26/08/10Seorang ibu tengah gelisah. Ia mendapatkan undangan dari sekolah, tempat putrinya menempuh pendidikan SMA. Kepala sekolah memanggil orang tua perihal aborsi yang dilakukan oleh putri semata wayangnya. Lantas, bagaimanakah kebijakan sekolah ? Apakah sang anak akan dikeluarkan dari sekolah ? Bagaimanakah perdebatan antara wali murid dan guru lain mengenai kasus aborsi ini ? Inilah sekilas role play yang tengah dimainkan oleh suatu tim dalam workshop yang digelar oleh UK Petra bagi 26 kepala sekolah se-Jawa dan kawasan Timur Indonesia pada kamis-jumat (26-27 Agustus 2010). Workshop yang membagikan tentang Branded Schooling Experience ini sukses memeras keringat para kepala sekolah untuk menggagas inovasi bagi institusinya.
Branded Schooling Experience ini dikupas sebagai salah satu strategi membangun kepuasan dan loyalitas siswa terhadap almamaternya. Diah Dharmayanti, M.Si selaku pembicara dalam workshop tersebut, menekankan bahwa kepuasan dan loyalitas murid SMA dibangun melalui people, process, serta product yang dihasilkan SMA tersebut. Lebih jauh, ia mengungkapkan empat indikator excellence yang dipakai sebagai dimensi pengukuran kepuasan siswa akan SMA nya yaitu Academic antara lain melalui prestasi sekolah dan akreditasi. Emotional melalui pemberdayaan organisasi-organisasi sekolah. Spiritual melalui ibadah bersama yang diadakan secara regular oleh sekolah serta Management Leadership melalui pengadaan fasilitas dan teknologi.
Rektor UK Petra, Prof. Rolly Intan, M.A.Sc, dalam kesempatan tersebut juga memaparkan mengenai Spiritual Excellence. Rolly menekankan pada character building yang menjadi kunci dari sebuah institusi Kristen. Character building menurutnya merupakan hal penting karena mencakup profil-profil pemimpin yaitu caring, competence, commitment, courage dan communication.
Sementara itu, 24 guru Bimbingan Konseling (BK) memperoleh workshop Emotional Excellent at School. Tema ini mengangkat pentingnya lima dimensi yang membentuk kecerdasan emosi, yang notabene berpengaruh pada kesuksesan seseorang. Lima dimensi tersebut antara lain self awareness yang meliputi pengetahuan tentang keadaan yang disukai dalam suatu institusi, self regulation mencangkup kemampuan mengelola sumber daya sendiri. Motivation sebagai dorongan untuk meraih suatu tujuan agar terwujud, empathy merupakan kesadaran akan kepentingan orang lain dan social skills yang menyangkut kemampuan membangun hubungan dengan orang lain. (Criz/Aj)






Siwalankerto 121-131 Surabaya