A CARING AND GLOBAL UNIVERSITY WITH COMMITMENT TO CHRISTIAN VALUES

Acara akan datang


Berita terakhir



Perkenalkan IPTEK dengan Menonton Film dan Eksperimen
November 16, 2017

Untuk kelima kalinya, Goethe Institut kembali menggandeng Perpustakaan Universitas Kristen Petra (UK Petra) dalam penyelenggaraan Science Film Festival (SFF) 2017. SFF 2017 merupakan kegiatan rutin yang bertujuan mengenalkan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan cara yang menarik dan menyenangkan. Kegiatan yang diikuti oleh para siswa Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) disekitar UK Petra diselenggarakan pada tanggal 8-10 November 2017 di auditorium UK Petra. Kegiatan ini mengangkat tema “Anthropocene” dimana saat ini jejak manusia begitu mendalam dan luas sehingga ilmuwan dan pembuat kebijakan kini mempertimbangkan bahwa segala perubahan yang disebabkan oleh manusia memang mempengaruhi  data geologis dalam jangka panjang dan memasuki jaman geologi baru yaitu Anthropocene. Para siswa diajak untuk belajar dengan cara yang menyenangkan melalui topik-topik seperti: urbanisasi, mobilitas, alam, pangan dan interaksi manusia dengan mesin,SFF menjelajahi kehidupan manusia di masa lalu, masa kini dan masa depan. Rangkaian acara SFF 2017 meliputi pemutaran fim, demo eksperimen, talkshow oleh mahasiswa UK Petra, workshop, dan juga lomba membuat poster.

Hari pertama diikuti oleh siswa-siswa dari berbagai SMA, acara dimulai pukul 09.00 dan dibuka oleh Barbara Stoklossa, selaku Kepala Bahasa Wisma Jerman. Dalam sambutannya, beliau menyatakan bahwa Jerman adalah salah satu negara penemu-penemu dunia, oleh sebab itu Jerman sangat peduli terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. “Program ini merupakan program dari Goethe Institute, selain ingin memperkenalkan ilmu pengetahuan dengan cara yang menyenangkan, kami juga bisa memperkenalkan budaya kami,” ungkap Barbara Stoklossa.

Film pertama yang ditonton berjudul Checker Tobi – The Climate Check, film ini bercerita tentang iklim dan hal-hal yang mempengaruhi perubahan iklim, pemanasan global dan juga menanam pohon sebagai salah satu solusi mengurangi pemanasan global. Setelah menonton film, dua peserta diberi kesempatan untuk melakukan eksperimen tentang kaleng aksial yang relevan dengan rotasi bumi. Film kedua berjudul Checker Can – The Transportation Check, film ini bercerita tentang jenis-jenis alat traspostasi seperti keledai, truk dan juga pesawat beluga. Segera setelah film usai, peserta melakukan eksperimen yaitu transporter kaleng. Selanjutnya, peserta mendengarkan talkshow tentang energi terbarukan oleh Vincent Prasetyo, mahasiswa Program Studi Teknik Mesin angkatan 2015. Acara dilanjutkan dengan diadakannya lomba infografis yaitu pembuatan poster tentang energi terbarukan.

Pada hari kedua, peserta yang merupakan murid-murid SD diajak menonton film berjudul Paper from Elephant Dung. Film ini menunjukkan proses pembuatan kertas dari kotoran gajah yang terbilang cukup sederhana. Eksperimen yang dilakukan masih berkaitan dengan kertas yaitu kekuatan lipatan kertas dan jembatan kertas. Melalui eksperimen ini, peserta mengetahui bahwa semakin kecil lipatan kertas maka akan kertas akan semakin kaku dan kuat. Film kedua berjudul Not Just a Touch yang menceritakan tentang bagaimana tahapan otak menerima stimulus dari suatu sentuhan. Eksperimen yang dilakukan adalah magnet menarik kertas dan hanya satu sentuhan.

Di hari ketiga, peserta terdiri dari siswa SD dan SMP menonton film berjudul Neuro what? yang menceritakan tentang sistem kerja otak manusia. Setelah itu, dilanjutkan dengan eksperimen disentuh meletus, peserta mengolesi balon dengan berbagai macam bahan seperti garam, kain dan meletus saat di oles dengan minyak kayu putih. Film kedua berjudul Full Proof – Salt, yang menceritakan tentang manfaat garam dan mengapa air asin tidak boleh dikonsumsi. Setelah melakukan eksperimen tentang konteiner cairan dwiwarna, peserta SMP diberikan presentasi tentang energi terbarukan. Kemudian dilanjutkan dengan lomba infografis pembuatan poster tentang energi terbarukan. (rut/padi)

Baca berita
Ajak Hargai Bangunan Bersejarah Lewat Urban Sketch Fair
November 15, 2017

Himpunan Mahasiswa Arsitektur (Himaartra) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengadakan Workshop Urban Sketch Fair (USF) pada 11 November 2017. Workshop bertemakan Historical Architecture ini mengajak peserta untuk mensketsa bangunan-bangunan lama yang memiliki nilai-nilai sejarah penting yang merupakan warisan dan dilindungi oleh negara. Tidak hanya sekedar menggambar sebuah bangunan tetapi peserta juga merasakan kembali nilai-nilai historis yang terkandung dalam bangunan tersebut dan menghargainya. Tujuan dari workshop ini adalah memberikan wadah bagi peserta untuk dapat meningkatkan skill mensketsa dan juga mengapresiasi minat bakat menggambar. Workshop yang diikuti oleh 57 peserta ini diadakan di gedung P710 UK Petra untuk sesi pembicara dan dilanjutkan di Perpustakaan Bank Indonesia untuk praktik mensketsa.

Wahyu Sigit Crueng yang merupakan pemilik Uniqkudesign dan juga seorang professional urban sketcher menjadi pembicara dalam workshop USF ini. Setelah enam tahun berkecimpung dalam dunia urban sketch, Wahyu membagikan pengalaman dan menyampaikan materi mengenai teknik mensketsa yang baik serta media apa saja yang dapat digunakan. Bagi pemula, menurut Wahyu ada tiga hal yang wajib dipersiapkan yaitu sketch book, drawing pen, dan juga properti water color. Wahyu menjelaskan teknik menggambar urban sketch tidak jauh berbeda dengan fotografi. Ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam menggambar urban sketch, yang pertama adalah sudut pandang. Sama halnya dengan fotografi, seorang urban sketcher menangkap sebuah objek yang menarik, mencari angle yang bagus kemudian mengimplementasikannya dalam bentuk gambar. Yang kedua adalah teknik pewarnaan yaitu tebal tipis warna seperti gelap terang pada fotografi. Yang ketiga adalah finishing atau penyempurnaan sketsa yang di gambar. “Tips dari saya untuk teman-teman mahasiswa dan pemula adalah harus berani mencoba, jika ragu bisa mencari inspirasi dari gambar-gambar lain, siapapun bisa memulai urban sketch,”  ungkap Wahyu Sigit Crueng.

Setelah mendengarkan materi dari pembicara, peserta berpindah ke gedung perpustakaan Bank Indonesia untuk mengaplikasikan materi yang telah didapat. Peserta dibebaskan memilih angle pengambilan gambar dan diberi waktu 60 menit untuk menggambar. Setelah menggambar, pembicara mengulas beberapa karya dari peserta. Beberapa peserta mengaku tertarik dan ingin tahu lebih lanjut mengenai urban sketching. “Saya tertarik mengikuti kegiatan ini karena saya ingin tahu tentang urban sketch dan kebetulan dalam kegiatan ini saya bisa langsung belajar dari ahlinya,” jelas Eugenie Averelia, seorang mahasiswa arsitektur dan salah satu peserta workshop USF ini. (rut/dit)

Baca berita
Megabuild Surabaya 2017
November 13, 2017

Event Megabuilld Surabaya adalah event eksibisi tahunan yang mempertemukan segenap pelaku industri pembangunan dan merupakan acara utama bagi arsitektur di kawasan Indonesia bagian timur, pelaku desain interior dan industri pembangunan untuk bersama berkumpul, berbagi dan mengalami tren desain terbaru, solusi, bahan, sistem, dan teknologi. Dalam rangkaian acara Megabuild Surabaya 2017 yang dilaksanakan pada tanggal 26 sampai dengan 29 Oktober 2017 di Grandcity Hall Surabaya ini, Program Studi Arsitektur UK Petra mendapatkan tempat untuk menunjukkan karya mahasiswa, proyek alumni dan ruang berbagi pemikiran unggul dosen pengajar.

Booth UK Petra di ruang expo menampilkan sejumlah karya mahasiswa dari tahun pertama perkuliahan sampai dengan tugas akhir di penghujung perkuliahan. Karya-karya ini adalah hasil dari perkuliahan Merancang 2 dimana para mahasiswa tahun pertama ditugaskan merancang bangunan tunggal dengan fungsi sederhana; perkuliahan Merancang 4 dimana tugas mahasiswa tahun kedua adalah melakukan perancangan bangunan di tanah yang berkontur; Merancang 6 bagi mahasiswa tahun ketiga menugaskan mereka merancang bangunan simbolik; dan Tugas Akhir mahasiswa adalah rancangan bebas yang berdasarkan identifikasi masalah dan solusi yang mereka dapatkan secara mandiri.

Di hari pertama event, pada tanggal 26 Oktober2017, diselenggarakan sesi Seminar “Eksplorasi Bentuk dengan Folding Architecture” yang diampu oleh Christine Wonoseputro, S.T., MASD. Dalam sesi ini, dipaparkan metode mengajar arsitektur yang memakai media kertas lipat yang digunakan dalam mata kuliah Perancangan 1 di Program Studi Arsitektur UK Petra. Seni melipat kertas yang sering dikenal dengan istilah origami bisa melengkapi teknik eksplorasi bentuk nirmana yang sudah umum dipakai. Mahasiswa saat melakukan eksplorasi bentuk dengan teknik nirmana cenderung menghasilkan bentuk-bentuk yang rigid, hal ini bisa diimbangi dengan Folding Architecture yang menghasilkan bentuk yang lebih luwes. Dalam sesi ini juga ditampilkan folding architecture karya mahasiswa pilihan yang kemudian dipilih karya-karya terbaiknya.

Pada tangal 29 Oktober 2017 di hari terakhir event, Arsitektur UK Petra kembali mendapatkan ruang berbagi. Sebagai penutup acara diadakan talkshow dan diskusi bertajuk “How to be A Good Architect”. Acara puncak ini dimulai dengan sesi talkshow Alumni Recent Project yang menampilkan proyek-proyek terkini para alumni Petra di bidang arsitektur. Para alumni ini adalah Clifford Sutedjo (angkatan 2008) pendiri Spasi Architects; Franciscus Raymond (angkatan 2009) dari Studio Anti-Architecture; dan Pandya Praditya (angkatan 2009) dari Studiopapa.id. Clifford membagikan pengalamannya merancang rumah tinggal unik yang di dalam ruang keluarganya terdapat satu pohon Kembang Jepun (Frangipani). Menurutnya, proses yang paling banyak dilakukan arsitek adalah menjadi konsultan bagi kliennya. Dengan konsultasi ini, maka dia dapat lebih memahami permasalahan dan kebutuhan klien. Katanya, “Kita lebih memilih berlama-lama untuk mencari inti permasalahan, daripada lama waktu membuat sebuah produk. Seusai talkshow, acara dilanjutkan dengan diskusi Sesi 1 “Praktik Industri Arsitektur” dengan narasumber Jimmy Priatman, M.Arch., IAI., AA. Dalam sesi ini Jimmy berbagi pengalaman mengembangkan profesi arsitek; dan mendiskusikan ilmu yang perlu diserap dalam praktik industri arsitektur, terutama pada skala nasional. Sesi selanjutnya bertajuk Edukasi Arsitektur dengan narasumber Timoticin Kwanda Ph.D., Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) UK Petra. Timoticin mempresentasikan prestasi FTSP UKP 5 tahun terakhir dan program-program 5 tahun ke depan, terutama terkait dengan pemenuhan kompetensi keahlian arsitek skala nasional sampai dengan internasional. Sesi selanjutnya bertajuk “Pengembangan Profesi Arsitek“, dengan narasumber Aloysius Erwin ST., IAI. Dalam sesi ini Aloysius memberikan sharing kegiatan-kegiatan pengembangan profesi arsitek di asosiasi atau komunitas dan sharing tips pengembangan diri calon arsitek dengan melihat peta jejaring praktik arsitek skala lokal-regional. (noel/padi)

Baca berita
Inovasi Beton dengan Limbah Marmer Jawara Nasional
November 12, 2017

Tiga mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Kristen Petra (UK Petra) raih juara pertama dalam Lomba Inovasi Beton Civil Week 2017. Lomba Inovasi Beton ini dilaksanakan pada tanggal 1-4 November 2017 di Fakultas Teknik Sipil Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta. Lomba yang diikuti oleh mahasiswa dari 23 Universitas di Indonesia ini menantang para pesertanya untuk membuat beton Self Compacting Concrete (SCC) yang bernilai ekonomis, ramah lingkungan, serta tidak mengabaikan aspek atau nilai sosial yang menekankan terobosan baru dalam pemilihan material untuk peningkatan kualitas SCC. Stella Patricia Angdiarto, Favian Sebastiano, dan Gho Danny Wahyudi yang tergabung dalam “Tim Selanjutnya” berhasil mengalahkan 38 kelompok lainnya, termasuk tuan rumah yaitu Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

Inovasi yang dipilih oleh Stella dan kawan-kawan adalah menggantikan pasir dengan limbah marmer. Limbah marmer memiliki tekstur serbuk halus yang mirip dengan semen, sehingga limbah marmer bisa mensubstitusi pasir hingga 30%. Manfaat dari penggunaan limbah marmer ini adalah tidak mengeruk atau menggunakan Sumber Daya Alam (SDA) akan tetapi memanfaatkan limbah dari pemotongan marmer yang banyak sekali jumlahnya. Selain itu, beton yang dihasilkan semakin padat karena sifat dari limbah marmer yang halus sehingga mampu mengisi rongga-rongga. “Kami terinspirasi dari kakak kelas yang mempresentasikan tentang keuntungan dari material limbah marmer, akhirnya kami melakukan studi literatur mengenai limbah marmer kemudian mulai melakukan percobaan untuk menemukan kadar yang pas dan optimum,” ungkap Stella Patricia Angdiarto.

Untuk babak penyisihan, tiap kelompok diminta mengumpulkan proposal lomba dan video pembuatan beton pada tanggal 25 September 2017. Pada babak penyisihan, tim selanjutnya berhasil membuat beton dengan kekuatan tekan 14,74 MPa. Dari 39 kelompok tersebut, terpilih 6 kelompok yang berhasil maju ke babak final. Babak final diisi dengan demo pembuatan beton, pengujian beton selama satu hari, dan presentasi. Demo pembuatan beton dilakukan dalam waktu 75 menit, semua bahan dan alat telah disiapkan kecuali bahan inovasi seperti limbah marmer harus dibawa masing-masing kelompok. Ternyata, beton yang dihasilkan pada babak final memiliki kekuatan tekan 10 MPa, hal ini dikarenakan materi yang digunakan kurang bersih dan juga tekstur pasir yang digunakan kurang bagus. Pada hari selanjutnya, kelompok harus mempresentasikan produk yang dihasilkan selama 20 menit dan dilanjutkan dengan tanya jawab selama 40 menit. “Pada babak final, kami sempat kesulitan karena material yang kami dapatkan kotor sehingga itu sangat mempengaruhi kualitas dari beton yang kami hasilkan,” terang Favian Sebastiano.

Pada hari ketiga, peserta diberi kesempatan untuk berkeliling kota Solo. Kemudian pada tanggal 4 November 2017, UK Petra diumumkan menjadi juara pertama dan berhak mendapatkan piala, sertifikat dan uang sebesar Rp 7.500.000,-. Juara kedua diraih oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) dan juara ketiga diraih oleh Universitas Sebelas Maret. (rut/aj)

Baca berita
Sharing Bersama Sheffield Hallam University, Inggris
November 06, 2017

Visi Universitas Kristen Petra (UK Petra) terus digalakkan salah satunya dengan menambah kerjasama internasional. Jalinan kerjasama internasional ini bisa dilakukan dengan berbagai cara salah satunya dengan berbagi keilmuan. Hari Senin tanggal 23 Oktober 2017 yang lalu, UK Petra menyambut dengan hangat kedatangan perwakilan dari Sheffield Hallam University (SHU) di Inggris yang diwakili oleh Professor Roger S. Eccleston selaku Pro Vice-Chancellor for Research and Global Engagement, Professor Terrance Perera dan Wah Swee Hwa selaku direktur South East Asia SHU.

Perwakilan SHU ini diterima langsung oleh rektor UK Petra, Prof. Ir. Rolly Intan M.A.Sc., Dr. Eng., ditemani oleh Biro Administrasi Kerjasama dan Pengembangan (BAKP) dan pimpinan Program Studi yang ada di UK Petra. Kedatangan mereka di UK Petra selain ingin berbagi pengalaman terkait strategi untuk internasionalisasi yang telah dilakukan SHU sebagai institusi pendidikan tinggi di Inggris juga memberikan kuliah tamu khususnya pada mahasiswa Program International Business Engineering (IBE) UK Petra.

Professor Eccleston membagikan secara langsung langkah-langkah strategis terkait internasionalisasi misalnya seperti mewajibkan para mahasiswa untuk hidup bermasyarakat secara internasional agar lebih produktif sekaligus memberi gambaran bahwa belajar ke Inggris tidak menakutkan dari segi finansial. “Hal ini bisa disiasati dengan subsidi dari universitas”, ungkap Professor Eccleston. Tak hanya itu saja, ia menyarankan institusi pendidikan harus menjalin kerjasama juga dengan industri di luar negeri agar salah satu fungsi utama institusi pendidikan terlaksana dengan baik yaitu turut menjawab permasalahan nyata di masyarakat. Misalnya seperti kesempatan untuk mendapatkan newton funel atau hibah riset dibidang pangan.

Pada saat yang bersamaan Professor Terrence Perera memberikan kuliah tamu untuk mahasiswa IBE UK Petra di Ruang Konferensi I, Gedung Radius Prawiro lantai 10 kampus UK Petra. Professor Terrence Perera adalah seorang pakar, peneliti, dan pengajar Computer Simulation dalam bidang Logistic and Supply Chain Management. Pada awal studinya, Prof. Perera menekuni Mechanical Engineering, tetapi selepas sarjana dia selalu mendalami Engineering Management. Dalam kuliah tamu ini, Prof. Perera membawakan materi Manajemen Logistik dan Rantai Pasok dengan tajuk Making Things Happen!;  materi ini adalah pengantar yang mengenalkan mahasiswa pada kegiatan logistik dan pengelolaan rantai pasok.

Dalam sesi kuliahnya, Prof. Perera mengumpamakan rangkaian dan runtutan proses memasak rendang sebagai suatu proses logistik. Mahasiswa diajak menganalisa secara seksama tiap-tiap langkah dalam pembuatan rendang untuk memudahkan mereka mengerti logistik dengan tidak membosankan. Kegiatan-kegiatan dalam rantai pasok yaitu: planning, coordination, monitoring, dan control  yang juga diuraikan dalam pembuatan rendang tersebut. Planning dalam hal ini adalah merencanakan kapan rendang akan disantap dan berapa porsi rendang yang akan dibuat. Coordination adalah menentukan siapa yang bertanggung jawab untuk setiap poin kegiatan, misalnya seperti membeli bahan-bahan rendang dilaksanakan oleh suami, memasak dilaksanakan oleh istri, menyiapkan piring dilaksanakan oleh suami dan seterusnya. Sedangkan monitoring merupakan kegiatan memantau progress kegiatan, contohnya pemberian checklist pada daftar bahan dasar yang sudah didapatkan. Control adalah kegiatan memaksimalkan hasil dari tiap pemasokan, contohnya ketika membeli bahan perlu dipertimbangkan membeli dari satu penjual saja untuk efisiensi waktu atau perlu membeli dari dua toko untuk menjaga kualitas bahan. “Kuliah tamu ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa. Sebab mahasiswa bisa mendapatkan pengalaman dari yang berpengalaman tentu saja dengan gaya tutur yang berbeda. Selain itu mahasiswa akan mendapatkan global exposure”, urai Dr. Dra. Indriati Njoto Bisono, M.Sc. (noel, Aj/padi)

Baca berita
Mechanical@Petra Homecoming 2017
November 06, 2017

Program Studi Teknik Mesin (PSTM) Universitas Kristen Petra (UK Petra) telah berdiri sejak tahun 1982. Secara konsisten memberikan pendidikan selama 35 tahun adalah suatu prestasi dan indikator kualitas pendidikan yang disediakan. Selain itu, inovasi dan konsistensi ini juga mengindikasikan relevansi para lulusan program studi ini dalam dunia profesional dan juga perindustrian. Untuk merayakan momen berbahagia ini, Program Studi Teknik Mesin U.K. Petra menggelar rangkaian acara Lustrum Ketujuh pada tanggal 27 s/d 29 September 2017. Perayaan ulang tahun ini adalah kali pertama diselenggarakan oleh PSTM dengan mengangkat tajuk “Mechanical@Petra Homecoming 2017”. Tajuk ini memiliki makna bahwa acara ini adalah momen dimana keluarga besar PSTM, khususnya para alumni bisa “pulang ke rumah”, yaitu kampus UK Petra tercinta. Diharapkan dengan berkumpulnya alumni, dosen, dan mahasiswa, dapat terjalin kolaborasi yang positif dalam lingkungan keluarga besar ini.

 

Rangkaian kegiatan Lustrum VII ini dimulai dengan upacara pembukaan yang diadakan di selasar lantai 1 gedung P pada tanggal 27 September. Dalam upacara pembukaan ini, rangkaian acara secara simbolis dibuka dengan pemotongan pita oleh Dr. Gan Shu San, M.Sc., selaku Dekan Fakultas Teknologi Industri UK Petra. Setelah upacara pembukaan dilanjutkan dua kegiatan yang bersamaan yaitu: soft launching Bengkel KOMETRA dan Alumni Expo 2017. Dalam kegiatan soft launching Bengkel KOMETRA, diadakan pameran produk otomotif dan test drive motor; dan juga servis murah untuk motor dan mobil. Servis murah motor dan mobil dikerjakan oleh para mahasiswa sebagai bentuk pelayanan dan juga peluang berlatih bagi mereka. Alumni EXPO adalah pameran yang memberikan kesempatan bagi alumni untuk memperkenalkan produk-produk atau bisnis yang dijalankannya.

Pemuncak rangkaian Lustrum ini adalah Reuni alumni Jurusan Teknik Mesin UK Petra semua angkatan yang dilaksanakan pada tanggal 29 September 2017 di Auditorium Gedung EH lantai 2 UK Petra. Reuni ini dihadiri oleh sekitar 200 orang alumni dari angkatan pertama (1982) sampai dengan lulusan terbaru. Dalam reuni ini, para mahasiswa dapat berkenalan langsung dengan alumnus yang sudah mencatatkan kesuksesan di dunia profesional Teknik Mesin. Tercatat ada beberapa alumnus jurusan ini yang menjadi pimpinan bidang teknik di perusahaan-perusahaan kelas dunia, sebagai contoh: Assistant Director PT. Panasonic Manufacturing Indonesia dari angkatan 1988. Selain itu, tidak sedikit juga alumnus yang berhasil dalam membangun bisnis tekniknya, seperti Antonius Hartono pendiri PT. Unitech Engineering yang bergerak di bidang pembuatan mesin manufaktur yang merupakan alumnus dari angkatan 1989. Dr. Ir. Ekadewi Anggraini Handoyo, M.Sc., sebagai Kepala Program Studi menyampaikan bahwa gelaran Lustrum VII ini diharapkan menjadi ajang silaturahmi yang hangat bagi keluarga besar Teknik Mesin UK Petra. (noel/dit)

Baca berita
Berita lainnya