A CARING AND GLOBAL UNIVERSITY WITH COMMITMENT TO CHRISTIAN VALUES

Culture in Business Communication

November 22, 2017

Siapa yang tak kenal dengan Merry Riana? Seorang motivator muda yang sukses dengan pendapatan 1 juta dollarnya saat berusia 26 Tahun. Meski telah berhasil di Singapura tak membuat wanita Indonesia ini melupakan tanah kelahirannya. Rabu, 22 November 2017 mulai pukul 18.00-20.30 WIB, Merry Riana akan membakar semangat para mahasiswa dalam talkshow bertajuk Culture in Business Communication di Auditorium UK Petra, jalan Siwalankerto 121-131, Surabaya.

Kegiatan yang diusung oleh Himpunan Mahasiswa Sastra Inggris UK Petra ini untuk menjawab kebutuhan mahasiswa akan pengetahuan tentang pentingnya peran dari pemahaman suatu kebudayaan dalam menjalin relasi dan kerjasama bisnis yang baik dengan orang lain. Tantangan terbesar bagi mahasiswa jika sudah menyelesaikan kuliahnya adalah memasuki dunia pekerjaan yang kini memasuki program Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Itu artinya mengharuskan kita menjalin kerjasama atau bisnis dengan pihak asing. “Akan tetapi masalahnya tiap negara mempunyai budaya yang berbeda, maka dari itu Merry Riana akan memberikan pengalaman pada mahasiswa UK Petra maupun kampus lain agar mampu menyelaraskan perbedaan budaya tersebut agar dapat menempatkan diri dan berperilaku yang tepat sehingga mampu membedakan hal-hal yang pantas dan tidak pantas dilakukan saat menjalin kerjasama dengan pihak asing”, ungkap Eva Violina selaku ketua acara talkshow. Dengan berlakunya Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional, hal ini secara tidak langsung memudahkan para lulusan universitas nantinya agar dapat lebih mudah dalam memahami dan berkomunikasi dengan negara diluar Indonesia. Hal ini diharapkan juga agar menaikkan mutu Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia agar dapat bersaing dengan negara lain.

Sejumlah 800 mahasiswa baik mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra) maupun universitas lain di Surabaya telah mendaftar dalam kegiatan ini. Merry Riana juga akan bicara mengenai peran vital yang dipegang oleh budaya dalam kelancaran suatu bisnis internasional, serta yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan saat berhadapan dengan pihak asing yang tentunya memiliki budaya yang berbeda dengan Indonesia.


Acara lainnya