Connect with us
  • b
  • a
  • x
A CARING AND GLOBAL UNIVERSITY
WITH COMMITMENT TO CHRISTIAN VALUES

Berita

Mengajak anak-anak SMA berkenalan dengan PIBAC
August 22, 2019

Program International Business Accounting (IBAcc) Universitas Kristen Petra (UK Petra) menggelar Petra International Business Accounting Competition (PIBAC) bertemakan “Olympus: Triumph Of Victory” dalam rangka ingin mengilustrasikan bahwa mencari, mendapatkan, menjalankan serta mempertahankan pekerjaan akan menjadi sebuah petualangan yang penuh dengan tantangan. Dilaksanakan pada 24 - 26 Juli 2019 di UK Petra dan East Coast Center Area Mall Surabaya. 

“Saat ini menjadi tahun pertama PIBAC diadakan diluar lingkungan kampus dan kita juga memperluas sekolah yang diundang. Harapan kami, lebih banyak siswa SMA yang mengenal PIBAC. Tahun ini diikuti kurang lebih 10 SMA di Surabaya.,” ungkap Ericka Tanoyo selaku ketua panitia PIBAC 2019.

Acara dimulai dengan briefing dan technical meeting pada hari pertama, dimana peserta mendapatkan presentasi study case yang merupakan materi dasar selama berlangsungnya rangkaian acara. Kemudian pada hari kedua dilaksanakan  rally games yang menguji ketangkasan, hardskill, softskill, serta teamwork para peserta dengan memainkan sebanyak 11 permainan. 

Kemudian pada hari ketiga merupakan final presentation, dimana babak presentasi ini berbasis bahasa inggris dengan materi berupa innovative business plan. Di dalam babak ini, setiap kelompok diwajibkan untuk menggunakan konsep-konsep ekonomi dasar dalam mendukung penjelasan mereka saat menjual ide bisnis inovatif mereka kepada para juri. 

SMA Kristen Petra 2, Surabaya meraih Juara I dalam kompetisi ini, sementara SMA Kristen Petra 1, Surabaya meraih Juara II, dan SMA Katolik St. Louis 1, Surabaya meraih Juara III. “Acaranya seru, kita dapat lebih mengerti soal Akuntansi yang belum pernah diajarkan, selain itu juga dapat melatih speaking bahasa inggris kita,” ujar Zevana Zavira dari SMA Kristen Petra 4, Sidoarjo. (mgn/Aj)

 

Dari Alumni Untuk Teknik Sipil UK Petra
August 22, 2019

Dua alumni Teknik Sipil UK Petra, Prof. Ir. Benjamin Lumantarna, M.Eng., Ph.D. dan Ir. Gideon Hadi Kusuma, M.Eng., melalui CV Benjamin Gideon and Associates dan Everbest G & I Pty. Ltd., memberikan beasiswa dan penghargaan untuk beberapa mahasiswa aktif Program Studi Teknik Sipil Universitas Kristen Petra (UK Petra).

Beasiswa dan penghargaan ini di berikan berbarengan dengan sarasehan orang tua mahasiswa baru Teknik Sipil angkatan 2019/2020 pada 20 Juli 2019 di Auditorium UK Petra. “Ini merupakan kontribusi dari alumni Teknik Sipil yang telah berkiprah untuk para mahasiswa dan almamater,” ujar Dr. Daniel Tjandra, S.T., M.Eng., Ketua Program Studi Teknik Sipil UK Petra.

Beasiswa dari CV Benjamin Gideon and Associates diberikan kepada mahasiswa yang memiliki ekonomi terbatas dengan syarat memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3.00 dan mengambil minimal 18 sks pada kedua semester pada tahun berjalan. Beasiswa ini diberikan kepada empat orang mahasiswa dari masing-masing angkatan, namun kali ini hanya satu orang yang memenuhi syarat untuk menerima beasiswa ini.

Sedangkan untuk penghargaan terbagi menjadi dua jenis, Award I diperuntukan bagi mahasiswa di masa studi tahun awal hingga tahun kedua yang meraih IPK tertinggi di masing-masing angkatan, sementara Award II diperuntukan bagi mahasiswa di masa studi tahun ketiga yang meraih IPK tertinggi dan memiliki SKKK >200.

Beasiswa diberikan dalam bentuk USPP sebesar Rp 10.000.000,-, sedangkan penghargaan diberikan dalam bentuk uang tunai, Award I sebesar Rp 10.000.000,-, dan Award II sebesar Rp 5.000.000,-. “Program Studi berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut, dan alumni yang  lain dapat berkontribusi untuk almamater, juga para mahasiswa dapat terus berkompetisi untuk meraih yang terbaik” ungkap Daniel. (rut/dit)

 

Mahasiswi Desain Interior Raih Juara III Desain Ruangan Gaming
August 09, 2019

Evania Tjandra Kosasih, mahasiswi Program Studi Desain Interior Universitas Kristen Petra (UK Petra) berhasil menorehkan prestasi juara 3 dalam kompetisi Desain Interior bertema “My Dream Space with Ryzen & MSI”. Kompetisi ini diselenggarakan oleh dua perusahaan yang bergerak di bidang komputer yaitu AMD (Advanced Micro Devices, Inc) dan MSI (Micro-Star International).

Kompetisi yang terbuka bagi semua kaangan dan segala usia ini, berlangsung secara online melalui facebook dan instagram penyelenggara. Mulai dari pendaftaran, pengumpulan karya, hingga pengumuman pemenang. Para peserta diminta membuat desain interior ruangan impian mereka sendiri lengkap dengan peralatan komputernya. Misalkan peserta yang suka game, maka ia diminta membuat kamar impiannya. “Saya membuat ruangan gaming yang terkesan private karena tidak bergabung dengan ruangan lainnya, serta dengan desain interior yang mendukung. Letaknya pun tidak langsung terlihat, saya membuatnya tersembunyi yaitu seakan-akan berada di dalam lemari pakaian,” ungkap mahasiswi semester 8 ini.

Gadis berambut pendek ini mengaku, selama proses pembuatan ia banyak mendapat masukan dari adiknya yang juga merupakan seorang gamers. Proses pembuatan karyanya memerlukan waktu sekitar satu minggu, mulai dari menentukan konsep, menggambar sketsa, membuat model 3D, hingga proses rendering. Peserta juga diminta membuat deskripsi dari desain yang harus disertakan saat pengumpulan karya secara online maksimal pada 2 Juni 2019.

Empat orang pemenang diumumkan pada 5 Juli 2019, sebagai peraih Juara III, Evania mendapatkan hadiah berupa bagian dari komputer yaitu Ryzen 5 2600X + Motherboard MSI B450 TOMAHAWK. “Melalui kompetisi ini saya bisa tahu bagaimana untuk membuat desain yang menarik, detail, dan representatif. Selain itu, memotivasi diri saya sendiri untuk tidak takut mencoba dan selalu melakukan yang terbaik,” tutupnya. (rut/Aj)

Pentingnya Peran Orang Tua Dalam Mendampingi Remaja Millenials
August 09, 2019

Pusat Konseling dan Pengembangan Pribadi (PKPP) Universitas Kristen Petra  (UK Petra) berkerja sama dengan Pusat Kerohanian (Pusroh) UK Petra, menggelar seminar bertajuk “Peran Keluarga Dalam Mendampingi Remaja Millenial”. Seminar ini dilaksanakan pada 5 Juli 2019 di ruang konferensi satu, dan diikuti oleh sekitar 67 dosen dan pegawai. “Acara ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan teman-teman dosen dan pegawai tentang bagaimana mendidik anak-anaknya yang remaja, selain itu juga memiliki bekal dan dapat diterapkan,” ujar Paulina Raras R.,S.Psi sebagai penanggung jawab acara.

Seminar yang terbagi dalam dua sesi ini menghadirkan Pendeta (Pdt) Marojahan Sintong Sijabat, M. Th. sebagai pembicara. Menurut Pdt. Marojahan, peran keluarga terutama orang tua sangat penting dalam mendampingi remaja, baik generasi z atau generasi millenial. Hingga saat peran orang tua mendampingi anak untuk memilih teman hidup. Diharapkan anak-anak dapat tumbuh dewasa sesuai dengan kebenaran firman Tuhan.

“Kegiatan ini sangat berguna, karena menggugah orang tua untuk berani mengambil keputusan dalam mendahulukan keluarga dan anak-anaknya. Sebagai orang tua, tanggung jawab terbesar adalah menghantar anak kita ke jalan hidup yang benar,” ungkap Dra. Monica Ida Uniati, M.M, peserta dan dosen program studi Manajemen Kepariwisataan yang mengikuti acara ini hingga akhir. (mgn/dit)

Rektor dan Dekan FBE Mengikuti Summer Institute on Leadership di Harvard University
August 05, 2019

Selama tiga minggu mulai 08-26 Juli 2019, Rektor UK Petra, Prof. Dr. Djwantoro Hardjito, dan Dekan Fakultas Bisnis dan Ekonomi, Ricky, S.E., MRE., Ed.D., mendapatkan kesempatan mengikuti Intensive Summer Institute on Leadership di Harvard University, Boston, USA. Program ini merupakan bagian dari The United Board (UB) Fellows Program tahun 2019-2020 yang diselenggarakan oleh The United Board for Christian Higher Education in Asia (UBCHEA) bekerjasama dengan Graduate School of Education, Harvard University, USA.

Ricky mengikuti Summer Institute on Leadership ini karena terpilih sebagai UB Fellow tahun 2019/2020, sedangkan Djwantoro mengikutinya sebagai peserta khusus untuk rektor. Program UB Fellow ini bertujuan untuk menyiapkan pemimpin masa depan universitas-universitas di Asia. Keseluruhan program ini berlangsung selama satu tahun, dimulai dengan Summer Institute on Leadership di Harvard University, diikuti dengan magang selama satu hingga empat bulan di salah satu universitas di Asia atau Australia, dan diakhiri dengan Leadership Seminar yang akan diadakan pertengahan tahun depan di Asia. Summer Institute tahun ini diikuti oleh empat rektor baru, sebagai peserta khusus, dan 15 UB Fellow yang berasal dari 9 negara Asia.

Summer Institute on Leadership ini menghadirkan para narasumber yang berpengalaman luas sebagai pimpinan universitas dalam berbagai kapasitas dan sekaligus juga dosen di Graduate School of Education, Harvard University. Selain sharing pengalaman dan pengetahuan luasnya, para narasumber juga mengajak para peserta mendiskusikan berbagai studi kasus yang sudah dipersiapkan dengan amat baik. Harvard terkenal luas melalui pendidikan tinggi berkualitas yang utamanya menggunakan pendekatan studi kasus.

Di sela-sela kesempatan mengikuti Summer Institute ini, Djwantoro juga berkesempatan bertemu dan berdiskusi dengan Presiden dari United Board, yaitu Nancy E. Chapman, Ph.D. Di tahun 2019 ini saja UB telah memberikan 3 grant ke UK Petra, di antaranya untuk perintisan Excellent in Learning and Teaching Centre (ELTC) dan Office of Institutional Advancement (OIA).

Mengenal Dunia Fotografi Lewat Imagraph
August 02, 2019

Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Kristen Petra (UK Petra) menggelar acara Imagraph pada 13-15 Juni 2019. Imagraph terdiri dari tiga kegiatan utama, yaitu workshop, talkshow, dan juga pameran karya foto. 

Pameran dilaksanakan di selasar gedung Q UK Petra, dengan memamerkan sebanyak 71 karya foto mahasiswa. Sebelumnya mahasiswa secara berkelompok melakukan proses pengambilan gambar dengan berbagai kategori yang diberikan, mulai dari objek manusia, barang-barang komersial, benda konseptual, hingga hasil editing berupa digital imaging. “Karya-karya ini merupakan hasil karya dari para mahasiswa mata kuliah Fotografi satu dan dua. Mereka diperbolehkan menampilkan berbagai ekspresi seperti yang mereka inginkan dan dituangkan dalam foto,” terang Aryabhama Citta Salaka sebagai ketua pelaksana pameran Imagraph.

Dalam Imagraph, workshop yang diselenggarakan yaitu workshop kamera analog. Workshop ini diikuti oleh sekitar 20 peserta yang merupakan mahasiswa DKV UK Petra dari berbagai semester. Para peserta diajar untuk mendapatkan foto yang bagus dengan memakai kamera analog. Sebelum itu, mereka dibekali dengan materi didalam ruangan tentang bagian-bagian kamera analog tersebut. Tak hanya dilatih teknik pengambilan gambar, para peserta juga belajar hingga tahap terakhir, yakni pencetakan rol film.  “Kamera analog memiliki beberapa fitur yang terbatas, seseorang yang ingin memakainya harus penuh perhitungan. Dengan pengaturannya yang serba manual, harus diperhatikan ketepatannya, karena hasil foto bisa terlalu gelap atau terang,” kata Arybhama.

Pada hari ketiga, dilaksanakan talkshow yang mengundang dua mahasiswa DKV UK Petra untuk menjadi narasumber. Mereka adalah Nikita Olivia dan Reyner Valiant. Keduanya membagikan pengalaman terkait dunia fotografi dan cara membagi waktu sebagai mahasiswa dan seorang freelancer fotografer. (mgn/dit)

 

UK Petra Jadi Tuan Rumah ASP untuk kedua kalinya
July 30, 2019

Universitas Kristen Petra (UK Petra) kembali menjadi tuan rumah dalam perhelatan Asia Summer Program (ASP) 2019.  ASP ke-8 ini dilaksanakan pada 1-19 Juli 2019 dan diikuti oleh 157 mahasiswa yang berasal dari 20 universitas serta 12 negara. Tema yang diangkat adalah Hero in Me, pesan yang ingin disampaikan adalah semua orang layak menjadi pahlawan, cukup dengan memiliki hati yang besar. “Kami ingin menunjukkan bahwa menjadi pahlawan masa kini tak harus berperang. Akan tetapi tiap orang dapat menjadi pahlawan dengan hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari. Bersama anak-anak muda lainnya melangkah bersama menjadikan dunia tempat yang lebih baik untuk ditinggali”, urai Monika Kristanti, S.E., M.A., selaku koordinator ASP 2019.

ASP merupakan program tiga minggu dimana mahasiswa bisa mendapatkan empat SKS dari dua mata kuliah yang diambil. Setiap peserta dapat memilih satu mata kuliah di pagi hari dan satu mata kuliah di siang hari. Dosen pengajar adalah dosen dari universitas asing. Peserta terdiri dari 65 mahasiswa asing, 86 mahasiswa UK Petra, serta enam mahasiswa dari Universitas Kristen Krida Wacana (Ukrida) dan Machung. Mereka berasal dari berbagai negara seperti Bangladesh, Jepang, Lithuania, Malaysia, Filipina, Portugal, Korea, Singapura, Taiwan, Thailand dan Indonesia. 

Selain medapatkan materi akademik, peserta juga mendapatkan kegiatan-kegiatan menarik seperti tur keliling kota Surabaya dan Bromo di akhir pekan, workshop, bermain permainan tradisional, serta aktifitas-aktifitas menarik lainnya untuk mengenal Asia lebih dalam. “Ini kali kedua saya mengikuti Program di UK Petra, sebelumnya saya mengikuti COP tiga tahun lalu, saat saya tahu ASP 2019 dilaksanakan di UK Petra, saya langsung mendaftar. Saya mendapatkan pengalaman yang sangat menarik dan saya belajar banyak tentang kasih yang melampaui bahasa,” ungkap Kim Ahjin, salah satu peserta yang bersasal dari Korea Selatan. (rut/dit)

 

KSI Surabaya Kembali Gelar Completion Ceremony
July 29, 2019

King Sejong Institute (KSI) Surabaya kembali menggelar Completion Ceremony untuk merayakan kelulusan para muridnya. Kegiatan dilaksanakan pada 14 Juni 2019 di ruang AVT 502. Selain untuk merayakan kelulusan, kegiatan ini juga bertujuan sebagai ajang perpisahan guru dan para siswa yang telah belajar bersama selama satu semester. “Tidak terasa sudah kedelapan kalinya kita mengadakan Completion Ceremony. Di semester depan akan banyak kegiatan-kegiatan menarik, salah satunya adalah K-beauty, maka dari itu silahkan bergabung kembali bersama kami,” Dr. Liliek Soelistyo, MA selaku Direktur KSI Surabaya.

Berbagai hidangan khas Negeri Gingseng, seperti tteokkochi, kimbap,  hot dog, dan hotteok disuguhkan bagi para peserta. Keempat menu yang dihidangkan ini merupakan hasil masakan dari murid-murid yang tergabung dalam Korean Cooking Class. Hal ini membuktikan bahwa di KSI tidak hanya belajar bahasa Korea saja tetapi juga keterampilan dan budaya, salah satunya adalah memasak makanan Korea.

Kegiatan juga dimeriahkan oleh penampilan dari masing-masing kelas, mulai dari menari, menyanyi, hingga memainkan biola. Ada pula persembahan tari kipas dari para karyawan Bank Shinhan, serta penampilan tarian dari guru-guru KSI.

Acara puncak pada acara ini yaitu pembagian sertifikat kelulusan dan pembagian beasiswa. Beasiswa sebesar Rp 750.000,- diberikan kepada satu hingga empat murid dengan nilai terbaik dari masing-masing kelas. (rut/dit)      

Outcome Based Education untuk Menghasilkan Pendidikan yang Sesuai dengan Zaman
July 23, 2019

Kualitas pendidikan institusi pendidikan tinggi perlu terus menerus disempurnakan dan distandarisasi melalui akreditasi, salah satunya melalui akreditasi internasional. Sebagai persiapan untuk akreditasi internasional, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Kristen (UK) Petra menyelenggarakan workshop Outcome Based Education (OBE) di Hotel Santika Jemursari pada tanggal 3-5 Juli 2019.

Dr. Jenny Mochtar, MA., Wakil Rektor Bidang Akademik UK Petra membuka workshop ini. Dalam sambutannya Jenny menyampaikan bahwa workshop ini bertujuan untuk membekali para dosen dalam melakukan evaluasi kurikulum. kurikulum yang akan dibuat harus mengacu pada akreditasi internasional. Mengenai urgensi akreditasi internasional ini, Jenny mengatakan “Universitas harus berupaya untuk makin baik dalam penyelenggaraan pendidikan memasuki era kompetisi.”.

Narasumber utama OBE adalah Dr. Leni Sophia Heliani, ST., M.Sc., dari Teknik Geodesi Universitas Gajah Mada (UGM). Leni berbagi pengalaman tentang program studinya mempelopori aplikasi OBE yang merupakan salah satu syarat untuk akreditasi internasional dari ASEAN University network (AUN) hingga metodenya diadopsi oleh UGM. OBE adalah perancangan pendidikan berdasarkan capaian pembelajarannya, yang sesuai dengan kebutuhan industri. Menurut Leni, implementasi OBE adalah suatu keharusan, katanya “Kewajiban universitas salah satunya adalah memberikan output yang sesuai dengan kebutuhan”.

Hari terakhir workshop berupa merancang kurikulum yang sesuai dengan akreditasi internasional. Diawali sesi seminar oleh Prof. Ir. Rolly Intan, M.A.Sc., Dr.Eng., selaku Direktur Eksekutif Yayasan Pendidikan Tinggi Kristen Petra, yang membawakan materi Peluang dan Tantangan Pendidikan Tinggi di Era Industri 4.0. Menurut Rolly, perubahan disruptif yang terjadi karena pengaruh digitalisasi membawa banyak peluang apabila universitas membekali mahasiswa dengan keunggulan berupa metaknowledge. Metaknowledge adalah pengetahuan untuk memperoleh pengetahuan baru. Tantangan yang dihadapi adalah merancang kurikulum yang sesuai dengan hal ini. Sebagai penutup Rolly mengutip filsuf Aristoteles mengenai pendidikan, “Educating the mind without educating the heart is no education at all”. (noel/dit)

Fresh Graduate Academy, Program Kominfo RI untuk Hadapi Industri 4.0
July 18, 2019

Hari Senin, 1 Juli 2019, merupakan hari pembukaan program Fresh Graduate Academy Digital Talent Scholarship (FGA DTS) di Universitas Kristen Petra (UK Petra). Program inisiasi Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo RI) ini merangkul UK Petra sebagai salah satu penyelenggara dengan topik pelatihan di bidang Machine Learning

Kegiatan ini merupakan pelatihan peningkatan kompetensi bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dengan fokus utama tema yang sesuai perkembangan dan tuntutan IPTEK di era revolusi Industri 4.0. Pembukaan yang dilaksanakan di Ruang Konferensi IV Gedung Radius Prawiro akan dijalankan selama 36 hari lamanya. 

“Program ini diikuti oleh 55 peserta. Pesertanya merupakan mahasiswa yang tengah mengerjakan skripsi dan fresh graduate yang belum menjadi profesional.”, terang Silvia Rostianingsih, S.Kom., M.MT., ketua pelaksana program. Kegiatan pembukaan diawali dengan peresmian oleh Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum & Keuangan, Agus Arianto Toly, S.E.,Ak.,M.S.A., dan pengenalan laboratorium Sistem Informasi Gedung P sebagai sarana pembelajaran dan dosen-dosen pengajarnya.  

“Program ini menjadi kesempatan buat kita semua, para pengajar belajar agar dapat menghadapi tantangan revolusi Industri 4.0.”, ujar Henry Novianus Palit, S.Kom., M.Kom., Ph.D., Ketua Program Studi Informatika dalam sambutannya. Para peserta sangat antusias mengikuti rangkaian kegiatan selama pelatihan. Mereka mempelajari hal-hal baru seperti penggunaan Amazon Web Service (AWS), Python, Deep Learning dengan TensorFlow, dan sebagainya. 

“Seru sekali. Saya tidak sabar menunggu sampai pembahasan machine learning.”, kata Eveline, salah satu peserta yang merupakan mahasiswa Sistem Informasi Bisnis UK Petra. (stf/Aj).

Tim IBAcc UK Petra Raih Dua Gelar Juara dalam kompetisi paper Akuntansi
July 16, 2019

Adelina Lionivia, Ericka Tanoyo dan Mikhael Eliezer itulah ketiga mahasiswa Program International Business Accounting (IBAcc) UK Petra yang berhasil memboyong dua gelar sekaligus dalam kompetisi bertajuk Widya Mandala Speaks on Accounting (WIMASING) di Surabaya tanggal 2-4 Mei 2019 yang lalu. “Saya mengajak Alin dan Ericka untuk menjajal kemampuan diri. Persiapan yang kami lakukan sangat mepet tapi yang penting kita semua sudah melakukan yang terbaik”, ungkap Mikhael angkatan 2015 IBAcc UK Petra.

Tim ini berhasil menyabet dua gelar, Juara 2 dan Best Paper 1 dalam kompetisi paper akuntansi tingkat nasional. Mereka membawa paper berjudul “Analisa Manfaat XBRL dan Dampaknya Bagi Akuntan Muda Dalam Era Digitalisasi”. XBRL atau kepanjangan dari Extensible Business Reporting Languange ini sudah ada sejak tahun 2012 di Indonesia. “Sebenarnya metode ini sudah ada akan tetapi jarang dipakai di Indonesia. Menurut kami metode ini malah akan membantu kinerja akuntan makin optimal sebab laporannya sudah terstandarisasi dan akan menambah peluang kerja baru bagi Akuntan.”, urai Alin. 

Kompetisi ini terdiri dua tahapan yaitu babak preliminary berupa seleksi paper dan babak main event berupa presentasi. Tim mahasiswa IBAcc UK Petra harus bersaing dengan 14 tim lainnya dari 12 universitas yang berbeda. Pada saat tahap presentasi di hadapan tiga juri hanya diberikan waktu 15 menit saja. “Awalnya saya pribadi sangat tidak percaya diri mengikuti perlombaan ini tapi berkat dorongan Alin dan Mikhael saya menjadi lebih yakin menjalani kompetisi ini. Yang penting mencari pengalaman terlebih dahulu. Merasakan bagaimana tegangnya bersaing dengan kampus lain dan bagaimana mengatur waktu saat menyiapkan materi presentasi.”, ungkap Ericka. 

Tim ini berhasil membawa pulang hadiah totalnya sebesar Rp 5.500.000, Trophy, dan sertifikat. Keberhasilan tim mahasiswa IBAcc UK Petra ini juga tak lepas dari dukungan para dosen IBAcc. Semoga berita baik ini akan mendorong mahasiswa UK Petra untuk terus berprestasi. (Aj/padi)

Memberikan Kualitas Pendidikan Terbaik
July 16, 2019

Untuk memberikan kualitas pengajaran yang prima Universitas Kristen (UK) Petra mendirikan Excellence in Learning and Teaching Center (ELTC). Inaugurasi ELTC diadakan pada tanggal 26 Juni 2019 bersamaan dengan digelarnya Seminar Whole Person Education (WPE) pada tanggal 26-28 Juni 2019 di Ruang Konferensi 4 Gedung Radius Prawiro lantai 10.

Rektor UK Petra, Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng., dalam sambutan membuka seminar ini menyampaikan urgensi ELTC dan pemahaman atas WPE bagi para pengajar. Di era yang berubah dengan cepat ini, pemutakhiran cara belajar mengajar menjadi sangat penting. Kehadiran ELTC diharapkan meningkatkan kemampuan pengajar untuk bisa memberikan pendidikan berkualitas tinggi. Djwantoro mengatakan, “Our students are changing fast. So, we as teachers should also change fast”.

Aditya Nugraha, Ph.D., selaku Kepala ELTC menyampaikan bahwa hasil yang diharapkan adalah semakin banyak yang memahami tentang Whole Person Education. Menurut Aditya, dari Tri Dharma Pendidikan, yang menjadi perhatian ELTC adalah Pendidikan dan Pengajaran. Aditya mengatakan “Nanti audiensnya adalah para dosen. Kami memfasilitasi sehingga para dosen bisa ditingkatkan proses pembelajarannya. Mulai dari pembuatan kurikulum, pedagogi di kelas, class management, sampai dengan penggunaan media dan teknologi di kelas”

Seminar di hari pertama yang diikuti oleh dosen-dosen dan pejabat struktural dari berbagai instansi pendidikan tinggi di dalam negeri menghadirkan narasumber Roberto Conrado O. Guevara, Ph.D., dan Karen Diane Natera, MS., dari Ateneo de Manila University, Filipina. Roberto membawakan materi bertajuk “The Ministry of Education”. Sesi ini mengajak para peserta yang merupakan pendidik untuk merefleksi diri mengenai posisi sebagai pengajar. Menurut Roberto, pengajaran adalah sebuah perjalanan menuju wholeness (keutuhan).

Karen membawakan materi bertajuk “Foundations of Education”. Ia memaparkan bahwa ada tiga falsafah dasar edukasi, yaitu: esensialisme, progresivisme, serta social reconstructivism. Menurutnya untuk bisa menyelenggarakan WPE, maka para pengajar perlu memahami dan memakai pendekatan falsafah untuk secara utuh pengembangan para peserta didik. Sebagai penutup, Karen berpesan, “We should ask questions that students cannot google. If we present questions that they can google, they don’t need us”. (noel/padi)

Inspirasi Dari 11 Komunitas di Surabaya, Mahasiswa Desain Interior Rancang Ruang Budaya
July 15, 2019

Sejumlah 99 mahasiswa program studi Desain Interior Universitas Kristen Petra (UK Petra) menggelar pameran ‘Interior Design for Creative Community’ selama tiga hari berturut-turut pada 19 - 21 Juni 2019 di Gedung P lantai 1. Pameran ini menampilkan proyek akhir untuk mata kuliah Desain Interior & Styling 4 (DIS 4) yang mengimplementasikan Service Learning dengan metode Human Centre Design.

Kegiatan ini melatih mahasiswa untuk meningkatkan empati terhadap kebutuhan riil komunitas dan melaksanakan kolaborasi dalam menemukan solusi pemecahan desainnya.”, jelas kepala studio DIS 4, Dr. Laksmi Kusuma Wardani, S.Sn., M.Ds. Hasil rancangannya berupa perancangan kebutuhan ruang bagi 11 komunitas berbagai bidang yang meliputi seni, pariwisata, religi, sejarah, ilmu pengetahuan dan budaya di Surabaya.

Mahasiswa yang terbagi dalam sebelas kelompok ini awalnya mencari dan mengajak kerja sama komunitas-komunitas yang berbeda di Surabaya. Kemudian  mengidentifikasi dan menganalisis kegiatan dari komunitas, mahasiswa secara individu membuat perancangan desain ruangan yang sesuai dengan kebutuhan kegiatannya. 

Selain pameran, program studi Desain Interior juga mengundang komunitas untuk berbagi pengetahuan dan keterampilan dari bidangnya lewat workshop dan talkshow. Panggung tempat diadakannya menjadi ajang unjuk kreativitas mahasiswa dalam styling panggung yang sesuai dengan tema yang dibawakan. Styling panggung juga diuji oleh dosen-dosen sebagai implementasi dari mata kuliah DIS 4.

Laksmi mengharapkan pameran ini mampu meningkatkan apresiasi, eksistensi, dan percaya diri mahasiswa serta mengembangkan tanggung jawabnya dalam menyajikan hasil solusi pemecahan kepada masyarakat luas dan civitas kampus khususnya. “Saya ingin agar mahasiswa termotivasi untuk lebih lagi mengembangkan kompetensinya dalam bidang perancangan, penyajian dan presentasinya.”, tambahnya. (stf/padi)

Ajak Anak Sekolah Dasar Kenal Material
July 15, 2019

Mahasiswa Program Studi Teknik Mesin dan Teknik Industri UK Petra menggelar acara Festival of Materials yang diselenggarakan pada 20-31 Mei 2019 yang lalu dengan bekerja sama dengan Perpustakaan dan LPPM UK Petra. “Acara yang baru pertama kali diadakan ini mengundang anak-anak Sekolah Dasar (SD) kelas 4-6 sebagai pesertanya. Mereka akan mengenal sifat-sifat material secara lengkap.”, ungkap Timotius Kevin Ronald Santoso selaku  koordinator acara. 

Berbagai kegiatan telah disiapkan mulai pukul 08.30-12.00 WIB tersebut diantaranya pameran poster, demo interaktif hingga lomba untuk mengenalkan jenis material pada mobil. “Perkenalan sejak dini tentang material ini agar anak-anak paham yang termasuk jenis material itu apa saja dan bisa diterapkan dalam produk mesin dan industri.”, urai Kevin.  

Peserta diantaranya berasal dari 29 peserta asal SD Pelangi Kristus dan 20 peserta yang berasal dari Vita School.  Kegiatan ini diadakan di dua tempat yaitu di lantai 6 perpustakaan UK Petra untuk melihat pameran. Mereka ditemani oleh tutor yang akan menjelaskan karya-karya yang sedang dipamerkan. Kemudian dilanjutkan menuju gedung Q yang dibagi menjadi dua tempat yaitu lab metalurki dan basement gedung Q. 

Saat berada di basement gedung Q,  anak-anak mengikuti lomba menebak material apa saja yang terdapat di mobil. Setiap anak diminta memberikan jawaban pada selembar sticky notes untuk kemudian ditempelkan pada benda tersebut. Sedangkan saat berada di lab metalurki anak-anak dijelaskan tentang sifat material. 

Adapun konten pamerannya meliputi perbedaan karet alam dan karet sintetis, penggunaan material dalam pesawat ulang alik, mengenal aneka rem pada setiap transportasi yang ada hingga penggunaan material dalam sepatu dan sandal jepit. Antusiasme anak-anak terlihat saat mengikuti kegiatan ini, mereka tampak aktif ikut bertanya di setiap sesi. (mgn/Aj)

Membangun Startup Business Yang Tangguh
July 04, 2019

Zaman yang serba canggih ini melahirkan banyak bisnis startup berbasis teknologi. Ada yang berhasil, namun ada pula yang gagal karena tidak sepenuhnya memahami teknisnya. Oleh karena itu, Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Kristen Petra (UK Petra) kelas Technopreneurship mengadakan seminar bertajuk ‘Step by Step on Starting a Technology Based Company’ pada hari Jumat, 14 Mei 2019. Seminar yang bertempat di Gedung Q ini mengundang CEO dan Head of Engineering Pegipegi, Kevin Sandjaja dan Petra B. Karunia, untuk berbagi pengalamannya kepada para peserta. Seminar dihadiri mahasiswa FTI dan alumni UK Petra. Seminar juga merupakan acara akhir yang dilalui mahasiswa FTI setelah memamerkan prototype yang dikerjakan selama perkuliahan Technopreneurship.

Felecia, S.T., M.Sc. selaku perwakilan dari dosen coach Technopreneurship mengungkapkan, seminar ini diadakan untuk memberikan wawasan mengenai tahapan pendirian usaha berbasis teknologi dari pengalaman nyata. “Saya berharap mahasiswa dapat termotivasi untuk menjadi technopreneur yang sukses setelah ikut seminar ini.”, ujarnya. 

Seminar dimulai dengan sesi sharing dari Kevin yang menceritakan lahirnya Pegipegi dan tahapan-tahapan yang dilakukan saat membesarkannya. Kevin meyakini membangun startup tidak hanya tentang pantang menyerah dan mengejar mimpi, namun juga memperhitungkan keadaan ekonomi pasar, ukuran permasalahan yang diselesaikan, model bisnis, serta nilai yang ditawarkan kepada user. Ia mengutarakan, startup tidak hanya tentang teknologi saja. “Technology is not everything, technology is to scale. ”, begitu bunyi semboyan yang dianutnya.

Sesi yang kedua, sharing dari Petra, menyambungkan topik yang dibawakan Kevin. Beliau menambahkan, memulai startup membutuhkan pikiran berbasis data dibandingkan intuisi, beradaptasi dibandingkan memprediksi, dan iteratif. “Saya juga menyarankan peserta bekerja dahulu dengan perusahaan yang tepat untuk mempelajari dunia pekerjaan dan seluk-beluknya.”, ujarnya. (stf/dit)

Dies Natalis Informatika : My Grace is Sufficient
July 02, 2019

Bulan Mei, Program Studi Informatika Universitas Kristen Petra (UK Petra) merayakan hari jadinya ke 21 tahun. Untuk memperingati Dies Natalis kali ini, Teknik Informatika menggelar berbagai kegiatan, meliputi kegiatan pengabdian masyarakat, talkshow, dan Informatics Night. Rangkaian kegiatan ini dilaksanakan pada 3-18 Mei 2019.

Tema yang diangkat adalah My Grace is Sufficient yang diambil dari 2 Korintus 12:9. “Tema ini dipilih karena kebanyakan mahasiswa hanya menghabiskan waktunya untuk datang kelas, belajar, dan lebih terfokus hanya pada apa yang dikerjakan. Namun, sebagian besar dari mereka lupa jika kita juga seharusnya saling menolong dan membantu sesama manusia. Dengan adanya kegiatan ini, kami harap mahasiswa Program Studi Informatika lebih peduli terhadap lingkungan dan sekitarnya,” ungkap Stefanus Benhard, selaku Ketua Panitia Dies Natalis.

Pada 3 Mei 2019, sebanyak 50 mahasiswa Informatika dan Sistem Informasi Bisnis (SIB) melakukan penanaman mangrove dan pengelolaan lingkungan di Wisata Mangrove Gunung Anyar. Kemudian dilanjutkan pada 10 mei 2019, digelar talkshow Evolve In Industry 4.0 yang menghadirkan tiga pembicara, dua diantaranya merupakan alumni Informatika UK Petra yaitu Andy Febrico Bintoro, S.Kom. dan David Wibisono, S.Kom., serta seorang dosen Informatika UK Petra yaitu Agustinus Noertjahyana, S.Kom., M.MT. 

Informatics Night menjadi puncak acara dalam memeriahkan Dies Natalis Program Studi Informatika UK Petra. Firman Tuhan disampaikan oleh Prof. Ir. Rolly Intan, M.A.Sc. , Dr. Eng. menekankan bahwa manusia dapat berencana, tetapi Tuhan yang berkehendak. “Ketika membangun karir kita tanpa melibatkan Tuhan, maka akan sia-sia, maka dari itu panggilan, pekerjaan harus melibatkan visi hidup dan iman. Percayalah bahwa pemeliharaan Tuhan selalu ada untuk kita,” ungkapnya.

Acara berlangsung meriah dengan dilanjutkan oleh pemberian penghargaan-penghargaan bagi dosen dan mahasiswa berdasarkan hasil voting dari mahasiswa, serta pemotongan kue ulang tahun oleh Ketua Program Studi Informatika UK Petra, Henry Novianus Palit, S.Kom., M.Kom., Ph.D. (rut/Aj)

 

Business Management Competition Ajak Mahasiswa untuk Menjadi Young Entrepreneur
July 02, 2019

Jika mendengar kata entrepreneur, banyak orang akan langsung berpikir tentang pemilik sebuah bisnis. Padahal, seorang entrepreneur bukanlah seorang yang hanya melaksanakan bisnis, namun juga harus dapat menjawab kebutuhan masyarakat serta memecahkan permasalahan yang ada. Itulah peran entrepreneur yang sesungguhnya. Jiwa entreprenership dalam diri seseorang harus dibina sejak dini, untuk menjawab kebutuhan tersebut Himpunan Mahasiswa Manajemen Bisnis UK Petra Surabaya (HIMAMATRA) menggelar Business Management Competition (BMC).

 BMC merupakan kompetisi penyusunan ide bisnis yang dapat direalisasikan dalam tenggat waktu 6 bulan. Kompetisi ini disambut hangat di kalangan mahasiswa. Tercatat sebanyak 43 kelompok telah menjadi peserta kompetisi ini. Namun, hanya ada 15 kelompok tertinggi dari babak seleksi yang akan maju ke babak final. Babak final BMC dibagi dalam 2 hari. Peserta 15 besar lomba nasional ini melakukan visitasi ke Desa Duyung, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto pada tanggal 13 Mei 2019. Para finalis melakukan analisa kondisi lingkungan secara nyata sekaligus mencari ide-ide bisnis yang dapat membantu perkembangan Desa Duyung, itulah tujuan utama babak final BMC 2019. Setelah melakukan analisa, para finalis diberikan waktu satu hari untuk menyusun ide bisnis mereka yang akan dipresentasikan tanggal 15 Mei 2019.

Presentasi dilakukan di Ruang Konferensi IV Gedung Radius Prawiro UK Petra. Bahan-bahan yang perlu dipresentasikan meliputi; deskripsi bisnis, strategi pemasaran, struktur organisasi, SOP, timeline, hingga anggaran. Berbagai ide bisnis yang menarik dan unik dipresentasikan oleh peserta, mulai dari bisnis makanan hingga aplikasi. Namun ide bisnis yang paling menarik perhatian para juri merupakan milik kelompok JAWARAJEH dari Universitas Airlangga Surabaya sehingga dapat membawa mereka menjadi juara dalam kompetisi ini. “Saya harap peserta maupun panitia, melalui kegiatan ini, dapat membangun sebuah bisnis yang kokoh, berdasarkan analisa, dan selalu memperhatikan lingkungan sekitar,” tutup Audrey Angeline, Ketua BMC 2019. (luk/padi)

Mahasiswi Ilmu Komunikasi Raih Juara II Announcer Radio Competition
July 01, 2019

Berita baik kembali datang dari mahasiswa, kali ini Mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi (Ikom) Universitas Kristen Petra (UK Petra) berhasil mengharumkan nama UK Petra melalui prestasinya. Velly Christine Ratu Edo meraih Juara II dalam  Frekuensi, Radio Announcer Competition yang diselenggarakan oleh Stikosa AWS pada 28 April 2019 di M Radio Surabaya.

Kompetisi ini terbagi dalam dua babak, setiap babak selalu dimulai dengan workshop terlebih dahulu yang dibawakan oleh para juri yaitu Fitri Rianti, Announcer RRI Surabaya dan Tika Sulistya, Deputy of Manager Jeje Radio Surabaya. Untuk babak penyisihan, para peserta diberi pilihan topik beserta beritanya. Peserta diberi waktu sekitar 60 menit untuk mengubah artikel berita yang diberikan menjadi naskah yang akan dibawakan nantinya. Kemudian peserta diminta menyiarkannya selama 7-10 menit. 

Dari sekitar 30 peserta, sebanyak 10 peserta terbaik melaju ke babak final. Di babak final, peserta bebas memilih berita apa saja yang akan disiarkan. Velly memilih membahas tentang kostum yang digunakan oleh Taylor Swift pada lagu terbarunya yang berjudul “Me”, yang ternyata kostum ini dibuat oleh seorang perancang busana asal Indonesia. “Sempat mengalami kesulitan saat mempersiapkan final, saat itu saya sudah menyiapkan topik yang akan saya bahas, yaitu tentang lagu terbaru dari Taylor Swift, tetapi tanpa sengaja saya mendengar pesaing saya ternyata juga akan membahas topik itu, kemudian saya beralih untuk membahas kostum yang digunakan oleh Taylor Swift,” ujar alumnus SMAK Santo Yoseph Denpasar ini.

Walaupun ini bukan kali pertamanya mengikuti lomba, namun ini merupakan prestasi pertama Velly. Meraih Juara II, Velly mendapatkan sertifikat dan uang tunai sebesar Rp 300.000,-. “Tidak perlu takut untuk mencoba lagi, saya pernah kalah di perlombaan sebelumnya, saat ada kesempatan untuk ikut lomba lagi saya ingin kembali mencoba dan Puji Tuhan saya bisa meraih Juara II,” tutup mahasiswi semester dua ini. (rut/padi)

 

Belajar di Industri yang Relevan
July 01, 2019

Menjalin kerjasama dengan industri memberikan kesempatan bagi institusi pendidikan dan mahasiswanya agar lulusannya relevan dengan dunia industri. Pada tanggal 16 Mei 2019, Universitas Kristen (UK) Petra melakukan penandatangan memo kesepahaman dengan Suara Surabaya (SS) Media melalui acara Ruang Rapat Universitas Gedung Radius Prawiro Lantai 9.

Hadir langsung Drs. Errol Jonathans selaku Direktur Utama, ditemani Iman Dwi Hartanto selaku Manager On Air, Eddy Prastyo selaku Manager New Media, serta Rudi Hartono selaku Manager Human Resources Department, mereka disambut oleh Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng., selaku Rektor UK Petra beserta jajarannya. Dalam sambutannya, Djwantoro menyampaikan adanya perubahan luar biasa di industri komunikasi karena perkembangan teknologi. Djwantoro juga menyampaikan urgensi dibukanya kerjasama dengan SS, “Harapannya, ke depan akan bisa magang selama 2 semester penuh di industri yang relevan”, katanya.

Errol dalam sambutannya memaparkan kesiapan SS dalam menghadapi perubahan tersebut. Menurutnya pola pandang SS yang selalu merasa apa yang dilakukan adalah kurang memungkinkan SS memahami kebutuhan yang ada dan memberikan produk yang baik. Ia mengatakan, “Kami percaya SS eksis karena produk yang baik. Selain baik juga sesuai dengan yang dibutuhkan”.

Dalam iklim perubahan ini, media massa mainstream mengalami decline (penurunan) dalam bisnis. Dari berbagai media tersebut, radio yang mengalami penurunan paling besar. Maka dari itu, SS turut memiliki urgensi untuk bekerjasama dengan UK Petra, katanya “Kalau mau radio ini selamat, maka harus bersinergi dengan kampus tempat ilmu dikembangkan”.

Lebih lanjut mengenai kemungkinan magang selama 2 semester, Errol menyampaikan persetujuannya. Ia mengatakan, “Kami sangat siap (untuk menerima mahasiswa magang). Bagus kalau magangnya satu sampai dua semester”. Latar belakangnya, menurut Errol, radio saat ini sudah bukan hanya radio saja, melainkan sudah mulai konvergen dengan media sosial. Di lahan baru ini dibutuhkan orang muda. Secara spesifik, kegiatan yang dilakukan adalah membuat berita dengan format video sepanjang 1 menit, serta melakukan audience research . (noel/padi)

 

Mempelajari Budaya Korea melalui Kompetisi
June 28, 2019

King Sejong Institute (KSI) Surabaya, adalah sebuah institusi kebudayaan dan bahasa Korea yang menyediakan fasilitas belajar bahasa Korea supaya belajar menjadi lebih mudah, tidak membosankan dan sangat menyenangkan, salah satunya adalah lewat acara tahunan mereka, yaitu Korean Speech Contest.

Tahun ini, Korean Speech Contest diadakan pada Sabtu 25 Mei di Auditorium Universitas Kristen Petra Surabaya. Korean Speech Contest merupakan kompetisi membaca pidato Korea siswa King Sejong Institute. Tema dari kompetisi ini adalah kebudayaan Korea dan kota Jeonju. Kompetisi ini bertujuan untuk melatih pelafalan bahasa Korea dan melatih keberanian peserta untuk berbicara di depan umum. Lomba ini dibuka untuk kelas beginner dan intermediate. Sebanyak total 10 murid KSI (6 dari kelas beginner dan 4 dari kelas intermediate) menjadi peserta kompetisi ini. Untuk memotivasi peserta, KSI juga menyiapkan berbagai hadiah yang sangat menarik untuk para pemenang.

Untuk juara 3 di kedua kelas, masing-masing mendapatkan 1 unit Cannon Printer. Juara 2 di kedua kelas, masing-masing mendapatkan 1 unit televisi LG 32 inch. Untuk juara 1 di kelas beginner, akan mendapatkan kesempatan belajar di Korea Selatan selama 10 – 20 minggu, dan juara 1 di kelas intermediate akan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti Korean Cultural Experience Program sekaligus menjadi semi-finalis Korean Speech Contest di Korea. Kesempatan untuk ke Korea ini disponsori oleh Korean Association East Java.

Kompetisi ini memiliki 3 juri, yaitu Lee Kyung-yoon (Ketua Korean Association East Java), Lee Sang Jae (Ketua Lembaga Korea), dan Kim Hyeon Ah (Ketua KOTRA Surabaya). “Tahun ini saya senang sekali, karena para peserta sudah sangat berkembang dari 2 tahun lalu. Semua berbicara Bahasa Korea dengan luar biasa,” tutup Lee Kyung-yoon saat mengakhiri kompetisi ini. (luk/dit)