Beasiswa merupakan salah satu fasilitas yang diberikan perguruan tinggi untuk meringankan beban keuangan mahasiswa. Beasiswa dapat berupa keringanan biaya akademis maupun sebagai tambahan biaya hidup. Peran beasiswa sangat penting untuk menjaga kelangsungan studi mahasiswa, terutama bagi mahasiswa yang memiliki kesulitan keuangan.
Oleh karena fungsinya yang krusial tersebut, dibutuhkan pengelolaan yang serius dalam mengatur masalah pemberian beasiswa. Apalagi dengan beasiswa yang berasal dari lembaga donor eksternal. Bukan cuma nasib mahasiswa yang bergantung dari cara pengelolaan beasiswa, namun juga menyangkut nama baik institusi Universitas Kristen Petra. Kita layak berbangga karena Universitas Kristen Petra melalui BAKA berhasil mendapatkan penghargaan dalam hal pengelolaan beasiswa eksternal. Hal ini membuktikan bahwa pengelolaan beasiswa di UK Petra tidak dilakukan dengan main-main.
“Salah satu pengakuan terhadap ketertiban pengelolaan manajemen serta keuangan beasiswa di UK Petra didapat dari VDMS (Van Deventer Maas Stiching),” ujar Demetria Iratri Tetra Tjitra selaku koordinator dari kegiatan pengelolaan beasiswa lembaga donor asal Belanda itu. Menurut wanita yang akrab dipanggil Terri ini, mengelola beasiswa dari VDMS termasuk yang paling menantang karena lembaga ini tidak sembarangan dalam memberikan beasiswa dibandingkan lembaga donor lainnya.
“VDMS memiliki prosedur yang sangat bagus dan teratur dalam memberikan beasiswa; selain itu juga memiliki program pelatihan leadership dan entrepreneurship yang insentif. Sangat bersyukur apabila kita berhasil mendapatkan kepercayaan mereka,” ujar Terri yang juga mendapatkan penghargaan sebagai Outstanding PIC dan the Most Responsive PIC dari VDMS pada tahun 2011 lalu. Dia juga bersyukur karena ditengah kendala dan kerepotan dalam mengelola beasiswa ini ia masih bisa mendapatkan prestasi.
Kendala dalam mengelola beasiswa ini, menurut Terri, adalah pada kurangnya tenaga bantuan. “Selama ini kami agak kesulitan dalam memantau satu persatu mahasiswa yang menerima ini, baik secara akademis maupun kehidupan pribadinya; oleh karena itu, kami membutuhkan kerjasama dengan lebih banyak pihak dalam mengelola beasiswa ini di samping juga kesadaran mahasiswa untuk lebih tanggap dalam mencari info beasiswa,” ujar wanita kelahiran Jayapura ini.
Selain Terri, ada juga Novi Pangestu, salah satu staf BAKA yang juga mendapatkan prestasi sebagai PIC teladan dari lembaga donor beasiswa AA. Rahmat. Menyangkut prestasi yang diterima kedua stafnya ini, Kepala BAKA Rony Anggoro sangat bangga sekaligus mengajak agar lebih banyak lembaga donor beasiswa yang menanamkan beasiswa mereka ke UK Petra. “Melalui prestasi ini kami membuktikan bahwa UK Petra sanggup mengelola beasiswa dengan baik. Kami juga mengharapkan lebih banyak lembaga donor yang memberikan beasiswanya ke UK Petra,” ujar pria yang juga dosen muda ini. (Chriz)


Siwalankerto 121-131 Surabaya