan nilai secara dengan menggunakan sistem yang tidak memerlukan dosen untuk memasukkan secara manual materi atau nilai yang sudah ada di sistem. Keringkasan sistem ini dimungkinkan karena adanya proses sinkronisasi dengan data-data dari biro-biro yang terkait. Dampak positif dari Lentera bisa dilihat dari semakin banyaknya pemakaian platform ini. Tercatat pada tahun 2015, total kunjung situs lentera adalah 210 ribu kali, angka ini berlipat ganda pada tahun 2017 yang tercatat Lentera dikunjungi 408 ribu kali.

Hasil karya tulis Erdimas melalui serangkaian tahap penilaian oleh panitia tingkat Kopertis VII. Tahap pertama adalah penilaian dokumen yang dilanjutkan tahap desk evaluation dengan tiga komponen nilai yaitu pendidikan, integritas dan kepribadian, dan Karya Prestasi Unggulan. Dari tahap kedua ini menyisihkan 10 orang finalis untuk mengikuti penilaian tahap akhir. Pada tahap akhir, penilaian akhir didasarkan pada materi presentasi, penyajian dan tanya-jawab, serta diskusi kelompok. Hasil dari penilaian tahap akhir memutuskan Erdimas keluar sebagai Juara III dan akan mewakili Kopertis VII pada pemilihan tingkat nasional di bulan Oktober 2018. Erdimas menyampaikan harapannya terkait lentera, ia mengatakan “Harapan kedepannya, Lentera dapat menjadi media pembelajaran atau perkuliahan yang up to date secara teknologi, dan dapat melayani kebutuhan seluruh mahasiswa dan dosen UK Petra”. (noel/Aj)

UK Petra Berbagi Mengenai Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME)
July 06, 2018

Sejumlah 26 orang dosen dari kampus Institut Teknologi Del dengan semangat dan antusias mengikuti Lokakarya Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) yang dibawakan oleh Universitas Kristen Petra (UK Petra) Surabaya. SPME selama tiga hari berturut-turut mulai tanggal 28-30 Juni 2018 tersebut digelar di Kampus Institut Teknologi Del, Kabupaten Toba Samosir. “Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami, khususnya dalam memberi kami persiapan untuk melakukan akreditasi dan reakreditasi dari tiga Program Studi yang kami miliki”, ungkap Dr. Arlinta C. Barus, S.T., M.INFOTECH selaku Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IT Del.

Kegiatan ini merupakan implementasi dari Program Asuh Perguruan Tinggi Unggul Tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melalui Direktorat Penjaminan Mutu Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan. Program ini diterima UK Petra bersama 28 perguruan tinggi terpilih lainnya pada bulan April 2018 yang lalu. Lokakarya ini mendatangkan dua pembicara yaitu Drs. Heri Saptono W, M.Si., seorang dosen Program Studi Teknik Elektro UK Petra, yang menjabat sebagai Kepala Bidang Akreditasi UK Petra. Sedangkan pembicara kedua adalah Ir. Hanny Hosiana Tumbelaka,M.Sc., Ph.D., seorang dosen Program Studi Teknik Elektro UK Petra dan asesor BAN PT berpengalaman.

Kedua pembicara ini menitikberatkan penyampaian materi SPME dan akreditasi mulai dari siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, Peningkatan Standar), hingga bagaimana membuat laporan. Para pembicara ini selain mengajak diskusi para peserta berdasarkan studi kasus yang terjadi juga mengajak para peserta untuk menyiapkan kebutuhan akreditasi dengan maksimal agar hasil yang diperoleh pun juga maksimal. “Aktivitas persiapan akreditasi ini tidak bisa dilakukan hanya dalam enam bulan sebelum masa akreditasi habis akan tetapi harus dimulai sejak lama paling tidak empat tahun sebelumnya. Sebab persiapannya sangat banyak mulai dari survey, monitoring dan lain-lain.”, urai Drs. Heri Saptono W, M.Si.

UK Petra sendiri pada tahun 2018 ini mengasuh tiga perguruan tinggi yaitu Universitas Kristen Wira Wacana, Sumba Timur-NTT, Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum, Jombang-Jatim, dan Institut Teknologi Del, Toba Samosir-Sumatera Utara. Ada banyak kegiatan yang dilakukan untuk Program PT Asuh ini di antaranya Koordinasi Kegiatan Program PT Asuh, Lokakarya Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), Lokakarya Audit Mutu Internal (AMI), dan Lokakarya Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME).

“Sesuai instruksi Kemenristekdikti, UK Petra harus melakukan sharing best practice sekaligus membangun budaya mutu. Maka dari itu UK Petra tak hanya fokus pada perbaikan program studi PT Asuhan yang mendapat akreditasi nilai C saja akan tetapi pembenahan manajemen mutunya meliputi komitmen terhadap mutu, pengembangan sistem penjaminan mutu hingga penyediaan auditor mutu internal.”, tutup Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UK Petra, Dr. Dra. Gan Shu San, M.Sc. (Aj/padi)

Melangkah Bersama Dalam Satu Tim
July 05, 2018

Lagu berjudul “Glorify Thy Name” membuka kebaktian pelantikan pejabat Universitas Kristen Petra (UK Petra) periode 2017-2021 pada hari Selasa, 03 Juli 2018 mulai pukul 10.00 WIB. Adapun yang dilantik kali ini adalah Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Wakil Dekan, Ketua Program Studi, Kepala Biro, Kepala Pusat Karir (Puskar) dan Kepala Pusat Konseling dan Pengembangan Pribadi (PKPP). “Saya percaya tanggung jawab baru yang sudah didoakan dan akan dijalani merupakan kesempatan dan kehormatan untuk menjadi rekan sekerja Allah dalam mewujudkan rencanaNya melalui UK Petra”, urai Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng. dalam sambutannya.

Pelantikan di Ruang Teater Gedung P2, lantai 3 kampus UK Petra ini digelar secara sederhana namun penuh makna. Kepala Pusat Kerohanian UK Petra, Samuel Sugiharto, S.Th., M.Th., mengajak seluruh tamu undangan untuk merenungi tiga ayat Alkitab yang secara garis besar bicara mengenai “Penjala Manusia” yaitu diambil dari Matius 4:18-20, Yohanes 1:35-42 dan Lukas 5:1-11. Menerima panggilan dari Tuhan bukan sekedar sebuah kebetulan atau giliran. Sebab panggilan ini bukan karena tidak ada orang lagi. Sama seperti waktu Tuhan mencari Petrus, Yohanes, Andreas dan Simon. Tuhan sengaja memilih mereka.

Tuhan dengan kuasanya bisa saja memilih orang lain untuk menjadi pengikutNya, akan tetapi Tuhan sengaja mencari dan memanggil kita untuk ambil bagian dalam pekerjaanNya. Lalu bagaimana respon kita mendengar panggilan itu? “Saya yakin jika Tuhan memanggil pelayanan ini maka Tuhan sedang bekerja dan berkarya di UK Petra. Tuhan memakai UK Petra menjadi berkat buat orang lain dan meminta kita untuk ikut serta. Biarkanlah perasaan takut, berbagai macam tuntutan, dan tidak tahu apa yang akan terjadi di masa yang akan datang diserahkan pada Tuhan saja. Karena Tuhanlah yang akan menguatkan untuk kita semua melangkah maju”, urai Samuel Sugiharto, S.Th., M.Th.

Pelantikan dilakukan langsung oleh Rektor UK Petra, Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng., yang ditandai dengan penandatanganan berita acara pelantikan. Bersamaan dengan ini juga dilakukan serah terima jabatan dari pejabat lama kepada pejabat yang baru. Rektor UK Petra mengungkapkan dalam sambutannya, bahwa tantangan yang akan kita hadapi di era distruptif ini sangat besar. Teknologi informasi yang berkembang sangat pesat merubah sendi-sendi kehidupan termasuk Pendidikan Tinggi. Persaingannya juga semakin ketat. Jangan kuatir, tetaplah mengutamakan Tuhan. “Puji Tuhan kita dapat melakukan acara pelantikan ini meskipun persiapannya sangat terbatas. Saya mengajak kita semua dan khususnya rekan-rekan pejabat yang baru dilantik untuk mengutamakan Tuhan dan taatlah pada FirmanNya dalam menjalankan tugas. Mari kita melangkah bersama sebagai satu tim, bekerja keras secara cerdas demi kemuliaan Tuhan”, tutup Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng. (Aj/padi/rektor)

Belajar Konsultasi dengan Klien melalui Service Learning
July 05, 2018

Salah satu metode pembelajaran yang unik di Universitas Kristen (UK) Petra adalah Service Learning (SL), dimana dalam SL, mahasiswa melayani dan memecahkan persoalan-persoalan yang ditemui di masyarakat. Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) UK Petra bekerjasama dengan Small Medium Enterprise Bogasari Baking Center Development (SME BBCD) menerapkan metode SL dalam mata kuliah Desain Kemasan dimana para mahasiswa diminta membantu mengembangkan bisnis pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Pada 6 Juni 2018, 17 karya mahasiswa SL tersebut dipamerkan di gedung P lantai 1. Salah satu karya SL  mahasiswa yang akan diimplementasikan oleh pelaku UMKM adalah karya Ivanajayadi atau yang akrab dipanggil Ivana. Ivana membantu Ibu Anik Wahyuningsih yang bergerak di bidang makanan ringan kacang goreng. Ibu Anik memiliki satu merek kacang goreng tepung yang telah masuk gerai retail modern dan berencana membuat satu varian rasa baru dengan menyasar segmen remaja. Tugas Ivana adalah membuat desain kemasan merek baru tersebut.

Selama satu setengah bulan, Ivana merancang konsep dan mendesain merek ‘Finuts’ yang merupakan singkatan dari Funny Nuts (kacang lucu). Desain kemasan merek ini menggambarkan satu karakter kacang dengan gaya kartun yang lucu. Tidak hanya terbatas mendesain kemasan, Ivana juga merancang materi grafis untuk akun media sosial Finuts. Ibu Anik mengapresiasi Ivana, ujarnya “Ivana mengerti apa yang saya perlukan, dia tekun merancang dengan memperhatikan segala aspek  yang berhubungan dengan usaha kacang ini”.

Ivana dalam kesempatan wawancara berkata, “SL ini memberikan latihan yang berguna untuk seorang calon desainer dan memberikan bekal persiapan untuk masuk dunia kerja”. Umi Sri Wulandari dari SME BBCD mengungkapkan SL UK Petra sangat berguna untuk pembinaan UMKM yang dilaksanakan. Menurutnya, kegiatan SL yang sudah tiga kali dilaksanakan dinilai lebih unggul dibandingkan dengan agensi periklanan yang ditugaskan untuk membantu UMKM binaan Bogasari, “SL lebih bermanfaat karena dalam prosesnya, ada diskusi mendalam pengenalan usaha dan produk pemilik merek, dan memberikan pilihan-pilihan perluasan usaha milik klien, sedangkan agensi cenderung terbatas melakukan sesuai dengan pesanan”. (noel/dit)

BEM UK Petra Gandeng KPU Kota Surabaya Sosialisasi Pilkada Jatim 2018
July 05, 2018

“Karena pemilu bukan seperti melempar dadu, kita semua menentukan nasib masa depan”, itulah pesan video yang diputar dalam talkshow bertajuk Suaraku untuk Masa Depan Bangsaku yang dilaksanakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Kristen Petra (UK Petra) bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya. Talkshow sosialisasi terkait Pilkada Jatim 2018 ini menghadirkan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya, Nur Syamsi, S.Pd., ini dilaksanakan pada hari Jumat, 8 Juni 2018 di Gedung T ruang AVT. 503 UK Petra.

Tanggal 27 Juni 2018 yang akan datang, Provinsi Jawa Timur melaksanakan pesta demokrasi pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur, serta pemilihan Walikota-Wakil Walikota, dan Bupati-Wakil Bupati dibeberapa Kabupaten-Kota diwilayah Jawa Timur. Memilih calon pemimpin yang tepat untuk memimpin selama lima tahun ke depan, perlu adanya peran aktif dari masyarakat, salah satunya dengan cara tidak menjadi pemilih golongan putih (golput). Mahasiswa sebagai generasi muda juga turut menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan pesta demokrasi ini. menyelenggarakan.

Di UK Petra sendiri jumlah mahasiswa yang berasal dari berbagai kota di wilayah Provinsi Jawa Timur (Jatim) non-Surabaya dan Sidoarjo terdapat sekitar 1.000 orang mahasiswa, selain itu beberapa di antaranya merupakan pemilih yang baru saja mendapatkan hak pilihnya pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 ini. Akan tetapi, belum seluruh dari mahasiswa ini benar-benar memiliki kesadaran akan pentingnya penggunaan hak suaranya dalam kehidupan demokrasi lewat agenda pesta demokrasi ini. “Saat ini isu yang ada adalah masih banyak masyarakat khususnya mahasiswa yang bersikap apatis, dengan adanya kegiatan ini harapannya sebagai mahasiswa dapat berperan aktif menyukseskan pilkada 2018 ini,” urai Richard Cahya, selaku ketua kegiatan ini.

Talkshow yang dimoderatori oleh Fanny Lesmana, S.Sos., M.Med.Kom. menghadirkan Ketua KPU Surabaya, Nur Syamsi, S.Pd., sebagai pembicara. Pilkada serentak ketiga ini dilaksanakan oleh satu provinsi dan 18 kabupaten atau kota. Salah satu kendala yang menyebabkan rendahnya tingkat partisipasi masyarakat adalah saat pelaksanaan pemilihan umum tidak berada di daerah asalnya. Seperti dalam pilkada Jatim ini, KPU Surabaya memfasilitasi pemilih yang merupakan penduduk Jawa timur non-Surabaya, yang pada saat pelaksanaan berada di Surabaya dengan cara mengurus surat pindah memilih atau formulir model A-5. Formulir A-5 ini bisa didapatkan dari Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang ada di kelurahan atau desa, Tempat Pemungutan Suara (TPS) awal yang memuat nama pemilih. Pemilih wajib menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) kepada petugas PPS, kemudian petugas akan memeriksa apakah nama pemilih tercatat sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT). Setelah itu, pemilih menyerahkan formulir A-5 ke kelurahan yang dituju, nantinya akan diarahkan ke TPS tujuan.

Selain sosialisasi, juga dilaksanakan simulasi tata cara coblos oleh Relawan Demokrasi Pilgub Jatim 2018. Dalam simulasi ini, awalnya peserta diberi pengetahuan dasar saat memilih kemudian memeriksa kertas suara hingga cara mencoblos yang tepat supaya suaranya dianggap sah. Beberapa peserta juga berkesempatan mempraktikkan kegiatan pemungutan suara secara langsung. “Saya berterimakasih kepada UK Petra yang telah memberikan kesempatan bagi kami untuk melakukan tugas kami untuk meningkatkan partisipasi pemilih dalam Pemilu, juga dalam hal meningkatkan rasionalitas politik masyarakat melalui sosialisasi Pemilu ini,” ungkap Nur Syamsi, S.Pd. (rut/Aj)

Mengenalkan Industri Perhotelan sejak Dini
July 05, 2018

Meningkatnya bisnis di industri bidang hospitality menimbulkan kebutuhan atas tenaga profesional yang memiliki kompetensi spesifik di bidangnya. Program Manajemen Perhotelan UK Petra hadir dan menghasilkan profesional dalam bidang hospitality yang memiliki keahlian manajerial hotel. Sebagai upaya untuk memperkenalkan dan memberikan pendidikan dini bagi siswa SMA mengenai industri yang senantiasa berkembang ini, digelarlah Petra Hospitality Student Seminar and Competition (PHOSSC). Acara yang mengangkat tema “Hospitality on Board: Your Future Starts Here” ini dilaksanakan pada tanggal 4-5 Juni 2018 di Hotel Ibis Styles Jemursari, Surabaya.

Konsep acara yang berupa kompetisi dan seminar ini menghadirkan sebanyak 27 siswa berbagai SMA di Surabaya. Acara dibuka dengan seminar bertajuk “This is Where You Start”, menghadirkan dua orang alumnus Manajemen Perhotelan UK Petra, yaitu: Glen M. Soetanto, S.E., M.Com., pemilik rantai toko Kampoeng Roti; dan Robin Wibowo, Director of Human Resources Department (HRD) di JW Marriott Jakarta. Kedua narasumber ini membagikan pengalaman dan kisah sukses mereka dari dua perspektif spesifik perhotelan, yaitu: bisnis food and beverages (makanan dan minuman), serta profesional dalam lingkup korporat hotel.

Glen membagikan pengalamannya yang unik yaitu saat masih kuliah, ia menyadari passionyang dimiliki adalah berbisnis bakery. Walau pun demikian, keberhasilan yang didapatkan saat ini tetap dilihatnya sebagai hasil dari proses belajar yang dilakukan. Robin, di sisi yang lain, melihat perkuliahan yang dijalani memberikannya bekal berupa sikap dan pemahaman yang sangat berguna ketika meniti karir di bidang perhotelan. Secara garis besar, kedua narasumber menyampaikan bahwa bisnis dan karir di industri hospitality adalah sangat menjanjikan, tetapi yang menggeluti harus bisa mengatasi tantangan dan kesulitan yang ada. Dalam sesi tanya jawab muncul pertanyaan mengenai manakah yang lebih penting antara attitude (sikap) versus skill (keahlian). Dari kacamata pemilik bisnis, Glen menanggapinya dengan lebih memilih sikap yang baik, “Lebih baik memilih (orang dengan) attitude, karena skill bisa dilatih”. Robin memandang paradigma ini dari kacamata HRD dimana setiap orang memiliki karakteristik yang berbeda, “The right man at the right place. Skill dan sikap tertentu bisa membuat orang berhasil di posisi yang tepat”.

Seusai seminar, peserta mengikuti kompetisi dalam bentuk studi kasus yang terjadi sehari-hari di industri perhotelan bertajuk “Look Good, be Good, and be Professional”. Peserta mengambil undian untuk menentukan kasus yang diangkat dari kegiatan dalam jabatan café managerbartender, manager front officegeneral managerhousekeeping manager, duty manager, restaurant manager, dan waitress. Di hari kedua, kompetisi dilanjutkan dengan rangkaian permainan simulasi keterampilan industri hospitality, yaitu: Food & BeveragesTable Set-UpBar, & Front Office serta Folding Art. Rangkaian acara PHOSSC ditutup dengan jamuan makan malam eksklusif yang disediakan oleh Restoran Rood en Wit di lantai 2 gedung Ferry Teguh Santosa. (noel/Aj)

Ajak Mahasiswa dan Praktisi Komunikasi Tidak Lagi Apatis
July 05, 2018

Dalam rangka Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 27 Juni 2018 serta Pemilihan Umum (Pemilu) pada 2019 mendatang, komunikasi politik dan personal branding menjadi sangat diperlukan. Mahasiswa sebagai salah satu insan komunikasi juga diharapkan dapat turut menciptakan atmosfer politik yang sehat dengan memiliki sikap kritis dan tanggung jawab. Bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-17, Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Kristen Petra (UK Petra) menyelenggarakan Talkshow and Proactive Class: Brace the Movement. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 17 Mei 2018 di Auditorium UK Petra dan bertujuan untuk mengajak mahasiswa serta praktisi komunikasi untuk tidak bersikap apatis terhadap politik.

Hadir sebagai narasumber Fajar A. Isnugroho, komisioner Komite Penyiaran Indonesia (KPI) pusat periode 2013-2016, Silih A. Wasesa, S.Psi., M.Si., konsultan komunikasi, Johan Budi Sapto Pribowo, Juru Bicara Kepresidenan, Alfito Deannova Gintings, Direktur CNN Indonesia, Gatut Priyowidodo, M.Si., Ph.D., dosen Prodi Ilkom UK Petra serta moderator Fanny Lesmana, S.Sos., Med.Kom., selaku dosen Prodi Ilkom UK Petra. Rektor UK Petra, Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng. dalam sambutannya memberi penekanan pentingnya komunikasi sebagai alat, “Komunikasi punya peran yang luar biasa untuk membangun atau menghancurkan, semoga pembahasan yang didapatkan di hari ini bisa dipakai untuk membangun,” katanya.

Alfito membahas tentang peran pelaku komunikasi dalam kehidupan demokrasi. Alfito memaparkan sudut pandang media massa, dimana saat ini opini politik dibentuk melalui saluran-saluran komunikasi informal seperti media sosial (medsos). Media sosial adalah saluran informal favorit saat ini karena kemudahannya terkoneksi dan mengkoneksikan orang. Medsos perlu dipahami memiliki karakteristik partisan dan subyektif. Alfito juga memaparkan permasalahan yang dialami oleh insan pers, dimana jurnalis mengalami tekanan dalam bentuk preferensi pemberitaan oleh pemilik media, dan wartawan yang tidak obyektif dalam pemberitaan. Menurutnya kedua permasalahan ini membuat media massa kehilangan keunggulannya atas medsos, “Ketika media konvensional tidak lagi di jalannya, maka publik akan berlari ke medsos”.

Paparan Alfito ditanggapi Fajar dalam kacamata KPI sebagai badan pemantau kegiatan media konvensional. Fajar melihat tekanan yang sama yang dialami pers ketika menjaga kenetralan, contohnya saat Pemilu 2014, beberapa media televisi dimanfaatkan sebagai alat politik oleh pemiliknya. Gatut menyampaikan sudut pandang akademisi terkait hal ini, dimana media selalu memegang peranan penting dalam demokrasi karena media adalah pilar keempat demokrasi selain ketiga pilar yang lain: eksekutif, legislatif dan yudikatif.

Johan Budi, yang sempat berkarir sebagai wartawan media konvensional, menyampaikan perubahan-perubahan yang terjadi cenderung mengarah ke keunggulan medsos. Ada kekhawatiran bahwa media konvensional justru mengambil sumber pemberitaan dari medsos, apabila demikian yang terjadi maka pencipta opini publik bukan lagi media konvensional. Menyambung yang dikemukakan Gatut sebelumnya mengenai media konvensional sebagai pilar keempat demokrasi, Johan mengatakan “Saat ini media sosial sudah menjadi pilar kelima demokrasi,” menekankan pentingnya peran media sosial.

Alfito berpendapat saat ini komunikasi memanfaatkan sentimen emosi cenderung mendapatkan respons dari penerimanya. Searah dengan pemikiran ini, Silih menambahkan pengalamannya sewaktu menjadi anggota tim kampanye Presiden Jokowi yang mampu mengkomunikasikan pesannya dengan baik tanpa membutuhkan biaya yang besar karena bisa memahami emosi publik. Menurut Silih, “Kalau emosi sudah didapatkan, maka tidak perlu terlalu banyak sumberdaya untuk berkomunikasi”.

Elizabeth Glory, ketua panitia acara menerangkan makna dari Brace the Movement. “Tajuk ini mengajak mahasiswa untuk aktif membangun komunitas yang positif, bersikap proaktif dan kritis dalam menyikapi derasnya komunikasi,” katanya. (noel/dit)

Tingkatkan Kepedulian Terhadap Kanker Payudara Melalui “Nggak Cuma Oktober”
July 03, 2018

Bulan peduli kanker payudara biasanya diperingati setiap bulan Oktober, tetapi para mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Kristen Petra (UK Petra) menggelar kampanye Breast Cancer Awarness bertajuk “Nggak Cuma Oktober”. Gelaran ini merupakan bagian dari Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Kampanye Relasi Publik. Sub-tema yang diangkat adalah “Pink Warriors”, tema ini dipilih karena menggambarkan tentang bagaimana perjuangan setiap orang yang harus melawan kemungkinan menjadi penderita kanker payudara.

Berbagai rangkaian kegiatan dilaksanakan untuk memeriahkan kampanye ini, diantaranya adalah pameran, permainan, talkshow, hingga pemeriksaan gratis. Rangkaian kegiatan ini dilaksanakan pada 4-8 Juni 2018 di atrium gedung Radius Prawiro UK Petra. Seluruh rangkaian kegiatan yang digelar bertujuan untuk mengedukasi dan meningkatkan kepedulian serta kesadaran civitas akademika UK Petra serta masyarakat sekitar kampus. Permainan yang dihadirkan adalah ular tangga raksasa dan pink choice game, dalam permainan ular tangga ini berisi informasi mengenai bahaya kanker payudara dan cara penanganannya, sementara pink choice game memberikan edukasi mengenai cara pencegahan dan langkah yang harus diambil ketika menemukan gejala kanker payudara. “Pameran ini terdiri dari beberapa booth, baik mading dan juga permainan-permainan ini. Setiap booth ini merupakan hasil karya masing-masing kelompok dari dua kelas mata kuliah kampanye relasi publik.,” ujar Vita Monica, S.Sos., M.Med.Kom., salah satu dosen pengampu mata kuliah kampanye relasi publik.

Selain booth permainan, terdapat booth mading, breastery, dan juga display figure. Mading berisikan informasi tentang pencegahan dini kanker payudara dengan visualisasi yang menarik. Untuk booth breastery (breast and mistery), dihadirkan dalam bentuk bra yang didalamnya terdapat visualisasi payudara dan berisikan informasi mengenai fakta, mitos kanker payudara, serta cara melakukan sadari (periksa payudara sendiri). Booth display figure terdiri dari beberapa pakaian manusia dengan cermin di bagian kepala berisikan info tentang gejala-gejala kanker payudara dengan penjelasan di sisi-sisi figur. Ilustrasi figur ini bertujuan agar pengunjung dapat lebih aware bahwa kanker payudara dapat menyerang siapa saja tanpa memandang status dan usia.

Pada Rabu, 6 Juni 2018, bekerja sama dengan Rumah Sakit Siloam Surabaya dilaksanakan talkshow dan pemeriksaan gratis. Talkshow ini menghadirkan dua orang pembicara yaitu Prof. Dr. Ami Ashariati,dr.SpPD-KHOM., seorang dokter ahli hematologi dari Rumah Sakit Siloam. Pembicara berikutnya adalah seorang survivor kanker payudara bernama Citra Kwanda. Citra membagikan pengalamannya sebagai seorang survivor kanker payudara, hingga dirinya dinyatakan bebas dari kanker payudara pada tahun 2013 lalu. “Ada dua hal yang Tuhan mau ajarkan bagi saya melalui semua yang telah saya alami. Pertama, Tuhan ajarkan untuk saya berserah ikut dalam prosesnya Tuhan, jika saya melawan proses yang Tuhan ijinkan, itu membuat saya semakin sakit. Yang kedua, saya diingatkan Tuhan untuk mengucap syukur, disaat saya mengucap syukur justru saat itulah semangat saya bisa ada,” ungkap wanita yang juga seorang aktivis Malaikat Tanpa Sayap ini.

Setelah talkshow, sebanyak kurang lebih 40 orang mengikuti pemeriksaan gratis yang dilakukan oleh dokter Rumah Sakit Siloam Surabaya, yaitu dr. Jenny dan dr. Tjoa Ellen Theodora Tjondro. (rut/Aj)