UK Petra Jadi Rujukan Program Sister City
17/06/10

Kamis (17/06) sekitar pukul 11.00, rombongan telah tiba di entrance hall gedung T kampus UK Petra. Puluhan perempuan dan pria berkemeja batik itu langsung menuju lantai 503.  Mereka ialah para perwakilan dari 18 pemkot dan pemkab yang tengah melakukan visitasi ke UK Petra. Kunjungan tersebut dilakukan sebagai rangkaian Workshop Best Practice Sister City yang digagas oleh pemerintah kota Surabaya. Kegiatan ini digelar selaras dengan ketetapan dari DEPDAGRI yang menyatakan prestasi kota Surabaya sebagai kota yang sukses melakukan Best Practice Sister City dan e-Government. Eka Mardijanto, Kasubab Kerjasama Pemkot juga mengungkapkan, ”Surabaya dinilai layak sebagai percontohan bagi kota lain untuk melakukan sister city dengan negara lain”. Selain Busan-Korea, sister city juga tengah digagas dengan kota Xiamen dan Guangzhou di China dalam bidang pengolahan pupuk organik.

Peserta delegasi terdiri dari ini 75 birokrat antara lain berasal Semarang, Balikpapan, Malang, Kupang, Singkawang, Padang, Bandung, Yogyakarta, Denpasar, Medan, Pekanbaru dan Surakarta, Pasuruan, Kotim, Gresik, Purwakarta dan Sidoarjo. Kunjungan ke UKP merupakan kunjungan lanjutan setelah satu hari sebelumnya, para delegasi mengikuti workshop mengenai perencanaan, prosedur dan regulasi kerjasama dengan luar negeri. UK Petra merupakan satu-satunya perguruan tinggi yang menjadi destinasi dalam visitasi tersebut selain PT. Utomo Deck dan PT. Pelindo III.

75 delegasi tersebut diterima oleh Wakil Rektor bidang Akademik, Ir. Hanny Hosiana Tumbelaka, M. Sc., Ph.D. Dalam kunjungan tersebut, Hanny men-sharing-kan hasil serta pencapaian yang telah diperoleh selama melakukan kerjasama dengan Busan-Korea maupun Guangzhou, yang sedang dalam proses penjajakan menjadi next sister city. Hanny juga berbagi cerita tentang aktivitas-aktivitas kerjasama yang telah dilakukan serta rencana ke depan dalam kerjasama luar negeri tersebut. Hanny juga menjelaskan salah satu kegiatan sister city yang sukses memperoleh pengakuan DIKTI dan institusi pendidikan di luar negeri, yakni COP atau Community Outreach Program. Kegiatan ini berhasil mendatangkan mahasiswa dari enam negara yakni Belanda, Korea, Hong Kong, Jepang, Taiwan dan India. Kegiatan ini sekaligus sebagai program konkrit sister city Surabaya-Busan. (Inggrit)

Galeri