Workshop service learning (SL) juga dimanfatkan sebagai forum sharing pengalaman penerapan metode SL yang sudah diterapkan di beberapa perguruan tinggi. Tim Dwi Pekan berhasil menghimpun testimoni dari Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) dan Universitas Sanata Darma (USD). Bagaimanakah pelaksanaan SL ? Berikut penuturan perwakilan dari UKDW dan USD.
- Dr. Ing. Ir. Paulus Bawole, MIP-UKDW
Pembelajaran Service Learning di universitas yang berlokasi di Yogyakarta ini dikenal dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN), terbagi menjadi KKN reguler, tematik dan internasional dengan pelaksanaan masing-masing selama satu hingga dua bulan. “Ketiga KKN ini merupakan mata kuliah wajib berbobot tiga Satuan Kredit Semester (SKS) dan bisa dipilih oleh para mahasiswa setelah menyelesaikan mata kuliah kurang lebih 90 SKS” jelas Dr. Ing. Ir. Paulus Bawole, MIP.
Pengalaman Paulus yang diuraikan dengan mengangkat topik“Improving low-income settlement through Internasional Service-Learning Program” ini memaparkan dasar pembelajaran SL di Universitas Kristen Duta Wacana melingkupi tiga aspek yaitu lectures yang berupa pendampingan, mahasiswa dan komunitas. Dalam setiap kegiatan SL, para siswa dituntut untuk belajar mandiri mulai dari membuat proposal sampai menentukan lokasi. Kegiatan yang diajukan harus sesuai dengan peta masalah atau kebutuhan dari masyarakat. Sekaligus memberdayakan masyarakat. “Jadi para mahasiswa ini pada akhirnya akan memberikan sumbangan pemikiran dan strategi pengembangan. Jika melakukan pembangunan atau memperbaiki fasilitas maka pendanaannya harus bersumber dari masyarakat itu sendiri”, tutup dekan Fakultas Arsitektur ini.
- Drs. Tarsisius Sarkim, M.Ed., Ph.D-USD
Penerapan SL di USD dijadikan bagian dalam matakuliah. Pertama Kuliah Kerja Praktek (KKP) yang dikelola langsung oleh Fakultas Ekonomi dan diperuntukkan khusus mahasiswa jurusan Ekonomi. Para mahasiswa ini harus melewati pre live in activities selama dua minggu yang berupa perencanaan dan observasi, sedangkan live in selama tiga minggu. “Dalam KKP para mahasiswa harus melakukan reflection yang dimana diharapkan mereka menemukan nilai-nilai kehidupan contohnya seperti uang 5000 rupiah di kehidupan desa sangat berarti”, urai Drs. Tarsisius Sarkim, M.Ed., Ph.D.
Selain itu juga ada Service Learning Program (SLP) yang berstandar internasional dan bisa dari berbagi jurusan yang ada di USD. Uniknya peserta dalam SLP ini terbatas hanya kurang lebih 60 orang dari 11 universitas luar negeri termasuk USD. Para mahasiswa tinggal selama kurang lebih dua minggu. “Dalam KKN tematik biasanya melekat pada suatu mata kuliah tertentu dan bahkan mereka membantu para korban bencana Merapi selama kurang lebih satu bulan”, rinci dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. (Aj)


Siwalankerto 121-131 Surabaya