Take Your Chance to Increase Your Ability
04/06/12

Peter Jonathan, mahasiswa Jurusan Teknik Mesin UK Petra angkatan 2009, berhasil memperoleh kesempatan mengikuti Jenesys Programme 2012 yang diselenggarakan pada tanggal 6-16 Mei 2012. Jenesys Programme merupakan sebuah program kuliah singkat dari Pemerintah Jepang dan berkoordinasi dengan lembaga JICE (Japan International Cooperation Center).

            Awalnya ia mengetahui program ini dari dosen walinya yaitu Didik Wahjudi (gelar), lalu ia mencoba mengirimkan esai di bidang teknologi. “Jelas senang, apalagi ini merupakan sebuah kesempatan. Jadi, ketika dikabarin lolos untuk ke Jepang, ya langsung saya terima. Karena, kalau tidak mencoba kesempatan, kita tidak akan pernah mengetahuinya,” papar pria kelahiran 1991 ini. Setelah mendapat kabar, tanggal 6 Mei 2012 langsung  dia kumpul di Jakarta dan 15 orang perwakilan dari Kedubes Jepang datang untuk menyambut dan memberikan pengarahan mengenai program ini.

            Dalam program tersebut dimulai dengan sesi orientasi mengenai Jepang dan bagaimana karakter orang Jepang. Pada kesempatan itu, Prof. Murai Takeshi, dosen dari J. F. Oberllin University, membahas bagaimana Jepang mengelola perekonomiannya dan sistem pendidikan di Jepang. “While you are in Japan, please be punctual!” ungkap Prof. Murai Takeshi. Karakter orang Jepang sangat displin mengenai waktu, “Itu sangat menarik dan perlu kita contoh dari Jepang. Apalagi mereka sangat mendahulukan kepentingan orang lain yang lebih membutuhkan,” terang Peter.

            Peter Jonathan juga mengunjungi Oki Town di Fukuoka. Di sana ia belajar pengolahan sampah yang dijadikan tenaga pembangkit listrik bagi lingkungan sekitar, diolah menjadi sampah dan di daur ulang kembali. “Hal tersebut dapat diterapkan di Indonesia, apalagi di Surabaya ada TPA Benowo yang seringkali membawa dampak buruk dan pencemaran udara,” ucap pria yang juga menjadi asisten dosen ini.

            Tidak hanya ke Oki Town saja, Peter Jonathan juga sempat mengunjungi Kyushu Institute of Technology dan Fukuoka Institute of Technology. Kyushu Institute of Technology merupakan salah satu universitas yang mendukung riset-riset teknologi yang ada di pulai Kyushu. Pemerintahan Jepang sangat mendukung riset-riset yang dilakukan oleh Universitas tersebut. Di Fukuoka Institute of Technology juga mendapatkan kuliah singkat yang dibawakan oleh Prof. Ni Baorong dengan tema “Superconductor for Renewable Energy”.

            Pengalaman yang paling berkesan dan bisa dipetik oleh Peter Jonathan, adalah “Saya mendapatkan banyak sekali pelajaran mengenai teknologi, displin waktu oleh orang-orang Jepang, dan membuka pikiran saya bahwa Indonesia mempunyai sumber daya alam yang melimpah; serta apa yang telah saya dapatkan di Jepang bisa diterapkan di Indonesia,” ujarnya terkesima. Di akhir perbincangan dengan Peter Jonathan, ia juga menitipkan motivasi kepada seluruh mahasiswa UK Petra lainnya: “Jangan ragu untuk menerima kesempatan yang ada, apalagi jika ada COP, ASP dan program seperti ini lagi. Meskipun program tersebut dilakukan di Indonesia maupun Luar negeri, dicoba saja. Dari situ, kita bisa belajar budaya luar yang membantu untuk mengembangkan wawasan,” tutupnya. (Rosa)

Galeri