A CARING AND GLOBAL UNIVERSITY WITH COMMITMENT TO CHRISTIAN VALUES

Acara akan datang


AUPF 2018
November 06, 2018
i-Come 2018
July 13, 2018

Berita terakhir



Rolly Intan Raih Gelar Honoris Causa dari Dongseo University, Busan-Korea Selatan
February 09, 2018

Rektor Universitas Kristen Petra periode 2009-2017, Prof. Rolly Intan, Dr.Eng. baru saja menerima gelar doctor honoris causa (Dr. HC) di bidang Business Administration dari Dongseo University, Busan-Korea Selatan. Penganugerahan berlangsung pada hari ini Jumat, tanggal 9 Februari 2018 bertempat di kampus Dongseo University (DSU), Busan-Korea Selatan mulai pukul 11 siang waktu setempat.

“Saya merasa kaget dan tidak menduga akan menerima penghargaan ini tetapi saya merasa sangat terhormat. Mereka menilai saya layak mendapatkan gelar ini khususnya di bidang leadership dan manajemen. Terima kasih sekali kepada Dongseo University di Korea Selatan atas kerjasamanya selama ini. Supportnya sungguh besar pada beberapa program yang telah dilakukan secara bersama dengan Universitas Kristen Petra”, ungkap Prof. Dr. (HC) Rolly Intan, Dr.Eng. yang masih berada di Korea saat dihubungi via telepon. Penganugerahan gelar kehormatan ini dilakukan bersamaan dengan upacara wisuda mahasiswa Dongseo University, Busan-Korea Selatan yang dihadiri oleh tamu undangan kehormatan, Chancellor DSU, Rektor DSU dan Rektor UK Petra periode 2017-2021, Prof. Djwantoro Hardjito,Ph.D.

Prof. Dr. (HC) Rolly Intan, Dr.Eng. sempat memberikan sambutannya. Beliau mengungkapkan perasaannya mengenai penganugerahan ini sekaligus harapan ke depannya. “Saya yakin kedepannya UK Petra yang kini dipimpin oleh Prof. Djwantoro Hardjito, Ph.D. akan membuat kerjasama dengan DSU semakin lebih intens dan bermanfaat bagi masyarakat sehingga kehadiran universitas di tengah-tengah masyarakat akan mampu menaikkan taraf kehidupan masyarakat”.

Rektor UK Petra, Prof. Djwantoro Hardjito, Ph.D. yang turut hadir dalam penganugerahan ini mengungkapkan kegembiraannya. “Prestasi Prof. Dr. (HC) Rolly Intan, Dr.Eng benar-benar membuat keluarga besar Universitas Kristen Petra berbangga atas prestasi yang telah diterimanya. Hal ini menandai tonggak sejarah lain dalam persahabatan dan kolaborasi panjang antara Universitas Kristen Petra dengan Dongseo University sejak tahun 1996. Kolaborasi aktif dengan Dong Seo University di berbagai bidang ini amat penting untuk untuk terus dikembangkan, terlebih di masa Revolusi Industri 4.0, yang menghadapkan kita pada banyak tantangan dan sekaligus peluang”, ungkap Prof. Djwantoro.

Berbagai kegiatan yang berkesinambungan tahun demi tahun antara Universitas Kristen Petra, Indonesia-Surabaya dengan Dongseo University, Busan-Korea Selatan antara lain:

  1. Asia Summer Program (sejak 2012) – UKP dan DSU sebagai founders;
  2. Partisipasi UKP dalam Asia University Presidents Forum atas rekomendasi DSU (sejak 2012);
  3. Penyelenggaraan Dual Degree Program (2+2) in Film (sejak 2014) dan Digital Media (sejak 2016);
  4. Pembukaan King Sejong Institute Surabaya di UKP (2015);
  5. Pembukaan E-Class Korean, bekerjasama dengan Korean Association of Network Industries (2017).

    [gallery ids="1071,1072,1070"]

 

Baca berita
UK Petra Lantik Wakil Rektor dan Pejabat Struktural Periode 2017-2021
February 08, 2018

Kali ini Universitas Kristen Petra (UK Petra) kembali menggelar agenda penting yaitu pelantikan Wakil Rektor, Dekan, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), dan Kepala Departemen Mata Kuliah Umum (DMU) periode 2017-2021. Bertempat di Auditorium UK Petra, prosesi pelantikan dilaksanakan pada hari Jumat, 2 Februari 2018 mulai pukul 10.00 WIB. Pdt. Wahyu Pramudya, M.Th. yang mengawali acara pelantikan ini mengutip dari 1 Samuel 7:12. Dalam dunia ini, manusia butuh “pembatas” salah satunya adalah masa jabatan. Sebuah batas bukan selalu berbicara tentang akhir, tetapi juga berbicara tentang awal yang baru. “Kali ini bagi pejabat struktural yang lama, inilah batas anda, syukuri apa yang telah dilewati, rayakan pertolongan Tuhan sambil menengok kebelakang, mengevaluasi apa yang telah kita lakukan dan apa yang kelak akan dilakukan untuk menjadi lebih baik,” ujar hamba Tuhan dari Gereja Kristen Indonesia (GKI) Ngagel ini.

Acara dilanjutkan dengan pelantikan dan serah terima jabatan dari pejabat struktural lama kepada pejabat struktural yang baru. Dr. Dra. Jenny Mochtar, M.A. terpilih sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan dipercayakan kembali kepada Agus Arianto Toly, S.E., Ak., M.S.A. Sedangkan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dipegang oleh R. Arja Angka A. A. A. Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak. Setelah pelantikan para Wakil Rektor, acara dilanjutkan kembali dengan pelantikan dekan. Berdasarkan SK no.20 /Kept/YPTK/I/2018 tanggal 29 Januari 2018, Dekan Fakultas Sastra dipercayakan kepada Dwi Setiawan, S.S., MA-ELT., Ph.D., Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan dipercayakan pada Dr. Rudy Setiawan, S.T., M.T. berdasar SK no.22 /Kept/YPTK/I/2018 tanggal 29 Januari 2018. Mengakhiri masa jabatannya sebagai Kepala LPPM, Berdasarkan SK no.24 /Kept/YPTK/I/2018 tanggal 29 Januari 2018, Dr. Juliana Anggono, S.T., M.Sc. kini dipercaya menjadi Dekan Fakultas Teknologi Industri periode 2017-2021.

Berdasarkan SK no.26 /Kept/YPTK/I/2018 tanggal 29 Januari 2018, Ricky, S.E., MRE., Ed.D. terpilih menjadi Dekan Fakultas Ekonomi, Dr. Yusita Kusumarini, S.Sn., M.Ds. dan Dr. Drs. Ido Prijana Hadi., M.Ds. kembali mengemban tugas sebagai Dekan Fakultas Seni dan Desain sesuai dengan SK no.28 /Kept/YPTK/I/2018 tanggal 29 Januari 2018 dan Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi periode 2017-2021 sesuai dengan SK no.30 /Kept/YPTK/I/2018 tanggal 29 Januari 2018. Dr. Drs. Ribut Basuki, M.A. dilantik menjadi Kepala LPPM berdasarkan SK no.32 /Kept/YPTK/I/2018 tanggal 29 Januari 2018. Kepala LPM yang baru dipegang oleh Dr. Dra. Gan Shu San, M.Sc., sesuai dengan SK no.34 /Kept/YPTK/I/2018 tanggal 29 Januari 2018. Sedangkan berdasarkan SK no.24 /Kept/UKP/II/2018 tanggal 1 Februari 2018, Ketua Departemen Mata Kuliah Umum periode 2017-2021 dipercayakan kepada Dr. Ir. Ekadewi Anggraini Handoyo, M.Sc.

Setelah pelantikan dan doa peneguhan bagi para pejabat struktural yang baru, Rektor UK Petra memberikan sambutannya. “Tak lupa saya mengucapkan terima kasih atas pelayanan para pejabat struktural yang lama. Sungguh sebuah anugerah besar bagi kampus UK Petra. Saya mewakili seluruh keluarga besar UK Petra juga mengucapkan selamat kepada pejabat baru periode 2017-2021 yang telah dilantik, saya percaya bahwa tanggung jawab yang baru yang telah didoakan dan akan dijalani selama empat tahun kedepan ini merupakan kesempatan dan kehormatan untuk menjadi rekan sekerja Allah untuk mewujudkan rencanaNya di UK Petra,” ungkap Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng.(rut/Aj)

Baca berita
DKV UK Petra Dukung Perubahan Image Dolly Lewat Fashion Show
January 30, 2018

Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Kristen Petra (UKP) bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya menyelenggarakan acara bertajuk “Terima kasih Bunda Semangatmu adalah Inspirasi dan Motivasi Kami” yang diadakan dalam rangka merayakan hari Ibu. Acara ini digelar pada Kamis, 21 Desember 2017 di Dolly Saiki Point, Jalan Putat Jaya Lebar, Surabaya.

Berangkat dari tugas akhir karya salah satu alumni DKV UK Petra, Gracia  Asterina, yang berjudul Dollymorphosa, DKV UK Petra mewujudkannya dalam bentuk fashion show.

Konsep Dollymorphosa adalah upaya mempromosikan produk batik dari tiga usaha kecil dan menengah (UKM) Rumah Batik yaitu Alpujabar, Jarak Arum dan Canting Surya, yang dikemas melalui fashion fotografi. Gracia mencoba menonjolkan nilai batik-batik yang unik yaitu selain dikerjakan oleh masyarakat kampung Dolly, juga menceritakan latar belakang kehidupan dan budaya disana melalui motif-motif batiknya. Gracia menampilkan model mengenakan batik dengan latar belakang kampung Dolly yang legendaris. Dolly dan metamorphosa adalah konsep yang diusung Gracia, yang melekat di setiap detail fotonya, mulai dari pilihan busana yang dikenakan model, pemilihan lokasi bahkan simbolisasi waktu, pagi dan malam. “Saya tertarik mempromosikan tiga UKM dari Rumah Batik Dolly ini pada masyarakat luar sebab kualitasnya sangat baik akan tetapi promosinya kurang menarik. Saya memilih jalur promosi ke dalam tampilan visual fashion fotografi yang segar dan fashionable dengan menyasar kalangan anak muda”, urai Gracia.

Tujuan acara Dolly Saiki Point adalah membantu meningkatkan promosi UKM Dolly terutama batik, sepatu dan tas. Promosi dikemas ke dalam bentuk penyelenggaraan acara yang menampilkan hasil karya kolaborasi dosen, mahasiswa dan pemilik UKM. Acara Fashion show  dibawakan oleh enam model yang  mengenakan produk batik dari UKM Rumah Batik. Bersamaan dengan itu dipajang kurang lebih 15 karya fashion fotografi Gracia Asterina.

Fashion show ini diselenggarakan sekaligus menjadi penutup rangkaian acara Dolly Saiki Point. “fashion show UK Petra menampilkan enam model yang akan mengenakan 12 baju dari bahan batik dan sepatu UKM di Dolly. Enam baju diantaranya merupakan baju yang ada di karya Gracia Asterina”, ungkap Luri Renaningtyas., S.T., M.Ds, dosen DKV dan penanggung jawab acara.

Kegiatan ini sekaligus mengkampanyekan campaign zero waste, yaitu tidak membuang kain sama sekali. Rizki Ramadityo, mahasiswa DKV semester 7 yang bertugas menjadi stylish dalam acara fashion show, membuat pakaian zero waste yang dikenakan para model, yaitu kain dibentuk menjadi baju, celana, kulot, dress, dan lainnya tanpa perlu dijahit dan membuang kainnya.“Saya ingin mengangkat nilai jual dan merubah image Dolly terutama ingin membuat batiknya dikenal masyarakat luas” ujar Rizki Ramadityo. (rut/dit)

Baca berita
5 Pustakawan Peroleh Jay Jordan IFLA/ OCLC Early Career Development Program
January 17, 2018

Pustakawan UK Petra Chandra Pratama Setiawan berhasil memperoleh Jay Jordan IFLA/ OCLC Early Career Development Fellowship Program, yaitu program bergengsi yang disponsori oleh IFLA dan OCLC di Ohio, US, yang memberikan kesempatan pengembangan pendidikan dan profesional pustakawan untuk pustakawan dari negara berkembang. Hanya 5 pustakawan muda yang dipilih dari berbagai negara berkembang di dunia. Program berlangsung dari 17 Maret s.d. 13 April 2018. Semoga bisa menginspirasi pustakawan muda lainnya.

 

---

 

2018 Fellows are from Ethiopia, Indonesia, Jamaica, Kenya, and Romania

DUBLIN, Ohio, 15 January 2018OCLC, along with the International Federation of Library Associations and Institutions (IFLA), has named five librarians selected to participate in the Jay Jordan IFLA/OCLC Early Career Development Fellowship Program for 2018. The program supports library and information science professionals from countries with developing economies.

The IFLA/OCLC Fellowship Program provides advanced continuing education and exposure to a broad range of issues in information technologies, library operations and global cooperative librarianship. With the selection of the five Fellows for the class of 2018, the program will have welcomed 90 librarians and information science professionals from 40 different countries.

The 2018 IFLA/OCLC Fellows are:

  • Alehegn Adane Kinde, University of Gondar, Ethiopia
  • Arnold Mwanzu, International Centre of Insect Physiology & Ecology (icipe), Kenya
  • Irina Livia Niţu, National Library of Romania, Romania
  • Chantelle Richardson, National Library of Jamaica, Jamaica
  • Chandra Pratama Setiawan, Petra Christian University, Indonesia

“The IFLA/OCLC Fellowship Program continues to have an impact on libraries and librarians around the world since its inception 17 years ago,” said Skip Prichard, OCLC President and CEO. “The program offers experiences, ideas, connections and inspiration to the talented professionals who are selected to participate. They take what they learn here to implement new and innovative programs in their home countries. They go on to become leaders and champions of libraries, to shape the future of libraries and librarianship in different parts of the world, ready and eager to inspire others.”

During the four-week program, from 17 March through 13 April, the Fellows participate in discussions with library and information science leaders, library visits and professional development activities. The program is based at OCLC headquarters in Dublin, Ohio, USA.

“Library cooperation, as I’ve experienced and learned about from OCLC, will go a long way in helping Nigerian libraries meet the information needs of the most populous country in Africa,” said Idowu Adegbilero-Iwari, a 2016 IFLA/OCLC Fellow from Nigeria.

“I now see things from a different point of view,” said Rhea Jade Nabuson, 2016 Fellow from Philippines. “I am a better librarian, ready to overcome challenges faced by Philippine libraries.”

“The program has equipped me to further my career,” said Patience Ngizi-Hara, 2017 Fellow from Zambia. “It has been life-changing.”

The selection committee for the 2018 Fellowship program included: Ingrid Bon, IFLA; Sarah Kaddu, National Library of Uganda; and Nancy Lensenmayer, OCLC.

Watch a brief video interview with Rashidah Bolhassan, from Malaysia, who was part of the very first IFLA/OCLC Fellows class. She is now the CEO of the Sarawak State Library in Malaysia.

Read more about the IFLA/OCLC Fellowship Program on the OCLC Next blog.

About IFLA

The International Federation of Library Associations and Institutions (IFLA) is the leading international body representing the interests of library and information services and their users. It is the global voice of the library and information profession. Founded in 1927 in Edinburgh, Scotland at an international conference, we now have more than 1,400 Members in over 140 countries around the world. IFLA was registered in the Netherlands in 1971. The Royal Library, the national library of the Netherlands, in The Hague, generously provides the facilities for our headquarters.

About OCLC

OCLC is a nonprofit global library cooperative providing shared technology services, original research and community programs so that libraries can better fuel learning, research and innovation. Through OCLC, member libraries cooperatively produce and maintain WorldCat, the most comprehensive global network of data about library collections and services. Libraries gain efficiencies through OCLC’s WorldShare, a complete set of library management applications and services built on an open, cloud-based platform. It is through collaboration and sharing of the world’s collected knowledge that libraries can help people find answers they need to solve problems. Together as OCLC, member libraries, staff and partners make breakthroughs possible.

OCLC, WorldCat, WorldCat.org, and WorldShare are trademarks and/or service marks of OCLC Online Computer Library Center, Inc. Third-party product, service and business names are trademarks and/or service marks of their respective owners.

Baca berita
Penerimaan Mahasiswa Baru 2018 / 2019
December 07, 2017

Berikut adalah informasi untuk penerimaan mahasiswa baru periode 2018 / 2019. Info lebih lanjut dapat klik di http://pmk-online.petra.ac.id

Baca berita
Perkenalkan IPTEK dengan Menonton Film dan Eksperimen
November 16, 2017

Untuk kelima kalinya, Goethe Institut kembali menggandeng Perpustakaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dalam penyelenggaraan Science Film Festival (SFF) 2017. SFF 2017 merupakan kegiatan rutin yang bertujuan mengenalkan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan cara yang menarik dan menyenangkan. Kegiatan yang diikuti oleh para siswa Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) disekitar UK Petra diselenggarakan pada tanggal 8-10 November 2017 di auditorium UK Petra. Kegiatan ini mengangkat tema “Anthropocene” dimana saat ini jejak manusia begitu mendalam dan luas sehingga ilmuwan dan pembuat kebijakan kini mempertimbangkan bahwa segala perubahan yang disebabkan oleh manusia memang mempengaruhi  data geologis dalam jangka panjang dan memasuki jaman geologi baru yaitu Anthropocene. Para siswa diajak untuk belajar dengan cara yang menyenangkan melalui topik-topik seperti: urbanisasi, mobilitas, alam, pangan dan interaksi manusia dengan mesin,SFF menjelajahi kehidupan manusia di masa lalu, masa kini dan masa depan. Rangkaian acara SFF 2017 meliputi pemutaran fim, demo eksperimen, talkshow oleh mahasiswa UK Petra, workshop, dan juga lomba membuat poster.

Hari pertama diikuti oleh siswa-siswa dari berbagai SMA, acara dimulai pukul 09.00 dan dibuka oleh Barbara Stoklossa, selaku Kepala Bahasa Wisma Jerman. Dalam sambutannya, beliau menyatakan bahwa Jerman adalah salah satu negara penemu-penemu dunia, oleh sebab itu Jerman sangat peduli terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. “Program ini merupakan program dari Goethe Institute, selain ingin memperkenalkan ilmu pengetahuan dengan cara yang menyenangkan, kami juga bisa memperkenalkan budaya kami,” ungkap Barbara Stoklossa.

Film pertama yang ditonton berjudul Checker Tobi – The Climate Check, film ini bercerita tentang iklim dan hal-hal yang mempengaruhi perubahan iklim, pemanasan global dan juga menanam pohon sebagai salah satu solusi mengurangi pemanasan global. Setelah menonton film, dua peserta diberi kesempatan untuk melakukan eksperimen tentang kaleng aksial yang relevan dengan rotasi bumi. Film kedua berjudul Checker Can – The Transportation Check, film ini bercerita tentang jenis-jenis alat traspostasi seperti keledai, truk dan juga pesawat beluga. Segera setelah film usai, peserta melakukan eksperimen yaitu transporter kaleng. Selanjutnya, peserta mendengarkan talkshow tentang energi terbarukan oleh Vincent Prasetyo, mahasiswa Program Studi Teknik Mesin angkatan 2015. Acara dilanjutkan dengan diadakannya lomba infografis yaitu pembuatan poster tentang energi terbarukan.

Pada hari kedua, peserta yang merupakan murid-murid SD diajak menonton film berjudul Paper from Elephant Dung. Film ini menunjukkan proses pembuatan kertas dari kotoran gajah yang terbilang cukup sederhana. Eksperimen yang dilakukan masih berkaitan dengan kertas yaitu kekuatan lipatan kertas dan jembatan kertas. Melalui eksperimen ini, peserta mengetahui bahwa semakin kecil lipatan kertas maka akan kertas akan semakin kaku dan kuat. Film kedua berjudul Not Just a Touch yang menceritakan tentang bagaimana tahapan otak menerima stimulus dari suatu sentuhan. Eksperimen yang dilakukan adalah magnet menarik kertas dan hanya satu sentuhan.

Di hari ketiga, peserta terdiri dari siswa SD dan SMP menonton film berjudul Neuro what? yang menceritakan tentang sistem kerja otak manusia. Setelah itu, dilanjutkan dengan eksperimen disentuh meletus, peserta mengolesi balon dengan berbagai macam bahan seperti garam, kain dan meletus saat di oles dengan minyak kayu putih. Film kedua berjudul Full Proof – Salt, yang menceritakan tentang manfaat garam dan mengapa air asin tidak boleh dikonsumsi. Setelah melakukan eksperimen tentang konteiner cairan dwiwarna, peserta SMP diberikan presentasi tentang energi terbarukan. Kemudian dilanjutkan dengan lomba infografis pembuatan poster tentang energi terbarukan. (rut/padi)

Baca berita
Berita lainnya