Connect with us
  • b
  • a
  • x
A CARING AND GLOBAL UNIVERSITY
WITH COMMITMENT TO CHRISTIAN VALUES

Berita

Fresh Graduate Academy, Program Kominfo RI untuk Hadapi Industri 4.0
July 18, 2019

Hari Senin, 1 Juli 2019, merupakan hari pembukaan program Fresh Graduate Academy Digital Talent Scholarship (FGA DTS) di Universitas Kristen Petra (UK Petra). Program inisiasi Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo RI) ini merangkul UK Petra sebagai salah satu penyelenggara dengan topik pelatihan di bidang Machine Learning

Kegiatan ini merupakan pelatihan peningkatan kompetensi bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dengan fokus utama tema yang sesuai perkembangan dan tuntutan IPTEK di era revolusi Industri 4.0. Pembukaan yang dilaksanakan di Ruang Konferensi IV Gedung Radius Prawiro akan dijalankan selama 36 hari lamanya. 

“Program ini diikuti oleh 55 peserta. Pesertanya merupakan mahasiswa yang tengah mengerjakan skripsi dan fresh graduate yang belum menjadi profesional.”, terang Silvia Rostianingsih, S.Kom., M.MT., ketua pelaksana program. Kegiatan pembukaan diawali dengan peresmian oleh Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum & Keuangan, Agus Arianto Toly, S.E.,Ak.,M.S.A., dan pengenalan laboratorium Sistem Informasi Gedung P sebagai sarana pembelajaran dan dosen-dosen pengajarnya.  

“Program ini menjadi kesempatan buat kita semua, para pengajar belajar agar dapat menghadapi tantangan revolusi Industri 4.0.”, ujar Henry Novianus Palit, S.Kom., M.Kom., Ph.D., Ketua Program Studi Informatika dalam sambutannya. Para peserta sangat antusias mengikuti rangkaian kegiatan selama pelatihan. Mereka mempelajari hal-hal baru seperti penggunaan Amazon Web Service (AWS), Python, Deep Learning dengan TensorFlow, dan sebagainya. 

“Seru sekali. Saya tidak sabar menunggu sampai pembahasan machine learning.”, kata Eveline, salah satu peserta yang merupakan mahasiswa Sistem Informasi Bisnis UK Petra. (stf/Aj).

Memberikan Kualitas Pendidikan Terbaik
July 16, 2019

Untuk memberikan kualitas pengajaran yang prima Universitas Kristen (UK) Petra mendirikan Excellence in Learning and Teaching Center (ELTC). Inaugurasi ELTC diadakan pada tanggal 26 Juni 2019 bersamaan dengan digelarnya Seminar Whole Person Education (WPE) pada tanggal 26-28 Juni 2019 di Ruang Konferensi 4 Gedung Radius Prawiro lantai 10.

Rektor UK Petra, Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng., dalam sambutan membuka seminar ini menyampaikan urgensi ELTC dan pemahaman atas WPE bagi para pengajar. Di era yang berubah dengan cepat ini, pemutakhiran cara belajar mengajar menjadi sangat penting. Kehadiran ELTC diharapkan meningkatkan kemampuan pengajar untuk bisa memberikan pendidikan berkualitas tinggi. Djwantoro mengatakan, “Our students are changing fast. So, we as teachers should also change fast”.

Aditya Nugraha, Ph.D., selaku Kepala ELTC menyampaikan bahwa hasil yang diharapkan adalah semakin banyak yang memahami tentang Whole Person Education. Menurut Aditya, dari Tri Dharma Pendidikan, yang menjadi perhatian ELTC adalah Pendidikan dan Pengajaran. Aditya mengatakan “Nanti audiensnya adalah para dosen. Kami memfasilitasi sehingga para dosen bisa ditingkatkan proses pembelajarannya. Mulai dari pembuatan kurikulum, pedagogi di kelas, class management, sampai dengan penggunaan media dan teknologi di kelas”

Seminar di hari pertama yang diikuti oleh dosen-dosen dan pejabat struktural dari berbagai instansi pendidikan tinggi di dalam negeri menghadirkan narasumber Roberto Conrado O. Guevara, Ph.D., dan Karen Diane Natera, MS., dari Ateneo de Manila University, Filipina. Roberto membawakan materi bertajuk “The Ministry of Education”. Sesi ini mengajak para peserta yang merupakan pendidik untuk merefleksi diri mengenai posisi sebagai pengajar. Menurut Roberto, pengajaran adalah sebuah perjalanan menuju wholeness (keutuhan).

Karen membawakan materi bertajuk “Foundations of Education”. Ia memaparkan bahwa ada tiga falsafah dasar edukasi, yaitu: esensialisme, progresivisme, serta social reconstructivism. Menurutnya untuk bisa menyelenggarakan WPE, maka para pengajar perlu memahami dan memakai pendekatan falsafah untuk secara utuh pengembangan para peserta didik. Sebagai penutup, Karen berpesan, “We should ask questions that students cannot google. If we present questions that they can google, they don’t need us”. (noel/padi)

Tim IBAcc UK Petra Raih Dua Gelar Juara dalam kompetisi paper Akuntansi
July 16, 2019

Adelina Lionivia, Ericka Tanoyo dan Mikhael Eliezer itulah ketiga mahasiswa Program International Business Accounting (IBAcc) UK Petra yang berhasil memboyong dua gelar sekaligus dalam kompetisi bertajuk Widya Mandala Speaks on Accounting (WIMASING) di Surabaya tanggal 2-4 Mei 2019 yang lalu. “Saya mengajak Alin dan Ericka untuk menjajal kemampuan diri. Persiapan yang kami lakukan sangat mepet tapi yang penting kita semua sudah melakukan yang terbaik”, ungkap Mikhael angkatan 2015 IBAcc UK Petra.

Tim ini berhasil menyabet dua gelar, Juara 2 dan Best Paper 1 dalam kompetisi paper akuntansi tingkat nasional. Mereka membawa paper berjudul “Analisa Manfaat XBRL dan Dampaknya Bagi Akuntan Muda Dalam Era Digitalisasi”. XBRL atau kepanjangan dari Extensible Business Reporting Languange ini sudah ada sejak tahun 2012 di Indonesia. “Sebenarnya metode ini sudah ada akan tetapi jarang dipakai di Indonesia. Menurut kami metode ini malah akan membantu kinerja akuntan makin optimal sebab laporannya sudah terstandarisasi dan akan menambah peluang kerja baru bagi Akuntan.”, urai Alin. 

Kompetisi ini terdiri dua tahapan yaitu babak preliminary berupa seleksi paper dan babak main event berupa presentasi. Tim mahasiswa IBAcc UK Petra harus bersaing dengan 14 tim lainnya dari 12 universitas yang berbeda. Pada saat tahap presentasi di hadapan tiga juri hanya diberikan waktu 15 menit saja. “Awalnya saya pribadi sangat tidak percaya diri mengikuti perlombaan ini tapi berkat dorongan Alin dan Mikhael saya menjadi lebih yakin menjalani kompetisi ini. Yang penting mencari pengalaman terlebih dahulu. Merasakan bagaimana tegangnya bersaing dengan kampus lain dan bagaimana mengatur waktu saat menyiapkan materi presentasi.”, ungkap Ericka. 

Tim ini berhasil membawa pulang hadiah totalnya sebesar Rp 5.500.000, Trophy, dan sertifikat. Keberhasilan tim mahasiswa IBAcc UK Petra ini juga tak lepas dari dukungan para dosen IBAcc. Semoga berita baik ini akan mendorong mahasiswa UK Petra untuk terus berprestasi. (Aj/padi)

Inspirasi Dari 11 Komunitas di Surabaya, Mahasiswa Desain Interior Rancang Ruang Budaya
July 15, 2019

Sejumlah 99 mahasiswa program studi Desain Interior Universitas Kristen Petra (UK Petra) menggelar pameran ‘Interior Design for Creative Community’ selama tiga hari berturut-turut pada 19 - 21 Juni 2019 di Gedung P lantai 1. Pameran ini menampilkan proyek akhir untuk mata kuliah Desain Interior & Styling 4 (DIS 4) yang mengimplementasikan Service Learning dengan metode Human Centre Design.

Kegiatan ini melatih mahasiswa untuk meningkatkan empati terhadap kebutuhan riil komunitas dan melaksanakan kolaborasi dalam menemukan solusi pemecahan desainnya.”, jelas kepala studio DIS 4, Dr. Laksmi Kusuma Wardani, S.Sn., M.Ds. Hasil rancangannya berupa perancangan kebutuhan ruang bagi 11 komunitas berbagai bidang yang meliputi seni, pariwisata, religi, sejarah, ilmu pengetahuan dan budaya di Surabaya.

Mahasiswa yang terbagi dalam sebelas kelompok ini awalnya mencari dan mengajak kerja sama komunitas-komunitas yang berbeda di Surabaya. Kemudian  mengidentifikasi dan menganalisis kegiatan dari komunitas, mahasiswa secara individu membuat perancangan desain ruangan yang sesuai dengan kebutuhan kegiatannya. 

Selain pameran, program studi Desain Interior juga mengundang komunitas untuk berbagi pengetahuan dan keterampilan dari bidangnya lewat workshop dan talkshow. Panggung tempat diadakannya menjadi ajang unjuk kreativitas mahasiswa dalam styling panggung yang sesuai dengan tema yang dibawakan. Styling panggung juga diuji oleh dosen-dosen sebagai implementasi dari mata kuliah DIS 4.

Laksmi mengharapkan pameran ini mampu meningkatkan apresiasi, eksistensi, dan percaya diri mahasiswa serta mengembangkan tanggung jawabnya dalam menyajikan hasil solusi pemecahan kepada masyarakat luas dan civitas kampus khususnya. “Saya ingin agar mahasiswa termotivasi untuk lebih lagi mengembangkan kompetensinya dalam bidang perancangan, penyajian dan presentasinya.”, tambahnya. (stf/padi)

Ajak Anak Sekolah Dasar Kenal Material
July 15, 2019

Mahasiswa Program Studi Teknik Mesin dan Teknik Industri UK Petra menggelar acara Festival of Materials yang diselenggarakan pada 20-31 Mei 2019 yang lalu dengan bekerja sama dengan Perpustakaan dan LPPM UK Petra. “Acara yang baru pertama kali diadakan ini mengundang anak-anak Sekolah Dasar (SD) kelas 4-6 sebagai pesertanya. Mereka akan mengenal sifat-sifat material secara lengkap.”, ungkap Timotius Kevin Ronald Santoso selaku  koordinator acara. 

Berbagai kegiatan telah disiapkan mulai pukul 08.30-12.00 WIB tersebut diantaranya pameran poster, demo interaktif hingga lomba untuk mengenalkan jenis material pada mobil. “Perkenalan sejak dini tentang material ini agar anak-anak paham yang termasuk jenis material itu apa saja dan bisa diterapkan dalam produk mesin dan industri.”, urai Kevin.  

Peserta diantaranya berasal dari 29 peserta asal SD Pelangi Kristus dan 20 peserta yang berasal dari Vita School.  Kegiatan ini diadakan di dua tempat yaitu di lantai 6 perpustakaan UK Petra untuk melihat pameran. Mereka ditemani oleh tutor yang akan menjelaskan karya-karya yang sedang dipamerkan. Kemudian dilanjutkan menuju gedung Q yang dibagi menjadi dua tempat yaitu lab metalurki dan basement gedung Q. 

Saat berada di basement gedung Q,  anak-anak mengikuti lomba menebak material apa saja yang terdapat di mobil. Setiap anak diminta memberikan jawaban pada selembar sticky notes untuk kemudian ditempelkan pada benda tersebut. Sedangkan saat berada di lab metalurki anak-anak dijelaskan tentang sifat material. 

Adapun konten pamerannya meliputi perbedaan karet alam dan karet sintetis, penggunaan material dalam pesawat ulang alik, mengenal aneka rem pada setiap transportasi yang ada hingga penggunaan material dalam sepatu dan sandal jepit. Antusiasme anak-anak terlihat saat mengikuti kegiatan ini, mereka tampak aktif ikut bertanya di setiap sesi. (mgn/Aj)

Membangun Startup Business Yang Tangguh
July 04, 2019

Zaman yang serba canggih ini melahirkan banyak bisnis startup berbasis teknologi. Ada yang berhasil, namun ada pula yang gagal karena tidak sepenuhnya memahami teknisnya. Oleh karena itu, Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Kristen Petra (UK Petra) kelas Technopreneurship mengadakan seminar bertajuk ‘Step by Step on Starting a Technology Based Company’ pada hari Jumat, 14 Mei 2019. Seminar yang bertempat di Gedung Q ini mengundang CEO dan Head of Engineering Pegipegi, Kevin Sandjaja dan Petra B. Karunia, untuk berbagi pengalamannya kepada para peserta. Seminar dihadiri mahasiswa FTI dan alumni UK Petra. Seminar juga merupakan acara akhir yang dilalui mahasiswa FTI setelah memamerkan prototype yang dikerjakan selama perkuliahan Technopreneurship.

Felecia, S.T., M.Sc. selaku perwakilan dari dosen coach Technopreneurship mengungkapkan, seminar ini diadakan untuk memberikan wawasan mengenai tahapan pendirian usaha berbasis teknologi dari pengalaman nyata. “Saya berharap mahasiswa dapat termotivasi untuk menjadi technopreneur yang sukses setelah ikut seminar ini.”, ujarnya. 

Seminar dimulai dengan sesi sharing dari Kevin yang menceritakan lahirnya Pegipegi dan tahapan-tahapan yang dilakukan saat membesarkannya. Kevin meyakini membangun startup tidak hanya tentang pantang menyerah dan mengejar mimpi, namun juga memperhitungkan keadaan ekonomi pasar, ukuran permasalahan yang diselesaikan, model bisnis, serta nilai yang ditawarkan kepada user. Ia mengutarakan, startup tidak hanya tentang teknologi saja. “Technology is not everything, technology is to scale. ”, begitu bunyi semboyan yang dianutnya.

Sesi yang kedua, sharing dari Petra, menyambungkan topik yang dibawakan Kevin. Beliau menambahkan, memulai startup membutuhkan pikiran berbasis data dibandingkan intuisi, beradaptasi dibandingkan memprediksi, dan iteratif. “Saya juga menyarankan peserta bekerja dahulu dengan perusahaan yang tepat untuk mempelajari dunia pekerjaan dan seluk-beluknya.”, ujarnya. (stf/dit)

Dies Natalis Informatika : My Grace is Sufficient
July 02, 2019

Bulan Mei, Program Studi Informatika Universitas Kristen Petra (UK Petra) merayakan hari jadinya ke 21 tahun. Untuk memperingati Dies Natalis kali ini, Teknik Informatika menggelar berbagai kegiatan, meliputi kegiatan pengabdian masyarakat, talkshow, dan Informatics Night. Rangkaian kegiatan ini dilaksanakan pada 3-18 Mei 2019.

Tema yang diangkat adalah My Grace is Sufficient yang diambil dari 2 Korintus 12:9. “Tema ini dipilih karena kebanyakan mahasiswa hanya menghabiskan waktunya untuk datang kelas, belajar, dan lebih terfokus hanya pada apa yang dikerjakan. Namun, sebagian besar dari mereka lupa jika kita juga seharusnya saling menolong dan membantu sesama manusia. Dengan adanya kegiatan ini, kami harap mahasiswa Program Studi Informatika lebih peduli terhadap lingkungan dan sekitarnya,” ungkap Stefanus Benhard, selaku Ketua Panitia Dies Natalis.

Pada 3 Mei 2019, sebanyak 50 mahasiswa Informatika dan Sistem Informasi Bisnis (SIB) melakukan penanaman mangrove dan pengelolaan lingkungan di Wisata Mangrove Gunung Anyar. Kemudian dilanjutkan pada 10 mei 2019, digelar talkshow Evolve In Industry 4.0 yang menghadirkan tiga pembicara, dua diantaranya merupakan alumni Informatika UK Petra yaitu Andy Febrico Bintoro, S.Kom. dan David Wibisono, S.Kom., serta seorang dosen Informatika UK Petra yaitu Agustinus Noertjahyana, S.Kom., M.MT. 

Informatics Night menjadi puncak acara dalam memeriahkan Dies Natalis Program Studi Informatika UK Petra. Firman Tuhan disampaikan oleh Prof. Ir. Rolly Intan, M.A.Sc. , Dr. Eng. menekankan bahwa manusia dapat berencana, tetapi Tuhan yang berkehendak. “Ketika membangun karir kita tanpa melibatkan Tuhan, maka akan sia-sia, maka dari itu panggilan, pekerjaan harus melibatkan visi hidup dan iman. Percayalah bahwa pemeliharaan Tuhan selalu ada untuk kita,” ungkapnya.

Acara berlangsung meriah dengan dilanjutkan oleh pemberian penghargaan-penghargaan bagi dosen dan mahasiswa berdasarkan hasil voting dari mahasiswa, serta pemotongan kue ulang tahun oleh Ketua Program Studi Informatika UK Petra, Henry Novianus Palit, S.Kom., M.Kom., Ph.D. (rut/Aj)

 

Business Management Competition Ajak Mahasiswa untuk Menjadi Young Entrepreneur
July 02, 2019

Jika mendengar kata entrepreneur, banyak orang akan langsung berpikir tentang pemilik sebuah bisnis. Padahal, seorang entrepreneur bukanlah seorang yang hanya melaksanakan bisnis, namun juga harus dapat menjawab kebutuhan masyarakat serta memecahkan permasalahan yang ada. Itulah peran entrepreneur yang sesungguhnya. Jiwa entreprenership dalam diri seseorang harus dibina sejak dini, untuk menjawab kebutuhan tersebut Himpunan Mahasiswa Manajemen Bisnis UK Petra Surabaya (HIMAMATRA) menggelar Business Management Competition (BMC).

 BMC merupakan kompetisi penyusunan ide bisnis yang dapat direalisasikan dalam tenggat waktu 6 bulan. Kompetisi ini disambut hangat di kalangan mahasiswa. Tercatat sebanyak 43 kelompok telah menjadi peserta kompetisi ini. Namun, hanya ada 15 kelompok tertinggi dari babak seleksi yang akan maju ke babak final. Babak final BMC dibagi dalam 2 hari. Peserta 15 besar lomba nasional ini melakukan visitasi ke Desa Duyung, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto pada tanggal 13 Mei 2019. Para finalis melakukan analisa kondisi lingkungan secara nyata sekaligus mencari ide-ide bisnis yang dapat membantu perkembangan Desa Duyung, itulah tujuan utama babak final BMC 2019. Setelah melakukan analisa, para finalis diberikan waktu satu hari untuk menyusun ide bisnis mereka yang akan dipresentasikan tanggal 15 Mei 2019.

Presentasi dilakukan di Ruang Konferensi IV Gedung Radius Prawiro UK Petra. Bahan-bahan yang perlu dipresentasikan meliputi; deskripsi bisnis, strategi pemasaran, struktur organisasi, SOP, timeline, hingga anggaran. Berbagai ide bisnis yang menarik dan unik dipresentasikan oleh peserta, mulai dari bisnis makanan hingga aplikasi. Namun ide bisnis yang paling menarik perhatian para juri merupakan milik kelompok JAWARAJEH dari Universitas Airlangga Surabaya sehingga dapat membawa mereka menjadi juara dalam kompetisi ini. “Saya harap peserta maupun panitia, melalui kegiatan ini, dapat membangun sebuah bisnis yang kokoh, berdasarkan analisa, dan selalu memperhatikan lingkungan sekitar,” tutup Audrey Angeline, Ketua BMC 2019. (luk/padi)

Belajar di Industri yang Relevan
July 01, 2019

Menjalin kerjasama dengan industri memberikan kesempatan bagi institusi pendidikan dan mahasiswanya agar lulusannya relevan dengan dunia industri. Pada tanggal 16 Mei 2019, Universitas Kristen (UK) Petra melakukan penandatangan memo kesepahaman dengan Suara Surabaya (SS) Media melalui acara Ruang Rapat Universitas Gedung Radius Prawiro Lantai 9.

Hadir langsung Drs. Errol Jonathans selaku Direktur Utama, ditemani Iman Dwi Hartanto selaku Manager On Air, Eddy Prastyo selaku Manager New Media, serta Rudi Hartono selaku Manager Human Resources Department, mereka disambut oleh Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng., selaku Rektor UK Petra beserta jajarannya. Dalam sambutannya, Djwantoro menyampaikan adanya perubahan luar biasa di industri komunikasi karena perkembangan teknologi. Djwantoro juga menyampaikan urgensi dibukanya kerjasama dengan SS, “Harapannya, ke depan akan bisa magang selama 2 semester penuh di industri yang relevan”, katanya.

Errol dalam sambutannya memaparkan kesiapan SS dalam menghadapi perubahan tersebut. Menurutnya pola pandang SS yang selalu merasa apa yang dilakukan adalah kurang memungkinkan SS memahami kebutuhan yang ada dan memberikan produk yang baik. Ia mengatakan, “Kami percaya SS eksis karena produk yang baik. Selain baik juga sesuai dengan yang dibutuhkan”.

Dalam iklim perubahan ini, media massa mainstream mengalami decline (penurunan) dalam bisnis. Dari berbagai media tersebut, radio yang mengalami penurunan paling besar. Maka dari itu, SS turut memiliki urgensi untuk bekerjasama dengan UK Petra, katanya “Kalau mau radio ini selamat, maka harus bersinergi dengan kampus tempat ilmu dikembangkan”.

Lebih lanjut mengenai kemungkinan magang selama 2 semester, Errol menyampaikan persetujuannya. Ia mengatakan, “Kami sangat siap (untuk menerima mahasiswa magang). Bagus kalau magangnya satu sampai dua semester”. Latar belakangnya, menurut Errol, radio saat ini sudah bukan hanya radio saja, melainkan sudah mulai konvergen dengan media sosial. Di lahan baru ini dibutuhkan orang muda. Secara spesifik, kegiatan yang dilakukan adalah membuat berita dengan format video sepanjang 1 menit, serta melakukan audience research . (noel/padi)

 

Mahasiswi Ilmu Komunikasi Raih Juara II Announcer Radio Competition
July 01, 2019

Berita baik kembali datang dari mahasiswa, kali ini Mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi (Ikom) Universitas Kristen Petra (UK Petra) berhasil mengharumkan nama UK Petra melalui prestasinya. Velly Christine Ratu Edo meraih Juara II dalam  Frekuensi, Radio Announcer Competition yang diselenggarakan oleh Stikosa AWS pada 28 April 2019 di M Radio Surabaya.

Kompetisi ini terbagi dalam dua babak, setiap babak selalu dimulai dengan workshop terlebih dahulu yang dibawakan oleh para juri yaitu Fitri Rianti, Announcer RRI Surabaya dan Tika Sulistya, Deputy of Manager Jeje Radio Surabaya. Untuk babak penyisihan, para peserta diberi pilihan topik beserta beritanya. Peserta diberi waktu sekitar 60 menit untuk mengubah artikel berita yang diberikan menjadi naskah yang akan dibawakan nantinya. Kemudian peserta diminta menyiarkannya selama 7-10 menit. 

Dari sekitar 30 peserta, sebanyak 10 peserta terbaik melaju ke babak final. Di babak final, peserta bebas memilih berita apa saja yang akan disiarkan. Velly memilih membahas tentang kostum yang digunakan oleh Taylor Swift pada lagu terbarunya yang berjudul “Me”, yang ternyata kostum ini dibuat oleh seorang perancang busana asal Indonesia. “Sempat mengalami kesulitan saat mempersiapkan final, saat itu saya sudah menyiapkan topik yang akan saya bahas, yaitu tentang lagu terbaru dari Taylor Swift, tetapi tanpa sengaja saya mendengar pesaing saya ternyata juga akan membahas topik itu, kemudian saya beralih untuk membahas kostum yang digunakan oleh Taylor Swift,” ujar alumnus SMAK Santo Yoseph Denpasar ini.

Walaupun ini bukan kali pertamanya mengikuti lomba, namun ini merupakan prestasi pertama Velly. Meraih Juara II, Velly mendapatkan sertifikat dan uang tunai sebesar Rp 300.000,-. “Tidak perlu takut untuk mencoba lagi, saya pernah kalah di perlombaan sebelumnya, saat ada kesempatan untuk ikut lomba lagi saya ingin kembali mencoba dan Puji Tuhan saya bisa meraih Juara II,” tutup mahasiswi semester dua ini. (rut/padi)

 

Mempelajari Budaya Korea melalui Kompetisi
June 28, 2019

King Sejong Institute (KSI) Surabaya, adalah sebuah institusi kebudayaan dan bahasa Korea yang menyediakan fasilitas belajar bahasa Korea supaya belajar menjadi lebih mudah, tidak membosankan dan sangat menyenangkan, salah satunya adalah lewat acara tahunan mereka, yaitu Korean Speech Contest.

Tahun ini, Korean Speech Contest diadakan pada Sabtu 25 Mei di Auditorium Universitas Kristen Petra Surabaya. Korean Speech Contest merupakan kompetisi membaca pidato Korea siswa King Sejong Institute. Tema dari kompetisi ini adalah kebudayaan Korea dan kota Jeonju. Kompetisi ini bertujuan untuk melatih pelafalan bahasa Korea dan melatih keberanian peserta untuk berbicara di depan umum. Lomba ini dibuka untuk kelas beginner dan intermediate. Sebanyak total 10 murid KSI (6 dari kelas beginner dan 4 dari kelas intermediate) menjadi peserta kompetisi ini. Untuk memotivasi peserta, KSI juga menyiapkan berbagai hadiah yang sangat menarik untuk para pemenang.

Untuk juara 3 di kedua kelas, masing-masing mendapatkan 1 unit Cannon Printer. Juara 2 di kedua kelas, masing-masing mendapatkan 1 unit televisi LG 32 inch. Untuk juara 1 di kelas beginner, akan mendapatkan kesempatan belajar di Korea Selatan selama 10 – 20 minggu, dan juara 1 di kelas intermediate akan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti Korean Cultural Experience Program sekaligus menjadi semi-finalis Korean Speech Contest di Korea. Kesempatan untuk ke Korea ini disponsori oleh Korean Association East Java.

Kompetisi ini memiliki 3 juri, yaitu Lee Kyung-yoon (Ketua Korean Association East Java), Lee Sang Jae (Ketua Lembaga Korea), dan Kim Hyeon Ah (Ketua KOTRA Surabaya). “Tahun ini saya senang sekali, karena para peserta sudah sangat berkembang dari 2 tahun lalu. Semua berbicara Bahasa Korea dengan luar biasa,” tutup Lee Kyung-yoon saat mengakhiri kompetisi ini. (luk/dit)

Siap Mengimplementasikan Kemajuan Teknologi
June 27, 2019

Di era industri 4.0 ini, kemajuan teknologi informasi juga merambah sektor konstruksi. Sejalan dengan hal tersebut, Seminar Internasional Teknik Sipil 2019 digelar pada tanggal 17 Mei 2019 dengan tema “The Rise of Construction 4.0”. “Industri konstruksi di Indonesia ini mau tidak mau harus siap untuk menghadapi perubahan. Dengan adanya teknologi baru, kita harus menyiapkan mahasiswa kita untuk menghadapi tantangan tersebut. Seminar ini memberikan wawasan tentang perubahan-perubahan tersebut, terutama di bidang information technology”, ujar Doddy Prayogo, Ph.D., Kepala Program Studi Magister Teknik Sipil dan Dokter Teknik Sipil UK Petra.

Dr. Yani Rahmawati, dosen pengajar di Civil and Environmental Engineering Department Universiti Teknologi Petronas, Malaysia berperan sebagai narasumber dalam seminar ini.

Dalam sesi pertama, Yani, pakar di bidang Sustainable Construction, Project Development, dan Collaborative Decision Making, memberikan paparan tentang “Building Information Modelling in Construction”. Paparan diawali dengan ilustrasi kerumitan yang ditemui pelaku konstruksi dalam membangun sebuah bangunan yang melibatkan hampir 50 ahli. Untuk memastikan kesemuanya memiliki pandangan dan gambaran yang sama, BIM berperan untuk memberikan penggambaran proyek pembangunan dengan baik serta segala informasi yang relevan bagi semua bidang keahlian yang terlibat. Ada beberapa tingkatan informasi yang diberikan oleh BIM, mulai dari 3 dimensi (3D) sampai 7 dimensi (7D). 3D berarti tersedia gambaran tiga dimensi bangunan yang dibuat, 4D berarti gambar 3D ditambahkan informasi waktu, 5D berarti gambar 3D dengan informasi biaya, 6D berarti gambar disertai dengan informasi sustainability (keberlanjutan) bangunan tersebut, dan 7D berarti gambaran dengan informasi penggunaan bangunan tersebut dalam masa hidupnya.

Memasuki sesi kedua seminar, setelah Yani memaparkan lanjutan dari materi di sesi seminar pertama, tiba giliran narasumber kedua, Christiono Utomo, Ph.D., seorang akademisi di bidang teknik sipil serta CEO Konsultan Konstruksi CREOutomo, untuk menyampaikan materi berjudul “A Multi-agent System on Automated Negotiation for Value-based Design Decision”. Christiono memulai dengan sebuah ilustrasi permasalahan yang dialami industri konstruksi, yang sejurus dengan yang disampaikan Yani. Dalam kolaborasi yang rumit dengan banyak sekali kepentingan yang ada, maka proses negosiasi memakan waktu yang banyak. Christiono mengatakan, “Dengan adanya otomasi negosiasi, maka proses kolaborasi akan menjadi lebih efisien”.(noel/padi)

Mahasiswa Otomotif UK Petra Gelar Service Gratis Sepeda Motor
June 27, 2019

Mahasiswa Program Otomotif Universitas Kristen Petra (UK Petra) menggelar kegiatan servis gratis bagi kendaraan roda dua. Kegiatan ini bertajuk “Servis Gratis 2019” yang digelar selama empat hari mulai tanggal 10-11 Mei 2019 dan 17-18 Mei 2019 di Lapangan Parkir UK Petra (Lapangan Anta) mulai pukul 09.00 sampai 16.00 WIB.

Sebelum para mahasiswa terjun ke lapangan, mereka dibekali terlebih dahulu dengan pelatihan di Laboratorium Komunitas Mesin Petra sejak tanggal 03 Mei 2019. Sebanyak 16 mahasiswa mendapatkan pengetahuan dan keahlian khusus agar dapat memberikan perbaikan ringan yang sesuai dengan standar bengkel yang ada. Tahun ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, jasa servis gratis ini diberikan di luar kampus UK Petra. 

Mereka sengaja memindahkan lokasi servis gratis dengan harapan akan banyak masyarakat yang terbantu dengan program ini. “Lokasinya sengaja kami pindahkan sebelumnya yang berada di dalam kampus UK Petra kini berada di Lapangan Anta agar masyarakat luas lebih mudah menjangkau layanan kami.“, urai Andrew selaku Ketua Panitia.

Selama empat hari pelaksanaan, ke-16 mahasiswa tersebut mengoperasikan 4 pit dan melayani 142 motor pengunjung. Selain memberikan servis, para mahasiswa juga mengadakan penjualan oli kendaraan dan suku cadang ringan. Keuntungan ini diberikan pada pengemudi ojek daring berupa potongan khusus untuk oli dan suku cadang. “Semoga potongan ini dapat meringankan para pengemudi ojek yang dalam kesehariannya lebih banyak memakai motor dan membutuhkan service”, tambah Andrew.

Djuari, seorang warga sekitar dari Jalan Siwalankerto Timur Kampung Baru menyampaikan kegembiraannya atas diadakannya servis gratis ini, ia mengatakan “Saya senang dengan adanya servis gratis ini. Baru pertama kali tahu kalau UK Petra ada acara seperti ini. Kalau diadakan di dalam kampus dan diberitahu saya pasti datang”.(noel/Aj)

 

Koordinasi Program Perguruan Tinggi Asuh
June 24, 2019

Tahun 2019, Universitas Kristen Petra (UK Petra) kembali mengasuh empat Perguruan Tinggi (PT) dalam Program Unggul PT Asuh yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa). Dalam Program Unggul PT Asuh ini, dibagi menjadi empat kegiatan utama. Kegiatan pertama koordinasi PT Asuh berlangsung pada 13-14 Mei 2019.

“Hibah ini fokus pada penjaminan mutu, kami berharap dengan keikut sertaan bapak dan ibu perwakilan dari empat institusi dalam program ini dapat memacu kita semua, termasuk UK Petra untuk terus menjadi lebih baik, continues improvement,” ungkap Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng., selaku Rektor UK Petra dalam sambutannya.

Empat PT yang diasuh adalah Universitas Tribuana Kalabahi-Alor, Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Soe, Universitas Kristen Surakarta dan Universitas Wisnuwardhana Malang. Pada kegiatan pertama, para peserta yang terdiri dari perwakilan masing-masing universitas diperkenalkan tentang UK Petra, mulai dari gedung-gedung perkuliahan dan fasilitas kampus, hingga best practice.

Para pimpinan dari masing-masing institusi diminta memaparkan Pengelolaan Perguruan Tinggi yang telah diterapkan selama ini. Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Dr. dra. Gan Shu San, M.Sc. memaparkan pengelolaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) UK Petra dilanjutkan oleh pemaparan dari masing-masing PT Asuhan. “Tugas LPM di UK Petra adalah untuk memfasilitasi, mengkoordinir, dan memastikan adanya penjaminan mutu yang dilaksanakan oleh masing-masing unit akademik,” ujar dosen Prodi Teknik Mesin UK Petra.  

Kedepan, akan dilaksanakan tiga kegiatan besar, diantaranya Lokakarya SPMI, Lokakarya Audit Mutu Internal (AMI) berbasis Teknologi Informasi, serta Lokakarya Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME). Lokakarya SPMI dan SPME akan dilaksanakan di Perguruan Tinggi masing-masing, sedangkan Lokakarya AMI akan bertempat di Surabaya. Program Unggul PT Asuh ini akan berlangsung sampai dengan Oktober 2019. (rut/Aj)

Mengatasi Ketakutan atas Kegagalan
June 24, 2019

Upaya meraih sukses memerlukan kerja keras dan ketekunan. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pengembangan Diri Universitas Kristen Petra (UK Petra) dalam salah satu upaya memberi semangat pada para mahasiswa,  menyelenggarakan seminar dengan judul “The Only Limit is Yourself” pada 10 Mei 2019 bertempat di ruang teater Q

Seminar ini menghadirkan narasumber Kapten Vincent Raditya, seorang entrepreneur, youtuber, pilot penerbang, serta motivator.

Vincent Raditya membuka sesi seminar dengan menceritakan bahwa kesuksesan yang didapatnya saat ini bermula dengan awal yang kurang ideal. Ia menuturkan bahwa ia adalah seorang siswa yang nakal saat SMA dan terlalu sering bermain game komputer tentang simulasi penerbangan. Selepas SMA ia kuliah di bidang sound engineering dan musik yang tidak sesuai dengan keinginannya semula. Vincent pernah memulai wirausaha perdagangan mobil, akan tetapi pada tahun 2008 usaha tersebut tutup.

Setelah awal yang kurang ideal tersebut, keadaan mulai berubah ketika Vincent menemukan passion pada dunia penerbangan, dunia yang ia kenal melalui permainan video di masa kecilnya. Pada tahun 2009, melawan semua kehendak orang tua dan keluarganya, ia memutuskan untuk masuk sekolah pilot. Ia lulus dalam jangka waktu empat setengah bulan, dimana pada umumnya sekolah tersebut ditempuh dalam waktu satu setengah tahun. Mengenai pengalaman ini, Vincent berkata “Berbekal modal percaya pada diri sendiri, pasti ada jalan. walau orang lain berkata Anda tidak bisa, jangan biarkan orang lain memprogram dirimu”.

Selepas sekolah pilot di tahun 2010, Vincent meniti karier sebagai seorang pilot. Ia resmi menjadi Kapten Pilot yang bertugas di salah satu maskapai penerbangan pada tahun 2014. Bersamaan dengan bekerja di maskapai tersebut, ia merintis sekolah pilot miliknya sendiri. Pada tahun 2013, sekolah tersebut hanya memiliki 1 pesawat latih, dan pada tahun 2017 sekolah tesebut sudah memiliki armada 6 pesawat. Menutup sesinya, Vincent menyampaikan pesan bagi para orang muda, katanya “Possibility is endless, apa pun yang ingin kalian lakukan bisa diwujudkan. Jangan takut gagal, karena kita belum gagal sebelum kita berhenti”.(noel/dit)

 

Mahasiswi UK Petra Terpilih Menjadi Ning Persahabatan 2019
June 21, 2019

Perhelatan Grand Final Duta Wisata Cak & Ning 2019 digelar oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kota Surabaya telah usai digelar dan salah satu mahasiswi UK Petra berhasil membawa pulang gelar ning Persahabatan. Ia adalah Joanna Kusumadewi Suwito yang merupakan mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi UK Petra angkatan 2016, “Puji Syukur atas pencapaian ini dan kuliah di Ilmu Komunikasi UK Petra menjadi modal utama saya untuk menjalani proses pemilihan cak & ning 2019.”, ungkap Joanna saat berkunjung ke kantor humas dan informasi studi.

Ada empat tahapan yang harus dilalui hingga menjalani karantina selama enam hari lamanya oleh gadis yang kerap menjadi Master of Ceremony ini. Joanna harus bersaing dengan kurang lebih 258 orang lainnya untuk kemudian hanya dipilih menjadi 15 pasangan saja. Mengenai prestasinya ini, motivasi Joanna ada dua hal,ia merasa perlu memberi kontribusi pada kota Surabaya selain juga ingin mengembangkan potensinya khususnya di bidang Publik Speaking melalui perhelatan Cak & Ning 2019.

“Saya belajar banyak hal. Khususnya saat babak final, proses karantina memang benar-benar menguras energi. Kita digembleng baik fisik maupun mental. Tidur hanya sekitar 2-4 jam saja tiap harinya. Aktifitas kami sehari-hari harus mengikuti pembekalan materi mengenai kota Surabaya dan permasalahannya serta bekerjasama dengan para peserta lainnya dengan perbedaan latar belakang. Emosi kita juga diaduk-aduk tetapi saya tetap berusaha fokus.”, rinci gadis yang menjalani kontrak selama setahun menjadi Ning Persahabatan 2019.

Persiapan yang dilakukan anak pertama dari dua bersaudara ini sangat matang. Selain membaca buku-buku dan mencari informasi dari internet mengenai kota Surabaya. Joanna juga rela turun ke lapangan survey langsung dengan menaiki Suroboyo Bus agar lebih memahami secara nyata mengenai kota Surabaya.

Meraih gelar atribut Ning Persahabatan 2019 tak lantas membuat gadis alumni SMAN 16, Surabaya ini berpuas diri. Kedepannya ia ingin masih memendam keinginan untuk menjajal kompetisi lainnya. Kini, selain tetap fokus menyelesaikan kuliahnya, Joanna juga harus membagi dirinya selama satu tahun kedepan untuk mempromosikan wisata di Kota Surabaya. Selamat Bertugas Joanna. (Aj/padi)

 

Mahasiswa Desain Interior UK Petra Gandeng UMKM, Hasilkan 19 Brand Startup Baru
June 14, 2019

Sejumlah 131 mahasiswa Program Studi Desain Interior UK Petra menggelar pameran 19 Brand Startup Baru bertajuk Cre-Mart. Gelaran dihelat pada Jumat-Minggu, 24-26 Mei 2019 mulai pukul 10.00-21.00 WIB di Bazaar X project, Convention Hall Tunjungan Plaza 3. “Pameran ini merupakan project gabungan dua kelas mata kuliah Creativepreneurship dengan metode Service Learning. Mahasiswa diminta membantu UMKM di sekitar Surabaya untuk menghasilkan produk yang kreatif, inovatif dan berdaya jual tinggi.”, ungkap Dr. Yusita Kusumarini, S.Sn., M.Ds. dan Mariana Wibowo, S.Sn., M.MT., selaku dosen pengampu mata kuliah ini.

Secara berkelompok dengan 5 hingga 6 mahasiswa di dalamnya, para mahasiswa menghasilkan produk baru dengan tidak meninggalkan UMKM yang telah ada. Mereka menghasilkan 19 brand startup baru berupa aksesoris interior multifungsi dengan fashion, aksesoris interior, furniture dengan recycle material, kitchenware dengan kearifan lokal dan lighting design dengan menggunakan material pipa paralon.

Menurut Mariana Wibowo S.Sn., M.MT., “kalau kita hanya menjadi entrepreneur saja itu hanya akan memperkaya diri sendiri, sedangkan yang kita kerjakan ini baik mahasiswa maupun UMKM berpacu bersama-sama. Pengerjaan material SDMnya dari UMKM akan tetapi ide diambil dari para mahasiswa”.

Para mahasiswa inipun telah melakukan survey sebelumnya ke 19 UMKM yang ada agar hasilnya sesuai dengan kebutuhan UMKM tersebut. Hasil produk ini pun melalui proses seleksi terlebih dahulu, apakah layak jual atau tidak. “Untuk kedepannya saya berharap ini bisa berlanjut, tidak hanya untuk mata kuliah ini saja tapi bisa menjadi usaha mereka untuk kedepannya. Dirintis sejak sekarang. Setidaknya dari pengalaman yang didapat ini mahasiswa diharapkan bisa mandiri” pesan dari Mariana Wibowo S.Sn., M.MT. (mgn/Aj)

Mahasiswa Ikom UK Petra Ajak Melek Isu Sosial
June 14, 2019

Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Kristen Petra (UK Petra) kembali mengadakan #IKOMOVEMENT selama empat hari berturut-turut pada 21-24 Mei 2019 di Atrium Radius Prawiro Gedung W. Acara ini sebagai bagian dari Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Campaign PR dan Manajemen Pemangku Kepentingan untuk implementasi materi selama perkuliahan.

#IKOMOVEMENT merupakan sebuah kampanye yang mengangkat 12 isu sosial yang dikemas unik dengan berbagai rangkaian acara. Gelaran yang pertama kali diadakan ini dikelompokkan menjadi empat tema besar yaitu #YangMudaYangCerdas, #YangMudaYangPeduli, #YangMudaYangBerinovasi, dan #YangMudaYangMenginspirasi.

Penyampaian tiap booth beraneka macam dan dilakukan dengan media-media modern dan kreasi dari mahasiswa sendiri, seperti Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), cerita interaktif, poster, dan games. Tidak hanya itu, mahasiswa juga mengadakan acara lain seperti talkshow, workshop, fashion show, role-play dan rally games supaya pengunjung mendapatkan pemahaman mendalam. Pengunjung diajak terlibat sehingga secara tidak langsung ikut mengkampanyekan isu-isu sosial tersebut.

Titi Nur Vidyarini, S.Sos., M.Comms., salah seorang dosen pengajar, berharap agar mahasiswa bimbingannya dapat memiliki empati dan kepedulian sosial yang tinggi, serta menumbuhkan skill untuk membuat strategi yang tepat dalam mengelola hubungan dengan pemangku kepentingan. “Saya juga berharap mahasiswa UK Petra ataupun universitas lain yang berkunjung mendapatkan insight yang membuka wawasan terkait isu-isu sosial, kemudian turut serta melakukan hal yang positif terkait dengan pesan-pesan dalam kampanye tersebut.”, tambahnya. (stf/Aj)

Gelar Bazaar, Mahasiswa Manajemen Pemasaran Praktekkan Teori Perkuliahan
June 12, 2019

Banyak orang belajar bisnis secara teoritis, namun tidak banyak orang yang sukses untuk melaksanakannya. Hal itu disebabkan oleh kurangnya pengalaman praktis mengenai bisnis itu sendiri. Tidak banyak orang yang mengetahui apa yang dibutuhkan untuk membangun sebuah bisnis. Membangun bisnis, dibutuhkan banyak waktu, tenaga, uang, kegigihan dan keuletan.  Oleh karena itu, dalam rangka membekali mahasiswanya dengan real experience dalam berbisnis, Program Manajemen Pemasaran Universitas Kristen Petra Surabaya, lewat mata kuliah “Lokakarya”, menggelar sebuah bazaar yang berjudul “Maniac Market”. “Diberi nama Maniac Market agar pengunjung bisa ketagihan untuk datang terus ke Bazaar kami,” ujar Defira Amadea, Ketua Bazaar Maniac Market.

Bazaar yang bertema “Shape of Paradise” ini dibuka pada tanggal 20 hingga 26 Mei 2019 di Atrium Pakuwon Trade Center Surabaya lantai LG. Bazaar ini menyediakan berbagai tenant fashion, beauty dan aksesoris. Sejumlah total 24 tenant mengisi bazaar ini dan 13 tenant di antaranya merupakan milik mahasiswa Program Manajemen Pemasaran sendiri. Hal ini merupakan proyek akhir mereka di mata kuliah “Lokakarya”. Tenant yang digelar oleh 4-5 mahasiswa ini diwajibkan untuk menjual produk/jasa sesuai dengan keinginan mereka. Hal ini guna memberikan mahasiswa pengalaman untuk berbisnis, mulai dari mencari pemasok, mencari pelanggan, mengatur strategi pemasaran, berlatih untuk melayani pelanggan, dan lain-lain.

Selain tenant, Bazaar ini juga mengadakan berbagai mini event yang sangat menarik. Mini events yang diadakan merupakan Hip-Hop Dance Battle, Lomba e-Sports Mobile Legends dan Player Unknown’s Battleground (PUBG), Make up Class dan Demo, FIFA Maniac Cup, Talkshow bersama John Robert Power, dan Eating Competition. Melalui mini events tersebut, mahasiswa Manajemen Pemasaran juga berlatih untuk menyelenggarakan sebuah event, yang juga dapat menjadi sebuah metode/strategi untuk pemasaran. “Lewat Bazaar ini, saya belajar banyak hal, seperti teknis usaha, marketing, dan belajar berhubungan dengan orang lain. Saya berharap mahasiswa Pemasaran dapat dan mau untuk melanjutkan usaha yang telah mereka jalankan sekarang,” tutup mahasiswi semester enam tersebut. (luk/padi)

18 Tahun Ikom UK Petra: You Are The Future
June 11, 2019

Di Bulan Mei, Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Kristen Petra (UK Petra) merayakan hari jadinya yang ke 18 tahun. Dalam rangka memeriahkan ulang tahunnya, Fakultas Ilmu Komunikasi UK Petra menggelar Communication Day pada 15-16 Mei 2019 yang terdiri dari berbagai kegiatan menarik, antara lain International Workshop dan Awarding Night.

International Workshop bertajuk Communication for Millenials menghadirkan dua pembicara yang sangat berpengalaman di bidangnya yaitu Lidyawati Aurelia, selaku Country Manager Anymind Group Indonesia, serta Ardyan M. Erlangga, Managing Editor VICE Indonesia. “Tema ini dipilih karena terinspirasi dari perkembangan teknologi informasi pada generasi Z saat ini. Kita, sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi perlu diberi pemahaman bahwa sudah selayaknya memiliki cara pandang yang kreatif dan inovatif, khususnya pada dua bidang yang akan sangat berkaitan dengan mahasiswa Ilmu Komunikasi yaitu strategic communication zone dan broadcasting zone,” ungkap Liliana Wijaya Khongo, Ketua Panitia Communication Day 2019.

Lidyawati Aurelia, sebagai Country Manager dari sebuah Perusahaan yang bergerak di bidang industri teknologi periklanan dan pemasaran, berbicara mengenai Communicate the Brand with Ideas. Menurutnya, poin terpenting dalam suatu brand adalah creative part yang akan meningkatkan brand awareness.  Sedangkan Ardyan M. Erlangga membahas Empowering Media Industry Through Digital Era.

Awarding Night yang digelar pada 16 Mei 2019 dihadiri oleh mahasiswa aktif Ilmu Komunikasi (Ikom), dosen, serta para alumni. Mengangkat tema You are The Future, acara ini berlangsung meriah. “Program Studi Ilmu Komunikasi UK Petra sudah berusia 18 tahun, saya berharap bisa semakin dewasa, tangguh, berjaya. Jika kita telah berhasil selama tiga kali mempertahankan Akreditasi A, kami tetap butuh banyak support untuk beberapa agenda kedepan untuk rencana sertifikasi Internasional dan juga persiapan akreditasi kita yang keempat,” ujar Daniel Budiana, S.Sos., MA. selaku Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UK Petra.

Acara dimeriahkan dengan penampilan menarik dari mahasiswa Ikom serta pemberian penghargaan antara lain Magneficent, Mahasiswa kura-kura, Guru Bersama, High Tech, Everywhere Class Captain, serta The Guardian of C Hallway. (rut/Aj)