Seputar
Seminar dan Launching Pusat Karier UK Petra Preparing, Coaching dan Connecting
Ketika memasuki dunia kerja, banyak lulusan universitas yang meskipun secara akademis disebut siap, tetapi kemudian mengalami kesulitan atau m enimbulkan kesulitan di tempat kerjanya yang baru. Dra. Lisa Narwastu, Kepala Pusat Karier UK Petra menjelaskan, "Hasil dari need assessment menunjukan hal ini disebabkan oleh ketidak siapan lulusan menerima tanggung jawab dan tuntutan dunia kerja, baik dari segi skill, karakter, maupun kompetensi lain yang dibutuhkan dalam dunia kerja."
Didasari oleh kebutuhan mahasiswa akan suatu persiapan untuk menghadapi tanggung jawab dan tuntutan dunia kerja, 3 Agustus 2004 lalu telah diluncurkan Pusat Karir UK Petra. Launching Pusat Karier ini digelar di RK IV pukul 09.00 - 14.00 dan diresmikan oleh Rektor UK Petra, Ir. Paul Nugraha, M.Eng., M.Sc.
Pada pembukaan acara, Lisa mengungkapkan bahwa untuk memberikan jawaban bagi kebutuhan pasar akan tenaga kerja yang berkualitas dan siap pakai adalah peran utama dari institusi pendidikan. Tanggung jawab inilah yang harus diambil oleh perguruan tinggi. Seringkali orang baru mulai memikirkan tentang rencana kariernya menjelang atau bahkan ketika sudah lulus kuliah. Padahal sesungguhnya membangun karier memerlukan perencanaan dan proses yang panjang, dan tidak cukup hanya berbekal ijazah dan transkrip nilai. Tidak mengherankan bila kemudian sering terdengar keluhan, walaupun nilai Indeks Prestasi memuaskan, tetap tidak mudah memperoleh pekerjaan yang sesuai.
Pusat Karier UK Petra menetapkan fokus layanan bertema "PREPARING, COACHING & CONNECTING." Layanan ini merancangkan program pembinaan karier yang terarah dan berkesinambungan bagi mahasiswa. Pembinaan karier tersebut diberikan sejak masa mahasiswa baru sampai berakhirnya masa studi, dengan mengacu pada kurikulum khusus pembinaan karier yang telah dibuat.
Layanan yang dapat diperoleh mahasiswa dan alumni UK Petra antara lain Psikotest, layanan yang membantu para mahasiswa dan alumni untuk mengenal potensi diri dan mengembangkannya dalam career planning. Training Pembekalan Karier, bentuk pelatihan yang diberikan untuk membekali mahasiswa dengan karakter kerja yang positif, keterampilan berwirausaha, dan keterampilan pendukung lain yang dibutuhkan dalam pekerjaan. Job Placement, informasi lowongan kerja, konseling karier dan profil karier serta menyediakan saluran bagi program kerja praktek atau magang. Dan Career Self Learning Service, layanan yang menyediakan buku-buku, film, VCD, akses internet, training software dan company profile perusahaan guna mempermudah mahasiswa dan alumni menemukan dan mengembangkan karier secara mandiri.
Kesempatan launching ini juga digunakan sebagai sarana penyampaian wacana dan dialog tentang pentingnya pembinaan karier bagi mahasiswa secara terarah dan berkesinambungan. Dialog antara dunia industri dan dunia pendidikan ini menghadirkan Prof. Dr . Munandar, tokoh pendidikan dari Universitas Indonesia. Munandar membahas Pentingnya Pembinaan Karier, Ditinjau dari Sisi Akademis. Beliau mengungkapkan, "Kehidupan manusia sangat variatif maka kita harus meresponi hal tersebut dengan kreatif. Karena lulusan sekolah apapun, termasuk perguruan tinggi tidak akan dapat mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dunia kerja, maka diperlukan pendidikan tambahan dan pelatihan keterampilan yang khusus diperlukan oleh dunia kerja."
Hadir pula Lativ Santoso, MBA selaku Vice President Country Client Coverage & Branch Representative) ABN Amro yang mengulas dari sisi industri. Lativ menegaskan bahwa sesungguhnya karier dimulai sejak kita ada di Sekolah Dasar dan berhenti pada waktu kita meninggal. Oleh karenanya sangat perlu untuk mencermati apa yang terbaik untuk karier kita. Menurut Lativ, "Hubungan antara industri dan universitas sebaiknya didasari oleh positive attitude, industri hendaknya melihat apa yang ingin dipelajari lebih mendalam oleh pihak universitas. Sebaliknya universitas juga memikirkan apa yang dapat mereka lakukan untuk melayani industri dengan lebih baik."
Acara ini dihadiri oleh sejumlah akademisi dari beberapa universitas di Surabaya, praktisi industri, dan internal UK Petra.
Eva
Gelar Karya Arsitektur Bersama Delft dan Berlage

Bekerjasama dengan Universitas Teknologi Delft, Institut Berlage, Rotterdam, Erasmus Huiss Jakarta, jurusan Arsitektur UKP mengadakan pameran Transforming Asian Cities dan gelar karya mahasiswa. Acara yang berlangsung 26 Agustus - 18 September ini diadakan di selasar gedung P lantai 1 UKP. Dalam pameran tersebut, akan ditampilkan sekitar 26 karya mahasiswa Asia yang telah menyelesaikan pendidikan Arsitektur di Belanda.
Tujuan pameran adalah untuk menunjukan pada masyarakat tentang peran Arsitektur bagi kehidupan. Melalui pameran ini, diharapkan bisa menambah inspirasi para mahasiswa Arsitektur UKP dalam pembuatan tugas akhir. "Lewat pameran ini, diharapkan menjadi bahan pertimbangan bagi mahasiswa Arsitektur UKP untuk memunculkan ide-ide mereka dalam merancang suatu bangunan," ujar Timoticin Kwanda, B. Sc. MRP., ketua jurusan Arsitektur UKP.
Hasil karya mahasiswa Asia di Delft kebanyakan mengambil topik tentang tanah airnya, sehingga arsitektur yang digunakan adalah arsitektur khas Asia. "Melalui pameran ini diharapkan dosen-dosen dari Eropa memahami tentang karakteristik karya mahasiswa Asia, yang nantinya bisa dijajaki untuk mengadakan kerjasama antar kedua pihak," ujar Paulin, pengajar di Delft University.
Salah satu hasil karya yang dipamerkan adalah studi kasus Sunda Kelapa yang mengangkat tema Harmonius Conflict. Penelitian ini memberikan alternatif desain untuk mengatasi banjir dengan konsep "waterfront tourism". Selain itu juga dipamerkan beberapa desain rumah tinggal dengan konsep kampung dalam trnsformasi kampung sebagai pengembangan kota. Diharapakan juga melalui pameran ini bisa menjadi ajang pertukaran wawasan dalam karya arsitektur.
Bersamaan dengan acara ini juga digelar pameran tugas akhir dari Jurusan Arsitektur UKP. Ada 15 karya yang akan dipamerkan, antara lain karya Aloysius Erwin yang mengambil judul Pusat Hiburan Teknologi di Surabaya yang menjadi karya terpilih majalah desain untuk dipublikasikan pada edisi pertamanya. Akan dipamerkan juga karya Yudie Siswanto yng berjudul World Trade Centre (WTC) di Surabaya. Desain WTC ini berupa bangunan bertingkat tinggi dengan bagian atasnya berbentuk bola yang bisa berputar.
Proyek mahasiswa Asia di Delft yang bertemakan kampung menjadi proyek yang menarik minat dosen-dosen dari Delft. Mahasiswa Asia yang terlibat dalam acara ini berasal dari Indonesia, Korea, Cina dan Taiwan. Lewat pameran ini juga diharapkan jadi ajang tukar pikiran bagi mahasiswa UKP dengan mahasiswa Asia yang studi di Eropa.
Iman
Award TA DKV : Award Dosen dan Mahasiswa

Award TA DKV
- Best Public Service Advertisment
- Jane (Kekerasan Terhadap Rumah Tangga)
- Best Promotion
- Yunita (Promosi Q-Bar)
- Best Audio Visual/Animasi
- Nicolas E.R (Video Klip Perdamaian Lagu Imagine-The Beatles)
- Best Comic/Illustration/Book
- Winnie Sidharta (Jung Tak Kunjung Pulang)
- Best Corporate Identity
- Paulo Sudibyo (Atria Resto Cafe)
- Best Skripsi
- Amelia Sidik (Studi Wacana Destination Branding dan Pengaruhnya Terhadap Otonomi Daerah di Indonesia)
- Best of The Best
- Winnie Sidharta
Award Dosen dan Mahasiswa
· Dosen Berdedikasi : Pak Deddi
· Dosen Kelewat Pede : Pak Handoko
· Dosen Tergaul : Pak Bing
· Dosen Terbijaksana : Pak Obed
· Best New Comer : Pak Aris
· Dosen Terfashionable : Pak Bing
· Special Award : Pak Andrian
· Cowok Ter-Hot : Mathew
· Cewek Ter-Sensual : Sabine
· Mahasiswa Terfavorit : Amelia Sidik
· Best Costume : Lana, Iwan dan Inge, Yunita
Award ini diberikan sebagai penghargaan untuk karya TA DKV terbaik. Diumumkan
saat acara farewell party.
Workshop Perencanaan Keuangan Keluarga Menyusun Anggaran Keuangan Ala 'Devie'
Bagaimana cara menyusun anggaran keuangan yang baik? Menjawab pertanyaan ini, Fakultas Ekonomi mengundang seluruh pegawai UK Petra untuk menghadiri Workshop Perencanaan Keuangan Keluarga yang terselenggara 10 Agustus lalu di Ruang Konferensi I UK Petra.
Sebagai pembicara workshop, Drs. Devie, Ak., Dekan Fakultas Ekonomi UK Petra, mengingatkan bahwa setiap manusia pasti ingin hidup bahagia dalam anugerah Allah. Ada pendapatan tetap (pensiun), punya rumah, kendaraan, pendidikan anak terpenuhi, dan kesehatan terlindungi. Nah, bagaimana caranya agar kita dapat mencapai itu? Devie menjelaskan bahwa kita perlu mengevaluasi diri kita dengan menyusun neraca rumah tangga. "Dalam neraca rumah tangga akan tertulis berapa jumlah harta kita dan siapa penyandang dana, kreditor atau kita sendiri. Selain menyusun neraca rumah tangga sebaiknya kita juga mengukur arus kas, yaitu berapa arus kas masuk atau pendapatan dan berapa arus kas keluar (rutin rumah tangga, berjaga-jaga, dan berinvestasi)," ujar Devie.
Devie memberikan 3 cara menyusun arus uang. Cara umum, cara bijak, dan cara 'Devie'. Pada arus uang tunai cara umum, uang tunai masuk langsung mengalir ke uang tunai keluar rutin. Jika masih ada sisa uang tunai disimpan untuk berjaga-jaga, dan kalau masih ada sisa uang tunai disimpan untuk berinvestasi. Investasi ini akan menambah arus uang tunai masuk di bulan-bulan mendatang.
Pada arus uang tunai cara bijak, uang tunai masuk langsung dibagi dua dalam uang tunai keluar rutin dan uang tunai untuk berjaga-jaga. Jika masih ada sisa uang tunai dapat digunakan untuk berinvestasi dan menambah pemasukan di masa mendatang.
tunai cara 'Devie' yang diciptakan sendiri olehnya. "Arus uang tunai masuk sebaiknya langsung dibagi menjadi 3 bagian yaitu uang tunai keluar rutin, untuk berjaga-jaga, dan untuk berinvestasi. Jika ada kendala dalam menyisakan uang untuk berjaga-jaga dan berinvestasi maka yang perlu ditekan adalah pengeluaran rutinnya," papar Devie.
Oleh Eva.
Program Immersion Sastra Tionghoa ke China
24 Agustus lalu bertempat di New Royal Restaurant, Jurusan Sastra Tionghoa mengadakan acara penyambutan kepulangan mahasiswa dan pelepasan keberangkatan mahasiswa dalam rangka Program Immersion ke China.
Keberangkatan mahasiswa Sastra Tionghoa ini berkaitan dengan program studi Jurusan Sastra Tionghoa yang mengirimkan mahasiswa semester 5 untuk memperdalam tata bahasa Mandarin ke China. Mahasiswa dapat mengikuti program ini setelah lulus mata kuliah Bahasa Tionghoa Modern 4. Mereka dapat memilih satu di antara 4 kota di China untuk menjadi tempat belajar mereka selama 6 bulan mendatang. Kota-kota tersebut adalah Guilin, Nanjing, Xiamen, dan Tianjin.
Untuk angkatan 2001 yang juga angkatan pertama ini, mahasiswa yang mengikuti program ke China sebanyak 20 orang. 9 mahasiswa memilih Xiamen dan 11 orang ke Tianjin. Mereka melakukan keberangkatan pada 6 Februari lalu dan tiba kembali di Indonesia pada 8 Juli.
Sebuah lokasi di Xiamen yang menjadi tempat mereka belajar adalah Jimei, lebih tepatnya di Hua Qiao Da Xue University. Sedangkan mahasiswa yang berada di kota Tianjin menempuh studi di Tianjin University.
Menurut penuturan Njauw Oen Chu dan Tien Hartoyo, mahasiswa yang baru kembali, mereka mendapat banyak kemajuan setelah mengikuti program studi ini. "Di sana kami belajar tata bahasa Mandarin yang staf pengajarnya adalah native Chinese. Ini sangat membantu. Memang awalnya kendala terbesar adalah bahasa, mereka bicaranya cepat sekali sehingga ada beberapa kata yang tidak dapat kami ikuti. Kalau di Indonesia dosen masih mencampur dengan bahasa Indonesia sehingga kami memahami," kata mereka. Lalu bagaimana mereka mengatasi kendala ini? "Sebelum mulai kuliah kami belajar dulu, baca buku dan bahan yang akan diajarkan supaya ketika di kelas kami sudah ada gambaran tentang apa yang akan diajarkan," jelas Oen Chu.
Keberangkatan perdana ini pun menemui kendala pada awalnya karena ketika itu China sedang dilanda wabah SARS, sehingga keberangkatan yang seharusnya dilaksanakan saat mereka semester 5 itu diundur sampai semester 6. "Namun ini bukan masalah karena setelah sampai di sana kami menikmati proses belajarnya," ujar Tien.
Selamat datang kembali angkatan 2001 dan selamat menempuh studi untuk 16 mahasiswa angkatan 2002 yang telah berangkat ke China pada 26 Agustus lalu.
Dilaporkan oleh Eva
Seminar Seni dan Budaya, Kesenian Tradisional Dalam Era Globalisasi : Kita Kurang Menghargai Kesenian Indonesia.
Community Outreach Program (COP) 2004 di Kediri telah berlalu. Banyak sekali pengalaman berharga yang didapat peserta. Pada penutupan yang berlangsung di gedung EH lantai 2, 10 Agustus lalu tampak sekali kebersamaan di wajah para peserta. Jika pada keberangkatan 12 Juli lalu masih banyak diantara mereka yang berkelompok dengan teman senegaranya, pada acara ini mereka sudah tampak akrab dengan teman-teman dari negara lain.
Bagi masyarakat yang mencoba mengembangkan seni tradisional menjadi bagian dari kehidupan modern, tentu akan terus berupaya memodifikasi bentuk-bentuk seni yang masih berpolakan masa lalu untuk dijadikan komoditi yang dapat dikonsumsi masyarakat modern. Akibatnya selalu muncul perbedaan pendapat di kalangan masyarakat mengenai sikap terhadap kesenian tradisional.
UK Petra melalui UKM Seni Budaya mengadakan seminar bertajuk Kesenian Tradisional Dalam Era Globalisasi. Hadir sebagai pembicara, Dr. Laurentius Dyson P., dosen mata kuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar UKP. Beliau didampingi Albert Rico Bejo Sugiono sebagai moderator seminar. Seminar yang diadakan sebagai rangkaian dari Gebyar Seni Budaya ini cukup menarik minat mahasiswa.
"Peranan media massa kita untuk memajukan kesenian tradisional sangat besar, sebagai contoh wayang kulit. Andaikan saja salah satu stasiun TV swasta kita tidak menayangkan, dapat kita bayangkan apa yang akan terjadi. Kesenian itu pasti akan tenggelam seiring waktu," ujar L. Dyson. Memang di era globalisasi ini peranan media massa cukup besar terhadap denyut nadi kesenian tradisional. Walaupun nantinya berujung pada segi bisnis, tapi tetap bisa menghidupkan kembali seni tradisional kita, atau paling tidak tetap eksis.
Upaya pemerintah pun tidak kecil andilnya dalam pengembangan dan penghidupan kembali nuansa kesenian tradisional. Misal, melakukan pencatatan dan pendokumentasian bentuk-bentuk kesenian dan budaya daerah (melalui Depdiknas), melaksanakan festival budaya daerah baik pada tingkat pusat maupun daerah. Secara formal, kesenian baik yang bersifat tradisional maupun modern berkembang pula pada sekolah-sekolah khusus seni (Sekolah Tinggi Karawitan, IKJ, seni rupa ITB, dan lain-lain).
Dalam kesempatan yang sama, L. Dyson juga mengatakan, "Kesenian yang ada sekarang ini macet sebab masyarakat kurang mengantisipasi dengan baik. Lihat saja bagaimana takjubnya kita dengan kesenian asal negeri barat. Kita seolah tidak menghargai kesenian tradisional kita, dari situ bisa kita lihat bahwa masyarakat kita kurang bisa mengantisipasi masuknya budaya asing."
Kesenian yang memiliki nuansa tradisional condong berkembang di daerah-daerah yang dikunjungi banyak wisatawan, baik dari luar ataupun dalam negeri. Pengaruh global tidak dapat dipungkiri merupakan penyebab maraknya respons masyarakat lokal dalam mengembangkan bentuk-bentuk kesenian mereka.
"Saya pernah mendengar dari media massa tentang sepinya pengunjung untuk menonton kesenian Srimulat. Padahal kesenian itu berasal dari Surabaya kan?" ujar pria kelahiran Kalimantan Timur, 3 November 1954. Cukup memprihatinkan memang, jika kita berusaha mencari jawabannya, mungkin lebih tepat kalau kita menilik terlebih dahulu pada selera atau apresiasi kita masing-masing terhadap seni! "Seni itu indah dan mahal. Kesenian adalah aset Indonesia. Sebagai tunas muda hendaknya memelihara seni tradisi kita demi masa depan anak cucu," ujar moderator seminar di akhir acara seminar.
Oleh Iman
Aneka Tari Mahasiswa KTI Warnai Penutupan GSB 2004

Setelah sepekan acara Gebyar Seni Budaya (GSB) 2004 berlangsung, 24 Agustus kemarin GSB resmi ditutup. Penutupan yang diadakan di Auditorium UK Petra ini dikemas dalam bentuk malam seni dan budaya. Ditampilkan pula berbagai macam acara kesenian dan kebudayaan dari mahasiswa KTI (Kawasan Timur Indonesia). Paduan suara UKP dan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) teater ikut menampilkan performa terbaiknya.
Acara diawali dengan sambutan dari Anita, ketua panitia. Dikatakan oleh Anita bahwa, "Melalui acara ini, kita bisa menumbuhkan rasa cinta akan Indonesia dan bisa mewujudkan rasa kebersamaan kita sebagai mahasiswa UKP." Dengan mengenakan kebaya, pauan suara karyawan UKP tampil cukup apik dalam membawakan lagu Rek Ayo Rek.
Acara dilanjutkan dengan aneka tarian dari mahasiswa KTI. Lewat permainan tata lampu dan efek panggung yang apik, mahasiswa yang berasal dari kawasan timur Indonesia itu menampilkan berbagai macam tarian dari daerah mereka masing-masing. Diawali dengan tari Giring-giring dari Kalimantan. Tari tersebut memiliki makna selamat datang yang ditujukan pada para pengunjung malam seni dan budaya. Setelah tari Giring-giring, giliran paduan suara mahasiswa UKP tampil. Mereka membawakan lagu milik Project Pop yang berjudul Pacarku Superstar, dilanjutkan tari muda-mudi Maluku tampil, giliran paduan suara mahasiswa UKP senior yang menampilkan lagu Monggo-Monggo Nderek Gusti, penampilan mereka sangat memikat sekali.
kejernihan suara mereka sangat nampak sekali, sehingga tepuk tangan riuh penonton diberikan pada mereka. Tampil juga seorang mahasiwa UKP yang sangat mahir memainkan gitar. Dalam penampilannya, dia menunjukkan berbagai macam pose memainkan gitar. Sedikit mengandung unsur akrobatik, tapi hal tersebut mengundang decak kagum.
Sambutan Pembantu Rektor III, Drs. Heri Saptono Warpindyasmoro, M.Si, menjadi jeda penampilan kesenian di acara itu. Dalam sambutannya, Heri mengatakan, "Adanya GSB memberikan nuansa tersendiri kepada UKP selama satu pekan ini. Lewat GSB pula, mahasiswa dari KTI bisa menunjukkan kreativitas mereka lewat seni yang cukup menghibur kita."
Selain menampilkan tari-tarian daerah, tari modern pun ditampilkan UKM Tari. Dengan didiringi lagu Toxic milik Britney Spears, mereka menari dengan semangatnya sehingga membuat penonton larut untuk ikut bergoyang. Setelah puas dihentakkan dengan tari modern, para penonton kembali disuguhi tari adat dari mahasiswa KTI. Seperti halnya tari Pagelo asal Toraja, tari ini melambangkan ucapan syukur pada Tuhan. Untuk menyambut panen, Tari Rae asal Papua tampil dengan menggunakan pakaian adat dengan tubuh penuh coretan.
UKM teater mementaskan karya yang bertemakan kisah cinta bangsa Elf dengan
manusia. Sebagai puncak acara, ditampilkan street dance. Penampilan yang
melibatkan 5 orang mahasiswa KTI iini membuat penonton larut untuk ikut
menari. Mereka menari diiringi dengan irama hip-hop dan sedikit house
music. Suasana Auditorium pun sangat meriah dan berubah menjadi ajang
disko saat Twister Band tampil membawakan lagu-lagu beriramakan R&B.
Panitia GSB yang ada di atas pentas ikut turun untuk bergoyang bersama.
Oleh Iman
Selamat Melayani di U K Petra
Data dosen baru
Periode Januari - Mei 2004
| no | Nama | Jurusan/Program |
|---|---|---|
| 1 | Eunike Kristi Julistiono, S.T. | Teknik Arsitektur |
| 2 | Arie Wirawan Margono, S.Kom. | Teknik Informatika |
| 3 | Yulistiani Tanumihardjo, B.A. | Sastra Tionghoa |
| 4 | Handy Wicaksono, S.T. | Teknik Elektro |
| 5 | Debora Anne Yang Aysia, S.T. | Teknik Industri |
| 6 | Hariyanto Gunawan, S.T. | Teknik Mesin |
| 7 | Michael Adiwijaya, S.E. | Manajemen Pemasaran |
Data Pegawai Administrasi Baru
Periode Januari - Mei 2004
| No | Nama | Unit |
| 1 | Ong Mei Ling, S.E. | BAUK |
| 2 | Bintang Nugroho, A.Md. | Teknik Informatika |
| 3 | Ari Warujuni, A.Md | Rektorat |
| 4 | Jessie Monika, S.S. | Pusat Karir |
| 5 | Sudarno | UPPK |
Data Dosen yang telah kembali dari Studi Lanjut
Periode Januari - Agustus 2004
| No | Nama | Jurusan/Program |
| 1 | Sienny Thio, S.E., M.Bus. | Program Manajemen Perhotelan |
| 2 | Serli Wijaya, S.E., M.Bus. | Program Manajemen Perhotelan |
| 3 | Dra. Nani Indrajani Tiono, M.Pd. | Sastra Inggris |
| 4 | Tanti Octavia, S.T., M.Eng. | Teknik Industri |
| 5 | Ir. Rosianawati Kristanto, M.Info., Tech. | Rektorat |
| 6 | Hany Ferdinando, S.T., M.Sc. | Teknik Elektro |
| 7 | Dr. Ir. Rolly Intan, M.A.Sc. | Teknik Informatika |
| 8 | Listia, S.T., M.T.M.A. | Desain Komunikasi Visual |
| 9 | Rudy Adipranata, S.T., M.Eng. | Teknik Informatika |
| 10 | Bernardo Nugroho Yahya, S.T., M.Eng | Teknik Industri |
| 11 | Edwin Surya Atmadja, S.E., MIEF | Akuntansi |
Editorial
Bertambah setahun lagi usia Dwipekan. Terbitan September 2004 menjadi terbitan yang ke-28. Usia 28 tahun tentunya merupakan usia yang cukup matang. Setidaknya kematangan ini terwakili dengan isi rubrik yang berkualitas sesuai dengan visi yang diemban Dwipekan.
Pada edisi 1 di tahun ke-28, segenap redaksi Dwipekan mengucapkan terimakasih untuk partisipasi sivitas akademi UK Petra dalam memberikan informasi sehingga Dwipekan menjadi bacaan yang selalu up to date.
Renungan
WARNA PERSAHABATAN
Di suatu masa warna-warna dunia mulai bertengkar Semua menganggap dirinyalah
yang terbaik, paling penting, paling bermanfaat dan paling disukai.
HIJAU berkata, "Jelas akulah yang terpenting. Aku adalah pertanda kehidupan dan harapan. Aku dipilih untuk mewarnai rerumputan, pepohonan dan dedaunan. Tanpa aku, semua hewan akan mati. Lihatlah ke pedesaan, aku adalah warna mayoritas..."