<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
	<channel>
		<title>Berita U.K. Petra</title>
		<link>http://www.petra.ac.id/berita/</link>
		<atom:link href="http://www.petra.ac.id/berita/" rel="self" type="application/rss+xml" />
		<description></description>

		
		<item>
			<title>Ketika Pena Bersatu dalam Lembar MoU</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/ketika-pena-bersatu-dalam-lembar-mou/</link>
			<description>&lt;p&gt;Pada Sabtu itu (20/3/10), udara di Surabaya cukup menggerahkan.   Sejumlah cangkir &lt;em&gt;coffe&lt;/em&gt;, teh dan &lt;em&gt;cookies&lt;/em&gt; menemai  beberapa  orang yang tengah berkumpul di ruang &lt;em&gt;business center&lt;/em&gt; di Hotel  Sheraton-Surabaya. Ialah tiga asosiasi profesi yakni Asosiasi  Franchise  Indonesia (&lt;span&gt;AFI&lt;/span&gt;), Asosiasi Pengusaha  Kafe dan  Restoran Indonesia (Apkrindo) dan Gabungan Pengusaha Makanan  dan  Minuman Indonesia (Gapmmi) bersama dengan perwakilan dari UK Petra   sedang melakukan diskusi-diskusi kecil. Gelak tawa dan persahabatan   meramaikan suasana siang itu, informal namun mengesankan. Sesekali jabat   tangan, tanda persetujuan mewarnai interaksi antara mereka.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Itulah yang terjadi sesaat sebelum penandatangan MoU (Memorandum of   Understanding) yang dilakukan Program Manajemen Perhotelan UK Petra   bersama dengan &lt;span&gt;AFI&lt;/span&gt;, Apkrindo dan Gapmmi. Ide   ini diawali dengan kenyataan bahwa industri di bidang &lt;em&gt;hospitality&lt;/em&gt; semakin menggeliat di tanah air terlebih menghadapi pasar bebas.   Kebutuhan pasar akan tenaga-tenaga yang siap pakai dan profesional   menjadi tantangan yang harus dijawab oleh semua pihak, tidak saja   pemerintah. Dunia kampus pun bergeming, berupaya mencetak lulusan yang   menguasai ranah teoritik maupun praktis.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;”Inilah yang akan kami terus lakukan. Inovasi !. MoU ini sebagai   salah satu langkah untuk membekali mahasiswa dengan &lt;em&gt;practical   knowledge&lt;/em&gt; yang  pembelajarannya diberikan secara langsung dari para   ekspertis”, tegas Diah Darmayanti, M. Si., Dekan Fakultas Ekonomi yang   tengah menjamu beberapa rekan dari asosiasi profesi tersebut. Diah   memaparkan bahwa sudah tiba waktunya kampus membuka diri, memfasilitasi &lt;em&gt;link   and match&lt;/em&gt; antara akademik dan kebutuhan ranah praktis. Dijumpai di   sela-sela &lt;em&gt;coffe break, &lt;/em&gt; Drs. Nanang Sukandar selaku Ketua Umum   &lt;span&gt;AFI&lt;/span&gt; juga menjelaskan bahwa kerjasama ini   tidak saja memperkenalkan para mahasiswa kepada ilmu-ilmu terapan maupun   &lt;em&gt;internship. &lt;/em&gt; Terlebih, memfasilitasi &lt;em&gt;knowledge sharing&lt;/em&gt; mengenai temuan-temuan riil menyangkut bisnis restoran dan perhotelan   sehingga nantinya mereka bisa menjadi pelaku bisnis yang berperan   membuka lahan baru bagi pekerja dan menggiatkan perekonomian bangsa. &lt;strong&gt;(Inggrit)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Sat, 20 Mar 2010 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/ketika-pena-bersatu-dalam-lembar-mou/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Mak Nyus di Journalism Clinic 2010</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/mak-nyus-di-journalism-clinic-2010/</link>
			<description>&lt;p&gt;&lt;em&gt;Move On&lt;/em&gt;, itulah &lt;em&gt;tag line&lt;/em&gt; yang diusung dalam &lt;em&gt;Journalism   Clinic&lt;/em&gt; 2010 yang merupakan lanjutan dari tahun lalu. &lt;em&gt;Journalism   Clinic&lt;/em&gt; yang diadakan oleh Laboratorium Media, Jurusan Ilmu   Komunikasi Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya ini merupakan sebuah   rangkaian acara &lt;em&gt;workshop&lt;/em&gt; dan lomba bagi siswa-siswi &lt;span&gt;SMA&lt;/span&gt; untuk menghasilkan karya jurnalistik dengan   standar profesional. &lt;em&gt;Workshop&lt;/em&gt; yang diadakan tanggal 23-24 Maret   2010 lalu ini berupa pembekalan materi lomba, seperti pemberian materi &lt;em&gt;news   gathering, news writing&lt;/em&gt;, fotografi jurnalistik dan &lt;em&gt;layout&lt;/em&gt; majalah.  ”Animo peserta kali ini lebih banyak dibanding tahun lalu,   total 92 peserta dari &lt;span&gt;SMA&lt;/span&gt; di Surabaya, Malang,   Jember, dan Kediri” ujar Desy Yoanita, S.Sos selaku ketua panitia.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Berbeda dengan tahun lalu, dalam &lt;em&gt;workshop&lt;/em&gt; kali ini diadakan   simulasi &lt;em&gt;press conference&lt;/em&gt; dengan mengundang bintang tamu,   seorang pembawa acara kuliner di stasiun TV Nasional sekaligus mantan   wartawan investigasi. Siapakah dia? Dia terkenal dengan ungakapannya di   salah satu stasiun TV swasta ”Pokoke Mak nyus!”. Pria asal Surabaya,   bernama lengkap Bondan Haryo Winarno ini memang hadir langsung di &lt;span&gt;AVT&lt;/span&gt; 502 (23/03) untuk &lt;em&gt;sharing&lt;/em&gt; pengalamannya   jurnalistiknya kepada siswa-siswi &lt;span&gt;SMA&lt;/span&gt;. ”Rumus   menulis yang penting ada &lt;em&gt;input&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;output&lt;/em&gt;, dan yang   paling penting wartawan harus mengumpulkan informasi lebih banyak   daripada orang kebanyakan” ujar pria yang sejak kecil gemar membaca ini.   Dan yang paling dinantikan oleh siswa-siswi &lt;span&gt;SMA&lt;/span&gt; saat sesi tanya jawab, mereka diberi kesempatan untuk bertanya dan   mengabadikan Bondan layaknya seorang jurnalis profesional.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Rangkaian kegiatan &lt;em&gt;Journalism Clinic&lt;/em&gt; ini tidak hanya  berhenti  sampai pada &lt;em&gt;workshop&lt;/em&gt; saja, tapi siswa-siswi &lt;span&gt;SMA&lt;/span&gt; ini juga mengikuti lomba dengan membuat karya  jurnalistik berupa &lt;em&gt;mini-magazine&lt;/em&gt; atau &lt;em&gt;minimagz&lt;/em&gt; secara  berkelompok dan nantinya hasil karya para  peserta ini akan dipamerkan di  Open House UK Petra april mendatang  sekaligus menentukan pemenang.&lt;strong&gt;(Ajeng)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 23 Mar 2010 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/mak-nyus-di-journalism-clinic-2010/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Drama Kehidupan Poligami</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/drama-kehidupan-poligami/</link>
			<description>&lt;p&gt;Komunitas &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Petra Little Theater&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; Jurusan Sastra Inggris,  Universitas Kristen Petra berkolaborasi dengan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Euphoria Theater&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; (alumni Jurusan Sastra Inggris UK Petra) mempersembahkan penampilan  bertajuk &lt;strong&gt;&lt;em&gt;The Worst Day of My Life&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; selama 4 hari  berturut-turut mulai 6 hingga 9 April yang lalu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Drama satu babak karya Alan Richardson, seorang penulis kelahiran  Edinburgh, Inggris, yang berlangsung di &lt;em&gt;Theater Room&lt;/em&gt; Gedung B  lantai 2 itu berhasil menarik minat banyak penonton, terbukti dengan  deretan kursi yang terisi penuh. Poligami adalah sebuah realita hidup di  bermasyarakat. Realita inilah yang diangkat dalam cerita &lt;strong&gt;&lt;em&gt;The  Worst Day Of My Life&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; yang mengisahkan kehidupan seorang pria  yang berpoligami.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Adalah Charlie Brown (Juanta Memory Sebayang), seorang pria dengan  mata pencaharian utamanya sebagai seorang penjual &lt;em&gt;vacuum cleaner&lt;/em&gt;,  mampu memanipulasi 4 wanita untuk dijadikan sebagai istrinya. Ia merasa  kehidupannya menjadi sempurna dengan kehadiran keempat wanita tersebut  karena kelebihannya masing-masing. Istri pertamanya, Evelyn (Priska  Febrinia Handojo) adalah seorang sangat kaya raya dan disiplin sehingga  ia tak perlu kuatir tentang masa depannya. Istri kedua bernama Melissa  (Sani Puspa Kencono) sangat pintar dalam hal memenuhi kebutuhan  biologisnya. Sedangkan istri ketiganya Joanne (Dina Waluyo) adalah  seorang yang sangat pintar dalam bekerja sehingga ia tak perlu bersusah  payah bekerja. Dan calon istrinya yang keempat, Samantha (Cecilia Barek  Lawe) adalah seorang yang mempunyai sifat yang suka membantu dan  menyenangkan sehingga kehidupannya tidak membosankan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Akan tetapi, kesempurnaan hidup Charlie menjadi hancur berantakan  kala ia menderita sakit. Suasana semakin seru ketika ketiga istri dan  calon istrinya yang seorang perawat di rumah sakit tersebut yang tidak  saling kenal satu sama lain datang untuk mengunjunginya di kamar rumah  sakit pada saat yang bersamaan. Kebohongan yang tertutup rapi selama ini  akhirnya terbongkar. Drama yang berbalutkan komedi dengan durasi lebih  kurang 50 menit ini mencoba mempertontonkan kenyataan hidup yang marak  terjadi di masyarakat saat ini. &quot;Setelah mendapat naskah aslinya dan  membacanya berulang kali untuk mendapatkan karakternya, kami resmi mulai  berlatih sejak Januari lalu&quot; tutup Sani Puspo Kencono, S.S. selaku  sutradara dan lulusan Sastra Inggris tahun 2010 ini. (Aj)&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Fri, 09 Apr 2010 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/drama-kehidupan-poligami/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Rancang Ruang Khusus Bermain Anak, Bebaskan Ekspresi Anak</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/rancang-ruang-khusus-bermain-anak-bebaskan-ekspresi-anak/</link>
			<description>&lt;p&gt;Bermain tidak selamanya berdampak buruk bagi anak. Bermain menjadi  kebutuhan anak-anak bahkan juga orang dewasa. Jadi tidak mengherankan  kalau dikatakan bahwa bermain itu naluri mahkluk hidup. Demikian  diungkapkan oleh pemerhati anak sekaligus Ketua Komisi Anak Nasional  Seto Mulyadi dalam kompetisi Desain Transportable Children Playhouse  yang digelar oleh Jurusan Arsitektur pada Senin lalu(12/04/10).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Agus Dwi Hariyanto, Ketua Jurusan Arsitektur UK Petra, memaparkan,  &quot;Tata ruang kota yang tambah hari tambah sempit ini, tidak menyisakan &lt;em&gt;space&lt;/em&gt; yang cukup bagi masyarakat termasuk bagi anak-anak. Padahal penting  untuk menyediakan ruang khusus bagi anak-anak agar mereka tidak terjebak  dengan permainan yang menyesatkan. Inilah yang menjadi cikal bakal  Jurusan Arsitektur mengadakan kompetisi ini, untuk mengingatkan  masyarakat dan pemerintah akan kebutuhan bermain anak&quot;.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Seto Mulyadi juga menegaskan terjadinya kemungkinan yang negatif  apabila kebutuhan bermain dan berekspresi anak terkekang. Munculnya  anak-anak yang bermasalah merupakan akibat dari masalah tersebut.  Anak-anak kemudian menjadi soliter, hanya berinteraksi dengan  permainan-permainan modern yang minim sosialisasi dan gerak motorik.  Tragisnya, mereka 'melarikan diri' dengan merokok, melakukan &lt;em&gt;bullying&lt;/em&gt;,  penggunaan narkoba bahkan melakukan seks bebas.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kompetisi ini berhasil mengundang animo yang cukup tinggi, sekitar 62  karya terkumpul dari para mahasiswa jurusan Arsitektur dari pelbagai  perguruan tinggi. Sebut saja lain ITB, UI, UGM, Universitas Atmajaya  Yogyakarta, Universitas Duta Wacana. Selain Seto Mulyadi sebagai juri,  hadir pula Edwin Nafarin (Ikatan Arsitek Indonesia) dan Joyce Laurens  (dosen Arsitektur UK Petra).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Agus menerangkan kalau sebanyak duapuluh karya terbaik akan dibukukan  sebagai persembahan untuk HUT Surabaya ke 717 pada 31 Mei mendatang.  Beberapa kriteria penilaiannya adalah kemungkinannya untuk dipindahkan,  bisa dinikmati anak, lekat dengan nilai lokalitas kota Surabaya,  kreatif, inovatif baik dari sisi struktur dan materialnya. Tak kalah  penting, tempat bermain anak harus aman dengan pemilihan warna yang  sesuai dengan persepsi anak. Keluar sebagai juara pertama ialah David  Wibowo, Alfandy Herson, Guntur Baling dan Stanislaus Tjandra yang  mengusung permainan anak yang tengah populer dan merakyat yakni  odong-odong, dengan kemasan yang khas Surabaya. &lt;strong&gt;(Inggrit)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Mon, 12 Apr 2010 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/rancang-ruang-khusus-bermain-anak-bebaskan-ekspresi-anak/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Pengukuhan Prof. Dr. Sundring Pantja Djati, M.A. Min., M.Si</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/pengukuhan-prof-dr-sundring-pantja-djati-m-a-min-m-si/</link>
			<description>&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Telisik Moral, Komitmen dan Motivasi SDM PTS se-Surabaya&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Globalisasi yang menggiring semangat kompetisi berdampak pada kehidupan organisasi. Eksistensi organisasi kemudian tidak bisa dilepaskan dari kualitas SDM-nya, termasuk perguruan tinggi swasta (PTS). Kualitas layanan itu sendiri tentunya lekat dengan perilaku karyawannya. Lantas, bagaimanakah karyawan PTS dalam memberikan pelayanannya? Inilah yang ditelisik oleh Pantja dalam pidato pengukuhannya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;”Sikap perilaku karyawan dalam melakukan tugasnya secara sukarela, tulus, dan senang hati dalam memberikan pelayanan yang terbaik dikenal dengan perilaku ekstra karyawan atau &lt;em&gt;Organizational Citizenship Behavior&lt;/em&gt; (OCB)”, demikian jelas Pantja mengawali pidatonya dalam acara pengukuhan Guru Besar atau Profesor yang berlangsung pada Jumat (21/5/10) bertempat di Auditorium UK Petra. Pengukuhan ini berarti menempatkan Pantja sebagai Guru Besar ke-8 di UK Petra dan ke-4 di Fakultas Ekonomi UK Petra.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ayah tiga anak ini mengatakan bahwa OCB dapat diukur dari tiga hal yaitu Moral, Komitmen dan Motivasi. Lebih lanjut Pantja menjelaskan moral menyangkut beberapa hal seperti tanggung jawab, bekerja sesuai peraturan dan bersedia dikritik oleh atasan. Pantja juga memaparkan pentingnya komitmen agar setiap karyawan memiliki kemampuan menyelaraskan tujuan individu dengan tujuan organisasi. Motivasi dilihat sebagai daya dorong untuk melakukan yang terbaik.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pria kelahiran Madiun 26 April 1960 lalu ini juga mengukur &lt;em&gt;Service Quality&lt;/em&gt; pada PTS di Surabaya yang memiliki mahasiswa lebih dari 5.000 orang. ”Yang menjadi subyek penelitian adalah para karyawan administrasi atau tata usaha dan mahasiswa di enam PTS” ujar pria yang gemar bermain tenis ini. PTS tersebut ialah UK Petra, Ubaya, UWM, UPN, UWK dan Untag. Bagaimanakah hasilnya ? ”Secara umum kualitas layanannya relatif baik dan hanya pada beberapa indikator cukup baik”, papar Pantja. &lt;strong&gt;(Ajeng/Inggrit)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Fri, 21 May 2010 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/pengukuhan-prof-dr-sundring-pantja-djati-m-a-min-m-si/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Metamorfosis Wajah Kota Dalam Surabaya Memory 2010</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/metamorfosis-wajah-kota-dalam-surabaya-memory-2010/</link>
			<description>&lt;p&gt;&lt;em&gt;“All about Surabaya”&lt;/em&gt; adalah tema pameran yang diusung oleh &lt;em&gt;Surabaya Memory&lt;/em&gt; yang diprakarsai Perpustakaan Universitas Kristen Petra dalam menyambut hari jadi kota Surabaya ke-717. Pameran ini berlangsung selama 5 hari berturut-turut mulai tanggal 12-16 Mei 2010 lalu di Royal Plaza.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“Semua ini kami persembahkan sebagai kado ulang tahun bagi kota tercinta Surabaya” ujar Juliana Anggono, M.Sc, Ph.D saat membuka pameran. Beberapa yang dipajang dalam pameran kali ini diantaranya foto &lt;em&gt;Surabaya Tempo Doeloe (1900-1930)&lt;/em&gt; berjumlah 50 foto, &lt;em&gt;arsitektur kota Surabaya&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Patra Surabaya&lt;/em&gt; sejumlah 10 buah, desain karya &lt;em&gt;transportable Children Playhouse&lt;/em&gt;, Karya Seni Instalasi di Kota Impian Surabaya, &lt;em&gt;personal branding&lt;/em&gt; tokoh-tokoh masyarakat Surabaya, sketsa interior rumah atau gedung kuno Surabaya, Foto &lt;em&gt;Melantjong Petjinan Soerabaia&lt;/em&gt;, Peta Wisata Surabaya, dan koleksi komunitas batik Surabaya (KiBas). “Total lebih dari 100 karya yang dipajang dalam pameran kali ini “ urai Aditya Nugraha selaku Kepala Perpustakaan Universitas Kristen Petra.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pameran &lt;em&gt;Surabaya Memory 2010&lt;/em&gt; ini berkolaborasi dengan Badan Arsip dan Perpustakaan Daerah Jawa Timur, Peta Hijau Surabaya, Komunitas Jejak Petjinan Jurusan Arsitektur, Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV), Jurusan Desain Interior, dan Komunitas Batik Surabaya. Diharapkan pameran ini akan menumbuhkan kepedulian masyarakat akan pelestarian pusaka kota Surabaya.  Dengan demikian masyarakat akan mengetahui sejarah perkembangan kota Surabaya yang sangat kaya dengan gedung cagar budaya, seperti foto Klenteng Hong Tik Hian.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dalam acara pembukaan pameran bertajuk &lt;em&gt;All About Memory&lt;/em&gt; ini juga dihadiri oleh Eddy. E. Samson sebagai Ketua Tim II Van Faber Cagar Budaya Kota Surabaya.  “Bagus, ini salah satu sarana untuk mengingat masa lampau. Saya sangat antusias saat dihubungi oleh Perpustakaan UK Petra, kegiatan seperti ini sebaiknya diadakan secara rutin misalnya 4 bulan  sekali dengan mengajak anak-anak muda” ujar Eddy E. Samson mengenai &lt;em&gt;Surabaya Memory&lt;/em&gt; ini. &lt;strong&gt;(Shierlin/Aj)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Wed, 12 May 2010 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/metamorfosis-wajah-kota-dalam-surabaya-memory-2010/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>TEKNIK SIPIL UK PETRA SEKALI LAGI MERAIH JUARA I DI SOLO</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/teknik-sipil-uk-petra-sekali-lagi-meraih-juara-i-di-solo/</link>
			<description>&lt;p&gt;Tahun ini merupakan kedua kalinya para mahasiswa jurusan Teknik Sipil meraih juara I dalam Lomba Kuat Tekan Beton di Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta. Lomba yang diadakan pada 10–12 Mei 2010 ini digelar untuk mengukur beton mana yang sesuai dengan kriteria. Tim dari jurusan Teknik Sipil UK Petra yang mengikuti lomba ini beranggotakan tiga mahasiswa, yakni Oswyn Karsten Wattimena, Lia Agustina Untari, dan Yudhistira Santosa. Mereka didampingi oleh Antoni, Ph.D. selaku dosen pembimbing selama mereka mengikuti lomba.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ada hal yang baru dalam lomba tahun ini, yakni, seluruh peserta diminta membuat beton yang bahan-bahannya ramah dengan lingkungan. “Sebenarnya, dari tahun lalu kami sudah membuat beton yang ramah lingkungan. Hanya saja, baru tahun ini para peserta lomba kuat tekan beton di Solo diminta membuat beton yang ramah lingkungan,” ujar Lia, mahasiswi angkatan 2007 ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dalam pembuatan beton, mereka memakai bahan-bahan dasar kerikil atau batu pecah, pasir, semen, dan air. “Selain bahan-bahan dasar tersebut, mereka juga menambahkan limbah pabrik dari sisa pembakaran batu bara dan limbah dari pabrik kertas sebagai bahan beton yang ramah lingkungan,” tambah Yudhistira, mahasiswa yang berkaca mata ini. Mereka membuat lima beton dengan bahan yang sama, dua beton diuji coba selama tiga hari di UK Petra dan tiga beton lainnya dibawa ke Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta selama 28 hari.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ketika mengikuti lomba ini, mereka sempat tidak percaya diri untuk dikarenakan ketika beton yang dibawa ke Solo sempat jatuh. Namun ketika pengumaman pemenang (12/5) dibacakan di Solo Grand Mall, mereka berhasil meraih juara pertama. “Tentu saja kami senang. Kami tidak menyangka berhasil meraih juara pertama,” ujar Oswyn.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Selain di Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta, Oswyn dan kedua anggota yang lain juga pernah mengikuti Lomba Kuat Tekan Beton di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS), UK Petra, dan Universitas Tarumanegara Jakarta (Untar). Di ITS dan UK Petra mereka berhasil meraih juara pertama sedangkan di Untar mereka hanya masuk 10 besar saja. &lt;strong&gt;(Novi)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Mon, 10 May 2010 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/teknik-sipil-uk-petra-sekali-lagi-meraih-juara-i-di-solo/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>MERAJUT SURABAYA, HUNIAN MASA DEPAN</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/merajut-surabaya-hunian-masa-depan/</link>
			<description>&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Seminar Nasional Arsitektur&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;Kota itu semula dikenal dengan sebutan &lt;/em&gt;&lt;em&gt;Hujunggaluh. Dalam perkembangannya berubah menjadi Churabhaya. Kota ini mencatat sejarah panjang bahkan sejak kerajaan Hindu Mataram, Kerajaan Demak dan Kerajaan Mataram.Itulah kota yang saat ini disebut dengan Surabaya.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;”Salah satu faktor penting dalam mengembangkan daya saing kota dilihat dari kemandirian kultural dari kota itu sendiri”, itulah yang diungkapkan oleh Dr. Ing. Jo Santoso dalam seminar nasional yang digelar dalam rangka dies natalis ke-43 Jurusan Arsitektur pada Kamis pekan lalu (27/05/10). Dalam seminar yang bertajuk Hidup dan Berkehidupan di Surabaya itu, pria yang kerab dipanggil Jo ini menguraikan tentang proses urbanisasi dalam konteks globalisasi di Surabaya. Jo mengkritisi pentingnya kemandirian dan keberagaman kultural sebagai faktor yang relevan guna menghalau degradasi budaya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Mengutip Aristoteles, ”&lt;em&gt;A city composed of different kinds of men, similiar people can’t bring a city in to existence&lt;/em&gt;”, Jo menerangkan setiap kota memiliki ciri lokal yang menggambarkan identitas kulturalnya. ”Jadi walaupun kesamaan latar belakang kultural merupakan faktor pendukung penting dalam pembentukan sistem urban-kultural yang baru, tetapi yang sebenarnya paling berperan adalah adanya sebuah keinginan dari berbagai kelompok untuk menjadikan kota itu sebagai sebuah habitat bersama”, papar Jo.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pada kesempatan yang sama, Ir. Tri Risma Harini, MT mantan kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya menjelaskan, ”Kota Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia, yang mempunyai banyak daya tarik. Selain sebagai pusat perbelanjaan, kuliner begitu juga pesona lingkungannya hanya kurang penanganannya saja”. Pentingnya ruang publik sebagai media sosial dirasakan menjadi kebutuhan warga kota. Kota yang sehat, lanjut Risma, memfasilitasi masyarakatnya untuk hidup bersahabat dengan lingkungannya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dalam materinya, kandidat Pilkada 2010 ini juga melihat perlunya upaya untuk melakukan revitalisasi kota lama sebagai wujud penghargaan terhadap historis kota. Misalnya saja sungai Kalimas sebagai salah satu denyut nadi kehidupan Surabaya. Selain menyimpan sejarah ekonomi, Kalimas menyimpan nilai historis yang tinggi. &lt;strong&gt;(Aj/Inggrit)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Thu, 27 May 2010 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/merajut-surabaya-hunian-masa-depan/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>PENGGUNAAN BAHASA DI DALAM FACEBOOK</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/penggunaan-bahasa-di-dalam-facebook/</link>
			<description>&lt;p&gt;Maraknya dunia maya (&lt;em&gt;online world&lt;/em&gt;) saat ini telah memikat minat masyarakat. Tidak hanya itu saja, penggunaan bahasa masa kini tidak hanya digunakan dalam kehidupan sehari-hari, namun juga mulai sering digunakan di dalam dunia maya. Karena penggunaan bahasa yang kini tidak lagi hanya ada di dunia nyata saja, jurusan Sastra Inggris UK Petra membuat konferensi nasional “Language in The Online and Offline World” yang digelar pada tanggal 1-2 Juni 2010.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bahasa dalam dunia nyata (&lt;em&gt;offline world&lt;/em&gt;) terdiri dalam 3 bagian yaitu secara tertulis, lisan, dan non-verbal. Bahasa yang digunakan dalam dunia nyata seperti ucapan kita sehari-hari, media cetak, dan simbol/kode yang kita tujukan pada lawan bicara kita. Sedangkan penggunaan bahasa dalam dunia maya seperti penggunaan &lt;em&gt;facebook&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;blog, website&lt;/em&gt;, dsb. “Melalui &lt;em&gt;facebook&lt;/em&gt;, orang-orang bisa mengutarakan apa yang mereka rasakan dalam bentuk tulisan.” Ujar Prof. Esther Kuntjara, M.A., Ph.D., selaku &lt;em&gt;keynote speaker&lt;/em&gt; dalam konferensi nasional.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Penggunaan bahasa yang kita pakai dalam dunia nyata maupun maya dapat menggambarkan identitas diri kita. “Contohnya saja, komentar-komentar yang terdapat di dalam &lt;em&gt;facebook&lt;/em&gt;.” Tambahnya. Dalam komentar-komentar yang diungkapkan tersebut bisa dari beragam bahasa. Setiap bahasa yang mereka gunakan menggambarkan identitas mereka. Namun, pada kenyataannya, bahasa yang mereka gunakan tidak selalu sesuai dengan identitas diri mereka. Pengguna &lt;em&gt;facebook&lt;/em&gt; bisa saja menulis kata-kata yang sopan sehingga kita berpikir bahwa orang tersebut adalah orang yang baik dan ramah. Akan tetapi, pada kehidupan sehari-harinya belum tentu orang tersebut adalah orang yang baik. “Penciptaan identitas di &lt;em&gt;facebook&lt;/em&gt; sangatlah dangkal, terkadang pengguna &lt;em&gt;facebook &lt;/em&gt;tidak sungguh menunjukkan identitas mereka.” Ucapnya. Di dalam penggunaan bahasa di dunia &lt;em&gt;online&lt;/em&gt; mengandung unsur yang mudah berubah.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kegiatan yang diadakan selama dua hari ini, dihadiri oleh mahasiswa, dosen, dan lulusan sarjana yang berfokus pada bidang bahasa. Adapun 5 sub-topik yang dipresentasikan oleh peserta dari 8 sub-topik yang dibuka yaitu &lt;em&gt;Language and Media, Language and Culture, Language and Literature, Language and Teaching Profession, &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;Language and Discourse&lt;/em&gt;.&lt;em&gt; &lt;/em&gt;Peserta yang hadir pun dari 9 kota yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Salatiga, Kudus, Surabaya, Singaraja, dan Makassar. (novi)&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 01 Jun 2010 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/penggunaan-bahasa-di-dalam-facebook/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Senandungkan “Shine My Light” dalam Petra Choir Festival 2010 </title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/senandungkan-shine-my-light-dalam-petra-choir-festival-2010/</link>
			<description>&lt;p&gt;Musik mengalun pelan, mengikuti keheningan Jumat siang itu (18/6) di Auditorium UK Petra. Sekelompak paduan suara melangkah rapi menuju panggung, berdiri tertata dan percaya diri. Mulailah mereka bernyanyi, menyatukan suara dan nada dalam sebuah pagelaran Petra Choir Festival (PCF) 2010. Dalam beberapa detik kemudian, para audien pun terhanyut dalam lantunan lagu klasik yang mereka tampilkan. Itulah penampilan paduan suara SMAK St. Louis I yang pada akhirnya keluar sebagai juara pertama. Mereka berhasil mengalahkan tujuh kelompok paduan suara lainnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Acara yang digawangi oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Paduan Suara ini mengajak siswa-siswi SMA untuk bergabung dalam Festival Paduan Suara Se-Jawa Timur. “Petra Choir Festival kali ini mengangkat tema tentang &lt;em&gt;Shine My Light&lt;/em&gt;, sebagai suatu momentum untuk mengabadikan semua &lt;em&gt;spirit&lt;/em&gt; pelajar agar melalui paduan suara, mereka dapat menjadi lentera bagi masyarakat. Pesertanya memang pelajar SMA, agar dapat berperan sebagai penerus estafet kebangkitan Paduan Suara di Jawa Timur.” ujar Deddy Christyono selaku Ketua Panitia.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dalam festival itu, para peserta diberi kesempatan selama 10 menit untuk menunjukkan kebolehannya menyanyikan lagu wajib berjudul “&lt;em&gt;Locus Iste&lt;/em&gt;”  karya Anton Bruckner. Selain lagu wajib, mereka juga harus membawakan satu lagu pilihan. “Lagu apa saja diperkenankan asal lagunya termasuk lagu periode &lt;em&gt;Renaissance, Classic, Baroque&lt;/em&gt;, dan &lt;em&gt;Romantique”, &lt;/em&gt;papar Deddy.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Rubin Lukito, S.T., BCM., GDCM., Kepala Pusat Apresiasi Musik Gereja sekaligus salah satu juri mengungkapkan, “&lt;em&gt;Locus Iste&lt;/em&gt; sengaja dipilih untuk menjadi lagu wajib. Lagu ini memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi, terutama pada frasenya. Bila tidak hati-hati, bisa salah memprediksi alurnya sehingga salah mengambil nafas”.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Lebih lanjut Rubin menjelaskan, ada beberapa point yang menjadi kriteris penilaian PCF ini yaitu &lt;em&gt;Choral sound&lt;/em&gt; (kesatuan suara), intonasi (ketepatan suara), artikulasi (diksi), Intrepretasi lagu serta &lt;em&gt;performance.&lt;/em&gt; Menyusul SMAK St. Louis I. ialah SMAN 5 sebagai runner up dan favorit. Juara tiga diraih oleh SMAK St. Paulus Jember. (&lt;strong&gt;Aj/Inggrit&lt;/strong&gt;)&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Fri, 18 Jun 2010 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/senandungkan-shine-my-light-dalam-petra-choir-festival-2010/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Persiapan Dua Hari, Sabet Juara I</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/persiapan-dua-hari-sabet-juara-i/</link>
			<description>&lt;p&gt;Mengagumkan!! Tentu saja. Bayangkan saja dalam waktu hanya dua hari persiapan, tim UK Petra dari Program Akuntansi Pajak angkatan 2007 yang terdiri dari Sip Yuliani (Yuli), Sandayanto (Sandy), dan Cliven Budihartanto (Cliven) berhasil mengalahkan 28 tim lainnya dalam Kompetisi Pajak 2010 yang diadakan di Universitas Airlangga 5-6 Juni 2010 lalu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“Sebenarnya kami dikabari 2 minggu sebelumnya,” ujar Yuli. Namun, mereka baru diberi materi persiapan 2 hari sebelum lomba. Selama persiapan mereka dibimbing Agus Arianto Toly, SE, MSA, Ak., BKP, Yenni Mangoting, SE, M.Si., Ak., dan R. Arja Sadjiarto, SE, M..Ak., Ak..  “Tiap harinya 3-4 jam kami diberi &lt;em&gt;review&lt;/em&gt; materi.”&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kompetisi yang mereka ikuti terdiri dari 4 babak. Babak pertama mereka harus menyelesaikan 100 &lt;em&gt;multiple choice&lt;/em&gt;. Selanjutnya babak kedua mereka harus menganilis kasus. Pada babak ketiga mereka diharuskan berhati-hati karena ada pengurangan nilai jika salah menjawab. Hingga akhirnya mereka sampai di babak final di mana mereka harus menganalisis kasus dan mempresentasikannya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Demi melancarkan kompetisi ini, mereka sudah membagi spesifikasi. Yuli mendalami Pajak Pertambahan Nilai, Sandy mendalami Pajak Pertambahan Nilai Pribadi, dan Cliven Pajak Pertambahan Nilai Badan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bagi mereka, ini adalah kemenangan pertama mereka. Saat ditanya tim mana yang paling kuat mereka justru menjawa senior mereka. “Petra mengirim 2 tim dan ternyata tim dari Program Akuntansi Pajak angkatan 2006 rival terberat kami,” ujar Yuli. &lt;strong&gt;(Joehan)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Sat, 05 Jun 2010 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/persiapan-dua-hari-sabet-juara-i/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>UK Petra Jadi Rujukan Program Sister City</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/uk-petra-jadi-rujukan-program-sister-city/</link>
			<description>&lt;p&gt;Kamis (17/06) sekitar pukul 11.00, rombongan telah tiba di &lt;em&gt;entrance hall&lt;/em&gt; gedung T kampus UK Petra. Puluhan perempuan dan pria berkemeja batik itu langsung menuju lantai 503.  Mereka ialah para perwakilan dari 18 pemkot dan pemkab yang tengah melakukan visitasi ke UK Petra. Kunjungan tersebut dilakukan sebagai rangkaian &lt;em&gt;Workshop Best Practice Sister City&lt;/em&gt; yang digagas oleh pemerintah kota Surabaya. Kegiatan ini digelar selaras dengan ketetapan dari DEPDAGRI yang menyatakan prestasi kota Surabaya sebagai kota yang sukses melakukan &lt;em&gt;Best Practice Sister&lt;/em&gt; &lt;em&gt;City&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;e-Government&lt;/em&gt;. Eka Mardijanto, Kasubab Kerjasama Pemkot juga mengungkapkan, ”Surabaya dinilai layak sebagai percontohan bagi kota lain untuk melakukan &lt;em&gt;sister city&lt;/em&gt; dengan negara lain”. Selain Busan-Korea, &lt;em&gt;sister city&lt;/em&gt; juga tengah digagas dengan kota Xiamen dan Guangzhou di China dalam bidang pengolahan pupuk organik.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Peserta delegasi terdiri dari ini 75 birokrat antara lain berasal Semarang, Balikpapan, Malang, Kupang, Singkawang, Padang, Bandung, Yogyakarta, Denpasar, Medan, Pekanbaru dan Surakarta, Pasuruan, Kotim, Gresik, Purwakarta dan Sidoarjo. Kunjungan ke UKP merupakan kunjungan lanjutan setelah satu hari sebelumnya, para delegasi mengikuti &lt;em&gt;workshop&lt;/em&gt; mengenai perencanaan, prosedur dan regulasi kerjasama dengan luar negeri. UK Petra merupakan satu-satunya perguruan tinggi yang menjadi destinasi dalam visitasi tersebut selain PT. Utomo Deck dan PT. Pelindo III.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;75 delegasi tersebut diterima oleh Wakil Rektor bidang Akademik, Ir. Hanny Hosiana Tumbelaka, M. Sc., Ph.D. Dalam kunjungan tersebut, Hanny men&lt;em&gt;-sharing&lt;/em&gt;-kan hasil serta pencapaian yang telah diperoleh selama melakukan kerjasama dengan Busan-Korea maupun Guangzhou, yang sedang dalam proses penjajakan menjadi &lt;em&gt;next sister city&lt;/em&gt;. Hanny juga berbagi cerita tentang aktivitas-aktivitas kerjasama yang telah dilakukan serta rencana ke depan dalam kerjasama luar negeri tersebut. Hanny juga menjelaskan salah satu kegiatan &lt;em&gt;sister city&lt;/em&gt; yang sukses memperoleh pengakuan DIKTI dan institusi pendidikan di luar negeri, yakni COP atau&lt;em&gt; Community Outreach Program. &lt;/em&gt;Kegiatan ini berhasil mendatangkan mahasiswa dari enam negara yakni Belanda, Korea, Hong Kong, Jepang, Taiwan dan India. Kegiatan ini sekaligus sebagai program konkrit &lt;em&gt;sister city &lt;/em&gt;Surabaya-Busan. &lt;strong&gt;(Inggrit)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Thu, 17 Jun 2010 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/uk-petra-jadi-rujukan-program-sister-city/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Bye-bye Toilet Kumuh Bungurasih..</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/bye-bye-toilet-kumuh-bungurasih/</link>
			<description>&lt;p&gt;Toilet di Terminal Bungurasih. Ketika mendengar kata-kata itu pasti yang terlintas dalam pikiran kita adalah toilet yang kumuh dan tak terawat. Keadaanya semakin buruk lagi dengan banyaknya copet berkeliaran yang meresahkan pengguna terminal. Namun, dengan konsep toilet &lt;em&gt;Jedhing&lt;/em&gt;ku karya Jimmy Adisastra dan Caroline Ciwendro, hal-hal semacam itu sudah dapat diatasi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Desain toilet umum terminal ini juga telah memenangkan Kompetisi Desain Mahasiswa Interior Indonesia 2009 (KDMII’09) dengan tema Desain Toilet Umum Terminal Bus Antar Kota Antar Provinsi yang digelar oleh Ikatan Pelaku Industri Interior Indonesia (INDESS). “Kami membuat desain toilet yang nyaman, bersih, dan ada tempat penyimpanan barangnya,” ujar Jimmy, mahasiswa Jurusan Arsitekur angkatan 06.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Mereka melihat bahwa pengguna toilet umum di terminal adalah orang-orang yang bertujuan mudik, sehingga membawa banyak barang. “Kan tentu saja mereka membawa banyak barang. Mau dibawa masuk toilet susah. Mau dititipkan di tempat penyimpanan barang juga harus membayar, karena itu kami membuat desain yang mempunyai tempat penyimpanan barang di dalam kabin toilet,” ujar Alin, mahasiswa Jurusan Desain Interior 06. Unsur keamanan yang mereka usung bertambah ketika mereka menentukan posisinya berada di tengah ruang tunggu terminal, bukan di pojok seperti toilet umumnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Selain aman, mereka juga menambahkan fungsi &lt;em&gt;sustainable and bio toilet&lt;/em&gt;. Desain toilet ini menggunakan serbuk kayu sebagai pengurai kotoran. Dalam beberapa minggu setelah terurai, kotoran akan menjadi pupuk yang dapat digunakan tanaman yang dipasang di &lt;em&gt;vertical garden&lt;/em&gt; di luar toilet. Tanaman yang ditanam di luar toilet adalah tanaman Toga (obat keluarga) yang dapat digunakan untuk menetralisir bau tak sedap.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Selain itu, mereka juga memberikan nuansa pedesaan dengan menempelkan &lt;em&gt;wallpaper&lt;/em&gt; nuansa desa. “Atapnya juga kami buat terbuka. Jadi mirip dengan jamban di pedesaan,” tambah Jimmy. “Kami juga menggunakan lampu petromaks elektrik sehingga nuansa pedesaan semakin terasa,” ujar Alin. &lt;strong&gt;(Joehan)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Thu, 01 Jul 2010 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/bye-bye-toilet-kumuh-bungurasih/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Ini Adalah Bukti Komitmen!!</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/ini-adalah-bukti-komitmen/</link>
			<description>&lt;p&gt;15 Tahun Kerjasama UK Petra – Dong Seo University dan 10 Tahun Kerjasama UK Petra – Hong   Kong Baptist University&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Selasa (6/7) kemarin menjadi salah satu hari yang cukup penting bagi UK Petra. Pasalnya, pada hari itu digelar Opening Ceremony Community Outreach Program (COP) di Auditorium UK Petra. Mahasiswa dari 5 negara terpisah berkumpul jadi satu dalam program ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Mereka adalah mahasiswa dari Dong Seo University Korea Selatan, Inholland University Belanda, Hong Kong Baptist University dan Chinesse University of Hongkong, International Christian University dan St. Andrew University dari Jepang, dan Universitas Kristen Petra dari Indonesia.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dalam acara ini, mahasiswa dari berbagai negara ini menampilkan pertunjukan budaya dari negara masing-masing. Dong Seo University Korea Selatan yang mengirimkan mahasiswa terbanyak dalam COP kali ini, menampilkan kolaborasi tarian tradisional dan modern. Sedangkan mahasiswa Inholland University Belanda menampilkan permainan-permainan dan tarian yang populer di Belanda.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Malam itu juga menjadi salah satu perayaan atas kerjasama UK Petra dengan Dong Seo University yang sudah berlangsung selama 15 tahun dan Hongkong Baptist University yang sudah berlangsung selama 10 tahun. “Ini adalah bukti komitmen mereka. Kerjasama dengan rentang waktu selama itu tidak gampang,” ujar Meilinda S.S., M.A., Kepala Badan Administrasi Kerjasama dan Pengembangan (BAKP).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sedangkan Herry Palit S.T., M.T., Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) menyebutkan dalam COP kali ini akan ada pengembangan berupa kerjasama dengan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). “Nantinya peserta COP akan dibantu dalam pengadaan program non fisik oleh BKKBN. Misalnya saja penyuluhan mengenai sanitasi dan kebersihan lingkungan.” &lt;strong&gt;(Joehan)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 06 Jul 2010 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/ini-adalah-bukti-komitmen/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Hadapi Lawan-Lawan Senior, Masih Bisa Juara Tiga</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/hadapi-lawan-lawan-senior-masih-bisa-juara-tiga/</link>
			<description>&lt;p&gt;Lomba &lt;strong&gt;&lt;em&gt;UNAC(Unair National Accounting Competition)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; yang diadakan 18-20 Juni 2010 di Universitas Airlangga, Surabaya memberikan kenangan yang luar biasa kepada tiga mahasiswi angkatan 2008 jurusan akuntansi, Sherly Gunawan, Jessica Patricia, dan Jane Lukita. Mereka berhasil menjadi juara ketiga dalam lomba yang mayoritas diikuti oleh angkatan 2007 dari berbagai universitas di Indonesia. Sebuah prestasi yang sangat luar biasa mengingat lawan-lawan mereka adalah mahasiswa yang lebih senior.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“Karena kita masih baru, kita jadi &lt;em&gt;deg-degan&lt;/em&gt; ketika memasuki babak debat, apalagi lawan-lawan kita tidak cuma berasal dari Petra tapi juga dari universitas lain yang sudah sering juara di berbagai lomba” Begitu ujar Sherly ketika ditanya kesulitan mereka ketika lomba. Selain itu, materi yang belum mereka dapatkan selama perkuliahan juga menyulitkan mereka. “Misalnya, waktu babak presentasi, kami mendapatkan materi tentang audit padahal selama kuliah kami belum diajari tentang audit” Begitu pula dengan Jane. Perempuan yang juga panitia P3KMaBa ini menambahkan tantangan mereka selama lomba.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Untuk mengatasinya, menurut Jessica yang diwawancarai secara terpisah lewat telepon, diadakan bimbingan mendadak dua hari sebelum lomba untuk mempersiapkan materi dan mental mereka. Bimbingan ini untuk memberikan gambaran mengenai materi supaya mereka tidak “buta” nantinya. Namun menurut mahasiswi bertubuh tinggi ini rasa takut tetap menghantui mereka ketika lomba.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Meskipun “hanya” mendapatkan juara ketiga dalam lomba tersebut, tidak ada penyesalan yang tampak. Ini merupakan suatu kebanggaan bagi mereka. “Kita &lt;em&gt;sih&lt;/em&gt; bangga karena sejak awal tidak menyangka akan masuk ke babak final. Kita juga &lt;em&gt;surprised &lt;/em&gt; ketika bisa mengalahkan lawan-lawan yang lebih senior” Ujar Jane. “Selain itu, kita juga mendapatkan pengalaman berharga, teman-teman baru serta mendapatkan suasana yang menyenangkan walaupun berkompetisi dengan universitas lain” Ujar Sherly menimpali.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Banyaknya pengalaman dan keuntungan yang didapatkan dari lomba tersebut membuat mereka ingin mengikuti lagi lomba ini tahun depan. “Pengetahuan tentang pajak, &lt;em&gt;gathering&lt;/em&gt; serta dapat menjalin persahabatan dengan kelompok lain membuat kami &lt;em&gt;kepingin&lt;/em&gt; mengulangi pengalaman itu lagi” Ujar Jane. Antusiasme yang sama juga ditunjukkan oleh Sherly dan Jessica.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Mereka juga memberikan semangat bagi angkatan 2008 dan 2009 untuk mengikuti jejak mereka. Mereka melihat angkatan 2008 masih memiliki waktu untuk berprestasi sementara angkatan 2009 memiliki potensi besar untuk mencapai prestasi yang lebih besar. “Untuk angkatan 2008, semoga makin banyak yang mengikuti lomba untuk mengharumkan nama Petra dan jurusan akuntansi khususnya. Dan untuk angkatan 2009, semoga mereka dapat mengikuti jejak seniornya” Ujar Sherly. (Christian)&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Fri, 18 Jun 2010 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/hadapi-lawan-lawan-senior-masih-bisa-juara-tiga/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>ULAS MASA DEPAN INDUSTRI PERIKLANAN, GUGAH KREATIVITAS PEKERJA IKLAN</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/ulas-masa-depan-industri-periklanan-gugah-kreativitas-pekerja-iklan/</link>
			<description>&lt;p&gt;Suasana remang-remang di ruang AudioVisual gedung T UK Petra mengiringi seminar “&lt;em&gt;The Future of Marketing Communication Industry 2010&lt;/em&gt;”. Dalam seminar siang ini (13/08) yang dihadiri puluhan peserta yang mayoritas mahasiswa ini mendatangkan dua praktisi yang telah lama bergelut di dunia periklanan yakni Harris Thajeb, ketua PPPI (Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia) dan Mufid Wahyudi, ketua PPPI Jawa Timur. Mereka sama-sama memberikan &lt;em&gt;sharing&lt;/em&gt; mengenai industri periklanan Indonesia dari masa ke masa.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Acara yang digagas oleh HIMAPASTRA ini sengaja digelar untuk memberikan perkembangan tentang industri periklanan di Indonesia yang sekitar satu dasawarsa terakhir ini mengalami perkembangan yang pesat. Kegiatan ini sekaligus memberikan gambaran kepada mengenai wajah periklanan di Indonesia khususnya sejak tahun 2010. Perubahan dunia periklanan penting untuk di&lt;em&gt;sharing&lt;/em&gt;kan agar mahasiswa dapat mempelajari dan mengetahui secara historis sehingga mampu melakukan terobosan bagi  dunia periklanan. Tak pelak, untuk menggugah niat ini, ruang audio visual yang terletak di gedung T lantai 5 disulap menjadi galeri foto dan iklan dengan bentuk yang unik. Harapannya agar peserta yang datang mendapatkan gambaran mengenai karya-karya spektakuler yang berhasil dibuat oleh industri periklanan masa kini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;”Sebuah &lt;em&gt;advertising agency&lt;/em&gt; harus dapat berubah atau mati (&lt;em&gt;change or die&lt;/em&gt;)”, demikian kalimat pembuka yang diucapkan oleh Mufid Wahyudi mengawali pembicaraan. Pria yang lama berkecimpung di industri periklanan ini mengungkapkan bahwa industri periklanan di Indonesia memasuki era perkembangan agensi bukan hanya &lt;em&gt;full service agency&lt;/em&gt;. ”Tren saat ini, agensi sekarang banyak mengembangkan berbagai bentuk periklanan seperti digital, &lt;em&gt;brand&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;creativity&lt;/em&gt; dan media”, ungkapnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Harris Thajeb memberikan &lt;em&gt;sharing-&lt;/em&gt;nya mengenai &lt;em&gt;The Dentsu Way&lt;/em&gt; yang berasal dari kesuksesan perusahaan periklanan multinasional yang dikelolanya. Pria berkacamata dan menyukai batik ini juga memberikan kunci kesuksesannya melalui DCCR (&lt;em&gt;Dentsu Campaign Case Research&lt;/em&gt;) dan Brandex yang merupakan alat untuk mengukur kekuatan sebuah merek dan kompetitornya. Dia juga menekankan bahwa pada masa kini konsumen tidak mudah terpengaruh oleh iklan. Masyarakat semakin kritis dan cermat, karenanya sebuah agensi mutlak harus memiliki informasi yang mendalam mengenai brand, konsumen atau kompetitor sehingga dapat membantu klien memenangkan pasar. (&lt;strong&gt;Christian&lt;/strong&gt;)&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Fri, 13 Aug 2010 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/ulas-masa-depan-industri-periklanan-gugah-kreativitas-pekerja-iklan/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Surabaya Restaurant Award 2010</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/surabaya-restaurant-award-2010/</link>
			<description>&lt;p&gt;Untuk keempat kalinya sejak tahun 2007, UK Petra menggelar Surabaya Restaurant Award (SRA). Kali ini SRA digelar di Hotel Majapahit (04/08). Untuk kali ke-empat ini Program Manajemen Perhotelan UK Petra bekerja sama dengan Disparta dan Surabaya Tourism Promotion Board (STPB) memberikan anugerah PIALA WALIKOTA dan PIALA SRA yang disediakan oleh Program Manajemen Perhotelan UK Petra sebagai daya tarik untuk meningkatkan kualitas layanan bisnis makanan di Surabaya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bambang DH, Walikota Surabaya menyatakan apresiasinya pada UK Petra yang melalui acara ini berhasil mengakomodir para pemilik usaha kuliner untuk berkompetisi dan memberikan yang terbaik. “Selain menjadi provokasi, SRA juga menjadi ajang promosi untuk kuliner Surabaya,” tambahnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&quot;Bagi yang belum mendapatkan bisa menjadi pelecut untuk meningkatkan layanannya sehingga ke depannya persaingan bisa lebih baik. Secara bertahap, kita akan meningkatkan Surabaya sebagai kota wisata kuliner,&quot; kata Walikota Surabaya, Bambang DH&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Penyerahan anugerah piala walikota dan piala Surabaya Restaurant Award ini dilakukan oleh Walikota Surabaya, Bambang DH. Penghargaan ini diharapkan mampu membakar semangat pelaku usaha kuliner untuk meningkatkan kualitas usahanya&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Selain Walikota Surabaya, pada kesempatan tersebut turut hadir pula artis ibu kota yang juga pemandu acara wisata kuliner, Bondan Winarno.  Presenter yang terkenal dengan istilah “Mak Nyus”nya ini juga berbagi informasi tentang kuliner dengan sejumlah mahasiswa, pengelola restoran dan cafe serta pelaku usaha pariwisata dan kuliner di Kota Surabaya pada sesi talk show. &lt;strong&gt;(Joehan)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pemenang Surabaya Restaurant Award 2010 :&lt;/p&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kategori The Best Indonesian Restaurant - Bumbu Desa&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kategori The Best Chinese Restaurant - Depot 369&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kategori The Best Asian Restaurant - Sushi Tei&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kategori The Best Western Restaurant - Boncafe&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kategori The Best Cafe - Excelco Cafe&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Pemenang Piala Walikota :&lt;/p&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;The Most Favourite Traditional Warung - Depot Soto Gubeng Pojok&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;The Best Restaurant of The Year - Boncafe&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div id=&quot;_mcePaste&quot; style=&quot;position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow: hidden;&quot;&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:WordDocument&gt; &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt; &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt; &lt;w:TrackMoves /&gt; &lt;w:TrackFormatting /&gt; &lt;w:PunctuationKerning /&gt; &lt;w:ValidateAgainstSchemas /&gt; &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt; &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt; &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt; &lt;w:DoNotPromoteQF /&gt; &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt; &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt; &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt; &lt;w:Compatibility&gt; &lt;w:BreakWrappedTables /&gt; &lt;w:SnapToGridInCell /&gt; &lt;w:WrapTextWithPunct /&gt; &lt;w:UseAsianBreakRules /&gt; &lt;w:DontGrowAutofit /&gt; &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark /&gt; &lt;w:DontVertAlignCellWithSp /&gt; &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables /&gt; &lt;w:DontVertAlignInTxbx /&gt; &lt;w:Word11KerningPairs /&gt; &lt;w:CachedColBalance /&gt; &lt;/w:Compatibility&gt; &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt; &lt;m:mathPr&gt; &lt;m:mathFont m:val=&quot;Cambria Math&quot; /&gt; &lt;m:brkBin m:val=&quot;before&quot; /&gt; &lt;m:brkBinSub m:val=&quot; &quot; /&gt; &lt;m:smallFrac m:val=&quot;off&quot; /&gt; &lt;m:dispDef /&gt; &lt;m:lMargin m:val=&quot;0&quot; /&gt; &lt;m:rMargin m:val=&quot;0&quot; /&gt; &lt;m:defJc m:val=&quot;centerGroup&quot; /&gt; &lt;m:wrapIndent m:val=&quot;1440&quot; /&gt; &lt;m:intLim m:val=&quot;subSup&quot; /&gt; &lt;m:naryLim m:val=&quot;undOvr&quot; /&gt; &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:LatentStyles DefLockedState=&quot;false&quot; DefUnhideWhenUsed=&quot;true&quot;   DefSemiHidden=&quot;true&quot; DefQFormat=&quot;false&quot; DefPriority=&quot;99&quot;   LatentStyleCount=&quot;267&quot;&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;0&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Normal&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 1&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 2&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 3&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 4&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 5&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 6&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 7&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 8&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 9&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 1&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 2&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 3&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 4&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 5&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 6&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 7&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 8&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 9&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;35&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;caption&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;10&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Title&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;1&quot; Name=&quot;Default Paragraph Font&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;11&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtitle&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;22&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Strong&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;20&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Emphasis&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;59&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Table Grid&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Placeholder Text&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;1&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;No Spacing&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 1&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 1&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 1&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 1&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 1&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 1&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Revision&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;34&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;List Paragraph&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;29&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Quote&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;30&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Quote&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 1&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 1&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 1&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 1&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 1&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 1&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 1&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 1&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 2&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 2&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 2&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 2&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 2&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 2&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 2&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 2&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 2&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 2&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 2&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 2&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 2&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 2&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 3&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 3&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 3&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 3&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 3&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 3&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 3&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 3&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 3&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 3&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 3&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 3&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 3&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 3&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 4&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 4&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 4&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 4&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 4&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 4&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 4&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 4&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 4&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 4&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 4&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 4&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 4&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 4&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 5&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 5&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 5&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 5&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 5&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 5&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 5&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 5&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 5&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 5&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 5&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 5&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 5&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 5&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 6&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 6&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 6&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 6&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 6&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 6&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 6&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 6&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 6&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 6&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 6&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 6&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 6&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 6&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;19&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtle Emphasis&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;21&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Emphasis&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;31&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtle Reference&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;32&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Reference&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;33&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Book Title&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;37&quot; Name=&quot;Bibliography&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;TOC Heading&quot; /&gt; &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;span class=&quot;mceItemObject&quot;   classid=&quot;clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D&quot; id=ieooui&gt;&lt;/span&gt; &lt;mce:style&gt;&lt;!  st1\:*{behavior:url(#ieooui) } --&gt;
&lt;style&gt;&lt;![CDATA[&lt;![CDATA[&lt;![CDATA[&lt;![CDATA[&lt;![CDATA[&lt;!--
&lt;! [CDATA[&lt;![CDATA[&lt;![CDATA[&lt;! 
&lt;! [CDATA[&lt;![CDATA[&amp;lt;! [if gte mso 10]&amp;gt; &amp;lt;mce:style&amp;gt;&amp;lt;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}  &amp;gt;&amp;lt;p&amp;gt;ntuk keempat kalinya sejak tahun 2007, UK Petra menggelar Surabaya Restaurant Award (SRA). Kali ini SRA digelar di Hotel Majapahit (04/08). Untuk kali ke-empat ini Program Manajemen Perhotelan UK Petra bekerja sama dengan Disparta dan Surabaya Tourism Promotion Board (STPB) memberikan anugerah PIALA WALIKOTA dan PIALA SRA yang disediakan oleh Program Manajemen Perhotelan UK Petra sebagai daya tarik untuk meningkatkan kualitas layanan bisnis makanan di Surabaya.&amp;lt;/p&amp;gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;br /&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Bambang DH, Walikota Surabaya menyatakan apresiasinya pada UK Petra yang melalui acara ini berhasil mengakomodir para pemilik usaha kuliner untuk berkompetisi dan memberikan yang terbaik. “Selain menjadi provokasi, SRA juga menjadi ajang promosi untuk kuliner Surabaya,” tambahnya.&amp;lt;/p&amp;gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;br /&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&quot;Bagi yang belum mendapatkan bisa menjadi pelecut untuk meningkatkan layanannya sehingga ke depannya persaingan bisa lebih baik. Secara bertahap, kita akan meningkatkan Surabaya sebagai kota wisata kuliner,&quot; kata Walikota Surabaya, Bambang DH&amp;lt;/p&amp;gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;br /&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Penyerahan anugerah piala walikota dan piala Surabaya Restaurant Award ini dilakukan oleh Walikota Surabaya, Bambang DH. Penghargaan ini diharapkan mampu membakar semangat pelaku usaha kuliner untuk meningkatkan kualitas usahanya&amp;lt;/p&amp;gt;
&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;br /&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;
&amp;lt;p&amp;gt;Selain Walikota Surabaya, pada kesempatan tersebut turut hadir pula artis ibu kota yang juga pemandu acara wisata kuliner, Bondan Winarno.  Presenter yang terkenal dengan istilah “Mak Nyus”nya ini juga berbagi informasi tentang kuliner dengan sejumlah mahasiswa, pengelola restoran dan cafe serta pelaku usaha pariwisata dan kuliner di Kota Surabaya pada sesi talk show. &amp;lt;b&amp;gt;(Joehan)&amp;lt;/b&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]&gt;&lt;![CDATA[&gt;&lt;![CDATA[&gt;&lt;![CDATA[&gt;&lt;![CDATA[&gt;&lt;![CDATA[&gt;&lt;![CDATA[&gt;&lt;![CDATA[&gt;&lt;![CDATA[&gt;&lt;![CDATA[&gt;&lt;![CDATA[&gt;&lt;![CDATA[&gt;]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]&gt;&lt;![CDATA[&gt;&lt;![CDATA[&gt;&lt;![CDATA[&gt;&lt;![CDATA[&gt;&lt;![CDATA[&gt;&lt;![CDATA[&gt;&lt;![CDATA[&gt;&lt;![CDATA[&gt;&lt;![CDATA[&gt;&lt;![CDATA[&gt;
--&gt;]]]]]]]]&amp;gt;&lt;![CDATA[&gt;&lt;![CDATA[&gt;&lt;![CDATA[&gt;]]--&gt;&lt;!--[CDATA[&gt;&lt;![CDATA[&gt;]]--&gt;&lt;!--[CDATA[&gt;
&gt;&lt;style  mce_bogus=&quot;1&quot;&gt;&lt;! 
&lt;![CDATA[&lt;![CDATA[&lt;![CDATA[&lt;! 
&lt;! [CDATA[&lt;![CDATA[&amp;lt;! [if gte mso 10]--&gt;&lt;!--[CDATA[&gt;&lt;![CDATA[&gt;&lt;![CDATA[&gt;&lt;![CDATA[&gt;&lt;![CDATA[&gt;&lt;![CDATA[&gt;]]--&gt;&lt;!--[CDATA[&gt;&lt;![CDATA[&gt;&lt;![CDATA[&gt;&lt;![CDATA[&gt;&lt;![CDATA[&gt;
&gt;]]--&gt;&lt;!--[CDATA[&gt;&lt;![CDATA[&gt;&lt;![CDATA[&gt;]]--&gt;&lt;!--[CDATA[&gt;&lt;![CDATA[&gt;]]]]]]]]]]]]&gt;&lt;![CDATA[&gt;&lt;![CDATA[&gt;&lt;![CDATA[&gt;&lt;![CDATA[&gt;&lt;![CDATA[&gt;&lt;!--[CDATA[&gt;
&gt;]]]]]]]]]]&gt;&lt;![CDATA[&gt;&lt;![CDATA[&gt;&lt;![CDATA[&gt;&lt;![CDATA[&gt;]]]]]]]]&gt;&lt;![CDATA[&gt;&lt;![CDATA[&gt;&lt;![CDATA[&gt;]]]]]]&gt;&lt;![CDATA[&gt;&lt;![CDATA[&gt;]]]]&gt;&lt;![CDATA[&gt;]]&gt;&lt;/style&gt;&lt;/div&gt;
--&amp;gt;
</description>
			<pubDate>Wed, 04 Aug 2010 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/surabaya-restaurant-award-2010/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Peresmian Patung Torso drg. Tan Tjiauw Yong</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/peresmian-patung-torso-drg-tan-tjiauw-yong/</link>
			<description>&lt;p&gt;Sabtu siang, 21 Agustus 2010 telah berlangsung peresmian patung torso Rektor pertama Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya, almarhum drg. Tan Tjiauw Yong. Peresmian patung yang berada di halaman depan &lt;em&gt;entrance hall&lt;/em&gt; ini diawali dengan kebaktian ucapan syukur di Auditorium UK Petra, dengan dihadiri oleh kedua anak drg. Tan Tjiauw Yong, yaitu keluarga Dr.dr. Tan Koen Gie dan Tan Giok Kie, Pembina-Pengurus-Pengawas Yayasan Perguruan Tinggi Kristen (YPTK) Petra, Dewan Penyantun YPTK Petra, para Pejabat Struktural, para Dosen, perwakilan Lembaga-Lembaga Mahasiswa serta beberapa undangan khusus. Dalam kebaktian ini, ditegaskan kembali tujuan dari pembuatan patung ini, sebagai pengingat akan jasa-jasa drg. Tan Tjiauw Yong dalam mendirikan UK Petra. Seperti yang dipesankan Pdt. Liem Ie Tjiauw, S.Th. dalam kotbahnya, “Tujuan pembuatan patung bukan untuk tempat pemujaan, akan tetapi untuk mengenang &lt;em&gt;founding father&lt;/em&gt; UK Petra, sekaligus mengingatkan kembali semangat almarhum untuk tetap dijadikan teladan”.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Siapakah drg.Tan Tjiauw Yong? Almarhum yang lahir di Malang, 21 Agustus 1918 silam ini merupakan sosok yang mempunyai peranan yang cukup besar dalam proses pendirian UK Petra. Berkat sumbangan pikiran dan tenaga beliau lah, sehingga pada tahun 1961, berdiri UK Petra dengan Fakultas Sastra Inggris sebagai fakultas pertama. Dan dua tahun kemudian, menyusul berdiri Fakultas Teknik Sipil dan Fakultas Teknik Arsitektur. Ruang dan fasilitas perkuliahan yang sangat terbatas pada awal pendirian UK Petra, membuat Rektor pertama UK Petra (1961-1966) ini bersama pimpinan universitas lainnya berinisiatif mengadakan penggalangan dana. Hasil pengumpulan dana itulah yang kemudian digunakan untuk mendirikan gedung pertama UK Petra di Jalan Embong Kemiri 11. Kecintaan yang besar terhadap UK Petra, membuatnya tidak pernah berhenti mengupayakan suatu hal demi perkembangan UK Petra. Walaupun berada di luar negeri, sifat yang menonjol yaitu semangat juang yang tinggi untuk mencapai sesuatu inilah, membuat beliau tetap mencari dana bantuan luar negeri untuk UK Petra.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dengan dibukanya kain penutup patung oleh Tan Giok Kie, anak kedua almarhum, maka resmilah patung torso drg. Tan Tjiauw Yong. Peresmian Patung torso ini menjadi hadiah paling indah bagi ulang tahun drg.Tan Tjiauw Yong, yang sampai akhir hidupnya, belum dapat mewujudkan keinginannya untuk melihat perkembangan UK Petra. “Terima kasih, penghargaan atas usaha ayah kami diwujudkan dalam patung torso ini. Semoga UK Petra semakin berjaya dengan mempertahankan kualitas pendidikannya agar dapat berguna bagi masyarakat“ ujar Tan Koen Gie, anak pertama almarhum saat memberikan sambutannya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kini patung torso berbahan tembaga dan kuningan karya seniman Nasional, I Nyoman Nuarta telah berdiri dengan megah di UK Petra. Semoga semangat juang drg. Tan Tjiauw Yong bisa menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas UK Petra. Sama seperti pesan drg.Tan Tjiauw Yong, yang tertulis dalam prasasti Patungnya :&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;em&gt;Dengan pertolongan Yesus Kristus,&lt;br/&gt; Universitas Kristen Petra mengharapkan anda mengabdi dengan tulus ikhlas kepada Gereja, Nusa dan Bangsa,&lt;br/&gt; serta kepada Almamater.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;strong&gt;(Ajeng)&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;br/&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Sat, 21 Aug 2010 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/peresmian-patung-torso-drg-tan-tjiauw-yong/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Workshop Guru BK dan Kepala Sekolah SMA : GAGAS INOVASI, TAJAMKAN DIFERENSIASI </title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/workshop-guru-bk-dan-kepala-sekolah-sma-gagas-inovasi-tajamkan-diferensiasi/</link>
			<description>&lt;p&gt;Seorang ibu tengah gelisah. Ia mendapatkan undangan dari sekolah, tempat putrinya menempuh pendidikan SMA. Kepala sekolah memanggil orang tua perihal aborsi yang dilakukan oleh putri semata wayangnya. Lantas, bagaimanakah kebijakan sekolah ? Apakah sang anak akan dikeluarkan dari sekolah ? Bagaimanakah perdebatan antara wali murid dan guru lain mengenai kasus aborsi ini ? Inilah sekilas &lt;em&gt;role play&lt;/em&gt; yang tengah dimainkan oleh suatu tim dalam &lt;em&gt;workshop&lt;/em&gt; yang digelar oleh UK Petra bagi 26 kepala sekolah se-Jawa dan kawasan Timur Indonesia pada kamis-jumat (26-27 Agustus 2010). &lt;em&gt;Workshop&lt;/em&gt; yang membagikan tentang&lt;em&gt; Branded Schooling Experience&lt;/em&gt; ini sukses memeras keringat para kepala sekolah untuk menggagas inovasi bagi institusinya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;Branded Schooling Experience&lt;/em&gt; ini dikupas sebagai salah satu strategi membangun kepuasan dan loyalitas siswa terhadap almamaternya. Diah Dharmayanti, M.Si selaku pembicara dalam &lt;em&gt;workshop&lt;/em&gt; tersebut, menekankan bahwa kepuasan dan loyalitas murid SMA dibangun melalui &lt;em&gt;people&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;process&lt;/em&gt;, serta &lt;em&gt;product &lt;/em&gt;yang dihasilkan SMA tersebut. Lebih jauh, ia mengungkapkan empat indikator &lt;em&gt;excellence&lt;/em&gt; yang dipakai sebagai dimensi pengukuran kepuasan siswa akan SMA nya yaitu &lt;em&gt;Academic &lt;/em&gt;antara lain melalui prestasi sekolah dan akreditasi&lt;em&gt;. Emotional &lt;/em&gt;melalui pemberdayaan organisasi-organisasi sekolah. &lt;em&gt;Spiritual&lt;/em&gt; melalui ibadah bersama yang diadakan secara regular oleh sekolah serta &lt;em&gt;Management Leadership&lt;/em&gt; melalui pengadaan fasilitas dan teknologi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Rektor UK Petra, Prof. Rolly Intan, M.A.Sc, dalam kesempatan tersebut juga memaparkan mengenai &lt;em&gt;Spiritual Excellence&lt;/em&gt;. Rolly menekankan pada &lt;em&gt;character building&lt;/em&gt; yang menjadi kunci dari sebuah institusi Kristen. &lt;em&gt;Character building &lt;/em&gt;menurutnya merupakan hal penting karena  mencakup profil-profil pemimpin yaitu &lt;em&gt;caring, competence, commitment, courage &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;communication&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sementara itu, 24 guru Bimbingan Konseling (BK) memperoleh &lt;em&gt;workshop&lt;/em&gt; &lt;em&gt;Emotional Excellent at School. &lt;/em&gt;Tema ini mengangkat pentingnya lima dimensi yang membentuk kecerdasan emosi, yang notabene berpengaruh pada kesuksesan seseorang. Lima dimensi tersebut antara lain s&lt;em&gt;elf awareness&lt;/em&gt; yang meliputi pengetahuan tentang keadaan yang disukai dalam suatu institusi, s&lt;em&gt;elf regulation&lt;/em&gt; mencangkup kemampuan mengelola sumber daya sendiri. &lt;em&gt;Motivation&lt;/em&gt; sebagai dorongan untuk meraih suatu tujuan agar terwujud, &lt;em&gt;empathy&lt;/em&gt; merupakan kesadaran akan kepentingan orang lain dan &lt;em&gt;social skills&lt;/em&gt; yang menyangkut kemampuan membangun hubungan dengan orang lain. (&lt;strong&gt;Criz/&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Aj&lt;/strong&gt;)&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Thu, 26 Aug 2010 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/workshop-guru-bk-dan-kepala-sekolah-sma-gagas-inovasi-tajamkan-diferensiasi/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>UK Petra Jelang Petra Golden Jubilee</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/uk-petra-jelang-petra-golden-jubilee/</link>
			<description>&lt;p&gt;UK Petra menjelang &lt;em&gt;golden age&lt;/em&gt;, sebuah periode memasuki &lt;em&gt;maturity&lt;/em&gt;. Meskipun masih tahun depan namun sedari dini para sivitas sibuk mencanangkan &lt;em&gt;Petra Golden Jubilee&lt;/em&gt;. Bagaimanakah persiapan UK Petra merayakan usianya yang ke-49 pada 22 September besok dan rencana ke depan menyambut ulang tahun emasnya ? Simak wawancara kami dengan dua sivitas di bawah ini yang tengah menggaungkan &lt;em&gt;Petra Golden Jubilee&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“&lt;em&gt;Petra Golden Jubilee&lt;/em&gt;, akan meramaikan kegiatan di UK Petra menjelang  Dies Natalis ke-49”, demikian ungkap  Drs. Ribut Basuki, M.A, Dekan Fakultas Sastra UK Petra sekaligus penanggung jawab &lt;em&gt;Petra Golden Jubilee, &lt;/em&gt;sebagai kegiatan rangkaian menyambut Dies Natalis ke-50 yang jatuh pada bulan September tahun depan. Tema yang akan diangkat dalam &lt;em&gt;Petra Golden Jubilee&lt;/em&gt; tersebut adalah “&lt;em&gt;LIGHT to the world, glory to the Lord&lt;/em&gt;”. Tema ini akan menjadi tema besar yang akan diterjemahkan dalam setiap kegiatan di UK Petra selama satu tahun ke depan. Ribut juga mengungkapkan bahwa &lt;em&gt;Petra Golden Jubilee&lt;/em&gt; ini akan disosialisasikan kepada para sivitas UK Petra, “Kita bahkan merancang logo bagi &lt;em&gt;Petra Golden Jubilee&lt;/em&gt; agar sivitas &lt;em&gt;aware&lt;/em&gt;, UK Petra menuju usia emasnya”, papar Ribut.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Penggiat lingkungan sekaligus penggagas &lt;em&gt;Green Campus&lt;/em&gt; ini mengungkapkan, “UK Petra memang menuju &lt;em&gt;Green Campus&lt;/em&gt;. Kita akan mempersiapkan kampanye untuk ini. &lt;em&gt;Green&lt;/em&gt; &lt;em&gt;Campus&lt;/em&gt; sebagai bentuk kepedulian kita kepada lingkungan dan bumi tempat kita berhuni”, ungkap Prof. Liliany Sigit Arifin M.Sc., Ph.D mengawali pembicaraan. Liliany melanjutkan bahwa makna &lt;em&gt;green&lt;/em&gt; tidak sekedar menghijaukan wajah kampus UK Petra. &lt;em&gt;Green&lt;/em&gt; juga bermakna sebagai lima konsep efisiensi yakni efisiensi kertas, lahan, air, energi dan sampah. Faktanya, seorang manusia membutuhkan sekitar 200 helai daun untuk ketersediaan oksigen. Liliany juga menyinggung bahwa sebenarnya efisiensi energi telah diimplementasikan oleh UK Petra, hanya baru saja di gedung P lantai enam. “Sudah ada ruangan kelas yang menggunakan sistem RFID (&lt;em&gt;Radio Frequency Identification&lt;/em&gt;),  sistem energi akan terotomasi kalau kita memasuki ruangan”, tambahnya. Pada Dies Natalis ke-49 nanti, dosen Arsitektur ini juga mencanangkan agar para sivitas UK Petra untuk &lt;em&gt;think global, act local&lt;/em&gt; melalui pameran &lt;em&gt;Green and Glocal&lt;/em&gt;. &lt;strong&gt;(Inggrit/Aj)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Wed, 22 Sep 2010 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/uk-petra-jelang-petra-golden-jubilee/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Microwave 2010 -  “We Make Things Happen!”</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/microwave-2010-we-make-things-happen/</link>
			<description>&lt;p&gt;Pembawaannya yang tenang serta &lt;em&gt;smiling voice&lt;/em&gt;-nya mampu memikat para juri. Layak jika &lt;em&gt;performance &lt;/em&gt;tersebut kemudian menghantarkannya sebagai juara dalam &lt;em&gt;Microwave&lt;/em&gt; 2010, sebuah kompetisi penyiar radio yang digawangi oleh Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) sejak 2009.  Dialah Fransisca Annete dari SMA Kristen Petra 5 Surabaya yang sukses berlaga bak penyiar profesional dan menyisihkan sembilan finalis lainnya. Lomba yang memperoleh animo sekitar 92 peserta dari pelbagai SMA/SMK se-Jawa ini menggelar finalnya di Surabaya Town Square (SUTOS) pada Senin malam (30/8). &lt;em&gt;Microwave&lt;/em&gt; 2010 yang mengusung tema “&lt;em&gt;We Make Things Happen&lt;/em&gt; !” ini dimeriahkan oleh pertunjukkan &lt;em&gt;dance,&lt;/em&gt; &lt;em&gt;modelling&lt;/em&gt;, pameran foto serta band akustik. Acara ini juga menjadi moment peluncuran logo &lt;em&gt;Petra Campus Radio&lt;/em&gt; (PCR) yang sejak digagas pada tahun 2006, belum memiliki logo. Logo yang berupa empat balok frekuensi radio (&lt;em&gt;equalizer&lt;/em&gt;) ini sengaja dibuat tidak simetris antar balok. ”Ini memberi makna bahwa dalam realita, kita sering menghadapi kendala yang membuat semangat kita menurun namun harus diingat bahwa kita harus bangkit dan optimis kembali. Pemilihan warna &lt;em&gt;orange&lt;/em&gt; sebagai&lt;em&gt; background&lt;/em&gt; menginspirasi PCR agar tetap dinamis dan energik”, ungkap Felicia Goenawan, SE., M.Si., Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Juri dalam &lt;em&gt;Microwave&lt;/em&gt; 2010 kali ini adalah Titi Harahap (Prambors Radio), Hana May (dosen Fakultas Ilmu Komunikasi UK Petra dan &lt;em&gt;Runner Up&lt;/em&gt; 1 Putri Indonesia), Errol Jonathans (direktur operasional Suara Surabaya Media) serta &lt;em&gt;Guest Judge&lt;/em&gt; Pandji Pragiwaksono (penyiar dan presenter TV). Kriteria penilaian para juri adalah aksentuasi, &lt;em&gt;pace&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;speed&lt;/em&gt;, artikulasi serta penguasaan materi. Total hadiah yang diberikan kepada pemenang tak tanggung-tanggung, bernilai 20 juta rupiah berbentuk uang tunai, voucher, &lt;em&gt;free trial class&lt;/em&gt; dari &lt;em&gt;Probest Professional Broadcasting School&lt;/em&gt; dan kesempatan untuk siaran di 89.3 FM Prambors Radio bagi juara pertama.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Keluar sebagai &lt;em&gt;runner up&lt;/em&gt; ialah Mentari Dwijayanti dari SMA Muhammadiyah 2 Surabaya dan juara ketiga diraih oleh Abdul Jabbar Jawaddurrohman dari SMAN 3 Malang. Penentuan juara favorit melalui &lt;em&gt;polling website&lt;/em&gt; diraih oleh Annette Yules dari SMAK Frateran. Ketua &lt;em&gt;Microwave&lt;/em&gt; 2010 Atyatna Widyanti atau yang kerap disapa Anti mengungkapkan kalau keseluruhan acara &lt;em&gt;Microwave&lt;/em&gt; 2010 sangat istimewa, ditilik dari jumlah peserta yang bertambah serta kualitas juri yang dihadirkan. Keistimewaan lainnya, &lt;em&gt;Microwave &lt;/em&gt;2010 ini berhasil menghimpun partisipasi mahasiswa FIKOM mulai kepanitiaan, pengisi acara sampai MC seperti yang diungkapkan dalam &lt;em&gt;tagline&lt;/em&gt; tahun ini, ”&lt;em&gt;We Make Tings Happen !”&lt;/em&gt; (&lt;strong&gt;Criz/Inggrit&lt;/strong&gt;)&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Mon, 30 Aug 2010 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/microwave-2010-we-make-things-happen/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Perayaan Dies Natalis ke-49 - Pencanangan Petra Golden Jubilee hingga bagikan Beasiswa</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/perayaan-dies-natalis-ke-49-pencanangan-petra-golden-jubilee-hingga-bagikan-beasiswa/</link>
			<description>&lt;p&gt;Jumat pagi (24/09) tampak beberapa orang menggunakan batik memadati Auditorium UK Petra. Tepat pada hari itu UK Petra merayakan Dies Natalisnya yang ke-49 secara sederhana namun khidmat. Beragam acara dikemas jadi satu, mulai dari pemberian beasiswa kepada mahasiswa berprestasi, penghargaan kepada para pegawai serta pencanangan &lt;em&gt;Petra Golden Jubilee&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Perayaan diawali dengan kebaktian yang dibawakan oleh Wahyu Pramudya, M.Th, yang membawakan kotbah tentang bagaimana Universitas Kristen berperan agar dapat menjadi terang bagi dunia.  “Jangan mengabaikan kehendak dan rencana Tuhan, hendaknya para sivitas UK Petra berani mengambil resiko berkarya di tengah masyarakat tetapi tetap harus sesuai dengan mau Tuhan” ujar pendeta asal GKI Ngagel ini panjang lebar.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pada kesempatan itu, dibagikan beasiswa sekitar 1,5 milyar kepada 379 mahasiswa. Beasiswa tersebut dibagikan dalam beberapa kategori diantaranya beasiswa Ekonomi Lemah, Kawasan Timur Indonesia, Keluarga Besar Pegawai UK Petra, Keluarga Besar YPTK Petra, Keluarga Besar PPPK Petra, Pendeta, Prestasi Akademik dan lomba UK Petra. Tak hanya itu saja, juga diberikan apresiasi bagi para mahasiswa yang berprestasi ekstra kurikuler di bidang penalaran, seni dan olah raga. Dies Natalis juga diramaikan dengan penyerahan penghargaan Petra Kencana kepada pegawai UK Petra. Petra Kencana Karya diberikan kepada 5 orang karyawan baik yang telah mengabdikan diri selama 20 tahun sedangkan Petra Kencana Bhakti dibagikan kepada 9 orang karyawan yang telah mengabdi di UK Petra selama 30 tahun. Selain itu, juga diberikan penghargaan pada pegawai berprestasi antara lain kepada Fredi Suryadi yang berhasil menyabet juara 2 Tenaga Administrasi Akademik Berprestasi Tingkat Kopertis Wilayah VII Jawa Timur dan Agus Dwi Hariyanto yang menggondol juara I Ketua Program Studi Berprestasi Tingkat Kopertis Wilayah VII Jawa Timur.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dalam kesempatan perayaan Dies Natalis ke-49 itu,  Rektor UK Petra, Prof. Rolly Intan, melakukan pencanangan &lt;em&gt;Petra Golden Jubilee&lt;/em&gt; dengan memukul gong sebagai tanda UK Petra memasuki usia yang ke-50 pada tahun depan. “Serangkaian acara telah dipersiapkan dengan tema-tema yang berbeda di tiap bulannya, mari kita semua para sivitas ikut berpartisipasi di dalamnya” pesan Rolly. (Ajeng)&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Fri, 24 Sep 2010 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/perayaan-dies-natalis-ke-49-pencanangan-petra-golden-jubilee-hingga-bagikan-beasiswa/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>UK Petra Gaungkan Green Campus Menuju Petra Golden Jubilee</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/uk-petra-gaungkan-green-campus-menuju-petra-golden-jubilee/</link>
			<description>&lt;p&gt;Ada yang baru pada wajah UK Petra. &lt;em&gt;Green Campus&lt;/em&gt;, inilah salah satu gebrakan UK Petra menuju &lt;em&gt;Petra Golden Jubilee&lt;/em&gt;. &lt;em&gt;Green Campus&lt;/em&gt; sengaja digagas, tidak sekedar untuk membuat wajah UK Petra lebih hijau namun menjadi satu bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Rektor UK Petra, Prof. Rolly Intan, M.A. Sc., mengungkapkan, “Sebenarnya masalah lingkungan menjadi tanggung jawab kita sebagai institusi pendidikan. Jadi, UK Petra mengajak para sivitasnya untuk melakukan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari&lt;em&gt; learning process&lt;/em&gt;”. Rolly juga menjelaskan  bahwa &lt;em&gt;Green Campus&lt;/em&gt; ini akan diimplementasikan pada kehidupan kampus UK Petra. &lt;em&gt;Green Campus&lt;/em&gt; berimplikasi pada komitmen UK Petra untuk menjadi kampus tanpa rokok, tidak sekedar kampus bebas rokok. &lt;em&gt;Green Campus&lt;/em&gt; juga dijewantahkan pada aktivitas kampus. Misalnya dalam acara kemahasiswaan, mahasiswa  disadarkan untuk menggunakan material yang ramah lingkungan. Selain itu, kegiatan akademik maupun non akademik juga akan diarahkan untuk &lt;em&gt;less paper&lt;/em&gt; sebelum nantinya &lt;em&gt;paperless&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Senada dengan paparan Rolly, Prof. Liliany Sigit, dosen Arsitektur sekaligus penggiat lingkungan mengungkapkan, “Makna &lt;em&gt;green&lt;/em&gt; tidak sekedar menghijaukan wajah kampus UK Petra saja akan tetapi juga membagikan makna tentang lima konsep efisiensi yakni efisiensi kertas, lahan, air, energi dan sampah”. Penggagas &lt;em&gt;Green Map Surabaya&lt;/em&gt; ini mengungkapkan bahwa faktanya seorang manusia membutuhkan sekitar 200 helai daun untuk ketersediaan oksigen. Lili juga menambahkan bahwa di setiap sudut kampus, disediakan empat tempat sampah dengan warna yang berbeda, antara lain hijau untuk sampah organik, oranye untuk kaleng makanan dan minuman, biru untuk sampah berbahan dasar plastik dan silver untuk sampah berbahan dasar bahan kimia.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sejumlah enam pohon kamboja secara simbolik ditancapkan oleh Rektor pada &lt;strong&gt;Rabu&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;tanggal 22 September 2010&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;untuk mengawali &lt;em&gt;Green Campus&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;.&lt;/strong&gt; Aksi ini diramaikan dengan kampanye oleh sekitar 10 mahasiswa yang menggunakan pakaian daur ulang sembari menelusuri tiga gedung kampus UK Petra. Sumbangsih juga diberikan oleh Jurusan Desain Komunikasi Visual yang mempersembahkan sebuah seni instalasi berbentuk nyamuk yang terbuat dari sampah (kertas bekas, botol aqua, kaleng) setinggi kurang lebih 2,5 meter, tengah terpasang di lapangan hijau kampus UK Petra&lt;em&gt;. &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(Inggrit)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;br/&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Wed, 22 Sep 2010 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/uk-petra-gaungkan-green-campus-menuju-petra-golden-jubilee/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Pengabdian yang Tak Pernah Sia-sia</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/pengabdian-yang-tak-pernah-sia-sia/</link>
			<description>&lt;p&gt;Jumat (24/9) tidaklah menjadi hari yang biasa seperti yang terlihat sebelumnya di UK Petra. Kehadiran tamu undangan dan sivitas akademika membuat ruang Auditorium UK Petra menjadi &lt;em&gt;crowded&lt;/em&gt;. Hari itu diadakan rapat terbuka Dies Natalis ke-49 UK Petra. Dalam acara tersebut juga diadakan acara pemberian penghargaan kepada para sivitas akademika.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Adalah Kosim, salah seorang sivitas di Unit Pelayanan dan Pemeliharaan Kampus (&lt;em&gt;UPPK&lt;/em&gt;)  yang mendapatkan penghargaan dalam acara tersebut. Beliau mendapatkan penghargaan Petra Kencana Bhakti, penghargaan bagi sivitas yang telah mengabdi selama tiga puluh tahun di UK Petra. Di balik pengabdiannya selama 30 tahun ini, tidak banyak yang mengetahui bahwa ia memiliki cerita unik.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“Saya mendaftar di Petra pada tahun 1979. Pada waktu itu saya susah cari kerja, maka saya melamar pekerjaan. Pada waktu itu Petra belum terkenal. Yang terkenal namanya Petra itu pada waktu itu adalah roti Petra di jalan Kemuning. Pada waktu itu saya disuruh melamar ke Petra, tetapi saya bukan ke universitas ini, tetapi malah ke roti Petra di jalan Kemuning tersebut. Untunglah pemilik roti Petra tersebut adalah seorang dosen di universitas Petra ini juga, jadi saya dibilangi bahwa universitas Petra itu ada di jalan Siwalankerto. Akhirnya saya memberanikan diri melamar di Petra, dan ternyata saya diterima.” ujar pria yang berasal dari kota Pacitan tersebut.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Mengabdi selama 30 tahun di UK Petra bagi pak Kosim adalah benar-benar suatu keputusan yang tepat, karena menurutnya UK Petra selalu berusaha untuk mensejahterakan setiap sivitasnya, karena setiap anak dari sivitas UK Petra yang berkuliah di UK Petra akan mendapat potongan biaya perkuliahaan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“Saya memiliki empat orang anak, dua orang kuliah di UK Petra dan sudah lulus, satu orang masih kuliah di UK Petra, sedangkan satu orang lagi masih SD. Potongan biaya perkuliahan dari UK Petra sangat membantu saya untuk dapat membiayai perkuliahan anak-anak saya,” ujar penghobi olahraga ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Di saat umur pengabdiannya yang telah mencapai 30 tahun ini, beliau hanya berharap bahwa segenap sivitas UK Petra akan dapat memiliki hubungan yang erat satu sama lain, serta untuk para mahasiswa agar dapat juga lebih mengenal UK Petra dan juga ikut untuk merawat UK Petra seperti milik mereka sendiri. &lt;strong&gt;(Indra)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Fri, 24 Sep 2010 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/pengabdian-yang-tak-pernah-sia-sia/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>GAGAS PROGRAM SISTEM INFORMASI (SIB), TAWARKAN DUAL DEGREE</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/gagas-program-sistem-informasi-sib-tawarkan-dual-degree/</link>
			<description>&lt;p&gt;“&lt;em&gt;Information is power&lt;/em&gt; “, jargon ini menunjukkan bahwa informasi merupakan kekuatan pengendali di segala lini kehidupan termasuk di sektor bisnis. Fenomena ini pula yang menggagas Fakultas Teknologi Industri (FTI) untuk menjawab tantangan global akan hadirnya sebuah program yang merancang sistem yang terintegrasi dalam informasi bisnis yang dikenal Sistem Informasi Bisnis (SIB). Seperti apakah SIB ? Kami sajikan seluk beluknya dalam wawancara dengan Dekan FTI dan Ketua Jurusan Teknik Informatika berikut ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ditemui di ruangannya, Djoni Haryadi Setiabudi, M.Eng, selaku Dekan Fakultas Teknologi Industri membenarkan bahwa kegiatan belajar mengajar di program Sistem Informasi Bisnis (SIB) akan dimulai tahun depan. “Program ini dibuka untuk memberikan kesempatan bagi anak-anak SMA yang tidak hanya ingin belajar &lt;em&gt;programming&lt;/em&gt; saja akan tetapi juga belajar bagaimana menganalisa bisnis di sebuah perusahaan untuk kemudian membuat sebuah aplikasi bisnisnya” ujar Djoni. Dengan adanya program ini akan menghasilkan lulusan yang mempunyai jiwa dan semangat &lt;em&gt;technopreneur&lt;/em&gt;, yaitu memanfaatkan teknologi untuk menciptakan lapangan pekerjaan. “Program ini akan di&lt;em&gt;launching&lt;/em&gt; bulan depan. Kami akan menggelar pameran yang mengangkat tentang program ini sehingga masyarakat &lt;em&gt;aware&lt;/em&gt; apa itu SIB dan hadirnya SIB di UK Petra”, ujar Djoni mantap.  &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ketua Jurusan Teknik Informatika, Rudy Adipranata, S.T.,M.Eng juga menambahkan, “SIB merupakan implementasi dari teknologi informasi, sehingga berbeda dengan bisnis biasa. Dalam SIB lebih belajar bagaimana memanfaatkan teknologi informasi yang ada untuk menunjang sistem informasi di bisnis” ungkap dosen berkaca mata ini. Pada awalnya, para mahasiswa di semester satu akan menerima pelajaran dasar seperti belajar tentang komputer baik &lt;em&gt;softwarenya&lt;/em&gt; maupun &lt;em&gt;hardwarenya &lt;/em&gt;kemudian baru akan mempelajari materi kuliah SIB diantaranya Analisis Proses Bisnis, &lt;em&gt;Business Process Reengineering&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Customer Relationship Management&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Decision Support System&lt;/em&gt;, Analisa dan Desain Sistem Informasi, Audit Sistem Informasi dan Perancangan Strategis Sistem Informasi. Program Sistem Informasi Bisnis ini juga bekerjasama dengan &lt;em&gt;Fontys University&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Inholland University&lt;/em&gt;, Belanda sehingga nantinya para lulusannya bisa memperoleh dua gelar sekaligus yaitu &lt;em&gt;Bachelor of Engineering (B.Eng)&lt;/em&gt; dan Sarjana Komputer (S.Kom). Prospek karier lulusan juga menjanjikan. Beberapa profesi yang ditawarkan antara lain &lt;em&gt;Chief information officer, Information system manager, Information system auditor, Information system consultant, Business system analyst, Business system design, Information system development project, Database administrator, Network administrator, System engineer, Web-developer&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Web-designer&lt;/em&gt;. &lt;strong&gt;(Aj/Inggrit)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Wed, 13 Oct 2010 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/gagas-program-sistem-informasi-sib-tawarkan-dual-degree/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>KOMPAK MAIN BASKET, BOYONG PIALA KEMENEGPORA </title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/kompak-main-basket-boyong-piala-kemenegpora/</link>
			<description>&lt;p&gt;Dalam sebuah tim, kekompakan dan kebersamaan merupakan hal yang berharga. Apalagi dalam sebuah tim olahraga, setiap pemain harus mampu melebur menjadi satu dalam meraih prestasi. Begitulah gambaran tim bola basket putra UK Petra yang baru saja menjuarai piala KEMENEGPORA (Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga) pada tanggal 20 hingga 26 September 2010 yang lalu di lapangan basket Hayam Wuruk Brawijaya, Surabaya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Di kejuaraan yang diadakan oleh Universitas PGRI Adibuana ini, tim basket putra UK Petra yang mayoritas anggota timnya terdiri atas mahasiswa baru (maba) berhasil mengalahkan tim lain yang lebih senior, berasal dari universitas lain contohnya seperti Unesa, Unair, UWM, dan UPH. Menurut Raymond Arif, selaku manajer tim, kemenangan dalam turnamen ini sebenarnya bukanlah target tim basket UK Petra. ”Awalnya kami cuma ingin memberi pengalaman untuk maba, juga banyak pemain senior yang absen karena urusan kuliah. Tapi puji Tuhan kita bisa juara” kata pria berkaca mata minus ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;”Tim ini sebenarnya baru dibentuk namun mereka sudah berhasil bermain padu satu dengan yang lain”, papar pria yang juga mengikuti &lt;em&gt;training&lt;/em&gt; basket ini lega. Hal senada diungkapkan oleh Victor, mahasiswa semester satu jurusan Teknik Sipil yang juga menjadi anggota tim basket UK Petra. ”Tidak ada rasa canggung, karena sejak awal sudah ditekankan kalau sesama anggota tim harus padu dan kompak tidak ada perbedaan”, rinci mahasiswa asal Ambon ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kemenangan ini dijadikan acuan Raymond untuk membentuk tim yang dipersiapkan untuk &lt;em&gt;event&lt;/em&gt; besar seperti Libama Jatim dan &lt;em&gt;Campus League&lt;/em&gt;. ”Di &lt;em&gt;event&lt;/em&gt; besar itu nanti akan diadakan seleksi lagi, semoga dengan seleksi muncul perpaduan antara pemain yunior dengan senior, sehingga tim Petra lebih kuat” kata Raymond. Pria tinggi ini juga optimis akan kemampuan tim bola basket UK Petra untuk bersaing terutama di wilayah regional Jawa Timur.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Harapan Raymond bagi tim basket  UK Petra ke depannya adalah supaya pembinaan dan perekrutan pemain ditingkatkan lagi. Dia juga mengajak mahasiswa yang memiliki bakat dalam bermain bola basket untuk bergabung dengan tim basket UK Petra untuk bersama-sama mengharumkan nama alamamater. &lt;em&gt;Viva Petra&lt;/em&gt; &lt;em&gt;League&lt;/em&gt; &lt;em&gt;!&lt;/em&gt; (&lt;strong&gt;Chriz&lt;/strong&gt;)&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Sun, 26 Sep 2010 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/kompak-main-basket-boyong-piala-kemenegpora/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>PELAJARI KARIER DOSEN MELALUI WORKSHOP KUM DAN SERDOS  </title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/pelajari-karier-dosen-melalui-workshop-kum-dan-serdos/</link>
			<description>&lt;p&gt;“Sudahkah Anda mengurus KUM ?”, pertanyaan ini tepat bagi para rekan dosen, khususnya yang hadir di &lt;em&gt;workshop&lt;/em&gt; KUM dan Sertifikat Dosen (Serdos) pada Kamis lalu (14/10) pagi hari di RK IV gedung W kampus UK Petra. &lt;em&gt;Workshop&lt;/em&gt;yang dihadiri oleh sekitar lima puluhan dosen muda ini tampak dengan cermat mendengarkan penjelasan Prof. Dr. Ir. H. Nadjadji Anwar ini yang mengupas tentang mutu dan karya dalam KUM. Mantan Koordinator Kopertis VII wilayah Jawa Timur ini mengungkapkan,”KUM berbicara tentang karier seorang dosen oleh karenanya silakan Bapak Ibu mulai mengurusnya”. Nadjadji juga menguraikan tentang prosedur serta prasyarat pengajuan KUM.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pada kesempatan berikutnya, Drs. Heri Saptono Warpindyasmoro, M.Si memaparkan topik Administrasi KUM Jabatan dan Pangkat Internal. “Untuk mengurus pengangkatan pertama ke Asisten Ahli (AA) harus menduduki jabatan sebagai dosen atau calon dosen sekurang-kurangnya satu tahun”, ujar Heri. Jadi, pengumpulan poin bisa dimulai sejak seorang dosen mengajar meski masih berstatus calon dosen. “Penting bagi dosen memiliki jabatan akademik. Setidaknya  sudah AA”, jelas Heri.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tidak hanya KUM, dosen juga harus mengantongi serdos. Hal tersebut diungkapkan oleh Prof.Dr. Widji Soeratri, DEA.Apt di sesi terakhir. Dosen Unair ini secara gamblang menjelaskan tentang prasyarat sertifikasi dalam peningkatan mutu dosen. Widji menyinggung bahwa semua dosen harus memiliki sertifikasi, tidak gurubesar saja bahkan AA juga nantinya harus mengurus sertifikasi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ditemui di tempat terpisah, Andrian Dektisa Hagijanto, S.Sn., M.Si yang menghadiri seminar sangat mendukung diadakannya acara seperti ini karena menurutnya karier seorang dosen ditentukan secara signifikan oleh jabatan akademik dan kepangkatan. Pelatihan ini juga menyadarkan para dosen akan tugas dan tanggung jawabnya yang tidak hanya sekedar mengajar, meneliti dan melakukan pengabdian saja akan tetapi memahami bahwa jabatan akademik ikut berpengaruh terhadap akreditasi jurusan. Dekan Fakultas Seni dan Desain ini berharap, “Kedepannya akan ada juga pelatihan-pelatihan lain yang lebih kepada operasional misalnya pelatihan yang sifatnya &lt;em&gt;intermediate&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;advance. &lt;/em&gt;Misalnya berupa studi kasus dari dosen-dosen saat mengurus KUM”. Agung Herwi Bantara, SH., Kepala Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian menegaskan, “Kegiatan yang diadakan oleh universitas ini berguna untuk membekali para dosen baru dan lama yang belum berjabatan akademik untuk melatih sekaligus memahami mekanisme jabatan fungsional akademik”. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;(&lt;strong&gt;Indra/Aj&lt;/strong&gt;)&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Thu, 14 Oct 2010 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/pelajari-karier-dosen-melalui-workshop-kum-dan-serdos/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Senandungkan musik Jazz, berikan hiburan berkualitas</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/senandungkan-musik-jazz-berikan-hiburan-berkualitas/</link>
			<description>&lt;p&gt;Alunan suara bass dan trumpet yang biasa mengiringi musik &lt;em&gt;jazz &lt;/em&gt;membawa audiens di Auditorium UK Petra terhanyut dalam suasana santai dan romantis. Perlahan-lahan, audiens pun terbenam dalam dentingan nada bass dan trumpet. Begitulah gambaran acara &lt;em&gt;Jazz Goes to Campus &lt;/em&gt;yang diadakan pada Kamis (28/10) lalu. Acara ini merupakan rangkaian &lt;em&gt;roadshow &lt;/em&gt;yang diadakan di empat kampus ternama di Surabaya yaitu UNAIR, UK Petra, UBAYA, dan ITS. Acara ini menghadirkan bintang tamu band musik &lt;em&gt;jazz&lt;/em&gt; asli Surabaya yang tergabung dalam SAS (Surabaya All Stars).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Menurut Indah Kurnia selaku penyelenggara, acara ini ada supaya dapat memberikan hiburan yang berkualitas kepada mahasiswa. “Acara seperti ini juga untuk mengapresiasi musisi &lt;em&gt;jazz&lt;/em&gt; yang ada di Surabaya yang selama ini kurang &lt;em&gt;familiar&lt;/em&gt; bagi masyarakat Surabaya”, begitu menurut anggota legislatif ini. Wanita yang juga mantan manajer Persebaya Surabaya ini memilih kampus karena diharapkan warga kampus dapat memberikan apresiasi yang lebih daripada komunitas dari tempat lain. “Kiranya &lt;em&gt;moment&lt;/em&gt; ini juga sebagai kaderisasi bagi SAS yang mayoritas anggotanya sudah gaek”, katanya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Acara ini secara total dimeriahkan dengan penampilan band dan &lt;em&gt;vocal group&lt;/em&gt; yang menyanyikan lagu-lagu &lt;em&gt;jazz&lt;/em&gt;. Mulai dari mahasiswa hingga dosen dan staf  ikut menyumbangkan suara dan permainan musik mereka dalam acara ini. Suasana menjadi meledak setelah SAS tampil. Lagu-lagu yang mereka bawakan tidak hanya lagu mereka sendiri melainkan juga lagu-lagu dari musisi terkenal seperti Kenny G.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tidak hanya penampilan band namun dalam acara itu juga ditampilkan &lt;em&gt;music clinic&lt;/em&gt; untuk alat musik perkusi dan alat-alat musik yang tidak umum dimainkan seperti &lt;em&gt;jimbe&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;triangle&lt;/em&gt;. Tak ketinggalan sang empunya acara yaitu Indah Kurnia ikut menyumbangkan suaranya dalam lagu bersama SAS. Acara ini ditutup dengan persembahan lagu nostalgia dari wakil rektor bidang kemahasiswaan yaitu Ir. Jones Syaranamual, M.Eng dengan judul &lt;em&gt;Sepanjang Jalan Kenangan&lt;/em&gt;. (&lt;strong&gt;Chriz&lt;/strong&gt;)&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Thu, 28 Oct 2010 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/senandungkan-musik-jazz-berikan-hiburan-berkualitas/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Prestasi Dari Palangkaraya</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/prestasi-dari-palangkaraya/</link>
			<description>&lt;p&gt;Tim Paduan Suara UK Petra yang mengikuti Lomba PESPARAWI (Pesta Paduan Suara Gerejawi) Mahasiswa Nasional XI di Palangkaraya 17-23 Oktober 2010 tidak pulang ke Surabaya dengan tangan hampa. Raihan dua penghargaan emas kategori &lt;em&gt;Musica Sacra&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Gospel/Spiritual&lt;/em&gt; serta penghargaan perak kategori &lt;em&gt;Folklore &lt;/em&gt;di &lt;em&gt;event&lt;/em&gt; dua tahunan itu menyertai perjalanan pulang mereka serta memenuhi koleksi penghargaan yang pernah diraih tim Paduan Suara UK Petra.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dalam lomba kali ini, tim Paduan Suara UKP membawakan lagu-lagu antara lain berjenis &lt;em&gt;sacred, afro-american spiritual&lt;/em&gt; serta lagu daerah suku Dayak sebagai lagu wajib. Semua kategori lagu ini dinyanyikan bersama satu tim. Menurut penjelasan Rubin Loekito selaku salah satu pelatih tim paduan suara, tiap kategori lagu memiliki keunikan dalam hal ritme dan latar belakang historisnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; Dosen mata kuliah dasar umum ini menyatakan PESPARAWI kali ini sangat spesial. Pertama, karena mayoritas dari 29 orang tim paduan suara merupakan mahasiswa yang belum pernah mengikuti PESPARAWI dua tahun sebelumnya. “Hanya sekitar empat orang yang pernah mengikuti, selebihnya  25 orang mayoritas baru jadi belum memiliki pengalaman”, ujarnya. Kedua, karena lomba ini diadakan di luar Jawa. Ketiga, karena adanya motivasi baru yang ditanamkan kepada tim paduan suara sebelum berangkat lomba yaitu “Menyanyi bukan hanya sekedar menyanyi dan mencari rangking setinggi-tingginya, tapi bagaimana kita bisa menjadi lebih berarti dan menjadi berkat serta menumbuhkan kerohanian masing-masing peserta”, ujar Rubin. Aspek kerohanian juga menjadi perhatian dalam pembekalan tim paduan suara yang berangkat ke PESPARAWI kali ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Secara keseluruhan tim Paduan Suara UK Petra menempati peringkat keempat dari 36 tim yang mengikuti PESPARAWI; namun, hasil tersebut tidak menyurutkan kebanggaan Rubin akan tim paduan suara yang sebagian besar anggotanya masih “hijau” tersebut. “Dari awal saya tidak mematok hasil tinggi, pokoknya dapat &lt;em&gt;gold&lt;/em&gt;” katanya. “Tapi saya akan terus memberi pelatihan bagi tim paduan suara yang sekarang, seperti pemberian kelas vokal privat bagi tiap anggota; harapannya nanti untuk jangka panjang, supaya ketika ada lomba lagi, persiapannya jadi lebih matang jauh hari”, jelasnya. Untuk tim paduan suara yang sekarang, Rubin juga mengatakan mereka memiliki peluang besar untuk berkembang lebih baik lagi di masa depan.(&lt;strong&gt;Chriz&lt;/strong&gt;)&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Sat, 23 Oct 2010 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/prestasi-dari-palangkaraya/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Kisah perjalanan dinas Rolly Intan di Korea Selatan: Usulkan Akreditasi khusus Universitas Kristen </title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/kisah-perjalanan-dinas-rolly-intan-di-korea-selatan-usulkan-akreditasi-khusus-universitas-kristen/</link>
			<description>&lt;p&gt;Rektor UK Petra, Rolly Intan, baru saja melakukan perjalanan dinasnya ke negeri ginseng Korea Selatan (31/10-4/11) untuk mengikuti konferensi ACUCA (&lt;em&gt;Association of Christian Universities and Colleges in Asia&lt;/em&gt;) dan melakukan penandatanganan MoU dengan Woosong University di Daejeon.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Konferensi dua tahunan ACUCA ke-18 (18th General Assembly) yang rutin diikuti oleh UK Petra diselenggarakan di Universitas Keimyung, Daegu.  Dalam konferensi itu hadir pula perwakilan dari 73 universitas Kristen di Asia termasuk Indonesia untuk membicarakan permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh universitas dan perguruan tinggi Kristen di Asia. Pula termasuk dalam agenda konferensi adalah pergantian presiden ACUCA dari Prof. Synn Ilhi (Presiden dari Keimyung University, Korea)  kepada Prof. Norihiko Suzuki (Presiden dari Internasional Christian University, Jepang). Dengan demikian, ICU akan menjadi tuan rumah konferensi mendatang. Sebagai salah satu alumni ICU yang juga mengenal Prof. Suzuki, Pak Rolly mengharapkan hubungan kerjasama UK Petra dan ACUCA semakin erat.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Konferensi ACUCA tahun ini membahas mengenai &lt;em&gt;Sustainable Development and Christian Initiative&lt;/em&gt;. Menurut Pak Rolly, &lt;em&gt;Sustainable Development &lt;/em&gt; mencakup semua bidang kehidupan seperti ekonomi, lingkungan dan pendidikan. Guru Besar ini mengusulkan adanya standar dan akreditasi tersendiri bagi universitas kristen untuk mempertahankan ciri khas mereka di dunia sekuler. “Sebagai universitas kristen kita harus mempertahankan panggilan kita di tengah persaingan global dan permasalahan internal serta eksternal yang dapat melunturkan visi misi kita sebagai universitas Kristen,” ujarnya. Usulan itu ditanggapi positif oleh sebagian besar peserta konferensi karena melihat kenyataan banyak universitas Kristen yang telah kehilangan identitasnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;     Setelah mengikuti konferensi ACUCA, sore harinya (3/11), Rolly langsung menuju Universitas Woosong tepatnya di SolBridge International School of Business untuk menandatangani MoU dengan Presiden Woosong University, John E. Endicott. Salah satu bentuk kerjasama adalah pertukaran pelajar (&lt;em&gt;student exchange&lt;/em&gt;) dan rencananya akan ada beberapa mahasiswa UK Petra yang dikirim ke SolBridge pada semester mendatang.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Di kampus ini, Rolly Intan langsung mengungkapkan kekagumannya terutama dalam hal fasilitas dan suasana internasionalnya. ”SolBridge memiliki lebih dari 80% mahasiswa asing dengan mayoritas pengajar berasal dari berbagai negara dan fasilitas kuliah yang lengkap dan modern,” ujar Rolly saat diwawancarai di kantornya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“Mimpi saya sesuai dengan visi menjadi global university, UK Petra harus mampu bersaing dan menarik minat mahasiswa asing untuk belajar di sini. UK Petra harus menjadi berkat untuk menyatakan kemuliaan Tuhan tidak hanya di lingkup nasional tetapi juga internasional,” begitu menurutnya. (&lt;strong&gt;Chriz&lt;/strong&gt;)&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Sun, 31 Oct 2010 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/kisah-perjalanan-dinas-rolly-intan-di-korea-selatan-usulkan-akreditasi-khusus-universitas-kristen/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Seminar The Wingless Angel : Memulihkan Sayap Patah Penderita AIDS</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/seminar-the-wingless-angel-memulihkan-sayap-patah-penderita-aids/</link>
			<description>&lt;p&gt;Dua buah simbol AIDS (&lt;em&gt;Acquired Immune Deficiency Syndrome&lt;/em&gt;) merekat di dinding, dengan hiasan berupa sebuah sayap di setiap simbolnya.  AIDS memang tak asing lagi di kepala kita namun adakah hati yang peduli untuk menanggulanginya ? &lt;em&gt;The Wingless Angel&lt;/em&gt;,  sebuah seminar AIDS yang diadakan Jumat (26/11) pukul 12.00 WIB oleh Korp Sukarela (KSR) mengingatkan kembali bahwa AIDS jangan sekedar ditanggapi sambil lalu. Seminar yang dimoderatori oleh Linda Bustan, S. Th., M. Div. ini mengundang Esthi Susanti Hudiono, M. Si, Direktur Eksekutif Yayasan HOTLINE sebagai pembicara.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;                “Seminar ini diadakan karena adanya stigma pada masyarakat, bahwa HIV (&lt;em&gt;Human Immunodeficiency Virus&lt;/em&gt;) adalah virus yang sangat mudah menular. Stigma ini mengakibatkan masyarakat cenderung mengucilkan para penderita HIV dan AIDS, padahal penderita HIV/AIDS adalah orang – orang yang justru membutuhkan perhatian dari kita”, demikian papar Esthi Susanti membuka seminar.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;                Anak – anak muda, menurut Esthi, adalah kelompok masyarakat yang sangat rentan tertular virus HIV. Adanya seminar ini diharapkan pula untuk memberikan pengetahuan dan pendidikan tentang HIV AIDS kepada anak – anak muda. Melalui seminar ini, pembicara mengatakan bahwa terdapat beberapa cara untuk mencegah virus HIV, yaitu untuk tidak melakukan seks bebas, setia pada pasangan, mencegah penularan dengan menggunakan alat kontrasepsi, tidak menggunakan Narkoba, serta mendekatkan diri dengan Tuhan dan edukasi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“Pendidikan membuat kita dapat menjadi manusia, sebab pendidikan membentuk perilaku. Meskipun memang susah sekali pada prakteknya, tetapi dengan adanya pendidikan ini membuat anak – anak muda untuk dapat berpikir jauh ke depan lagi. Lebih baik pahit di depan daripada sengsara di belakang.” lanjut pembicara.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;                Tak tanggung-tanggung, seminar ini juga mendatangkan seorang penderita HIV untuk memberikan testimoni. Ia mengisahkan bahwa ia tidak pernah tahu kalau dirinya tertular virus HIV tersebut.  Ironisnya, informasi tersebut baru diketahuinya pada saat ia melakukan tes HIV yang diwajibkan saat mendaftar menjadi TKW (Tenaga Kerja Wanita) di luar negeri.  “Saya sangat kaget dan tertekan saat mengetahui bahwa saya tertular virus ini. Saya ingin bunuh diri saja, ingin melompat dari lantai dua saat di penampungan TKW. Tetapi tidak jadi karena saya teringat anak – anak saya  karena itu saya termotivasi untuk terus berjuang hidup. Saya ingin melihat perkembangan anak – anak saya”, jelasnya. &lt;strong&gt;(Indra)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Fri, 26 Nov 2010 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/seminar-the-wingless-angel-memulihkan-sayap-patah-penderita-aids/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Ketika Soe Tjen Marching Bertutur Makna Kematian</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/ketika-soe-tjen-marching-bertutur-makna-kematian/</link>
			<description>&lt;p&gt;Bagaimana rasanya menjadi 'mayat hidup' yang harus menjalani hidup keseharian di tengah manusia hidup lainnya? Kisah inilah yang diangkat oleh Soe Tjen Marching, seorang penulis, komponis dan feminis asal kota Pahlawan. Novel fiksi bertajuk “Mati, Bertahun yang Lalu” ini hadir dengan &lt;em&gt;satir&lt;/em&gt;nya yang menggelitik tentang konsep kematian dan kehidupan. &lt;em&gt;Launching&lt;/em&gt; sekaligus diskusi novel fiksi ini digagas oleh jurusan Sastra Inggris pada Jumat lalu (26/11) di ruang Petra Little Theatre (PLT), gedung B lantai 2.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Novel setebal 153 halaman ini menceritakan tentang seorang karyawan klinik bedah plastik yang rajin tiba-tiba mati di meja kerjanya. Namun energi jiwanya tidak padam sehingga ia bangkit kembali dan berusaha menjalani hidup seperti manusia normal. Ternyata sulit sekali berpura-pura menjadi hidup. Ia tidak boleh lupa bernafas dan mengedip-ngendipkan mata agar orang-orang yang berada di dekatnya tidak curiga. Dalam keletihan menjadi mayat hidup, ia memutuskan untuk meninggal saja dengan cara bunuh diri. Tapi sayangnya, rencana tak berjalan lancar. Saat berusaha mencari mati yang sesungguhnya, ia kemudian dihadapkan pada kenyataan-kenyataan yang mengejutkan dan anehnya menghidupkan. “Satir yang disajikan begitu dinamis dan lincah, menyentil berbagai aspek kehidupan, khususnya kehidupan orang Indonesia. Ia mampu menghadirkan satir yang segar, tepat sasaran namun tidak menggurui”, urai Stefanny Irawan, S.S, moderator dalam acara tersebut.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; Soe Tjen yang pernah bermukim di London selama lima tahun ini menyelesaikan karyanya tersebut selama empat tahun. Novel ini  diambil dari cerita pendek yang dibuatnya ketika ia harus berobat, keluar masuk rumah sakit. “Surabaya sengaja dijadikan latar dalam novel ini. Alasannya &lt;em&gt;simple&lt;/em&gt;, yakni rasa kangen dan ingin memberi sesuatu yang berbeda. Itulah, akhirnya Surabaya menjadi pilihan &lt;em&gt;setting&lt;/em&gt; cerita ini” ujar Soe Tjen yang juga alumni jurusan Sastra Inggris UK Petra ini. (Aj)&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Fri, 26 Nov 2010 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/ketika-soe-tjen-marching-bertutur-makna-kematian/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Natal Universitas Kristen Petra - Ikalesang Ia Rumai Ea</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/natal-universitas-kristen-petra-ikalesang-ia-rumai-ea/</link>
			<description>&lt;p&gt;“Marilah kita saling peduli dan saling mengasihi karena hidup ini untuk menyenangkan hati Tuhan,” ungkap Pdt. Dr. Rahmiati Tanudjaja saat memimpin Kebaktian dan Perayaan Natal  Universitas Kristen Petra, Jumat (3/12/2010) lalu. Acara ini merupakan puncak rangkaian Kegiatan Natal yang digelar oleh Panitia Natal 2010 sejak bulan November yang diawali dengan Peresmian Pohon Terang berbahan tali rafia setinggi 7 meter di Lapangan Hijau UK Petra, &lt;em&gt;Christmas Carol for Charity&lt;/em&gt;, Aksi Rantang, Kunjungan ke Mantan Pegawai UK Petra, Pengobatan gratis bagi masyarakat Siwalankerto, dan lain-lain.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Setelah mengangkat budaya Tana Toraja tahun lalu, Natal kali ini mengangkat budaya Maluku dengan tema &lt;em&gt;Ikalesang Ia Rumai Ea&lt;/em&gt;. “Itu bahasa asli Maluku yang artinya mari kita saling mengasihi yang mencerminkan budaya solidaritas dan saling menyayangi dalam diri orang Maluku,” ujar Prof. Dr. Hatane Semuel, M.Si. yang didapuk menjadi Ketua Umum Panitia Natal 2010. Acara puncak perayaan Natal di Auditorium UK Petra berlangsung meriah dan dipadati sivitas kampus dan tamu undangan. Suasana etnik mengiringi mulai sejak awal, tampak para penerima tamu memakai baju adat Maluku dan para pengunjung disuguhi berbagai makanan baik nasional Indonesia maupun makanan khas Maluku seperti Ikan Tongkol Rica-Rica, Kasbi, Keladi, Tumis Daun Pepaya, Acar Kuning, dan Sambal Kelapa. Tak hanya itu, ketika memasuki Auditorium para undangan disambut dengan lagu-lagu bernuansa Maluku dengan dekorasi ruangan mencerminkan suasana pantai.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Konsep acara perayaan Natal yang diusung kali ini berupa drama semi musikal berdurasi 120 menit dengan tarian, nyanyian, dan pantun asal Maluku yang dibawakan oleh Jujaro dan Mungare (sebutan muda-mudi Maluku). Dalam drama ini menceritakan bagaimana perjalanan Injil masuk ke tanah Maluku pada akhir 1500-an yang berpusat di Ambon. Selain didukung oleh 30 hingga 40 sivitas akademika, acara ini juga di dimeriahkan dengan aksi penampilan yang memukau dari Paduan Suara UK Petra, D’Clay, dan Panti Asuhan Peduli Kasih.  (Aj)&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Fri, 03 Dec 2010 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/natal-universitas-kristen-petra-ikalesang-ia-rumai-ea/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Impian Menuju Pluralisme</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/impian-menuju-pluralisme/</link>
			<description>&lt;p&gt;Sabtu (3/12) pukul 09.00 WIB, terlihat banyak mahasiswa dari berbagai jurusan mulai memadati ruangan AVT 502 Gedung T, Universitas Kristen Petra. Tidak hanya itu saja, tetapi juga terlihat beberapa anggota perwakilan dari berbagai institusi, dari gereja-gereja lokal, dan bahkan dari NU (Nahdatul Ulama).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;                Acara seminar &lt;strong&gt;Wawasan Kebangsaan&lt;/strong&gt; yang bertema “&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Merawat kehidupan bangsa yang harmonis di tengah kemajemukan masyarakat Indonesia&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;” ini diadakan karena melihat banyaknya kejadian di dunia yang dapat memicu pertikaian kemajemukan masyarakat, tidak terkecuali dalam masyarakat Indonesia sendiri.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;                Dipandu oleh &lt;em&gt;Daniel Rohi&lt;/em&gt;, ST., M.Eng.Sc., acara ini dimulai dengan doa dan perkenalan para pembicara, yaitu Prof. Dr. J.E. Sahetapy, S.H.,M.A., Bambang Noorsena, S.H., M.Hum., dan Ulil Abshar Abdalla&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;seorang cendekiawan Muslim.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;                Menurut Ulil sendiri, kekerasan yang dipicu oleh kemajemukan kebudayaan harus dapat kita lihat secara objektif. “Kekerasan tersebut merupakan wujud resistensi dari masyarakat yang pada awalnya merupakan masyarakat yang homogen, dalam artian memiliki kebudayaan dan kepercayaan yang sama; dan tiba-tiba saja mereka menemui berbagai kebudayaan dan kepercayaan yang asing. Dalam hal ini dibutuhkan strategi untuk menghilangkan sikap intoleransi tersebut, yaitu dengan cara membangun Pluralisme, sikap dan pengetahuan positif terhadap kemajemukan,” tutur cendekiawan Muslim yang juga anggota partai Demokrat tersebut.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Menurut Bambang Noorsena, hak-hak manusia haruslah tetap dipegang teguh, terutama di negara Indonesia yang berideologi Pancasila ini, di mana hak-hak beragama secara bebas seharusnya dilindungi dan dijamin oleh perundang-undangan negara Indonesia. “Pembunuhan fisik diawali oleh pembunuhan teori, yaitu hak hidup masyarakat. Tidak ada kejahatan yang lebih kejam daripada kejahatan atas nama agama, karena meskipun telah membunuh, para pembunuh tersebut malah merasa berjasa untuk Tuhan,” lanjut Bambang&lt;strong&gt;.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sedangkan menurut Sahetapy, rusaknya kemajemukan di masyarakat adalah tanggung jawab dari pemimpin-pemimpin bangsa juga. “Di Indonesia terjadi berbagai kesulitan moral dan politik, kekerasan di mana-mana, dan juga korupsi yang semakin merajalela. Masyarakat saat ini masih belum berani mengkritik para pemimpin sendiri. Padahal sebenarnya yang salah bukan hanya pelaku tindakan-tindakan tersebut, namun inipun merupakan tanggung jawab dari pemimpin bangsa ini yang mengangkat mereka menjadi penjabat-pejabat tersebut,” tegas Sahetapy&lt;strong&gt;.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;                Lebih jauh lagi, para pembicara berharap bahwa masyarakat harus belajar untuk menerima perbedaan yang ada, tidak sebagai pembeda tetapi pemersatu sehingga dapat menciptakan masyarakat yang harmonis, damai, dan rukun. &lt;strong&gt;(Indra)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Fri, 03 Dec 2010 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/impian-menuju-pluralisme/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Meneropong Kebudayaan Tionghoa Saat Ini</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/meneropong-kebudayaan-tionghoa-saat-ini/</link>
			<description>&lt;p&gt;Masyarakat Tionghoa yang berasal dari dataran Cina datang ke Indonesia tentu saja juga membawaserta kebudayaan Tionghoa, yang sampai saat ini masih dilestarikan di Indonesia meskipun mulai memudar seiring berjalannya waktu. Acara &lt;em&gt;Cangkruk’an&lt;/em&gt; Jumat siang yang bertemakan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;“Mencari identitas ke-Tionghoa-an”&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; diadakan pada Jumat (3/12) di lantai 5 gedung W Universitas Kristen Petra. Pembicaraanya adalah Prof. Dr. Thomas Santoso dan Sally Azaria, S.Sos yang membahas keberadaan kebudayaan Tionghoa pada masyarakat saat ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;                “Penelitian dilakukan untuk mencari tahu seberapa besar tingkat kebudayaan masyarakat Tionghoa yang masih ada di masyarakat saat ini. Besar tingkat kebudayaan masyarakat Tionghoa ini dapat dilihat dari nama, budaya, alat sehari-hari, dan sebagainya. Namun komunitas masyarakat Tionghoa inipun masih terbagi -bagi menjadi banyak bagian,” papar Thomas. Beragamnya komunitas masyarakat Tionghoa tersebut dapat ditemukan di sekitar kita. Sebanyak sembilan komunitas akhirnya dipilih mewakili untuk menjadi bahan referensi penelitian yang diadakan oleh Sally Azaria.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;                “Kebudayaan Tionghoa ini sendiri pun telah mulai memudar dengan cepat, terutama sejak mulainya Orde Baru yang telah diadakannya &lt;em&gt;Ethnic Cleansing&lt;/em&gt;, munculnya kebijakan-kebijakan yang dapat memudarkan kebudayaan Tionghoa ini, seperti diharuskannya mengganti nama &lt;em&gt;Chinese&lt;/em&gt; menjadi nama Indonesia, pembatasan jumlah penerimaan untuk masyarakat Tionghoa di sekolah negeri, dan masih banyak kebijakan tidak adil lainnya,” lanjut Thomas. Menurut Sally, “&lt;em&gt;Being A Chinese&lt;/em&gt;, menjadi masyarakat Tionghoa di tengah-tengah masyarakat Indonesia, harus tetap menjaga kebudayaan Tionghoa itu sendiri, namun juga harus memiliki jiwa Nasionalisme. Nasionalisme diukur dari memberikan yang terbaik bagi bangsa ini”. Sally ingin menjadikan penelitian tersebut sebagai thesis ini berharap bahwa masyarakat Tionghoa akan dapat tetap melestarikan kebudayaan Tionghoa ini, bukan justru memudar atau bahkan hilang lenyap karena banyaknya kebudayaan Indonesia lainnya. &lt;strong&gt;(Indra)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Fri, 03 Dec 2010 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/meneropong-kebudayaan-tionghoa-saat-ini/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Refleksi Rektor, Mengurai Perjalanan UK Petra Sepanjang 2010</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/refleksi-rektor-mengurai-perjalanan-uk-petra-sepanjang-2010/</link>
			<description>&lt;p&gt;Bertambah setahun perjalanan yang telah dilewati oleh UK Petra. Kami hadirkan catatan Rektor sepanjang tahun 2010 sebagai kilas balik dan refleksi atas penyertaan Tuhan terhadap UK Petra. Berikut catatan Prof. Rolly Intan :&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;UK Petra berhasil memperoleh nilai akreditasi “A” oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) untuk beberapa program studi yakni Sastra Inggris, Arsitektur dan Manajemen. Sebagai informasi, dari lampiran hasil keputusan BAN-PT jumlah akreditasi progdi yang berhasil memperoleh nilai “A” hanya berkisar 5-10%. Proses pengajuan akreditasi Program Magister Teknik Sipil sedang dalam proses yang juga diharapkan mendapatkan hasil yang baik.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Beberapa penghargaan dan &lt;em&gt;recognition&lt;/em&gt; dari beberapa pihak eksternal, antara lain: peringkat Webometrics, penghargaan dari Kopertis, DIKTI dan media. Selama tahun 2010, Webometrics melakukan dua kali pemeringkatan pada bulan Januari dan Juli. Pada bulan Januari, UK Petra memperoleh peringkat empat Nasional (ke-19 di Asia Tenggara, ke-854 di dunia) dan pada bulan Juli, UK Petra memperoleh peringkat lima Nasional (ke-25 di Asia Tenggara, ke-1117 di dunia). UK Petra juga memperoleh penghargaan sebagai salah satu dari lima perguruan tinggi  unggulan dari  Kopertis wilayah VII. Selain itu, dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, UK Petra menempati urutan ke-9 di Indonesia dalam hal Menakar Potensi Karya Ilmiah Perguruan Tinggi periode 2005–2009. Perlu diinformasikan bahwa urutan 1 sampai 8 dipegang oleh universitas negeri. UK Petra juga menempati urutan ke-7 di Indonesia dalam web-ranking yang dilakukan oleh ICU (International Colleges and University). Penghargaan dari rekanan luar negeri juga diterima oleh  Rektor UK Petra berupa &lt;em&gt;certificate of appreciation&lt;/em&gt; dari International Christian University, Tokyo Jepang atas kerjasamanya dalam &lt;em&gt;International Service Learning Program&lt;/em&gt; pada tanggal 1 Desember 2010. Liputan media Metro TV dalam program Metro 10 yang disiarkan pada tanggal 22 Juni 2010 menempatkan UK Petra pada posisi ke-8 universitas terpopuler di Indonesia juga semakin memantapkan prestasi dan pengharaan bagi UK Petra.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;UK Petra juga berhasil mendapatkan hibah dari Program Hibah Kompetisi Institusi DIKTI tema A, untuk mengembangkan peningkatan kualitas institusi. Salah satu hasilnya adalah UK Petra memperoleh sertifikat ISO 9001-2008 guna peningkatan kualitas layanan administrasinya. Beberapa hibah yang diterima selain hibah-hibah penelitian yang diterima dosen adalah Hibah Program Penguatan Kelembagaan Kantor Urusan Internasional yang diraih oleh Biro Administrasi Kerjasama dan Pengembangan. Program Studi Sastra Inggris juga memperoleh &lt;em&gt;grant&lt;/em&gt; dari British Council untuk program PMI2 Connect (perintisan kerjasama) dengan Portsmouth University, United Kingdom. Sebagai kampus yang berkomitmen menjadi &lt;em&gt;Green Campus, &lt;/em&gt;UK Petra mencanangkan Kawasan Bebas Rokok per 1 Januari 2011.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Diperolehnya prestasi yang membanggakan di tahun 2010, tentunya tidak terlepas dari kasih karunia dan kemurahan Tuhan kita Yesus Kristus atas UK Petra dan dukungan dari banyak pihak termasuk sivitas akademika. Torehan prestasi tersebut hendaknya makin dipertegas dengan komitmen pada integritas dan layanan yang unggul sehingga UK Petra tidak hanya dikenal berprestasi tetapi dengan sungguh-sungguh mengemban visi dan misi untuk memuliakan nama Tuhan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pada tahun 2010 lalu, UK Petra juga mengalami masa duka karena kehilangan beberapa rekan sekerja di dalam Tuhan, yaitu: Bpk. Mayjen (Purn.) Sarwono, Dewan Penyantun YPTK Petra 2005-2010, Bpk. William Soeryadjaya, mantan Dewan Penyantun YPTK Petra 1991-2004 dan Bpk. Drs. Bunjamin Budi Setiawan, mantan Ketua YPTK Petra 1985, Pengurus YPTK Petra 1982-2002 dan perintis Fakultas Ekonomi UK Petra. Juga rekan dosen dan pegawai, yakni Bpk. Ir. Soejono Tjitro  MT.Manf dan Bpk. Eko Prasetyo Soenanto  S.E.,M.A. Juga, ada di antara mahasiswa yakni Sdri. Stephanie Ferina. Semoga kekuatan, penghiburan dan pemeliharaan dari Allah senantiasa diberikan bagi keluarga yang ditinggalkan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;Menuju Resolusi 2011&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;     &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Beberapa program yang telah menjadi rencana untuk mulai dilaksanakan pada tahun 2011 adalah: pengembangan kampus dengan dukungan dari Tim Master Plan dan yayasan, pembukaan beberapa program studi baru baik sarjana maupun pasca sarjana, serta perayaan Dies Natalis ke-50 UK Petra dengan sebutan &lt;em&gt;Petra Golden Jubilee 2011&lt;/em&gt;. Pengembangan kampus yang didukung oleh Tim Master Plan, akan dilaksanakan secara bertahap. Pada awal tahun, akan dilakukan renovasi pada area &lt;em&gt;Entrance Hall &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;front office BAAK. &lt;/em&gt;Pengembangan dua gedung baru di bagian timur juga sedang dalam tahap perencanaan. Diharapkan pengembangan tersebut dapat mengakomodasi kebutuhan sivitas akademika. Tim perencanaan pembukaan program studi baru juga dibentuk dalam rangka pembukaan program studi Pendidikan dan Musik (program sarjana) dan program pasca sarjana untuk Manajemen, Sastra, Arsitektur dan Teknologi Industri. Jelang hari jadi UK Petra yang ke-50, beberapa rangkaian kegiatan direncanakan sebagai refleksi keberadaan UK Petra bagi mahasiswa, masyarakat, kota Surabaya dan bangsa. Seluruh rencana kegiatan &lt;em&gt;Petra Golden Jubilee 2011&lt;/em&gt; tersebut mengambil tema &lt;em&gt;LIGHT to The World, Glory to The Lord&lt;/em&gt; diharapkan dapat mengekspresikan panggilan pelayanan UK Petra untuk menjadi terang sehingga benar-benar dapat mendatangkan kemuliaan bagi Tuhan kita Yesus Kristus.&lt;/p&gt;
&lt;p align=&quot;center&quot;&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p align=&quot;center&quot;&gt;Selamat Berkarya di tahun 2011!&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Sun, 16 Jan 2011 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/refleksi-rektor-mengurai-perjalanan-uk-petra-sepanjang-2010/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Rektor UK Petra menghadiri Inauguration of the President and Vice-Chancellor, HKBU (Hong Kong Baptist University)</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/rektor-uk-petra-menghadiri-inauguration-of-the-president-and-vice-chancellor-hkbu-hong-kong-baptist-university/</link>
			<description>&lt;p&gt;15 hingga 17 November 2010 yang lalu HKBU (&lt;em&gt;Hong Kong Baptist University&lt;/em&gt;) megadakan acara &lt;em&gt;Inauguration of the President and Vice-Chancellor&lt;/em&gt; HKBU yang diadakan di Hong Kong.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;Hong Kong Baptist University&lt;/em&gt; sendiri pada tahun 2010 telah tercatat berada pada ranking 111 &lt;em&gt;Times Higher Education Supplement&lt;/em&gt; (THES). HKBU telah menjalin kerja sama yang baik dengan UK Petra selama lima tahun terakhir ini, tercatat telah ada 35 mahasiswa dari HKBU yang ikut dalam &lt;em&gt;Student Exchange&lt;/em&gt; dan&lt;em&gt; Community Outreach Programme&lt;/em&gt; (COP). Acara forum yang diadakan oleh &lt;em&gt;Hong Kong Baptist University&lt;/em&gt; tersebut dihadiri oleh 69 tamu (pada umumnya Presiden/Rektor) dari berbagai universitas dunia, seperti University of San Fransisco, University of Queensland, Concordia University serta berbagai macam universitas lainnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dalam acara tersebut, UK Petra mendapatkan suatu kehormatan untuk diundang ke dalam acara tersebut, mengingat pula bahwa tamu dari Indonesia yang diundang hanyalah dari UK Petra. Terlebih lagi Prof. Rolly Intan, Dr.Eng., yang merupakan Rektor dan juga perwakilan dari UK Petra sendiri termasuk salah satu dari 40 tamu yang diminta untuk menggunakan toga dan duduk sebagai senat di atas podium. Dalam acara yang dihadiri oleh perwakilan berbagai universitas tersebut membahas berbagai macam hal terkait kurikulum universitas.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Menarik di dalam Head of University Forum membahas mengenai general education, dimana general education adalah sekumpulan mata kuliah yang ditentukan sebagai mata kuliah wajib diambil oleh semua mahasiswa tanpa memandang jurusan. Sebagai contoh matakuliah general education di HKBU adalah: English, Chinese, Public Speaking, Information Management Tecnology, Numeracy, Physical, History &amp;amp; Civilization, Value &amp;amp; Meaning of Life, Understanding Morality dan sebagainya. General education dapat diidentikan/ ditafsirkan sama dengan MKDU di UK Petra. Sesuatu yang mengejutkan bahwa jumlah sks (credits/ units) general education yang diadakan di HKBU adalah sebanyak 38 credits (dari total 128 credits) yang terdiri dari 26 core requirements dan 12 distribution requirements (yang dipilih dari area keilmuan lainnya). Hal ini mengundang komentar dari perwakilan berbagai universitas yang hadir yang pada umumnya merasa bahwa terlalu sedikit credits yang disediakan untuk memperlengkapi para mahasiswa dengan kompetensi hard skill sesuai dengan bidang keilmuan/ jurusannya. Hal ini dijawab bahwa 93% GDP dan 80% penduduk Hong Kong bekerja pada sector trade dan service. Dengan adanya otomatisasi di dalam berbagai industri manufaktur menyebabkan kebutuhan jumlah tenaga manusia yang memiliki kompetensi hard skill untuk dapat mengoperasikan berbagai mesin (sebagai contoh) sangat sedikit. Sehingga, general education menjadi sangat penting untuk mempersiapkan dan membentuk para lulusan  untuk menjadi manusia seutuhnya, memiliki kompetensi soft skill agar dapat berperan lebih baik di dalam social life, mampu berinteraksi dengan baik antar sesama, membentuk networking dan trust yang sekaligus menjadi modal utama di dalam  mengembangkan perekonomian di sector trade dan service. Menurut salah seorang keynote speaker, ada 10 dimension of life yang harus menjadi perhatian di dalam mengembangkan general education, sbb: Functional, Emotional, intellectual, social, moral &amp;amp; ethics, wealth management, health, network, visual dan environment.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kita di UK Petra perlu untuk secara rutin mengevaluasi kurikulum baik kurikulum kompetensi di jurusan maupun kurikulum secara umum (masuk sebagai kurikuler dan ekstra kurikuler) di tingkat institusi agar lulusan kita mampu perperan dan bersaing di dalam berbagai bidang pekerjaan (kehidupan) sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan panggilan/ kehendak Tuhan bagi pribadi masing-masing.  Prestasi dan reputasi institusi penting untuk dikejar, namun yang lebih penting adalah panggilan UK Petra sebagai institusi pendidikan Kristen di dalam mendidik para mahasiswa yang telah dipercayakan Tuhan untuk diproses dan dipersiapkan untuk menjadi pemimpin-pemimpin Kristen di berbagai bidang kehidupan.&lt;/p&gt;
&lt;div id=&quot;_mcePaste&quot; style=&quot;position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow: hidden;&quot;&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:WordDocument&gt; &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt; &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt; &lt;w:TrackMoves /&gt; &lt;w:TrackFormatting /&gt; &lt;w:PunctuationKerning /&gt; &lt;w:ValidateAgainstSchemas /&gt; &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt; &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt; &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt; &lt;w:DoNotPromoteQF /&gt; &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt; &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt; &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt; &lt;w:Compatibility&gt; &lt;w:BreakWrappedTables /&gt; &lt;w:SnapToGridInCell /&gt; &lt;w:WrapTextWithPunct /&gt; &lt;w:UseAsianBreakRules /&gt; &lt;w:DontGrowAutofit /&gt; &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark /&gt; &lt;w:DontVertAlignCellWithSp /&gt; &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables /&gt; &lt;w:DontVertAlignInTxbx /&gt; &lt;w:Word11KerningPairs /&gt; &lt;w:CachedColBalance /&gt; &lt;/w:Compatibility&gt; &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt; &lt;m:mathPr&gt; &lt;m:mathFont m:val=&quot;Cambria Math&quot; /&gt; &lt;m:brkBin m:val=&quot;before&quot; /&gt; &lt;m:brkBinSub m:val=&quot; &quot; /&gt; &lt;m:smallFrac m:val=&quot;off&quot; /&gt; &lt;m:dispDef /&gt; &lt;m:lMargin m:val=&quot;0&quot; /&gt; &lt;m:rMargin m:val=&quot;0&quot; /&gt; &lt;m:defJc m:val=&quot;centerGroup&quot; /&gt; &lt;m:wrapIndent m:val=&quot;1440&quot; /&gt; &lt;m:intLim m:val=&quot;subSup&quot; /&gt; &lt;m:naryLim m:val=&quot;undOvr&quot; /&gt; &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:LatentStyles DefLockedState=&quot;false&quot; DefUnhideWhenUsed=&quot;true&quot;   DefSemiHidden=&quot;true&quot; DefQFormat=&quot;false&quot; DefPriority=&quot;99&quot;   LatentStyleCount=&quot;267&quot;&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;0&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Normal&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 1&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 2&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 3&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 4&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 5&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 6&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 7&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 8&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 9&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 1&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 2&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 3&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 4&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 5&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 6&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 7&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 8&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 9&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;35&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;caption&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;10&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Title&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;1&quot; Name=&quot;Default Paragraph Font&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;11&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtitle&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;22&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Strong&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;20&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Emphasis&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;59&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Table Grid&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Placeholder Text&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;1&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;No Spacing&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 1&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 1&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 1&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 1&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 1&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 1&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Revision&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;34&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;List Paragraph&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;29&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Quote&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;30&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Quote&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 1&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 1&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 1&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 1&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 1&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 1&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 1&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 1&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 2&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 2&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 2&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 2&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 2&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 2&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 2&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 2&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 2&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 2&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 2&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 2&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 2&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 2&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 3&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 3&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 3&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 3&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 3&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 3&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 3&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 3&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 3&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 3&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 3&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 3&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 3&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 3&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 4&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 4&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 4&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 4&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 4&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 4&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 4&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 4&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 4&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 4&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 4&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 4&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 4&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 4&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 5&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 5&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 5&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 5&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 5&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 5&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 5&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 5&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 5&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 5&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 5&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 5&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 5&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 5&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 6&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 6&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 6&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 6&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 6&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 6&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 6&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 6&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 6&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 6&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 6&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 6&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 6&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 6&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;19&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtle Emphasis&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;21&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Emphasis&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;31&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtle Reference&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;32&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Reference&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;33&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Book Title&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;37&quot; Name=&quot;Bibliography&quot; /&gt; &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;TOC Heading&quot; /&gt; &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;mce:style&gt;&lt;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} --&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;15 hingga 17 November 2010 yang lalu HKBU (&lt;em&gt;Hong Kong Baptist University&lt;/em&gt;) megadakan acara &lt;em&gt;Inauguration of the President and Vice-Chancellor&lt;/em&gt; HKBU yang diadakan di Hong Kong.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Hong Kong Baptist University&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt; sendiri pada tahun 2010 telah tercatat berada pada ranking 111 &lt;em&gt;Times Higher Education Supplement&lt;/em&gt; (THES). HKBU telah menjalin kerja sama yang baik dengan UK Petra selama lima tahun terakhir ini, tercatat telah ada 35 mahasiswa dari HKBU yang ikut dalam &lt;em&gt;Student Exchange&lt;/em&gt; dan&lt;em&gt; Community Outreach Programme&lt;/em&gt; (COP). Acara forum yang diadakan oleh &lt;em&gt;Hong Kong Baptist University&lt;/em&gt; tersebut dihadiri oleh 69 tamu (pada umumnya Presiden/Rektor) dari berbagai universitas dunia, seperti University of San Fransisco, University of Queensland, Concordia University serta berbagai macam universitas lainnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Dalam acara tersebut, UK Petra mendapatkan suatu kehormatan untuk diundang ke dalam acara tersebut, mengingat pula bahwa tamu dari Indonesia yang diundang hanyalah dari UK Petra. Terlebih lagi &lt;span class=&quot;apple-style-span&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;Prof. Rolly Intan, Dr.Eng.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, yang merupakan Rektor dan juga perwakilan dari UK Petra sendiri termasuk salah satu dari 40 tamu yang diminta untuk menggunakan toga dan duduk sebagai senat di atas podium. Dalam acara yang dihadiri oleh perwakilan berbagai universitas tersebut membahas berbagai macam hal terkait kurikulum universitas. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Menarik di dalam Head of University Forum membahas mengenai general education, dimana general education adalah sekumpulan mata kuliah yang ditentukan sebagai mata kuliah wajib diambil oleh semua mahasiswa tanpa memandang jurusan. Sebagai contoh matakuliah general education di HKBU adalah: English, Chinese, Public Speaking, Information Management Tecnology, Numeracy, Physical, History &amp;amp; Civilization, Value &amp;amp; Meaning of Life, Understanding Morality dan sebagainya. General education dapat diidentikan/ ditafsirkan sama dengan MKDU di UK Petra. Sesuatu yang mengejutkan bahwa jumlah sks (credits/ units) general education yang diadakan di HKBU adalah sebanyak 38 credits (dari total 128 credits) yang terdiri dari 26 core requirements dan 12 distribution requirements (yang dipilih dari area keilmuan lainnya). Hal ini mengundang komentar dari perwakilan berbagai universitas yang hadir yang pada umumnya merasa bahwa terlalu sedikit credits yang disediakan untuk memperlengkapi para mahasiswa dengan kompetensi hard skill sesuai dengan bidang keilmuan/ jurusannya. Hal ini dijawab bahwa 93% GDP dan 80% penduduk Hong Kong bekerja pada sector trade dan service. Dengan adanya otomatisasi di dalam berbagai industri manufaktur menyebabkan kebutuhan jumlah tenaga manusia yang memiliki kompetensi hard skill untuk dapat mengoperasikan berbagai mesin (sebagai contoh) sangat sedikit. Sehingga, general education menjadi sangat penting untuk mempersiapkan dan membentuk para lulusan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;untuk menjadi manusia seutuhnya, memiliki kompetensi soft skill agar dapat berperan lebih baik di dalam social life, mampu berinteraksi dengan baik antar sesama, membentuk networking dan trust yang sekaligus menjadi modal utama di dalam&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;mengembangkan perekonomian di sector trade dan service. Menurut salah seorang keynote speaker, ada 10 dimension of life yang harus menjadi perhatian di dalam mengembangkan general education, sbb: Functional, Emotional, intellectual, social, moral &amp;amp; ethics, wealth management, health, network, visual dan environment. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Kita&lt;/span&gt;
&lt;p&gt;15 hingga 17 November 2010 yang lalu HKBU (&lt;em&gt;Hong Kong Baptist University&lt;/em&gt;) megadakan acara &lt;em&gt;Inauguration of the President and Vice-Chancellor&lt;/em&gt; HKBU yang diadakan di Hong Kong.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;Hong Kong Baptist University&lt;/em&gt; sendiri pada tahun 2010 telah tercatat berada pada ranking 111 &lt;em&gt;Times Higher Education Supplement&lt;/em&gt; (THES). HKBU telah menjalin kerja sama yang baik dengan UK Petra selama lima tahun terakhir ini, tercatat telah ada 35 mahasiswa dari HKBU yang ikut dalam &lt;em&gt;Student Exchange&lt;/em&gt; dan&lt;em&gt; Community Outreach Programme&lt;/em&gt; (COP). Acara forum yang diadakan oleh &lt;em&gt;Hong Kong Baptist University&lt;/em&gt; tersebut dihadiri oleh 69 tamu (pada umumnya Presiden/Rektor) dari berbagai universitas dunia, seperti University of San Fransisco, University of Queensland, Concordia University serta berbagai macam universitas lainnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dalam acara tersebut, UK Petra mendapatkan suatu kehormatan untuk diundang ke dalam acara tersebut, mengingat pula bahwa tamu dari Indonesia yang diundang hanyalah dari UK Petra. Terlebih lagi Prof. Rolly Intan, Dr.Eng., yang merupakan Rektor dan juga perwakilan dari UK Petra sendiri termasuk salah satu dari 40 tamu yang diminta untuk menggunakan toga dan duduk sebagai senat di atas podium. Dalam acara yang dihadiri oleh perwakilan berbagai universitas tersebut membahas berbagai macam hal terkait kurikulum universitas.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Menarik di dalam Head of University Forum membahas mengenai general education, dimana general education adalah sekumpulan mata kuliah yang ditentukan sebagai mata kuliah wajib diambil oleh semua mahasiswa tanpa memandang jurusan. Sebagai contoh matakuliah general education di HKBU adalah: English, Chinese, Public Speaking, Information Management Tecnology, Numeracy, Physical, History &amp;amp; Civilization, Value &amp;amp; Meaning of Life, Understanding Morality dan sebagainya. General education dapat diidentikan/ ditafsirkan sama dengan MKDU di UK Petra. Sesuatu yang mengejutkan bahwa jumlah sks (credits/ units) general education yang diadakan di HKBU adalah sebanyak 38 credits (dari total 128 credits) yang terdiri dari 26 core requirements dan 12 distribution requirements (yang dipilih dari area keilmuan lainnya). Hal ini mengundang komentar dari perwakilan berbagai universitas yang hadir yang pada umumnya merasa bahwa terlalu sedikit credits yang disediakan untuk memperlengkapi para mahasiswa dengan kompetensi hard skill sesuai dengan bidang keilmuan/ jurusannya. Hal ini dijawab bahwa 93% GDP dan 80% penduduk Hong Kong bekerja pada sector trade dan service. Dengan adanya otomatisasi di dalam berbagai industri manufaktur menyebabkan kebutuhan jumlah tenaga manusia yang memiliki kompetensi hard skill untuk dapat mengoperasikan berbagai mesin (sebagai contoh) sangat sedikit. Sehingga, general education menjadi sangat penting untuk mempersiapkan dan membentuk para lulusan  untuk menjadi manusia seutuhnya, memiliki kompetensi soft skill agar dapat berperan lebih baik di dalam social life, mampu berinteraksi dengan baik antar sesama, membentuk networking dan trust yang sekaligus menjadi modal utama di dalam  mengembangkan perekonomian di sector trade dan service. Menurut salah seorang keynote speaker, ada 10 dimension of life yang harus menjadi perhatian di dalam mengembangkan general education, sbb: Functional, Emotional, intellectual, social, moral &amp;amp; ethics, wealth management, health, network, visual dan environment.&lt;/p&gt;
Kita di UK Petra perlu untuk secara rutin mengevaluasi kurikulum baik kurikulum kompetensi di jurusan maupun kurikulum secara umum (masuk sebagai kurikuler dan ekstra kurikuler) di tingkat institusi agar lulusan kita mampu perperan dan bersaing di dalam berbagai bidang pekerjaan (kehidupan) sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan panggilan/ kehendak Tuhan bagi pribadi masing-masing.  Prestasi dan reputasi institusi penting untuk dikejar, namun yang lebih penting adalah panggilan UK Petra sebagai institusi pendidikan Kristen di dalam mendidik para mahasiswa yang telah dipercayakan Tuhan untuk diproses dan dipersiapkan untuk menjadi pemimpin-pemimpin Kristen di berbagai bidang kehidupan.&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt; di UK Petra perlu untuk secara rutin mengevaluasi kurikulum baik kurikulum kompetensi di jurusan maupun kurikulum secara umum (masuk sebagai kurikuler dan ekstra kurikuler) di tingkat institusi agar lulusan kita mampu perperan dan bersaing di dalam berbagai bidang pekerjaan (kehidupan) sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan panggilan/ kehendak Tuhan bagi pribadi masing-masing.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Prestasi dan reputasi institusi penting untuk dikejar, namun yang lebih penting adalah panggilan UK Petra sebagai institusi pendidikan Kristen di dalam mendidik para mahasiswa yang telah dipercayakan Tuhan untuk diproses dan dipersiapkan untuk menjadi pemimpin-pemimpin Kristen di berbagai bidang kehidupan.  &lt;/span&gt;
&lt;p&gt;15 hingga 17 November 2010 yang lalu HKBU (&lt;em&gt;Hong Kong Baptist University&lt;/em&gt;) megadakan acara &lt;em&gt;Inauguration of the President and Vice-Chancellor&lt;/em&gt; HKBU yang diadakan di Hong Kong.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;Hong Kong Baptist University&lt;/em&gt; sendiri pada tahun 2010 telah tercatat berada pada ranking 111 &lt;em&gt;Times Higher Education Supplement&lt;/em&gt; (THES). HKBU telah menjalin kerja sama yang baik dengan UK Petra selama lima tahun terakhir ini, tercatat telah ada 35 mahasiswa dari HKBU yang ikut dalam &lt;em&gt;Student Exchange&lt;/em&gt; dan&lt;em&gt; Community Outreach Programme&lt;/em&gt; (COP). Acara forum yang diadakan oleh &lt;em&gt;Hong Kong Baptist University&lt;/em&gt; tersebut dihadiri oleh 69 tamu (pada umumnya Presiden/Rektor) dari berbagai universitas dunia, seperti University of San Fransisco, University of Queensland, Concordia University serta berbagai macam universitas lainnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dalam acara tersebut, UK Petra mendapatkan suatu kehormatan untuk diundang ke dalam acara tersebut, mengingat pula bahwa tamu dari Indonesia yang diundang hanyalah dari UK Petra. Terlebih lagi Prof. Rolly Intan, Dr.Eng., yang merupakan Rektor dan juga perwakilan dari UK Petra sendiri termasuk salah satu dari 40 tamu yang diminta untuk menggunakan toga dan duduk sebagai senat di atas podium. Dalam acara yang dihadiri oleh perwakilan berbagai universitas tersebut membahas berbagai macam hal terkait kurikulum universitas.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Menarik di dalam Head of University Forum membahas mengenai general education, dimana general education adalah sekumpulan mata kuliah yang ditentukan sebagai mata kuliah wajib diambil oleh semua mahasiswa tanpa memandang jurusan. Sebagai contoh matakuliah general education di HKBU adalah: English, Chinese, Public Speaking, Information Management Tecnology, Numeracy, Physical, History &amp;amp; Civilization, Value &amp;amp; Meaning of Life, Understanding Morality dan sebagainya. General education dapat diidentikan/ ditafsirkan sama dengan MKDU di UK Petra. Sesuatu yang mengejutkan bahwa jumlah sks (credits/ units) general education yang diadakan di HKBU adalah sebanyak 38 credits (dari total 128 credits) yang terdiri dari 26 core requirements dan 12 distribution requirements (yang dipilih dari area keilmuan lainnya). Hal ini mengundang komentar dari perwakilan berbagai universitas yang hadir yang pada umumnya merasa bahwa terlalu sedikit credits yang disediakan untuk memperlengkapi para mahasiswa dengan kompetensi hard skill sesuai dengan bidang keilmuan/ jurusannya. Hal ini dijawab bahwa 93% GDP dan 80% penduduk Hong Kong bekerja pada sector trade dan service. Dengan adanya otomatisasi di dalam berbagai industri manufaktur menyebabkan kebutuhan jumlah tenaga manusia yang memiliki kompetensi hard skill untuk dapat mengoperasikan berbagai mesin (sebagai contoh) sangat sedikit. Sehingga, general education menjadi sangat penting untuk mempersiapkan dan membentuk para lulusan  untuk menjadi manusia seutuhnya, memiliki kompetensi soft skill agar dapat berperan lebih baik di dalam social life, mampu berinteraksi dengan baik antar sesama, membentuk networking dan trust yang sekaligus menjadi modal utama di dalam  mengembangkan perekonomian di sector trade dan service. Menurut salah seorang keynote speaker, ada 10 dimension of life yang harus menjadi perhatian di dalam mengembangkan general education, sbb: Functional, Emotional, intellectual, social, moral &amp;amp; ethics, wealth management, health, network, visual dan environment.&lt;/p&gt;
Kita di UK Petra perlu untuk secara rutin mengevaluasi kurikulum baik kurikulum kompetensi di jurusan maupun kurikulum secara umum (masuk sebagai kurikuler dan ekstra kurikuler) di tingkat institusi agar lulusan kita mampu perperan dan bersaing di dalam berbagai bidang pekerjaan (kehidupan) sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan panggilan/ kehendak Tuhan bagi pribadi masing-masing.  Prestasi dan reputasi institusi penting untuk dikejar, namun yang lebih penting adalah panggilan UK Petra sebagai institusi pendidikan Kristen di dalam mendidik para mahasiswa yang telah dipercayakan Tuhan untuk diproses dan dipersiapkan untuk menjadi pemimpin-pemimpin Kristen di berbagai bidang kehidupan.&lt;/div&gt;</description>
			<pubDate>Sat, 01 Jan 2011 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/rektor-uk-petra-menghadiri-inauguration-of-the-president-and-vice-chancellor-hkbu-hong-kong-baptist-university/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Buah Manis di Kota Baru Parahyangan</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/buah-manis-di-kota-baru-parahyangan/</link>
			<description>&lt;p&gt;Satu lagi prestasi yang berhasil ditorehkan oleh mahasiswa UKP; tepatnya Desember 2010 yang lalu lima orang mahasiswa jurusan Arsitektur UK Petra angkatan 2007 berhasil menyabet juara tiga dalam perlombaan &lt;em&gt;Green Design&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Lomba &lt;em&gt;Green Design&lt;/em&gt; yang diadakan oleh Kota Baru Parahyangan (KBP), sebuah developer di Bandung ini merupakan perlombaan yang ditujukan tidak hanya untuk kalangan mahasiswa saja akan tetapi juga diikuti oleh para Arsitek professional. Awalnya tim UK Petra mengirimkan empat kelompok dengan lima mahasiswa tiap kelompoknya yang tergabung dalam mata kuliah pilihan Arsitektur Kota. “Perlombaan ini untuk melatih mental mereka sekaligus agar terlatih menghadapi kompetisi apapun,” ujar Rully Damayanti, ST., M.Art selaku dosen Arsitektur Kota. Pada akhirnya hanya satu tim saja yang berhasil memetik buah manis dari perlombaan berskala nasional ini. Tim ini beranggotakan Lisa Agustin, Suryanaga, Stefany Doho, Hendrick Tanuwidjaya, dan Alex Setiawan. Mereka berhasil menyisihkan 50 tim.  “Persiapan kami sangat mepet, karena praktis kami hanya membuatnya dalam jangka waktu 10 hari saja di tengah banyaknya tugas mata kuliah yang lain,” ujar Lisa. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dalam lomba ini para peserta diminta membuat konsep &lt;em&gt;Green Design&lt;/em&gt; untuk &lt;em&gt;Publik Building&lt;/em&gt; diatas lahan sebesar 14 ha yang ada di Kota Baru Parahyangan. Para peserta harus bisa membuat konsep bangunan dengan fungsi MICE (&lt;em&gt;Meeting, Incentive, Convention, Exhibition&lt;/em&gt;) yang di dalamnya terdapat &lt;em&gt;resort, botanical garden, waterpark area, birdpark area, retail, café&lt;/em&gt; dan restoran, &lt;em&gt;wellness center, water adventure mass, horse riding track&lt;/em&gt;. Setelah melalui perundingan, Lisa dkk sepakat mengambil konsep bangunan budaya Sunda. Uniknya, budaya Sunda yang umumnya berbentuk persegi atau kotak kali ini dimodifikasi secara modern dengan desain berbentuk lengkung-persegi panjang disesuaikan dengan kontur yang ada. “Konsep ini sengaja kami ambil agar dapat memaksimalkan lahan yang ada,” ujar Stefany.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Setelah mendapat berita, Lisa dkk yang menjadi finalis ini harus bersaing dengan empat Arsitek professional lainnya. Bermodalkan Rp 3.000.000 dari panitia, para finalis diharuskan membuat Maket, Produk Detail dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dari sketsa yang telah dikirimkan saat babak penyisihan. Penjurian berlangsung tertutup selama 30 menit dengan dua sistem yaitu presentasi dan tanya jawab. Akhirnya para juri yang terdiri dari Ir. Nirwono Joga,MLA, Ir. Anthony Sihombing, MDP, Ph.D, Ir. Ahmad D. Tardiyana, MUDD sepakat menetapkan tim UK Petra sebagai juara tiga yang berhak atas piagam dan membawa pulang hadiah sebesar Rp. 7.500.000. (Aj)&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Wed, 29 Dec 2010 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/buah-manis-di-kota-baru-parahyangan/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Melaju Dari Kampus Bebas Rokok Menjadi Kawasan Tanpa Rokok </title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/melaju-dari-kampus-bebas-rokok-menjadi-kawasan-tanpa-rokok/</link>
			<description>&lt;p&gt;Awal tahun 2011, ada gebrakan baru di UK Petra. UK Petra yang sebelumnya dikenal sebagai Kampus Bebas Rokok sejak 2003 telah melangkah lebih tegas dan berani dengan mendeklarasikan dirinya sebagai Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Hal ini diungkapkan oleh Prof. Rolly Intan, “Peraturan Pelaksanaan Kawasan Tanpa Rokok UK Petra mulai diberlakukan dengan pertimbangan bahwa kampus merupakan tempat proses belajar mengajar yang sudah seharusnya mengajarkan tentang kesehatan dan kebersihan lingkungan tidak saja pada konteks lokal namun juga pada skala global. Dengan demikian diharapkan kampus akan menjadi area yang nyaman bagi seluruh warga kampus. Kebijakan ini sekaligus mendukung Peraturan Daerah (Perda) Kota Surabaya no 5 tahun 2008 mengenai Kawasan Tanpa Rokok dan Kawasan Terbatas Rokok ”.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Perubahan tersebut membawa konsekuensi bagi pelaksanaan KTR. Sebelumnya apabila perokok masih diberi kelonggaran merokok di ruangan terbuka tanpa atap maka sejak 1 Januari 2011, semua kawasan kampus UK Petra menjadi terisolasi tanpa rokok. Konsekuensi lainnya seperti apa? Rolly menjelaskan bahwa sesuai dengan peraturan UK Petra sebagai KTR, kini di UK Petra dilarang melakukan kegiatan produksi, penjualan, iklan, promosi dan/atau penggunaan rokok. Hal tersebut berlaku bagi siapa saja yang berada di semua wilayah UK Petra termasuk tamu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Lebih lanjut Rolly menjelaskan mengenai prosedur penerapan sanksi, mulai dari pembinaan khusus misalnya saja dengan pengarahan oleh Ketua Jurusan/Kepala  Program, atasan atau pimpinan unit kerja yang bersangkutan. “Pihak kampus juga akan menyediakan konseling oleh Pusat Konseling dan Pengembangan Pribadi (PKPP) atas rujukan dari Ketua Jurusan/Kepala Program, atasan atau pimpinan unit kerja yang bersangkutan.  Rolly juga menyinggung bahwa kampus tetap akan melakukan sosialisasi mengenai penerapan KTR ini. “Silakan saja, telusuri kampus UK Petra. Saudara akan menemukan &lt;em&gt;signage&lt;/em&gt;, spanduk, poster sampai papan peraturan yang menjelaskan tentang KTR. Mari seluruh warga kampus berpartisipasi, yang terpenting adalah kesadaran bersama bahwa menjaga serta memelihara lingkungan itu tanggung jawab kita semua”, pungkasnya. (Inggrit)&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 25 Jan 2011 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/melaju-dari-kampus-bebas-rokok-menjadi-kawasan-tanpa-rokok/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>UK Petra Bentuk Center for Chinese Indonesian Studies (CCIS)</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/uk-petra-bentuk-center-for-chinese-indonesian-studies-ccis/</link>
			<description>&lt;p&gt;UK Petra kali ini kembali membuat sebuah terobosan. Pada bulan Februari 2011 yang akan datang UKP akan me-&lt;em&gt;launching &lt;/em&gt;sebuah pusat studi resmi bagi komunitas Tionghoa pertama di Indonesia dengan nama CCIS (&lt;em&gt;Center for Chinese Indonesian Studies&lt;/em&gt;) yang akan diresmikan pada 18 Februari 2011 yang akan datang.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Gagasan awal dari pembentukan CCIS ini menurut Aditya Nugraha adalah karena kebutuhan akan suatu forum yang dapat mewadahi dosen-dosen UK Petra yang memiliki minat akan penelitian komunitas Tionghoa. “Dosen-dosen ini berasal dari berbagai disiplin ilmu mulai dari arsitektur, manajemen hingga ilmu sosial. Mereka memiliki satu kesamaan yaitu sama-sama memiliki minat tentang komunitas Tionghoa,” ujar kepala Perpustakaan UK Petra yang juga salah satu penggagas awal CCIS ini. Di lain kesempatan, ketua CCIS yaitu Esther Kuntjara mengatakan yang menyebabkan berdirinya adalah belum adanya pusat studi akademis resmi tentang masyarakat Tionghoa di Indonesia. “Yang selama ini  ada hanyalah komunitas-komunitas tanpa dukungan akademis yang jelas,” jelas dosen yang telah purna tugas ini. Nantinya wanita yang berkantor di gedung B ini berharap CCIS bisa menjadi tempat rujukan dalam mempelajari komunitas Tionghoa di Indonesia.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Jika CCIS ingin menjadi Pusat Studi dan Penelitian, CCIS harus memiliki kerjasama dengan institusi akademis lain. Esther mengungkapkan kalau CCIS sudah menjalin kerjasama akademis dengan universitas luar negeri salah satunya dengan &lt;em&gt;Confucius Institute&lt;/em&gt; yang berada di Tiongkok.  Esther juga menyiratkan keinginannya bahwa dengan mengadakan kerjasama dengan universitas di luar negeri, CCIS bisa menjadi &lt;em&gt;go international&lt;/em&gt;.&lt;em&gt; &lt;/em&gt;Kegiatan-kegiatan yang akan diselenggarakan CCIS menurut Esther adalah seminar-seminar bertemakan Tionghoa baik di bidang bisnis, sosial, atau identitas. Juga berupa bedah buku dan diskusi yang berhubungan dengan komunitas Tionghoa di Indonesia. Selama ini CCIS sudah mengadakan seminar bisnis &lt;em&gt;Sun Tzu&lt;/em&gt;, bedah buku “&lt;em&gt;Only a Girl&lt;/em&gt;”, dan diskusi “cangkrukan” tentang identitas Tionghoa di Indonesia.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Selain itu CCIS  juga memberikan bantuan berupa data maupun literatur yang dibutuhkan untuk penelitian tentang komunitas Tionghoa di Indonesia. Aditya yang menangani masalah dokumentasi di CCIS, mengatakan bahwa ia telah memperkaya koleksi literature tentang masyarakat Tionghoa di Indonesia dengan koleksi majalah dan buku yang sampai ia cari ke luar negeri. Ia juga mengkoleksi karya tugas akhir mahasiswa yang meneliti tentang komunitas Tionghoa. “Di sini kita sebagai fasilitator untuk proses penelitian dengan cara menyediakan data dan literatur yang dibutuhkan,” ujar Aditya yang bercita-cita mengumpulkan semua koleksi literatur Tionghoa di perpustakaan ke tempat khusus bernama ”&lt;em&gt;CCIS Corner&lt;/em&gt;”.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Harapan berdirinya CCIS juga diungkapkan oleh sekretaris CCIS Elisa Christiani. “Melalui CCIS, masyarakat Tionghoa akan terbantu dalam mencari “&lt;em&gt;missing link&lt;/em&gt;” mereka selama 32 tahun, tanpa mengurangi arti menjadi warga negara Indonesia serta mempelajari peleburan budaya yang unik antara Indonesia dan Tionghoa,” ujar dosen yang mahir berbahasa mandarin ini sambil memberikan contoh mengenai akuturasi budaya seperti lontong &lt;em&gt;cap go meh&lt;/em&gt;. (Chriz)&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 01 Feb 2011 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/uk-petra-bentuk-center-for-chinese-indonesian-studies-ccis/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Ciptakan  wajah elegan dan representatif UK Petra</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/ciptakan-wajah-elegan-dan-representatif-uk-petra/</link>
			<description>&lt;p&gt;Mungkin banyak&lt;em&gt; &lt;/em&gt;warga kampus terutama mahasiswa UK Petra yang heran dengan kondisi &lt;em&gt;enterance hall&lt;/em&gt; kampus gedung W yang kini ditutup dengan papan pembatas. Dengan pembatas-pembatas tersebut mereka mengalami kesulitan untuk memasuki gedung-gedung penting seperti BAAK karena aksesnya ditutup dan harus memutar melewati sisi luar. Namun semua itu bukanlah tanpa alasan karena semuanya dilakukan untuk merenovasi &lt;em&gt;enterance hall&lt;/em&gt; UK Petra.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;”Kita ingin membuat enterance hall sebagai wajah UK Petra yang lebih cerah, elegan dan representatif” ujar Timoticin Kwanda selaku perencana tim &lt;em&gt;Master Plan&lt;/em&gt; YPTK Petra dalam proyek ini. Nantinya di &lt;em&gt;enterance hall&lt;/em&gt; akan dibuat empat ruang baru yaitu &lt;em&gt;lounge&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;quality gallery&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;souvenir shop&lt;/em&gt;, serta &lt;em&gt;lobby &lt;/em&gt;BAAK. Pembangunan ini menurut Timoticin akan berlangsung selama empat bulan dan dijadwalkan selesai pada bulan April 2011. Dengan adanya &lt;em&gt;l&lt;/em&gt;&lt;em&gt;ounge&lt;/em&gt; diharapkan dapat menjadi tempat tunggu yang nyaman bagi masyarakat umum jika ingin berkunjung ke UK Petra. Dalam ruang &lt;em&gt;quality gallery&lt;/em&gt; masyarakat mendapatkan informasi tentang sejarah perjalanan dan prestasi-prestasi yang telah dicapai oleh UK Petra selama ini. Sedangkan &lt;em&gt;Souvenir Shop&lt;/em&gt; itu sendiri nantinya para pengunjung bisa mendapatkan beragam souvenir universitas.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tujuan pembangunan yang sebenarnya oleh tim &lt;em&gt;Master Plan&lt;/em&gt; ini &lt;em&gt;enterance hall&lt;/em&gt; difungsikan sebagai pintu masuk menuju UK Petra agar memberikan kesan &lt;em&gt;apik&lt;/em&gt;. Timoticin juga menjelaskan detail rancangan  lengkap dengan gambar desain interiornya. Kendala dalam proyek ini adalah adanya agenda kampus yang sedikit mengganggu saat pengerjaan proyek ini. Contohnya saat wisuda bulan Februari nanti dan penggunaaan auditorium untuk kegiatan mahasiswa selama masa renovasi. Namun Timoticin dan tim &lt;em&gt;Master Plan&lt;/em&gt; sudah berusaha meminimalisirnya. ”Khusus untuk wisuda kami akan buka papan pembatas meskipun pengerjaan belum selesai, sementara untuk kegiatan lainnya kita akan buatkan rute keluar masuk yang tidak mengganggu pengerjaan proyek” jelas pria berkacamata ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Meskipun mengganggu kegiatan kampus namun nantinya &lt;em&gt;spot-spot&lt;/em&gt; ini akan memiliki fungsi yang menguntungkan mahasiswa. Handoko, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan yang didampingi Timoticin ikut menjelaskan bahwa nantinya &lt;em&gt;lounge&lt;/em&gt; atau &lt;em&gt;souvenir shop&lt;/em&gt; bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa. ” &lt;em&gt;Lounge&lt;/em&gt; maupun &lt;em&gt;souvenir shop&lt;/em&gt; dapat digunakan untuk kerja praktik mahasiswa Fakultas Ekonomi untuk melatih &lt;em&gt;enterpreneurship&lt;/em&gt; misalnya” jelas pria yang juga sekretaris tim &lt;em&gt;Master Plan&lt;/em&gt; ini. (Chriz)&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Wed, 02 Feb 2011 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/ciptakan-wajah-elegan-dan-representatif-uk-petra/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Wisudawan Terbaik - Wisuda ke-59</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/wisudawan-terbaik-wisuda-ke-59/</link>
			<description>&lt;p&gt;Lebih cepat lebih santai, begitulah kalimat yang menjadi acuan Felix saat berencana menyelesaikan kuliahnya selama tiga setengah tahun. Bukan cuma lebih cepat setengah tahun dari masa studi normal, namun ia juga mendapatkan predikat sebagai wisudawan dengan IPK tertinggi 3,96 pada wisuda ke 59 tahun 2011 kali ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“Rencana pertama kuliah sih empat tahun, namun setelah semester tiga saya mulai berencana untuk menyelesaikan kuliah tiga setengah tahun karena lebih cepat ke S2,” ujar pria berkacamata ini. “Memang lebih berat bebannya, apalagi di semester awal yang memang masa tersulit di jurusan Teknik Sipil,” ujar bungsu empat bersaudara ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kesulitan lain yang dihadapinya adalah ketika ia mengerjakan skripsi. Kerumitan dan kompleksnya topik yang dia bahas dalam skripsinya membuat dosen pembimbingnya sempat pesimis. “Kata dosen pembimbing saya, skripsi ini harusnya dikerjakan oleh professor bukannya mahasiswa sehingga dia mengatakan bisa-bisa skripsi ini tidak selesai dalam waktu enam bulan,” Ujar pria yang rajin mengikuti &lt;em&gt;Bridge Competition&lt;/em&gt; UK Petra sejak SMA ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Namun hal itu tidak membuatnya patah semangat. Dengan rajin dan tekun dia terus mempelajari literatur yang tidak sedikit untuk melengkapi penelitiannya. ”Selain itu, saya juga berkonsultasi dengan dosen-dosen ahli di Jurusan Teknik Sipil,” lanjut wisudawan yang meneliti tentang prosedur tahan gempa pada struktur atas gedung bertingkat ini. Hasil yang diperoleh tidak sia-sia karena dia akhirnya mendapatkan nilai A dalam skripsinya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Hebatnya semua prestasi yang ia dapatkan tidak membuatnya sombong. Meskipun mendapatkan IPK tertinggi, ia menyatakan bahwa dirinya bukan orang yang pandai dalam semua hal. ”IPK hanya menunjukkan konsistensi kita dalam belajar, kalau tentang kepandaian ya cuma ini(teknik sipil) yang saya bisa,” ujarnya rendah hati.  Ia juga memberikan saran bagi mahasiswa agar tidak meremehkan setiap matakuliah karena tiap matakuliah memiliki esensi penting yang bisa diterapkan dalam kehidupan.&lt;strong&gt;(Chriz)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Sat, 19 Feb 2011 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/wisudawan-terbaik-wisuda-ke-59/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Semakin Profesional dengan Program Pendidikan Profesi Arsitek</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/semakin-profesional-dengan-program-pendidikan-profesi-arsitek/</link>
			<description>&lt;p&gt;Globalisasi semakin menguak, merambah tuntutan khusus bagi dunia profesi. Globalisasi menciptakan sebuah standarisasi terhadap kompetensi seseorang yakni dengan munculnya tuntutan sertifikasi. Tantangan dan semangat inilah yang kemudian dijawab oleh Jurusan Arsitektur UK Petra dengan  menyediakan Program Pendidikan Profesi Arsitek (PPAr) bagi para calon arsitek. Seorang lulusan dari Jurusan Arsitektur tidak sekedar cukup menyandang gelar sarjana arsitektur untuk melakukan perancangan sebuah bangunan. Ia juga diharuskan memiliki sertifikat sebagai bentuk pengakuan terhadap kompetensi profesi yang dimilikinya. Selain itu, arsitek yang telah memiliki sertifikat profesi juga akan terbantu untuk menunjang karier dan peningkatan penghasilan.  &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Agus Dwi Hariyanto, S.T., M.Sc., Ketua Jurusan Arsitektur UK Petra mengungkapkan, “Penyelenggaraan PPAr ini sudah dimulai sejak awal semester gasal 2010/2011. Sebagai institusi pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan arsitektur, tujuan program ini sudah cukup jelas, yaitu memberikan layanan dan ketersediaan kepada masyarakat dan industri jasa konstruksi yang membutuhkan tenaga arsitek yang berkompeten dan mampu bekerja secara profesional”. Ir. M.I. Aditjipto, M.Arch, selaku kepala program juga menambahkan bahwa pembentukan PPAr ini juga sesuai dengan kesepakatan dunia internasional (UIA) dan konvensi Standar Kompetensi Arsitek Profesional (Depnaker RI, 1998) dan IAI yang mensyaratkan perlunya sebuah Program Pendidikan Profesi Arsitek (PPAr) selama dua semester setelah jenjang S1 sebagai bagian proses seseorang mendapatkan sertifikat keahlian di bidang arsitektur, dengan kata lain menjadi seorang Arsitek Profesional.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Setelah seorang calon arsitek menyelesaikan program pendidikan sarjana S1 selama 4 tahun, dan mengikuti pendidikan profesi di tahun berikutnya, dengan menempuh 24 sks dan magang selama 2 tahun sebelum menempuh ujian pofesi untuk mendapatkan sertifikat keahlian. Sertifikasi ini merupakan upaya merealisasikan cita-cita untuk membangun &lt;em&gt;good governance in architecture practice&lt;/em&gt;. Arsitek yang memiliki SKA (sertifikat keahlian) dan berarti sudah menjadi &lt;em&gt;certified&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;registered architect &lt;/em&gt;yang telah tercatat di Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional (LPJKN). Selain itu bagi Arsitek Profesional yang mengalami pendidikan selama 5 tahun ini dapat mendaftarkan diri untuk menjadi &lt;em&gt;Asean Architect&lt;/em&gt;, sehingga dapat berprofesi sebagai Arsitek Profesional di negara-negara Asean.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;SKA merupakan syarat untuk mendapatkan lisensi untuk berpraktek arsitektur di Indonesia (&lt;em&gt;licensed Architect&lt;/em&gt;). Selain itu, dibukanya PPAr ini untuk memenuhi UU RI no 18 tahun 1999 tentang jasa konstruksi yang menetapkan persyaratan “ahli yang professional” untuk perencana, pelaksana dan pengawas dalam bidang jasa konstruksi. Beberapa topik yang akan diajarkan dalam program ini antara lain mengenai &lt;em&gt;Architectural Practice and Professional Ethics&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Energy Efficient Building, Building Services, &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;Sustainable Architecture&lt;/em&gt;.  &lt;strong&gt;(Inggrit)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Wed, 16 Feb 2011 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/semakin-profesional-dengan-program-pendidikan-profesi-arsitek/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Menapak Naik Dengan Certified Management Accountant </title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/menapak-naik-dengan-certified-management-accountant/</link>
			<description>&lt;p&gt;Program Akuntansi Bisnis kembali mengadakan kerjasama internasional. Setelah mengadakan program &lt;em&gt;double degree&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;student exchange&lt;/em&gt;, mereka kini memantapkan langkahnya dengan menjalin kerjasama dengan ICMA (&lt;em&gt;Institute  Certified Management Accountant&lt;/em&gt;) yang berpusat di Australia. Kerjasama mereka ditandai dengan penandatangan MoU pada 6 Februari lalu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;CMA (&lt;em&gt;Certified Management Accountant&lt;/em&gt;) merupakan program yang bergengsi karena perjalanan dalam meraihnya membutuhkan pelatihan intensif 56 jam, ujian internasional serta lima tahun pengalaman kerja di bidang akuntansi dan keuangan. Namun hasil yang didapatkan sangat sepadan dengan pengorbanannya, antara lain dapat bergabung dengan komunitas akuntan manajemen internasional yang memberikan peluang besar untuk berkembang di Indonesia maupun internasional.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Menurut Josua Tarigan, SE., M.B.A., selaku ketua program Akuntasi Bisnis, kerjasama dengan ICMA ini merupakan kerjasama sertifikasi profesi akuntansi manajemen  yang bergengsi. “Nantinya kerjasama akan berbentuk pemberian gelar CMA (&lt;em&gt;Certified Management Accountant&lt;/em&gt;)”, ujar pria hitam manis ini. Menurut Josua, CMA merupakan akuntan internal perusahaan yang diibaratkan perannya sebagai “akuntan dokter”.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“Kami memilih ICMA karena melihat keunggulannya dalam menggabungkan  keahlian akuntansi serta strategi bisnis,” ujar Josua. “ Hal ini sangat sesuai dengan tujuan didirikannya Akuntansi Bisnis di UK Petra. Kerjasama sertifikasi ini juga memberikan keunggulan global bagi mahasiswa akuntansi bisnis,” tambahnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sebenarnya, dalam sertifikasi profesi akuntasi bisnis terdapat dua gelar yang bergengsi yaitu CMA (&lt;em&gt;Certified Management Accountant&lt;/em&gt;) dan CPA (&lt;em&gt;Certified public accountant&lt;/em&gt;). Namun untuk CPA yang dikenal sebagai “akuntan polisi” atau &lt;em&gt;external auditor&lt;/em&gt;, menurut Josua, lebih cocok bekerjasama dengan lembaga lokal yaitu Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI). Hal ini disebabkan karena standar audit akuntansi keuangan di setiap negara masih berbeda.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“Sehingga untuk sekarang ini kita lebih &lt;em&gt;prefer&lt;/em&gt; kerjasama dengan institut lokal,” ujarnya saat diwawancarai melalui telepon.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Menurut dekan fakultas ekonomi, Diah Dharmayanti, SE, Msi, CPM, CPBC, UK Petra menjadi kampus pertama di Surabaya yang menjalin kerjasama dengan ICMA Australia. Wanita ini juga optimis kerjasama ini akan mampu mencetak profesional dari UK Petra dengan kompetensi &lt;em&gt;management accounting strategic&lt;/em&gt; berstandar internasional, tidak melulu dari lulusan perguruan tinggi asing. (&lt;strong&gt;Chriz&lt;/strong&gt;)&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Sun, 06 Feb 2011 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/menapak-naik-dengan-certified-management-accountant/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Seminar dan Peluncuran CCIS</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/seminar-dan-peluncuran-ccis/</link>
			<description>&lt;p&gt;Pada hari Jumat 18 Februari 2011, CCIS mengadakan acara seminar bertema ”&lt;em&gt;Chinese Indonesians in Modern Indonesia&lt;/em&gt;” di AV-503 gedung T, Kampus UK Petra. Seminar ini sekaligus menandai peluncuran resmi&lt;em&gt; Center for Chinese Indonesian Studies&lt;/em&gt; (CCIS) di Universitas Kristen Petra.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Seminar ini dimulai dengan kata sambutan dari ketua LPPM yang juga membawahi CCIS yaitu Profesor Liliany Sigit Arifin dan ketua CCIS sendiri yaitu Profesor Esther H. Kuntjara. Selanjutnya rektor UK Petra, Profesor Rolly Intan meresmikan berdirinya CCIS dengan memukulkan palu sebagai tanda peresmian Pusat Studi Tionghoa Indonesia.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Memasuki sesi seminar, pembicara pertama yaitu Profesor Leo Suryadinata yang juga direktur &lt;em&gt;Chinese Heritage Center&lt;/em&gt;, Singapura menjelaskan bahwa peran bangsa Tionghoa di Indonesia sangat besar, terutama ketika masa perjuangan melawan kolonialisme.  “Pada tahun 1932, bangsa Tionghoa Indonesia membentuk partai politik Tionghoa Indonesia yang melawan penjajah Belanda meskipun saat itu mereka dibedakan dari masyarakat pribumi. Hal itu menandakan mereka sudah memiliki kesadaran bahwa Indonesia adalah tanah air mereka,” ujar Guru Besar National University of Singapore ini. Profesor yang datang memakai jas dengan baju bermotif batik ini juga mengatakan bahwa bangsa Tionghoa memberikan sumbangsih besar dalam perkembangan bangsa Indonesia. “Makanan, arsitektur, pers, sastra, maupun perfilman Indonesia semuanya memiliki jejak orang Tionghoa.”&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pembicara kedua yaitu Dr. Priyanto Wibowo, SS selaku Ketua Departemen Sejarah, Universitas Indonesia menjelaskan bahwa peran bangsa Tionghoa penting dalam pembentukan budaya nusantara. “Bangsa Tionghoa bukan hanya bagian dari kebudayaan nusantara namun merupakan pembentuk dari kebudayaan nusantara itu sendiri,” ujarnya sambil mengutip pernyataan Denys Lombard. Pria yang memakai jas hitam ini juga menganalisa kegiatan politik orang Tionghoa di Indonesia pada masa modern. ”Setelah tahun 1998, muncul keinginan masyarakat Tionghoa untuk aktif berpolitik. Ada yang menginginkan pembentukan parpol berbasis etnis, ada pula yang tidak setuju dan bergabung dengan partai yang telah mapan,” ujarnya. Menurutnya, antusiasme warga Tionghoa dalam kegiatan politik tersebut merupakan bentuk &lt;em&gt;positioning&lt;/em&gt; yang menunjukkan mereka adalah bangsa yang bebas dan merdeka dari segala tekanan penguasa.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pembicara ketiga adalah Setefanus Suprajitno, dosen jurusan Sastra Inggris UK Petra yang sedang menyelesaikan studi S-3 di Cornell University, Ithaca, New York, USA. Menurut pria lulusan National University of Singapore (Master of Arts in English Studies) dan Cornell University (Master of Arts in Anthropology), gejala esensialisme (bahwa identitas budaya itu tidak pernah berubah) sekarang sedang banyak terlihat di Indonesia, khususnya dalam perayaan budaya Tionghoa. Gejala ini menunjukkan bahwa budaya Tionghoa semakin diterima di masyarakat Indonesia.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Acara seminar yang dimoderatori oleh Sally Azaria, S.Sos ini juga mendapat  kehormatan dengan kedatangan seorang tamu istimewa yaitu Alim Markus, CEO dari Maspion Group yang sosoknya tertangkap kamera sedang bercengkrama dengan tamu-tamu lain dan turut mengikuti sebagian dari rangkaian acara seminar ini.(&lt;strong&gt;Chriz&lt;/strong&gt;)&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Fri, 18 Feb 2011 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/seminar-dan-peluncuran-ccis/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Berbagi Pengalaman dan Wawasan  dalam Workshop Untuk Sekolah Mitra</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/berbagi-pengalaman-dan-wawasan-dalam-workshop-untuk-sekolah-mitra/</link>
			<description>&lt;p&gt;Tak kenal maka tak sayang, pepatah ini yang kemudian diimplementasikan oleh UK Petra dalam &lt;em&gt;workshop&lt;/em&gt; untuk sekolah mitra. &lt;em&gt;Workshop&lt;/em&gt; ini selain membagikan wawasan dan pengalaman tentang organisasi sekaligus untuk mendekatkan UK Petra dengan para pengurus OSIS di beberapa SMA di Makasar. Bagaimana kisah perjalanannya? DP sajikan dalam liputannya kali ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sabtu pagi, 12 Februari 2011 yang lalu ruangan pertemuan di salah satu hotel bintang empat tampak kerumunan beberapa orang berpakaian batik dan seragam sekolah. Ya, mereka adalah para guru pedamping kesiswaan dan siswa-siswi SMA di Makassar. Para guru diberikan &lt;em&gt;workshop&lt;/em&gt; Pengembangan Peran Pendamping Kesiswaan sedangkan para siswa-siswinya diberikan &lt;em&gt;workshop &lt;/em&gt;mengenai Orientasi Kesiswaan yang dipandu langsung oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UK Petra. ”Selama satu hari para guru pendamping Kesiswaan dan pengurus OSIS ini akan diberi pelatihan. Kedua &lt;em&gt;workshop&lt;/em&gt; ini memang sengaja tidak dijadikan satu baik tempat dan pembicaranya karena disesuaikan dengan &lt;em&gt;audience&lt;/em&gt;nya akan tetapi tetap satu tema besar”, ujar Ir. Jones Syaranamual, M.Eng., selaku Kepala Unit Humas dan Informasi Studi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Apa saja yang harus dilakukan oleh guru pembina agar sukses mendampingi siswa pengurus OSIS? Pertanyaan inilah yang coba di bahas tuntas dalam workshop Pengembangan Peran Pendamping Kesiswaan yang dibagi menjadi tiga sesi yaitu persepsi, berbagai gaya dalam bekerja dan negosiasi. Workshop yang dibawakan langsung oleh Ir. Jones Syaranamual, M.Eng tidak hanya melulu pemberian materi saja. Peserta juga diajak bermain seru melalui simulasi. Misalnya saja, ketika peseta diminta untuk membentuk tim yang jumlahnya berdasarkan jari manusia. Ada yang berperan sebagai ibu jari, telunjuk, jari tengah, jari manis maupun kelingking. Tim kemudian diminta untuk membuat pesawat kertas berdasarkan fungsinya masing-masing. Meski tidak mudah, mereka berusaha menyelesaikannya dan kekompakan jelas terlihat meski mereka dari berbagai SMA di Makassar.  &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tak jauh berbeda dengan &lt;em&gt;workshop&lt;/em&gt; para pembina kesiswaan, di &lt;em&gt;workshop &lt;/em&gt;Orientasi Kesiswaan ini berbicara mengenai ketrampilan apa sajakah yang harus dimiliki oleh para pengurus OSIS. &lt;em&gt;Workshop&lt;/em&gt; yang dihadiri oleh para pengurus OSIS ini berlangsung serius tetapi santai. Ke-39 pengurus OSIS ini diberikan materi mengenai &lt;em&gt;Creative Thinking&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Time Management&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Building Relation&lt;/em&gt;. Raut muka lelah tampak jelas tergambar akan tetapi mereka sangat antusias mengikuti acara hingga selesai. Mereka bahkan ditantang untuk beradu dalam kompetisi robotik, perpajakan dan merancang desain bangunan sederhana dalam &lt;em&gt;My Beautiful Tower&lt;/em&gt;.&lt;strong&gt;(Aj)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Sat, 12 Feb 2011 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/berbagi-pengalaman-dan-wawasan-dalam-workshop-untuk-sekolah-mitra/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Melalui ISO, Raih Jaminan Mutu dan Pelayanan Berkelanjutan</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/melalui-iso-raih-jaminan-mutu-dan-pelayanan-berkelanjutan/</link>
			<description>&lt;p&gt;Kedisiplinan dan kepatuhan terhadap prosedur kerja merupakan hal penting bagi kehidupan organisasi. Langkah inilah yang tengah dilakukan oleh UK Petra untuk menerapkan kedisiplinan dan keteraturan dalam kegiatan prosedural pada biro dan unit pendukung akademik. Prestasi ini diraih oleh tujuh biro dan unit pendukung di UK Petra melalui pencapaian sertifikat ISO (International Organization for Standarization) 9001:2008 ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ide pemberian ISO ini menurut Dr. Jenny M. Djundjung selaku kepala Lembaga Penjaminan Mutu UK Petra, awalnya datang dari pimpinan Universitas ketika Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) DIKTI terlebih dulu diterapkan di unit-unit akademik. Jika unit akademik memakai SPMI maka untuk biro dan unit pendukung UK Petra menggunakan ISO 9001:2008 untuk menjamin sistem manajemen mutu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;”Selain itu pada tahun 2009, UK Petra berkesempatan mendapatkan hibah PHK-I tema A (Hibah kompetisi berbasis institusi) dari Dikti, sehingga program ISO 9001:2008 dapat diakselerasi”, ujar Jenny. Tujuh biro dan unit yang mendapat sertifikasi ISO antara lain BAAK, BAUK, UPPK, BAKA, BAK, Unit Perbekalan dan Puskom. Ketujuhnya mendapatkan sertifikat pada tahap pertama sertifikasi tahun 2010 lalu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Banyak hal yang harus dipersiapkan sebelum sertifikasi ini, di antaranya memilih biro sertifikasi berkualitas, melatih auditor internal serta menjalani &lt;em&gt;Training Awareness&lt;/em&gt; ISO 9001:2008. ”&lt;em&gt;Training Awareness&lt;/em&gt; ini dimaksudkan supaya mereka mengerti tentang apa itu ISO dan dokumen-dokumen apa saja yang perlu dipersiapkan” , jelasnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Jenny juga mengatakan bahwa ISO 9001:2008 ini diadopsi UK Petra untuk meningkatkan pelayanan, manajemen dan mutu yang berkelanjutan. ”Yang dinilai adalah kepatuhan unit atau institusi dalam menjalankan sistem maupun prosedur serta target yang telah dituangkannya dalam dokumen-dokumen mutunya. Jadi, ISO 9001:2008 membantu sebuah organisasi untuk dapat menjamin tercapainya standar-standar tertentu yang memenuhi kebutuhan para pemangku kepentingan dalam hal ini termasuk &lt;em&gt;customer&lt;/em&gt; kita”, papar Jenny lebih lanjut.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;ISO 9001:2008 juga memberikan perubahan dalam kualitas pelayanan biro-biro pendukung tersebut. Menurut Roni Anggoro, M.Arch., selaku kepala BAKA, melalui ISO maka akan membuat pelayanan BAKA pada mahasiswa lebih berkembang dan tertib prosedur. “ Imbasnya yang signifikan adalah munculnya banyak ide pengembangan administrasi, terutama untuk mengefektifkan prosedur yang ada dan menghapus prosedur yang &lt;em&gt;redundant&lt;/em&gt;”, begitu ujarnya.(&lt;strong&gt;Chriz&lt;/strong&gt;)&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 15 Mar 2011 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/melalui-iso-raih-jaminan-mutu-dan-pelayanan-berkelanjutan/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Rekam Perjalanan Rektor UK Petra - Chung Chi College, Hong Kong</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/rekam-perjalanan-rektor-uk-petra-chung-chi-college-hong-kong/</link>
			<description>&lt;p&gt;Selama lima hari Rektor UK Petra, Prof. Ir. Rolly Intan M.A.Sc., Dr.Eng mendapat tugas dinas ke Chung Chi College, Hong Kong mulai tanggal 24 hingga 28 Januari yang lalu. Rolly menghadiri &lt;em&gt;Asian University Leaders Program&lt;/em&gt; (AULP) yang diadakan &lt;em&gt;United Board for Christian Higher Education&lt;/em&gt; (UBCHEA). Bagaimana kisahnya? Simak penuturannya dalam Dwi Pekan kali ini.  &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;AULP merupakan pertemuan reguler tahunan yang sifatnya terbatas untuk memperlengkapi para &lt;em&gt;leaders&lt;/em&gt; (Rektor dan Presiden) universitas Kristen di Asia yang selama ini menjadi &lt;em&gt;partners&lt;/em&gt; UB di dalam menjalankan misi &lt;em&gt;Christian Education&lt;/em&gt; di Asia. Pada pertemuannya kali ini bersamaan dengan perkenalan Presiden baru dari UB yaitu Dr. Nancy Chapman. Menariknya, dari 18 tamu berbagai universitas yang hadir hanya 3 universitas dari Indonesia yang diundang yaitu UK Petra, UK Satya Wacana dan UK Duta Wacana.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Selama di Hong Kong yang menjadi topik utama adalah membahas mengenai pentingnya &lt;em&gt;Liberal Arts in Higher Education&lt;/em&gt; (LAHE) di dalam peyelenggaraan pendidikan yang bersifat &lt;em&gt;holistic&lt;/em&gt;. LAHE ini tidak saja memperhatikan pengembangan kompetensi mahasiswa dari sisi kognitif dan ketrampilan (&lt;em&gt;hard skill&lt;/em&gt;) saja tetapi juga sisi karakter (&lt;em&gt;soft skill&lt;/em&gt;) dan rohani. Salah satu konsep yang mendukung penyelenggaraan LAHE adalah dengan mendirikan &lt;em&gt;residential college&lt;/em&gt; (RC) yaitu suatu kawasan dimana para mahasiswa, dosen dan staf tinggal bersama sehingga proses pendidikan tidak saja terbatas berlangsung dalam kelas.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Rolly bercerita juga bahwa saat ini Chung Chi College yang tergabung dalam China University of Hong Kong, Lingnan University dan Hong Kong Baptist University merupakan contoh universitas Kristen yang sebelumnya didirikan oleh United Board akan tetapi sekarang berubah menjadi &lt;em&gt;public university&lt;/em&gt; dimana mereka sangat dibatasi untuk menyatakan warna kekristenan dalam berbagai kegiatan universitas. “Semoga kedepannya UK Petra diakui secara Nasional maupun Internasional tanpa meninggalkan visi dan misinya sebagai universitas Kristen“ ujar Rolly menutup pembicaraan. (Aj/Rolly)&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Mon, 24 Jan 2011 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/rekam-perjalanan-rektor-uk-petra-chung-chi-college-hong-kong/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Kekompakan Dan Perjuangan Berbuah Keberhasilan</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/kekompakan-dan-perjuangan-berbuah-keberhasilan/</link>
			<description>&lt;p&gt;Tanggal 19 februari 2011 lalu menjadi hari yang sangat membekas di hati beberapa mahasiswa UK Petra jurusan Akuntansi. Pada pukul 08.00 pagi itu dimulailah lomba &lt;em&gt;East Java Accounting Competition&lt;/em&gt; yang bertempatkan di Jl. Nginden, STIE Perbanas dengan juri dari IAI (Ikatan Akuntan Indonesia), dosen STIE Perbanas, dosen Universitas Negeri Surabaya, dan dosen Universitas Dr. Soetomo. Pada pukul 17.00 sore diumumkanlah pemenang dari lomba ini, yaitu juara 1 tim dari UK Petra yang beranggotakan Janet Aditia S., Richard Hongdiyanto, dan Megawati Cheng.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dalam perlombaan ini sebenarnya UK Petra sendiri mengirimkan empat tim, dan akhirnya dua dari empat tim tersebut menjadi juara 1 dan juara 3. Yang menjadi juara 3 adalah tim yang beranggotakan Yessi Santoso, Jane Lukita, dan Natalia Kartika.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Lomba &lt;em&gt;East Java Accounting Competition&lt;/em&gt; ini diikuti oleh peserta dari berbagai universitas se-Jawa Timur. Dengan mengadakan beberapa tahapan perlombaan, lomba yang diikuti total 39 tim peserta dari berbagai universitas ini menyeleksi tim-tim peserta melalui tahapan pendahuluan (menjawab soal-soal secara individu dan juga secara kelompok) dari 39 tim hingga menjadi 15 tim, pada tahap Mortgage lelang dari 15 tim hingga menjadi 5 kelompok saja. Dan pada akhirnya pada babak final, masing-masing kelompok melakukan presentasi dengan undian, yang membuat tim dari UK Petra ini harus mempresentasikan tentang Pemisahan Tugas (&lt;em&gt;Internal Control&lt;/em&gt;).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“Kami sangat senang dapat memenangkan lomba ini. Sebenarnya kami sudah beberapa kali mengikuti perlombaan bersama-sama, tetapi belum juga berhasil mendapatkan juara. Tetapi kami tidak ingin menyerah, selagi masih ada kesempatan untuk mencoba lagi,” ujar Janet.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“Kami juga ingin sekali menambah wawasan kami, dan ingin pula berkontribusi untuk UK Petra.” tambah Richard.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Melalui lomba ini akhirnya tim ini berhasil mendapatkan hadiah berupa piagam, uang  dua juta rupiah, serta tiga buah piala untuk dipersembahkan kepada UK Petra.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tim UK Petra yang memiliki motto “&lt;em&gt;Dare to Dream, Pray, and Do The Best!&lt;/em&gt;” ini juga berharap agar para mahasiswa lainnya jangan pernah menyerah dan terus berusaha, karena pasti akan ada hasilnya suatu saat nanti.&lt;strong&gt; (Indra)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Sat, 19 Feb 2011 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/kekompakan-dan-perjuangan-berbuah-keberhasilan/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Kembali, UK Petra Raih Anugerah Kampus Unggulan</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/kembali-uk-petra-raih-anugerah-kampus-unggulan/</link>
			<description>&lt;p&gt;Tak banyak sivitas tahu, Universitas Kristen Petra Surabaya baru saja menerima penghargaan sebagai lima perguruan tinggi unggulan pada tahun 2011 dari Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah VII Jawa Timur. Penghargaan apakah itu?   &lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Para sivitas akademika patut berbangga hati pasalnya selama empat tahun berturut-turut sejak tahun 2008, UK Petra menerima piagam Anugerah Kampus Unggulan (AKU) untuk kelompok Universitas. Sebuah penghargaan yang diberikan setiap satu tahun sekali ini sekaligus sebagai bukti penilaian pihak luar akan kinerja sebuah institusi pendidikan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Penyerahan piagam AKU ini sendiri diserahterimakan dalam agenda kegiatan Rapat Kerja Pimpinan Perguruan Tinggi Kopertis Wilayah VII yang diadakan pada tanggal 9 Maret 2011 lalu di Hotel Agro Kusuma, Batu. Dalam Rapat Kerja Pimpinan Kopertis VII yang dihadiri 300 orang tersebut menyebutkan UK Petra menduduki urutan ke dua dari lima perguruan tinggi unggulan yang ada. Posisi pertama di duduki oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) selanjutnya di raih oleh UK Petra kemudian berturut-turut disusul oleh Universitas Pembangunan Nasional, Surabaya (UPN), Universitas Surabaya (UBAYA) dan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS).  ”Ini merupakan berita yang menggembirakan, dan Petra harus bisa mempertahankan prestasi yang telah di raih selama ini” ungkap Prof. Rolly Intan saat di temui di sela-sela kegiatannya memimpin UK Petra. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Secara umum dasar penilaian berdasarkan tiga kategori, yakni  bidang Kelembagaan dan Tata Kelola kampus, bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat serta bidang Kemahasiswaan. Rolly mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh sivitas, karyawan dan YPTK Petra atas upaya,  dukungan, kerja keras dan pelayanannya. Dengan diberikannya AKU maka memicu UK Petra untuk terus melakukan peningkatan yang berkesinambungan dalam berbagai aspek. Melalui prestasi ini semoga kedepannya UK Petra sebagai istitusi pendidikan Kristen yang siap bersaing dengan Perguruan Tinggi lainnya untuk menjawab tantangan globalisasi di bidang pendidikan. (Aj)&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 29 Mar 2011 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/kembali-uk-petra-raih-anugerah-kampus-unggulan/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Gerak Jejaring Fakultas Seni Desain Dalam MoU  </title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/gerak-jejaring-fakultas-seni-desain-dalam-mou/</link>
			<description>&lt;p&gt;&lt;em&gt;Networking&lt;/em&gt;, menjadi kata kunci yang menguatkan sekaligus menjadi salah satu kebutuhan utama organisasi menghadapi globalisasi. Berbagai institusi pendidikan berlomba–lomba untuk melebarkan sayapnya, meniti kerjasama dengan berbagai pihak sehingga mampu menghadapi persaingan. Demikianlah yang dilakukan oleh Fakultas Seni dan Desain (FSD) yang memantapkan langkahnya melalui penandatanganan MoU. MoU ini merupakan salah satu wujud kerjasama yang dilakukan oleh FSD sebagai komitmen untuk  menjadi barometer pendidikan tinggi di bidang seni desain di Kawasan Indonesia Timur.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Hari Senin (14/3) Rektor UK Petra, Prof. Ir. Rolly Intan M.A.Sc., Dr. Eng. menandatangani MoU (&lt;em&gt;Memorandum of Understanding&lt;/em&gt;) dengan Prof. Dr. Hermien Kusmayati, SST, selaku Rektor Institut Seni Indonesia Jogjakarta (&lt;em&gt;ISI)&lt;/em&gt;. Penandatangan ini merupakan perpanjangan yang ketiga kalinya dari kerjasama yang dirintis sejak masa Prof. Dr. Aris Pongtuluran dr., MPH dan Ir. Paulus Nugraha M.Eng.,M.Sc.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;Ada beberapa klausul baru yang disepakati dalam perpanjangan MoU ketiga ini, &lt;/em&gt;yaitu pertukaran dosen untuk menjadi dosen tamu (&lt;em&gt;guest lecturer&lt;/em&gt;). “Jika di tahun 1999 hanya dosen ISI yang mengajar di FSD UK Petra, maka kedepannya dosen FSD juga mendapat kesempatan mengajar di sana. Hal yang baru lainnya terkait tentang penelitian desain, pameran karya dosen dan mahasiswa, dan juga regulasi terkait hak atas kekayaan intelektual dalam implementasi karya desain”, &lt;em&gt;ungkap Andrian Dektisa Hagijanto&lt;/em&gt;&lt;em&gt;,&lt;/em&gt;&lt;em&gt; S&lt;/em&gt;.&lt;em&gt;Sn.&lt;/em&gt;, M.Si. selaku Dekan FSD.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Meskipun saat ini FSD dan dua jurusannya tersebut telah menjadi bagian dari program studi yang berpredikat terbaik di Indonesia, namun kerja sama dengan berbagai pihak untuk tujuan peningkatan kualitas institusi tetap terus dilakukan. Kerja sama dengan ISI Jogja yang merupakan salah satu kiblat utama perguruan tinggi seni desain di Indonesia ini juga membuka peluang pengembangan FSD di masa datang. Sedangkan bagi ISI Jogja, &lt;em&gt;benefit&lt;/em&gt; kerja sama ini adalah pengalaman dalam hal proses belajar mengajar dengan menggunakan sistem studio, kompleksitas pengajaran kelas besar, dan proyeksi desain bagi kebutuhan masyarakat kota besar seperti di Surabaya ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“Saat ini ISI Jogjakarta juga memiliki beberapa kerjasama internasional, diharapkan melalui perpanjangan MOU ini dapat memanfaatkan perspektif kemitraan itu sebagai bagian dari jejaring institusi desain skala global bagi FSD UK Petra di tahun-tahun mendatang”, urai Andrian di ruang kerjanya. &lt;strong&gt;(Indra)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 29 Mar 2011 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/gerak-jejaring-fakultas-seni-desain-dalam-mou/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Silver Awards dari Karya Iseng</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/silver-awards-dari-karya-iseng/</link>
			<description>&lt;p&gt;Berawal dari isenglah yang akhirnya membuat Kevin terbang hingga ke kota Tainan, Taiwan. Bagaimana ceritanya? Simak penuturannya saat mampir ke redaksi  Dwi Pekan beberapa saat yang lalu.  &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Awalnya pria asal Banyuwangi bersama dengan temannya mengumpulkan &lt;em&gt;portfolio&lt;/em&gt; untuk dinilai dan dijadikan acuan mengikuti workshop dan lomba yang diadakan oleh Cheng-Kung University-Taiwan. Akhirnya terpilihlah empat perwakilan dan dengan ditemani oleh Aristarchus Pranayama, B.A., M.A., mereka berlima mewakili UK Petra dalam &lt;em&gt;Southeast Asia International Design Workshop&lt;/em&gt; tanggal 21-28 November 2010 yang lalu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; “Selama satu minggu kami berada di National Cheng Kung University (NCKU), Taiwan bersama dengan 40 mahasiswa desain dari National Institute of Design-India, Bangalore, Chulalongkorn University-Thailand, Nanyang Technological University-Singapura, dan Industrial Design Southern Collage-Malaysia; dan hanya UK Petra yang mewakili dari Indonesia,” urai Aris.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Selain &lt;em&gt;workshop&lt;/em&gt;, mereka ditantang untuk mengikuti perlombaan baik perorangan maupun beregu. “Saya tidak tahu jika diminta untuk mempresentasikan desain produknya tapi karena saya anak film, yang saya presentasikan adalah desain filmnya,” ujar Kevin. Dari karya iseng berupa &lt;em&gt;Stopmotion video&lt;/em&gt; berjudul &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Valentine&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; inilah dia berhasil menyabet &lt;em&gt;Silver Awards&lt;/em&gt; dalam kategori &lt;em&gt;Individual Desain Work&lt;/em&gt;. “Karya ini spesial karena merupakan karya inovasi yang dihasilkan dari foto yang disusun untuk membentuk animasi,” ujar pria bernama lengkap Kevin Reinaldo Arffandy ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sedangkan dalam  babak beregu Kevin mendapat tantangan untuk membuat inovasi baru tentang &lt;em&gt;smart living&lt;/em&gt; yaitu membuat produk inovasi yang ramah lingkungan untuk memberikan kemudahan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Kerja lembur pun dilakukan oleh Kevin (Indonesia-UKP), Panisa Khunpasert (Thailand), Min Ciao Wu (Taiwan), dan Wen Tling Huang (Taiwan) untuk menghasilkan karya inovasi berupa pot bunga yang mengajak orang untuk menanam tetapi terhubung secara &lt;em&gt;online&lt;/em&gt; sehingga status tanaman terus ter-&lt;em&gt;update&lt;/em&gt; dengan orang di seluruh dunia.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; Kevin mengajak mahasiswa UK Petra lainnya untuk mengikuti ajang internasional meski beberapa kendala yang utama adalah masalah bahasa. “Saya itu tidak yakin dan tidak seberapa lancar ber-Bahasa Inggris; akan tetapi, di sana ada teman dari Thailand mengatakan bahwa Bahasa Inggris saya lancar dan sepertinya sudah terbiasa menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa sehari-hari di kampus,” ungkapnya sambil tertawa. “Ya sampai sekarang pun, masih &lt;em&gt;contact&lt;/em&gt; dengan teman lewat grup di sebuah jejaring social,” tambahnya. Dari kompetisi ini Kevin tidak hanya mendapatkan sertifikat saja, akan tetapi juga mendapatkan pengalaman sekaligus menambah teman dari negeri seberang.&lt;strong&gt;(Rosa/Aj)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 29 Mar 2011 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/silver-awards-dari-karya-iseng/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>MoU Manajemen Perhotelan Dengan International Hotel Management Institute</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/mou-manajemen-perhotelan-dengan-international-hotel-management-institute/</link>
			<description>&lt;p&gt;Kini giliran Manajemen Perhotelan yang mengadakan kerjasama Internasional dengan International Hotel Management Institute (IMI), Switzerland. Kerjasama yang diadakan beberapa waktu lalu, tepatnya hari Jumat (25/3) dihadiri oleh Rektor UK. Petra yaitu Prof. Ir. Rolly Intan M.A. Sc., Dr. Eng., Dekan Fakultas Ekonomi, Diah Dharmayanti, S.E., M.Si, wakil Dekan FE, dan Kepala program Perhotelan, Sienny Thio, S.E., M.A. Kerjasama dengan IMI ini ditandai dengan penandatangan MoU oleh President IMI sendiri, Mr. Heinz Burki. IMI sendiri baru mengadakan kerjasama hanya dengan tiga Universitas di Indonesia, antara lain: UK. Petra, UPH Surabaya, dan Univ. Trisakti Jakarta. Kerjasama kali ini dengan UK. Petra, bertujuan untuk memberikan &lt;em&gt;double degree&lt;/em&gt; kepada mahasiswa jurusan Manajemen Perhotelan UK. Petra, &lt;em&gt;exchange student&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;join&lt;/em&gt; seminar dan workshop.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Perempuan yang selalu tampil menarik ini, tidak asal-asalan dalam memilih kerjasama dengan pihak lain. “Kami memilih IMI, karena merupakan &lt;em&gt;birth place&lt;/em&gt; untuk &lt;em&gt;hospitality&lt;/em&gt; di Swiss” ujarnya. IMI bisa dijadikan sebagai acuan kepada mahasiswa yang nantinya akan &lt;em&gt;internship&lt;/em&gt; dan menyelesaikan skripsi, agar tidak salah memilih tempat yang mampu mendidik sekaligus memberikan &lt;em&gt;internasional experience&lt;/em&gt; secara nyata di Swiss. Tidak perlu takut akan hal bahasa, karena sebelum diberangkatkan ke Swiss, para mahasiswa akan dibekali kemampuan berbahasa Inggris dan Jerman.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Lulusan IMI akan mencetak para mahasiswa perhotelan UK. Petra dengan gelar Bachelor of Arts dari IMI, Bachelor of Arts with Honours from Manchester Metropolitan University dan ditambah gelar sarjana Ekonomi dari UK. Petra. “Kerjasama dengan IMI sudah tepat karena Swiss selalu menjadi jujukan untuk dunia &lt;em&gt;hospitality&lt;/em&gt; dan akan mendapatkan dua gelar sekaligus dari IMI. Jadi, ketika lulus menjadi sarjana, mahasiswa akan mempunyai nilai yang lebih. Dan nantinya akan ada kesempatan untuk meneruskan S2 di dunia hospitality,” ungkap Kaprog Perhotelan ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tidak perlu cemas akan masalah biaya, IMI akan memberikan &lt;em&gt;parsial scholarship&lt;/em&gt;. Para mahasiswa Perhotelan hanya perlu mempersiapkan TOEFL, bahasa Inggris dan Jerman, mental, serta yang tidak boleh tertinggal adalah &lt;em&gt;thesis&lt;/em&gt; dan proposal. “Karena nanti di sana, mahasiswa akan mengikuti satu semester (semester tujuh), lalu semester delapan akan &lt;em&gt;internship&lt;/em&gt; di IMI, setelah itu kembali ke UK. Petra hanya untuk wisuda,” tutur Sienny.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Diharapkan nantinya, setelah penandatanganan MoU ini, antusiasme para mahasiswa semakin besar dan dapat dijadikan motivasi tersendiri untuk menata masa depan serta mampu menjadi lulusan yang berkompeten sehingga menjadi sarjana yang mempunyai &lt;em&gt;internasional experience&lt;/em&gt;. (Rosa)&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 12 Apr 2011 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/mou-manajemen-perhotelan-dengan-international-hotel-management-institute/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Seminar Open Surgery Social Entrepreneurship</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/seminar-open-surgery-social-entrepreneurship/</link>
			<description>&lt;p&gt;Sekitar kurang lebih 450 orang baik dari kalangan mahasiswa, dosen, karyawan, perwakilan Kepala Sekolah, perwakilan gereja-gereja pendukung, dan penggerak Lingkungan di Siwalankerto pada sabtu pagi (2/04) memadati Auditorium kampus Universitas Kristen Petra. Mereka sedang mengikuti seminar bertajuk &lt;em&gt;Open Surgery Social Entrepreneurship&lt;/em&gt; bersama pembicara tunggal, Prof. Rhenald Kasali, Ph.D.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Apa itu &lt;em&gt;So&lt;/em&gt;&lt;em&gt;c&lt;/em&gt;&lt;em&gt;ial Entrepreneurship&lt;/em&gt;? Inilah yang coba diurai oleh Guru Besar dari Universitas Indonesia itu dalam seminar yang didukung oleh program Manajemen Bisnis dan jurusan Informatika UK Petra. “Tujuan utama &lt;em&gt;So&lt;/em&gt;&lt;em&gt;c&lt;/em&gt;&lt;em&gt;ial Entrepreneurship&lt;/em&gt; bukan untuk mencari kekayaan akan tetapi kebahagiaan,” ungkap pendiri Yayasan Rumah Perubahan di Jakarta ini. Maka dari itu, langkah awalnya pilihlah pekerjaan atau kegiatan yang sesuai dengan panggilan hati dan bukan karena keterpaksaan. “Sebab perubahan hanya akan tercipta jika kita melakukannya dengan &lt;em&gt;fun&lt;/em&gt;&lt;em&gt;,&lt;/em&gt;&lt;em&gt;”&lt;/em&gt; urai Rhenald. Seorang &lt;em&gt;so&lt;/em&gt;&lt;em&gt;c&lt;/em&gt;&lt;em&gt;ial entrepreneur&lt;/em&gt; intinya berkegiatan sosial akan tetapi mandiri secara ekonomi dan bekerja dari ujung ke ujung. Akan dibutuhkan pengorbanan yang tak sedikit, akan tetapi semuanya bisa diatasi dengan &lt;em&gt;networking&lt;/em&gt; yang bermuara dari reputasi. Tak ayal dalam kesempatan itu, Rhenald berpesan pada para generasi muda untuk membangun reputasi yang positif selagi muda.   &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tak hanya seminar, pada &lt;em&gt;moment&lt;/em&gt; yang sama &lt;em&gt;Center for Social Entrepreneurship&lt;/em&gt;  Petra &lt;em&gt;Christian University&lt;/em&gt; diresmikan oleh Prof. Rolly Intan. Tak banyak yang tahu tentang kegiatan ini, akan tetapi tak tanggung-tanggung pergerakannya sudah dimulai sejak Oktober 2010 silam. ”Komunitas ini mencoba mengajak tiap individu baik di dalam maupun di luar UK Petra menjadi agen perubahan melalui usaha-usaha pemberdayaan dalam menangani masalah-masalah sosial dengan menerapkan prinsip-prinsip &lt;em&gt;entrepreneurship &lt;/em&gt; yang berbasis pada nilai-nilai kristiani serta &lt;em&gt;servant leadership&lt;/em&gt;” urai Dra. Arlinah I Rahardjo, MLIS selaku ketua ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Rhenald secara lugas memaparkan salah satu karakter &lt;em&gt;so&lt;/em&gt;&lt;em&gt;cial entrepreneur&lt;/em&gt; yaitu &lt;em&gt;action oriented&lt;/em&gt;. Bagaimana membantu orang lain sehingga perubahan sosial itu bisa tercipta. Jiwa sosial itu sendiri bisa tumbuh dari mana saja, asalkan terus menerus melatih melihat peluang sekecil apapun. Ingin melihat perubahan, mari bergabung menjadi &lt;em&gt;agent of change&lt;/em&gt;. (Aj)&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 12 Apr 2011 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/seminar-open-surgery-social-entrepreneurship/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Meniti Jejak Langkah Perempuan Indonesia</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/meniti-jejak-langkah-perempuan-indonesia/</link>
			<description>&lt;p&gt;Tanggal 21 April mendatang, menjadi &lt;em&gt;moment&lt;/em&gt; istimewa bagi perempuan. &lt;em&gt;Moment&lt;/em&gt; itulah yang menginspirasi perempuan Indonesia untuk memperjuangkan masa depannya. Raden Adjeng Kartini, dialah perempuan yang penuh keberanian mengungkapkan keterpurukkan perempuan melalui kumpulan tulisannya, bertajuk Habis Gelap Terbitlah Terang. Menjelang Hari Kartini ini, tim Dwi Pekan menyajikan wawancara dengan Prof. Esther Harijanti Kuntjara sebagai refleksi bagi perempuan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bangsa Indonesia patut berbangga hati sebab memiliki pejuang wanita yang pada zaman itu berani mendobrak pemikiran-pemikiran tradisional sehingga membuat perempuan saat ini bebas untuk berpikir dan bertindak. Dulu, perempuan Indonesia dilarang menentukan jalan hidupnya sendiri semuanya serba terkekang dan tidak bebas. Tidak boleh ada seorang perempuan yang bisa menikmati bangku pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi apalagi bekerja di sebuah perusahaan karena budaya saat itu menganggap kedudukan perempuan lebih rendah dibandingkan dengan laki-laki. Fenomena ini memang sudah mulai memudar, saat ini sudah banyak perempuan yang menjadi pemimpin. Perjuangan membuat mereka sadar bahwa perempuan juga mampu berkarya dan berkontribusi secara luar biasa bagi bangsanya. Misalnya saja Megawati, Hilarry Clinton termasuk Walikota Surabaya, Tri Rismaharini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt; “Yang membuat berbeda, saat ini perempuan Indonesia mempunyai hak untuk memilih jalan hidupnya dan masyarakat sudah mampu memberikan apresiasi terhadap pilihan itu. Semuanya berdasarkan saya suka maka saya pilih itu” ujar  Esther. Perubahan ini dicermati oleh Esther bermuara ketika mulai banyak perempuan yang karena keadaan maka mengharuskan dirinya keluar rumah. Mereka bekerja untuk mencari penghasilan untuk kelangsungan hidupnya maupun keluarganya. Ada pula yang memilih untuk kembali lagi menuntut ilmu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Saat itulah, banyak perempuan mulai berpikir bahwa ia ternyata mampu seperti layaknya laki-laki. “Pendidikan memang mampu mempengaruhi pola pikir seseorang. Akan tetapi ilmu pengetahuan itu bagai pedang bermata dua yaitu mencelikkan sekaligus membutakan” urai guru besar yang &lt;em&gt;concern &lt;/em&gt;terhadap masalah perempuan ini. Salah satu contohnya, Esther menyebutkan dengan pendidikan yang tinggi seorang perempuan bisa saja menjadi pribadi yang superior dan melupakan kodratnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“Pilihlah karya yang sesuai dengan keinginan hati serta bertanggung jawablah akan pilihan itu dengan tidak meninggalakan perannya sebagai seorang perempuan” tutup ibu dari dua orang putra itu. (Aj/Inggrit)&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 12 Apr 2011 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/meniti-jejak-langkah-perempuan-indonesia/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Pohon Science, Menjalarkan Kehidupan yang Excellence </title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/pohon-science-menjalarkan-kehidupan-yang-excellence/</link>
			<description>&lt;p&gt;Pohon itu unik, berbatang besar dan menjalarkan ranting-ranting kokohnya ke perbagai arah. Sudah beberapa pekan, pohon itu menghiasi lapangan hijau kampus UK Petra. Salah satu yang menarik perhatian, karena selain ukurannya yang cukup besar, pohon ini dibangun dari susunan kayu-kayu kecil berbentuk pensil.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“Pohon &lt;em&gt;Science&lt;/em&gt;, itulah ikon dalam Petra Parade 2011 kali ini yang di letakkan di lapangan hijau”, ujar Ima Muljati, ST, M.Eng selaku ketua panitia. Untuk kali keduanya acara ini di adakan di kampus untuk memenuhi kebutuhan informasi pendidikan yang ada di UK Petra. Acara yang diperuntukkan bagi para siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dan masyarakat umum ini akan berlangsung selama empat hari berturut-turut mulai tanggal 28 April hingga 1 Mei 2011 dengan tema &lt;em&gt;LIGHT to the World, Glory to the LORD&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kegiatan yang merupakan salah satu rangkaian Petra &lt;em&gt;Golden Jubilee&lt;/em&gt; ini telah dipersiapkan matang jauh-jauh hari. Menurut Ima, jika tahun lalu ikon Petra Parade adalah Kapal dan saat ini berubah menjadi Pohon &lt;em&gt;Science&lt;/em&gt; itu membutuhkan pemikiran yang cukup lama. “Sekarang kapal itu sudah berlabuh dan memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Maka jadilah pohon &lt;em&gt;Science&lt;/em&gt; itu yang akan mewakili UK Petra harus tetap bertumbuh dengan memanfaatkan ilmunya” urai dosen Teknik Sipil ini. Di lain kesempatan, Rolly mengatakan bahwa filosofi dari pohon &lt;em&gt;science &lt;/em&gt;ini tidak memakan buahnya sendiri, tidak tersinggung ketika buahnya dipetik orang dan bahkan menghasilkan biji untuk multiplikasi. “Hanya melalui relasi yang benar dengan Tuhan, kita dapat menjadi “Pohon &lt;em&gt;Science&lt;/em&gt;” yang sempurna”, urai Prof Rolly Intan saat ditanya mengenai acara Petra Parade 2011 kali ini.   &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dibandingkan dengan tahun lalu, kali ini acara yang mewarnai Petra Parade 2011 lebih meriah. Lima acara utamanya yaitu &lt;em&gt;Petra’s Got Talents&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Branded Schooling Experiences&lt;/em&gt; (BSE), &lt;em&gt;Petra Science Park, Culturfest&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Green Bazar&lt;/em&gt;. Lomba yang tergabung dalam Petra’s Got Talents ini meningkat jika dibandingkan tahun lalu, dibagi menjadi dua bidang yaitu bidang ilmu pengetahuan (Petra Olympiade) dan seni-olahraga (Petra Mahakarya) mencapai total 28 lomba. Tak hanya itu saja BSE kali inipun menampilkan tiga kegiatan yaitu &lt;em&gt;sit-in classes&lt;/em&gt; dengan membuka 74 kelas, seminar &lt;em&gt;Paradoxical Strategies on School Performance&lt;/em&gt; dan BSE &lt;em&gt;Awards&lt;/em&gt;. &lt;strong&gt;(Aj)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 26 Apr 2011 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/pohon-science-menjalarkan-kehidupan-yang-excellence/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Branded School Experience 2011 : Merajut Perasaan Memiliki Lewat Pengalaman </title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/branded-school-experience-2011-merajut-perasaan-memiliki-lewat-pengalaman/</link>
			<description>&lt;p&gt;&lt;em&gt;Experiencing&lt;/em&gt;, inilah yang tengah dikerjakan oleh UK Petra dalam Petra Parade 2011 bagi para siswa siswi SMA. Kegiatan yang dilakukan melalui &lt;em&gt;Branded School Experience&lt;/em&gt; (BSE) ini merupakan bentuk komitmen UK Petra untuk memberikan &lt;em&gt;excellent experience&lt;/em&gt; bagi kepuasan calon mahasiswa terhadap layanan yang disediakan oleh UK Petra.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Rangkaian BSE ini antara lain, &lt;em&gt;sit in classes. &lt;/em&gt;Kegiatan ini dikhususkan bagi para murid SMA yang digelar pada saat Petra Parade berlangsung, tepatnya tanggal 28 April- 1 Mei 2011. Dalam s&lt;em&gt;it in classes&lt;/em&gt;, UK. Petra memberikan kesempatan bagi para murid SMA untuk dapat merasakan bagaimana menjadi mahasiswa dan diajar oleh dosen serta merasakan suasana kelas yang berbeda dengan suasana kelas di SMA. “Tahun 2011 ini ada 74 kelas yang dibuka” ungkap Diah Dharmayanti, S.E., M.Si, penggagas BSE di UK. Petra ini. Antusiasme para murid SMA sangat dirasakan, karena semakin meningkatnya permintaan bus dari pihak sekolah kepada panitia BSE. Bagai gayung bersambut, BSE 2011 ini memperoleh animo dan antusiasme yang luar biasa dari para siswa SMA. Ini dibuktikan dengan membludaknya permintaan jumlah kelas yang disediakan untuk &lt;em&gt;sit in&lt;/em&gt;, sebanyak 74 kelas dan akan diikuti 1.500 siswa.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tidak cukup sampai di situ, UK Petra juga akan menganugerhkan BSE Award kepada  SMA yang telah menerapkan manajemen yang berorientasi bagi kepuasan anak didik. Pemberian award kali ini merupakan hasil evaluasi tim BSE terhadap kinerja manajemen SMA yang telah berpartisipasi dalam BSE 2010 lalu. “Para tim BSE UK. Petra akan melakukan pendampingan, &lt;em&gt;supervise&lt;/em&gt; sekaligus penilaian kepada SMA yang telah menerapkan BSE di bulan Juni nanti” tutur Dekan Fakultas Ekonomi ini. Puncak penganugerahan BSE akan dilaksanakan pada September mendatang, yang bertepatan dengan &lt;em&gt;Dies Natalies&lt;/em&gt; UK. Petra. Nantinya akan dibagikan kepada tiga SMA yang terpilih berdasarkan tiga kategori, yaitu &lt;em&gt;Academic Excellence&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Emotional Excellence&lt;/em&gt;, dan &lt;em&gt;Spiritual Excellence&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;BSE ini juga akan mengajak para &lt;em&gt;principal&lt;/em&gt; SMA untuk menghadiri &lt;em&gt;Paradoxical Strategies on School Performance, &lt;/em&gt;sebuah seminar yang akan mengupas tentang perpaduan  &lt;em&gt;strategic flexibility&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;strategic consistency &lt;/em&gt;agar mampu meningkatkan kinerja organisasi dalam menghadapi perubahan. Diah juga mengungkapkan bahwa kinerja yang maksimal juga ditentukan oleh kepribadian serta kekuatan atau keunggulan yang dimiliki oleh pimpinan. Faktor-faktor tersebut pada akhirnya juga mempengaruhi pemilihan strategi para pimpinan SMA. (Rosa)&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 26 Apr 2011 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/branded-school-experience-2011-merajut-perasaan-memiliki-lewat-pengalaman/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Kemenangan Dalam Civil Expo 2011</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/kemenangan-dalam-civil-expo-2011/</link>
			<description>&lt;p&gt;Rasa bangga sekaligus tidak percaya tercermin dari wajah tim Petra yang terdiri dari Edo Manuel, Erik Kurniawan, dan Isac Valentino ini. Perlombaan yang pertama kalinya mereka ikuti ini tak diduga-duga ternyata berhasil menorehkan satu kemenangan lagi bagi UK Petra, ya, juara 2 di dalam lomba nasional Kuat Tekan Beton “&lt;em&gt;Spectacular Ultra High Strength&lt;/em&gt;&lt;em&gt; - Self Compacting Concrete Competition&lt;/em&gt;” yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pada tanggal 26 Maret 2011 di &lt;em&gt;mall&lt;/em&gt; Grand City Surabaya ini setelah beton yang mereka ciptakan berhasil mencapai kekuatan 44 Mpa.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;                “Bagi kami tidak mudah untuk memenangkan perlombaan ini, bahkan kami rasa ini adalah suatu mujizat kalau kami dapat memenangkan perlombaan ini. Kami melakukan persiapan H-14 hari perlombaan, padahal untuk membuat cetakan betonnya saja perlu waktu 3 minggu, dan bila membeli pun harganya sangat mahal. Bahkan saat masuk ke dalam 6 tim terbesar poin nya, ternyata beberapa tim gugur karena terjadi kesalahan sehingga memperbesar kemungkinan kami menjadi juara. Tanpa bantuan Tuhan, kami takkan bisa,” ucap edo, mahasiswa angkatan 2007 ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Mereka juga kesulitan karena permintaan panitia yang meminta inovasi beton di mana beton tersebut harus mampu mengalir dan memadat dengan sendirinya, dan pada hari ke-28 harus memiliki kekuatan minimum 120 Mpa, padahal sebelumnya membuat beton yang normal saja masih tidak benar. Para anggota tim ini bersyukur dalam keadaan yang serba sulit tersebut masih ada Antoni, Ph.D, dosen Teknik Sipil dan Yudhistira Santosa, S.T. yang selalu membantu mereka dalam persiapan perlombaan tersebut.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;                “Kami sangat berterima kasih kepada mereka karena telah sangat membantu kami dalam perlombaan ini. Sebenarnya pun kami hanya meneliti kembali rumus-rumus yang telah dibuat oleh mahasiswa angkatan-angkatan sebelumnya dan kemudian menggunakannya. Dengan bantuan mereka kami mempelajari cara mengaduk, mengecor, dan hal lainnya agar mendapatkan beton dengan kekuatan tinggi,” sahut Edo kembali.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;                “Dalam perlombaan pertama kami ini banyak hal yang kami pelajari, dari hal bertanding secara jujur, berharap, serta bekerja keras tentunya. Kami tidak menyesal telah memanfaatkan waktu luang kami untuk mengikuti perlombaan ini,” kata Isac dan Erik yang juga anggota tim ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;                Melalui perlombaan ini, tim UK Petra merasa bangga dapat mengharumkan nama UK Petra; namun, mereka juga menyayangkan kurangnya perhatian dari UK Petra dalam kegiatan perlombaan ini, padahal setiap tahun lomba ini selalu diadakan dan tidak jarang pula tim dari UK Petra juga berhasil mendapatkan juara dalam setiap perlombaan ini. &lt;strong&gt;(Indra)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 26 Apr 2011 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/kemenangan-dalam-civil-expo-2011/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>BSE Advanced 2011 : Unggulkan Good Moral Characteristic dalam Paradoxical Strategies</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/bse-advanced-2011-unggulkan-good-moral-characteristic-dalam-paradoxical-strategies/</link>
			<description>&lt;p&gt;Setiap orang pasti sepakat bahwa strategi merupakan sesuatu yang sangat signifikan dalam organisasi. Perumusan strategi yang tepat akan menentukan seperti apa kelak kehidupan organisasi. Inilah yang diungkapkan oleh Diah Dharmayanti, SE., M.Si dalam &lt;em&gt;Workshop&lt;/em&gt; &lt;em&gt;Branded Schooling Experience &lt;/em&gt;(BSE) advanced 2011 yang digelar sebagai rangkaian Petra Parade 2011 (28/4)&lt;em&gt;.&lt;/em&gt; Seminar yang bertajuk &lt;em&gt;Paradoxical Strategies on School Performance&lt;/em&gt; dan diikuti oleh sekitar empat belas perwakilan SMA ini menjelaskan bahwa  institusi pendidikan saat ini tidak cukup hanya merancang sebuah strategi saja, bahkan ditantang untuk merumuskan &lt;em&gt;Paradoxical Strategies. &lt;/em&gt;Strategi dalam perspektif ini, dipaparkan oleh Diah sebagai bentuk strategi yang memadukan &lt;em&gt;strategic flexibility&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;strategic consistency&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“Seorang &lt;em&gt;leader&lt;/em&gt; harus bisa me-&lt;em&gt;manage&lt;/em&gt; sekaligus mengembangkan &lt;em&gt;knowledge&lt;/em&gt;nya” tutur Dekan Fakultas Ekonomi ini lebih lanjut. Diah juga menegaskan, pentingnya seorang &lt;em&gt;leader &lt;/em&gt;yang menjadi inspirasi dan mampu mempengaruhi lingkungan sekitarnya. Tidak cukup sampai di situ, &lt;em&gt;leader&lt;/em&gt; juga diharapkan mempunyai integritas yang tinggi sebab &lt;em&gt;equibility&lt;/em&gt; dengan &lt;em&gt;stability&lt;/em&gt; mempengaruhi &lt;em&gt;performance&lt;/em&gt; seseorang. “Maka dari itu dalam sebuah institusi pendidikan, seorang pemimpin harus bisa berpikir &lt;em&gt;personal strength of leaders&lt;/em&gt;. &lt;em&gt;Good moral characteristic&lt;/em&gt; adalah kunci utamanya” paparnya. Seminar yang diadakan di kafe hotel kampus gedung A ini merupakan kegiatan yang mempersiapkan SMA untuk memperebutkan BSE &lt;em&gt;Awards&lt;/em&gt; yang akan dianugerahkan tepat pada Dies Natalis UK Petra, September mendatang.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“Pengenalan tentang BSE &lt;em&gt;advanced&lt;/em&gt; ini sudah tersampaikan cukup baik. Sebab manfaat yang didapat tentang &lt;em&gt;leadership&lt;/em&gt; bisa menjadi bahan pemikiran sekolah dalam menyiapkan seorang &lt;em&gt;leader&lt;/em&gt;. Hanya saja waktunya yang kurang” ujar salah seorang peserta, Sintowati Soetanto, kepala sekolah SMA Katholik St. Hendrikus. BSE kali ini juga dijewantahkan dengan &lt;em&gt;sit-in classes. &lt;/em&gt; “Dengan adanya kelas ini diharapkan para pelajar SMA tersebut mendapat gambaran program studi yang diminatinya” urai Diah. Sebab pemahaman terhadap program studi tak cukup hanya melalui penjelasan lisan saja. Tim Dwi Pekan juga berkesempatan mencicipi &lt;em&gt;sit-in classes&lt;/em&gt; dalam kelas &lt;em&gt;Acting&lt;/em&gt; di Jurusan Sastra Inggris. Belasan siswa SMA duduk antusias mendengarkan penjelasan Meilinda, S.S., M.A. Suasana kelas mencair saat Meilinda mengajak para siswa SMA senam pemanasan. “Kelas ini sangat seru. Apalagi dosennya &lt;em&gt;perfect&lt;/em&gt;, mulai dari &lt;em&gt;pronunciation&lt;/em&gt;, sampai ekspresi” ungkap Karina Angelica, siswi SMA SpinS International School. &lt;strong&gt;(Rosa/Aj)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 10 May 2011 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/bse-advanced-2011-unggulkan-good-moral-characteristic-dalam-paradoxical-strategies/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Kenalkan Budaya Amerika-Jerman Melalui Tarian dan Makanan</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/kenalkan-budaya-amerika-jerman-melalui-tarian-dan-makanan/</link>
			<description>&lt;p&gt;Jumat (29/4) sore di panggung terbuka &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Petra Parade&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; tampak beberapa orang Warga Negara Asing sedang sibuk menyiapkan bahan makanan dan alat-alat memasaknya. Dengan cekatan dan telaten mereka memasak dan berusaha memberikan hasil yang maksimal. Ternyata sejumlah dosen dan mahasiswa asing tersebut tengah mengikuti acara &lt;em&gt;American and German’s Vaganza&lt;/em&gt; yang di helat pada hari kedua &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Petra Parade 2011&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;            Acara yang dipandu langsung oleh Troy dan Rama, dosen asing di UK Petra tersebut,  berlangsung sangat meriah. Acara ini menampilkan mahasiswa dan dosen asing yang ada di UK Petra untuk memperkenalkan budaya Amerika dan Jerman melalui cita rasa masakan dan permainan kepada para sivitas. Lomba memasak ini diikuti oleh tiga peserta, tim pertama yaitu Angie Breneman memasak &lt;em&gt;Company Potato&lt;/em&gt;. Lalu tim kedua yaitu Sarah Bates mencoba menyajikan &lt;em&gt;Funnel Cake&lt;/em&gt; sedangkan tim ketiga yaitu Christin Radtke mengolah menu &lt;em&gt;Potato Pancake with Apple sauce&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;            Selama menunggu para peserta lomba memasak menyajikan masakannya, para sivitas diajak untuk ikut serta dalam perlombaan tarian &lt;em&gt;Limbo&lt;/em&gt;. ”Tujuannya selain mengenalkan mahasiswa dan dosen asing yang ada di UK Petra juga untuk mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan,” ujar  Kepala Bagian Kerja Sama Luar Negeri Universitas Kristen Petra Surabaya, Renny Novemsy Dese. Untuk permainan &lt;em&gt;Limbo&lt;/em&gt; ini cara bermainnya cukup meng”kayang”kan tubuh mengikuti irama musik agar tidak terkena pembatas bambu yang sengaja dipasang pada ketinggian tertentu. Permainan ini unik dan menarik. Tak jarang para peserta yang tubuhnya kurang elastis pasti akan jatuh sehingga mengundang gelak tawa dan sorakan para penonton. “Acara ini sangat menarik dan tepat untuk ditampilkan dalam menyemarakkan &lt;em&gt;Petra Parade 2011&lt;/em&gt;. Semoga tahun depan, acara seperti ini dapat diadakan kembali,” harap Pauline N Kastner, Konsulat Jenderal Amerika.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Setelah para juri berunding akhirnya diputuskan tim pertama, Angie Breneman, dosen Sastra Inggris yang berhasil memenangkan juara dalam kompetisi memasak. Tak hanya itu saja selepas acara, para pengunjungpun bisa menikmati hasil karya para peserta lomba.  &lt;strong&gt;(Stevan/Aj)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 10 May 2011 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/kenalkan-budaya-amerika-jerman-melalui-tarian-dan-makanan/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Rumah Belajar Masyarakat di UK Petra</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/rumah-belajar-masyarakat-di-uk-petra/</link>
			<description>&lt;p&gt;Sekitar 825 PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) saat ini tersebar di seluruh wilayah Surabaya. Akan tetapi, kenyataannya jumlah yang banyak ini tidak didukung dengan fasilitas yang memadai bagi para Bunda PAUD (sebutan guru), misalnya, seperti tersedianya buku bacaan tentang teknik mengajar dan alat peraga. Universitas Kristen Petra mencoba berkontribusi untuk meningkatkan kualitas PAUD di daerah sekitar Siwalankerto. Seperti apakah ruang pembelajaran dan pengabdian masyarakat yang telah dibuat oleh UK Petra ini?&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Senin lalu (9/05) Pojok Baca Bunda PAUD di lantai 8 perpustakaan kampus UK Petra telah diresmikan secara langsung oleh Dyah Katarina, S.Psi, istri Wakil Walikota Surabaya Bambang DH sebagai aksi untuk mengawali Rumah Belajar Masyarakat (RBM). “Ini merupakan upaya kami untuk berkembang setelah selama kurang lebih empat tahun LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) UK Petra membantu masyarakat sekitar Siwalankerto dalam kegiatan minggu peduli,” ujar Herri Christian Palit, S.T., M.T selaku kepala PPM. Banyak hal bisa dijumpai dalam RBM ini mulai pelatihan komputer, mengajarkan ketrampilan mural, pemberdayaan guru PAUD, pelatihan desain kemasan produk, pelatihan &lt;em&gt;food safety&lt;/em&gt;, seni menggambar untuk anak hingga ketrampilan seni-budaya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“Semoga apa yang dilakukan UK Petra dengan mendirikan Pojok Baca bagi PAUD ini bisa dicontoh oleh universitas lainnya. Dengan semakin banyaknya fasilitas seperti ini, kita ikut menyelamatkan &lt;em&gt;Golden Age&lt;/em&gt; dari generasi penerus bangsa,” urai Dyah yang juga pembina PKK Surabaya tersebut saat memberikan sambutan. Dalam peresmian itu, setelah Rektor UK Petra, Prof Rolly Intan menyerahkan secara simbolis Panggung Boneka untuk PAUD RW I, II, dan IV kelurahan Siwalankerto dilanjutkan dengan penampilan cerita boneka pada sejumlah anak-anak PAUD yang sudah tidak sabar untuk mendengarkan hiburan di Panggung Boneka yang baru itu. Dalam Pojok Baca Bunda PAUD ini selain tersimpan 50 koleksi buku memang disediakan Panggung Boneka di dalamnya sehingga para Bunda PAUD dapat mengajak anak didiknya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tak mau menyia-nyiakan kesempatan, di saat anak-anak sibuk mendengarkan cerita di Panggung Boneka tersebut, 50 guru PAUD diajak untuk menghadiri &lt;em&gt;talk show&lt;/em&gt; bertajuk Kebijakan-kebijakan Pemerintah terkini mengenai PAUD, berbagai permasalahan pelaksanaan PAUD, dan peran serta masyarakat terhadap pembangunan PAUD yang bermutu di RK 4 Gedung W lantai 10 kampus UK Petr. &lt;em&gt;Talkshow&lt;/em&gt; ini menghadirkan tiga narasumber, yaitu dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jatim, Bapemas &amp;amp; KB serta Pembina PKK Surabaya sekaligus istri Wakil Walikota Surabaya, Dyah Katarina, S.Psi. (Aj)&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 24 May 2011 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/rumah-belajar-masyarakat-di-uk-petra/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Lakukan dengan Sukacita</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/lakukan-dengan-sukacita/</link>
			<description>&lt;p&gt;Patrick Odhy Kunarto, mahasiswa DKV angkatan 2008, menjadi juara 2 lomba desain grafis bertemakan &lt;em&gt;go green&lt;/em&gt;, pada tanggal 14 April 2011 lalu. Lomba desain grafis ini diadakan oleh PemProv DKI Jakarta dan bekerjasama dengan HP, yang merebutkan Trophy Gubernur DKI.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Begitu mengetahui tema kali ini adalah &lt;em&gt;go green&lt;/em&gt;, Patrick langsung mengusung tema “Sayang cuma ngomong doang”. “Orang Indonesia kan cenderung hanya ngomong saja,” ungkap pria kelahiran 1990 ini. Pria yang mengambil konsentrasi &lt;em&gt;advertising&lt;/em&gt; ini senang membaca majalah &lt;em&gt;C&lt;/em&gt;&lt;em&gt;oncept&lt;/em&gt;, ketika melihat informasi mengenai lomba desain tersebut, ia langsung berminat mengikutinya; akan tetapi, waktu itu tugas menumpuk. “Dan kebetulan dosen menyuruh ikut lomba tersebut, yang katanya sebagai tugas mata kuliah &lt;em&gt;advertising&lt;/em&gt;. Ya, saya langsung mendesain dan segera mengirimkannya,” papar pria ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Konsep yang telah dipikirkan Patrick, akhirnya terwujud dengan desain telepon kaleng yang ada benangnya lalu menjadi sejumlah pohon yang beruntun. Ketika dua bulan berlalu sejak pengumpulan desain tersebut, salah seorang temannya dihubungi oleh pihak Kompas Gramedia. “Sebagai temannya, ya saya mengucapkan selamat,” ungkapnya sambil tertawa. Ketika ujian, ia dihubungi dan dinyatakan sebagai pemenang juara ke-2 “Rasanya senang dan kaget saja,” katanya &lt;em&gt;sumringah&lt;/em&gt;. Keesokkan harinya, ia langsung berangkat ke Jakarta dan menginap di hotel Millenium, Jakarta Pusat.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Lomba yang diadakan PemProv DKI Jakarta dan HP ini melangsungkan &lt;em&gt;A&lt;/em&gt;&lt;em&gt;ward &lt;/em&gt;&lt;em&gt;N&lt;/em&gt;&lt;em&gt;ight&lt;/em&gt; di Balai Kota Jakarta pada tanggal 14 April 2011. Saat malam penganugerahan dihadiri oleh seluruh finalis, dan juga gubernur Jakarta. Patrick sendiri menyatakan sempat &lt;em&gt;nervous&lt;/em&gt;, karena jarang ikut lomba. Sekalinya ikut, langsung menyabet juara 2. Banyak hal yang ia dapatkan selama di Jakarta. “Saya mendapatkan pengalaman. Punya kenalan yang nantinya bisa cari tahu tentang info magang di Jakarta, banyak lah yang saya dapatkan,” ujar pria yang mempunyai hobi basket ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Di akhir wawancara ini, Patrick ingin membagikan sesuatu untuk kita sebagai mahasiswa “Coba saja mengikuti sebuah perlombaan, meskipun tugas kuliah menumpuk. Siapa tahu kita beruntung, dan nantinya akan mendapat banyak pengalaman.” Selain itu, dia juga menyarankan untuk melakukan segala sesuatu sesuai apa yang kita sukai dan dengan maksimal, kita akan mendapatkan hasil yang terduga. “Jangan maksa, kalau tidak suka, ya tidak usah dilakukan saja” sarannya mengakhiri perbincangan&lt;strong&gt;. (Rosa)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 24 May 2011 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/lakukan-dengan-sukacita/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>HIJAUKAN HUT SURABAYA DENGAN GREEN MAP</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/hijaukan-hut-surabaya-dengan-green-map/</link>
			<description>&lt;p&gt;Genap sudah usia kota Surabaya ke-718. Sebagai bentuk persembahan untuk kota tercinta, Universitas Kristen Petra Surabaya baru saja  menggelar &lt;em&gt;Workshop&lt;/em&gt; sekaligus pembuatan &lt;em&gt;Green Map&lt;/em&gt; di atrium Grand City Mall pada Sabtu (28/05) lalu. Prof. Rolly Intan, Rektor UK Petra ketika ditemui mengungkapkan, “&lt;em&gt;Workshop&lt;/em&gt; sekaligus pembuatan &lt;em&gt;Green Map&lt;/em&gt; ini adalah rangkaian kegiatan dari &lt;em&gt;Tribute to Surabaya&lt;/em&gt; yang merupakan kado UK Petra untuk Surabaya sekaligus sebagai bagian dari peringatan 50 tahun UK Petra (Petra Golden Jubilee). Semoga para pengunjung dan masyarakat umum yang hadir di event ini semakin &lt;em&gt;aware&lt;/em&gt; akan isu-isu &lt;em&gt;green&lt;/em&gt; serta memacu untuk semakin mencintai dan berkarya bagi Surabaya”.&lt;/p&gt;&amp;#13;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&amp;#13;
&lt;p&gt;Apa itu &lt;em&gt;Green Map&lt;/em&gt;? Apa saja kegiatan komunitas ini? “&lt;em&gt;Green Map&lt;/em&gt; ini bisa dibuat oleh siapapun dari semua kalangan dan bisa muncul kapan saja” urai Elanto Wijoyono, koordinator Green Map Indonesia. Tidak perlu peristiwa yang fenomenal, dengan &lt;em&gt;Green Map&lt;/em&gt; berbagai peristiwa bisa disederhanakan. &lt;em&gt;Green Map&lt;/em&gt; itu sendiri adalah sebuah media berbentuk peta yang dibuat oleh komunitas lokal dengan memetakan potensi alam dan budaya baik itu yang bernilai positif maupun negatif dari suatu kawasan. Elanto menekankan bahasa yang digunakan dalam &lt;em&gt;Green Map&lt;/em&gt; ini menggunakan satu bahasa yang sama di seluruh dunia yaitu bahasa visual berbentuk icon (tanda) tertentu. Sangat mudah melakukannya. Cukup dengan melakukan metode &lt;em&gt;Maping&lt;/em&gt; mulai dari survei, merekam, mencatat, kemudian menggambarkannya kembali untuk kemudian mendiskusikan isu yang ada kemudian mencari solusinya demi kepentingan bersama.&lt;/p&gt;&amp;#13;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&amp;#13;
&lt;p&gt;Contohnya yang ditemui para peserta kala terjun langsung melakukan metode &lt;em&gt;Maping&lt;/em&gt; di Kalimas. Di siang hari taman di sepanjang Kalimas sangat sejuk karena banyak pohon peneduh, tetapi yang sangat memprihatinkan banyak ditemui kondom bekas. “Ini sangat memilukan, seharusnya potensi budaya seperti ini bisa kita jaga dan lestarikan” urai Prof. Lily sebagai salah satu peserta. Elanto menambahkan, dengan &lt;em&gt;Green Map&lt;/em&gt; ini maka kita akan dapat mengetahui lebih dalam mengenai lingkungan yang terjadi di sekitar kita sehingga akan meyadarkan diri sendiri supaya lebih peduli lingkungan, budaya dan kehidupan orang lain. Selain itu nantinya akan berguna untuk memberi sumbangsih pada pemerintah. (Aj)&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 07 Jun 2011 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/hijaukan-hut-surabaya-dengan-green-map/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Berbingkai Lumpur : Potret Kehidupan Korban Lumpur  </title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/berbingkai-lumpur-potret-kehidupan-korban-lumpur/</link>
			<description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Berbingkai L&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;umpur&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; merupakan pameran foto yang digelar di perpustakaan UK Petra mulai tanggal 25 Mei hingga 11 Juni 2011. Pameran yang dibuka oleh Rektor UK Petra dan Sholahuddin Wahid ini adalah hasil kerja sama Perpustakaan UK Petra dengan Lafadl Intiatives, Hivos, dan Posko Advokasi &amp;amp; Kampanye untuk korban lumpur lapindo.&lt;/p&gt;&amp;#13;
&lt;p&gt;Pameran foto ini diadakan dalam rangka memperingati lima tahun tragedi lumpur lapindo. Fotografernya adalah anak-anak korban lumpur lapindo; mereka ingin menunjukkan potret kehidupan mereka sehari-hari kepada kita semua. “Awalnya kita sebagai warga tidak mengerti cara menggunakan kamera, apalagi menghasilkan foto yang bagus. Kita pun mengikuti pelatihan dan diajarkan bagaimana memotret kehidupan sehari-hari,” tutur Lilik Kaminah, salah seorang fotografer. Berikut foto karya Dyah Anggraeni, yang menunjukkan bagaimana kondisi sungai di desa yang terkena imbas lumpur. “Air dalam sungai tersebut tercampur minyak,” tukasnya.&lt;/p&gt;&amp;#13;
&lt;p&gt;Sebagian besar masyarakat mengira permasalahan lumpur lapindo sudah selesai, ternyata hingga saat ini permasalahan tersebut tak kunjung usai. “Pameran serupa pernah digelar di Jakarta dan Jogjakarta. Kami mengadakan pameran ini untuk membuktikan bahwa lumpur lapindo adalah tragedi kemanusiaan bukan bencana alam,” ungkap Gus Sholah. Peristiwa ini sudah berlangsung selama lima tahun, tapi Pemerintah belum menindaklanjuti. Belum lagi bencana lumpur Lapindo ini sempat memakan 13 korban yang meninggal dunia. “&lt;em&gt;It’s really &lt;/em&gt;&lt;em&gt;a &lt;/em&gt;&lt;em&gt;human disaster&lt;/em&gt;. Lumpur Lapindo ini merupakan tragedi kemanusiaan terbesar, tetapi pemerintah malah tidak &lt;em&gt;menggubris&lt;/em&gt; dan mengesampingkan permasalahan ini,” tambah Heru dari Lafadl Initiatives.&lt;/p&gt;&amp;#13;
&lt;p&gt;Dengan adanya pameran foto ini, diharapkan semua masyarakat dapat melihat lebih lanjut kehidupan mereka sehari-hari yang tidak pernah ditampilkan oleh media. Foto-foto tersebut mewakili isi hati mereka karena bencana lumpur Lapindo tidak pernah selesai. Mereka menampilkan pula bagaimana fakta yang terjadi di lumpur Lapindo, mulai dari lumpur yang terbakar, kondisi air yang buruk, pekerjaan mereka yang menurun drastis, dan sekitar 45 foto yang mereka potret.&lt;/p&gt;&amp;#13;
&lt;p&gt;Setelah para undangan menikmati pameran foto dan melakukan perbincangan dengan Gus Sholah, mereka pun menyaksikan pemutaran film &lt;em&gt;Waiting for Nothing&lt;/em&gt;. Dalam film tersebut, kita diajak untuk melihat kisah perjuangan dan penderitaan dalam menghadapi bencana lumpur lapindo. &lt;strong&gt;(Rosa)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 07 Jun 2011 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/berbingkai-lumpur-potret-kehidupan-korban-lumpur/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Berbekal Artikel, Jelajahi Seattle </title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/berbekal-artikel-jelajahi-seattle/</link>
			<description>&lt;p&gt;Jalan-jalan ke Seattle gratis ? Terbayangkah ? Pengalaman istimewa inilah yang dialami oleh Paulina Sigit, mahasiswi jurusan Ilmu Komunikasi yang beberapa pekan lalu berkesempatan mengunjungi &lt;em&gt;sister city&lt;/em&gt; kota Surabaya ini. Lewat kemampuannya menulis, ia lolos dalam lomba artikel yang digelar oleh Harian Jawa Pos sebagai peringkat ke-6. Lomba ini menantang para pesertanya untuk menuangkan pikirannya dalam tulisan yang terdiri tak lebih dari 500 kata. Hadiahnya tak tanggung-tanggung memang, uang saku, pengurusan visa plus tiket gratis menuju Seattle-Amerika Serikat.&lt;/p&gt;&amp;#13;
&lt;p&gt;”Tak menyangka, pada tanggal 12 April tepatnya hari selasa jam 6 sore saya  ditelpon oleh Jawa Pos. Saya ditawari untuk mengantikan posisi ke-5 yang tidak bersedia mengikuti program ini. Saya pun kaget banget dan waktu itu, saya pun langsung mengatakan mau”, ungkapnya sambil tersenyum. Akhirnya, pada Sabtu tanggal 7 Mei, Paulina bersama empat pemenang lainnya berangkat dari kota Surabaya menuju Seattle dengan melalui Singapura dan Jepang.&lt;/p&gt;&amp;#13;
&lt;p&gt;Sepekan di sana menjadi hari-hari yang menyenangkan baginya. Beberapa tempat yang ia kunjungi antara lain Disneyland, Sea World, Universal Studio, Hollywood Walk of Fame, Mann’s Chinese Theater. Apa lagi yang menarik dari wajah Seattle ? ”Terpesona dengan kurang lebih 600 ribu penduduk yang teratur dan disiplin”, ujar perempuan kelahiran 1990 yang hobby nonton ini. Selama di sana, para pemenang juga dapat melihat komitmen pemerintah terhadap keindahan, kebersihan dan kesehatan kota. Belum lagi sistem pendidikan yang bagus, didukung dengan fasilitas yang mewah seperti di Seattle Public Library yang merupakan salah satu perpustakaan terbesar di Amerika.&lt;/p&gt;&amp;#13;
&lt;p&gt;Menyinggung karyanya yang mengangkat judul Stereotip Dunia Profesional, dimuat di Jawa Pos pada Maret lalu, Paulina mengkritisi bagaimana jender menjadi &lt;em&gt;standpoint&lt;/em&gt; yang memisahkan pria dan wanita dalam dunia kerja. Paulina juga mengungkapkan masyarakat dan dunia profesi masih terjebak dalam stereotipe ketika menentukan jenis kelamin bagi pekerjaan tertentu. Dengan lugas, ia juga menulis bahwa masyarakat patriarkhis memberikan posisi penting bagi pria daripada perempuan walaupun mereka memiliki kualifikasi yang sama. Ketika ditanya mengenai mimpinya kelak, Paulina berharap bisa bergerak di bidang pendidikan dan membantu anak muda agar punya semangat berkarya bagi masyarakat. (Stefan)&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 07 Jun 2011 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/berbekal-artikel-jelajahi-seattle/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>UK Petra Luncurkan Magister Manajemen</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/uk-petra-luncurkan-magister-manajemen/</link>
			<description>&lt;p&gt;Vincent van Gogh, seorang pelukis kebangsaan Belanda pernah berujar, &lt;em&gt;Great things are done by a series of small things brought together&lt;/em&gt;. Ungkapan ini menggambarkan pencapaian yang sukses diraih oleh Fakultas Ekonomi UK Petra ketika pada tanggal 20 Mei 2011 lalu, sesuai dengan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 115/E/O/2011 memutuskan bahwa Magister Manajemen (MM) UK Petra resmi berdiri.&lt;/p&gt;&amp;#13;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&amp;#13;
&lt;p&gt;“Puji Tuhan, akhirnya ijin MM UK Petra sudah resmi. Ada banyak sekali bantuan, selain kami membentuk tim internal yang sudah berganti hingga empat kali sampai saat ini. Kami juga mendapat juga dukungan penuh dari Yayasan, Rektor dan seluruh Wakil Rektor” ungkap Diah Dharmayanti, S.E, M.Si, CPM, CPBC saat di temui Dwi Pekan. Perkuliahan yang dimulai esok September 2011 ini mempunyai keunikan yang berbeda dibandingkan dengan yang lainnya. Diah memaparkan para lulusan Magister Manajemen UK Petra nantinya akan memperoleh &lt;em&gt;Dual Degree&lt;/em&gt; dengan tiga gelar sekaligus yaitu gelar MM, MBA dan &lt;em&gt;Professional Certification Degree&lt;/em&gt;. Kelebihannya lagi, jika mahasiswa sarjana (S1) berasal dari UK Petra dapat melanjutkan langsung ke MM UK Petra dengan jalur &lt;em&gt;two train&lt;/em&gt; (dua rel) yaitu setelah menyelesaikan semester 7 dapat langsung mengikuti perkuliahan MM dengan total masa studi hanya lima tahun saja.&lt;/p&gt;&amp;#13;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&amp;#13;
&lt;p&gt;Buah manis didapatkan setelah Diah harus bolak-balik ke Jakarta untuk mengurus ijin Pendidikan Tinggi (Dikti) di Jakarta. Tak main-main sejak tahun 2008 proses pembentukan MM di Fakultas Ekonomi mulai digodok dengan tim internal yang di gawangi oleh Prof. Dr. Hatane Samuel., Sautma Roni, SE, ME., Diah Dharmayanti, S.E, M.Si, CPM, CPBC dan Dr. Zeplin Jiwa Husada Tarigan, S.T., M.M.T. “Rencananya dalam setahun kami akan menerima mahasiswa sebanyak dua kali periode, yang dibagi dalam dua grup yaitu untuk &lt;em&gt;fresh graduate&lt;/em&gt; dengan kelas reguler di siang hari dan profesional dengan kelas malam hari”, tambah Zeplin. Selain didukung oleh tim pengajar dosen tetap MM UK Petra, hadir juga para praktisi baik dari asosiasi profesi maupun &lt;em&gt;expertized&lt;/em&gt; partner industri. Perkuliahan yang rencananya akan bertempat di gedung T, kampus UK Petra ini nantinya akan menyediakan tiga konsentrasi yaitu &lt;em&gt;Marketing Communication&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Wealth&lt;/em&gt; Manajemen dan Bisnis Proses Manajemen.&lt;/p&gt;&amp;#13;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&amp;#13;
&lt;p&gt;Kerjasama yang dijalin oleh MM UK Petra inipun beragam mulai dengan negara Singapore, Thailand hingga Korea. Diah menyatakan, dengan dibukanya program pasca sarjana ekonomi ini ia yakin masyarakat akan menyambutnya dengan baik. “Kami optimis akan mampu bersaing dengan yang lainnya, dan pastinya jurusan ini akan banyak diminati karena memiliki diferensiasi yang kuat. ” tutupnya.  (Aj)&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Mon, 20 Jun 2011 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/uk-petra-luncurkan-magister-manajemen/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Mempersiapkan Indonesia Hadapi Persaingan Di Asia Tenggara</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/mempersiapkan-indonesia-hadapi-persaingan-di-asia-tenggara/</link>
			<description>&lt;p&gt;Kali ini (9/6) Program Manajemen Bisnis UK Petra mengadakan Seminar Kepemimpinan yang mengusung tema “&lt;em&gt;Searching for Leadership Excellence in the ASEAN Context”&lt;/em&gt;.  Seminar ini diadakan di Ballroom Hotel Shangri-la Surabaya. Sebanyak 178 peserta menghadiri seminar yang bekerja sama dengan fungsional ASEAN dan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Perwakilan dari Kementerian Luar Negeri, Djumantoro Purbo membawakan sambutan dan pidato kunci pada seminar kali ini. “Seminar yang digelar pada hari ini, diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada masyarakat, khususnya mahasiswa untuk mengaktualisasikan ilmu yang didapat melalui praktek, memahami isu-isu yang menjadi pembahasan utama dalam ASEAN,&quot; jelasnya.&lt;/p&gt;&amp;#13;
&lt;p&gt;Lebih lanjut disampaikan bagaimana meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia dalam menyongsong ASEAN 2015. “Pertama, kita harus meningkatkan &lt;em&gt;self evaluation&lt;/em&gt;. Mengevaluasi terlebih dahulu tiap individu,” papar Prof. Wibisono Hardjopranoto, Rektor UBAYA. Kita harus mengintropeksi dari &lt;em&gt;history&lt;/em&gt; Indonesia. Agar mampu mengatasi beberapa kendala, seperti nilai tukar Indonesia yang melonjak naik. Jadi, harus ada &lt;em&gt;master plan&lt;/em&gt; yang tersusun, mengurangi hambatan birokrasi dan memperbaiki regulasi yang ada. Tugas penting yang harus dilakukan oleh Pemerintah Indonesia, “Bagaimana membawa industri kita dari hulu ke hilir dengan kemajuan teknologi,” paparnya dalam hal solusi. Selain mengembangkan teknologi, Indonesia harus punya budaya politik yang membantu untuk meningkatkan daya saing. Budaya politik yang ada membawa dua &lt;em&gt;spectrum&lt;/em&gt; yaitu, otoriter atau demokrasi. “Budaya yang diterapkan harus mampu menampung kapasitas dan meningkatkan stabilitas sosial dan kesejahteraan masyarakat,” jelas Drs. Basis Susilo, M.A., pembicara kedua dari sesi pertama.&lt;/p&gt;&amp;#13;
&lt;p&gt;Sesi kedua dibuka dengan diskusi mengenai kemajuan yang harus dicapai Indonesia selama menjadi anggota ASEAN. Stefan S. Handoyo selaku pembicara di sesi kedua mengatakan bahwa kemajuan SDM merupakan faktor utama bagi bangsa Indonesia untuk bisa maju. “ SDA bukanlah yang utama bukan pula ras, agama, kecerdasan dll; namun, yang terpenting adalah sikap yang terbentuk melalui kebudayaan dan pendidikan,” jelasnya.&lt;/p&gt;&amp;#13;
&lt;p&gt;“Etika, hormat, kerja keras, cinta pada pekerjaan, ketepatan waktu dan kemauan berinvestasi adalah sikap-sikap masyarakat negara maju yang harus ditiru oleh orang-orang Indonesia,” ujar pria yang menjabat &lt;em&gt;President Director &lt;/em&gt;RAI (  &lt;em&gt;Research and Advisory Group Internasional&lt;/em&gt;) ini. Diskusi ini ditutup oleh ajakan Drs. Ronny H.Mustamu selaku pembicara terakhir sesi kedua ini untuk memajukan sektor pendidikan Indonesia.  “Kita harus memperbaiki kualitas negara ini dengan memajukan pendidikan dan komponennya. Di sini peran pemerintah penting untuk melakukan &lt;em&gt;policy change&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;public change &lt;/em&gt;supaya cita-cita kita bisa menjadi fakta,” ujar dosen Manajemen Bisnis UK Petra ini. (&lt;strong&gt;Rosa/Chriz&lt;/strong&gt;)&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Mon, 20 Jun 2011 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/mempersiapkan-indonesia-hadapi-persaingan-di-asia-tenggara/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Medali di Kancah Nasional</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/medali-di-kancah-nasional/</link>
			<description>&lt;p&gt;Sekali lagi mahasiswa UK Petra mengukir prestasi dan mengharumkan nama UK Petra di dunia Pendidikan Tinggi Indonesia. Tepatnya 8 Mei 2011 yang lalu tim renang UK petra berhasil membawa pulang medali dalam Kejuaraan Selam Antar Mahasiswa Se-Indonesia yang diselenggarakan oleh Universitas Hang Tuah.&lt;/p&gt;&amp;#13;
&lt;p&gt;Dalam lomba tersebut UK Petra mengirimkan empat mahasiswanya yaitu Anthony Halim dari jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV), Michael Pratama dari jurusan Informatika, Margareth Diandra dari jurusan Internasional Bisnis Manajemen (IBM), dan Marisa Tansil dari jurusan Sastra Inggris. Anthony tak menyia-yiakan kesempatan ketika menerima undangan lomba yang diadakan di kolam renang KONI Kertajaya ini, ia langsung membentuk tim. ”Waktu latihan kami hanya satu minggu untuk mempersiapkan lomba. Untungnya dengan waktu seminggu ini digunakan untuk latihan yang akhirnya berhasil memperoleh beberapa medali,” tutur pria kelahiran tahun 1990 ini.&lt;/p&gt;&amp;#13;
&lt;p&gt; Cabang olahraga ini melombakan 3 nomor yaitu 50 meter, 100 meter, dan 200 meter baik putra maupun putri. Masing-masing dibagi menjadi dua kelompok yaitu individu dan tim, dan tim UK Petra mengikuti lomba di kelompok individu. Hebatnya, Anthony berhasil membawa pulang 3 medali perak. ”Saya belum pernah berlomba dalam cabang &lt;em&gt;bifins Swimming&lt;/em&gt; ini dan &lt;em&gt;nervous&lt;/em&gt;, tetapi Puji Tuhan langsung mendapatkan tiga medali sekaligus,” ucap pria yang memiliki hobi renang ini. &lt;em&gt;Bifins Swimming&lt;/em&gt; merupakan olah raga renang menggunakan &lt;em&gt;snorkle&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;fins&lt;/em&gt;. Olah raga ini menggunakan gabungan antara stamina, teknik, dan &lt;em&gt;speed&lt;/em&gt;. Selain itu, semua anggota badan ikut berperan dalam olah raga air ini.&lt;/p&gt;&amp;#13;
&lt;p&gt;            Ia memberikan motivasi bagi kita semua, ”Mahasiswa harus berani untuk melakukan dan mencoba segala sesuatu. Bila berhasil itu semua berkat campur tangan Tuhan”, tuturnya mengakhiri perbincangan. &lt;strong&gt;(Stefan)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Mon, 20 Jun 2011 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/medali-di-kancah-nasional/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Mengejar Kualitas dan Kompetensi dalam Semangat IKP2M</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/mengejar-kualitas-dan-kompetensi-dalam-semangat-ikp2m/</link>
			<description>&lt;p&gt;&lt;em&gt;No Pain No Gain&lt;/em&gt;, peribahasa itu rasanya tepat menggambarkan &lt;em&gt;spirit&lt;/em&gt; atau semangat juang yang digaungkan oleh Pusat Penelitian (Puslit) melalui IKP2M. Apakah IKP2M itu ? Tim DP sengaja mengunjungi  Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng, Ph.D, Kepala Puslit untuk mengulasnya bagi pembaca DP.&lt;/p&gt;&amp;#13;
&lt;p&gt;“Pada prinsipnya, semua dosen harus melakukan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu mengajar, meneliti, dan mengabdi pada masyarakat. Tiga kegiatan tersebut harus dilakukan sebagai kinerja dosen. Jadi tidak bisa memilih salah satu, mengajar saja, meneliti atau mengabdi saja. IKP2M atau Indeks Kinerja Penelitian dan Pengabdian Masyarakat sengaja digagas agar para dosen tetap semangat dan termotivasi melakukan penelitian dan pengabdian di sela-sela kesibukan mereka mengajar. IKP2M, merupakan alat ukur kinerja dosen dalam penelitian dan dalam pengabdian masyarakat.”.&lt;/p&gt;&amp;#13;
&lt;p&gt;Menurut pria yang pernah bekerja sebagai dosen di Curtin University ini, ada empat tujuan yang melandasi diadakannya IKP2M. Pertama yaitu untuk mengukur kinerja para dosen dalam melaksanakan Tri Dharma perguruan tinggi. Kedua, mengumpulkan data supaya lebih terintegrasi dan mudah untuk digunakan apabila dibutuhkan, untuk akreditasi misalnya. Ketiga ialah untuk memberikan &lt;em&gt;reward&lt;/em&gt; pada dosen atas hasil penelitian dan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan. &lt;em&gt;Reward &lt;/em&gt;akan berupa dana yang bisa digunakan untuk penelitian atau keperluan-keperluan lain yang menunjang kegitan penelitian dan abdimas. Selain itu juga akan diberikan penghargaan untuk peneliti terbaik, pelaku abdimas terbaik, serta penulis paling produktif. Tujuan yang keempat adalah untuk memotivasi teman-teman dosen agar tetap bersemangat melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat. ”Teman-teman dosen kadangkala terlalu fokus hanya pada dharma mengajar dan mengenyampingkan penelitian dan pengabdian masyarakat padahal dua hal ini penting sebagai akademisi”, papar pria asal Blora ini.&lt;/p&gt;&amp;#13;
&lt;p&gt;Lantas, apa saja yang diukur dalam IKP2M ? Ada dua yakni &lt;em&gt;input&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;output&lt;/em&gt;. Untuk penelitian, hasil &lt;em&gt;input&lt;/em&gt; yang dinilai ialah dana yang berhasil didapatkan oleh para dosen untuk melakukan  karya penelitian dari sumber luar UK Petra sedangkan segi &lt;em&gt;output&lt;/em&gt;nya bagaimana mempublikasikan hasil penelitian tersebut. “Bentuk publikasi penelitian dapat berupa tulisan di  jurnal, laporan penelitian, konferensi, dan paten”, ujar Djwantoro yang ditemui di ruangannya. Untuk pengabdian masyarakat, &lt;em&gt;input&lt;/em&gt; yang diukur adalah kemampuan dosen dalam membawa dana agar program tersebut bisa terlaksana sementara &lt;em&gt;Ouput&lt;/em&gt;nya yang dinilai apakah dosen tersebut ikut dalam berbagai kegiatan masyarakat seperti menjadi dosen pendamping COP atau ikut melakukan penyuluhan pada masyarakat. ”Jadi sebenarnya kerja keras para dosen untuk melakukan penelitian dan pengabdian pada hilirnya akan memberi kontribusi bagi kualitas maupun kompetensi mereka”, jelas Djwantoro menutup pembicaraan. &lt;strong&gt;(Ardy)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 05 Jul 2011 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/mengejar-kualitas-dan-kompetensi-dalam-semangat-ikp2m/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Merangkai Kenangan akan Prof. Dr. Ir. Widoyo Totosucipto</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/merangkai-kenangan-akan-prof-dr-ir-widoyo-totosucipto/</link>
			<description>&lt;p align=&quot;center&quot;&gt;Sosok ini begitu mencintai dunia pertanian dan kehutanan. Bidang yang ditekuni sejak mudanya itu telah menghantarkannya ke pelbagai belahan dunia untuk menghadiri pertemuan-pertemuan guna mengembangkan pertanian dan kehutanan Indonesia. Tidak itu saja, dia juga aktif mengadakan penelitian mengenai tembakau Indonesia dan menghasilkan ragam tulisan antara lain mengenai  pertanian, bioteknologi serta pemberdayaan pangan. Dialah Prof. Dr. Ir. Widoyo Totosucipto, yang pada Selasa, 21 Juni lalu, berita mengenai kepergiannya menghadap Sang Khalik menghentakkan semua orang yang mengasihinya, termasuk sivitas UK Petra. Dwi Pekan secara khusus menurunkan tulisan ini untuk mengenang kisah hidup beliau.&lt;/p&gt;&amp;#13;
&lt;p align=&quot;center&quot;&gt; &lt;/p&gt;&amp;#13;
&lt;p&gt;Tak salah kalau orang berpikir bahwa Widoyo Totosucipto, pria kelahiran 9 Mei 1931 ini begitu mencintai dunia akademik. Bisa dikatakan bahwa Widoyo adalah seorang dari sekian akademisi sejati yang begitu tekun melakukan penelitian dan produktif, menghasilkan banyak karya mengenai bidang yang digelutinya, pertanian dan kehutanan. Doktor lulusan UGM ini juga aktif bergabung dalam asosiasi profesi maupun organisasi semacam Perhimpunan Pemuliaan Indonesia (Perhipi), SABRAO (&lt;em&gt;The Society for the Advancement of Breeding Researches in Asia and Oceania&lt;/em&gt;), Kelompok Ilmu Pemulia Tanaman LBN/LIPI, Himpunan Fitapatologi Indonesia, Perhimpunan Ahli Agronomi Indonesia (Peragi) serta CORESTA (&lt;em&gt;Centre de Cooperation pour les Researches Scientifiques Relatives au Tabac&lt;/em&gt;).&lt;/p&gt;&amp;#13;
&lt;p&gt;Widoyo kecil yang banyak mengalami terpaan hidup membuatnya menjadi pribadi yang berdisiplin tinggi dan pekerja keras. Walau lahir dari seorang ayah yang menjadi Lurah di Baluwarti, Solo, kehidupan Widoyo kecil jauh dari kemewahan.  Sikap ini begitu kental dengannya, begitu pula ketika ia menjadi kepala keluarga dan pimpinan universitas (periode 1984-1988).   Almarhum memulai pengabdiannya di UK Petra sejak Agustus 1984 sebagai dosen tetap di Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Tak lama kemudian, pada bulan November 1984 beliau resmi dilantik menjadi Rektor ke-5 UK Petra.&lt;/p&gt;&amp;#13;
&lt;p&gt;“Kami merasakan duka yang mendalam, kehilangan seorang pribadi yang sederhana, ramah, peduli pada lingkungan dan bersahaja. Beliau tidak hanya aktif di gereja saja akan tetapi juga aktivis di dunia pendidikan, sangat peduli pada perkembangan UK Petra” urai Ir. Arthur Rinold Joseph, M.M.T, pengurus yayasan UK Petra. Sebagai ayah dari lima anak, almarhum termasuk sosok yang tak banyak bicara. “Bapak selalu menunjukkan keteladanan, pesannya “&lt;em&gt;Wong iku kudu pinter urip&lt;/em&gt;”. Harus pintar menjalani hidup di segala keadaan” kenang Ir. Ishak Widoyo, putra almarhum.&lt;/p&gt;&amp;#13;
&lt;p&gt;Sebelum disemayamkan ke Solo, UK Petra berkesempatan mengadakan kebaktian perkabungan sebagai tanda penghormatan terakhir. Alunan lagu “Suara Yesus Kudengar” mengiringi awal perkabungan Prof. Dr. Ir. Widoyo Totosucipto pada Rabu pagi (22/06) bertempat di Auditorium. Di usianya yang ke-80, dia telah pergi untuk selamanya.&lt;/p&gt;&amp;#13;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;Selamat jalan Prof, semangat hidupmu tetap bersemi di hati kami. &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(Aj/Inggrit)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 05 Jul 2011 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/merangkai-kenangan-akan-prof-dr-ir-widoyo-totosucipto/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Prestasi Lomba Akuntansi Pajak 2011 Lagi-Lagi Memberi Yang Terbaik  </title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/prestasi-lomba-akuntansi-pajak-2011-lagi-lagi-memberi-yang-terbaik/</link>
			<description>&lt;p&gt;Lagi-lagi jurusan akuntansi pajak memberikan prestasi yang membanggakan bagi UK Petra.  Dalam Kompetisi Pajak 2011 pada 21-22 Mei lalu, salah satu tim yang dikirim berhasil meraih juara pertama. Mereka berhasil menyisihkan tim-tim dari universitas lain di Jawa Timur.&lt;/p&gt;&amp;#13;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&amp;#13;
&lt;p&gt;Adalah tim yang terdiri dari Janet Aditya, Selviana Wijaya serta Sally Tanjung yang meraih juara pertama tersebut. Tim gado-gado tiga generasi angkatan akuntansi pajak ini sebenarnya adalah salah satu dari empat tim yang dikirim untuk mengikuti lomba di Universitas Airlangga ini. Akan tetapi mereka sanggup mengatasi perlawanan dari 25 tim  lain juga mengalahkan sesama tim dari UK Petra sendiri.&lt;/p&gt;&amp;#13;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&amp;#13;
&lt;p&gt;“Persiapan kami untuk lomba ini sekitar satu mingguan lebih, selain itu kami juga dibantu oleh tim dosen untuk &lt;em&gt;review &lt;/em&gt;materi yang sufah pernah kita dapet” ujar Selviana mengenai persiapan dari lomba kali ini. “ Kami juga sudah bersama sebagai tim selama empat bulan dan sudah pernah mengikuti lomba tingkat nasional yang mirip ini sehingga tinggal review materi lagi saja” tambah  gadis calon ketua BEM 2011 ini.&lt;/p&gt;&amp;#13;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&amp;#13;
&lt;p&gt;Meskipun sudah pernah meraih prestasi pada lomba seperti ini sebelumnya, namun ekpresi tak menyangka tetap ada di wajah mereka. “ Ya kali ini tidak menyangka bisa jadi juara, karena yang diunggulkan kali ini adalah tim dari universitas lain juga tim Petra lain yang lebih diunggulkan selain tim kami” ujar Shelvi. “ Puji Tuhan kami bisa memberi yang terbaik kali ini” tambahnya.&lt;/p&gt;&amp;#13;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&amp;#13;
&lt;p&gt;Kunci kemenangan mereka adalah kekompakan. ”Kita kompak dan happy-happy saja dalam menjalani lomba ini” ujar Janet sambil tersipu-sipu. ”Selain itu kita juga memiliki motto untuk selalu melakukan yang terbaik bukan mencari hasil yang terbaik. Bagi kami hasil terbaik adalah bonus kalau kita sudah melakukan yang terbaik” tambah Selvi mengakhiri. (&lt;strong&gt;Chriz&lt;/strong&gt;)&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 05 Jul 2011 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/prestasi-lomba-akuntansi-pajak-2011-lagi-lagi-memberi-yang-terbaik/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Opening Ceremony COP:    Ketika Budaya Lima Negara Bersua dalam Muara COP  </title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/opening-ceremony-cop-ketika-budaya-lima-negara-bersua-dalam-muara-cop/</link>
			<description>&lt;p&gt;COP tidak hanya istimewa bagi pesertanya, di mata sivitas yang pada Selasa (5/7) lalu turut menyaksikan atraksi budaya COP 2011, COP juga menjadi kenangan yang sulit dilupakan. Pada acara pembukaan itu, sejumlah  131 peserta  beradu menampilkan atraksi budaya dari masing-masing negara. Di balik hingar bingar pagelaran budaya itu, COP membagikan arti. COP tidak sekedar menantang mahasiswa untuk memiliki kemampuan berbahasa asing dengan baik ataupun menjadi &lt;em&gt;team player&lt;/em&gt; dari sebuah project antar bangsa. COP juga tidak sekedar mengisi liburan semester dengan bertemu banyak teman. COP  menyadarkan pentingnya generasi muda memiliki kebanggan akan warisan leluhur dan budaya sebagai identitas bangsanya. COP juga mengajarkan bahwa pendidikan itu sebagai proses &lt;em&gt;service&lt;/em&gt; atau melayani sekaligus &lt;em&gt;learning &lt;/em&gt;atau pembelajaran.&lt;/p&gt;&amp;#13;
&lt;p&gt;Dalam &lt;em&gt;event&lt;/em&gt; ini, Prof. Ir. Rolly Intan, M.A. Sc., Dr. Eng, membuka dengan semangat kooperatif antara peserta maupun dengan penduduk desa, “Suasana atau atmosfir international ini memberikan keuntungan-keuntungan akan pengertian lintas budaya di antara para murid, keuntungan dan inspirasi bagi para penduduk desa. Kesalahpahaman dan ketegangan bisa saja terjadi oleh karena itu setiap pihak haruslah bersiap dan banyak belajar untuk memahami satu dengan yang lain”.&lt;/p&gt;&amp;#13;
&lt;p&gt;Pembukaan COP 2011 yang diramaikan oleh tujuh universitas dari lima negara ini dibuka dengan manis oleh peserta dari Hongkong. Perwakilan mahasiswa HKBU (Hong Kong Baptist University) dan Chinesse University berkolaborasi memperkenalkan Hongkong dengan mempertunjukkan senam Tai-Chi. Senam Tai Chi merupakan salah satu senam tradisional yang menjadi ciri khas budaya Negeri Tirai Bambu. Selain untuk relaksasi, senam ini juga bermanfaat untuk pernafasan dan terapi beberapa penyakit. Tak kalah seru, penampilan dari Inholland University, Belanda yang mengusung tarian poco-poco dan beberapa lagu. Walau tidak dapat bernyanyi dengan baik, penonton pun ikut larut dalam kemeriahan acara malam itu, mereka ikut bernyanyi bersama.&lt;/p&gt;&amp;#13;
&lt;p&gt;Perwakilan dari Internasional Christian University dan St. Andrew University yang menunjukkan pakaian tradisional Jepang,  kimono. Tak mau kalah, Dong Seo University-Korea menghadirkan beragam atraksi mulai dari Salmunori (tarian tradisional dengan genderang), Tae Kwon Do, tarian modern dan nyanyian sebuah lagu rakyat Korea. Peserta COP dari UK Petra mengusung tarian tradisional Sajojo dari Papua. Wajah Indonesia yang modern juga direpresentasikan dengan menampilkan tarian modern. Pembukaan COP 2011 ditutup dengan khidmat dengan lagu “Indonesia Tanah Air Beta”.  &lt;strong&gt;(Rosa/Aj)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 19 Jul 2011 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/opening-ceremony-cop-ketika-budaya-lima-negara-bersua-dalam-muara-cop/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Menghidupkan Lagi Sejarah    </title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/menghidupkan-lagi-sejarah/</link>
			<description>&lt;p&gt;Sekali lagi mahasiswa Universitas Kristen Petra mengukir prestasi. Dalam lomba desain yang diadakan oleh INDODESIGN 5-8 Mei 2011 di Gramedia Expo, Surabaya, salah satu tim dari Jurusan Desain Interior berhasil menyisihkan banyak peserta dari berbagai universitas dan menyabet juara pertama. Tim yang terdiri dari Aprilia Gunawan, Stephanie Ribka, dan Maria Puji berhasil membawa pulang Trophy Gubernur dalam lomba yang bertemakan “&lt;em&gt;Heroes Heritage Spirit&lt;/em&gt;”. “Rasanya senang sekali bisa menang, padahal kami sempat minder melihat karya peserta lain,” ungkap Aprilia.&lt;/p&gt;&amp;#13;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&amp;#13;
&lt;p&gt;“Kami mengetahui lomba ini dari Pak Adi Santosa, S.Sn, M.A.Arch yang pada waktu itu menjadi pembimbing kami,” imbuhnya. Kompetisi ini sebagai ajang untuk membuktikan kemampuan mereka. Mereka juga melakukan &lt;em&gt;survey&lt;/em&gt; ke museum-museum lainnya. Aprilia bahkan melakukan &lt;em&gt;survey&lt;/em&gt; secara langsung ke &lt;em&gt;Army Museum  dan National Museum of Singapore&lt;/em&gt;. ”&lt;em&gt;Survey&lt;/em&gt; ini guna meningkatkan wawasan kami mengenai konsep yang digagas panitia,” cetus Maria.&lt;/p&gt;&amp;#13;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&amp;#13;
&lt;p&gt;Pada awal pengerjaan, mereka sempat bingung mengenai konsep yang akan mereka garap. “Kami awalnya disuruh untuk membuat tema sendiri, setelah itu baru digabungkan,” papar Ribka. Akhirnya, setelah meminta petunjuk dari Adi Santosa, S.Sn, M.A.Arch, mereka menemukan tema “Reflektif”. Tujuan tema ini adalah agar masyarakat Surabaya yang mengunjungi museum lebih menghayati semangat para pejuang kemerdekaan jaman dahulu. Dan untuk menunjang konsep, mereka membagi area pameran menjadi empat bagian yaitu area tradisonal, Kolonial, 10 November, dan yang terakhir area Masa depan, area ini menceritakan pesan untuk mengisi kemerdekaan.&lt;/p&gt;&amp;#13;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&amp;#13;
&lt;p&gt;Selain konsep yang kreatif, keunggulan mereka lainnya dari segi teknologi. Teknologi yang mereka pakai adalah &lt;em&gt;Hologram Technology&lt;/em&gt; yang berfungsi membuat lukisan atau gambar yang dipajang di museum dapat terlihat hidup. Dalam teknologi ini, suatu lukisan nantinya akan dapat menyapa pengunjung museum dan juga menceritakan kisah yang berhubungan dengan lukisan tersebut. ”Teknologi ini sangat efektif sehingga para pengunjung tidak bosan dan juga tidak memerlukan &lt;em&gt;tour guide,&lt;/em&gt;” jelas Aprilia. Dari sisi &lt;em&gt;Green Design,&lt;/em&gt; mereka juga tidak kalah dari peserta lain. Mereka menggunakan material &lt;em&gt;recycle&lt;/em&gt; yang mudah diperoleh di sekitar kita, serta penggunaan lampu LED dengan &lt;em&gt;motion detector&lt;/em&gt; sehingga hemat listrik. Dengan keunggulan inilah dewan juri yang terdiri dari Lucky Basuki selaku Ketua HDII Jawa Timur, Guntur Soekemi sebagai Principal Architect Museum Perjuangan 10 November Surabaya, Sugeng Gunadi dari pihak IAI tidak ragu memilih mereka menjadi pemenang. &lt;strong&gt;(Ardy/Rosa)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 19 Jul 2011 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/menghidupkan-lagi-sejarah/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Jurusan Sastra Tionghoa Tawarkan Double Degree   dari Huaqiao University, China  </title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/jurusan-sastra-tionghoa-tawarkan-double-degree-dari-huaqiao-university-china/</link>
			<description>&lt;p&gt;Beragam pilihan institusi pendidikan saat ini membuat seorang calon siswa dan orang tua harus pintar memilih. Selain menilik sejumlah daftar prestasi akademik, jalinan kerjasamanya baik secara nasional maupun internasional patut diperhatikan. Sebab itu artinya sistem pengajaran dalam institusi pendidikan tersebut diakui oleh pemerintah. Demikian juga yang dilakukan oleh Universitas Kristen Petra memantapkan langkahnya dengan menjalin kerjasama melalui penandatanganan MoU (&lt;em&gt;Memorandum of Understanding&lt;/em&gt;).&lt;/p&gt;&amp;#13;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&amp;#13;
&lt;p&gt;Baru saja hari Jumat (15/07) yang lalu, UK Petra dengan hangat menerima rombongan dari Huaqiao University di China. Prof. Qiu Jin selaku Rektor Huaqiao University ditemani dengan sejumlah rombongan mulai dari Kepala Bidang Akademik, Kepala Bidang Keuangan, Kepala Bidang Kerjasama dan lainnya ini memang dengan sengaja mengagendakan secara khusus untuk berkunjung ke UK Petra dalam lawatannya ke kota Pahlawan. Dalam kesempatan ini, Prof. Ir. Rolly Intan M.A.Sc., Dr.Eng selaku Rektor UK Petra menandatangani MoU dengan Prof. Qiu Jin. MoU ini merupakan kerjasama lanjutan setelah sebelumnya pertama kali ditandatangani pada tahun 2002 yang lalu.&lt;/p&gt;&amp;#13;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&amp;#13;
&lt;p&gt;Dari kerjasama yang sudah terjalin ini telah disepakati tiga hal. Yang pertama &lt;em&gt;Double Degree&lt;/em&gt;, terbuka kesempatan untuk mendapatkan gelar ganda baik dari UK Petra maupun dari Huaqiao University dengan menyelesaikan masa studi selama tiga tahun di Indonesia dan satu tahun kemudian di China. Menariknya, bagi lima mahasiswa UK Petra terbaik dari jurusan Sastra Tionghoa nantinya berkesempatan mendapatkan beasiswa dari Huaqiao University. Tak hanya itu saja, disepakati juga kesempatan pertukaran dosen untuk menjadi dosen tamu (&lt;em&gt;guest lecturer&lt;/em&gt;). Selain kedua hal itu, klausal baru yang disepakati salah satunya adalah program &lt;em&gt;summer camp&lt;/em&gt; dengan melibatkan siswa SMA. Nantinya para siswa SMA yang tertarik belajar bahasa Mandarin bisa mengikuti program ini selama satu minggu bersama mahasiswa dan dosen pembimbing baik dari Huaqiao University dan Universitas Kristen Petra. Berita kedatangan rombongan Huaqiao University ini juga bisa kita jumpai dalam media Qiandao Ribao (Harian Nusantara) berbahasa Mandarin, 19 Juli 2011 yang lalu halaman 12. (Aj)&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 02 Aug 2011 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/jurusan-sastra-tionghoa-tawarkan-double-degree-dari-huaqiao-university-china/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Telisik COP UK Petra di Lereng Gunung Wilis</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/telisik-cop-uk-petra-di-lereng-gunung-wilis/</link>
			<description>&lt;p&gt;Aksi pembangunan baik non-fisik maupun fisik menjadi aktifitas yang bisa dijumpai dalam &lt;em&gt;Community Outreach&lt;/em&gt; &lt;em&gt;Program&lt;/em&gt; (COP) yang digelar oleh Universitas Kristen Petra beberapa waktu lalu. Selama kurang lebih satu bulan (7/7 – 1/8) para mahasiswa dari lima negara &lt;em&gt;live-in&lt;/em&gt; di tengah-tengah masyarakat untuk membangun kabupaten Kediri dan mengecap pengalaman &lt;em&gt;team work&lt;/em&gt; bagaimana menangani proyek bersama.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tangan Suryani Giyem Thalib (20) tampak sibuk memberikan sentuhan terakhir warna pada panggung boneka yang telah dibuatnya bersama teman-teman yang lain di TK Kusuma Mulia, Dusun Jeruk, Desa Pamongan, Kecamatan Mojo, Kediri. Gadis keturunan Indonesi-Belanda yang tidak bisa berbahasa Indonesia dan mahasiswa di Inholland University ini merupakan salah satu dari 131 mahasiswa peserta COP 2011. ”Peserta dari luar Indonesia pada COP kali ini lebih banyak jika dibandingkan dengan tahun lalu,” urai Herri Christian Palit, S.T., M.T. selaku kepala Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) UK Petra. COP 2011 kali ini terdiri dari: &lt;strong&gt;54 mahasiswa UK Petra&lt;/strong&gt;; masing-masing &lt;strong&gt;29&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; mahasiswa dari Dongseo University&lt;/strong&gt;, Korea Selatan dan &lt;strong&gt;Inholland University, &lt;/strong&gt;Belanda; 10 mahasiswa dari &lt;strong&gt;Hong Kong Baptist University&lt;/strong&gt;, Hong kong; 4 (empat) mahasiswa dari &lt;strong&gt;International Christian University&lt;/strong&gt;, Jepang; &lt;strong&gt;1 (satu) mahasiswa dari St. Andrew’s University&lt;/strong&gt;, Jepang ; dan 4 (empat) mahasiswa dari  &lt;strong&gt;Chinese University&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;of Hongkong&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Banyak hal yang mereka lakukan selain membuat panggung boneka. Dengan didampingi dosen yang telah ditunjuk, para mahasiswa mencoba membantu kehidupan masyarakat sekitar. Contohnya, di dusun Jatiwekas, Desa Kedawung, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, para peserta COP dengan dibantu warga sekitar bergotong-royong membangun pondasi untuk Taman Kanak-Kanak (TK) mulai dari awal. “Kami sangat dibantu dengan adanya acara seperti ini, kami sekarang jadi punya gedung TK; dari yang sebelumnya kami harus menumpang di rumah kepala dusun setempat,” ungkap Suyitno dengan gembira selaku salah satu tokoh masyarakat.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tak hanya itu saja, mahasiswa dari Dong Seo University, Korea Selatan bahkan membantu &lt;em&gt;Solar Cell&lt;/em&gt; atau listrik bertenaga matahari lengkap dengan lampunya untuk menerangi jalan desa dan mushalla yang gelap di saat malam hari. Tak berhenti sampai disitu saja; proyek pembangunan jembatan dan gorong-gorong yang didanai langsung oleh Pemerintah Kabupaten Kediri inipun dikerjakan para peserta COP. Edukasi pun coba dibagikan kepada masyarakat dengan mengajarkan ketrampilan yang dimiliki seperti bahasa Inggris, memasak makanan mulai dari &lt;em&gt;ote-ote&lt;/em&gt; berbahan dasar &lt;em&gt;kemchi&lt;/em&gt; (asinan korea) hingga nasi campur ala Korea, menyanyi hingga bermain roket air. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk membantu masyarakat, dan ini membuktikan bahwa kegiatan &lt;em&gt;service learning&lt;/em&gt; seperti ini bisa dijadikan alternatif pilihan. &lt;strong&gt;(Aj)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Fri, 23 Sep 2011 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/telisik-cop-uk-petra-di-lereng-gunung-wilis/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Inovasi Batu Bata Berbahan Kertas</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/inovasi-batu-bata-berbahan-kertas/</link>
			<description>&lt;p&gt;&lt;em&gt;“Strong and beautiful”.&lt;/em&gt; Dua kata ini menggambarkan &lt;em&gt;paper brick&lt;/em&gt; hasil temuan Andereas Pandu Setiawan,S.sn.,M.sn., dosen Jurusan Desain Interior yang menjadi&lt;em&gt; inventor&lt;/em&gt; sekaligus &lt;em&gt;pioneer&lt;/em&gt; bahan bangunan yang ramah lingkungan dan dapat didaur-ulang.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;Paper brick&lt;/em&gt; ini sendiri diperkenalkan saat &lt;em&gt;workshop “Brick Painting”&lt;/em&gt; yang diselenggarakan di Grand City Mall, Jumat, 29 Juli 2011. &lt;em&gt;Paper brick&lt;/em&gt; adalah temuan dari Andereas yang menggunakan bahan utama kertas sebagai bahan pengganti tanah liat yang biasanya digunakan untuk pembuatan batu bata. Ada beberapa keunggalan dari &lt;em&gt;paper brick&lt;/em&gt; ini. Pertama &lt;em&gt;paper brick&lt;/em&gt; ini menggunakan kertas yang mudah diperoleh di sekitar kita. &lt;em&gt;Paper Brick&lt;/em&gt; ini dapat dibuat dari semua jenis kertas; oleh karena itu dapat mengurangi limbah kertas di sekitar kita. Keunggulan yang kedua adalah &lt;em&gt;Paper Brick&lt;/em&gt; ini sangatlah ringan dikarenakan  berbahan dasar kertas.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Andereas sendiri ingin membuat bahan bangunan yang ringan karena terinspirasi dari gempa bumi. ”Pada saat gempa bumi banyak orang mati karena tertimpa material bangunan seperti batu bata; oleh karena itu, saya membuat bata yang ringan supaya bila terjadi gempa, bata ini tidak bisa melukai orang,” ungkapnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Keunggulan yang ketiga dan yang paling penting  bagi material banggunan adalah kekuatan. &lt;em&gt;Paper brick&lt;/em&gt; ini memiliki kekuatan yang tidak dimiliki bata biasa. &lt;em&gt;Paper brick&lt;/em&gt; ini dapat bertahan utuh ketika dilempar dari lantai 10. Selain itu, bata ini juga tahan terhadap api kurang lebih selama 8 jam dan juga tahan air kurang lebih selama seminggu. Keunggulan yang keempat adalah bata ini sangatlah ekonomis dikarenakan proses pembuatannya yang murah. Proses pembuatan &lt;em&gt;paper brick&lt;/em&gt; ini dimulai dari pembuatan bubur kertas dari kertas bekas yang kemudian diberi perekat lalu dicetak dan dipadatkan yang kemudian dikeringkan. “Proses pemadatan tidak makan waktu lama, mungkin hanya 5 menit ;yang lama adalah proses pengeringan bisa sampai 2 hari itu sebab pengeringan ini hanya bisa dilakukan secara alami; bila di-oven, hasil akhirnya nanti akan melengkung,” ungkap bapak dua anak ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Keunggulan yang terakhir adalah dari segi estetika. “Bata biasa tidak dapat dilukis sedangkan temuan saya ini dapat dilukis,” ungkap pria yang hobi menggambar ini. Praktek melukis ini direalisasikan saat &lt;em&gt;workshop brick painting&lt;/em&gt; hari jumat lalu. Para peserta &lt;em&gt;workshop&lt;/em&gt; yang sebagian besar adalah mahasiswa UK Petra Jurusan Desain Interior inilah yang pertama kali mencoba &lt;em&gt;paper brick&lt;/em&gt; ini. Mereka melukis menggunakan media &lt;em&gt;paper brick&lt;/em&gt; dan hanya menggunakan lima warna yaitu hitam, putih, biru, merah, dan kuning.”Dalam &lt;em&gt;workshop&lt;/em&gt; ini, peserta hanya diperbolehkan lima warna bertujuan untuk melatih kreatifitas dalam hal pencampuran warna; dalam dunia desain, kreatifitas merupakan segalanya,” ungkap Andereas mengakhiri pembicaraan. &lt;strong&gt;(Ardy)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Fri, 23 Sep 2011 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/inovasi-batu-bata-berbahan-kertas/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Tabur Prestasi dalam Dies Natalis UK Petra ke-50</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/tabur-prestasi-dalam-dies-natalis-uk-petra-ke-50/</link>
			<description>&lt;p&gt;Perayaan istimewa selalu dihelat pada usia ke-50 tahun sebagai simbol umur panjang dan pencapaian-pencapaian yang telah diraih. Kamis, tepatnya 22 September 2011 yang lalu Universitas Kristen Petra tepat merayakan hari jadinya yang ke-50 tahun. Di hari itu digelar Rapat Senat Terbuka yang dihadiri oleh para sivitas akademika dan beberapa tamu undangan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;                Perayaan diawali dengan kebaktian yang dibawakan oleh Magdalena Pranata, S.Th., M.Si. ”Apakah makna kehadiran Petra selama 50 tahun ini, apakah Petra sudah berhasil memenuhi motto &lt;em&gt;Light to the World, Glory to the Lord,&lt;/em&gt;” ungkapnya saat berkotbah. &lt;em&gt;LIGHT&lt;/em&gt; diharapkan menjadi landasan bagi para sivitas akademika dalam menjalankan aktivitas sehari-hari yaitu &lt;em&gt;Love &lt;/em&gt;berarti semangat peduli, &lt;em&gt;Integrity &lt;/em&gt;berarti karakter dalam setiap perbuatan, &lt;em&gt;Growth &lt;/em&gt;berarti buah dari pembelajaran holistic, &lt;em&gt;Humility &lt;/em&gt;merupakan awal dari kebijaksanaan dan &lt;em&gt;Truth &lt;/em&gt;merupakan dasar dari hidup yang benar. “Lulusan UK Petra haruslah berkarakter dan berintegritas dan juga mampu menjadi berkat bagi bangsa dan Negara,” ungkapnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“Semua kegiatan di UK Petra ini atas penyelenggaraan Tuhan, oleh karena itu kita wajib menerangi dunia dalam nama Tuhan”, tutur Rolly saat akan menyampaikan laporan tahunan. Dalam kesempatan ini, Rektor UK Petra, Prof. Rolly Intan, M.A.Sc., Dr. Eng menyampaikan beberapa pencapaian yang telah diraih UK Petra selama satu tahun terakhir. Dalam laporannya, Rolly menyampaikan bahwa jumlah dosen tetap saat ini mencapai 315 orang dan yang baru saja menyelesaikan studi lanjut S2 sejumlah enam orang dan satu dosen yang menyelesaikan S3. Tak hanya itu saja, Rolly juga menyampaikan prestasi perpustakaan UK Petra yang webnya dikunjungi kurang lebih 4,6 juta pengunjung, dengan jumlah download artikel sehari mencapai 1000 artikel. Dalam rangka menjadi &lt;em&gt;IT Based Campus&lt;/em&gt; Petra juga sudah membekali diri dengan 30 Hotspot dengan bandwith mencapai 70 mbps yang melingkupi 80% area kampus. Berbagai terobosan juga dilakukan mulai dari Pendaftaran Mahasiswa Baru (PMB) secara &lt;em&gt;online&lt;/em&gt; melalui kartu &lt;em&gt;Petra e-Admission Card&lt;/em&gt; (PAC), PRS &lt;em&gt;online&lt;/em&gt;, Pengiriman nilai oleh dosen secara &lt;em&gt;online&lt;/em&gt; dan sistem personalia yang terintegrasi secara &lt;em&gt;online&lt;/em&gt; untuk memudahkan pelayanan kepada mahasiwa. Berbagai prestasi Universitas yang telah dicapai selama satu tahun terakhir pun tak luput dari perhatian diantaranya Petra seperti peringkat 7 versi WEBOMETRIC versi Juli 2011, peringkat 8 kampus favorit versi Metro 10 tahun 2010 yang lalu dan &lt;em&gt;two star&lt;/em&gt; yang diberikan oleh Quacquarelli Symonds (QS).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pada kesempatan yang spesial itu, juga diberikan apresiasi bagi mahasiswa yakni Erik Kurniawan dari Jurusan Teknik Sipil karena prestasinya di tingkat Nasional dalam kompetisi Kuat Tekan Beton. Dies Natalis ini juga diramaikan dengan pemberian penghargaan pada karyawan dan dosen. Petra Kencana Karya diberikan kepada 11 orang yang telah mengabdi selama 20 tahun sedangkan Petra Kencana Bhakti diberikan pada tujuh orang dengan masa pengabdiaannya selama 30 tahun. Tak hanya itu penghargaan juga diberikan kepada Joshua Tarigan, S.E, MBA, CMA sebagai dosen berprestasi III di Kopertis Wilayah VII Jawa Timur tahun 2011 dan Adi Santosa, S.Sn yang meraih prestasi dalam Indonesia Furniture Desain Competition 2011.  Tak hanya itu, dalam rangka mengapresiasi kinerja dosen dalam penelitian dan pengabdian pada masyarakat, UK Petra membuat program IKP2M (Indeks Kinerja Penelitian dan Pengabdian Masyarakat). Dalam dies natalis ini, Rektor juga akan menganugerahkan penghargaan kepada para staff akademik yang memenuhi indeks tertinggi di bidang penelitian maupun pengabdian. Dosen peraih penghargaan tersebut antara lain Dr. Arlinah Imam Rahardjo, M.L.I.S sebagai pelaku abdimas terbaik 2011, Dr. rer. nat. Siana Halim, S.Si., M.Sc.nat sebagai peneliti terbaik 2011, Dr. Augustinus Simanjuntak, SH., M.H sebagai penulis paling produktif.   &lt;strong&gt;(Ardy)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 27 Sep 2011 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/tabur-prestasi-dalam-dies-natalis-uk-petra-ke-50/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>PEDULI LINGKUNGAN LEWAT 4R</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/peduli-lingkungan-lewat-4r/</link>
			<description>&lt;p&gt;Dalam rangka memperingati ulang tahunnya yang ke-50, banyak kegiatan yang diadakan UK Petra untuk mendukung program &lt;em&gt;Green Campus&lt;/em&gt;. Salah satunya adalah &lt;em&gt;Workshop 4R( Re-think, Reduce, Re-used, Recycle) &lt;/em&gt;yang membahas  tentang cara mengolah bahan-bahan yang terbuat dari plastik. Kegiatan ini diadakan pada tanggal 20 September 2011 bertempat di depan auditorium serta dihadiri oleh siswa-siswi SD dan masyarakat Siwankerto.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;Workshop&lt;/em&gt; ini didukung oleh dua pembicara yang ahli dalam mengolah bahan yang terbuat plastik, yaitu Wawan Hermawan Some dan Yuyun. Wawan merupakan aktivis lingkungan lewat komunitas Nol Sampah sedangkan Yuyun merupakan penulis buku tentang bagaimana mengolah plastik menjadi sebuah aksesoris.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dalam &lt;em&gt;Workshop &lt;/em&gt;ini diajarkan cara mengolah botol plastik secara kreatif. “Sebaiknya plastik dipakai 1 atau 2 kali saja dalam membeli makanan. Apabila penggunaan plastik berlebihan, hal itu dapat menyebabkan timbulnya penyakit kanker dan impotensi”, ujar Wawan. Sementara Yuyun memberi contoh bagaimana mengolah botol plastik menjadi aksesoris cantik seperti anting-anting, gelang, dan jepit rambut.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; Misi utama yang ingin dicapai melalui &lt;em&gt;Workshop&lt;/em&gt; ini menurut Wawan adalah supaya masyarakat dapat mengetahui jenis-jenis plastik dan bahaya yang dapat ditimbulkan. “Seperti yang sudah saya katakan, plastik dapat menyebabkan kanker dan impotensi. Cara untuk menghilangkan ketergantungan kita terhadap plastik yaitu dengan tidak memakai kresek”, ujar pria asal Sumbawa ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Di hari yang sama, sekitar pukul 12.00 bertempat di  area parkir W diadakan Bazar yang ditujukan bagi masyarakat Siwalankerto. Bazar tersebut menjual antara lain makanan, baju bekas layak pakai, dan barang kerajinan usaha kecil menengah masyarakat Siwalankerto. Antusiasme masyarakat Siwalankerto terhadap adanya Bazar ini sangat besar terbukti dengan banyaknya pengunjung yang datang dan rela antri memasuki area Bazar. &lt;strong&gt;(Stefan/Rosa)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 27 Sep 2011 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/peduli-lingkungan-lewat-4r/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Drama Musikal 2011 : Refleksi Sejarah UK Petra </title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/drama-musikal-2011-refleksi-sejarah-uk-petra/</link>
			<description>&lt;p&gt;&lt;em&gt;The Home Coming&lt;/em&gt;&lt;em&gt;, &lt;/em&gt;merupakan judul dari rangkaian Petra Golden Jubilee 2011 yaitu drama musical. Drama musikal adalah sebuah pertunjukan yang ingin merangkai sejarah UK Petra dari perspektif mahasiswa terutama alumni. Karena, masing-masing angkatan punya cerita dan sejarah tersendiri. Drama musikal ini digelar selama dua kali, mulai tanggal 21 September – 22 September 2011 di Auditorium UK Petra. “Kita ingin merayakan ulang tahun UK Petra yang ke-50 supaya &lt;em&gt;memorable&lt;/em&gt;. Jadi, drama musikal ini melihat sejarah UK Petra sekitar tahun 60an,” papar Ketua PGJ 2011, Dr. Ribut Basuki, MA.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sebuah pertunjukan besar yang melibatkan kurang lebih 100 orang ini, tampil memukau penonton dan seluruh sivitas akademika. Tapi, dibalik itu semua ada perjuangan dari para kru yang terlibat. “Karena, ini melibatkan kru dalam jumlah besar, pasti ada kendalanya. Terutama jadwal latihan yang sempat tertunda karena liburan. Akhirnya, tiga minggu sebelum penampilan kita benar-benar latihan intensif mulai dari jam 6 malam hingga 12 malam,” sambungnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;                Drama musikal kali ini berbeda dengan sepuluh tahun lalu, “Kalau ulang tahun UK Petra ke-40 hanya anak-anak PLT dan UK Petra. Kalau tahun ini ketambahan dengan UKM Paduan Suara, jadi jumlah pengisi acaranya lebih besar,” jelasnya. Penampilan drama musikal dibuka dengan &lt;em&gt;the meeting&lt;/em&gt; yaitu, para alumni UK Petra berkumpul untuk mengadakan rapat dan membahas pengalaman tiap alumni mulai dari tahun 60an hingga 2000. Selain itu, membahas pula mengenai romantika yang mereka alami. Tidak hanya itu saja, dalam drama musikal juga menampilkan visi dan misi UK Petra, kepedulian UK Petra kepada sesama dan kualitas lulusan UK Petra.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;                Harapan dari penampilan drama musikal adalah supaya para sivitas akademika bisa merefleksi dan mengenang masa-masa perjalanan UK Petra selama 50 tahun ini. “Drama musikal ini berangkat dari bagaimana UK Petra berdiri,” terang Dekan Fakultas Sastra ini. Diakhir pertunjukan drama musikal, Rektor UK Petra menyuruh kita agar terus mempertahankan visi misi UK Petra dan terus berintegritas serta memuliakan nama Tuhan dan dapat menjadi berkat bagi sesama. Selanjutnya UKM Paduan suara menutup drama musikal dengan menyanyikan &lt;em&gt;hymn &lt;/em&gt;Petra dan beberapa mahasiswa ikut berdiri dan berpartisipasi, “Petra almamaterku tempat membina ilmu, tempat membina iman, percayalah ku berjanji setia..” &lt;strong&gt;(Rosa).&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 27 Sep 2011 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/drama-musikal-2011-refleksi-sejarah-uk-petra/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Capai &quot;Persepahaman&quot; UK Petra dengan UniMAP</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/capai-persepahaman-uk-petra-dengan-unimap/</link>
			<description>&lt;p&gt;UK Petra terus meluaskan jaringannya dengan universitas lain yang ada di kawasan ASEAN. Adalah Universiti Malaysia Perlis atau yang lebih terkenal dengan sebutan UniMAP yang menandatangani MoU dengan UK Petra di Surabaya 26 September 2011.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Penandatangan perjanjian yang berlangsung di ruang RRU gedung W lantai 9 ini dilakukan langsung oleh Naib Canselor UniMAP, Dato’ Prof Dr Kamaruddin Husin, Ph D dan Rektor Universtias Kristen Petra, Prof Dr Rolly Intan. Perjanjian ini bertujuan untuk menjalin kerjasama dibidang akademik dan penelitian serta mengadakan program pertukaran mahasiswa. Selain penandatanganan MoU mengenai kesepahaman antar dua universitas, turut pula terjalin kerjasama riset mengenai geopolimer antara Ir.Djuantorodan Mustafa Abubakar dari UniMAP. Riset mengenai geopolimer sendiri berkaitan dengan pembuatan beton tanpa menggunakan semen; dan hasil penelitian ini akan bermanfaat dalam pengolahan limbah yang tidak terpakai. Bahan baku yang cocok untuk ditelitia dalah &lt;em&gt;Fly Ash&lt;/em&gt; (Abu terbang hasil letusan gunung berapi).Di Indonesia terdapat banyak gunung berapi; hal ini akan mempermudah proses penelitian. “Kami juga mencoba meneliti apakah lumpur Porong dapat digunakan sebagai bahan material. Saya senang dengan bantuan fasilitas dari UniMAP sehingga penelitian dapat berjalan dengan baik,” ungkap Djuantoro.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“Kerjasama ini merupakan langkah yang terbaik dalam usaha menjadikan UniMAP dan UK Petra sebagai institusi pendidikan yang berdaya saing serta terkenal dibidang penelitian geopolimer,” ungkap Kamaruddin. &lt;strong&gt;(Ardy)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 11 Oct 2011 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/capai-persepahaman-uk-petra-dengan-unimap/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>PERAIH PREDIKAT DOSEN ABDIMAS TERBAIK &amp; PENULIS PRODUKTIF 2011</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/peraih-predikat-dosen-abdimas-terbaik-and-penulis-produktif-2011/</link>
			<description>&lt;p&gt;IKP2M (Indeks Kinerja Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) telah diumumkan beberapa saat lalu. Pada edisi ini tim DP berhasil memotret dosen peraih abdimas dan penulis terbaik. Seperti apakahnya mereka melaluinya ? Simak penuturan mereka.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Arlinah Imam Rahardjo, SIP, MLIS&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“Tak menyangka saya yang ditetapkan menjadi Pelaku Abdimas Terbaik 2011. Buat saya, tanpa penghargaanpun saya akan menjalankan visi &lt;em&gt;caring&lt;/em&gt; di kampus UK Petra sebagai universitas Kristen”, ungkap dosen berkaca mata ini. Arlinah Imam Rahardjo, SIP, MLIS ini berhasil mengungguli  empat nominator yang lain dengan berhasil mengumpulkan angka tinggi di point penilaian abdimas. Prof. Liliany S. Arifin, Ph. D selaku Ketua Dewan Juri mengungkapkan bahwa kriteria penilian meliputi lingkup kegiatan abdimas dan sumber pendanaan  kegiatan Abdimas. “Pastinya, kegiatan abdimas ini harus mampu memberikan dampak serta manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.” Ujar Lili.   &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sejak tahun 2005, Arlinah ini sudah giat menerapkan metode &lt;em&gt;Service Learning&lt;/em&gt; khususnya pada tiga mata kuliah yang diasuhnya yaitu Sistem Informasi Perpustakaan, Manajemen Proyek Teknologi Informasi dan Komunikasi Interpersonal. Contohnya dalam mata kuliah Sistem Informasi Perpustakaan (SIP), para mahasiswa diajak untuk terjun langsung ke masyarakat, membenahi sekaligus mengembangkan sistem informasi perpustakaan berbasis teknologi informasi di perpustakaan sekolah-sekolah terutama yang ada di sekitar kampus UK Petra. Di tahun 2011 metode &lt;em&gt;Service Learning&lt;/em&gt; inipun menjadi berkembang dengan didampingi oleh dosen informatika yang lainnya sebagai mentor dan mahasiswa senior sebagai co-mentor yaitu misalnya dengan melakukan pemberdayaan masyarakat seperti  pemanfaatan IT, budaya peduli lingkungan atau pengembangan karakter. Semuanya bukan berarti dilalui Arlinah dengan mudah, beberapa kendala yang dihadapinya, “Misalnya seperti kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya perpustakaan dan padatnya jadwal tugas dari para mahasiswa” rinci Arlinah.  &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Dr. Augustinus Simanjuntak, SH., MH.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Berawal dari hobinya menulis sejak kuliah di tahun 1994, inilah yang menghantarkannya meraih penghargaan sebagai Penulis Produktif tahun 2011. Dosen kelahiran Tapanuli Utara ini berhasil menerbitkan 31 publikasi di media cetak. “Ilmu itu harus dibagikan dan saya ingin berperan di masyarakat. Saya melakukan yang saya bisa lakukan dengan membuat tulisan di kolom opini karena dengan tulisan yang dibaca banyak orang maka secara tidak langsung kita sudah mengedukasi masyarakat dan mengoreksi kebijakan pemerintah” ungkap dosen yang sudah mengajar 12 tahun ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“Harus pintar-pintar membaca kebutuhan medianya, tak selalu berita yang menjadi &lt;em&gt;headline&lt;/em&gt; yang diulas kembali dalam opini. Bisa dari berita dengan &lt;em&gt;space&lt;/em&gt; kolom yang kecil tapi sering dimuat” rincinya. Ditolak, itulah yang sering dihadapinya ketika mengirimkan tulisannya yang sampai saat ini sudah berjumlah ratusan itu. Belum lagi harus menyesuaikan antara bahasa koran yang biasanya menggunakan bahasa yang lebih sederhana dan mudah dimengerti jika dibandingkan dengan bahasa literatur yang cenderung formal. “Punyailah idealisme karena dengan idealisme maka akan mempunyai prinsip-prinsip dasar yang dipegang. Mulailah menulis dan jangan mudah menyerah dan tanggap melihat situasi yang jadi perhatian media cetak” tipsnya menutup pembicaraan.(Aj)&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 11 Oct 2011 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/peraih-predikat-dosen-abdimas-terbaik-and-penulis-produktif-2011/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Indonesian Spectrum : Opening Ceremony Darmawisma 2011 </title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/indonesian-spectrum-opening-ceremony-darmawisma-2011/</link>
			<description>&lt;p&gt;Tanggal 27 September 2011, digelar &lt;em&gt;Opening Ceremony&lt;/em&gt; Darmawisma 2011 di EH 304. “Tujuan &lt;em&gt;Opening Ceremony &lt;/em&gt;ini ialah untuk memperkenalkan mahasiswa asing yang dipercayakan oleh Kementerian Pendidikan Nasional (KemDikNas) Indonesia kepada keluarga besar UK Petra yang terdiri dari Rektor                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            dan para Wakil Rektor serta pimpinan Biro dan Unit yang akan mendukung mereka selama proses pembelajaran mereka di UK Petra,” tutur Renny Novemsy Dese, S.S. selaku Kepala Bagian Kerjasama Luar Negeri. “Selain itu, &lt;em&gt;Opening Ceremony &lt;/em&gt;ini juga diadakan untuk membuat mereka merasa sebagai bagian dari keluarga besar UK Petra,” tambah Meilinda, S.S., M.A., Kepala Biro Administrasi Kerjasana dan Pengembangan Institusional (BAKP).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Di UK Petra sendiri, Program &lt;em&gt;Indonesian Spectrum&lt;/em&gt; sudah digelar dua kali, namun untuk kali ini UK Petra ikut skema beasiswa dari Kemdiknas Indonesia yang dikenal dengan nama Beasiswa Darmasiswa. Pada akhir tahun 2010, UK Petra memperkenalkan program &lt;em&gt;Indonesian Spectrum&lt;/em&gt; kepada Kemdiknas dan mengajukan proposal untuk ikut serta dalam skema beasiswa Darmasiswa ini. Mulai tahun 2011 ini, UK Petra turut bergabung dalam program pemerintah ini melalui program &lt;em&gt;Indonesian Spectrum&lt;/em&gt;. Koordinator akademik untuk program &lt;em&gt;Indonesian Spectrum&lt;/em&gt; ini adalah Linda Bustan, S.Th., M.Div. Dengan demikian, program &lt;em&gt;Indonesian Spectrum&lt;/em&gt; UK Petra sudah ada dalam &lt;em&gt;booklet&lt;/em&gt; Kemdiknas yang disebarkan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di seluruh dunia sebagai salah satu program yang dapat diambil oleh mahasiswa asing bila ingin mendapatkan beasiswa Darmasiswa.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dalam &lt;em&gt;Opening Ceremony &lt;/em&gt;ini sebanyak tujuh mahasiswa perwakilan dari Polandia, Jerman, Rumania, Serbia, Slovakia, dan Lithuania mempresentasikan serta mengenalkan mengenai budaya tiap negara asal masing-masing. Mereka belajar di UK Petra selama enam bulan hingga satu tahun. “Tujuan dari program ini ialah untuk mendukung Pemerintah memperkenalkan budaya dan bahasa Indonesia kepada dunia serta untuk mengapresiasikan visi UKP sebagai &lt;em&gt;Global and Caring University&lt;/em&gt;. Mendukung internasionalisasi UKP sehingga mahasiswa UK Petra sendiri dapat berinteraksi dan berkolaborasi dengan mahasiswa asing,” papar Meilinda, dosen Jurusan Sastra Inggris ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Mahasiswa asing yang mendapatkan kesempatan belajar dan menambah wawasan di UK Petra ini akan belajar mengenai budaya dan bahasa Indonesia. “Para pengajar pun akan mendapatkan pengalaman untuk mengajar mahasiswa asing yang tentunya mengembangkan teknik pembelajaran mereka,” terang Meilinda. &lt;strong&gt;(Rosa).&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 11 Oct 2011 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/indonesian-spectrum-opening-ceremony-darmawisma-2011/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Indonesia Netrider and Netexcellence Challenge</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/indonesia-netrider-and-netexcellence-challenge/</link>
			<description>&lt;p&gt;Pada Sabtu 15 October 2011 terlihat ratusan mahasiswa berpakaian merah hitam seperti mau mengikuti tawuran massal. Ternyata mereka sedang mengikuti lomba “Indonesia Netriders and Netexcelence 2011” yang diadakan oleh Cisco Academy bekerja sama dengan Fakultas Teknologi Industri Universitas Kristen Petra.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Lomba “Indonesia Netriders and Netexcelence 2011” adalah lomba berskala nasional ini yang diikuti oleh 110 mahasiswa dan 24 dosen yang berasal dari Siswa Cisco Academy yang tersebar di seluruh Indonesia yang telah menjalin kerjasama sejak 2003 dengan Fakultas Teknologi Industri. Lomba ini diselenggarakan di Gedung Puskom T. “Lomba ini memperebutkan tiket untuk mewakili Indonesia di ajang Internasional,” ungkap Adri Gautama sebagai Area Academy Manager Cisco Indonesia. Acara lomba ini dibuka dengan &lt;em&gt;technical meeting&lt;/em&gt; yang dibawakan sendiri oleh Adri Gautama dan kemudian dilanjutkan sambutan singkat dari Dekan FTI,Djoni Haryadi Setiabudi, M.Eng.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Menurut Adri, lomba ini sangatlah istimewa karena banyaknya jumlah peserta dan juga hadiah yang bergengsi yang ditawarkan oleh Cisco Academy. Untuk kategori &lt;em&gt;Netriders &lt;/em&gt;pesertanya ada 110 orang yang terbagi menjadi 55 tim, di mana satu tim terdiri dari 2 (dua) orang. Hadiah yang diperebutkan di ajang &lt;em&gt;Netrider &lt;/em&gt;ini adalah tiket untuk mewakili Indonesia di ajang &lt;em&gt;Netrider Asia Pasificdan Router Link Sys&lt;/em&gt;.Sedangkan &lt;em&gt;Netexcelence &lt;/em&gt;merupakan lomba yang diperuntukkan untuk paradosen. Hadiah yang diperebutkan juga tidakkalah bergengsi dari &lt;em&gt;Netrider &lt;/em&gt;yaitu IPad 2.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Lomba ini dibagai menjadi 2 (dua) babak. Pada babak pertama para peserta diuji pemahamannya mengenai teori dari pembuatan konfigurasi jaringan. Untuk tes teori ini semua soal harus dijawab secara online dan jumalah soal 100 nomor waktu yang disediakan cuma 60 menit. Jadi para peserta mengakses soal di website Cisco dan harus langsung dijawab saat itu juga. Hasil dari tes teori ini dapat langsung diketahui pada akhir acara. Pada babak kedua peserta diuji cara pembuatan konfigurasi, desain perangkat, membuat &lt;em&gt;switch &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;firewall&lt;/em&gt;. Penyerahan hadiah ini akan diserahkan langsung oleh Managing Director Cisco, Steward Henry.&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 25 Oct 2011 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/indonesia-netrider-and-netexcellence-challenge/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Technopreneurship:  Menggabungkan Entrepreneurship and Innovation </title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/technopreneurship-menggabungkan-entrepreneurship-and-innovation/</link>
			<description>&lt;p&gt;&lt;em&gt;Let’s be a good techopreneur&lt;/em&gt;, merupakan tema dari seminar nasional yang dihelat pada Jumat (21/10) 2011 yang bertujuan agar mahasiswa dapat berproses untuk menjadi &lt;em&gt;technopreneur&lt;/em&gt; yang baik dan benar. “Kita harus bisa menjadi pencari dan pencipta dalam dunia kerja,” terang Dekan Fakultas Teknologi dalam sambutannya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Seminar ini menghadirkan pembicara Tanadi Santoso, MBA dan Ignatius Rustandi. Tanadi dalam kesempatan ini menggabungkan &lt;em&gt;entrepreneurship and innovation&lt;/em&gt;. Di awal pembahasannya, ia mengajak para peserta seminar untuk menggambarkan wajah orang yang berada di sebelahnya. Dari besar kecil wajah yang digambarnya, kita bisa menilai tingkat kepercayaan diri kita. “Ada lima kunci sukses untuk menjadi &lt;em&gt;entrepreneurship&lt;/em&gt;,” jelas pria kelahiran 1961 ini. Ia memaparkan bahwa kunci pertama adalah, &lt;em&gt;attitude&lt;/em&gt;. &lt;em&gt;Attitude&lt;/em&gt; ini termasuk bisa memotivasi, memberi inspirasi dan ketangguhan dalam diri sendiri hingga gigih memperoleh sesuatu. &lt;em&gt;Direction&lt;/em&gt;, berorientasi pada tujuan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tanadi juga menyinggung perlunya menjadi &lt;em&gt;good persuader&lt;/em&gt;. “Melakukan &lt;em&gt;service&lt;/em&gt; yang baik dan melangkah lebih dari pada orang lain,” lanjutnya. Keempat ada &lt;em&gt;sweetness&lt;/em&gt;, bahwa manusia itu tanpa sadar dibentuk lewat lingkungannya. Oleh karenanya setiap orang selain memakai emosi juga menggunakan hatinya.  “&lt;em&gt;Social entrepreneurship&lt;/em&gt; ada untuk membantu masyarakat dengan harga yang lebih murah dan jangka panjang,” papar pria asal Malang ini. Terakhir ada &lt;em&gt;knowledge and skills&lt;/em&gt;. Bagaimana memaksimalkan pengetahuan dan kemampuan yang telah dimiliki. Tanadi juga memperkenalkan lima faktor &lt;em&gt;discovery skill&lt;/em&gt;, yaitu observasi, asosiasi,  bertanya, mencoba, dan jaringan pertemanan sebagai kunci sukses.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Berbeda dengan Ignatius yang banyak membahas mengenai teknologi yang pas bagi sebuah institusi. “Kita harus menggunakan integrasi dan merancang aplikasi sesuai standar,” tuturnya. Lebih lanjut, ia memaparkanbahwa saat membuat sebuah bisnis, diperlukan pola pikir desainer ke &lt;em&gt;consumer&lt;/em&gt;. “Selanjutnya harus mempunyai &lt;em&gt;value,&lt;/em&gt; produk teknologi yang &lt;em&gt;longlasting”&lt;/em&gt; imbuhnya. &lt;strong&gt;(Rosa).&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 25 Oct 2011 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/technopreneurship-menggabungkan-entrepreneurship-and-innovation/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Penganugerahan SRA 2011,  ”Mengembangkan Potensi Surabaya Sebagai Kota Tujuan Wisata Kuliner” </title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/penganugerahan-sra-2011-mengembangkan-potensi-surabaya-sebagai-kota-tujuan-wisata-kuliner/</link>
			<description>&lt;p&gt;Minggu Siang (30/10) untuk kelima kalinya program studi Manajemen Perhotelan UK Petra Surabaya bekerja sama dengan Pemerintah Kota Surabaya menghelat &lt;em&gt;Surabaya Restaurant Award&lt;/em&gt; (SRA) 2011. Ajang penghargaan yang ditujukan bagi pelaku bisnis restoran, dan café di Surabaya yang mempunyai kualitas layanan dan produk yang terbaik ini digelar di Atrium Ciputra &lt;em&gt;World&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;            Yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, ajang penghargaan ini selain memperebutkan dua piala Walikota meliputi &lt;em&gt;The Best Restaurant&lt;/em&gt; 2011 dan &lt;em&gt;The Most Favorite&lt;/em&gt; Depot juga memperebutkan lima piagam penghargaan dari SRA 2011 yaitu &lt;em&gt;The Most Favorite Chinese Restaurant, The Most Favorite Asian Restaurant, The Most Favorite Western Restaurant, The Most Favorite Indonesian Restauran,&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;The Most Favorite Café&lt;/em&gt;. Puncak pemberian penghargaan ini dihadiri oleh Wiwik Widayati selaku Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Tjahjono Haryono selaku ketua DPD Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Jawa Timur, Bambang Hermanto selaku ketua PHRI (Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia), dan tampak pula Yusak Ansori selaku Executive Director East Java Carnival (JAC Board) sekaligus General Manager Surabaya Plaza Hotel. “Acara penganugerahan SRA ini sangat bagus karena sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas restoran dan depot yang ada di Surabaya dalam memberikan pelayanan maupun makanan yang disajikan pada masyarakat,” ujar Wiwik.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;            SRA 2011 ini diikuti oleh 41 restoran dan kafe yang ada di Surabaya dengan melalui dua tahapan penilaian. Pertama dengan menyebar kuisioner kepada para pengunjung restoran sebanyak 2100 responden untuk mengukur kualitas layanan, produk serta &lt;em&gt;customer value&lt;/em&gt;-nya. Dari hasil survey ini ditentukan enam restoran terbaik. Kemudian pada tahap kedua, panitia SRA melakukan &lt;em&gt;polling&lt;/em&gt; pada masyarakat sebanyak 2533 responden di beberapa pusat perbelanjaan untuk memilih restoran, kafe serta depot terfavorit pilihan masyarakat Surabaya dengan melihat juga kriteria ijin usaha para pelaku bisnis kuliner ini. SRA 2011 kali ini menitikberatkan pada suara konsumen dengan melakukan survei selama kurang lebih empat bulan mulai bulan Juni hingga September. “Adanya penghargaan ini merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan potensi Surabaya sebagai kota &lt;em&gt;jujugan&lt;/em&gt; wisata kuliner. Harapan ke depannya makin banyak yang ikut berpartisipasi” ungkap Prof. Ir. Rolly Intan M.A.Sc. &lt;strong&gt;(Stefan/Aj)&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Nama Pemenang Surabaya Restaurant Award 2011 : &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;The Best Restaurant&lt;/em&gt; 2011 : Boncafe &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;em&gt;The Most Favorite&lt;/em&gt; Depot : Warung Bu Kris&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;em&gt;The Most Favorite Chinese Restaurant&lt;/em&gt; : X.O Chinese Cuisine&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;em&gt;The Most Favorite Asian Restaurant&lt;/em&gt; : Sushi Tei &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;em&gt;The Most Favorite Western Restaurant&lt;/em&gt; : Boncafe &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;em&gt;The Most Favorite Indonesian Restaurant&lt;/em&gt; : Bon Ami &lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;The Most Favorite Café&lt;/em&gt; : Excelso Café &lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 08 Nov 2011 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/penganugerahan-sra-2011-mengembangkan-potensi-surabaya-sebagai-kota-tujuan-wisata-kuliner/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Talkshow Breast Cancer Awarness dan Tree of Hope : Peduli terhadap Kanker Payudara </title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/talkshow-breast-cancer-awarness-dan-tree-of-hope-peduli-terhadap-kanker-payudara/</link>
			<description>&lt;p&gt;Tanggal 28 Oktober lalu, mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi menggelar &lt;em&gt;Talkshow Breast Cancer Awareness&lt;/em&gt; di AVT 502. Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi bekerja sama dengan &lt;em&gt;Reach to Recovery Surabaya&lt;/em&gt; (RRS), Konsulat Jendral AS, dan RS Onkologi Surabaya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;Talkshow&lt;/em&gt; yang mempunyai tema “&lt;em&gt;Breast Shout, Listen, and Care about Our Breast&lt;/em&gt;” ini digelar dengan tujuan agar kita peduli terhadap kanker payudara. “Bagaimana jika kanker payudara ini diderita oleh keluarga kita sendiri?,” tanya Dr Wiwien kepada para peserta yang hadir. Perempuan yang menstruasi dini atau &lt;em&gt;menopause&lt;/em&gt; lebih panjang dapat beresiko terkena kanker payudara; demikian juga perempuan yang tidak pernah hamil atau menyusui juga dapat terkena. Kita semua beresiko terkena kanker payudara; oleh karenanya, Wiwien menyarankan agar kita dapat mendeteksi dini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Selain itu, Irmaya Haryuni salah seorang &lt;em&gt;survivor&lt;/em&gt; juga membagikan pengalamannya. “Yang membuat saya &lt;em&gt;shock&lt;/em&gt; adalah ketika lima bulan sebelum saya menikah, saya terkena kanker payudara. Bagaimana pun juga, saya harus jujur terhadap pasangan,” paparnya. Tapi, ia selalu berpikiran positif dan bertahan. “Saya lebih besar dan kuat daripada penyakit saya. Yang pasti saya masih punya mimpi!” paparnya antusias.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sama halnya dengan &lt;em&gt;talkshow&lt;/em&gt; di hari pertama, acara kedua 30 Oktober 2011 mengenai kanker payudara ini bertemakan “&lt;em&gt;One Heart for a Cure&lt;/em&gt;” juga tidak kalah serunya. Apalagi dengan adanya &lt;em&gt;braketif&lt;/em&gt; yaitu bra kreatif yang dapat memotivasi para penderita agar tetap &lt;em&gt;survive&lt;/em&gt;. Yuliana, salah seorang &lt;em&gt;survivor&lt;/em&gt; juga menambahkan, “Bahwa &lt;em&gt;braketif&lt;/em&gt; ini sangat menginspirasi. Pesan saya, kita harus lebih &lt;em&gt;care&lt;/em&gt; terhadap gaya hidup kita,” terangnya. Dalam acara ini juga digelar sesi untuk tanda tangan serta menghias bra dan bra tersebut akan ditaruh di &lt;em&gt;“Tree of Hope”&lt;/em&gt;. Salah seorang konjen AS juga hadir dan memberikan aspirasinya dalam membuat &lt;em&gt;braketif&lt;/em&gt;. “Ini hari kedua saya bersama RRS, dan kali ini diadakan di tempat umum. Dengan diadakannya di Royal Plaza, masyarakat dapat mengetahui lebih banyak mengenai kanker payudara,” ucap Miss Ameli. Bintang tamu kali adalah TR3X yaitu Ray, Tesa, Tisya dan TJ juga memberikan aspirasinya lewat beberapa lagu yang bertemakan sosial. Ray juga memberikan masukan, bahwa “Setiap laki-laki juga harus memotivasi pasangannya.” &lt;strong&gt;(Rosa)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 08 Nov 2011 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/talkshow-breast-cancer-awarness-dan-tree-of-hope-peduli-terhadap-kanker-payudara/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Meneropong Workshop Service Learning Bangun Jejaring Kepedulian dan Pelayanan Antar Universitas </title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/meneropong-workshop-service-learning-bangun-jejaring-kepedulian-dan-pelayanan-antar-universitas/</link>
			<description>&lt;p&gt;“&lt;em&gt;Service learning&lt;/em&gt; bukan hanya melatih kepandaian mahasiswa namun juga hati nurani dan kepedulian terhadap masyarakat sekitar”, demikian ujar salah satu peserta &lt;em&gt;workshop&lt;/em&gt; &lt;em&gt;service learning&lt;/em&gt;. Pendapat itupun diamini oleh semua peserta yang mendukung pelaksanaan metode &lt;em&gt;Service Learning &lt;/em&gt;di kampus mereka masing-masing. Beginilah gambaran antusiasme peserta &lt;em&gt;workshop&lt;/em&gt; “&lt;em&gt;The Implementation of International Service Learning  : Challenge and Solution&lt;/em&gt;” yang digelar di Hotel Santika, Kamis (17/11) lalu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;Workshop&lt;/em&gt; yang diadakan oleh LPPM UK Petra ini mengundang 43 peserta dari 10 Universitas yang tergabung dalam BK-PTKI ( Badan Koordinasi Perguruan Kristen Se Indonesia) dan APTIK (Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik se Indonesia). &lt;em&gt;Workshop &lt;/em&gt;ini juga mengundang Wakil Presiden &lt;em&gt;United Board&lt;/em&gt; (UB) yaitu Betty Cernol-Mc Cann, Ph.D. Dalam seminar ini Betty memberikan penjelasan mengenai dasar-dasar dan pengaplikasian s&lt;em&gt;ervice learning&lt;/em&gt; di Universitas.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; Menurut Profesor Liliany Sigit selaku kepala LPPM, workshop ini memiliki tiga tujuan. Salah satunya adalah untuk membentuk jaringan &lt;em&gt;service learning&lt;/em&gt; antar universitas Kristen. “ Tujuannya adalah untuk membagikan pengalaman pelaksanaan  &lt;em&gt;International Service Learning&lt;/em&gt; atau kalau di UKP dimanifestasikan dalam program COP. Kegiatan ini juga diharapkan bisa menyegarkan ingatan dosen akan metode &lt;em&gt;service learning &lt;/em&gt;yang sudah harus diterapkan di jurusan masing-masing serta membentuk rantai jejaring &lt;em&gt;service learning&lt;/em&gt; antar universitas agar kegiatan ini lebih &lt;em&gt;sustainable&lt;/em&gt;”, papar  dosen  Arsitektur ini. Selain itu, dia juga menambahkan ajang ini sebagai presentasi kegiatan s&lt;em&gt;ervice learning&lt;/em&gt; yang sudah dilakukan masing-masing universitas.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Mengenai pembentukan jejaring &lt;em&gt;service learning &lt;/em&gt;ini, Liliany ingin supaya melalui jejaring tersebut kegiatan &lt;em&gt;service learning&lt;/em&gt; untuk universitas-universitas Kristen di Indonesia dikelola&lt;em&gt; &lt;/em&gt; dengan manajemen yang professional seperti di Lingnan University, Hongkong. “ &lt;em&gt;Service learning&lt;/em&gt; di Lingnan, Hongkong sudah dikelola dengan professional bahkan memiliki biro sendiri. Saya lalu berpikir, apabila Hongkong bisa mengapa di Indonesia tidak. Apalagi sebagai universitas Kristen kami memiliki &lt;em&gt;spirit&lt;/em&gt; untuk melayani sekitar kita”, ungkap Liliany. Untuk melaksanakannya memang tidak mudah namun menurut Liliany jika para dosen memiliki niat dan komitmen, hal ini pasti terlaksana.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dalam  &lt;em&gt;workshop &lt;/em&gt;ini juga telah ditentukan koordinator kegiatan kampanye &lt;em&gt;service learning&lt;/em&gt; berikutnya yaitu Universitas Duta Wacana, Yogyakarta. Tugas dari koordinator ini menurut Liliany adalah bertanggung jawab mengadakan acara-acara yang berhubungan dengan &lt;em&gt;service learning &lt;/em&gt;serta menjaga silaturahmi  antar jejaring universitas yang mengadakan &lt;em&gt;service Learning&lt;/em&gt; (&lt;strong&gt;Chriz&lt;/strong&gt;).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 22 Nov 2011 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/meneropong-workshop-service-learning-bangun-jejaring-kepedulian-dan-pelayanan-antar-universitas/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Sharing metode pembelajaran Service Learning :</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/sharing-metode-pembelajaran-service-learning/</link>
			<description>&lt;p&gt;Workshop &lt;em&gt;service lea&lt;/em&gt;&lt;em&gt;rning&lt;/em&gt; (SL) juga dimanfatkan sebagai forum &lt;em&gt;sharing &lt;/em&gt;pengalaman penerapan metode SL yang sudah diterapkan di beberapa perguruan tinggi. Tim Dwi Pekan berhasil menghimpun testimoni dari Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) dan Universitas Sanata Darma (USD). Bagaimanakah pelaksanaan SL ? Berikut penuturan perwakilan dari UKDW dan USD.&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Dr. Ing. Ir. Paulus Bawole, MIP-UKDW &lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;Pembelajaran &lt;em&gt;Service Learning&lt;/em&gt; di universitas yang berlokasi di Yogyakarta ini dikenal dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN), terbagi menjadi KKN reguler, tematik dan internasional dengan pelaksanaan masing-masing selama satu hingga dua bulan. “Ketiga KKN ini merupakan mata kuliah wajib berbobot  tiga Satuan Kredit Semester (SKS) dan bisa dipilih oleh para mahasiswa setelah menyelesaikan mata kuliah kurang lebih 90 SKS” jelas Dr. Ing. Ir. Paulus Bawole, MIP.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pengalaman Paulus yang diuraikan dengan mengangkat topik“&lt;em&gt;Improving low-income settlement through Internasional Service-Learning Program&lt;/em&gt;” ini memaparkan dasar pembelajaran SL di Universitas Kristen Duta Wacana melingkupi tiga aspek yaitu &lt;em&gt;lectures&lt;/em&gt; yang berupa pendampingan, mahasiswa dan komunitas. Dalam setiap kegiatan SL, para siswa dituntut untuk belajar mandiri mulai dari membuat proposal sampai menentukan lokasi. Kegiatan yang diajukan harus sesuai dengan peta masalah atau kebutuhan dari masyarakat. Sekaligus memberdayakan masyarakat. “Jadi para mahasiswa ini pada akhirnya akan memberikan sumbangan pemikiran dan strategi pengembangan. Jika melakukan pembangunan atau memperbaiki fasilitas maka pendanaannya harus bersumber dari masyarakat itu sendiri”, tutup dekan Fakultas Arsitektur ini.&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Drs. Tarsisius Sarkim, M.Ed., Ph.D-USD&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;Penerapan SL di  USD dijadikan bagian dalam matakuliah. Pertama Kuliah Kerja Praktek (KKP) yang dikelola langsung oleh Fakultas Ekonomi dan diperuntukkan khusus mahasiswa jurusan Ekonomi. Para mahasiswa ini harus melewati &lt;em&gt;pre live in activities&lt;/em&gt; selama dua minggu yang berupa perencanaan dan observasi, sedangkan &lt;em&gt;live in &lt;/em&gt;selama tiga minggu. “Dalam KKP para mahasiswa harus melakukan &lt;em&gt;reflection&lt;/em&gt; yang dimana diharapkan mereka menemukan nilai-nilai kehidupan contohnya seperti uang 5000 rupiah di kehidupan desa sangat berarti”, urai Drs. Tarsisius Sarkim, M.Ed., Ph.D.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Selain itu juga ada &lt;em&gt;Service Learning Program&lt;/em&gt; (SLP) yang berstandar internasional dan bisa dari berbagi jurusan yang ada di USD.  Uniknya peserta dalam SLP ini terbatas hanya kurang lebih 60 orang dari 11 universitas luar negeri termasuk USD. Para mahasiswa tinggal selama kurang lebih dua minggu. “Dalam KKN tematik biasanya melekat pada suatu mata kuliah tertentu dan bahkan mereka membantu para korban bencana Merapi selama kurang lebih satu bulan”, rinci dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. &lt;strong&gt;(Aj&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 22 Nov 2011 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/sharing-metode-pembelajaran-service-learning/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Perayaan Natal UK Petra 2011: Memupuk Kebersamaan hingga Menuai Keberhasilan </title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/perayaan-natal-uk-petra-2011-memupuk-kebersamaan-hingga-menuai-keberhasilan/</link>
			<description>&lt;p&gt;Auditorium penuh sesak. Ratusan sivitas memenuhi Auditorium UK Petra. Beberapa ornamen Natal yang terangkai dengan budaya NTT mewarnai perayaan Natal 2011 yang digelar Jumat malam (9/12). Acara ini sekaligus menutup serangkaian acara Natal UK Petra yang dihelat mulai 14 November lalu.  Seluruh sivitas akademika berbaur bersama, larut dalam &lt;em&gt;moment&lt;/em&gt; kebersamaan. Perayaan Natal kali ini mengangkat kekayaan budaya NTT, tak heran apabila semua sivitas yang berasal dari NTT terlibat dalam acara ini. Di depan maupun di dalam Auditorium, pengunjung akan menemukan rumah adat suku Rote. Tarian Poto Wolo pun mengawali perayaan Natal. Berto Pah, finalis Indonesia Mencari bakat 2010, yang asli NTT bahkan turut menghangatkan Natal dengan permainan sasandonya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Di awal acara, pengunjung disuguhi dengan makan malam khas NTT seperti jagung bose dan se’i babi dan sapi. NTT terkenal dengan daerah yang panas dan bercadas namun kebersamaan akan menuaikan keberhasilan. Demikian tegas Jandy Edipson Luik, S.T., M. A. Comms selaku ketua panitia kegiatan Natal UK Petra yang mengungkapkan, “Sengaja mengangkat tema Dari Cadas, Tumbuh Taruk. Secara filosofis bermakna dalam batu karang, tumbuh tunas. Tidak ada yang mustahil bila kita saling melengkapi dan bekerja sama. Semua akan menjadi berkat dan membuahkan kebersamaan,” papar pria kelahiran Kupang 28 tahun lalu ini. Jandy juga menjelaskan bahwa perayaan Natal ini sudah dipersiapkan selama tiga bulan dan didukung oleh 55 mahasiswa NTT. Paduan Suara UK Petra pun ikut memeriahkan perayaan Natal kali ini dengan lagu khas pulau Rote, yaitu Manalolo Banda.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Perayaan Natal ini menghadirkan Samuel J. Ticoalu, M.Div., sebagai pembicara. Dalam kesempatan itu, Samuel mengungkapkan tentang &lt;em&gt;singularity&lt;/em&gt;. Perkembangan teknologi semakin tak terbendung. Bahkan menurut beberapa penelitian, pada tahun 2015, komputer akan lebih cepat dari otak tikus. Pada 2023, perkembangan komputer akan setara dengan otak manusia sedangkan nanti pada 2045, komputer akan melesat melebihi otak manusia yang menciptakannya. Dalam situasi ini, bagaimanakah dengan masa depan manusia ?. Hal itulah yang dipertanyakan oleh Samuel. Di akhir penyataannya, Samuel mengingatkan bahwa Tuhan itu Immanuel.  Tinggal, siapkah hati kita menyerahkan segala dimensi hidup kita kepadaNYA. Dari cadas tumbuh taruk, dalam  keadaan tersulit sekalipun selalu ada masa depan bersama Tuhan. &lt;strong&gt;(Inggrit)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 13 Dec 2011 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/perayaan-natal-uk-petra-2011-memupuk-kebersamaan-hingga-menuai-keberhasilan/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Lukisan Taman Laut Mahasiswa DKV di atas Kapal WWF</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/lukisan-taman-laut-mahasiswa-dkv-di-atas-kapal-wwf/</link>
			<description>&lt;p&gt;Tiga mahasiswa Desain Komunikasi Visual UK Petra mendapat kepercayaan dari &lt;em&gt;World Wildlife Fund&lt;/em&gt; (WWF) untuk menyumbangkan keahliannya dalam sebuah karya lukis di sebuah kapal. Lalu bagaimana pengalaman ketiganya saat melukis di atas sekoci dan di tengah deburan ombak? Tim DP sajikan kisah unik ketiganya saat menjadi relawan WWF dalam edisi kali ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Mereka yang merasakan pengalaman seru dan menarik ini adalah Celcea Tifany, Debby Natalia dan Elang Cakra. Selama enam hari mereka menyelesaikan lukisannya di tengah pantai mata dermaga dua dekat Teluk Kendari pada media “kapal perpustakaan” bernama &lt;em&gt;Gurano Bintang&lt;/em&gt;. Kapal berbahan kayu yang memiliki panjang 23 meter dengan lebar 5,25 meter ini bernama asli &lt;em&gt;Koteklema&lt;/em&gt;, sebutan masyarakat Papua terhadap spesies Hiu Paus (&lt;em&gt;Rhincodon typus&lt;/em&gt;) atau jenis ikan hiu terbesar di dunia yang sering terlihat di Teluk Cenderewasih.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“Kami mendapatkan pengalaman yang sangat berharga. Medan yang kami hadapi tidak mudah, harus menyiapkan stamina ekstra di tengah guncangan ombak yang datangnya tak terduga itu”, urai Celcea yang didampingi dua rekannya. Ketiga mahasiswa DKV UK Petra ini terpaksa menggunakan sekoci agar dapat menyelesaikan lukisannya. Celcea menceritakan, mereka menggunakan spidol untuk membuat sketsanya terlebih dahulu, tidak langsung menggunakan cat seperti pada media umumnya. Mereka harus saling menahan sekoci agar cat yang basah tidak menjadi rusak karena benturan ombak. Aulia Rahman, juru kampanye program kelautan WWF Indonesia ini mengatakan “WWF memang sengaja menggandeng mahasiswa DKV karena sudah terdengar keahliannya dalam bidang seni mural. Pada awalnya saya sempat ragu karena medannya berbeda dengan mural pada umumnya; akan tetapi, hasilnya sungguh luar biasa. &lt;em&gt;Gurano Bintang&lt;/em&gt; ini akan digunakan sebagai media edukasi bagi anak-anak di kampung pesisir Taman Nasional Teluk Cenderawasih, Papua Barat, khususnya mengenai pelestarian alam dan perlindungan satwa; dan sekaligus digunakan sebagai kapal untuk pemantauan dan penelitian keanekaragaman hayati di Taman Nasional Cenderawasih dengan luas 1.4 juta hektar”.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;WWF sebelumnya telah memberikan &lt;em&gt;briefing&lt;/em&gt; tentang gambar apa saja yang harus terkandung dalam kapal; gambar tersebut harus berhubungan dengan konservasi alam dan  hewan. Mereka bertiga sepakat menggambarkan kehidupan bawah laut yang berisikan mulai hewan, tumbuhan hingga alat musik tifa yang ada di Papua. “Konsep warna lucu dan cerah inilah yang coba ditampilkan. Mereka total menggunakan 31 kaleng cat khusus kapal yang tahan cuaca dengan seri &lt;em&gt;coastal&lt;/em&gt;&lt;em&gt;,&lt;/em&gt;” tutup Obed Bima Wicandra, S. Sn, M.A. selaku dosen pembimbing. (Aj)&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 13 Dec 2011 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/lukisan-taman-laut-mahasiswa-dkv-di-atas-kapal-wwf/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Perjalanan Dinas dan Beasiswa di Filipina: Jangan Takut Bermimpi, Raihlah! </title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/perjalanan-dinas-dan-beasiswa-di-filipina-jangan-takut-bermimpi-raihlah/</link>
			<description>&lt;p&gt;Siapa yang tidak mau menimba ilmu sekaligus merasakan  Filipina? Salah seorang staf BAAk (Biro Administrasi Akademik) UK Petra berkesempatan untuk berangkat dalam rangka melakukan perjalanan dinas di Filipina, yaitu Pratjoyo Kushandoko, S.S.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;            Awalnya pria yang akrab di panggil dengan Coy ini mendapat informasi dari Kepala BAAk bahwa suatu lembaga yang bernama UBCHEA (United Board for Christian Higher Education in Asia) mengadakan program beasiswa kursus bahasa Inggris intensif. Sebelum berangkat, ia diharuskan meng-&lt;em&gt;apply&lt;/em&gt; &lt;em&gt;Intensive English Language Program&lt;/em&gt; dengan memberikan esai singkat dalam bahasa Inggris.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“Saya sangat senang bisa mendapatkan program beasiswa untuk mempelajari bahasa Inggris lebih dalam lagi karena dapat dipraktekkan dalam pekerjaan serta kehidupan sehari-hari dan perjalanan ini didukung penuh oleh pihak Universitas,” ujar pria kelahiran 12 Juli 1977 ini. Para penerima beasiswa ini berkesempatan belajar bahasa Inggris di Ateneo de Manila University mulai 11 September hingga 12 November 2011 yang lalu. Setelah melalui masa penyaringan, akhirnya terkumpullah tujuh orang peserta. Empat peserta berasal dari Indonesia (Universitas Kristen Petra Surabaya, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, dan Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga) sedangkan tiga peserta lainnya berasal dari Myanmar (Myanmar Institute of Theology). Selama dua bulan lamanya Coyo belajar mengenai &lt;em&gt;reading strategies, writing strategies, listening and speaking strategies, technical writing and professional oral communication&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;            Beasiswa ini diselenggarakan untuk meningkatkan rasa percaya diri para peserta dalam menggunakan bahasa Inggris secara akurat dan tepat, memiliki cara penyampaian yang baik ketika presentasi, serta dapat mengetahui strategi-strategi membaca dan menulis dalam berbagai teks, dan dapat menulis secara efektif. Selain itu, Pratjoyo juga banyak memperoleh pengetahuan serta wawasan baru. “Saya mendapatkan banyak sekali materi baru dan juga dapat menambah pertemanan dengan peserta dari Myanmar, juga berkesempatan untuk belajar di universitas dengan fasilitas yang sangat mendukung perkuliahan, tentunya dengan dosen yang berkompeten juga,” papar pria penyuka musik ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Setelah mengikuti beasiswa ini, Pratjoyo mempunyai mimpi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang pasca sarjana dan ingin menerapkan apa yang telah ia peroleh selama di UK Petra ini hingga berguna bagi karir dan masa depannya nanti. Di akhir wawancara, Pratjoyo berpesan, “Jangan takut untuk bermimpi dan mempunyai cita-cita yang tinggi karena kita memiliki Tuhan yang pasti akan memberi lebih dari apa yang kita pikirkan dan Tuhan juga tak rela jika Kuasa-Nya dibatasi oleh manusia yang pesimis.” &lt;strong&gt;(Stefan&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;/Rosa)&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 24 Jan 2012 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/perjalanan-dinas-dan-beasiswa-di-filipina-jangan-takut-bermimpi-raihlah/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Terima Penghargaan Pengelolaan Beasiswa Eksternal Bukti Keseriusan BAKA Demi Raih Kepercayaan   </title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/terima-penghargaan-pengelolaan-beasiswa-eksternal-bukti-keseriusan-baka-demi-raih-kepercayaan/</link>
			<description>&lt;p&gt;Beasiswa merupakan salah satu fasilitas yang diberikan perguruan tinggi untuk meringankan beban keuangan mahasiswa. Beasiswa dapat berupa keringanan biaya akademis maupun sebagai tambahan biaya hidup. Peran beasiswa sangat penting untuk menjaga kelangsungan studi mahasiswa, terutama bagi mahasiswa yang memiliki kesulitan keuangan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Oleh karena fungsinya yang krusial tersebut, dibutuhkan pengelolaan yang serius dalam mengatur masalah pemberian beasiswa. Apalagi dengan beasiswa yang berasal dari lembaga donor eksternal. Bukan cuma nasib mahasiswa yang bergantung dari cara pengelolaan beasiswa, namun juga menyangkut nama baik institusi Universitas Kristen Petra. Kita layak berbangga karena Universitas Kristen Petra melalui BAKA berhasil mendapatkan penghargaan dalam hal pengelolaan beasiswa eksternal. Hal ini membuktikan bahwa pengelolaan beasiswa di UK Petra tidak dilakukan dengan main-main.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“Salah satu pengakuan terhadap ketertiban pengelolaan manajemen serta keuangan beasiswa di UK Petra didapat dari VDMS (Van Deventer Maas Stiching),” ujar Demetria Iratri Tetra Tjitra selaku koordinator dari kegiatan pengelolaan beasiswa lembaga donor asal Belanda itu. Menurut wanita yang akrab dipanggil Terri ini, mengelola beasiswa dari VDMS termasuk yang paling menantang karena lembaga ini tidak sembarangan dalam memberikan beasiswa dibandingkan lembaga donor lainnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“VDMS memiliki prosedur yang sangat bagus dan teratur dalam memberikan beasiswa; selain itu juga memiliki program pelatihan &lt;em&gt;leadership&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;entrepreneurship&lt;/em&gt; yang insentif. Sangat bersyukur apabila kita berhasil mendapatkan kepercayaan mereka,” ujar Terri yang juga mendapatkan penghargaan sebagai &lt;strong&gt;Outstanding PIC&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;the&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;Most Responsive PIC&lt;/strong&gt; dari VDMS pada tahun 2011 lalu. Dia juga bersyukur karena ditengah kendala dan kerepotan dalam mengelola beasiswa ini ia masih bisa mendapatkan prestasi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kendala dalam mengelola beasiswa ini, menurut Terri, adalah pada kurangnya tenaga bantuan. “Selama ini kami agak kesulitan dalam memantau satu persatu mahasiswa yang menerima ini, baik secara akademis maupun kehidupan pribadinya; oleh karena itu, kami membutuhkan kerjasama dengan lebih banyak pihak dalam mengelola beasiswa ini di samping juga kesadaran mahasiswa untuk lebih tanggap dalam mencari info beasiswa,” ujar wanita kelahiran Jayapura ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Selain Terri, ada juga Novi Pangestu, salah satu staf BAKA yang juga mendapatkan prestasi sebagai PIC teladan dari lembaga donor beasiswa AA. Rahmat. Menyangkut prestasi yang diterima kedua stafnya ini, Kepala BAKA Rony Anggoro sangat bangga sekaligus mengajak agar lebih banyak lembaga donor beasiswa yang menanamkan beasiswa mereka ke UK Petra. “Melalui prestasi ini kami membuktikan bahwa UK Petra sanggup mengelola beasiswa dengan baik. Kami juga mengharapkan lebih banyak lembaga donor yang memberikan beasiswanya ke UK Petra,” ujar pria yang juga dosen muda ini. (&lt;strong&gt;Chriz&lt;/strong&gt;)&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 24 Jan 2012 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/terima-penghargaan-pengelolaan-beasiswa-eksternal-bukti-keseriusan-baka-demi-raih-kepercayaan/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Perencanaan Gedung P1 dan P2 UK Petra: Penerapan Konsep Green Building &amp; Energy Saving </title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/perencanaan-gedung-p1-dan-p2-uk-petra-penerapan-konsep-green-building-and-energy-saving/</link>
			<description>&lt;p&gt;Bangunan merupakan salah satu &lt;em&gt;shelter&lt;/em&gt; bagi manusia untuk menghindari ketidaknyaman alam seperti teriknya matahari, hembusan angin dan turunnya hujan. Lantas bagaimana kalau kekuatan alam justru dimanfaatkan menjadi sesuatu yang berguna bagi banyak orang ? Inilah yang tengah diupayakan oleh UK Petra melalui pembangunan gedung P1 dan P2 yang letaknya persis di belakang gedung P Kampus Timur&lt;em&gt;.&lt;/em&gt; Seperti apakah gedung P1 dan P2  itu?&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“Energi semakin lama akan menjadi barang mahal. Oleh karenanya penting bagi kita untuk melakukan penghematan. Nah... inilah yang menginspirasi pembangunan gedung P1 dan P2. UK Petra harus mempelopori hemat energi.”, ungkap Pdm. Yos Handarto Poernomo, M.A selaku ketua tim Master Plan. Yos menuturkan, bangunan ini nantinya akan hemat sampai 65 % bila dibandingkan dengan asupan  energi di gedung P yang saat ini mencapai 125 kwh/m²/tahun. Angka ini sebenarnya sudah termasuk hemat sebab sebenarnya sebuah gedung dinyatakan hemat energi bila rata-rata penggunaan energinya mencapai 200 kwh/m²/tahun. Tak hanya hemat energi saja akan tetapi bangunan baru ini akan mencoba memenuhi setiap kebutuhan mahasiswa seperti kelas yang nyaman, &lt;em&gt;student lounge&lt;/em&gt;, taman, laboratorium dan fasilitas lainnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Rektor UK Petra, Prof. Ir. Rolly Intan M.A.Sc., Dr.Eng., menambahkan “Pembangunan kedua gedung ini mempunyai bentuk yang unik dengan struktur yang terlihat miring membentuk huruf “V”, harapannya dapat dijadikan &lt;em&gt;icon&lt;/em&gt; kota Surabaya sebagai percontohan gedung berkonsep &lt;em&gt;green building&lt;/em&gt;”.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Gedung P1 ini nantinya akan terletak di sisi utara dengan ketinggian mencapai 12 lantai yang akan di tempati oleh Fakultas Seni dan Desain (FSD). Sedangkan untuk gedung P2 akan terletak di sisi selatan dengan 10 lantai yang akan di tempati oleh Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM), Fakultas Sastra (FS) dan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP). Apa saja fasilitas yang ada di gedung yang baru ini? Pada lantai &lt;em&gt;basement, &lt;/em&gt; akan dipusatkan laboratorium jurusan Sipil (antara lain beton dan konstruksi, lalu lintas dan transportasi), Mesin, Otomotif, Elektro, Industri, dan FSD (mebel, bahan, dan cetak grafis). “Sengaja dibangun jauh dari ruang perkuliahan agar tak mengganggu proses belajar mengajar dan memudahkan akses keluar-masuk penggunaan bahan dan alat-alat berat”, urai Timoticin Kwanda, B.Sc.,MRP selaku perencana tim master plan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tak hanya itu saja, di lantai satu dan dua akan di bangun lahan parkir yang mampu menampung kurang lebih 430 mobil. Di lantai tiga akan dibangun fasilitas umum seperti kantin, toko buku dan &lt;em&gt;exhibition room&lt;/em&gt; yang nantinya akan dikenalkan dengan nama &lt;em&gt;Petra Plaza&lt;/em&gt;. Lantai empat akan berisi ruang kelas dengan beragam tipe kapasitas ruang. Lantai lima ke atas akan disiapkan untuk ruang dekan, ketua jurusan, dosen, laboratorium bahasa, kelas teater dan studio (DKV, interior, radio dan TV). Bersamaan dengan pembangunan ini akan dibangun juga sebuah auditorium yang dapat menampung sekitar 3000 orang serta ruang multifungsi yang digunakan sebagai &lt;em&gt;indoor sport center&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Lalu dimanakah letak hemat energinya?  Ir. Jimmy Priatman, M Arch., arsitek atau perancang gedung  inipun menuturkan, “Manusia pada dasarnya dapat memanfaatkan potensi alam yang ada. Kalau kita hitung-hitung, selama 12 bulan, ada empat bulan &lt;span style=&quot;text-decoration: line-through;&quot;&gt;yang&lt;/span&gt; dimana manusia bisa memanfaatkan potensi alam. Jadi tak perlu menyalakan pendingin ruangan atau penerangan”. Gedung P1 dan P2 sengaja dirancang dengan bentuk massa memanjang ke arah timur-barat dan berselipan sehingga menyisakan lorong yang bisa digunakan sebagai ruang untuk udara atau angin mengalir. Angin yang mengalir ini akan menyusup ke kedua gedung karena dua bangunan tersebut akan dilengkapi dengan ventilasi alami sebagai akses aliran angin. Pada saat menyelusuri ruang, sivitas tidak akan merasa mudah gerah walau berada di luar kelas. Dua gedung tersebut juga tidak dibuat tegak lurus namun agak miring ke arah utara dan selatan. Posisi demikian memungkinan tiap lantai tidak menyerap sinar matahari secara langsung sehingga meminimalkan beban AC.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ada lagi yang istimewa, di atap bangunan auditorium akan ditanami beberapa pohon peneduh sebagai sumbangsih pengurangan temperatur kota. Ruang tersebut bisa dimanfaatkan oleh sivitas untuk diskusi ataupun sekedar mengobrol dan bersantai. Harapannya gedung ini menjadi salah satu bentuk komitmen UK Petra terhadap lingkungan hidup. Tiang pancang pembangunan seluas 51.000 m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt; ini akan dimulai pada bulan Mei 2012 dan pembangunan akan memakan waktu sekitar dua tahun lamanya”, ungkap Ir. Handoko Sugiharto, M.T selaku sekretaris tim Master Plan. &lt;strong&gt;(Inggrit/Aj)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 14 Feb 2012 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/perencanaan-gedung-p1-dan-p2-uk-petra-penerapan-konsep-green-building-and-energy-saving/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Student Exchange 2011 di Osaka, Jepang : Take a Chance, to Know the World </title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/student-exchange-2011-di-osaka-jepang-take-a-chance-to-know-the-world/</link>
			<description>&lt;p&gt;Bulan Maret 2011 hingga Agustus 2011, Clarissa Callista Chandra Tjeng atau yang akrab disapa Rissa mengikuti &lt;em&gt;student exchange &lt;/em&gt;di Momoyama Gakuin University, Osaka Jepang. Mahasiswi Jurusan Sastra Inggris ini memperoleh beasiswa dari BAKP UK Petra untuk studi di sana serta menambah pengalaman dan wawasan budaya luar.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Rissa mendapatkan pengalaman dari berbagai segi; mulai dari pendidikan, budaya, dan juga gaya hidup selama di sana. “Kalau dari segi pendidikan, memang lebih susah dan bervariasi. Dari segi budayanya, di sana sangat bersih,  disiplin dalam antrian. Apalagi gaya hidup yang mereka terapkan adalah jalan kaki ke mana pun itu. Di dalam kampus pun, mahasiswa dilarang membawa mobil,” cerita perempuan asal Balikpapan ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Selama berada di Osaka, biaya ditanggung beasiswa dari UK Petra. Ia juga menetap di sebuah apartemen untuk &lt;em&gt;international student&lt;/em&gt; di Momoyama Gakuin University. Saat pertama kali, ia menginjakkan kaki di sana, dia sempat mengalami &lt;em&gt;cultural shock&lt;/em&gt; juga. “Yang paling membuat  aku kaget, kalau di sana itu displin banget sama pemisahan sampahnya (plastik, kertas, kaleng, dll). Orang Osaka juga ramah dan jalanannya sangat rapi,” kenangnya sambil tersenyum.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Untuk mendapatkan banyak pengalaman, perempuan yang mempunyai target bekerja di Kedutaan ini rela mengambil cuti selama satu semester. Ia pun berkenalan dengan teman-teman dari negara lain, seperti: Cina, Korea, Taiwan, Polandia, Amerika, Inggris, dsb. “Sampai saat ini ya masih berhubungan dengan mereka lewat &lt;em&gt;skype&lt;/em&gt;. Lumayan menambah teman dan koneksi,” paparnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Osaka masih kental dengan festival budaya negaranya. Itu terbukti lewat festival-festival yang masih digelar di sana. Salah satunya adalah festival &lt;em&gt;Golden Week&lt;/em&gt;. “Selama festival berlangsung, kami semua diliburkan. Ada juga destival &lt;em&gt;tanabata&lt;/em&gt;, yang digelar untuk menari bersama ,” ungkap mahasiswi angkatan 2008 ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Rissa juga menitipkan pesan untuk seluruh mahasiswa UK Petra. “Kalau ada kesempatan, diambil saja. Cobain ikut &lt;em&gt;student exchange&lt;/em&gt; soalnya membuka wawasan dan menambah pengalaman,” ucapnya mengakhiri perbincangan. &lt;strong&gt;(Stefan/Rosa).&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 14 Feb 2012 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/student-exchange-2011-di-osaka-jepang-take-a-chance-to-know-the-world/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>KONSERVASI CAGAR BUDAYA SURABAYA,  MERETAS KENANGAN TEMPO DULU </title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/konservasi-cagar-budaya-surabaya-meretas-kenangan-tempo-dulu/</link>
			<description>&lt;p&gt;Surabaya terkenal dengan kekayaan cagar budayanya. Sebagai kota maritim, Surabaya menjadi tempat pertemuan beragamnya suku bangsa maupun budaya. Historis ini menjadikan kota Surabaya kaya secara &lt;em&gt;sociocultural&lt;/em&gt;. Wajah Surabaya tempo dulu memang manis untuk dikenang. Sejalan dengan bergulirnya waktu, Surabaya mengalami metaporfosis.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Inilah yang kemudian menjadi &lt;em&gt;concern&lt;/em&gt; tim konservasi UK Petra untuk melakukan konservasi bangunan Bank Indonesia atau yang konon dikenal dengan &lt;em&gt;de Javasche Bank&lt;/em&gt;, bertempat di Jl. Garuda no 1 yang telah berusia 183 tahun. Tim konservasi yang berasal dari FTSP (Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan) ini digawangi oleh Timoticin Kwanda, BSc., MRP sebagai ketua sedangkan anggotanya antara lain Ir. Handinoto, M.T sebagai peneliti sejarah bangunan, Ir. Irwan Santoso, M.T sebagai penyusun dokumentasi bangunan, dan Antoni, Ph.D. sebagai tenaga ahli perkuatan struktur bangunan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“Konsep konservasi sendiri adalah bagaiman kita dapat memperpanjang usia bangunan sesuai dengan perubahan jaman”, ungkap Timoticin. “Bangunan seperti yang kita tahu tidaklah statis dan bila bangunan ini tidak diapa-apakan maka lama-kelamaan akan rusak dan diperlukan konservasi agar bangunan tersebut kembali hidup”, ungkapnya. Tahapan konservasi sendiri terbagi menjadi dua bagian yaitu bagian perencanaan dan juga pelaksanaan. Untuk bagian perencanaan dibagi menjadi empat tahapan. Tahap pertama adalah penelitian sejarah, tahap ini bertujuan untuk mengetahui perubahan apa yang terjadi pada bangunan tersebut apakah ada penambahan atau pengurangan agar tidak salah langkah dalam pengembalian ke bentuk orisinilnya. Tahap kedua adalah dokumentasi, dalam tahap ini tim menggambar kembali sekaligus mendata kerusakan bangunan tersebut. Tahap ketiga adalah pedoman konservasi di sini tim memilah mana yang perlu dilestarikan dan mana yang perlu dipugar. Tahapan terakhir dalam bagian perencanaan adalah membuat gambar kerja atau &lt;em&gt;blue print&lt;/em&gt; yang nantinya ditindaklanjuti dengan bagian pelaksanaan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pekerjaan perencanaan konservasi ini telah diselesaikan pada akhir tahun 2010, dan dilanjutkan dengan pelaksanaan pekerjaan konservasi bangunan yang dimulai pada bulan Maret tahun 2011.  Dalam pelaksanaan pekerjaan ini, tim perencana UK Petra juga terlibat dalam pengawasan secara berkala pada pelaksanaan konservasi yang berakhir pada bulan Desember tahun 2011.  Pada tanggal 27 Januari 2012 lalu, pemanfaatan gedung ini telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur, Soekarwo. Silakan jalan-jalan ke sana, menikmati sisi tempo dulu dari&lt;em&gt; modern &lt;/em&gt;Surabaya. &lt;strong&gt;(Ardy/Inggrit)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 28 Feb 2012 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/konservasi-cagar-budaya-surabaya-meretas-kenangan-tempo-dulu/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Raih Dua Kerjasama KTI Dalam Seminggu</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/raih-dua-kerjasama-kti-dalam-seminggu/</link>
			<description>&lt;p&gt;Dalam kurun waktu seminggu, UK Petra berhasil membangun kerjasama dalam penandatanganan dua nota kesepahaman atau &lt;em&gt;Memorandum of Understanding&lt;/em&gt; (MoU).  MoU pertama dilakukan dengan  Universitas Widya Mandira, Kupang  sedangkan kedua, bersama PT Bank Sinarmas Tbk. Keduanya disambut secara hangat oleh Rektor UK Petra, Prof. Ir. Rolly Intan M.A.Sc., Dr. Eng. Tim DP berhasil memotret dua peristiwa penting tersebut.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;MoU dengan UNWIRA&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pada Kamis (16/2), bertempat di Gedung W lantai 9 dengan suasana tenang dan nyaman ditandatanganilah nota Kesepahaman antara Universitas Kristen Petra dengan Universitas Katolik Widya Mandira Kupang atau yang lebih akrab disapa UNWIRA. Ialah jurusan Arsitektur  yang menjadi jurusan pertama yang menjalin kerjasama dengan UNWIRA.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Jalinan kerjasama antar dua universitas ini meliputi kegiatan penelitian, pengajaran, pengabdian masyarakat, dan bidang akademis lainnya yang dijalankan oleh kedua perguruan tinggi ini. Dalam kegiatan pengajaran itu sendiri disepakati pertukaran dosen pengajar dan juga penyelenggaraan &lt;em&gt;workshop&lt;/em&gt; bersama. Tidak ketinggalan kerjasama di bidang penelitian juga dikembangkan antara lainnya adalah pengajuan hibah Pekerti 2012 dan publikasi bersama hasil penelitian Arsitektur di Sumba.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dalam acara ini juga Prof Liliany Sigit Arifin, M.sc, Ph.D selaku kepala LPPM juga mengenalkan program &lt;em&gt;Community Outreach Program&lt;/em&gt; (COP) kepada perwakilan dari UNWIRA. “Dengan acara MoU ini diharapkan kita dapat bekerja sama dengan UNWIRA agar dapat melaksanakan program COP ini di luar dari pulau Jawa”. Penandatangan MoU sendiri ditandatangani langsung oleh Prof.Ir. Rolly Intan M.A.Sc., Dr.Eng.,selaku rektor UKP dan Romo Yulius Yasinto, SVD, MA, M.sc., selaku rektor UNWIRA. Diharapkan dengan ditandatangani-nya perjanjian yang dimotori oleh jurusan Arsitektur ini dapat membuka pintu kerja sama yang lebih erat antara UK Petra dan UNWIRA.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;MoU dengan Bank Sinarmas&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tepat seminggu dari MoU antara Jurusan Arsitektur dengan UNWIRA (23/02), UK Petra kembali mendapatkan MoU yang berkaitan dengan pemberian beasiswa KTI. Kali ini dari PT Bank Sinarmas Tbk yang datang ke UK Petra dengan dipimpin langsung oleh Freenyan Liwang selaku direktur utama. MoU ini menawarkan kerjasama yang nantinya diwujudkan dalam pemberian beasiswa bagi mahasiswa Kawasan Timur Indonesia serta kesempatan untuk berkarir di Bank Sinarmas yang memiliki banyak cabang di Indonesia Timur.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Menurut Freenyan, PT Bank Sinarmas memilih UK Petra karena memiliki basis mahasiswa dari Indonesia Timur yang besar. “Bank Sinarmas baru saja membuka cabang-cabang di kawasan Timur seperti di Ternate maupun di Papua. Kami berharap supaya nantinya mahasiswa &lt;em&gt;fresh graduates &lt;/em&gt;bisa kembali ke daerah mereka masing-masing dan berkarir disana bersama Bank Sinarmas,” ujar Freenyan. Pria kelahiran Makassar itu juga berharap nantinya apabila mahasiswa berkarir di Bank Sinarmas di daerah, mereka dapat ikut meningkatkan kesejahteraan daerah mereka masing-masing. Rektor UK Petra juga menyambut baik tawaran MoU dari Bank Sinarmas ini. “Dengan basis mahasiswa kawasan timur yang besar, kami berharap supaya kerjasama ini saling menguntungkan kedua pihak,” urainya. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;(&lt;strong&gt; Ardy/Chriz&lt;/strong&gt;)&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 28 Feb 2012 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/raih-dua-kerjasama-kti-dalam-seminggu/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>UK Petra Sapu Bersih gelar COMPAC</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/uk-petra-sapu-bersih-gelar-compac/</link>
			<description>&lt;p&gt;Sapu bersih kata itu tepat untuk menggambarkan bagaimana prestasi jurusan Akuntansi dalam COMPAC (Competition of Accounting) yang diadakan di STIE Perbanas Surabaya tanggal 18 Februari 2012 lalu. Dalam kompetisi yang diikuti oleh 30 tim yang berasal dari universitas-universitas se-Jawa Timur ini, UK Petra berhasil mengungguli yang lainnya dan berhasil mempertahankan piala bergilir.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dalam kompetisi ini UK Petra berhasil menyabet gelar juara pertama, kedua, dan ketiga sekaligus. Turun dengan kekuatan empat tim, keinginan terbesar dari mereka adalah untuk mengulang prestasi seperti tahun lalu menyapu semua gelar dalam ajang ini. Setelah bersaing dengan cukup ketat dan mengalahkan 30 tim dari universitas lainnya seperti Universitas Surabaya (Ubaya), Universitas Pelita Harapan (UPH), STIE Perbanas, dan Universitas Machung akhirnya kerja keras mereka membuahkan prestasi yang bagus.  Adalah Felicia Eri, Cindy, dan Sally Tanjung yang mempersembahkan gelar juara pertama untuk UK Petra. “Persiapan kami sebetulnya cukup mepet hanya dua minggu sejak pendaftaran lomba ini” ungkap Felicia. Tetapi dengan waktu persiapan yang cukup mepet ini mereka tidak gentar karena sudah sering mengikuti lomba sejenis baik di dalam kota maupun diluar kota. “Materi perlombaan kali ini menyangkut seluruh materi yang diajarkan selama perkuliahan seperti SIA, Akbi, AKM, Audit, dan Akuntansi Perbankan”, ungkap Sally. “Soal-soal yang dikeluarkan lebih condong kearah perubahan dari GAAP ke IFRS” ungkap Cindy menambahkan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Lomba ini sendiri terbagi menjadi tiga babak, dalam babak pertama para peserta diuji kemampuan individu dan juga secara tim dalam menyelesaikan masalah yang diberikan oleh panitia. Soal yang diberikan sejumlah 40 soal dalam 50 menit. Babak kedua sendiri berupa cerdas cermat yang dimana setiap peserta harus tak hanya cepat dalam menjawab akan tetapi harus tepat dalam menjawab soal yang diberikan. Grand finalnya berupa adu presentasi dimana tiap peserta mempresentasikan tentang kasus audit yang diberikan oleh panitia. Akhirnya, atas prestasinya yang sapu bersih ini tim UK Petra dianugerahi piala bergilir dari IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) dan KOPERTIS wilayah VII. &lt;strong&gt;(Ardy)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 28 Feb 2012 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/uk-petra-sapu-bersih-gelar-compac/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Bagikan Pentingnya Pengabdian Universitas Kepada Masyarakat</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/bagikan-pentingnya-pengabdian-universitas-kepada-masyarakat/</link>
			<description>&lt;p&gt;”Ilmu tanpa praktek itu kosong, praktek tanpa ilmu itu kerdil,” ujar Profesor Sundani Narono Soewandhi ketika menutup sesi &lt;em&gt;sharing&lt;/em&gt; nya dihadapan 20 peserta &lt;em&gt;workshop&lt;/em&gt;. Reviewer senior Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) itu membawakan materinya dengan bersemangat dan melalui presentasinya yang penuh gambar menarik peserta jadi antusias mendengarnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Begitulah gambaran &lt;em&gt;workshop&lt;/em&gt; sehari “Strategi Memperoleh Hibah ABDIMAS” yang diadakan di Ruang Konferensi, gedung W lantai 10 Universitas Kristen Petra pada tanggal 2 Maret 2012 lalu. Acara yang diselenggarakan oleh LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) ini menghadirkan kurang lebih 20 orang peserta dari berbagai kampus di Jawa Timur.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pembicara pertama dibawakan oleh Profesor Sundani yang membagikan tentang pentingnya fungsi tri dharma perguruan tinggi yaitu penelitian, pendidikan dan PPM (Penelitian dan Pengabdian Masyarakat). “Sebuah perguruan tinggi selain memberikan fungsi pendidikan bagi mahasiswanya juga harus membantu menyelesaikan problem masyarakat demi peradaban mereka yang lebih baik“, urai pria yang memakai kemeja putih ini. Selanjutnya ia juga menambahkan tetap perlunya kerjasama dengan lembaga donor supaya memperoleh pendanaan bagi program pengabdian masyarakat.    &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Berikutnya Ir. Gatot Murdjito yang menjadi pembicara kedua &lt;em&gt;workshop&lt;/em&gt; tersebut, merupakan &lt;em&gt;Reviewer&lt;/em&gt; senior yang juga dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) menekankan pentingnya persiapan – persiapan teknis serta non teknis dalam mengadakan program KKN (Kuliah Kerja Nyata). Utamanya bagi dosen pembimbing lapangan atau koordinator lapangan yang nantinya berperan sebagai pemandu bagi mahasiswa.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“DPL (Dosen Pembimbing Lapangan) harus sudah mengerti lokasi serta keadaan masyarakat di daerah tersebut,” ujar dosen yang tinggal di Yogyakarta ini. Menurutnya dengan mengerti kondisi lapangan dan masyarakat terlebih dahulu, dosen pembimbing dapat mengarahkan aktivitas mahasiswa ketika sampai di tempat KKN. Selain itu juga supaya nantinya tujuan program menjadi lebih efektif serta efisien.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ia juga menekankan pentingnya DPL untuk mengetahui kultur budaya dan sosial masyarakat KKN setempat. “Jangan sampai begitu datang di tempat KKN mereka bingung, tidak bisa membaur bersama masyarakat lalu akhirnya membentuk golongan ”elit” sendiri. Hal itu tidak akan membuat tujuan KKN tercapai secara maksimal,” tambah alumni fakultas peternakan UGM ini. Demi mengenal kondisi sosial dan budaya masyarakat, Gatot menjelaskan perlu adanya survey yang mendalam terlebih dahulu bagi DPL. “Bahkan kalau perlu DPL &lt;em&gt;live in&lt;/em&gt; terlebih dahulu bersama masyarakat tempat KKN, ” pungkasnya. (&lt;strong&gt;Chriz&lt;/strong&gt;) &lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 13 Mar 2012 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/bagikan-pentingnya-pengabdian-universitas-kepada-masyarakat/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Layanan Simpul Standar di Perpustakaan UK Petra</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/layanan-simpul-standar-di-perpustakaan-uk-petra/</link>
			<description>&lt;p&gt;Tanggal 6 Maret lalu, Perpustakaan UK Petra bekerjasama dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) mengadakan &lt;em&gt;talkshow&lt;/em&gt; mengenai Peran Standar Bagi Akademisi, Praktisi, dan Industri sekaligus peluncuran layanan informasi Standar Pekerjaan Umum di UK Petra. “Standar itu ke depannya harus dipegang,” sepenggal pernyataan Ir Supardi yang merupakan pencetus ide layanan simpul standar. Peluncuran layanan simpul standar ini juga bekerjasama dengan Jurusan Teknik Sipil sehingga praktisi dan seluruh sivitas akademika bisa mengaksesnya di Perpustakaan UK Petra.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Acara kali ini dihadiri oleh tiga pembicara yang memang ahli di bidangnya. Pertama, Ir Supardi, selain sebagai pencetus ide, dia juga bekerja di Kementerian Pekerjaan Umum. Supardi memaparkan standar itu sendiri yang sudah disepakati bersama dan sudah tertulis. “Tapi standar itu bisa kita perbarui dengan kemajuan teknologi yang sudah ada saat ini dan bisa terus berkembang,” paparnya. Ia pun menambahkan kalau kita sudah kenal dengan yang namanya standar, pasti banyak diuntungkan, bukannya malah rugi. Maka dari itu, sangat disarankan untuk mensosialisasikan standar ini agar kita semua bisa menyerap informasi yang ada. “Padahal kita bisa jadi inisiatornya, kan selama ini dikenal pemerintah yang punya andil,” imbuhnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Selanjutnya Prof. Benjamin Lumantarna, dosen Teknik Sipil UK Petra dan yang menjadi pembicara kedua, memaparkan mengenai fenomena bangunan saat ini. “Sekarang banyak kejadian atap sekolah yang ambruk. Hampir tiap minggu kejadian seperti itu,” ujarnya. Sebelum membangun sebuah bangunan, kita perlu mencocokkan bahan-bahan dan kelengkapan yang ada. Bisa jadi tidak cocok digunakan karena situasi dan kondisi yang berbeda. “Kita perlu untuk mengetahui beban anginnya juga dan penulisan yang sesuai,” ungkap pria yang menjadi guruh besar pertama di UK Petra ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;            Pembicara ketiga dalam &lt;em&gt;talkshow &lt;/em&gt;kali ini adalah Prof. Dr. Ir. Agus Taufik Mulyono, dosen Teknik Sipil UGM. Agus sangat aktif sebagai ketua di Forum Pendidikan Standarisasi Antar Perguruan Tinggi. Ia ingin melakukan pendidikan standarisasi dan membentuk masyarakat standar yang &lt;em&gt;open minded&lt;/em&gt;. “Kalau ditinjau lagi, simpul layanan kita saat ini masih kurang. Berdasarkan fenomena yang ada, 75% masyarakat hanya mengenal standar dan hanya 40% masyarakat yang mengevaluasi standar,” terangnya. Mahasiswa pun harus menjadikan standar dalam mata kuliah, tapi pelajari filosofinya terlebih dahulu. Seusai &lt;em&gt;talkshow &lt;/em&gt;para peserta pun bisa mencoba mengakses layanan simpul di katalog Ispektra di Perpustakaan UK Petra.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;            Masalah yang terjadi saat ini, di tahun 2014 akan ada penyidikan infrastruktur sudah masuk dalam standar. Hal tersebut yang akan kita hadapi nantinya,  &lt;em&gt;standar minded!&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(Rosa).&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 13 Mar 2012 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/layanan-simpul-standar-di-perpustakaan-uk-petra/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Mission Trip ke Australia</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/mission-trip-ke-australia/</link>
			<description>&lt;p&gt;Awal Maret lalu tim paduan suara UK Petra melakukan perjalanan ke Australia  mengunjungi Perth dan Melbourne. Acara yang diadakan tiap dua tahun sekali ini dikenal dengan nama &lt;em&gt;mission trip&lt;/em&gt;.  &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;            Tim paduan suara yang beranggotakan 25 orang terdiri dari 22 orang penyanyi, 2 (dua) orang pianis, dan 1 (satu) orang yang memimpin tim paduan suara. Rubin Lukito, S.T., B.C.M., G.D.C.M. memimpin tim paduan suara UK Petra selama menjalani &lt;em&gt;mission trip &lt;/em&gt;di Australia. ”Dua tahun lalu kita mengadakan &lt;em&gt;mission trip&lt;/em&gt; ke Singapura dan Malaysia; banyak sekali pengalaman berharga yang bisa didapat. Pada tahun ini kami memberikan pelayanan ke Australia dan lebih banyak lagi yang didapatkan selama melayani di Perth dan Melbourne,” ujar pria yang saat ini menjabat sebagai kepala Apresiasi dan Pengembangan Musik Gereja UK Petra.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;            Ketika di Perth, tim paduan suara UK Petra diberi kesempatan untuk memberikan pelayanan dalam ibadah hari Minggu pukul 09.30 dan 16.00 waktu setempat di gereja Westminster Presbyterian Church. Kegiatan di Melbourne diawali dengan konser pada 9 Maret di kapel tempat penginapan; lagu-lagu yang dipersembahkan selama memberikan pelayanan dapat menyentuh para jemaat di sana dan tim paduan suara UK Petra juga merasa terharu. ”Pengalaman yang didapat adalah kami benar-benar merasakan pimpinan Tuhan dari persiapan untuk berangkat dan selama memberikan pelayanan di Perth dan Melbourne. Tuhan benar-benar membuka jalan buat tim paduan suara UK Petra,” ujar pria yang juga sebagai dosen ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;            Tujuan diadakan &lt;em&gt;mission trip&lt;/em&gt; ini adalah membuka relasi dengan institusi dan gereja-gereja setempat, memberikan pelayanan dalam kebaktian gereja untuk jemaat Indonesia yang ada di sana, membawa misi budaya dengan membawakan lagu-lagu etnis Indonesia, dan membawa nama UK Petra dalam konteks internasional.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Harapan setelah menjalankan &lt;em&gt;mission trip &lt;/em&gt;di Australia ini adalah supaya kedatangan tim paduan suara UK Petra dapat memberikan semangat dalam pelayanan di gereja, hubungan ke depan dapat tercipta lebih baik lagi, dan apabila ada kesempatan ingin menjangkau lebih banyak orang lagi. &lt;strong&gt;(Stefan)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 27 Mar 2012 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/mission-trip-ke-australia/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Culture, Creativy and Colaboration  in Asia Summer Program 2012 </title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/culture-creativy-and-colaboration-in-asia-summer-program-2012/</link>
			<description>&lt;p&gt;&lt;em&gt;Culture, Creativity and Collaboration&lt;/em&gt; itulah &lt;em&gt;tagline&lt;/em&gt; dari Asia Summer Program 2012 yang nantinya menciptakan mahasiswa dengan karakter pemimpin dunia. “Kita patut bersyukur karena UK Petra terpilih menjadi penyelenggara pertama dan ini merupakan kegiatan yang sangat positif. Program ini akan memperkuat internasionalisasi akademik yang sesuai dengan visi UK Petra ini sendiri yaitu &lt;em&gt;caring and global university&lt;/em&gt;, memperkuat &lt;em&gt;networking &lt;/em&gt;juga sebagai wadah pembelajaran mahasiswa dimana mereka dapat memperkuat perspektif Asia mereka. Hal ini dapat terjadi salah satunya dikarenakan oleh hadirnya kelas- kelas yang dibuka oleh Universitas mitra dengan dosen- dosen mereka”, ungkap Ir. Hanny Hosiana Tumbelaka, M.Sc., Ph.D selaku Wakil Rektor bidang Akademik UK Petra.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Asia Summer Program ini sangat menarik untuk diikuti oleh mahasiswa UK. Petra, mengapa? “Karena mahasiswa akan menikmati kesempatan untuk berkuliah dengan mahasiswa manca negara yang tentunya memiliki perbedaan budaya dengan kita. Sehingga secara otomatis kita akan belajar budaya lain tetapi tak hanya itu metode pembelajaran yang ditawarkan pun sangat kreatif. Dengan menggunakan bahasa  inggris sebagai bahasa pengantar baik saat perkuliahan maupun sesi diskusi, maka mahasiswa dapat melatih kemampuan berbahasa internasional mereka ” papar Meilinda S.S., M.A. yang kali ini dipercaya sebagai ketua ASP 2012.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Nantinya akan ada lima universitas yang bergabung menjadi satu yaitu Dongseo University-Korea, Universiti Malaysia Perlis (UniMAP)-Malaysia, Bangkok University-Bangkok, Josai International University-Jepang dan Universitas Kristen Petra-Indonesia.  Program ini diadakan selama tiga minggu mulai dari 16 Juli hingga 3 Agustus 2012 mendatang. Bukan hanya diisi dengan kuliah akademik mahasiswa juga akan mendapat kegiatan budaya. Harapannya, mahasiswa di Asia yang mengikuti program ini mempelajari kearifan budaya lokal kita, menggunakan kreatifitasnya dan menciptakan sebuah inovasi dengan semangat kolaborasi dalam bidang yang mereka tekuni. Dengan demikian mereka nantinya mampu menjadi pemimpin dunia yang memiliki pengetahuan tentang budaya Asia dengan benar. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pembagian mata kuliah yang ditawarkan pada program ini terdiri dari sembilan mata kuliah, yang terbagi dalam tiga kelompok yaitu ekonomi, teknik dan bahasa. “Pemilihan mata kuliah ini bisa lintas jalur, jadi mahasiswa teknik bisa mengambil mata kuliah ekonomi tetapi dengan persyaratan tertentu. Mahasiswa pun hanya boleh memilih maksimal dua mata kuliah,” jelas I Gede Agus Widyadana, S.T., M.Eng., PhD sebagai koordinator kurikulum dalam program ini. Selain itu proses perkuliahan dalam program ini, akan memberikan nilai tambah bagi mahasiswa UK Petra dari segi hard skill serta soft skill mereka. “Jadi tidak hanya pengetahuan saja, ada kemampuan untuk berinteraksi dengan mahasiswa asing, bekerjasama dan kepemimpinan “, tambah Gede yang juga dosen Teknik Industri UK Petra. Closing Ceremony ASP 2012 pun akan memberikan kesempatan bagi mahasiswa terlibat untuk menampilkan budaya dari masing-masing negara. (Rosa)&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Jangan lewatkan kesempatan ini! Kunjungi websitenya di bakp.petra.ac.id/asp&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 27 Mar 2012 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/culture-creativy-and-colaboration-in-asia-summer-program-2012/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Selayang Pandang Petra Parade 2012</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/selayang-pandang-petra-parade-2012/</link>
			<description>&lt;p&gt;Sebuah pepatah lama mengungkapkan, “Kenalilah pohon dari buahnya”. Dalam Alkitab pun, Tuhan mengajarkan manusia untuk berbuah dalam hidupnya agar buah-buah tersebut dirasakan dan dinikmati oleh setiap orang. Pilihannya ada di tangan setiap kita, apakah buah-buah kehidupan yang ingin kita bagikan itu terasa manis, getir ataupun pahit.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Inilah &lt;em&gt;spirit&lt;/em&gt; dalam &lt;em&gt;Petra Parade&lt;/em&gt; 2012. “Buah anggur, menjadi pilihan &lt;em&gt;icon&lt;/em&gt; dalam &lt;em&gt;Petra Parade&lt;/em&gt; 2012 kali ini”, ujar Debora Christine Widjaja, S.S., MSM., SPHR selaku ketua panitia. Acara yang diperuntukkan bagi para siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dan masyarakat umum ini akan digelar selama empat hari berturut-turut, Selasa-Jumat mulai tanggal 24 hingga 27 April 2012. &lt;em&gt;Petra Parade&lt;/em&gt; 2012 ini sudah dipersiapkan cukup lama, dengan mengusung tema &lt;em&gt;in the fruit of your LIGHT, people see the Light&lt;/em&gt;. Hal ini mengadopsi tema yang coba di wujudkan UK Petra selama tiga tahun terakhir ini, LIGHT yaitu &lt;em&gt;Love-Integrity-Growth-Humility-Truth&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Menurut Debora, &lt;em&gt;Petra Parade&lt;/em&gt; 2012 sengaja digelar sebagai &lt;em&gt;event&lt;/em&gt; yang menjawab kebutuhan informasi pendidikan yang ada di UK Petra. Dalam kesempatan itu, masyarakat juga bisa memanfaatkan untuk melihat hasil buah karya sivitas UK Petra selama ini. Berbagai acara akan menyemarakkan &lt;em&gt;Petra Parade&lt;/em&gt; 2012, di warnai dengan tujuh kegiatan utama mulai dari &lt;em&gt;Petra Parade Star&lt;/em&gt;, Petra Mahakarya berupa berbagai lomba kreatifitas dan dan ketrampilan bagi siswa SMU, &lt;em&gt;Branded Schooling Experience&lt;/em&gt; (BSE) berupa &lt;em&gt;sit in-classes&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Petra Vineyard&lt;/em&gt; berupa galeri yang menampilkan beragam cipta, karya dan karsa dari setiap program studi di UK Petra serta “buah-buah” yang dihasilkan baik oleh mahasiswa, dosen maupun alumni, &lt;em&gt;Petra Olympiad&lt;/em&gt; berupa sekumpulan lomba di berbagai bidang ilmu pengetahuan &amp;amp; teknologi serta seni, &lt;em&gt;Petra Parade Festival&lt;/em&gt; hingga &lt;em&gt;Green Bazar&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Debora juga menjelaskan bahwa dalam &lt;em&gt;Petra Parade&lt;/em&gt; kali ini, UK Petra akan menggelar kompetisi atau ajang pencarian bakat dalam dunia tarik suara dalam &lt;em&gt;Petra Parade Star&lt;/em&gt;. Dalam ajang ini, peserta diminta menyanyikan lagu dan syairnya yang memiliki &lt;em&gt;value &lt;/em&gt;atau pesan yang positif seperti kemanusiaan, kejujuran, komitmen, dan kesetiaan. Pemenangnya berkesempatan untuk tampil bersama bintang tamu utama di malam penutupan. “Tak hanya mengundang Ello sebagai bintang utamanya akan tetapi di malam pembukaan akan dimeriahkan 150 &lt;em&gt;mob dancers&lt;/em&gt; dari sivitas akademika, karnaval 20 becak hias serta penyerahan karya seni berbahan bekas pakai hasil karya mahasiswa UK Petra pada walikota yang diharapkan nantinya bisa digunakan untuk menghias kota Surabaya”, tutup Debora yang juga wakil dekan Fakultas Ekonomi tersebut. (&lt;strong&gt;Aj&lt;/strong&gt;) &lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 10 Apr 2012 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/selayang-pandang-petra-parade-2012/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Jika Aku Menjadi Penjual Rujak</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/jika-aku-menjadi-penjual-rujak/</link>
			<description>&lt;p&gt;Rujak !! Makanan berbahan dasar buah-buah dan sayuran segar ini sudah sangat familiar bagi masyarakat Indonesia, khususnya Surabaya. Membuatnya pun tidak lah sulit, hanya diperlukan ketrampilan &lt;em&gt;mengulek&lt;/em&gt; bumbu. Jika yang membuat orang Indonesia sudah biasa, tapi bagaimana jika rujak ini dibuat oleh mahasiswa asing? Simak ceritanya saat Dwi Pekan mengikuti tiga mahasiswa asing belajar membuat aneka rujak di rumah bu Lastri.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“Mari masuk, bahan-bahannya rujak sudah saya siapkan. Tapi kita membuatnya di lantai ya,” sambut Lastri si pemilik rumah yang juga penjual rujak di kantin gedung T tersebut saat menyambut kedatangan para mahasiswa. Ketiga mahasiswa tersebut adalah mahasiswa asing yang mendapatkan beasiswa Darmasiswa dari Kementerian Pendidikan Nasional (KemDikNas) Indonesia untuk ikut belajar dalam program &lt;em&gt;Indonesian Spectrum&lt;/em&gt; di UK Petra selama kurang lebih satu tahun.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Adalah Julija Vasi asal Lithuania, Joanna Niedzialek, dan Milka Jablecka keduanya asal Polandia yang belajar membuat rujak mulai dari rujak manis, rujak cingur hingga rujak gobet. Mereka diperkenalkan terlebih dahulu berbagai macam buah, sayuran serta bumbu yang digunakan kemudian diajarkan bagaimana caranya &lt;em&gt;mengulek&lt;/em&gt; bumbu. “Dari kegiatan ini diharapkan mereka tidak hanya belajar cara membuat rujaknya saja, akan tetapi cita rasa serta kehidupan sosial masyarakat Indonesia pada kenyataannya,” urai Meilinda, S.S., M.A., selaku Kepala Biro Administrasi Kerjasama dan Pengembangan Institusional (BAKP).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bagi Joanna Niedzialek, perempuan yang suka dengan teater ini berpendapat bahwa pengalaman saat &lt;em&gt;mengulek &lt;/em&gt;rujak merupakan pengalaman yang menarik. Hal ini disebabkan karena, ia baru pertama kali itu membuat rujak. “&lt;em&gt;So, I’m really grateful for this opportunity. It brought me closer to Javanese culture and enabled to meet more local people&lt;/em&gt;,” jawabnya via pesan singkat. Ada perasaan tersendiri ketika &lt;em&gt;mengulek &lt;/em&gt;rujak di cobek; perempuan yang suka dengan kelas membatik ini cukup kesusahan menggunakan cobek, apalagi di Polandia mereka tidak terbiasa menggunakan benda-benda yang digunakan untuk membuat rujak. “&lt;em&gt;But, somehow the peanut sauce which I made in cobek was really delicious&lt;/em&gt;,” imbuh Joanna. &lt;strong&gt;(Aj / Rosa).&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 10 Apr 2012 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/jika-aku-menjadi-penjual-rujak/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Harumkan Kampus Lewat Lomba Cepat Tepat</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/harumkan-kampus-lewat-lomba-cepat-tepat/</link>
			<description>&lt;p&gt;Mahasiswa UK Petra kembali mengharumkan nama almamaternya melalui lomba cepat tepat komputer yang diadakan pada Selasa (21/2) di Universitas Tarumanegara, Jakarta. Armandarius Darmadji, Christian Boby, dan Cemara Avriliwan Putra merupakan mahasiswa jurusan Teknik Informatika yang berhasil memperoleh juara 2 dalam lomba tersebut. Pada awalnya, pertemuan ketiganya tidak terduga sebelumnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;            “Awal mula mengikuti lomba ini karena mendapat informasi dari dosen dan kita bertiga menjadi memutuskan untuk ikut lomba tersebut”, ujar Christian. Menurut Christian, tidak ada persiapan khusus yang dilakukan untuk menghadapi lomba hanya mengandalkan info yang diperoleh mengenai tema dan hal-hal penting yang datanya dicari melalui internet. Memang  lomba ini lebih menguji pengetahuan umum yang dimiliki peserta dan tipe soal yang diberikan dalam lomba berupa kuis yang membuat peserta dituntut berpikir cepat dan tidak melakukan kesalahan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;            Sistem lomba cepat tepat komputer ini dibagi menjadi dua babak, yaitu babak penyisihan dan babak final. “Kami bisa menang karena di babak penyisihan mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya dan di babak final kami memilih lebih bermain aman untuk menghindari melakukan kesalahan sendiri. Itu merupakan strategi yang kami gunakan sehingga bisa memperoleh juara dua”, ujar Cemara. Meskipun hanya juara dua, pengalaman yang diperoleh selama mengikuti lomba dengan persiapan yang minim ini sangatlah berharga. “Selain kita dapat merasakan suasana lomba, kita juga bisa berkenalan dengan mahasiswa yang berasal dari universitas lain.” Ujar Armand.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;            Setelah mengikuti lomba ini, rencana mereka kedepan adalah ingin mencoba untuk ikut lomba seperti ini lagi. “ Karena banyak sekali pengalaman yang diperoleh dengan mengikuti lomba dan ingin membimbing mahasiswa jurusan Teknik Informatika yang lain untuk dapat berprestasi juga.”, ujar Christian. Pesan yang ingin mereka sampaikan buat mahasiswa yang lain adalah jangan pernah takut untuk mencoba hal yang baru dan ambillah kesempatan yang ada karena kesempatan tidak datang dua kali.  &lt;strong&gt;(Stefan/Chriz)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 10 Apr 2012 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/harumkan-kampus-lewat-lomba-cepat-tepat/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Petra Parade 2012 :  Tertanam, Berbuah dan Berbagi pada Sesama </title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/petra-parade-2012-tertanam-berbuah-dan-berbagi-pada-sesama/</link>
			<description>&lt;p&gt;Anggur, buah perdu yang tumbuh secara merambat ini banyak dibicarakan dalam Alkitab. Pertumbuhan buah anggur menggambarkan sebuah analogi yang menunjukkan ketergantungan carang dengan pokoknya. Ranting tidak mungkin menjadi kuat dan berbuah apabila melepaskan diri dari sumbernya. Anggur juga mengingatkan tentang sebuah karya besar, yang pertama kali dilakukan oleh Kristus di Kana.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“Buah anggur ini sebagai ilustrasi mengingatkan bahwa kita semua adalah ranting-ranting dan Tuhan Yesus adalah pokok anggur. Agar dapat berbuah banyak memancarkan terang Tuhan, kita harus tetap tinggal di dalamNya” urai Rektor, Prof. Rolly Intan. Buah anggur ini merefleksikan kehidupan  seluruh sivitas UK Petra yang memancarkan LIGHT (Love-Integrity-Growth-Humility-Truth) di dalam setiap sikap dan berbuatannya. Dengan demikian, teladan hidup yang dipancarkan akan memberikan kesaksian hidup bagi banyak orang untuk menjadi anak-anak Tuhan. Oleh sebab itu mengapa tahun ini ikon Petra Parade 2012 yang diambil ialah buah Anggur.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kebun-kebun anggur itu sekarang bermunculan di sekitar kampus UK Petra. Dalam Petra Parade 2012 ini, anggur mengispirasi sivitas untuk menghasilkan buah-buah dalam hidupnya. Buah merupakan simbol pertumbuhan dan kehidupan. Dalam Petra Parade 2012 ini UK Petra mengharapkan dapat membagikan ‘buah-buah’ itu bagi masyarakat.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Rolly menegaskan, buah anggur merefleksikan semua prestasi dan kualitas akademik di dalam Tri Dharma perguruan tinggi serta  keunggulan sarana dan prasarana yang menjadi bagian dari mandat budaya. “Buah-buah” ini diantaranya dibuktikan dengan prestasi UK Petra dalam WEBOMETRICS di bulan Januari 2012 skala &lt;em&gt;South East Asia&lt;/em&gt; menduduki peringkat ke-39. Tak hanya itu saja, Ranking Universitas versi 4International Colleges and Universities (4ICU) UK Petra berhasil menduduki peringkat ke-17 skala Nasional. Ditambah, pada 31 Maret 2012 yang lalu mendapatkan penghargaan dari Kopertis Wilayah VII Jawa Timur sebagai Perguruan Tinggi Unggulan 2012 di bidang Kelembagaan &amp;amp; Tata Kelola, Penelitian &amp;amp; Pengabdian Pada Masyarakat, Kemahasiswaan serta Tri Dharma Perguruan Tinggi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tema “&lt;em&gt;in the fruit of the LIGHT people see the Light&lt;/em&gt;” menjadi pilihan Petra Parade 2012. “Kata LIGHT yang pertama ingin menggambarkan dua hal yaitu“terang” dan akronim dari perwujudan proses belajar-mengajar di UK Petra yang mengarah pada &lt;em&gt;core values&lt;/em&gt; selama ini yaitu yang mengedepankan cinta kasih, integritas, pertumbuhan karakter yang baik, kerendahan hati dan kebenaran firman Tuhan”, tutup Rolly. (Aj/Inggrit)&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 24 Apr 2012 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/petra-parade-2012-tertanam-berbuah-dan-berbagi-pada-sesama/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Strategi Tiga Bahasa Membuahkan Hasil</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/strategi-tiga-bahasa-membuahkan-hasil/</link>
			<description>&lt;p&gt;Mahasiswa UK Petra kembali mengukir prestasi menjadi juara 1(satu) Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional yang diadakan oleh Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga. Lomba ini dimulai pertengahan bulan Maret 2012 dan finalnya 5 April 2012.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Lomba Karya Tulis Ilmiah dalam tim yang terdiri dari 3 (tiga) orang. Tim dari Program Studi Akuntansi UK Petra adalah Hwan Setiawan Karmansyah, Anthony Tiono, dan Genial Sugiharto. ”Setelah terbentuk menjadi 1 (satu) tim, kami mencari tema yang menarik untuk dijadikan bahan lomba terlebih. Dan, ketika sudah menemukan tema yang menarik, kami baru mendaftar lomba tersebut,” ujar Genial.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;”Membentuk Keunggulan Kompetitif Indonesia Melalui Pengafiliasian Hutan Hujan Tropis dan Peternakan Lebah Hutan Apis Dorsta sebagai Simbiosis Mutualisme dengan Pengadopsian Manajemen Kiwi Selandia Baru” merupakan judul yang digunakan dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah ini. Persiapan yang dilakukan adalah mencari materi dari web dan literatur; sedangkan ketika memasuki babak final, persiapan untuk latihan presentasi tidak terlalu banyak.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pengalaman yang didapat selama mengikuti lomba adalah bisa mengetahui cara presentasi yang baik dan benar, belajar bekerja sama dengan baik sebagai 1 (satu) tim, dan dapat mengenal mahasiswa dari universitas yang lain. ”Strategi waktu final, kami presentasi menggunakan 3 (tiga) bahasa yaitu bahasa Indonesia, bahasa Mandarin, dan bahasa Inggris. ”Lomba berlangsung seru dan menantang. Dan menjadi juara 1 (satu) merupakan anugerah dari Tuhan,” ujar Hwan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;”Perasaan kami menjadi juara 1 (satu) sangat senang dan kaget karena tidak pernah menyangka bisa menjadi juara, dengan melihat peserta yang lain juga memiliki materi yang bagus,” ujar Anthony. Prestasi yang didapatkan juga berkat dukungan dari seluruh dosen Program Studi Akuntansi, teman-teman Program Studi Akuntansi, dan panitia Lomba Karya Tulis Ilmiah. &lt;strong&gt;(Stefan)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 24 Apr 2012 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/strategi-tiga-bahasa-membuahkan-hasil/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Berkolaborasi dalam Beyond Creativity</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/berkolaborasi-dalam-beyond-creativity/</link>
			<description>&lt;p&gt;Terik panas matahari tidaklah menghalangi semangat para siswa SMA dan para mahasiswa untuk mengikuti &lt;em&gt;Hospitality Rally Games&lt;/em&gt; (HRG) yang diselenggarakan untuk keempat kalinya. Kompetisi yang berhasil menghimpun  50 kelompok ini mengusung tema “&lt;em&gt;Beyond Creativity&lt;/em&gt;”. Steven selaku ketua panitia mengungkapkan, “Ada yang salah mengenai persepsi masyarakat mengenai Manajemen Perhotelan. Banyak yang berpikir bahwa Manajemen Perhotelan tidak lebih menjadi pekerja kasar. Seperti membersihkan toilet”. Persepsi inilah yang mau diubah. Nah, &lt;em&gt;HRG&lt;/em&gt; ini menjadi forum edukasi untuk mengungkapkan seluk beluk Manajemen Perhotelan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Menariknya, kompetisi ini tidak saja menantang pesertanya untuk memiliki pengetahuan yang cukup mengenai industri &lt;em&gt;hospitality&lt;/em&gt; namun juga mampu menjadi &lt;em&gt;team player&lt;/em&gt;, mengingat dalam satu kelompok terdiri dari tiga siswa SMA dan dua mahasiswa UK Petra. Rangkaian acara HRG  ini terdiri dari tiga babak yaitu babak penyisihan (19/4), kemudian dilanjutkan dengan babak semifinal yang dilaksanakan di Ciputra Waterpark (20/4) dan ditutup dengan babak final yang diselenggarakan di Ciputra World (22/4).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Babak penyisihan sendiri terdiri dari 13 macam permainan yang nilainya diakumulasikan sehingga hanya 20 tim terbaiklah yang akan lolos ke babak semifinal. Permainan terbagi menjadi babak &lt;em&gt;Do It Yourself, Recycle &lt;/em&gt;dan&lt;em&gt; Arrange The Table&lt;/em&gt;.  Dalam putaran &lt;em&gt;Do It Yourself&lt;/em&gt; para peserta dihadapkan pada tantangan untuk membuat kopi dengan cita rasa tertentu. Disini para peserta akan diperkenalkan pada salah satu pekerjaan yang dilakukan oleh para &lt;em&gt;hotelier&lt;/em&gt;. Dalam babak &lt;em&gt;Recycle&lt;/em&gt;, para peserta harus membuat inovasi yang menarik berbahan kemasan makanan yang tidak terpakai seperti kaleng atau kardus bekas. Pada babak terakhir, &lt;em&gt;Arrange the Table&lt;/em&gt;, kemampuan mengatur dan menyusun meja makan menjadi penilaian. Dalam final,  akan menghadirkan bintang tamu yaitu Henry Ho yang merupakan finalis Master Chef. Henry akan melakukan demo memasak bersama para peserta HRG. Para peserta akan diminta menghias biskuit cracker dan menampilkan inovasi baru pada kue mantau. &lt;strong&gt;(Ardy).&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 24 Apr 2012 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/berkolaborasi-dalam-beyond-creativity/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Menengok Kemeriahaan Kebun Anggur UK Petra</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/menengok-kemeriahaan-kebun-anggur-uk-petra/</link>
			<description>&lt;p&gt;Jalan&lt;em&gt;-&lt;/em&gt;jalan keliling kampus naik becak tentu mengasyikan. Sebuah pemandangan yang langka dari keseharian aktivitas lalu lintas di kawasan Siwalankerto. Namun inilah yang terjadi. Parade becak kreasi paguyuban becak Siwalankerto beriringan dari kampus P menuju gedung W. Fenomena ini mengawali pembukaan &lt;em&gt;Petra Parade&lt;/em&gt; 2012 pada Selasa dua pekan lalu (24/4). Uniknya, tidak hanya yayasan dan pimpinan UK Petra saja yang duduk dalam becak namun para undangan juga menikmati naik becak. Mulai Konjen Amerika, &lt;strong&gt;…… &lt;/strong&gt;sampai undangan dari Kelurahan dan Kecamatan Siwalankerto turut meramaikan parade becak.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;                Selama hampir sepekan, Petra Parade 2012 berlangsung. Kampus UK Petra menjadi muara para orang tua, guru serta siswa-siswi SMA untuk menikmati ragam lomba seperti budaya minum teh Tiongkok, &lt;em&gt;Napkin Foldin&lt;/em&gt; maupun&lt;em&gt; Happy Song. &lt;/em&gt;Tidak hanya itu saja&lt;em&gt;,&lt;/em&gt; masyarakat Siwalankerto juga antusias dan meramaikan green bazaar yang dihelat pada Jumat (27/4). Debora Christine Widjaja, S.S., MSM., SPHR., selaku ketua panitia mengungkapkan, “Filosofi kebun anggur yang melambangkan karya tercermin secara &lt;em&gt;apik&lt;/em&gt; dalam perhelatan tahunan ini. Bahkan karya nirmana yang berjajar di &lt;em&gt;entrance hall  &lt;/em&gt;mendapat pujian dari Walikota Surabaya Tri Rismaharini yang datang dalam acara penutupan pada 27 April 2012 lalu”. Walikota bahkan memilih semua bentuk kreatif yang berjumlah 21 karya tersebut untuk dipajang di taman kota. Ini sesuai dengan harapan Petra Parade 2012 agar UK Petra bisa memberikan kontribusi semakin nyata bagi Surabaya. Ini dibuktikan dengan animo pengunjung dan para siswa SMA di &lt;em&gt;Petra Vineyard&lt;/em&gt; maupun &lt;em&gt;Branded Schooling Experience &lt;/em&gt;(BSE).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;                Penampilan pemenang &lt;em&gt;Petra Parade Star&lt;/em&gt; dan Ello memeriahkan panggung puncak acara ini. Ello juga tampil dengan menyanyikan sepuluh buah lagu, di antaranya lagu “Masih Ada”.  Lantas bagaimana tanggapan &lt;em&gt;guest star &lt;/em&gt;Petra Parade 2012 kali ini, “Saya puas dengan fasilitas yang disiapkan, dekorasi dan &lt;em&gt;sound system&lt;/em&gt;nya sangat bagus serta mendukung sekali. Belum lagi, dekorasinya pun penuh anggur jadi kayak ladang anggur”. Anggur memang menjadi simbol dari buah-buah kehidupan namun yang terpenting ialah buah-buah itu manis dan membagikan sukacita bagi banyak orang.  (&lt;strong&gt;Chriz/Rosa&lt;/strong&gt;).&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 08 May 2012 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/menengok-kemeriahaan-kebun-anggur-uk-petra/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Shelter untuk Kaum Marjinal</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/shelter-untuk-kaum-marjinal/</link>
			<description>&lt;p&gt;Dalam menjalani kehidupan di dunia ini, setiap manusia memerlukan tiga kebutuhan pokok, yaitu sandang, pangan, dan papan supaya bisa terus &lt;em&gt;survive&lt;/em&gt; dalam kehidupan yang keras ini. Oleh karena itu, Jurusan Arsitektur berusaha membantu menyelesaikan persoalan ini khususnya persoalan kaum marjinal.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tema “&lt;em&gt;Shelter&lt;/em&gt; Kreatif Bagi Kaum Marjinal” yang diangkat pada perhelatan Arcfest 2012 ini mencerminkan visi UK Petra sendiri yaitu menjadi garam dan terang bagi dunia. “Petra sering dilambangkan sebagai menara gading di lingkungan Siwalankerto sendiri; oleh karean itu, kita harus menunjukkan bahwa Petra juga punya sumbangan terhadap masyarakat,” ungkap Christine Wonoseputro, S.T., MASD selaku ketua panitia Archfest 2012.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Perlombaan kali ini tidak sekedar mencari ide desain, tetapi juga menggugah persepsi mengenai masalah kehidupan di sekeliling kita, terutama masalah keterbatasan lahan yang membuat kaum marjinal semakin tidak memiliki tempat sekedarnya meski hanya untuk beristirahat. Para peserta ditantang untuk mengasilkan ide sekreatif mungkin untuk membuat sebuah tempat yang layak huni bagi kaum ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Para peserta harus mampu mengkreasikan sebuah “&lt;em&gt;shelter&lt;/em&gt;” atau tempat berlindung yang tidak hanya untuk beristirahat saja tetapi juga harus mampu menghasilkan pendapatan bagi mereka. Lomba ini merupakan sebuah kontribusi ide bagi pemerintah untuk mengatasi masalah tata ruang sehingga setiap warga memperoleh haknya untuk mendapatkan penghidupan yang layak.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dari semua keprihatian atas masalah tata ruang yang membelit kaum marjinal ini, muncullah ide dari para peserta mengenai konsep &lt;em&gt;moveable house&lt;/em&gt;. Setiap &lt;em&gt;shelter&lt;/em&gt; harus dapat berpindah mengikuti pemiliknya sehingga ia dapat melakukan aktivitasnya itu tanpa mengganggu kepentingan umum. Disini kita berusaha memanusiawikan mereka supaya mereka dapat memperoleh istirahat yang cukup dan layak sebelum kembali “bertarung” untuk menyambung hidup.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dari 70-an ide yang masuk ke meja panitia yang kesemuanya unik dan kreatif, dengan susah payah tim dewan juri yang terdiri dari Ir. Eko Prawoto, M Arch. IAI , Antonio Ismail, M Arch, dan Ir. Lilianny S Arifin, MSc, Ph.D memutuskan tiga pemenang utama dan empat &lt;em&gt;honorable awards&lt;/em&gt; bagi para peserta; dan pemenang Arcfest 2012 ini adalah dari Universitas Atmajaya Yogyakarta dengan konsep &lt;em&gt;Xpandable Mobile Shelter&lt;/em&gt;. (Ardy)&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 08 May 2012 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/shelter-untuk-kaum-marjinal/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Surabaya Memory 2012 : Surabaya Heritage for the Next Generation </title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/surabaya-memory-2012-surabaya-heritage-for-the-next-generation/</link>
			<description>&lt;p&gt;Merayakan ulang tahun Surabaya ke 719 tahun 2012 ini bisa dengan berbagai cara dari berbagai usia. Tua, muda, mahasiswa bahkan siswa-siswi TK-SD bisa turut berpartisipasi. Hal inilah yang menjadi acuan UK Petra dalam mengadakan acara Surabaya Memory 2012 kali ini. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini Surabaya Memory mengajak anak-anak untuk berpartisipasi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“ Tahun ini kita &lt;em&gt;concern&lt;/em&gt; kepada anak-anak selain untuk mengajak mereka berpartisipasi juga supaya kita bisa menanamkan kesadaran tentang &lt;em&gt;heritage&lt;/em&gt; Surabaya sejak dini,” ujar Anita Nusantari, ketua panitia Surabaya Memory 2012. Total kurang lebih 40 sekolah turut berpartisipasi dalam lomba-lomba Surabaya Memory 2012 yang kali ini berpusat di Royal Plasa Mall 2-6 Mei lalu. Lomba-lomba yang diadakan antara lain menghias batik, fotografi anak, kreatifitas alat peraga untuk guru TK dan PAUD serta Cak dan Ning cilik.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Banyak hal unik yang muncul di lomba-lomba Surabaya Memory 2012 ini. Menurut Nita, salah satunya adalah ketika lomba Cak dan Ning serta lomba kreatifitas alat peraga untuk guru TK dan PAUD. Pada lomba kreatifitas alat peraga, peserta yang terdiri dari guru-guru TK dan PAUD se-Surabaya harus mencari bahan-bahan sendiri dan membuatnya secara spontan dalam waktu dua jam.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“Kendala bagi peserta karena diharuskan menggunakan bahasa &lt;em&gt;Suroboyoan&lt;/em&gt;. Di sekolah mereka terbiasa menggunakan bahasa internasional seperti Inggris dan Mandarin,” urai Nita. Namun menurut staf bidang referensi perpustakaan UK Petra ini tidak mengatakan hal tersebut tidak masalah. “Justru dengan berbahasa &lt;em&gt;Suroboyoan&lt;/em&gt; anak-anak menjadi lebih memahami budaya mereka,” papar wanita berkacamata ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kedepannya, Anita mengharapkan esensi kegiatan ini tak berhenti disini saja. “ Saya ingin sekali acara seperti ini ada lagi. Apalagi jika nantinya diterapkan di kurikulum sekolah masing-masing,” jelasnya. Dalam acara ini Anita juga menggandeng beragam organisasi seperti panti asuhan Don Bosco maupun &lt;em&gt;Roode Brug Soerabaia.&lt;/em&gt; (&lt;strong&gt;Chriz&lt;/strong&gt;)&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Mon, 21 May 2012 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/surabaya-memory-2012-surabaya-heritage-for-the-next-generation/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Bedah  Rumah Untuk Sesama</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/bedah-rumah-untuk-sesama/</link>
			<description>&lt;p&gt;Ingatkah anda akan acara &lt;em&gt;Reality Show &lt;/em&gt;“&lt;em&gt;Bedah Rumah&lt;/em&gt;”? Kali ini UK Petra mengambil konsep kegiatan yang serupa dengan acara tersebut. Bekerja sama dengan lembaga&lt;em&gt; Habitat for Humanity Indonesia&lt;/em&gt;, UK Petra mengirimkan mahasiswanya sebagai sukarelawan untuk mendesain dan merenovasi rumah di kawasan Bulak Kenjeran, Surabaya.   &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 12 Mei 2012 ini merupakan rangkaian acara “&lt;em&gt;Youth Build&lt;/em&gt;” yang diadakan dalam rangka ulang tahun &lt;em&gt;Habitat for Humanity Indonesia &lt;/em&gt;ke 15. “ Acara ini diselenggarakan serentak di beberapa negara antara lain Filipina, China serta Indonesia”, ujar Herbet Barimbing, &lt;em&gt;Branch Manager&lt;/em&gt; &lt;em&gt;Habitat for Humanity Indonesia. &lt;/em&gt; Untuk kegiatan di Surabaya, Herbet melibatkan UK Petra karena adanya MOU antara &lt;em&gt;Habitat for Humanity Indonesia&lt;/em&gt;  dengan jurusan Tehnik Arsitektur. Daerah yang dipilih adalah Kenjeran karena selain menjadi basis &lt;em&gt;Habitat&lt;/em&gt; &lt;em&gt;for Humanity Indonesia&lt;/em&gt; juga karena di Kenjeran sedang ada kegiatan konstruksi yang didukung oleh lembaga ini&lt;em&gt;.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dalam kegiatan ini mahasiswa yang berjumlah 47 orang bekerja sama dengan pekerja konstruksi untuk mempercepat proses “pembedahan” rumah. Mereka mengangkat material, memasang rangka besi, mengeruk tanah hingga memecahkan batu. Namun dalam kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 pagi hingga 14.00 siang ini, tidak tampak keluhan maupun kemarahan dari mahasiswa.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Menurut Herbet, pihak &lt;em&gt;Habitat&lt;/em&gt; &lt;em&gt;for Humanity Indonesia &lt;/em&gt;merasa senang akan kegiatan ini. “ Kami sangat senang dengan hasil kegiatan ini. Antusiasme yang ditunjukkan mahasiswa serta rangkaian acara yang berjalan lancar membuat kami lega”, ungkap Herbet. Herbet juga mengharapkan kembali partisipasi UK Petra sebagai sukarelawan dalam kegiatan &lt;em&gt;finishing&lt;/em&gt; pembangunan nantinya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Prof. Lilianny Arifin sebagai juga dosen pendamping kegiatan itu juga tidak menyangka antusiame mahasiswa begitu besar. “ Saya ingin membuat kegiatan ini sebagai &lt;em&gt;test case&lt;/em&gt; apakah mahasiswa-mahasiswi rela untuk menjadi sukarelawan tanpa SKKK atau kewajiban mata kuliah. Dan hasilnya luar biasa sekali”, ungkapnya. Lilianny menambahkan bahwa ini sebagai bukti mahasiswa UK Petra mulai berubah ke generasi “3C” yaitu &lt;em&gt;Caring&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Compassionate&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Cooperative&lt;/em&gt;. (&lt;strong&gt;Chriz&lt;/strong&gt;)&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Mon, 04 Jun 2012 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/bedah-rumah-untuk-sesama/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Take Your Chance to Increase Your Ability</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/take-your-chance-to-increase-your-ability/</link>
			<description>&lt;p&gt;Peter Jonathan, mahasiswa Jurusan Teknik Mesin UK Petra angkatan 2009, berhasil memperoleh kesempatan mengikuti &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Jenesys Programme 2012 &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;yang diselenggarakan pada tanggal 6-16 Mei 2012. Jenesys Programme merupakan sebuah program kuliah singkat dari Pemerintah Jepang dan berkoordinasi dengan lembaga JICE (Japan International Cooperation Center).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;            Awalnya ia mengetahui program ini dari dosen walinya yaitu Didik Wahjudi (gelar), lalu ia mencoba mengirimkan esai di bidang teknologi. “Jelas senang, apalagi ini merupakan sebuah kesempatan. Jadi, ketika dikabarin lolos untuk ke Jepang, ya langsung saya terima. Karena, kalau tidak mencoba kesempatan, kita tidak akan pernah mengetahuinya,” papar pria kelahiran 1991 ini. Setelah mendapat kabar, tanggal 6 Mei 2012 langsung  dia kumpul di Jakarta dan 15 orang perwakilan dari Kedubes Jepang datang untuk menyambut dan memberikan pengarahan mengenai program ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;            Dalam program tersebut dimulai dengan sesi orientasi mengenai Jepang dan bagaimana karakter orang Jepang. Pada kesempatan itu, Prof. Murai Takeshi, dosen dari J. F. Oberllin University, membahas bagaimana Jepang mengelola perekonomiannya dan sistem pendidikan di Jepang. “&lt;em&gt;While you are in Japan, please be punctual!”&lt;/em&gt; ungkap Prof. Murai Takeshi. Karakter orang Jepang sangat displin mengenai waktu, “Itu sangat menarik dan perlu kita contoh dari Jepang. Apalagi mereka sangat mendahulukan kepentingan orang lain yang lebih membutuhkan,” terang Peter.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;            Peter Jonathan juga mengunjungi Oki Town di Fukuoka. Di sana ia belajar pengolahan sampah yang dijadikan tenaga pembangkit listrik bagi lingkungan sekitar, diolah menjadi sampah dan di daur ulang kembali. “Hal tersebut dapat diterapkan di Indonesia, apalagi di Surabaya ada TPA Benowo yang seringkali membawa dampak buruk dan pencemaran udara,” ucap pria yang juga menjadi asisten dosen ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;            Tidak hanya ke Oki Town saja, Peter Jonathan juga sempat mengunjungi Kyushu Institute of Technology dan Fukuoka Institute of Technology. Kyushu Institute of Technology merupakan salah satu universitas yang mendukung riset-riset teknologi yang ada di pulai Kyushu. Pemerintahan Jepang sangat mendukung riset-riset yang dilakukan oleh Universitas tersebut. Di Fukuoka Institute of Technology juga mendapatkan kuliah singkat yang dibawakan oleh Prof. Ni Baorong dengan tema “&lt;em&gt;Superconductor for Renewable Energy&lt;/em&gt;”.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;            Pengalaman yang paling berkesan dan bisa dipetik oleh Peter Jonathan, adalah “Saya mendapatkan banyak sekali pelajaran mengenai teknologi, displin waktu oleh orang-orang Jepang, dan membuka pikiran saya bahwa Indonesia mempunyai sumber daya alam yang melimpah; serta apa yang telah saya dapatkan di Jepang bisa diterapkan di Indonesia,” ujarnya terkesima. Di akhir perbincangan dengan Peter Jonathan, ia juga menitipkan motivasi kepada seluruh mahasiswa UK Petra lainnya: “Jangan ragu untuk menerima kesempatan yang ada, apalagi jika ada COP, ASP dan program seperti ini lagi. Meskipun program tersebut dilakukan di Indonesia maupun Luar negeri, dicoba saja. Dari situ, kita bisa belajar budaya luar yang membantu untuk mengembangkan wawasan,” tutupnya. (Rosa)&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Mon, 04 Jun 2012 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/take-your-chance-to-increase-your-ability/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Menjadi Duta Perdamaian Dalam Keberagaman</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/menjadi-duta-perdamaian-dalam-keberagaman/</link>
			<description>&lt;p&gt;Jumat (8/6) UK Petra dan &lt;em&gt;Center for Chinese Indonesian Studies&lt;/em&gt; bekerja sama mengadakan seminar dengan tema “Membangun Perdamaian Dalam Keberagaman”. Seminar yang diadakan di Ruang Konferensi 4 UK Petra ini menghadirkan dua pembicara, yaitu Prof. Esther Kuntjara, Ph. D dan Pdt. Paulus Sugeng Widjaja, MAPS, Ph. D.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;            Di awal seminar, diperkenalkan &lt;em&gt;Center for Chinese Indonesian Studies&lt;/em&gt; (CCIS) sebagai pusat studi yang bernaung di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UK Petra serta mengkhususkan diri pada kajian-kajian yang terkait pada komunitas Indonesia Tionghoa. Juga diadakan pembahasan mengenai &lt;em&gt;Encountering The Ethno-Religious Other: Toward Inter-Religious Understanding And Peace Building Initiatives&lt;/em&gt;, peneletian yang dilakukan oleh Esther Kuntjara, Linda Bustan, Aditya Nugraha, Thomas Santoso, dan Henny PS Wijaya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Salah satu tujuan diadakan seminar ini untuk membentuk kesadaran masyarakat akan identitas diri kita masing-masing agar dapat membantu kita dalam menjalani kehidupan bermasyarakat yang damai. Prof. Esther Kunjara, Ph. D melalui penelitian yang dilakukan bersama dengan beberapa temannya menjelaskan kata ”Understanding” di mana untuk dapat tercipta perdamaian dalam keberagaman di negara Indonesia kita harus saling memahami, menghormati, dan menghargai satu sama lain. ”Apabila kita tidak dapat memahami, menghormati, dan menghargai sesama kita, sangat lah sulit untuk tercipta perdamaian dalam keberagaman karena Indonesia merupakan negara yang kaya akan keberagaman,” ujar Esther.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Untuk dapat menciptakan perdamaian dalam keberagaman diperlukan pengorbanan dari setiap individu dalam kehidupan bermasyarakat. ”Saya lebih memilih untuk membereskan ke arah individu yang bersangkutan dengan membentuk karakter individu tersebut dengan menggunakan metode KETELNASI,” ujar Paulus. KETELNASI yang dimaksud ada 4 (empat), yaitu kebajikan melalui memupuk sesuatu hal yang baik, telos membentuk karakter dengan berorientasi menentukan mana tindakan yang baik, narasi berhubungan dengan narasi yang terstruktur, dan praktik sosial di mana belajar mengenal kebajikan serta mewujudkannya&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kesimpulan yang dapat diambil dari seminar ini adalah bahwa tindakan yang kita lakukan berulang-ulang akan membentuk karakter diri kita; dan dalam kehidupan bermasyarakat masih terdapat banyak konflik yang harus dicermati. Oleh karena itu, mari kita menjadi individu-individu yang membawa perdamaian dalam keberagaman. &lt;strong&gt;(Stefan)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 19 Jun 2012 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/menjadi-duta-perdamaian-dalam-keberagaman/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Mutiara Belcanto</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/mutiara-belcanto/</link>
			<description>&lt;p&gt;Sekali lagi mahasiswa Universitas Kristen Petra mengharumkan nama almamaternya melalui kepiawaiannya dalam dunia tarik suara. Adalah Yolanda Hana Chornelia dari jurusan Ilmu Komunikasi yang menyabet juara satu Lomba Seriosa pada acara Pekan Seni Mahasiswa Regional (PEKSIMINAL) yang diadakan di Universitas Brawijaya Malang 9-10 Mei 2012.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Menurut Yola, seriosa adalah teknik menyayi dengan menggunakan &lt;em&gt;Belcanto;&lt;/em&gt; jadi mengharuskan penyanyinya mempunyai nafas yang kuat dan suara yang &lt;em&gt;powerful&lt;/em&gt;. Ketika ditanyai tim DP bagaimana menghasilkan suara yang indah dan &lt;em&gt;powerful&lt;/em&gt;, Yola menjawab “Itu merupakan hasil latihan dan kerja keras dan juga karunia dari Tuhan.” Yola menuturkan beratnya persiapan ketika menghadapi lomba PEKSIMINAL ini. Besama tiga kontestan lainnya yang berasal dari UK Petra ia dilatih habis-habisan oleh Rubin Lukito yang menjabat sebagai Kepala APMG.”Waktu persiapan cuma satu minggu; jadi agak mepet. Namun, waktu persiapan yang singkat itu tidak membuat saya gentar,” ungkapnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Selama masa persiapan satu minggu itu, Yola berlatih denagn sangat keras dan penuh dengan determinasi. “Latihan yang saya lakukan adalah menyayi setiap saat baik sedang naik motor ataupun sedang mandi,” ungkapnya seraya tertawa. Menurut Yola, yang penting dalam seriosa adalah pengucapan dari lirik lagu yang dibawakannya.”Percuma kalau suara melingking indah, tapi penonton tidak mengerti apa yang ingin disampaikan melalui lagu tersebut,”ungkapnya. Selain pengucapannya harus benar, Yola mengungkapkan bahwa ia juga harus memaknai lagu tersebut agar ketika membawakannya terasa &lt;em&gt;enjoy&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Yola mengungkapkan bahwa lomba akali ini merupakanpengalaman pertamanya mengikuti lomba dan langsung menyabet juara satu. “Rasanya senang banget ketika diumumkan sebagai pemenang,”ungkapnya. Sebetulnya ia sempat tegang saat akan menyanyi, tetapi untungnya bisa diatasi dengan cara berpikir positif. “Saya berusaha berpikir positif dan fokus pada diri sendiri dan tidak melihat ppeserta lainnya”. Setelah menjadi pemang dalam lomba ini, kedepannya Yola juga sudah mempersiapkan untuk lomba yang berikutnya. “Lomba yang selanjutnya adalah PEKSIMINAS. Doakan semoga menang ya,” ungkapnya mengakhiri pembicaraan. (Ardy)&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 19 Jun 2012 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/mutiara-belcanto/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>20 Layanan Publik Berebut Anugerah SPSA 2012</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/20-layanan-publik-berebut-anugerah-spsa-2012/</link>
			<description>&lt;p&gt;Program Surabaya &lt;em&gt;Public Service Award&lt;/em&gt; akhirnya mencapai puncaknya pada Jumat lalu (15/06). Sebanyak 20 instansi publik berebut anugerah ini. Acara yang diselenggarakan Universitaa Kristen Petra menggandeng Ombudsman Republik Indonesia (ORI) ini bertujuan untuk mengapresiasi instansi pelayanan public di Surabaya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Acara yang dihelat di Ballroom Hotel Java Paragon ini memang bertujuan untuk membantu pemerintah untuk mencapai &lt;em&gt;Good Corporate Governance (GCG)&lt;/em&gt;.  Aktifitas ini memiliki tujuan untuk menunjang upaya-upaya layanan publik untuk bekerja secara lebih aktif dan responsif, serta semakin profesional dalam melayani masyarakat khususnya masyarakat Surabaya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ada lima kategori yang ditetapkan dalam penghargaan kali ini, yakni berdasarkan &lt;em&gt;Best of Trust&lt;/em&gt; yang dimenangkan oleh Angkasa Pura, &lt;em&gt;Best Benefit&lt;/em&gt; yang dimenangkan oleh Samsat, &lt;em&gt;Best of Caring&lt;/em&gt; yang dimenangkan oleh PLN, &lt;em&gt;Best Outstanding Performance&lt;/em&gt; yang dimenangkan oleh PMI, dan terakhir yaitu kategori yang paling baru &lt;em&gt;Most Improved Public Service&lt;/em&gt; yang dimenangkan oleh PT. Pos Indonesia.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ketua SPSA Yohanes Sondang Kunto, S.Si, M.Sc  yang diwanwancarai Dwi Pekan mengaku tidaklah mudah untuk menentukan juara dari lima kategori tersebut. Pasalnya kinerja dari beberapa instansi di Surabaya sudah cukup bagus. Untuk mendapatkan hasil penellitian yang rill beliau menugaskan mahasiswa UKP kelas riset pemasaran untuk mengambil sampel di lapangan. Riset itu dilakukan kepada 3000 konsumen pengguna jasa layanan publik yang sudah masuk kategori dan diamati sejak 23 September 2011.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“Dari riset inilah bisa diketahui instansi mana yang memuaskan ekspektasi masyarakat Surabaya” ungkap dosen jurusan marketing ini. Dan hasil dari riset ini kemudian diberikan kepada tim juri yang berasal dari gabungan dosen-dosen UKP, perwakilan ORI, dan juga redaksi Jawa Pos. 5 instansi yang menjadi pemenang ini sudah mengalahkan 15 instansi lainnya seperti Damri, PDAM, Telkom, Catatan Sipil, KAI, Badan Perpustakaan, Dispenda, RSJ Menur, RSU Dr. Soetomo, Pertamina, BPN, KPP Surabaya, Pengadilan Negeri Suarabaya dan terkhir PT Jasmarga.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dalam perhelatan yang juga diisi diskusi tentang “MENUJU &lt;em&gt;PUBLIC SERVICE&lt;/em&gt; DENGAN PELAYANAN PRIMA” ini mengundang narasumber yaitu Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Petra Diah Dharmayanti, SE, M.Si, CPM, CPBC dan juga perwakilan dari ORI Agus Widiarta S.Sos. Dalam diskusi ini para narasumber berbagi tips bagaimana meningkatkan dan mempertahankan kualitas pelayanan publik. (Ardy)&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Mon, 02 Jul 2012 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/20-layanan-publik-berebut-anugerah-spsa-2012/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Berprestasi Melalui Budaya Tersembunyi</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/berprestasi-melalui-budaya-tersembunyi/</link>
			<description>&lt;p&gt;Mahasiswa UK Petra Jurusan Desain Komunikasi Visual, Yosephine Irma, mengharumkan nama UK Petra di tingkat nasional dengan menjadi juara 3 (tiga) dalam lomba &lt;em&gt;Nirwana Award 2012&lt;/em&gt; yang diadakan oleh web gantibaju.com bulan Mei 2012.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;            “Dalam mata kuliah komputer 1 (satu) di Jurusan Desain Komunikasi Visual, ada tugas mengenai kategori &lt;em&gt;Digital Imaging;&lt;/em&gt; dan berdasarkan penilaian yang ada, karyaku yang terpilih untuk mengikuti lomba Nirwana Award 2012,” ujar perempuan yang memiliki hobi menggambar ini. Persiapan yang dilakukan Yosephine untuk mengikuti lomba tersebut adalah melakukan &lt;em&gt;hunting source &lt;/em&gt;foto di Taman Hiburan Remaja, nonton Ludruk; dan untuk mengkomposisikan semuanya menggunakan PSD.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;            Awalnya, semua peserta mengirimkan karya yang diikutkan dalam lomba melalui &lt;em&gt;email&lt;/em&gt;. Peserta yang lolos seleksi sebagai finalis dalam lomba Nirwana Award 2012 dipanggil ke Jakarta untuk mengikuti &lt;em&gt;workshop&lt;/em&gt; finalis. “Saya sangat senang ketika bisa lolos sebagai finalis dan diberikan kepercayaan untuk membawa nama UK Petra dalam lomba tingkat nasional seperti ini,” ungkapnya. Karya yang dihasilkan berjudul “Budaya Tersembunyi” dan konsep tersembunyi diwujudkan dengan ukuran objek manusia yang mini dengan &lt;em&gt;setting vintage&lt;/em&gt; serta menggunakan busana Jawa.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;            Selama mengikuti lomba, banyak pengalaman berharga yang didapatkan seperti mengenal banyak peserta yang mempunyai visi dan kemampuan yang bagus sehingga terinspirasi untuk lebih giat belajar, materi workshop mengenai dunia kerja, dan juga dapat bertemu dengan agen-agen kreatif yang ada di Jakarta. “Ketika mengikuti lomba ini tidak berpikir menjadi juara, hanya berpikir memberikan yang terbaik dan benar-benar memperhatikan dan menjalani semua proses yang ada dengan sebaik-baiknya,” ujar perempuan memiliki cita-cita menjadi &lt;em&gt;art director&lt;/em&gt; ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;            Semantara itu, keikutsertaan Yosephine dalam lomba Nirwana Award 2012 mendapat dukungan sepenuhnya dari orang tua, seluruh dosen di Jurusan Desain Komunikasi Visual, dan teman-teman dari Jurusan Desain Komunikasi Visual. Pesan yang ingin disampaikan kepada kita semua “&lt;em&gt;everyone is a winner&lt;/em&gt;”. &lt;strong&gt;(Stefan)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Mon, 02 Jul 2012 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/berprestasi-melalui-budaya-tersembunyi/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Keindahan Pluralisme Indonesia Hantarkan Kemenangan</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/keindahan-pluralisme-indonesia-hantarkan-kemenangan/</link>
			<description>&lt;p&gt;&lt;em&gt;Indahnya perbedaan&lt;/em&gt;, merupakan tema besar dari lomba Peksiminal dalam ajang lomba komik strip (Pekan Seni Mahasiswa Tingkat Regional) 2012 yang diadakan oleh ITS. Lomba Peksiminal 2012 ini diadakan secara serempak dengan berbagai kategori lomba di dalamnya. Beberapa mahasiswa UK Petra pun unjuk kebolehan mereka di lomba Peksiminal ini. Hingga UK Petra berhasil menuai prestasi di lomba Peksiminal 2012 kali ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;                Timothy Istianto, mahasiswa Jurusan Desain Komunikasi Visual ini merupakan salah satu mahasiswa UK Petra yang berhasil menyabet juara pertama dalam kategori komik strip di lomba Peksiminal 2012.  Lelaki yang pernah memperoleh juara pertama dalam lomba desain &lt;em&gt;integrated marketing communication &lt;/em&gt;ini mengusung konsep “Bagaimana dengan pluralisme budaya akan membuat negara kita semakin indah”. Awalnya, ia tidak pernah tahu mengenai lomba Peksiminal ini. “Ya, karena kecintaan saya pada komik. Maka saya pun mengajukan diri untuk mengikuti lomba Peksiminal 2012,” terang lelaki kelahiran Tarakan ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;                Lomba Peksiminal kategori komik strip yang diikuti oleh 20 mahasiswa ini diadakan &lt;em&gt;on the spot &lt;/em&gt;di gedung Jurusan Despro ITS. Timothy pun tidak mempersiapkan apa-apa sebelumnya. “Lomba ini diadakan selama empat jam dan media yang digunakan pun kertas ukuran A2 yang sangat besar. Belum lagi, harus cepat dalam menentukan ide yang sesuai dengan tema besar lomba Peksiminal ini. Tentunya sangat grogi , karena dilihat banyak orang. Secara tidak langsung, saya melihat langsung hasil karya mereka yang bagus-bagus. Hal itu sempat membuat saya &lt;em&gt;down,” &lt;/em&gt;ceritanya antusias.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;                Ia sempat tidak menyangka ketika diumumkan menjadi pemenang. Dengan konsep yang ia kemas dalam gambaran komik stripnya. Timothy memilih kebudayaan, karena kebudayan merupakan warisan Indonesia yang tak terbatas namun juga dapat melihat sisi lain dari kebudayaan, seperti ras. “Saya pun mempunyai keinginan dapat membawa UK Petra untuk menjadi juara umum di Peksiminas (Pekan Seni Mahasiswa tingkat Nasional) 2012 di Mataram tanggal 1-6 Juli 2012 yang merupakan ajang 15 tangkai lomba seni dari Program Pendidikan Tinggi Kemendiknas sekaligus mengubah pandangan masyarakat agar tidak menganggap komik dengan sebelah mata. Terkhusus supaya masyarakat juga mampu memberikan nilai lebih pada komik lokal buatan tangan masyarakat Indonesia,” tuturnya mengakhiri perbincangan dengan tim Dwi Pekan. &lt;strong&gt;(Rosa)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Mon, 02 Jul 2012 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/keindahan-pluralisme-indonesia-hantarkan-kemenangan/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Berbagi dan Bersukacita dalam Mission Trip </title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/berbagi-dan-bersukacita-dalam-mission-trip/</link>
			<description>&lt;p&gt;Paduan Suara UK Petra (PSU) kembali mengadakan &lt;em&gt;mission trip, &lt;/em&gt;guna terus melayani Tuhan. Setelah bulan Maret lalu mereka mengadakan &lt;em&gt;mission trip &lt;/em&gt;ke Australia. Kali ini, pada tanggal 30 Juni hingga 8 Juni 2012 lalu PSU UK Petra mengadakan &lt;em&gt;mission trip &lt;/em&gt;ke dua daerah yang berbeda.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dengan mengusung tema &lt;em&gt;An Expression of Gratitude&lt;/em&gt;, tim PSU UK Petra menuju kota Bandung sebagai jujukan pertama pelayanan mereka. “Tema tersebut ingin mengokohkan komitmen kami bahwa, kami ini mau melayani Tuhan melalui sebuah tim paduan suara. Jadi, bukan hanya mempunyai talenta suara yang merdu melainkan ini semua karena anugerah dari Tuhan. Sehingga kita akan selalu melayani Tuhan dengan penuh sukacita,” terang ketua &lt;em&gt;Mission Trip &lt;/em&gt;kali ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Apa yang membedakan &lt;em&gt;mission trip &lt;/em&gt;kali ini dengan sebelumnya? &lt;em&gt;Mission&lt;/em&gt;&lt;em&gt; trip &lt;/em&gt;kali ini beranggotakan 42 orang, kalau sebelumnya hanya 25 orang saja. “Kali ini ada kunjungan sosial, kami mengadakan paduan suara juga di panti rehabilitasi-Rumah Soteria Cimahi, Bandung dan panti werdha Elim Yayasan Pelayanan Kristen, Semarang.” kisah Desvianto Sofyan, salah seorang anggota &lt;em&gt;mission trip. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Selain itu, mereka juga berkesempatan untuk melayani pada acara malam penggalangan dana untuk pembangunan gedung Gereja Pantekosta Serikat di Indonesia (GPSdI) Pagarasih, Bandung. Selama pelayanan di GPSdI mereka mempersembahkan 14 lagu yang terdiri dari lagi &lt;em&gt;hymn, anthem, gospel, spiritual &lt;/em&gt;dan juga lagu daerah. PSU UK Petra juga mengadakan pelayanan di kebaktian hari Minggu, antara lain: GII Dago dan Gardujati. Selanjutnya mereka meneruskan pelayanan ke kota kedua, yaitu Semarang. Di Semarang, mereka mengadakan pelayanan di GKJ Gereformeerd, GPIB Imanuel atau akrab didengar dengan sebutan Gereja Blenduk dan GKI Peterongan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Selama sepuluh hari melakukan pelayanan ke dua kota yang berbeda, tentunya banyak suka dan duka yang mereka alami. Sebelum berangkat pelayanan, mereka harus bersusah dahulu. Mulai dari pengumpulan dana yang dilakukan dengan cara menjual makanan, mengurus tempat-tempat tujuan selama di sana. Itu semua mereka lakukan dengan penuh sukacita, karena untuk pelayanan. Tapi, semua itu terbayar saat mereka melakukan pelayanan di kedua panti tersebut. “Kami ber&lt;em&gt;fellowship &lt;/em&gt;bersama dengan para anggota dan pengurus panti, saling berbagi, dan membaur. Kami merasa terberkati dengan pengalaman para penghuni rehabilitasi,” cerita Laura Rambu Leki, selaku ketua &lt;em&gt;Mission&lt;/em&gt;&lt;em&gt; Trip.&lt;/em&gt; Sama halnya dengan salah seorang anggota &lt;em&gt;mission trip &lt;/em&gt;yang terberkati dengan penghuni rehabilitasi. “Hampir semua dari kami (PSU UK Petra) menangis saat bernyanyi bersama. Saya merasa hidup kita benar-benar beruntung. Apalagi selagi muda, kita harus tetap bersemangat dalam menjalani segala hal.” tuturnya. &lt;strong&gt;(Rosa/Stefan).&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 17 Jul 2012 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/berbagi-dan-bersukacita-dalam-mission-trip/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Asia Summer Program (ASP) 2012 :   Menengok Asia dalam Asia Summer Program </title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/asia-summer-program-asp-2012-menengok-asia-dalam-asia-summer-program/</link>
			<description>&lt;p&gt;Asia, simbol eksotisme dan kekayaan budaya. Geliat inilah yang akan ditunjukkan dalam ASP 2012.  Kegiatan yang digagas oleh UKP dan DongSeo  University ini berupaya mengangkat nilai-nilai dan kekayaan lokal Asia. Melalui program Asia Summer Program (ASP) 2012, yang kemudian berkembang menjadi lima negara di benua Asia berkolaborasi mengeksplor potensi Asia untuk kemudian menjadikan kearifan budaya lokal sebagai alternatif Pariwisata baru. Ialah Dongseo University dari Korea, Universiti Malaysia Perlis-UniMAP dari Malaysia, Bangkok University dari Bangkok, Josai International University dari Jepang dan Universitas Kristen Petra dari Indonesia.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;          Asia Summer Program (ASP) adalah sebuah program pendek yang diadakan saat liburan musim panas dan kali ini mendapuk UK Petra sebagai tuan rumah yang pertama. Selama tiga minggu mulai 16 Juli hingga 3 Agustus para mahasiswa ini akan belajar dalam 9 kelas yang memberi perhatian bagi potensi Surabaya yang dapat dikembangkan seperti teknologi &lt;em&gt;Green Building&lt;/em&gt; dan sistem UMKM di Surabaya. ”Tujuan dari program ini adalah untuk membentuk pemimpin – pemimpin masa depan di Asia yang memahami budaya ASIA dan berkarakter di dalam era globalisasi. Dengan menawarkan sembilan kelas yang bisa diikuti dengan para dosen mitra yang akan mengajar”, urai Ir. Hanny Hosiana Tumbelaka. M.Sc., Ph.D selaku Wakil Rektor bidang Akademik UK Petra sekaligus Ketua Program ASP 2012.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;          Sejumlah 143 mahasiswa yaitu 20 mahasiswa dari Korea, 21 mahasiswa dari Malaysia, 18 mahasiswa dari Jepang, 10 mahasiswa dari Bangkok dan 74 mahasiswa dari Indonesia akan bersama – sama belajar dan mengamati kehidupan masyarakat Surabaya. ”ASP ini berbeda dengan pertukaran pelajaran pada umumnya yang hanya melibatkan dua negara, akan tetapi di sini para mahasiswa melakukan kuliah secara intensif untuk kemudian mata kuliah tersebut akan diakui sekaligus mendapatkan sertifikat yang ditandatangani oleh kelima Rektor”, urai Prof Rolly. (Aj)&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 31 Jul 2012 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/asia-summer-program-asp-2012-menengok-asia-dalam-asia-summer-program/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Miliki Global Values dalam IBAcc (International Business Accounting)</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/miliki-global-values-dalam-ibacc-international-business-accounting/</link>
			<description>&lt;p&gt;&lt;em&gt;Global Values&lt;/em&gt; adalah tujuan yang dibawa oleh International Business Accounting (IBAcc). IBAcc ini merupakan sebuah program baru dari Fakultas Ekonomi. &lt;em&gt;Launching &lt;/em&gt;dan seminar IBAcc digelar pada tanggal 3 Agustus lalu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“Menjadi Pengusaha Hanya Sebuah Pola Pikir”, merupakan tema yang dibahas dalam seminar kali ini. Drs. Devie, AK., RFC., CFP., AEPP., CMA., CBA., CPHR berkesempatan untuk menjadi pembicara.  &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Devie memaparkan bahwa, “&lt;em&gt;Entrepreneurship &lt;/em&gt;hanyalah sebuah &lt;em&gt;mindset” &lt;/em&gt;terangnya. Tidak ada talenta untuk menjadi seorang pengusaha. Karena, nasib untuk menjadi seorang pengusaha ditentukan dari diri kita sendiri. Kita harus memiliki sikap sebagai seorang pemimpin yang juga memiliki pola pikir pengusaha. Tidak hanya itu saja, jika kita sudah punya jiwa dalam &lt;em&gt;entrepreneurship&lt;/em&gt;, selain memiliki sikap pemimpin yang berpola pikir pengusaha. Kita juga harus punya rasa kreativitas hingga mampu menjawab tantangan kedepannya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Lantas apa hubungan seminar kali ini dengan &lt;em&gt;launching &lt;/em&gt;IBAcc? “Para lulusan akuntan IBAcc nantinya akan dipersiapkan bersaing dalam kompetensi global tinggi dnegan kompetensi Akuntan +++. Artinya akuntan yang tidak hanya memotret angka keuangan saja. Tapi, diluar itu bisa memotret aspek non-keuangan dan memiliki kemampuan strategik thinking dan entreprenuership. Akuntan akan mempunyai andil di situ,” jelas Diah Dharmayanti, S.E., M.Si. IBAcc ini nantinya akan ditempuh dalam delapan semester atau empat tahun. Selama enam semester diawal, mahasiswa sudah memiliki kemampuan setara dengan akuntan dengan kualifikasi internasional termasuk mampu menyusun dan mengaudit laporan keuangan berstandar International. Satu semester setelahnya akan mampu memiliki kemampuan berpikir strategis dan satu semester terakhir akan mampu seperti akuntan yang memiliki pola pikir kewirausahaan global.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;            IBAcc bekerjasama dengan ACCA Inggris dan CMA Australia yang nantinya para lulusan akan mendapatkan &lt;em&gt;global certification&lt;/em&gt;&lt;em&gt;. &lt;/em&gt;Tidak hanya itu saja, tetapi juga dengan Oxford Brookes University-BSc in Applied Accounting serta Diploma in Accounting and Business (Dipl-BA) hingga juga mendapatkan &lt;em&gt;global degree. &lt;/em&gt;Para mahasiswa IBAcc juga akan mendapatkan &lt;em&gt;global experience. &lt;/em&gt;“IBAcc akan memberikan inovasi kurikulum pendidikan dari luar negeri termasuk standar laporan keuangan internasional,” papar Dekan Fakultas Ekonomi ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;                        Prof. Ir. Rolly Intan M.A.Sc., Dr. Eng memberikan motivasi bahwa, “Peluang kerja sebagai akuntan itu sangat besar sekali. Nantinya dengan adanya program IBAcc ini diharapkan ada sebuah proses pendidikan akademik, spiritual dan global,” tutupnya mengakhiri seminar dan &lt;em&gt;launching &lt;/em&gt;IBAcc kali ini. &lt;strong&gt;(Rosa)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 14 Aug 2012 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/miliki-global-values-dalam-ibacc-international-business-accounting/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Bertanding Dalam Sebuah Microwave</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/bertanding-dalam-sebuah-microwave/</link>
			<description>&lt;p&gt;Fakultas Ilmu Komunikasi UK Petra kembali menyelenggarakan acara Microwave yang ke-4 (empat) pada tahun 2012. Acara yang diadakan dari 26 Juli sampai 2 Agustus 2012 ini dimeriahkan oleh penampilan dari Fandy Kerispatih, mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi, dan siswa-siswa SMA.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dalam penyelenggaraan kali ini, Microwave memiliki tujuan: mempromosikan Fakultas Ilmu Komunikasi UK Petra kepada siswa-siswa SMA dan memperkenalkan laboratorium radio yang dimiliki UK Petra. “Yang membedakan penyelenggaraan Microwave tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya adalah bahwa tahun ini para peserta diperkenalkan dunia radio dengan melakukan kunjungan ke beberapa tempat radio yang ada di Surabaya,” ujar Grace Swestin, S.S., M.A.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tim juri yang mendukung Acara Microwave 2012 ada 3 (tiga) orang terdiri dari Dr. Djoko Wahjono Tjahjo sebagai dosen luar biasa Fakultas Ilmu Komunikasi UK Petra di bidang media dan radio, Mirza Wardhana sebagai penyiar senior dan  &lt;em&gt;public speaking trainer&lt;/em&gt;, dan Ripta Avidya Balik Paranoan, S. Sos., sebagai alumnus Fakultas Ilmu Komunikasi UK Petra. Kriteria penilaiannya meliputi kemampuan berbicara dan membuat materi dalam melakukan siaran radio. “Radio harus lebih pintar dan lebih menyakinkan pendengar karena kesulitan yang dihadapi di radio cukup tinggi dibandingkan dengan media yang lain,” ujar Dr. Djoko Wahjono Tjahjo.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Hal baru yang ada di Microwave 2012 ini adalah “peserta diajak untuk melakukan kepedulian lingkungan dengan melakukan kunjungan ke tempat penampungan anak cacat; melalui kegiatan ini peserta diharapkan dapat berkomunikasi dengan semua orang,” ujar Grace Swestin, S.S., M.A. Jumlah peserta Microwave 2012 ada 49. Juara pertama Renita dari SMAN 15, juara kedua Ellysa Maghda dari SMAN Muhammadiyah, dan juara ketiga Nyimas Safira dari SMAN Muhammadiyah.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Di malam &lt;em&gt;closing&lt;/em&gt; Microwave 2012 bintang utama Fandy Kerispatih memberikan penampilan yang menghibur para pengunjung Surabaya &lt;em&gt;Town Square&lt;/em&gt; dengan menyanyikan beberapa lagu, di antaranya “Arti Cinta”, &lt;em&gt;I Believe I Can Fly&lt;/em&gt;, dan “Sepanjang Usia”. &lt;strong&gt;(Stefan)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 14 Aug 2012 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/bertanding-dalam-sebuah-microwave/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Seminar ‘Promoting Corporate Governance in the Asian Context” Terapkan Nilai dan Prinsip - Prinsip “Corporate Governance” di Indonesia </title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/seminar-promoting-corporate-governance-in-the-asian-context-terapkan-nilai-dan-prinsip-prinsip-corporate-governance-di-indonesia/</link>
			<description>&lt;p&gt;Dalam mengelola sebuah perusahaan perlu adanya pembagian sistem tata kelola yang rapi dan terstruktur. Sistem tata kelola inilah yang akan menentukan masa depan perusahaan lewat pengaturan &lt;em&gt;cashflow&lt;/em&gt; yang transparan serta pembagian keuntungan yang adil diantara pemegang saham. Sistem inilah yang dinamakan &lt;em&gt;Corporate Governance.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;Corporate Governance &lt;/em&gt;menurut Rudolfo Baumater adalah kerangka peraturan dan praktek yang menekankan kepada akuntabilitas, transparasi serta &lt;em&gt;fairness&lt;/em&gt; dalam hubungan perusahaan dengan &lt;em&gt;stakeholders &lt;/em&gt;nya. Rudolfo bersama Drs. Ronny Mustamu, M.Mgt dan Stefan Handoyo dari IFC (&lt;em&gt;International Finance Corporation&lt;/em&gt;) menjadi pembicara dalam seminar “&lt;em&gt;Promoting Corporate Governance in the Asian Context&lt;/em&gt;” yang berlangsung pada 30 Juli 2012 lalu di Ballroom Hotel Shangrila, Surabaya. Seminar yang berlangsung selama kurang lebih delapan jam ini diselenggarakan oleh jurusan Manajemen Bisnis, UK Petra.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Rudolfo yang juga Dewan Komisaris dari PT Sinar Mas Land Ltd. menegaskan bahwa &lt;em&gt;corporate governance&lt;/em&gt; memiliki manfaat dalam manajemen perusahaan. “&lt;em&gt;Corporate governance&lt;/em&gt; memiliki manfaat antara lain bisa melindungi kepentingan &lt;em&gt;stakeholders &lt;/em&gt;serta meningkatkan &lt;em&gt;value&lt;/em&gt; dari perusahaan itu sendiri,” ujar pria asal Filipina itu. Rudolfo juga menambahkan bahwa komponen kunci yang dijaga dalam corporate governance adalah Board Practice, Transpararency, Control Environtment, Right of Stakeholders dan Commitment&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Meskipun membagikan materi mengenai sistem yang bisa meningkatkan nilai perusahaan, akan tetapi Rudolfo tidak memberikan jaminan &lt;em&gt;corporate governance&lt;/em&gt; bisa membawa kesuksesan secara instan. ”&lt;em&gt;Corporate governance&lt;/em&gt; hanya sebuah sistem, jika ingin mencapai kesuksesan banyak faktor yang harus dipenuhi antara lain profit yang dihasilkan,” ujarnya dalam menanggapi pertanyaan salah satu peserta.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; Dalam seminar ini juga ada sesi presentasi dari Stefan Handoyo yang menjelaskan mengenai promosi corporate governance di Indonesia. Lalu sesi ditutup dengan sesi Ronny Mustamu yang menjelaskan &lt;em&gt;case-case study&lt;/em&gt; mengenai tantangan &lt;em&gt;corporate governance&lt;/em&gt; di Indonesia. (&lt;strong&gt;Chriz&lt;/strong&gt;)&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 14 Aug 2012 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/seminar-promoting-corporate-governance-in-the-asian-context-terapkan-nilai-dan-prinsip-prinsip-corporate-governance-di-indonesia/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Sekilas Buku Sejarah 50 Tahun UK Petra</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/sekilas-buku-sejarah-50-tahun-uk-petra/</link>
			<description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Mengenang Perjuangan 50 Tahun, Tak Henti Menggarami&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Selama 50 tahun, banyak kejadian penting yang mewarnai Universitas Kristen Petra. Mulai dari peminjaman ruang kelas di Embong Wungu, pendirian kampus hingga diselenggarakannya even-even besar seperti Petra Parade. Kejadian-kejadian tersebut berlangsung bukan tanpa perjuangan dari berbagai pihak mulai dari Dewan Penyantun, Yayasan, Universitas hingga mahasiswa. Perjuangan itulah yang diangkat dalam buku sejarah 50 tahun UK Petra berjudul “ &lt;em&gt;Dari Embong Wungu Ke Siwalankerto, Tak Penat Menggarami&lt;/em&gt;”&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Buku yang akan di ‘launching’ pada 15 September 2012 ini, berisi kisah dari UK Petra yang didirikan oleh Perhimpunan Pendidikan dan Pengajaran Kristen &lt;em&gt;Petra&lt;/em&gt; (PPPK Petra), kemudian dengan akte Notaris Mr. Oe Siang Djie, dilepas dari PPPK Petra, kemudian mandiri sebagai Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Petra (YPTK Petra). Bab pertama berisi masa mulai dari Embong Wungu, kemudian ke Embong Kemiri, dan selanjutnya hingga pindah ke Kalianyar.  Bab kedua berisi masa ketika kampus sudah pindah ke Siwalankerto hingga awal tahun 1990, lalu bab ketiga berisi rencana dan harapan UK Petra ke depan. Materi dari tiga bab tersebut cukup padat  dan berisi lebih dari 200 halaman.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Merangkum buku tentang sejarah UK Petra selama 50 tahun secara akurat tentunya bukan perkara mudah. Untuk itu dibutuhkan waktu hingga dua tahun dalam pengerjaan buku ini. Proses pembuatan materi buku ini dimulai sejak bulan April 2010 hingga awal 2012 ini. Buku ini juga mengalami proses wawancara dan ‘proof reading’. Permasalahan berikutnya ada pada pengumpulan dokumentasi. Berbagai dokumentasi harus ditelusuri, berupa foto dan dokumen tertulis lainnya ke berbagai narasumber dan Unit di UK Petra, namun banyak dokumen yang hilang.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tujuan pembuatan buku sejarah ini adalah agar melalui buku ini, sivitas akademika tidak akan lupa visi dan misi dari UK Petra. Dengan demikian buku ini bisa menjadi rujukan yang akurat untuk masa depan, bila pembuatan buku sejarah 100 tahun UK Petra nanti. Selama penyusunan buku, serasa dibawa kemasa lalu di mana para pendiri UK Petra berjuang dengan tekun untuk membentuk universitas hingga menjadi seperti sekarang ini. Melalui pengalaman itu ternyata kita harus belajar bahwa segala sesuatu yang baik harus diperjuangkan dengan tekun dan sepenuh hati seperti para perintis dan pendahulu UK Petra.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Acara peluncuran buku ini juga akan disertai dengan peresmian nama gedung W, A, dan C yang menjadi gedung Radius Prawiro, gedung Ferry Teguh Santosa, dan gedung Kuntjoro Sasmita. Nama-nama tersebut untuk menghargai jasa-jasa mereka yang ikut serta dalam pembangunan beberapa gedung Universitas Kristen Petra. (Chriz) &lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 11 Sep 2012 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/sekilas-buku-sejarah-50-tahun-uk-petra/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Pekan Komik Nasional 2012  </title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/pekan-komik-nasional-2012/</link>
			<description>&lt;p align=&quot;center&quot;&gt;&lt;strong&gt;Membangun Indonesia Dalam Coretan Bergambar&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Globalisasi tidak sekedar merenggangkan batas kebangsaan. Globalisasi juga menggerus budaya yang diakui sebagai akar identitas sebuah bangsa. Kesiapan mental dan edukasi yang tiada henti kemudian menjadi jawabannya. Berharap agar anak bangsa di masa mendatang tidak kehilangan sisi kebangsaan dan melupakan identitas bangsanya, digelarlah Pekan Komik Nasional (PKN) 2012. Acara yang digagas oleh Jurusan Desain Komunikasi Visual mulai Rabu-Minggu (5–9/9) bertempat di Atrium Tunjungan Plaza 1 lantai LG. Amelia Tania Tanumihardja, Ketua PKN 2012 ini menjelaskan, ”&lt;em&gt;Show Your Passion&lt;/em&gt;” merupakan tema yang dipilih untuk PKNl 2012. &lt;em&gt;Passion &lt;/em&gt;menjadikan kita mampu melakukan sesuatu walaupun itu sulit. Saat ini komik Indonesia kurang begitu diminati, apabila kita mau peduli dan memiliki &lt;em&gt;passion &lt;/em&gt;untuk mencintai produk Indonesia pastinya komik Indonesia tidak akan kalah dengan komik lain”, ujar perempuan yang memiliki hobi menggambar ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;PKN 2012 ini menggelar rangkaian acara pameran komik oleh tujuh komikus nasional yaitu 7artland, Is Yuniarto, John G. Reinhart, Lesehan Studio, Sweta Kartika, Aji Prasetyo dan Moon Eclipse Studio. Beberapa karya yang mereka tampilkan antara lain Garudayana yang mengangkat tentang kisah mitologi wayang Indonesia,  &lt;em&gt;The Raid&lt;/em&gt; yang diadopsi dari film dengan judul yang sama, Sang Sayur yang pernah menjadi salah satu nominator &lt;em&gt;International Manga Award.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;            Selain memamerkan komik ala Indonesia, kegiatan ini juga membidik para siswa serta masyarakat pecinta komik untuk berkreasi sendiri membuat komik. Seminar dan &lt;em&gt;workshop&lt;/em&gt; ini mengajarkan bagaimana menyusun sebuah &lt;em&gt;script, &lt;/em&gt;membuat &lt;em&gt;setting&lt;/em&gt; gambar, merancang teknikal pembuatan komik serta membuat karakter komik.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;            Amel juga menyinggung, ”Saat ini masih banyak masyarakat yang berpikiran bahwa komik luar lebih bagus dari pada komik Indonesia, padahal komik Indonesia sebenarnya juga tidak kalah bagus dengan komik luar. Produk Marvel misalnya yang banyak digandrungi anak-anak, remaja bahkan sampai orang tua. Figur seperti Kapten Amerika, Hulk dan Spiderman jauh lebih familiar daripada Gatot Kaca maupun Punakawan yang jelas-jelas khas masyarakat Indonesia”. &lt;strong&gt;(Stefan/Inggrit)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 11 Sep 2012 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/pekan-komik-nasional-2012/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Civil Golden Jubilee: Simbol Perjalanan Lima Generasi </title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/civil-golden-jubilee-simbol-perjalanan-lima-generasi/</link>
			<description>&lt;p&gt;Usia setengah abad sangat spesial bagi semua orang. Tak heran, perayaan istimewa menjadi simbol perjalanan panjang yang mewarnai kehidupan yang telah diraih selama ini. Begitu juga dengan jurusan Teknik Sipil UK Petra yang pada Sabtu tanggal 15 September 2012, mencapai hari jadinya yang ke 50 tahun. Perhelatan istimewa telah dipersiapkan secara &lt;em&gt;apik&lt;/em&gt; dengan menggelar berbagai macam acara yang telah dimulai beberapa waktu lalu dengan dukungan mulai dari dosen, mahasiswa, alumni hingga industri konstruksi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Perhelatan akbar bertajuk &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Civil Golden Jubilee 2012&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; ini diawali dengan The Benjamin Lumantarna (BL) &lt;em&gt;Symposium On Structural Engineering and Construction Technologi&lt;/em&gt; Jumat 14 September 2012 di Auditorium UK Petra.  ”Ada 14 pembicara yang diundang dari kalangan kolega dan mantan murid Prof. Benjamin, yang berdomisili di berbagai belahan bumi, yang akan berbicara berbagai hal mutakhir dalam bidang teknik struktur dan konstruksi hingga dunia pendidikan Teknik Sipil,” urai Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng, Ph.D selaku koordinator acara BL Simposium ini. Prof. Benjamin memaparkan makalah bertajuk &lt;em&gt;Learning from Local Wisdom: Friction Damper in Traditional Building&lt;/em&gt;. ”Ternyata bangunan tradisional buatan orang zaman dulu lebih tahan gempa jika dibandingkan dengan bangunan yang ada saat ini. Seperti bangunan yang ada di daerah Toraja, Sumbawa, Flores,” urai Guru Besar pertama UK Petra tersebut. Prof. Benjamin merinci, tahan gempa tersebut bisa disebabkan bahan yang digunakan rumah tradisional terbuat dari kayu sehingga lebih aman karena lebih ringan juga dikarenakan sistem pondasinya. ”Sistem pondasi yang digunakan rumah tradisional bukan kolom yang ditanam tetapi kolom yang diletakkan di atas batu”, ungkap Prof. Benjamin. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Unik karena baru pertama kali diadakan di Indonesia. Inilah yang mendasari Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) memberikan penghargaan kepada 98 pasangan suami istri dari jurusan Teknik Sipil UK Petra, Minggu, 16 September 2012 yang lalu. ”Sebenarnya yang tercatat ada 210 pasangan; akan tetapi, banyak yang tidak bisa hadir karena banyak juga yang ada di luar negeri. Kami bersukacita dengan membuat reuni yang berbeda,” ujar Ima Muljati S.T, M.T. M.Eng selaku koordinator acara &lt;em&gt;Civil Home Coming&lt;/em&gt;. Pegelaran yang dihelat mulai pukul 10.00 hingga 15.00 WIB ini membagi alumninya menjadi lima dekade yaitu tahun 60an, 70an, 80an, 90an dan 2000an. Para alumni seperti dibawa kembali ke masa kuliah, di selasar Entrance Hall terpajang barang-barang memorabilia UK Petra dan sebagai puncak acara ditampilkan parodi berkonsep &lt;strong&gt;d&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;rama musikal &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;bernuansa komedi &lt;/strong&gt;yang menampilkan 50-tahun perjalanan Jurusan Teknik Sipil UK Petra beserta romantika kehidupan mahasiswanya dalam lima dekade yang berbeda. &lt;strong&gt;(Aj)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 25 Sep 2012 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/civil-golden-jubilee-simbol-perjalanan-lima-generasi/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Kebaktian Syukur Pemberian Nama Gedung dan Peluncuran Buku Sejarah 50 Tahun UK Petra  </title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/kebaktian-syukur-pemberian-nama-gedung-dan-peluncuran-buku-sejarah-50-tahun-uk-petra/</link>
			<description>&lt;p&gt;Dua monumen penting dalam sejarah UK Petra diluncurkan pada hari Sabtu, 15 September 2012.  Kedua monumen itu adalah buku 50 tahun sejarah UK Petra berjudul ”&lt;em&gt;Dari Embong Wungu ke Siwalankerto, Tak Penat Menggarami&lt;/em&gt;” dan perubahan nama gedung W, A, dan C menjadi gedung Radius Prawiro, Ferry Teguh Santosa, dan Kuntjoro Sasmita. Segenap sivitas menghadiri acara ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Acara pembukaan dimulai dengan kebaktian singkat, dilanjutkan dengan pemutaran video sejarah UK Petra. Dalam video tersebut, nampak perkembangan UK Petra sejak masa kampus awal di Embong Wungu hingga kampus masa kini di Siwalankerto.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Setelah pemutaran video, acara dilanjutkan dengan pemencetan  tombol simbolis tanda diresmikannya perubahan nama gedung. Setelah pemencetan tombol acara dilanjutkan dengan penyampaian kesan dan pesan perwakilan keluarga Alm Radius Prawiro, Alm Ferry Teguh Santosa, dan Alm Kuntjara Sasmita. Salah satunya adalah Teng Hwie Hing selaku putri dari Alm Kuntjoro Sasmita; beliau mengungkapkan dia dulu sering diajak mencari dana sang ayah untuk pembangunan UK Petra. ”Dulu kami sampai pergi ke Eropa  untuk menemui langsung calon donator,” ucapnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Selain Teng Hwie Hing, ada pula kesan dan pesan dari Handoyo Santosa selaku putra alm Ferry Teguh Santosa serta Pinkan Riani Putri Prawiro selaku putri alm Radius Prawiro. Acara ini ditutup dengan pidato Prof. Dr. J.E. Sahetapy selaku Ketua YPTK Petra. ”Tanpa bermaksud meniadakan jasa dari tokoh-tokoh lainnya, kami putuskan menamakan tiga gedung di UK Petra dengan nama-nama beliau,” tutupnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Mengenal Tiga Tokoh&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Siapa sebenarnya Radius Prawiro, Ferry Teguh Santosa dan Kuntjara Sasmita? Berikut adalah biodata mini mereka.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Almarhum Dr. Radius Prawiro, Drs.Ec.,Ak. (1928-2005) adalah mantan Gubernur Bank Indonesia  (1966-1973),  Menteri Perdagangan ( 1973-1983) dan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri dan Pengawasan Pembangunan (EKUIN) pada tahun 1988-1993. Almarhum menjadi anggota Dewan Penyantun YPTK Petra sejak 1986 hingga 2005. Selama menjadi Dewan Penyantun, ia membuat proposal mengenai rencana dan pengembangan kebutuhan universitas. Setelah proposal selesai, beliau mengadakan sendiri acara penggalangan dana bagi UK Petra yang dihadiri pengusaha-pengusaha terkenal Indonesia. Hasil dari penggalangan dana itulah yang berbuah Auditorium dan Gedung W 10 lantai yang selesai pada tahun 1992.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Almarhum Ferry Teguh Santosa (wafat tahun 2004) adalah anggota Dewan Penyantun YPTK Petra 1973-2005. Pengusaha &lt;em&gt;Ometraco Group&lt;/em&gt;  ini berjasa dalam pembangunan gedung A beserta fasilitas-fasilitasnya. Selain itu dia juga yang menyumbangkan satu unit ambulan bagi Poliklinik UK Petra.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Almarhum Kuntjoro Sasmita (1920-1988) adalah  anggota Dewan Penyantun YPTK Petra pada tahun 1966-1991. Dia adalah orang yang berjasa dalam pembangunan gedung pertama di Siwalankerto. Dia dikenal oleh banyak kalangan sebagai seorang pekerja keras. Kabarnya, demi mendapatkan dana pembangunan gedung B, C, dan D beliau sampai merantau ke Eropa dan mengorbankan waktu-waktu liburannya. (&lt;strong&gt;Chriz&lt;/strong&gt;)&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 25 Sep 2012 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/kebaktian-syukur-pemberian-nama-gedung-dan-peluncuran-buku-sejarah-50-tahun-uk-petra/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>51 Tahun UK Petra Berkarya</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/51-tahun-uk-petra-berkarya/</link>
			<description>&lt;p&gt;Senin, 24 September 2012 merupakan hari yang istimewa bagi seluruh sivitas akademika Universitas Kristen Petra. Di hari itu digelarlah rapat senat terbuka dalam rangka &lt;strong&gt;Dies Natalis UK Petra &lt;/strong&gt;yang&lt;strong&gt; ke-51&lt;/strong&gt;. Dengan kompak berbusana batik, sivitas akademika semangat mengikuti Rapat Terbuka Senat UK Petra yang digelar secara sederhana di Auditorium UK Petra. Tabur penghargaanpun digelar, tak hanya para dosen maupun staf yang mendapatkannya, akan tetapi juga diberikan beasiswa kepada mahasiswa.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pada moment yang bahagia ini, dibagikan beasiswa sebanyak 1,8 milyar kepada 369 mahasiswa. Beasiswa ini dibagi menjadi beberapa kategori di antaranya Beasiswa Ekonomi Lemah, Kawasan Timur Indonesia, Keluarga Besar Pegawai UK Petra, Keluarga Besar Yayasan Perguruan Tinggi Kristen (YPTK) Petra, Keluarga Besar Perhimpunan Pendidikan dan Pengajaran Kristen (PPPK) Petra, Pendeta, Prestasi Akademik, Aktif berprestasi, Petra Prestasi Science, Petra Prestasi Olah raga dan Lomba di lingkup UK Petra. Selain itu, pada kesempatan ini juga diberikan apresiasi bagi para mahasiswa yang berprestasi ekstra kulikuler di 17 macam lomba, antara lain, di bidang penalaran, serta bakat dan minat. Dies kali ini juga tetap diramaikan dengan pemberian penghargaan Petra Kencana. Petra Kencana Karya diberikan kepada pegawai akademik maupun non-akademik yang telah mengabdikan diri selama 20 tahun di UK Petra. Petra Kencana Karya kali ini dibagikan kepada 18 orang. Selain Petra Kencana Karya, Petra Kencana Bhakti juga diberikan kepada 6 orang karyawan baik dosen maupun non-dosen yang telah mengabdi di UK Petra selama 30 tahun.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Rektor UK Petra, Prof. Rolly Intan juga memberikan penghargaan kepada pegawai dan dosen berprestasi yaitu Dian Wulandari, S.IIP sebagai juara 2 pustakawan berprestasi Tingkat Kopertis VII Surabaya tahun 2012, Yudha Djayeng Prasetyo, SE peraih juara 3 tenaga administrasi berprestasi tingkat Kopertis VII Surabaya tahun 2012,  Augustinus Noertjahyana, MMT peraih &lt;em&gt;Second Winner&lt;/em&gt; Indonesia Netexcellent 2012, Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng, Ph.D dan Antoni, S.T., M.Eng., Ph.D peraih &lt;em&gt;silver medal&lt;/em&gt; dalam &lt;em&gt;The Invention Of Artificial Rock With Lusi Mud&lt;/em&gt; di &lt;em&gt;International Innovation and Invention Expo&lt;/em&gt;, Macau tahun 2012. “Banyak prestasi yang dicapai pada tahun ini. Salah satunya yang sangat menggembirakan hasil rating international QS STAR pada tahun 2012 yang didukung oleh Dikti telah mengukuhkan UK Petra sebagai universitas bintang dua. Tak hanya itu UK Petra juga masuk sebagai salah satu dari 5 kampus unggulan di Kopertis Wilayah VII,” urai Rolly saat menyampaikan laporan rektornya. Berita bahagia ini menjadi pemacu agar di tahun yang akan datang bisa menjadi lebih baik lagi, “baiknya kita semua tetap mengaplikasikan tema &lt;em&gt;In The Fruit of Your Light, People See The Light&lt;/em&gt;&lt;em&gt;,&lt;/em&gt;” pesan Rolly. (Aj)&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 09 Oct 2012 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/51-tahun-uk-petra-berkarya/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Seminar dan Peluncuran English Cravin’ Creativity Has No Limit!! </title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/seminar-dan-peluncuran-english-cravin-creativity-has-no-limit/</link>
			<description>&lt;p&gt;“Dobrak terus batasmu,” ujar Azrul Ananda dalam seminar &lt;em&gt;Password To A Brighter Future&lt;/em&gt; yang diadakan oleh Program Studi Sastra Inggris UK Petra pada 26 September 2012 lalu. Putera Mahkota grup media Jawa Pos ini tampil sebagai tamu sekaligus pembicara bersama Chris Andre dari &lt;em&gt;Hello Bali Magazine &lt;/em&gt;dan Maggie Tiojakin, &lt;em&gt;translator &lt;/em&gt;dan penulis buku “&lt;em&gt;Balada Ching-Ching&lt;/em&gt;”&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Azrul mengatakan bahwa kunci dalam menciptakan sesuatu yang menarik harus menampilkan yang namanya kreativitas. Pria yang kini menjabat direktur Jawa Pos ini memberi contoh di bidang media. “ Di media, kreativitas dalam pemilihan bahasa, kata-kata atau desain menentukan apakah orang mau beli media kita. Kalau tidak memiliki kreativitas maka orang akan malas membaca karena membosankan dan tidak ada bedanya dengan yang lain,” ulas pria kelahiran Samarinda, 34 Tahun lalu ini. Dalam menjelaskan hal ini, Azrul banyak mengambil contoh dari media yang dikelolanya kini yaitu Jawa Pos.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Namun bukankah kreativitas bisa berhenti? Pertanyaan itu sempat ditanyakan oleh salah seorang peserta seminar, akan tetapi Azrul bersama dua pembicara lainnya membantah pertanyaan itu. “Kreativitas tidak bisa berhenti yang ada adalah batasan, misalnya kemampuan dan fisik. Semakin sering kita menabrak batasan itu maka tingkat batasan kita akan makin naik dan naik sehingga kreativitas kita juga akan semakin heba,” jelas pria yang menempuh pendidikan di Amerika Serikat sejak SMP ini. Selain Azrul, Maggie Tiojakin juga mengatakan hal yang sama. “ Batasan kreativitas sebenarnya hanyalah &lt;em&gt;skill&lt;/em&gt; dan fisik manusia. Kalau kemampuan bisa ditingkatkan dengan membaca. Istilahnya, menulis itu motor sementara membaca itu olinya,” ujar wanita yang menjadi translator &lt;em&gt;HBO&lt;/em&gt; ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Acara seminar yang diadakan di gedung AJBS ini diakhiri dengan peresmian Program Studi &lt;em&gt;English For Creativity Industry. &lt;/em&gt;Drs. Ribut Basuki selaku Dekan Fakultas Sastra mengungkapkan bahwa Program &lt;em&gt;English Cravin’&lt;/em&gt; ini untuk membentuk insan-insan yang bukan hanya mengerti bahasa Inggris tetapi juga bisa menerapkan kemampuannya ke industri-industri kreatif seperti media. (&lt;strong&gt;Chriz&lt;/strong&gt;)&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 09 Oct 2012 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/seminar-dan-peluncuran-english-cravin-creativity-has-no-limit/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Peneliti Muda Terbaik 2012 : Pemanfaatan Energi di Indonesia </title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/peneliti-muda-terbaik-2012-pemanfaatan-energi-di-indonesia/</link>
			<description>&lt;p&gt;“Bagaimana kalau kita harus hidup sehari tanpa listrik atau suplai gas LPG sedang kosong?” Pertanyaan tersebut yang membuat Yusak Tanoto, S.T., M.Eng melakukan beberapa penelitian mengenai manajemen energi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kepala perbekalan UK Petra ini selama satu tahun mulai dari Juli 2011 hingga Juni 2012 telah dianggap berprestasi dan berhasil menyelesaikan tiga penelitian. Yusak Tanoto, S.T., M.Eng pun akhirnya memperoleh penghargaan sebagai peneliti muda terbaik 2012 oleh UK Petra yang seleksinya dilakukan oleh LPPM. “Ini merupakan penghargaan pertama saya, tentunya saya tidak menyangka kalau mendapatkan penghargaan ini. Karena, penelitian ini &lt;em&gt;passion &lt;/em&gt;saya sebagai seorang dosen,” tuturnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Penelitian pertama yang ia lakukan mengenai “&lt;em&gt;Adaptive electricity energy saving potential and carbon dioxide emission for industrial motors in small and medium enterprises”. &lt;/em&gt;Dalam penelitian mandiri yang dilakukannya pada 2010/2011, ia mendapatkan sumber dana Hibah dari LPPM. Penelitian berikutnya mengenai “&lt;em&gt;Macro indicators impact towards household electricity consumption in Indonesia”. &lt;/em&gt;Dalam penelitian yang dilakukan 2011/2012 ini, ia berperan sebagai ketua peneliti dengan Maria Praptiningsih, S.E., M.Sc.FE., sebagai partnernya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Yang terakhir, ia meneliti mengenai “Studi terintegrasi &lt;em&gt;L&lt;/em&gt;&lt;em&gt;ighting &lt;/em&gt;&lt;em&gt;D&lt;/em&gt;&lt;em&gt;emand &lt;/em&gt;&lt;em&gt;S&lt;/em&gt;&lt;em&gt;ide &lt;/em&gt;&lt;em&gt;M&lt;/em&gt;&lt;em&gt;anagement&lt;/em&gt; untuk sektor rumah tangga di Surabaya”. Pria kelahiran 1981 ini lagi-lagi menjadi ketua penelitian dan bekerjasama dengan Ir. Murtiyanto Santoso, M.Sc. serta Ir. Emmy Hosea, M.Eng.Sc., penelitian ini mendapatkan sumber dana dari DIKTI. “Pada penelitian tersebut, tim peneliti ingin memberikan usulan kerangka &lt;em&gt;assessment &lt;/em&gt;yang memperhatikan multi aspek pada perencanaan aktivitas pengelolaan energi di sektor rumah tangga. Hingga bisa menjadi rujukan bagi &lt;em&gt;decision maker &lt;/em&gt;untuk menjalankan aktifitas ini secara efisien dan efektif,” jelas pria yang gemar membaca buku dan mendengarkan musik klasik ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“Dari penelitian yang telah saya selesaikan, beberapa diantaranya sudah dipublikasi dalam artikel jurnal maupun seminar,” ungkap pria yang telah menjadi dosen di UK Petra sejak tahun 2004.  Lantas ketika tim Dwi Pekan bertanya harapan ke depannya setelah menyelesaikan penelitiannya, Yusak Tanoto, S.T., M.Eng menyatakan keinginannya untuk terus berkarya lewat penelitian di bidang pemanfaatan energi baik dalam skala makro maupun mikro, dengan melibatkan potensi sumber energi terbarukan. Ia pun menuturkan bahwa, “Untuk ke depannya, seperti telah diamanatkan undang-undang energi, kebijakan pengelolaan energi haruslah diadopsi menjadi sebuah &lt;em&gt;policy &lt;/em&gt;yang lambat laun harus dibentuk dan diterapkan, sama seperti penerapan kebijakan mutu yang saat ini banyak dijalankan di semua organisasi. &lt;strong&gt;(roz)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 23 Oct 2012 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/peneliti-muda-terbaik-2012-pemanfaatan-energi-di-indonesia/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Abdimas bagi Kemuliaan Tuhan</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/abdimas-bagi-kemuliaan-tuhan/</link>
			<description>&lt;p&gt;Pria yang rambutnya mulai nampak memutih ini memang tampil sederhana dengan mengenakan &lt;em&gt;t-shirt &lt;/em&gt;merah dalam sebuah kegiatan abdimas di Auditorium UK Petra (19/10). Siapa yang menyangka bahwa pria ini mendapatkan penghargaan Abdimas 2012.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Andereas Pandu Setiawan, S.Sn, M.Sn menjadi dosen Jurusan Desain Interior sejak 2001. Setelah menjadi dosen di UK Petra, ia pun langsung terjun dalam pengabdian masyarakat. “Bagi saya menjadi dosen tidak hanya mengajar saja akan tetapi materi yang disampaikan juga harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan bagi orang yang membutuhkan,” tutur pria kelahiran tahun 1975 ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ia pun bercerita bahwa dengan penampilan yang apa adanya ini, ia dapat dekat dan membaur dengan masyarakat. Masyarakat pun bisa membagi keluh kesah kepadanya. “Jadi, pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengajarkan masyarakat yang tidak bisa terhadap suatu hal menjadi bisa,” ungkapnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dalam jangka waktu satu tahun terakhir ini, Andereas telah melakukan pengabdian masyarakat sebanyak sepuluh kali dan bekerjasama dengan LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) UK Petra. Tentunya ia mendapatkan pengalaman yang tidak terlupakan selama melakukan abdimas. “Yang paling menarik adalah ketika saya mengajar membatik kepada para tunarungu. Cara pengajaran apapun yang kita terapkan seringkali tidak dapat dipahami. Akhirnya, saya menyuruh para mahasiswa untuk mengenakan papan tulis kecil untuk berkomunikasi dengan mereka,” katanya sambil tertawa.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Belakangan ini, ia sedang memikirkan bentuk abdimas yang akan diberikan kepada karyawan UK Petra untuk meningkatkan kehidupan atau perekonomian para karyawan yang membutuhkan. “Misalnya, kita bisa melakukan abdimas kepada satpam atau pegawai UK Petra untuk mempunyai usaha sendiri dan bisa mandiri,” jelas pria yang mengajar di bidang material ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Selain itu, ada sekolah autis yang meminta Andereas untuk membuatkan alat peraga yang dapat membantu kegiatan belajar mengajar mereka. Pria yang memang memiliki sekolah kreativitas ini sangat senang bertemu dengan masyarakat luar dan membagikan ilmu yang dimiliki agar berguna bagi mereka.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Di akhir kesempatan wawancara dengan tim Dwi Pekan, Andereas menitipkan pesan kepada seluruh sivitas akademika UK Petra bahwa, “Ilmu yang kita miliki saat ini, semuanya untuk kemuliaan Tuhan,” tutupnya.  &lt;strong&gt;(roz/stefan)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 23 Oct 2012 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/abdimas-bagi-kemuliaan-tuhan/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Letih Terbayarkan dengan Sekeping Perunggu</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/letih-terbayarkan-dengan-sekeping-perunggu/</link>
			<description>&lt;p&gt;Tak cuma satu prestasi UK Petra pada PON (Pekan Olahraga Nasional) XVIII 2012 lalu. Selain emas di cabang wushu, medali perunggu dari cabang menembakpun berhasil digapai oleh mahasiswa UK Petra. Kali ini oleh Vincent K. Edison, mahasiswa Sistem Informasi Bisnis (SIB) angkatan 2012.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Vincent yang mewakili Kalimantan Selatan dalam PON kemarin ternyata sudah tidak asing dengan senjata api sejak kecil. “Sejak kelas enam SD saya sudah pegang senapan angin untuk dewasa,&quot; ujarnya. Rasa takut dan larangan dari orang tua yang biasa diterima oleh anak seusianya ketika memegang senjata api tidak pernah ada di hidupnya. &quot;Orang tua tidak pernah melarang bahkan ayah saya yang juga atlet menembak malah menyemangati saya. Ibu sayapun turut mendukung,&quot; tambahnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Selama menjalani PON di Riau kemarin, Vincent harus mengorbankan banyak waktu kuliahnya untuk mengikuti pelatihan yang bertempat di Banjarmasin. &quot;Selama persiapan sering meninggalkan kuliah untuk bolak balik Surabaya - Kalimantan. Memang capek sih tapi begitu berhasil meraih juara semuanya jadi terbayar,&quot; ujar anggota ISSF (International Shooting Sport Federation) ini. Menurut pria yang meraih medali di kategori junior ini, dosen - dosen mengerti kesibukannya itu dan bersedia memberikannya dispensasi. &quot;Untung para dosen terutama yang dari jurusan banyak yang memberi dispensasi. Namun ada juga yang tidak memberi terutama dosen mata kuliah umum,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; Meskipun prestasi telah didapat, akan tetapi Vincent tidak pernah melupakan pendidikan. &quot;Saya ingin terus berprestasi sebagai atlet namun kuliah tidak akan saya tinggalkan,&quot; ujar anak ketiga dari empat bersaudara ini. Prinsip ini berasal dari sang kakak yang juga menjadi atlit menembak namun tetap menuntut ilmu sampai ke Singapura. &quot;Pendidikan menurut saya penting untuk membekali diri dengan kemampuan lain setelah pensiun sebagai atlit nanti. Kemampuan itu penting karena di Indonesia ini kurang ada penghargaan prestasi bagi atlit yang pensiun tidak seperti di luar negeri,&quot; jelasnya. &lt;strong&gt;(Chriz)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 23 Oct 2012 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/letih-terbayarkan-dengan-sekeping-perunggu/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Peneliti Terbaik 2012</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/peneliti-terbaik-2012/</link>
			<description>&lt;p&gt;Pada saat perayaan Dies Natalis yang lalu terdapat beberapa penghargaan yang diberikan kepada para dosen dan mahasiswa yang berprestasi. Penghargaan Peneliti Terbaik 2012 merupakan salah satu penghargaan yang diberikan dalam acara Dies Natalis dan yang memperoleh penghargaan Peneliti Terbaik 2012 adalah I Gede Agus Widyadana , S.T., M. Eng., Ph. D., sebagai dosen jurusan Teknik Industri.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“Selama ini bekerja sebagai dosen di UK Petra sangat menyenangkan karena dapat mengajar berbagai macam mahasiswa serta mahasiswa UK Petra secara akademis tergolong bagus. Yang perlu ditingkatkan dari setiap diri mahasiswa adalah semangat juangnya agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi suatu kesulitan”, ujar pria yang sudah membuat 10 jurnal internasional ini. Dalam membuat jurnal metode yang digunakan semua sama, ketika suatu penelitian telah selesai dibuat dan memikirkan penelitian selanjutnya yang akan dilakukan untuk ke depan merupakan suatu hal yang menarik.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;            Dengan adanya penghargaan Peneliti Terbaik menunjukkan bahwa UK Petra saat ini sudah memberikan perhatian dan menghargai para dosen yang telah melakukan penelitian baik dengan menghasilkan jurnal dalam tingkat nasional maupun internasional. “Senang ketika mengetahui memperoleh penghargaan Peneliti Terbaik 2012. Dalam membuat jurnal selama ini sangat dibantu oleh pembimbing saya seperti langkah-langkah membuat jurnal yang baik dan cara menanggapi para &lt;em&gt;reviewer&lt;/em&gt;”, ungkapnya. Membutuhkan waktu 14 tahun dengan melalui banyak tahap dan proses untuk dapat mencapai jurnal internasional, &lt;em&gt;International Journal of Systems Science&lt;/em&gt; yang membahas tentang model persediaan merupakan salah satu jurnal internasional paling baru yang terbit pada bulan Oktober 2012.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;            Rencana ke depan akan tetap melakukan penelitian dengan membahas topik yang menarik dan menyenangkan serta didukung dengan kesabaran akan dapat menghasilkan jurnal yang bagus dan berkualitas. Mari menanamkan semangat tidak mudah putus asa dan terus mencoba untuk memperoleh hasil yang terbaik. &lt;strong&gt;(Stefan)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 23 Oct 2012 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/peneliti-terbaik-2012/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Surabaya Restaurant Award 2012</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/surabaya-restaurant-award-2012/</link>
			<description>&lt;p&gt;Program studi Manajemen Perhotelan UK Petra kembali menyelenggarakan &lt;em&gt;Surabaya Restaurant Award 2012&lt;/em&gt; di Ciputra World, tepatnya di lapangan parker timur Ciputra World pada 28 Oktober 2012 pukul 18.00. Di tahun sebelumnya penyelenggaraan &lt;em&gt;Surabaya Restaurant Award 2011 &lt;/em&gt;juga dilaksanakan di Ciputra World.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Saat ini Surabaya telah mengalami perkembangan yang pesat dalam berbagai bidang; dan kuliner merupakan salah satu bidang yang perkembangannya pesat. Ini terlihat dari semakin bervariasi dan berkembangnya bisnis jasa makanan di Surabaya, yang dibuktikan dengan semakin banyak orang yang membuka bisnis jasa makanan sehingga membuat persaingan dalam bisnis ini semakin sengit. Penyelenggaraan &lt;em&gt;Surabaya Restaurant Award 2012 &lt;/em&gt;ini bertujuan memacu pelaku bisnis jasa makanan untuk meningkatkan kualitas dari restoran, &lt;em&gt;cafe&lt;/em&gt;, dan depot agar konsumen memperoleh layanan yang terbaik.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;Surabaya Restaurant Award 2012&lt;/em&gt; kali ini mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Surabaya, khususnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya (Disbudpar), Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) serta Surabaya Resto &lt;em&gt;Guide&lt;/em&gt;. Penilaian untuk tahun ini dilakukan dalam 3 (tiga) tahap, yaitu tahap pertama merupakan tahap &lt;em&gt;survey Top of Mind&lt;/em&gt; yang disebarkan pada 3500 masyarakat Surabaya; tahap kedua merupakan tahap kuesioner kepada 5000 orang mengenai persepsi masyarakat Surabaya terhadap produk, harga, lokasi, dan bukti fisik bisnis jasa makanan; dan tahap ketiga dilakukan &lt;em&gt;polling &lt;/em&gt;kepada 3532 orang untuk memilih restoran, &lt;em&gt;cafe&lt;/em&gt;, depot, dan &lt;em&gt;Pastry &amp;amp; Bakery &lt;/em&gt;terfavorit. “Saya sangat senang dengan acara seperti ini; tahun lalu saya juga ikut meramaikan &lt;em&gt;Surabaya Restaurant Award,&lt;/em&gt;” ujar salah satu pengunjung &lt;em&gt;Surabaya Restaurant Award 2012&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Acara penyerahan Piala Walikota untuk restoran terbaik dan &lt;em&gt;café &lt;/em&gt;terbaik merupakan acara yang paling dinantikan. &lt;em&gt;Boncafe &lt;/em&gt;mendapatkan Piala Walikota sebagai &lt;em&gt;The Best Restaurant 2012 &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;Starbucks &lt;/em&gt;mendapatkan Piala Walikota sebagai &lt;em&gt;The Best Café 2012&lt;/em&gt;. “Acara ini sangat bagus dan lebih baik lagi apabila dapat rutin dilaksanakan setiap tahun karena dapat membantu pelaku bisnis jasa makanan untuk meningkatkan kualitas bisnis jasa makanannya,” ujar salah satu pengunjung &lt;em&gt;Surabaya Restaurant Award 2012&lt;/em&gt;.&lt;strong&gt;(Stefan)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 06 Nov 2012 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/surabaya-restaurant-award-2012/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>“Breast Talk” Ilmu Komunikasi UK Petra Ajak Peduli dan Waspada Kanker Payudara </title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/breast-talk-ilmu-komunikasi-uk-petra-ajak-peduli-dan-waspada-kanker-payudara/</link>
			<description>&lt;p&gt;“ Semua perempuan,tua ataupun muda kini sama-sama beresiko terkena kanker payudara,” begitu ujar  dr. Dwirani Rosmala Pratiwi SpB dari RS. Onkologi Surabaya. Dokter berkerudung ini mengungkapkan hal tersebut dalam talk show“&lt;em&gt;Breast Talk&lt;/em&gt;” yang diadakan oleh jurusan Ilmu Komunikasi bekerja sama dengan Rumah Sakit Ontologi, Surabaya. Talk Show tersebut bertempat di Atrium Tunjungan Plasa 2, Minggu 28 Oktober 2012 lalu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dwirani Rosmala Pratiwi datang bersama  Ika Damajanti  dari RSS (&lt;em&gt;Reach to Recovery&lt;/em&gt; Surabaya) yang juga &lt;em&gt;survivor&lt;/em&gt; kanker payudara. Mereka saling mengungkapkan pengalaman dan tips-tips pencegahan kanker paudaya dengan perspektif masing-masing. Dalam acara tersebut juga ada kegiatan membatik bra yang bekerjasama dengan Komunitas Batik Surabaya (KIBAS).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dwirani mengungkapkan bahwa dengan metode deteksi dini kanker payudara harus diketahui oleh semua orang khususnya kaum perempuan muda. “ Semua perempuan harus menyadari cara memeriksa payudara sendiri. Karena kini anak muda usia 20 tahun an pun sudah bisa terkena kanker payudara,” ungkapnya. Pendapat Dwirani didukung oleh rekannya dr.  Duti S Aziz SpPA. “ Kecenderungan usia penderita kanker payudara semakin muda. Sekarang malah ada yang usianya baru 25 tahun tapi sudah terkena kanker payudara,” ucapnya saat ditemui terpisah oleh tim DP. Menurutnya hal itu dikarenakan oleh faktor hormonal dan non hormonal seperti lingkungan atau pola makan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ika melengkapi penjelasan Dwirani dengan kisah hidupnya. Wanita beranak satu ini mengaku bersyukur dirinya bisa selamat dari kanker payudara saat dirinya sedang mengandung. “ Waktu itu saya sangat khawatir sekali dengan kesehatan saya maupun anak saya. Tapi syukurnya saya dan anak saya selamat. Semua itu tidak lepas juga dari dukungan suami saya yang terus mendampingi juga menyemangati, “ ujar wanita berkacamata ini. Dwirani juga mengatakan kalau dukungan dan semangat orang-orang sekitar adalah sumber kesembuhan utama pasien penderita kanker payudara. (&lt;strong&gt;Chriz&lt;/strong&gt;)&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 06 Nov 2012 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/breast-talk-ilmu-komunikasi-uk-petra-ajak-peduli-dan-waspada-kanker-payudara/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Prestasi Mahasiswa Arsitektur : Mempertemukan Bambu dan Parkour dalam Arsitektur </title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/prestasi-mahasiswa-arsitektur-mempertemukan-bambu-dan-parkour-dalam-arsitektur/</link>
			<description>&lt;p&gt; Apa hubungan bambu dan olahraga parkour ? Adalah Nicolas Santoso dan Olivia Karlina Santoso yang sukses mempertemukannya dalam karya desain bagi komunitas parkour.Tertarik menjadikan bambu sebagai bagian dalam arsitektur Indonesia, menjadikan Nicolas dan Olivia keluar sebagai pujuaan dalam &lt;em&gt;Laras award&lt;/em&gt;.  &lt;em&gt;Laras award&lt;/em&gt; merupakan ajang sayembara yang diadakan oleh majalah arsitektur dan interior kenamaan Laras dalam rangka ulang tahun peraknya. Dalam perlombaan kali ini,  majalah Laras mulai mengangkat kekayaan lokalitas dalam merancang bangunan nusantara. Kompetisi yang mengangkat tema &lt;em&gt;Spirit Ethnic and Green Architectur&lt;/em&gt; ini berusaha untuk mengakomodasi para arsitek Indonesia untuk lebih menghasilkan desain yang menunjukkan jati diri bangsa.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Arti tema &lt;em&gt;spirit&lt;/em&gt; dalam &lt;em&gt;Laras award&lt;/em&gt; sini adalah sentuhan-sentuhan konsep etnik yang dapat diterapkan  dalam desain modern. “Melalui tema perlombaan kali ini kita dapat memberikan informasi bahwa arsitektur modern bisa tetap &lt;em&gt;Green&lt;/em&gt; dan juga menunjukkan jati diri bangsa”, ungkap Olivia. Dalam pembuatan desain, dua mahasiswa angkatan 2009 ini memilih material bambu. “Bambu kami pilih karena selain banyak ketersediaannya, bambu juga dapat menunjukkan keberagaman dan estetika sehingga membuat fasad bangunan semakin elok”, ungkap mahasiswa asal Denpasar ini. “Selain itu bambu merupakan material yang kuat. Kita juga bisa memberikan banyak permainan desain dengan material tersebut”, tegas Olivia.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ucapan Olivia terbukti dengan hasil desain yang telah mereka buat.  Tekstur bangunan berbentuk gelombang. Bentuk gelombang ini sengaja mereka pilih karena mereka ingin menampilkan ciri bangunan bergerak dan dinamis persis seperti olahraga parkour yang banyak gerak serta dinamis. ”Kami mendesain bangunan yang dinamis agar dapat mewadahi komunitas parkour yang memang filosofinya selalu dinamis” ungkap Nicolas. “Komunitas parkour kami pilih karena komunitas ini tidak memiliki tempat untuk melakukan kegiatannya” ,tambah Olivia.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;Laras award&lt;/em&gt; ini sendiri menjaring 159 peserta dari seluruh Indonesia dan hanya dipilih 10 pemenang. &lt;em&gt;Laras award&lt;/em&gt; ini menghadirkan  Josef Prijotomo, Yori Antar, RobbY Budiansyah, dan Yu Shing. Dari 159 peserta, desain Nicolas dan Olivia merupakan karya dengan penghargaan tertinggi. &lt;strong&gt;(Ardy)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 20 Nov 2012 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/prestasi-mahasiswa-arsitektur-mempertemukan-bambu-dan-parkour-dalam-arsitektur/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Historische Soerabaia</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/historische-soerabaia/</link>
			<description>&lt;p&gt;Pada bulan November ini seluruh masyarakat Indonesia secara bersama memperingati hari Pahlawan 10 November. UK Petra (Surabaya &lt;em&gt;Memory&lt;/em&gt;) dengan &lt;em&gt;Pakuwon Trade Center&lt;/em&gt; (PTC) berkerja sama untuk meramaikan peringatan hari Pahlawan dengan menyelenggarakan beberapa rangkaian acara dari 9-18 November 2012 di Atrium &lt;em&gt;Pakuwon Trade Center&lt;/em&gt; (PTC).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;             Beberapa rangkaian acara yang diadakan adalah &lt;em&gt;Ink for Heroes&lt;/em&gt; (9-10 November 2012), Pameran fotografi Surabaya tempo dulu, Pameran filateli dan sepeda tua (10-18 November 2012), &lt;em&gt;Story telling&lt;/em&gt; (11 November 2012), dan masih ada beberapa acara yang menarik. “Acara ini sangat bagus dan lebih baik apabila tahun depan dapat dilaksanakan lagi dengan konsep acara yang lebih menarik untuk memperingati hari Pahlawan,” ujar salah satu pengunjung.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;            Salah satu acara &lt;em&gt;Story Telling&lt;/em&gt; mengajak kita untuk mendengarkan dan mengetahui cerita awal mula terciptanya nama kota Surabaya. &lt;em&gt;Story Telling&lt;/em&gt; menceritakan 2 (dua) karakter yang memiliki sejarah terbentuknya nama kota Surabaya yang kita tempati saat ini, yaitu Sura dan Baya. Awal mulanya, Sura mencari makan di kawasan yang ditempati oleh Baya sebaliknya Baya juga mencari makan di kawasan yang tempati oleh Sura. Akibatnya, Sura dan Baya bertengkar; tetapi, akhirnya mereka sadar dan berteman baik sehingga terbentuk nama kota Surabaya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;            Rangkaian acara ini juga mendapat dukungan dari &lt;em&gt;Surabaya Memory.&lt;/em&gt; &lt;em&gt;Surabaya Memory&lt;/em&gt; adalah sebuah ”wadah” yang didekasikan bagi perekaman dan pelestarian pusaka atau hal yang berhubungan dengan sejarah kota Surabaya. Ini terlihat dari adanya pameran sepeda kuno yang digunakan jaman dulu dan karya lomba foto jurnalistik. ”Saya sangat senang adanya acara seperti ini yang dapat mengenalkan serta menumbuhkan rasa kepedulian masyarakat akan sejarah kota Surabaya dan pelestarian pusaka kota Surabaya,” ungkap salah satu pengunjung. &lt;strong&gt;(Stefan/Kevin)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 20 Nov 2012 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/historische-soerabaia/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Kemenangan yang Tak Terduga</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/kemenangan-yang-tak-terduga/</link>
			<description>&lt;p&gt;“Banyaknya lahan yang gersang di Surabaya membuat saya ingin membangun sebuah tempat di mana banyak warga Surabaya dapat beristirahat, bersantai, dan berekreasi di tempat tersebut,” papar perempuan Program Studi Arsitektur ini. Pernyataan tersebut yang mengantarkan Monica Marcellina Tjiptorahardjo menjadi finalis di &lt;em&gt;Nippon Paint Young Designer Award 2012.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;            Tema besar &lt;em&gt;Nippon Paint Young Designer Award 2012&lt;/em&gt; adalah “&lt;em&gt;Redivine, Recreate &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;Revive”&lt;/em&gt;,&lt;em&gt; &lt;/em&gt;yang artinya bagaimana peran kita sebagai arsitektur mendesain ulang hingga memberikan bangunan yang lebih indah dan menarik. Dari tema besar tersebut, perempuan angkatan 2009 ini memberikan judul pada proyeknya “Surabaya Green Rest Area” dengan mengambil bangunan di tengah kota Surabaya. Manfaat dari konsep yang ia buat adalah untuk mengurangi adanya &lt;em&gt;global warming&lt;/em&gt;. Dalam bangunan tersebut, akan terdapat banyak ruang terbuka dan fasilitas pendukung seperti &lt;em&gt;jogging area, meeting point, hall, photoshot area &lt;/em&gt;dan&lt;em&gt; foodcourt area.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;            Monica telah membuat desain awal sejak liburan semester genap yang lalu. “Selain membuat desain, saya juga sedang mengikuti magang dari program studi. Ketika masuk kuliah di semester tujuh, mulai terasa banyak tugas, sehingga saya menghentikan membuat desain lomba. Tetapi, setiap saya melihat &lt;em&gt;banner &lt;/em&gt;lomba &lt;em&gt;Nippon Paint&lt;/em&gt;, hati saya selalu bergejolak ingin mengikutinya,” cerita perempuan yang hobi bermain piano ini. Lalu, tepat tanggal 20 Oktober 2012, dua hari sebelum &lt;em&gt;deadline &lt;/em&gt;pengumpulan. Monica langsung menyelesaikan konsep yang telah ia desain dengan terburu-buru. “Puji Tuhan, seminggu setelah pengumpulan, saya dihubungi dan dinyatakan sebagai finalis, padahal jumlah pesertanya mencapai 187 orang,” tuturnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;            Meski tidak menjadi juara pertama di &lt;em&gt;Nippon Paint Young Designer Award 2012&lt;/em&gt;, Monica bangga menjadi juara ketiga. “Untung ada teman-teman terdekat saya yang memberi selamat dan dukungan agar saya selalu bersyukur setiap apa yang telah Tuhan kasih. Dari dukungan mereka, saya merasa bersyukur sekali atas segala karunia dari Tuhan,” ungkap perempuan yang bercita-cita menjadi arsitek handal dan terkenal.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;            Ia pun punya motivasi yang selalu dipegang, “Jadilah orang yang tidak suka meremehkan segala sesuatunya dan terus berusaha serta jangan lupa bersyukur atas karunia Tuhan,” tutupnya mengakhiri wawancara. &lt;strong&gt;(roz)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 20 Nov 2012 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/kemenangan-yang-tak-terduga/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Perayaan Natal 2012 :   Mengenal Anugerah Dalam Hatalla Mantehau </title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/perayaan-natal-2012-mengenal-anugerah-dalam-hatalla-mantehau/</link>
			<description>&lt;p&gt;Ada dua periode besar dalam kehidupan manusia. Periode pertama, ialah ketika manusia jatuh ke dalam dosa. Kondisi ini manusia belum diselamatkan dan mengenal Yesus. Selanjutnya, ialah periode ke dua, dimana Kristus lahir dan menggenapi nubuatan para nabi. Inilah makna yang diangkat dalam perayaan Natal 2012, yakni &lt;em&gt;Hatalla Mantehau&lt;/em&gt; yang diadopsi dari bahasa Palangkaraya yang berarti Allah memanggil. ”Terang tidak sekedar hanya datang tapi terang ingin membawa kita keluar dari tempat kegelapan hingga kita bisa menjadi terang. Natal merupakan panggilan Tuhan atas mereka. Terang sesungguhnya akan datang yaitu anugerah. Panggilan Tuhan adalah anugerah. Tuhan ingin kita melakukan sesuatu hanya bagi kemuliaan Tuhan. Apakah dunia melihat terang dalam diri anda dan saya?”, demikian papar Pdt. Irwan Pranoto, M. Th saat memimpin perayaan Natal di Auditorium UK Petra Jumat lalu (7/12).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tema Natal kali ini memang sengaja mengambil budaya Kalimantan. Mahasiswa yang berasal dari Kalimantan merupakan mahasiswa yang besar dari sisi kuantitas. Sajian makanan khas Kalimantan pun membuka perayaan Natal kali ini seperti ikan &lt;em&gt;saluang, tarang sarai, pundang lais, juhu singkah umbut dan rijuhu singkah kelapa&lt;/em&gt;. Seluruh sivitas akademika menikmati makanan yang memang makanan tradisional Kalimantan tersebut dan juga disambut dengan dekorasi khas Kalimantan, mulai dari rumah adat Kalimantan hingga para penari yang menggunakan pakaian tari khas Kalimantan. Puji-pujian pembuka perayaan Natal seperti &lt;em&gt;Let There Be Peace&lt;/em&gt; menggiring sivitas terlarut dalam nuansa Natal&lt;em&gt;. &lt;/em&gt;Selanjutnya pujian disambung dengan menyanyikan ”&lt;em&gt;Has Keleh Hapumpung,” &lt;/em&gt;dalam bahasa Kalimantan yang artinya ”Hai, mari berhimpun”.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Natal juga diwarnai dengan pertunjukkan drama yang mengisahkan kerasnya kehidupan suku Dayak. Mereka bisa saling melukai dan membunuh bahkan ada tradisi memotong kepala lawan yang nantinya dibawa kepada kepala suku. Tradisi tersebut bernama &lt;em&gt;Ngayau. &lt;/em&gt;Tradisi ini lambat laun memudar sejalan dengan meluasnya kabar Injil yang diberitakan oleh dua orang misionaris. Demikian, pesan Natal 2012, Allah memanggil setiap manusia agar keluar dari perbudakan dosa serta memiliki anugerah kehidupan yang diperbaharui bersama Kristus. &lt;strong&gt;(roz/stefan).&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 11 Dec 2012 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/perayaan-natal-2012-mengenal-anugerah-dalam-hatalla-mantehau/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>UK Petra Juara Kompetisi Saham ASEAN</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/uk-petra-juara-kompetisi-saham-asean/</link>
			<description>&lt;p&gt;Selama ini investasi saham sangat identik dengan judi karena mengandalkan peruntungan bukan atas hasil analisis. Bermain saham sama dengan judi karena beresiko tinggi meskipun menghasilkan &lt;em&gt;return&lt;/em&gt; yang tinggi juga. Stigma inilah yang coba dihapus oleh Grace Latumahina dan Desy Ratnasari dari tim Manajemen Keuangan UK Petra.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Melalui materi perkuliahan yang didapat, mereka berhasil menjadi pemenang dalam kompetisi &lt;em&gt;CIMB Asean Youth Stock Challenge2012&lt;/em&gt; yang diadakan di Singapura. Dengan mengaplikasikan strategi yang sudah diperoleh selama perkuliahan, mereka mampu mengungguli para peserta lain yang berasal dari Singapura, Malaysia, dan Thailand.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ada dua hal yang harus dilakukan dalam kompetisi ini yaitu melakukan &lt;em&gt;trading&lt;/em&gt; dan kemudian membuat paper mengenai strategi yang dipilih dalam melakukan investasi. Masing-masing peserta akan mendapat &lt;em&gt;virtual money&lt;/em&gt;sebesar USD 80,000 dari CIMB dan selama kurang lebih tiga minggu para peserta ini diminta melakukan trading untuk mendapatkan &lt;em&gt;return&lt;/em&gt; yang terbaik. ”Perlombaan ini dilakukan di rumah mulai 17 September hingga 5 Oktober 2012. Setelah batas yang ditentukan, kami juga mengirimkan paper yang memuat analisis strategi yang kami gunakan ini,” ungkap Grace.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Desy mengungkapkan bahwa pemilihan strategi jangka pendeklah yang membuat mereka memenangkan pelombaan ini. “Perlombaan ini bukan mengandalkan keberuntungan, komposisi penilaian terbesar adalah strategi yang digunakan bukan dari &lt;em&gt;return&lt;/em&gt; saham yang kami pilih,” ungkap mahasiswi semester lima ini. Terbukti strategi yang mereka gunakan sangatlah tepat. Oleh karena itu, mereka dapat memperoleh imbal hasil sebesar 32,64% dari modal awal; hasil ini terbilang besar dan sangat realistis mengingat waktu perlombaan hanya tiga minggu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“Mereka sangat cerdik; selain strategi yang tepat, mereka juga memilih saham yang liquid (mudah diperjual-belikan),” urai Ridhotama Shanti.,SE.,MSc.FE selaku Kepala Program Manajemen Keuangan. Karena persiapan yang matang dan juga bekal materi perkuliahan yang baik, tidaklah heran akhirnya tim UK Petra ini berhasil menjadi pemenang dan membawa pulang uang tunai USD 10,000 atau sekitar seratus juta rupiah.(ARDY)&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 11 Dec 2012 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/uk-petra-juara-kompetisi-saham-asean/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Esensi Sejarah “Gerbong Maut” Bondowoso</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/esensi-sejarah-gerbong-maut-bondowoso/</link>
			<description>&lt;p&gt;Apakah kita sempat berpikir bahwa pada tahun 1947 ada sejarah yang telah diukir para pejuang Indonesia? Pasti, kita tidak pernah mengetahui sejarah ini sebelumnya. Di tahun 1947 puluhan pejuang Indonesia gugur begitu saja di dalam tiga gerbong kereta api yang membawa mereka dari Bondowoso menuju Surabaya. Betapa pilunya perjuangan bangsa kita ini? Sejarah tersebut terangkum dalam sebuah film dokumenter mengenai “Gerbong Maut” Bondowoso.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;            Pernyataan itulah yang mengantarkan enam mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual UK. Petra membuat tugas Audio Visual 2. Mereka adalah Sherly Jessica, Stanley Chrislie, Stephen Tirtoutomo, Ronald Wyenantea, Brigitta Amelia, dan Pratiwi Pangestu. Berawal dari ke-&lt;em&gt;iseng&lt;/em&gt;&lt;em&gt;-&lt;/em&gt;an mereka untuk mencari sebuah sejarah yang akan mereka buat dalam sebuah tugas, akhirnya mereka menemukan sejarah tentang “Gerbong Maut”.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;            “Kebetulan ketika kami &lt;em&gt;search &lt;/em&gt;soal &lt;em&gt;heritage &lt;/em&gt;yang ada di Surabaya, kok muncul sebuah nama Gerbong Maut yang rasanya misterius dan mencekam. Nah, dari artikel yang kami baca yang menulisnya adalah Aniendya Christianna, S.Sn salah seorang dosen kami. Dari situlah, kami tertarik untuk melakukan riset lebih dalam,” tutur Stanley selaku &lt;em&gt;visual effect and sound. &lt;/em&gt;Setelah itu, mereka mulai mengumpulkan data mengenai “Gerbong Maut”; mulai dari mencari tahu lokasi tersebarnya gerbong-gerbong tersebut dari Bondowoso, Surabaya hingga ke Malang. Mereka berenam pun mulai melakukan teknik wawancara dengan beberapa nara-sumber hingga menguatkan data yang dikumpulkan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;            Proses yang dilakukan selama tiga bulan, mulai April hingga Mei 2012, ini menguras tenaga dan juga pikiran. “Untuk pengambilan gambarnya pun, kami harus pulang pergi dari Surabaya ke Bondowoso. Saat itu saya yang mengendarainya dengan memakan waktu tempuh lima jam. Kemudian untuk syuting di Malang, yang mengendarai adalah Stanley. Kami saling gantian dan menguatkan,” ungkap Stephen Tirtoutomo selaku editor.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;            Waktu, tenaga, dan juga pikiran yang telah mereka gunakan untuk mengerjakan tugas ini tidaklah sia-sia. Mereka berenam pun mendapatkan kesempatan berjumpa dengan Bupati Bondowoso dan memperingati hari bersejarah “Gerbong Maut” Bondowoso. “Kita mendapatkan undangan untuk tanggal 25 November 2012, yang kebetulan acara puncak peresmian museum kereta api Bondowoso bersama dengan Bupati Bondowoso. Untuk akomodasi dan segala sesuatunya juga ditanggung mereka,” cerita Sherly selaku ketua kelompok.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;            Selain itu, film dokumenter yang mereka buat pun berguna untuk menceritakan kembali sejarah kepada generasi penerus bangsa Indonesia. Sherly Jessica selaku sutradara film documenter ini menuturkan sebuah pesan kepada para pembaca Dwi Pekan, “Segala sesuatu yang kalian kerjakan, tidak ada yang kebetulan, walaupun sepertinya mudah untuk dilakukan. Sebisa mungkin coba untuk berkreativitas dan mencari tahu lebih dalam, jangan mudah menyerah dan mengeluh. Jadi, serahkan sama Tuhan karena siapa tahu dari kerja keras kalian akan membuahkan sesuatu yang tidak pernah kalian duga,” tutupnya. &lt;strong&gt;(roz)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 15 Jan 2013 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/esensi-sejarah-gerbong-maut-bondowoso/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Temu Kasih dan Ramah Tamah Awal Tahun 2013 : Bekerja seperti untuk Tuhan</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/temu-kasih-dan-ramah-tamah-awal-tahun-2013-bekerja-seperti-untuk-tuhan/</link>
			<description>&lt;p&gt;Satu tahun telah terlewati. Masa lalu adalah sejarah, selamat tinggal kenangan; dan, selamat datang harapan. Di tahun 2013 ini terhampar catatan yang siap untuk kita rengkuh dan torehkan dalam setiap lembaran-lembaran kehidupan kita.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kebiasaan pembuka kegiatan di awal tahun baru 2013 bagi seluruh sivitas akademika adalah Temu Kasih dan Ramah Tamah yang dilakukan pada Kamis (3/1) di Auditorium UK Petra. Acara ini menjadi ajang berkumpul bersama sekaligus merefleksikan kembali panggilan berkarya di UK Petra mulai dari Pembina, Pengurus, Pengawas Yayasan Perguruan Tinggi Kristen (YPTK) Petra, pimpinan UK Petra, karyawan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Menjadi sebuah institusi Kristen di tengah masyarakat tidaklah mudah; banyak tantangan yang akan di hadapi oleh sivitas akademika. “Bekerja seperti untuk Tuhan,” merupakan pokok tema perenungan awal tahun yang dibawakan oleh Bedjo Lie, SE, M.div, T.h.m sebagai pembicara. “Menjadi orang Kristen akan selalu ada perubahan dalam hidupnya, diubahkan menjadi baik. Hidupnya akan berubah begitu juga dengan relasinya,” ungkap pria berkaca mata ini. Dalam renungannya, Bedjo menekankan dua hal prinsip saat bekerja. Dua hal tersebut ialah bekerja dengan tulus hati karena takut akan Tuhan dan bekerja dengan segenap hatimu. Sebab seperti yang ada tertulis dalam Alkitab, Bedjo mengutip dalam Kolose 3 : 23 yaitu “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia”. Bedjo mengkritisi bahwa hendaknya janganlah kita bekerja baik hanya di awal saja dan hanya bekerja baik jika ada tuannya (atasan) karena untuk menarik perhatian, “lakukanlah bagian kita dengan segenap hati dan jujur sebab Tuhan akan melihat dan memperhitungkannya semua,” urainya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kabar gembira di awal tahun 2013 juga datang dan disampaikan langsung oleh Rektor UK Petra, Prof. Rolly Intan. Dalam Scopus, sebuah database list publikasi terbaik di dunia, rangking publikasi UK Petra menunjukkan kenaikan peringkat. Jika sebelumnya di akhir tahun 2011 jumlah publikasi UK Petra mencapai 101 di akhir tahun 2012 yang lalu menjadi 113 publikasi dan itu menjadikan UK Petra peringkat ke 17 di Indonesia. Tak hanya itu saja, di saat yang bersamaan Rolly juga memperkenalkan beberapa rekan baru yang bergabung di UK Petra baik sebagai dosen maupun staf. “Mengacu dengan kolose 3, hendaknya meningkatkan kualitas di tahun 2013 dan punyailah moto &lt;em&gt;Quality is mine,&lt;/em&gt;” tutupnya. Di kesempatan yang sama, Prof. Dr. J. E Sahetapy, S.H., M.A. selaku Ketua Pengurus YPTK Petra menyampaikan beberapa hal pencapaian yang diperoleh selama tahun 2012, salah satunya penyediaan tempat dan fasilitas untuk pendidikan yang sudah sesuai dengan tridharma serta pembebasan lahan 57 hektar sebagai kampus kedua di daerah Sidoarjo. Sahetapy mengkritisi bahwa pengelola pendidikan tinggi harus tanggap terhadap arus perubahan yang radikal dan cepat. ”Maka dari itu, kita mulai dari pimpinan teratas hingga bawah harus saling mengingatkan untuk mendidik diri sendiri dalam kejujuran dan keberanian dalam kebenaran untuk Tuhan,” imbau Sahetapy dengan tegas. Kiranya di tahun 2013 ini, dengan kerendahan hati dan berintegritas, marilah kita saling bahu membahu membangun universitas kita. (Aj) &lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 15 Jan 2013 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/temu-kasih-dan-ramah-tamah-awal-tahun-2013-bekerja-seperti-untuk-tuhan/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Kenalkan Budaya di Festival Seruling Purnama</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/kenalkan-budaya-di-festival-seruling-purnama/</link>
			<description>&lt;p&gt;Pagelaran Purnama Seruling Penataran (PSP) yang diadakan Pemerintah Kabupaten Blitar pada 29 November 2012 lalu kedatangan tamu-tamu spesial sebagai pengisi acara. Adalah tujuh mahasiswa asing dari program Darmasiswa berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur hadir sebagai pengisi acara kolosal ini. Dua diantarannya berasal dari UK Petra.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Mahasiswa asal Slovakia, Erika Meszarosova dan mahasiswa asal Brazil, Pedro Henrique de Brito Borges menampilkan tarian bernama Mazurka dalam acara yang diadakan di areal candi Penataran ini. Tarian Mazurka merupakan jenis folk dance yang aslinya berasal dari Polandia namun telah tersebar keseluruh benua Eropa terutama di Eropa Timur. Mazurka merupakan tarian yang dilakukan secara berpasangan serta gerakannya hanya berupa ketukan kaki dan tungkai. Tarian ini biasa ditampilkan dalam acara-acara diplomatik atau jamuan kaum bangsawan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Renny Novemsy Dese selaku Kepala Bagian Kerjasama Luar Negeri, BAKP, UK Petra mengatakan bahwa keikutsertaan dua mahasiswa asing UK Petra itu adalah buah kerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur. &quot; Awalnya kami sering datang dan mengajak para mahasiswa asing UK Petra dalam acara kebudayaan yang diadakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemprov salah satunya ulang tahun Provinsi tahun lalu. Tujuannya adalah untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia, khususnya keanekaragaman budaya di Jawa Timur bagi para mahasiswa asing ini. Dari sana kami dapat undangan untuk mengisi acara-acara terutama yang berhubungan dengan pariwisata Jawa Timur,&quot; ujar perempuan berkacamata ini. Setelah itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata pun mengajak UK Petra untuk mengisi pagelaran PSP ini bekerjasama dengan pemerintah kabupaten Blitar.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Uniknya, dari banyak universitas yang mengikuti program Darmasiswa di Surabaya, UK Petra adalah satu-satunya yang diundang di acara tersebut. Menurut Renny hal ini mungkin dikarenakan dalam PSP kali ini Pemprov menginginkan adanya partisipasi dalam bentuk pertukaran budaya bukan sekedar pengenalan budaya. &quot; Pemprov ingin supaya mahasiswa asing yang datang tak hanya menjadi penonton tetapi juga menunjukkan kemampuan mereka dalam mengenalkan budaya asli masing-masing. Bisa dalam bentuk nyanyian maupun tarian. Kebetulan mahasiswa Darmasiswa kami ada yang bisa menari,&quot; ujar Renny.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Seusai acara, rombongan UK Petra beserta universitas lain mendapatkan kehormatan untuk menghadiri jamuan makan malam di rumah dinas Bupati Blitar. Rombongan disambut oleh Wima Brahmantya selaku ketua panitia Purnama Seruling Penataran, yang juga adalah putra dari Bupati H. Herry Noegroho, SE, MH. Keesokan harinya rombongan juga diajak untuk mengunjungi makam Proklamator RI, Ir Soekarno.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dalam waktu dekat ini, menurut Renny, mahasiswa Darmasiswa UK Petra akan kembali berpartisipasi lagi dalam kegiatan non akademis seperti ini. &quot; Akan ada empat mahasiswa asing UK Petra yang akan ikut COP perdana di Kupang nanti juga kami akan mempersiapkan pertunjukan untuk Petra Parade 2013,&quot; tutup Renny. Seperti apa pertunjukan mereka dalam PP 2013? Kita tunggu saja aksi mereka. (Chriz)&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 15 Jan 2013 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/kenalkan-budaya-di-festival-seruling-purnama/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Mencermati Bencana Banjir </title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/mencermati-bencana-banjir/</link>
			<description>&lt;p&gt;Bencana banjir di Ibu Kota tidak saja mencerminkan akumulasi kerusakan lingkungan namun juga buruknya sistem drainase negara kita. Sebagai ikon Indonesia, banjir di Jakarta menunjukkan kelalaian pemerintah serta masyarakat untuk merumuskan solusi yang tepat bagi bencana tahunan ini. Di Surabaya, beberapa pusat kota yang rawan banjir antara lain Mayjend. Sungkono, Tenggilis, Manukan serta daerah Kalianak. Banjir tidak saja menimbulkan kerugian material, psikis melainkan juga kerugian sosial. Dalam edisi ini, secara khusus tim DP menurunkan liputan tentang solusi dan prevensi meluapnya banjir. Kami berhasil menemui Ir. Ruslan Djajadi, M. Eng dan Ir. Prasetio Sudjarwo, M. Eng untuk mengulas tentang banjir.   &lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“Jika terjadi banjir di Surabaya itu berarti merupakan banjir kiriman sebab sungai di Surabaya meluap. Jadi selama kali di Surabaya misalnya seperti sungai Wonokromo masih mampu menampung aliran air maka tidak akan terjadi banjir seperti di Jakarta”, ungkap Ruslan di sela – sela kesibukannya saat tim DP menemui di ruang kerjanya. Ruslan merinci, sungai yang menuju ke Surabaya adalah sungai Brantas, dimana akhirnya bermuara Kalimas dan Kali Wonokromo. Diusahakan agar air dilewatkan kali Porong, dan tidak melewati sungai yang menuju Surabaya. Demikian pula muaranya, Kali Surabaya tidak dilewatkan Kalimas tetapi melewati Kali Wonokromo yang merupakan Banjir Kanal. Ini dilakukan sebagai salah satu cara agar air dari sungai tidak sampai ke kota. Sependapat dengan Ruslan, Sudjarwo berkeyakinan Surabaya tidak akan mengalami banjir seperti di Jakarta. Diperlukan penertiban di beberapa daerah bantaran &lt;em&gt;kali&lt;/em&gt; agar semuanya sesuai dengan aturan. “Jika terjadi hujan deras pun yang datangnya terus menerus, paling hanya genangan-genangan lokal yang tak terelakkan di beberapa sudut kota seperti di jalan Kutai, Darmo dan Mayjen Sungkono”, ujar Sudjarwo.  &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Terjadinya beberapa genangan disebabkan ketinggian tanahnya yang sangat rendah di bandingkan dengan elevasi air, “Sejak dahulu sebelum dijadikan daerah pemukiman tanahnya tidak di&lt;em&gt;urug&lt;/em&gt; terlebih dahulu sehingga akibatnya terjadi genangan -genangan”, kata Ruslan yang mengajar di UK Petra sejak tahun 1975 ini. Dengan adanya beberapa rumah pompa yang mulai gencar di operasikan secara maksimal ini membantu air agar tidak semakin banyak menggenang di jalanan. Sudjarwo menambahkan, seringkali banjir timbul di suatu area disebabkan tempat tersebut dulunya adalah tanah – tanah kosong yang merupakan tempat resapan air hujan dan setelah ada pemukiman menyebabkan hujan meluber di sekelilingnya. “Sebaiknya sebelum mendirikan bangunan dibuatkan terlebih dahulu saluran untuk menyalurkan air hujan ke Kali yang terdekat”, urai Sudjarwo mengajar Mekanika Fluida ini. Menurut Ruslan yang pernah menjadi salah satu tim Drainase Kota ini menyebutkan Surabaya saat ini sedang menjalankan &lt;em&gt;Surabaya Drainage Master Plan&lt;/em&gt; (SDMP) yang berlaku hingga tahun 2018 untuk menyiasati banjir, salah satu contohnya dengan melakukan pelebaran saluran.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Lantas, bagaimanakah sebenarnya pencegahan bahaya banjir ? Ruslan dan Sudjarwo sepakat ada tiga hal, “Kesadaran penduduk Surabaya untuk membuang sampah pada tempatnya harus lebih ditingkatkan sebab sampah -sampah ini akan menutup saluran air. Untuk membersihkan sampah di saluran tersebut lebih sulit jika dibandingkan dengan membersihkan sampah di tempat sampah. Tak lupa, masyarakat secara berkesinambungan menggalakkan kerja bakti seperti mengeruk endapan-endapan lumpur di sekitar lingkungan rumah. Dan yang tak kalah pentingnya, jangan mengambil daerah milik saluran dengan mendirikan rumah atau digunakan untuk berjualan” tutup kedua dosen yang menyelesaikan masternya  di Asian Institute of Technology (AIT), Bangkok. (Aj)&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 29 Jan 2013 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/mencermati-bencana-banjir/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Prayogo Edward Limengka : Kritisi Gaya Hidup Indonesia Berlaga Korea </title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/prayogo-edward-limengka-kritisi-gaya-hidup-indonesia-berlaga-korea/</link>
			<description>&lt;p&gt;&lt;em&gt;Gangnam Style&lt;/em&gt; ? Siapakah yang tak mengenalnya ? Hampir semua anak-anak sampai orang tua bisa memperagakan tarian asal negeri Ginseng itu. &lt;em&gt;Gangnam style&lt;/em&gt; hanya salah satu, masih banyak produk budaya Korea lainya yang menjadi kegemaran para remaja di tanah air. Merebaknya budaya Korea akhir-akhir ini pula yang kemudian menggelitik Prayogo Edward Limengka, mahasiswa Sastra Inggris angkatan 2009 untuk menuangkan opininya dalam tajuk “&lt;em&gt;K-Pop and University’s Students Lifestyle: Decoding Korean Popular Culture&lt;/em&gt;”. Karya Prayogo merupakan satu-satunya karya mahasiswa strata satu yang berhasil  dipresentasikan dalam simposium internasional yang diadakan oleh University of Nottingham-Kuala Lumpur, Malaysia pada 10 Januari lalu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sejumlah 11 mahasiswa master dan doktoral yang berasal dari beberapa belahan negara lolos mengikuti simposium yang mengangkat topik “&lt;em&gt;The Korean Wave in Southeast Asia: Consumption and Cultural Production&lt;/em&gt;” ini. Simposium ini mengajak para intelektual muda untuk mencermati “&lt;em&gt;Korean Wave&lt;/em&gt;” (&lt;em&gt;Hallyu&lt;/em&gt;) di Asia Tenggara. Sebagai satu-satunya wakil dari UK Petra, ia patut berbangga dengan prestasinya. “Kebanggaan tersendiri bagi saya bisa berada di luar negeri untuk berdiskusi tentang karya ilmiah”, tuturnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Saat pertama kali mengetahui akan diadakan simposium internasional ini, mahasiswa asal Semarang ini merasa tertantang untuk mengirimkan&lt;em&gt; paper&lt;/em&gt;nya. Semula ia sempat ragu-ragu karena Edward, demikian ia kerap dipanggil, yakin bahwa banyak mahasiswa yang tertarik mengikuti acara tersebut. Namun tekadnya jauh lebih besar daripada kekuatirannya. Alhasil, pada Desember lalu, pria kelahiran Makassar ini akhirnya mendapat jawaban yang menggembirakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dalam karyanya Edward menerangkan bahwa konsumsi mahasiswa terhadap drama, &lt;em&gt;music video&lt;/em&gt;, dan &lt;em&gt;reality show&lt;/em&gt; Korea mempengaruhi &lt;em&gt;lifestyle&lt;/em&gt; mahasiswa. Apa saja yang terpengaruh? Edward menjelaskan bahwa ada tiga hal besar. Pertama, penampilan, dalam hal ini busana dan model rambut. Kedua, perekonomian, banyak mahasiswa yang menjual barang-barang berbau Korea. Ketiga, identitas, meskipun sebagai orang Indonesia, mahasiswa lebih tertarik untuk mempelajari budaya Korea dari pada budaya lokal. Edward juga mengkritisi bahwa manusia memang memiliki hak bebas untuk memilih dan menentukan namun hendaknya hal-hal tersebut disaring terlebih dahulu dengan pemikiran yang kritis. &lt;strong&gt;(Kev)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 29 Jan 2013 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/prayogo-edward-limengka-kritisi-gaya-hidup-indonesia-berlaga-korea/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Prestasi Handy Budiono dan Yohanes Christian Nugroho :  Modifikasikan Motor Menjadi Sepeda </title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/prestasi-handy-budiono-dan-yohanes-christian-nugroho-modifikasikan-motor-menjadi-sepeda/</link>
			<description>&lt;p&gt;Carut Marut BBM bukan menjadi masalah bagi Handy Budiono dan Yohanes Christian Nugroho. Dua mahasiswa Desain Komunikasi Visual (CKV) angkatan 2010 ini punya cara jitu untuk mengatasinya ? Mau tahu seperti apa ? Simak saja karya keduanya yang sukses menggandol juara tiga dalam lomba Caraka Festival Kreatif Mahasiswa yang diadakan di Semarang pada Desember lalu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Karya Handy dan Yohanes yang berjudul “Modifikasi Gaya Hidup” ini mengajak agar setiap orang harus bersedia berubah jika lingkungan berubah. Artinya bahwa manusia harus adaptif dengan lingkungannya. Kelangkaan BBM misalnya,  digambarkan menjadi kepanikan bagi banyak orang namun tidak perlu panik jika orang mau menggunakan moda lain yang lebih ramah lingkungan. Ide ini divisualisasikan oleh Handy dan Yohanes dengan mengotak-atik sebuah kata, motor. Motor ala Handy dan Yohanes dimodifikasi menjadai sebuah moda roda dua yaitu sepeda. “Kami memainkan komposisi kata motor. Motor memiliki dua huruf O, yang bisa dimanfaatkan menjadi dua buah roda”, tegas Handy. Pesan karya poster mereka, “Orang tidak perlu pusing dengan BBM jika mau sedikit lebih repot dengan menggayuh sepeda”, pungkas mereka. Handy dan Yohanes juga mengakui bahwa karya mereka tergolong dibuat dengan cepat dan terburu-buru. Mereka bahkan tidak menyangka akan lolos memperoleh perunggu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;            Kompetisi bergengsi di kalangan pelaku seni ini membanggakan bagi keduanya sebab kompetisi ini diikuti oleh beberapa perguruan tinggi bergengsi. Juara pertama berhasil diraih oleh tim dari Universitas Atmajaya, Yogyakarta sedangkan &lt;em&gt;runner up&lt;/em&gt; sukses dicapai oleh tim dari ITB, Bandung. &lt;strong&gt;(Stefan)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 29 Jan 2013 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/prestasi-handy-budiono-dan-yohanes-christian-nugroho-modifikasikan-motor-menjadi-sepeda/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Wisudawan Cumlaude</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/wisudawan-cumlaude/</link>
			<description>&lt;p&gt;Bagaimana jadinya bila hobi kita bisa dijadikan sebuah penelitian dalam tugas akhir? Pernyataan tersebut yang telah dilakukan oleh Levina Djajadi wisudawan dari Program Studi Sastra Inggris ini. Perempuan yang memang mempunyai hobi bermain &lt;em&gt;game&lt;/em&gt;ini sempat memikirkan sebuah ide cemerlang untuk menjadikan kesenangannya sebagai topik dalam penelitian skripsinya. “Aku kan memang suka main &lt;em&gt;game, &lt;/em&gt;terutama yang fokus ke cerita yang menyangkut psikologi, motologi, dan filosofi. Salah satunya ada pada permainan &lt;em&gt;Xenosaga,” &lt;/em&gt;tutur anak pertama ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Felycia Putri Suparno&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Mahasiswa &lt;em&gt;Cumlaude &lt;/em&gt;Fakultas Ekonomi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;            Perkembangan bisnis sektor ritel di Surabaya ini  berkembang dengan pesat dan pusat perbelanjaan pun tersebar dengan  luasnya. Hal tersebut, yang melandasi wisudawan peraih IP Tertinggi se  Fakultas Ekonomi dengan nilai 3,97 ini untuk mengerjakan skripsinya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;            “Awalnya kan aku ikut CMA. Kemudian, aku mulai  mendapatkan inspirasi dari sana. Itu pun sempat rundingan dengan dosen  program studi Akuntansi,” tuturFelycia Putri Suparno. Ia pun menemukan  sebuah judul skripsi, “Analisa Hubungan antara Intensitas Persaingan,  Ukuran Perusahaan, Organisasi Pembelajaran dengan Penggunaan Sistem  Informasi Akuntansi pada Sektor Ritel di Surabaya”.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;            Skripsi dari perempuan yang mempunyai keinginan membuka  Lembaga Bimbingan Belajar ini mempunyai tujuan untuk mengetahui hubungan  antara intensitas persaingan, ukuran perusahaan dan organisasi  pembelajaran dengan penggunaan SIA (Sistem Informasi Akuntansi). Proses  pengerjaan skripsinya tidak berjalan mulus begitu saja, karena ia pun  mendapati kendala dalam menyebarkan kuesioner. “Kan tuntutan dari dosen  disuruh menyebarkan kuesioner itu minim ke manajer-manajer pusat  perbelanjaan. Jadi, harus menghubungi dan bekerjar-kejaran dengan orang  super sibuk di pusat perbelanjaan,” kenangnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;            Perempuan yang mempunyai moto hidup, “&lt;em&gt;Faith is to believe what you do not yet see. The reward of this faith is to see what you believe,”&lt;/em&gt; ini  memberikan masukan bagi para mahasiswa UK Petra lainnya bahwa, “Selama  kita masih kuliah, manfaatkan waktu sebaik mungkin. Karena, waktu tidak  dapat dibeli maupun diputar kembali,” tutupnya. (roz)&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Merliana Tjondro, Fakultas Seni dan Desain&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p align=&quot;center&quot;&gt;&lt;strong&gt;Edukasi dalam Wahana Rekreasi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Jenuh adalah kendala utama yang biasanya terjadi saat kita mengerjakan tahapan akhir di perkuliahan yaitu proses mengerjakan skripsi. Beruntung kendala tersebut dapat diatasi dengan baik oleh Merliana Tjondro. Hingga akhirnya perempuan kelahiran 1990 ini dapat menjadi wisudawan &lt;em&gt;Cum&lt;/em&gt;&lt;em&gt; Laude &lt;/em&gt;dengan nilai 3,91 IPK tertinggi se Fakultas Seni dan Desain.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;                Dengan mengusung konsep mengenai sebuah wahana rekreasi dan edukatif, ia bertutur, “Awalnya aku kepikiran ingin membuat sarana edukasi wisata. Karena, di Surabaya ini masih minim sekali fasilitas seperti itu. Aku pun merasa kalau edukasi sangatlah penting untuk para generasi muda di Indonesia, tepatnya di Surabaya.” Dari ide dan juga konsep yang sudah matang tersebut, perempuan Program Studi Arsitektur ini menetapkan sebuah judul skripsi, yaitu “Wahana Rekreasi Edukatif Anatomi Fisiologi Tubuh Manusia di Surabaya,”.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; Setelah menemukan judul, ia pun memikirkan isi dari wahana rekreasi tersebut. Mulai dari, menyesuaikan dengan kebutuhan pengguna wahana ini di mana penyampaian informasi dengan cara yang berbeda akan menciptakan suatu persepsi yang berbeda pula pada diri individu. Jadi, perempuan yang mempunyai impian memiliki usaha dekorasi &lt;em&gt;hampers &lt;/em&gt;ini akan membagi wahana rekreasi tersebut menjadi tiga zona dengan tingkatan usia mulai dari anak-anak hingga dewasa.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;                Proses pengerjaan skripsi ini menghabiskan waktu satu semester penuh, sekitar empat bulan pengerjaannya dan sebulan untuk tahapan akhir proposal. Anak ke dua dari tiga bersaudara ini sempat mengalami &lt;em&gt;down&lt;/em&gt; ketika ia mendapatkan kritik oleh salah seorang dosen bahwa, “Ya, dibilang kalau yang aku desain ini cuma kayak fantasi saja. Tidak akan bisa diterapkan di dunia nyata, apalagi dosen ini sudah tidak mau mendengarkan penjelasanku lagi.” Ia pun sempat lesu mendengar komentar dosen itu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Selain sempat mengalami &lt;em&gt;down&lt;/em&gt;, Merliana juga mendapatkan pengalaman berharga yang tidak akan terlupakan. “Iya, saya menghabiskan waktu saya bersama teman-teman seperjuangan setiap hari. Kami saling &lt;em&gt;share, &lt;/em&gt;mengkritik, memberikan masukan juga, serta tidak lupa untuk selalu memberikan semangat,” kenangnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ia pun mempunyai moto hidup yang selalu dipegangnya, dalam menjalani kehidupan “Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana,” tuturnya yang diambil dari kitab Amsal 19:21. (roz)&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Jaceline Wongsonegoro&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Teknologi Informasi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Awal mula masuk UK Petra atas saran dari orang tua; dan, Jaceline hanya mendaftar (1) satu universitas, yaitu UK Petra dengan pilihan jurusan Teknologi Informasi dan Akuntansi. Karena orang tua berharap ia masuk jurusan Teknologi Informasi, Jaceline memberanikan diri masuk di jurusan Teknologi Informasi. “Dalam hal belajar saya memiliki strategi yaitu belajar mandiri secara aktif dan kreatif di mana saat kuliah mempelajari materi yang diberikan oleh dosen dan di luar jam kuliah saya mencari materi yang sama dari sumber yang berbeda dan juga materi lain yang berkaitan lalu mempelajarinya,” ungkap perempuan yang memiliki IPK 3,83 ini. Judul skripsi yang dibuat “Aplikasi &lt;em&gt;Mobile&lt;/em&gt; Spektra Pada Platform Android Menggunakan Web &lt;em&gt;Services&lt;/em&gt;” di mana skripsi ini dibuat untuk merancang dan membangun aplikasi Android untuk perpustakaan UK Petra. Dari aplikasi ini pengguna umum dapat melakukan pencarian buku, mengakses koleksi digital, dan &lt;em&gt;online&lt;/em&gt; jurnal. Untuk staf, dosen maupun mahasiswa UK Petra yang memiliki &lt;em&gt;email&lt;/em&gt; Petra dapat melakukan &lt;em&gt;login&lt;/em&gt; dengan alamat &lt;em&gt;email&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;password email&lt;/em&gt;Petra sehingga dapat mengakses fitur khusus yaitu&lt;em&gt;favourite&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;reference note&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;rating&lt;/em&gt;, order dan &lt;em&gt;comment&lt;/em&gt;. Demi keamanan data perpustakaan,  akses ke server perpustakaan dilakukan melalui web &lt;em&gt;services&lt;/em&gt; yang dibangun dengan menggunakan &lt;em&gt;protocol Simple Object Access Protocol&lt;/em&gt; (SOAP).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“Banyak sekali yang diperoleh dari perkuliahan selama 3,5 tahun. Saya memperoleh pengetahuan di bidang informatika, pengalaman organisasi, dan peningkatan dalam &lt;em&gt;softskill&lt;/em&gt; khususnya di &lt;em&gt;leadership&lt;/em&gt; dan komunikasi,” ujar perempuan kelahiran 24 Desember 1990 ini.Pemrograman &lt;em&gt;Mobile Device&lt;/em&gt; merupakan mata kuliah yang paling disukai karena mahasiswa diajarkan tentangpemrograman aplikasi yang dapat berjalan pada&lt;em&gt;smartphone&lt;/em&gt; seperti android. Pesan buat UK Petra,“pertahankan kualitas akademik yang sudah baik dan perluas lingkup pendidikan lewat pembukaan jurusan baru maupun program studi S2.” (Stefan)&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Levina Djajadi, Fakultas Sastra&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p align=&quot;center&quot;&gt;&lt;strong&gt;Skripsiku adalah Kesenanganku&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bagaimana jadinya bila hobi kita bisa dijadikan sebuah penelitian  dalam tugas akhir? Pernyataan tersebut yang telah dilakukan oleh Levina  Djajadi wisudawan dari Program Studi Sastra Inggris ini. Perempuan yang  memang mempunyai hobi bermain &lt;em&gt;game&lt;/em&gt;ini sempat memikirkan sebuah  ide cemerlang untuk menjadikan kesenangannya sebagai topik dalam  penelitian skripsinya. “Aku kan memang suka main &lt;em&gt;game, &lt;/em&gt;terutama yang fokus ke cerita yang menyangkut psikologi, motologi, dan filosofi. Salah satunya ada pada permainan &lt;em&gt;Xenosaga,” &lt;/em&gt;tutur anak pertama ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;                Dari situ, perempuan yang lahir ditahun 1990 ini mencermati ada sebuah isu yang paling menonjol dalam permainan&lt;em&gt;Xenosaga&lt;/em&gt;&lt;em&gt;, &lt;/em&gt;yaitu  dalam sebuah hubungan karakter utamanya Shiondan Android Kos-Mos.  Berawal dari situlah, ia ingin menganalisiskekosongan cinta dan harapan  Shion yang akhirnya membuatnya mengalihkan kekosongannya dalam sebuah  android Kos-Mos. “Aku menggunakan pendekatan psikologi dan menyimpulkan  bahwa, kekosongan cinta dan harapan Shion disebabkan oleh trauma masa  lalunya yang juga membuatnya menderita PTSD (&lt;em&gt;Post-traumatic Stress Disorder)&lt;/em&gt;”.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;                Konsep tersebut akhirnya menuntunnya ke sebuah judul, yaitu “&lt;em&gt;The Absence of Love and Hopes of Shion Uzuki in The Xenosaga Trilogy”&lt;/em&gt;;  dan tugas akhirnya ini dapat mengantarkannya memperoleh IPK tertinggi  se Fakultas Sastra dengan nilai 3,92. Tentunya tidak mudah bagi  perempuan yang mempunyai dua adik ini dalam menyelesaikan skripsinya.  “Aku harus membaca lebih dari 700 halaman transkrip cerita &lt;em&gt;video game &lt;/em&gt;Xenosaga  sambil berkonsentrasi mencari bagian yang cocok untuk menjadi bukti  analisisku,” kenangnya. Tidak hanya itu saja, ia mendapat tugas untuk  mencari bukti lagi. Jadi, Levina harus membaca lagi 1000 halaman.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;                Untuk terus semangat dan tidak mudah putus asa dalam  melakukan segala sesuatunya, Levina Djajadi mempunyai moto, “&lt;em&gt;When there is a will, there is a way”&lt;/em&gt; ungkapnya. (roz)&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Cinderawati Sugiwinartiningsih&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Mahasiswa &lt;em&gt;Cumlaude &lt;/em&gt;Fakultas Seni dan Desain&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p align=&quot;center&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;br/&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Terinspirasi Dari &quot; &lt;em&gt;The Soul of Hanok&lt;/em&gt;&quot;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Demam Korea yang menjangkiti Cinderawati Sugiwinartiningsih ternyata memiliki efek positif. Kesenangannya akan &lt;em&gt;fashion&lt;/em&gt; maupun film dari negeri ginseng itu menginspirasi karya Tugas Akhirnya berupa perancangan pusat perbelanjaan Korea di Surabaya. Karyanya pun mendapatkan apresiasi luar biasa sehingga turut andil dalam mendongkrak IPK nya menjadi yang tertinggi di Fakultas Seni dan Desain dalam wisuda ke 63 ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Gadis yang akrab dipanggil Chen-Chen ini memakai konsep &quot; &lt;em&gt;The Soul of Hanok&lt;/em&gt;&quot;. &lt;em&gt;Hanok &lt;/em&gt;yang merupakan rumah tradisional Korea dipilih sebab ciri khasnya yang memanfaatkan pencahayaan alami serta penghematan energi. &quot; Ciri khas &lt;em&gt;hanok &lt;/em&gt;adalah dibangun menghadap timur dan selatan sehingga mendapat pencahayaan alami, maka aplikasi desainnya adalah berupa penghematan energi.&quot; ujarnya. Selain itu dia mengambil inspirasi dari&lt;em&gt;departement store&lt;/em&gt; Korea yang ada di luar negeri.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Nantinya gadis asal Mojokerto ini ingin lebih menekuni desain interior &lt;em&gt;retail. &lt;/em&gt;Menurutnya, bidang retail lebih menarik karena lebih variatif dan ide bisa keluar semua. Selain itu dia bercita-cita untuk membuat perusahaan desain sendiri karena prospeknya lebih baik. (Chriz)&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Rony Wijaya&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Ilmu Komunikasi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“Awalnya saya mendaftar dan mengikuti tes ketika UK Petra berpartisipasi dalam pameran Gramedia Expo di DP Mall Semarang; akhirnya pengumuman keluar dan saya diterima,” ujar pria asal Semarang ini mengawali kisahnya. Mengakhiri studinya, Rony mengangkat tentang “&lt;em&gt;Anxiety Uncertainty Management&lt;/em&gt; Mahasiswi InHolland Program Studi Manajemen Bisnis Internasional Universitas Kristen Petra” sebagai karya tugas akhirnya. Skripsinya ini membahas tentang sisi lain dari komunikasi lintas budaya untuk mahasiswa asing yang sedang menempuh studi di UK Petra, khususnya pada mahasiswa InHolland yang merupakan &lt;em&gt;partner&lt;/em&gt; UK Petra dalam &lt;em&gt;Double Degree Program&lt;/em&gt;.  &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“Saya sangat senang karena di bangku perkuliahan ini dapat membanggakan kedua orang tua dalam bidang akademik dengan prestasi &lt;em&gt;cumlaude&lt;/em&gt;. Selain itu, selama di UK Petra saya juga berproses dalam kegiatan kepanitiaan dan organisasi untuk mengembangkan &lt;em&gt;soft-skill&lt;/em&gt;”, ujar peraih IPK 3,69 ini. Pengalaman berkesan selama di UK Petra adalah saat menjadi panitia P3KMABA selama tiga tahun. Dalam kegiatan tersebut, ia dapat belajar banyak hal seperti mengatasi kendala saat berinteraksi dengan orang lain, mengenal banyak teman dari program studi lain, dan tidak mementingkan kepentingan diri sendiri.  (Stefan)&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;br/&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 19 Feb 2013 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/wisudawan-cumlaude/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Keliling Eropa Berkat Double Degree </title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/keliling-eropa-berkat-double-degree/</link>
			<description>&lt;p&gt;Siapa yang tidak mau mendapat kesempatan untuk studi&lt;em&gt; &lt;/em&gt;di luar negeri? Hampir semua orang tidak akan menolak jika mendapatkan kesempatan yang berharga ini. Seperti yang diperoleh beberapa mahasiswa UK Petra ini. Salah satu dari mereka adalah Finde Xumara dan Surya Wijaya Madjid, dua orang sahabat kelahiran Banjarmasin ini tak ragu lagi untuk mengambil peluang yang belum tentu bisa diperoleh orang lain. Setelah satu tahun di Belanda duo dari program studi informatika ini akhirnya berhasil menyelesaikan studi &lt;em&gt;double degree&lt;/em&gt;nya di Fontys University dengan gemilang di tahun 2010 lalu dan mendapatkan gelar “&lt;em&gt;Ingenieur&lt;/em&gt;” (Ing.) dari Fontys University serta “S.Kom” dari UK Petra.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; “Seru, banyak temen baru, lingkungan baru dan budaya yang baru”, ungkap Finde. Contohnya saja, dalam mengerjakan tugas kuliah, setiap &lt;em&gt;meeting&lt;/em&gt;nya ada pembagian tugas sendiri, ada yang memimpin &lt;em&gt;meeting&lt;/em&gt;, sekretaris, hingga &lt;em&gt;progress&lt;/em&gt; tiap &lt;em&gt;meeting&lt;/em&gt; dicatat dengan lengkap. Pria berambut &lt;em&gt;gondrong&lt;/em&gt; ini juga mendapatkan beasiswa dari Dikti. “Jadi hanya perlu membayar 50% saja uang kuliah di Belanda, sisanya bisa kita lunasi setelah 2 tahun kita mendapat pekerjaan. Tapi tidak perlu takut, kesempatan untuk kerja di sana cukup besar dengan gaji yang tinggi tentunya, magang saja dapat gaji yang lumayan”, lanjutnya. Finde sekarang sudah bekerja di Belanda, dengan uang yang didapatkannya dia sudah bisa melunasi uang kuliahnya dan berkelilling ke Itali, Perancis, Jerman, Belgia, Swiss dan banyak lagi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Demikian pula yang dialami Surya. Hanya dalam kurun 4 bulan bekerja di sana, Surya sudah berhasil melunasi uang kuliahnya. Bagi penggemar makanan berkuah ini, banyak hal yang dia peroleh selama program &lt;em&gt;double degree&lt;/em&gt;, antara lain mendapatkan kesempatan ke luar negeri, belajar cara berpikir negara lain dan &lt;em&gt;lifestyle &lt;/em&gt;di sana. Surya juga mengakui bahwa di sana banyak tersedia pekerjaan profesional yang menarik di bidang informatika. “Saya belajar untuk berani mengambil kesempatan yang sepertinya sederhana namun ternyata banyak manfaat serta hasilnya”, pungkas Surya. &lt;strong&gt;(Kev)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 19 Feb 2013 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/keliling-eropa-berkat-double-degree/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Menciptakan Perilaku dalam Petra Greeners</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/menciptakan-perilaku-dalam-petra-greeners/</link>
			<description>&lt;p&gt;Sukses menggelar pameran pekan peduli isu-isu dalam kampus di UK Petra, seperti menyontek, macet dan membuang sampah pada tempatnya. Unit Persekutuan Jurusan (UPJ) yang biasanya berkecimpung dalam hal persekutuan-persekutuan rohani di tiap Program Studi, kini mampu menjadi pelopor dalam menerapkan bukti keimanan mereka di luar pertemuan-pertemuan ibadah. Salah satu kegiatan pertama mereka adalah Petra Greeners. “Ide Petra &lt;em&gt;Greeners&lt;/em&gt; ini muncul dari Ketua LPPM UK Petra yaitu Prof. Ir. Lilianny Sigit Arifin, M.Sc., Ph.D. yang secara tidak sengaja mengajak kami untuk membahas kegiatan yang telah kami lakukan sebelumnya, seperti efesiensi sampah. Akhirnya dari sinilah terbentuk duta Petra &lt;em&gt;Greeners&lt;/em&gt; yang bertugas untuk mengefesiensikan sampah kertas, air, dan energi di kantin agar dipilah sesuai dengan jenisnya,” tutur Agnes Yustivani, salah seorang agen Petra &lt;em&gt;Greeners&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;            Pada saat kebaktian universitas perdana tanggal 18 Februari yang lalu, sebanyak lima orang perwakilan dari Fakultas yang ada di UK Petra dinobatkan sebagai duta Petra Greeners dan secara otomatis mendapatkan tanggung jawab penuh dalam efisiensi sampah di semua kantin yang ada di kampus Petra. Jumlah Duta &lt;em&gt;Greeners&lt;/em&gt; ini semakin bertambah banyak tiap harinya dan sampai saat ini telah mencapai 55 mahasiswa UK Petra. Jumat, 1 Maret 2013 lalu pemakaian rak sampah perdana diresmikan langsung oleh Rektor UK Petra, Prof. Ir. Rolly Intan M.A.Sc., Dr. Eng. Siang itu, Rolly bersama dengan para dekan, kepala unit dan rektorat makan siang bersama di kantin P. Setelah itu, mereka memberikan contoh pada segenap sivitas untuk memilah sisa makanan untuk diletakkan sesuai yang ada di dalam rak &lt;em&gt;Wastie&lt;/em&gt; kemudian meletakkan alat makan di tempat yang telah disediakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Rak &lt;em&gt;wastie&lt;/em&gt; ini terbagi menjadi tiga bagian tempat sampah dan tempat meletakkan alat makan yang kotor. Rak sampah pertama (&lt;em&gt;Liquid Waste&lt;/em&gt;) yang berwarna putih tersebut dikhususkan sampah cair seperti sisa air mineral. Sedangkan rak kedua (&lt;em&gt;Organic Waste&lt;/em&gt;) berwarna hijau diperuntukkan sampah organik seperti sisa tulang ikan atau sayur. Bagian yang terakhir berwarna biru (&lt;em&gt;Unorganic waste&lt;/em&gt;) khusus bagi sampah yang tidak bisa didaur ulang seperti plastik dan batrei. “Kegiatan seperti ini mampu membentuk perilaku kita menjadi sebuah budaya. Jika perilaku tersebut sudah menjadi sebuah budaya dalam diri kita, maka kegiatan ini bisa dikatakan sudah efektif. Sebuah institusi pendidikan sudah saatnya menjadi pelopor untuk membawa perubahan positif ini. Bukan hanya &lt;em&gt;show off &lt;/em&gt;saja, tapi mampu mengubah perilaku manusia. Jadi, setelah para mahasiswa keluar dari dunia pendidikan ini, mereka bisa membawa perubahan di dalam lingkungan luar dan keluarga mereka sendiri,” rinci Rolly. Tentunya Petra Greeners ini harus terus berjalan dan kita harus menerapkannya mulai diri kita sendiri. &lt;strong&gt;(roz)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 05 Mar 2013 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/menciptakan-perilaku-dalam-petra-greeners/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Mengenalkan Arsitektur Sejak Dini</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/mengenalkan-arsitektur-sejak-dini/</link>
			<description>&lt;p&gt;“Aku kepingin pintar biar jadi dokter”, itulah penggalan lagu anak Ria Enes yang sangat terkenal di kalangan anak – anak. Dokter, guru, presiden, polisi dan pilot adalah beberapa profesi yang sangat &lt;em&gt;famil&lt;/em&gt;&lt;em&gt;i&lt;/em&gt;&lt;em&gt;er&lt;/em&gt; di kalangan anak – anak. Padahal ada banyak sekali profesi yang bisa ditekuni salah satunya profesi Arsitektur. Yah, memang profesi Arsitektur memang belum &lt;em&gt;familier&lt;/em&gt; di kalangan anak – anak. Sadar akan hal ini, melalui mata kuliah Arsitektur Anak yang menggunakan metode &lt;em&gt;Service Learning&lt;/em&gt; ini di gagas oleh Christine Wiradinata, S.T, MASD bekerja sama dengan Hima Artra (Himpunan Mahasiswa Arsitektur Petra) dan LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) UK Petra menggelar program &lt;em&gt;Built Up Caring&lt;/em&gt; untuk mengenalkan profesi Arsitektur sejak dini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Program ini dimulai selama lima hari berturut – turut sejak 12-16 Februari yang lalu di TK Bina Insani, Siwalankerto. Banyak hal yang dilakukan oleh para mahasiswa ini mulai dari &lt;em&gt;story telling&lt;/em&gt;, permainan jejak di labirin, membuat maket hingga mozaik. Program yang mengusung tema &lt;em&gt;Together We Built for Children&lt;/em&gt; ini menggandeng kurang lebih 50 mahasiswa Arsitektur untuk berbagi ilmu yang sudah dipelajari. Salah satunya yang dilakukan mereka saat rabu pagi (13/2) dengan membuat maket yang diberi judul “rumah idamanku”. Bahan dasar telah disiapkan oleh para mahasiswa sebelumnya sedangkan anak – anak ini hanya menempel dan menggunting sesuai pola yang ada seperti membuat atap rumah, memilih warna tembok, jendela, “meski hanya membuat dalam bentuk maket yang sederhana akan tetapi melalui kegiatan ini anak diajak untuk mengenal tugas seorang Arsitek sekaligus belajar bentuk rumah yang sehat”, urai Emerentiana Gillian S selaku ketua panitia. Pengerjaan ini dilakukan secara berkelompok oleh para siswa TK Bina Insani dengan didampingi satu orang mahasiswa sebagai pendamping, fungsi tiap pendamping ini selain membantu pengerjaan juga menjelaskan fungsi tiap ruangan yang ada di sebuah rumah beserta dengan perabotan yang ada di dalamnya. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tak hanya itu saja di saat yang bersamaan jika anak belajar di sekolah maka para ibu pun juga mendapatkan pelatihan bagaimana menjaga lingkungan yang sehat di ruang Audio Visual perpustakaan gedung Radius Prawiro lantai 5 kampus UK Petra. Selain memberikan pengajaran, para mahasiswa Arsitektur UK Petra ini juga membuat mural di dinding TK. Memang jika di cermati, bangunan TK Bina Insani ini jika tampak luar warna yang ada di temboknya tak mencerminkan dunia anak – anak yang ceria, “diperlukan sekitar 30 orang mahasiswa untuk melakukan pengecatan ulang pada tembok TK ini”, tutup Christine Wiradinata, S.T, MASD.  (Aj)&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 05 Mar 2013 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/mengenalkan-arsitektur-sejak-dini/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Pekerjaan adalah Karya Tuhan</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/pekerjaan-adalah-karya-tuhan/</link>
			<description>&lt;p&gt;Menjadi seorang dosen perempuan di Program Studi Teknik Arsitektur merupakan pengalaman dan keistimewaan tersendiri bagi Prof. Ir. Lilianny Sigit Arifin, M.Sc., Ph.D. Ia tetap setia dan masih berkecimpung dalam dunia pendidikan dan pengajaran di UK Petra ini sejak tahun 1984.  Perempuan yang mempunyai dua anak ini ingin menjalin relasi dengan para mahasiswa didikannya. “Pengalaman saya menjadi seorang dosen, seperti mengasuh anak dalam jumlah yang besar. Saya memposisikan diri saya sebagai seorang sahabat untuk berbagi. Beberapa mahasiswa wali saya juga tak segan untuk menceritakan keluh kesah mereka. Tantangan menjadi dosen adalah bukan sekedar mengajar di depan kelas, tetapi berjalan bersama mereka untuk mengenal kehidupan melalui banyak kegiatan, baik itu melalui tugas tugas kelompok ataupun kegiatan kemahasiswaan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;                Perempuan yang kala itu (11/3) mengenakan kemeja putih juga membagi kisah hidupnya kepada tim Dwi Pekan. Sejak SMA pun, ia memang sudah aktif dalam dunia pengajaran yaitu menjadi seorang guru sekolah minggu.Pengalamannya saat aktif di SMA, hingga kuliah membuatnya belajar banyak hal tentang berorganiasi dan berelasi dengan orang lain. Bahkan keaktifannya sebagai seorang vinsensian yaitu pekerja social ST. Vinsensius A Paulo telah membawanya dekat dengan rakyat kecil. Maka dari itu, ketika ia terjun di dunia pendidikan untuk menjadi dosen, ia tidak berhenti hanya untuk mengajar, tetapi ia juga ingin mengabdi pada masyarakat kecil. “Pagi itu di bulan September 2009, Prof. Ir. Rolly Intan M.A.Sc., Dr. Eng menghubungi saya, dan menawarkan. Tanggungjawab baru untuk menjadi kepala di Lembaga Penjaminan Mutu atau Lembaga Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat/LPPM. Saya pun memutuskan untuk menjadi kepala LPPM, karena memang sudah jiwa saya senang menjalin relasi dengan orang banyak. Apalagi saat itu penelitian dan abdimas belum berkembang. Saya ingin memotivasi orang dan membantu mereka,” tutur perempuan yang mempunyai motto hidup yaitu Ora Et Labora. Ia menambahkan lakukan segala sesuatu dengan sungguh dan tulus, satu lagi yaitu jangan menunda pekerjaan ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;                Lalu, bagaimana dengan hubungan Prof. Ir. Lilianny Sigit Arifin, M.Sc., Ph.D  dengan keluarga? Apakah terbengkalai karena, begitu banyaknya kegiatan yang ia lakukan di UK Petra? Ternyata tidak sama sekali. Ia termasuk orang yang displin waktu dan selalu mengutamakan keluarga. Ia tidak mau melewatkan waktu begitu saja dengan anak-anaknya.  Saat  anak-anak masih usia SD sampai SMA, ia selalu mendampingi dan pulang sebelum anak-anaknya pulang sekolah. Tetapi, saat anak-anaknya sudah dewasa, ia pun merasa anak-anaknya mulai mempunyai kesibukan sendiri. “Walau pun anak saya sudah pada kuliah, saya masih konsisten tiap pagi menyiapkan sarapan dan bekal bagi mereka. Intinya dalam keluarga kami, harus meluangkan waktu setidaknya untuk sarapan bersama, karena kalau makan malam kadang anak-anak ada yang masih berkegiatan dan belum pulang. Jadi, di tiap harinya harus ada waktu untuk kebersamaan dalam keluarga dan ngobrol bareng ” ucapnya dengan tersenyum.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;                Perempuan yang sedang mencoba menulis buku rohani ini, ingin menjadi anak kesayangan Tuhan, karena kehidupannya sangat terberkati dan Tuhan memberikan banyak mujizat ketika ia membutuhkan pertolonganNya. Di akhir kesempatan berbincang dengan Prof Liliani (gelar) ia pun berkata bahwa, “Jangan sampai mengecewakan Tuhan. Apalagi Tuhan telah memberikan kita pekerjaan. Melalui pekerjaan itu, kita bisa bersaksi bahwa Tuhan berkarya dalam hidup kita. Jadi, bekerjalah dengan tulus dan jangan pamrih atau mengharapkan pujian. Percayalah bahwa kebahagiaan sejati akan muncul saat kita dapat membuat banyak orang  di sekitar kita tersenyum, dan itu datangnya hanya dari  Tuhan,” tutupnya. &lt;strong&gt;(Roz)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 19 Mar 2013 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/pekerjaan-adalah-karya-tuhan/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Retrovolution : Paduan Gaya Retro dan Modern</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/retrovolution-paduan-gaya-retro-dan-modern/</link>
			<description>&lt;p&gt;Seperti apakah generasi muda mengekspresikan gaya tempo dulu namun tetap eksentrik ? Design Festival 2013 bisa saja menjadi jawabannya. Design Festival 2013 yang digagas oleh Fakultas Seni dan Desain  mengangkat tajuk “Retrovolution”. Retrovolution berasal dari kata Retro dan Revolution, “dengan tema acara ini kami ingin mengajak generasi muda untuk melihat kembali gaya-gaya pada masa lalu terutama gaya Retro, lalu direvolusikan dengan gaya modern sehingga melahirkan gaya desain baru”, jelas Jefri Angkawijaya selaku ketua program Design Festival 2013.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Acara yang ingin mengajak berpikir kreatif dengan merevolusikan gaya retro menjadi gaya yang lebih modern ini berlangsung selama enam hari berturut – turut mulai tanggal 25 Februari hingga 2 Maret 2013 yang lalu. Lima cabang perlombaan menghiasi Design Festival kali ini mulai dari lomba mural, desain poster, desain sepatu, &lt;em&gt;rally games&lt;/em&gt;, desain interior &lt;em&gt;kitchen set&lt;/em&gt;hingga &lt;em&gt;fashion design&lt;/em&gt;. Acara yang bertaraf nasional ini dihadirikurang lebih 200 peserta yang berasal dari siswa SMA dan mahasiswa.“Hingga saat ini peserta yang terjauh berasal dari Riau. Dan tiap peserta diberikan kebebasan memaknai tiap tema kecil yang diberikan oleh panitia”, urai Jefri Angkawijaya selaku ketua panitia. Para jawaraditentukan dari kreativitas, originalitas dan kesesuaian dengan tema.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Penutupan acaraSabtu, 2 Maret 2013 yang lalu berlangsungtakkalah meriah, selain pengumuman para pemenang dari masing – masing cabang lomba juga digelarfashion show hasil karya lomba fashion design. Beberapa pemenang juarapertamauntuk lomba Poster diraih oleh Lidya Hartanto (UKP) sedangkan untuk lomba desain Sepatu diraih oleh Viona Paramita (UKP). Untuk lomba Kitchen Set dimenangkan oleh Cherlita Christianti (SMAK St. Hendrikus )sedangkan lomba Fashion berhasildimenangkanolehLisa Limanto &amp;amp; Hueynie Hariputra dari Arva School of Fashion. Juara lomba Muraloleh Viona Paramita, Timothy Istianto, Veryan Adhitama ( UKP )sertalomba Rally Games oleh Ronald Suhartono, Estefan Junaydi, Samuel Evan P ( UKP ). &lt;strong&gt;(Kev)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 19 Mar 2013 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/retrovolution-paduan-gaya-retro-dan-modern/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Akreditasi “A” untuk Perpustakaan UK. Petra  </title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/akreditasi-a-untuk-perpustakaan-uk-petra/</link>
			<description>&lt;p&gt;Keberhasilan mendapatkan pengakuan atau penghargaan berupa akreditasi merupakan suatu kebanggaan bagi Kepala Perpustakaan UK Petra. “Akreditasi ini merupakan program dari Perpustakaan Nasional RI (PNRI). Sebagai &lt;em&gt;pilot project&lt;/em&gt; PNRI mengambil satu perpustakaan untuk tiap jenisnya di tiap kota: perpustakaan perguruan tinggi, perpustakaan sekolah, perpustakaan khusus, dan perpustakaan umum. Untuk kategori perpustakaan perguruan tinggi di Surabaya, Universitas Kristen Petra mendapatkan kehormatan untuk diakreditasi dalam &lt;em&gt;pilot project&lt;/em&gt; ini,” ungkap Aditya Nugraha, M.S.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Untuk proses akreditasi ini, Perpustakaan UK Petra telah melakukan pengisian borang akreditasi dari PNRI. Borang mencakup sejumlah komponen dan Indikator perpustakaan perguruan tinggi di antaranya: layanan, kerjasama, koleksi, pengorganisasian materi perpustakaan, sumber daya manusia, gedung/ruang, sarana prasarana, anggaran, manajemen perpustakaan serta perawatan koleksi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Diraihnya nilai A untuk Akreditasi Perpustakaan ini merupakan salah satu tonggak sejarah yang dimulai sejak awal 1990an dengan mulai dikembangkannya otomasi  perpustakaan &amp;amp; &lt;em&gt;online catalog&lt;/em&gt;. Saat itu Perpustakaan UK Petra menjadi pelopor di Indonesia di bidang ini. Tonggak berikutnya di saat tahun 2004 dengan peluncuran &lt;em&gt;Digital Theses&lt;/em&gt;, yang merupakan perwujudan dari gerakan O&lt;em&gt;pen Acces&lt;/em&gt; terhadap &lt;em&gt;local content (resources &amp;amp; output&lt;/em&gt; intelektual kampus). &lt;em&gt;Digital Theses&lt;/em&gt; merupakan fenomena tersendiri saat itu mengingat belum adanya kampus lain di Indonesia yang meng-&lt;em&gt;open-access&lt;/em&gt; koleksi Skripsi/Tesis-nya. Ini berlanjut dengan dikembangkannya perpustakaan digital (&lt;em&gt;digital library&lt;/em&gt;) yang diberi nama Desa Informasi (&lt;em&gt;Information Village&lt;/em&gt;) yang berisi berbagai koleksi digital: &lt;em&gt;Digital Theses, eDIMENSI, Petra@rt Gallery, Petra Chronicle, Petra iPoster, Surabaya Memory&lt;/em&gt;, dan koleksi digital terbaru “&lt;em&gt;Chinese Indonesians&lt;/em&gt;“.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“Keberadaan Perpustakaan UK Petra sangat vital mengingat kontribusinya dalam penciptaan atmosfir akademik serta mitra dalam proses belajar, mengajar, penelitian, dan pengabdian masyarakat,“ tutur lulusan University of Illinois at Urbana-Champaign, USA, ini. Menurut catatan yang tim DP dapatkan, setiap tahunnya Perpustakaan UK Petra menerima sekitar 700 orang atau 31 institusi yang melakukan kunjungan, studi banding &amp;amp; magang.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Di akhir wawancara, Aditya mengungkapkan harapannya, agar Perpustakaan UK Petra mampu menjadi &lt;em&gt;community hub&lt;/em&gt; bagi sivitas kampus &amp;amp; masyarakat serta mampu melengkapi diri dengan fasilitas/ruang yang nyaman untuk belajar, berdiskusi, presentasi dan kegiatan rekreasi, yang seringkali disebut dengan L&lt;em&gt;ibary Commons&lt;/em&gt;, yang menjadi kebutuhan generasi &lt;em&gt;Digital Natives&lt;/em&gt; saat ini&lt;em&gt;.&lt;/em&gt; &lt;em&gt;Proficiat!&lt;/em&gt; (YDS)&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 02 Apr 2013 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/akreditasi-a-untuk-perpustakaan-uk-petra/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Architecture Festival 2013 :  Menggagas Sebuah Hunia Produktif bagi Nelayan</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/architecture-festival-2013-menggagas-sebuah-hunia-produktif-bagi-nelayan/</link>
			<description>&lt;h3&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;Pernahkah Saudara membayangkan sebuah pemukiman yang berfungsi sebagai hunian sekaligus ruang bekerja ? Inilah yang kemudian diangkat dalam sebuah festival program studi Arsitektur dengan tema Rumah Produktif Kampung Nelayan. &lt;em&gt;Architecture Festival&lt;/em&gt;  atau yang sering disebut &lt;em&gt;Arch Fest&lt;/em&gt; ini digawangi oleh Prof. Ir. Liliany Sigit Arifin, M.Sc., Ph.D yang &lt;em&gt;concern&lt;/em&gt; dengan masalah hunian masyarakat marginal.&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;h3&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;em&gt;Arch Fest&lt;/em&gt; kali ini diawali dengan kompetisi bagi mahasiswa Arsitektur dari seluruh Indonesia. Kompetisi ini menantang para arsitek muda untuk merancang sebuah pemukiman yang nyaman baik untuk hunian maupun produktivitas.  “Sebelum batas pengumpulan &lt;em&gt;early bird &lt;/em&gt;pada 1 Maret, jumlah kelompok sudah melebihi kuota, hingga 148 kelompok,” tutur ketua panitia Christine Wonoseputro, ST MASD.&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;h3&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;Tiga juri yang diusung dalam kompetisi ini antara lain Dr. Baskoro Tedjo, M.Sc., Ph.D selaku praktisi dan dosen dari ITB, Ir. Eko Prawoto, M. Arch, IAI serta Prof. Ir. Lilianny Sigit Arifin, M. Sc., Ph.D. Kriteria penilaian pun dilihat dari sejauh mana ide kreatif dari para peserta melalui olah ruang dan bentuk, faktor teknik bangunan yang ramah dan mampu beradaptasi, faktor ekonomi dan efisien, tidak mengesampingkan produktif dalam rumah tersebut dan bagaimana karya tersebut nantinya bisa dibangun serta direalisasikan.&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;h3&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;Juara pertama yaitu tim dari Universitas Mercubuana Jakarta yakni Hasanti, Hafiz Firgian dan Ken Citra. Dengan mengusung konsep&lt;em&gt;Int&lt;/em&gt;&lt;em&gt;e&lt;/em&gt;&lt;em&gt;grated House, &lt;/em&gt;maka mereka menjadikan sebuah rumah sebagai tempat di mana sebuah keluarga bermukim dan hidup dari hari ke hari untuk tumbuh. Namun tidak bagi penduduk Kampung Nelayan Kenjeran Surabaya. Rumah bagi mereka selain untuk tempat hunian juga sebagai tempat produksi sehingga konsep mereka pada rumah ini memiliki dua kegiatan yaitu hunian dan produksi. Desain rumah dbuat panggung agar rumah ini memberi konstribusi terhadap lingkungan sekitar yaitu terdapat area resapan air di tengah kepadatan rumah kampung nelayan.Selain itu ada pula Iga Fuji, Burhanuddin dan Januar Shela, tim yang berbeda dari Universitas Mercubuana yang sukses menjadi &lt;em&gt;runner up&lt;/em&gt;. Juara ketiga diraih oleh Universitas Katolik Parahyangan yang terdiri dari I Made Perwira, Teguh Risnandar dan Lucky Fachrurozi. (Roz).&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 02 Apr 2013 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/architecture-festival-2013-menggagas-sebuah-hunia-produktif-bagi-nelayan/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Drama Jepang : Koko dan Kompas Ajaib</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/drama-jepang-koko-dan-kompas-ajaib/</link>
			<description>&lt;p&gt;Universitas Kristen Petra mendapat kunjungan dari mahasiswa &lt;em&gt;International Christian University&lt;/em&gt; (ICU)-Jepang, tanggal 22 Maret 2013 lalu. Mahasiswa tersebut tergabung dalam grup teater bernama Niji, yang artinya pelangi. Grup Niji sendiri sudah dibentuk sejak 2001 silam di ICU. Sebelumnya dua anggota grup Niji, Natsumi Taniyama dan Saori Maeda pernah ke Indonesia untuk mengikuti program Community Outreach Program (COP) di Kediri. Setiap tahun Niji mempunyai agenda rutin untuk berkunjung ke negara-negara di Asia antaranya; Filipina, India, Thailand dan untuk saat ini UK. Petra mendapatkan kehormatan pada kunjungan mereka.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Grup Niji kali ini membawakan drama yang berjudul “Koko dan Kompas Ajaib”. Koko yang merupakan tokoh utama dalam drama diperankan oleh Natsumi, selaku ketua grup Niji. Dalam drama ini diceritakan bahwa Koko adalah seorang gadis yang gemar membaca buku. Suatu saat Koko masuk ke tiga dalam dunia yang berada dalam bukunya. Di sana digambarkan Koko dan teman barunya, Popo, Ruru dan Tata dalam mencari sebuah pelangi dengan bantuan kompas ajaib. Namun penyihir jahat itu ingin merebut kompas ajaib, dan dia membohongi Popo untuk mengambil kompas ajaib milik Koko. Tata dan Ruru sangat marah kepada Popo, tetapi mereka berhasil bersatu kembali untuk merebut kompas itu dari tangan penyihir jahat. Di akhir cerita mereka berhasil menemukan pelangi yang mereka cari dan Koko kembali ke dunia asalnya. Pesan dari cerita tersebut adalah “Menjadi seorang sahabat itu harus bisa saling memaafkan, dan hal yang paling berharga sebagai penunjuk arah adalah hati yang tulus, serta Kejahatan akan selalu kalah dengan kebaikan ”, ungkap Erika Yudisia, koordinator Niji di UK. Petra.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Drama ini dikemas secara interaktif sehingga membuat penonton tertarik untuk mengikuti kisah ini sampai akhir. Selain di Surabaya, Natsumi bersama Niji juga mementaskan drama di Jakarta dan Kediri. Di Kediri sendiri drama tersebut dilakukan di empat Desa, yaitu Kasian, Ngeluk, Kajar dan Magersari. Natsumi memilih desa Kasian untuk menggelar acara utamanya, karena tahun lalu dia mengikuti COP di desa tersebut.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Apa yang membuat Natsumi bergabung dengan Niji? “Saya bisa mengekspresikan diri dan juga banyak berinteraksi dengan anak-anak, jadi itu menarik bagi saya”, jawab Natsumi. Niji sendiri tidak mempunyai pelatih khusus, para pemain sendiri yang merancang lagu, alur cerita dan gerakan-gerakan yang dipentaskan. “Kami berlatih dengan keras untuk pertunjukan ini mulai Januari lalu”, tegasnya. &lt;strong&gt;(Kev).&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 02 Apr 2013 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/drama-jepang-koko-dan-kompas-ajaib/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Merefleksikan 4 tahun menjadi 4 Hari : Memberi Makna Sebagai “Garam Kehidupan”</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/merefleksikan-4-tahun-menjadi-4-hari-memberi-makna-sebagai-garam-kehidupan/</link>
			<description>&lt;p&gt;Pernahkah Saudara membayangkan apa jadinya kehidupan manusia tanpa adanya garam ? Garam merupakan senyawa netral yang memberi cita rasa dalam perjalanan kisah manusia. Pada zaman Israel kuno, garam berperan sebagai pengawet yang mampu melawan pembusukan akibat mikroorganisme. Selain itu garam berguna sebagai pemberi rasa, mengubah beberapa jenis makanan yang hambar menjadi sedap.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Refleksi empat tahun menjadi empat hari, merupakan  bentuk miniatur proses belajar di Universitas Kristen Petra  yang dikemas dalam bentuk festival terbesar di kampus UK. Petra yakni Petra Parade 2013.  Pada tahun ini acara diselanggarakan pada tanggal 23-26 April 2013, selama empat hari, dengan mengusung tema “&lt;em&gt;SALT of the earth, LIGHT to the world&lt;/em&gt;”.  &lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“&lt;em&gt;SALT of the earth, LIGHT to the world&lt;/em&gt;, inilah yang menjadi identitas dan peran UK Petra dalam usianya ke-52 tahun di tengah masyarakat.  Menjadi garam berarti sebuah komitmen besar untuk mempengaruhi dunia. Garam sekalipun kecil namun dampak keberadaannya sangat dirasakan. Menjadi pengaruh tidak selalu harus bersikap agresif namun juga bisa dilakukan dengan menjadi teladan terlebih dahulu. Dengan demikian, teladan hidup yang dipancarkan akan memberikan kesaksian hidup bagi banyak orang,”ungkap Rektor Prof. Ir. Rolly Intan, M. A. Sc., Dr. Eng. Rolly juga menjelaskan bahwa dalam menjadi garam merupakan cerminan dari &lt;em&gt;core values&lt;/em&gt; UK Petra yakni LIGHT (Love, Integrity, Growth, humility, Truth).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ketua panitia Petra Parade 2013, Hany Ferdinando, M.Sc., mengungkapkan bahwa kegiatan Petra Parade tahun ini sedikit berbeda dengan kegiatan tahun sebelumnya. Kali ini, konsep yang diangkat ialah &lt;em&gt;theatrical &lt;/em&gt;yang diberi sentuhan seni dan teknologi. &lt;em&gt;Theatrical&lt;/em&gt; akan dibagi menjadi sepuluh segmen di antaranya &lt;em&gt;The Call&lt;/em&gt;, yang mengajak para siswa berkunjung ke UK Petra. Tahap berikutnya, &lt;em&gt;The Journey&lt;/em&gt; yang dimaknai sebagai perjalanan orang-orang untuk datang ke UK Petra, &lt;em&gt;The Future&lt;/em&gt; yang menunjukkan bagaimana kiprah alumni yang menjadi garam dan terang di tengah masyarakat.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Rangkaian petra parade kali ini menampilkan berbagai program acara diantaranya Petra Gallery, Petra Branded Schooling Experience, Petra Green Bazzar dan kompetisi-kompetisi yang dirangkai secara apik dalam Petra Olympiad. Hany juga menambahkan bahwa dalam kegiatan ini, beberapa mahasiswa asing yang belajar di UK Petra akan berpartisipasi dalam &lt;em&gt;International Localicious Vaganza &lt;/em&gt;dengan mendemonstrasikan makanan khas mereka dan mengajak penonton memainkan permainan dari negaranya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Di penghujung wawancara, Rolly juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh sivitas, institusi  atau mitra SMA yang telah dan akan berpartisipasi dalam Petra Parade 2013. Rolly berharap &lt;em&gt;event&lt;/em&gt; ini menyadarkan peran kita sebagai garam. Garam sekalipun berbentuk kristal-kristal kecil, nyaris tidak terlihat namun mempunyai pengaruh luar biasa bagi sekitarnya. &lt;strong&gt;(YDS/Inggrit)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 23 Apr 2013 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/merefleksikan-4-tahun-menjadi-4-hari-memberi-makna-sebagai-garam-kehidupan/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Mainland and International Service-Learning Programs (MISLP) Cross-Border Service-Learning Summer Institute 2013</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/mainland-and-international-service-learning-programs-mislp-cross-border-service-learning-summer-institute-2013/</link>
			<description>&lt;p&gt;&lt;em&gt;Caring and Global University &lt;/em&gt;adalah nilai yang dibawa UK Petra dalam setiap kegiatan hingga UK Petra bisa menerapkan nilai LIGHT di beberapa kegiatannya. Kegiatan &lt;em&gt;Service-Learning &lt;/em&gt;yang dibawahi oleh LPPM ini ingin mengikutsertakan mahasiswa UK Perta  untuk berperan dalam &lt;em&gt;International Service-Learning &lt;/em&gt;yang pertama kali ini&lt;em&gt;. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tujuan &lt;em&gt;I&lt;/em&gt;&lt;em&gt;nternational Service-Learning &lt;/em&gt;adalah agar para mahasiswa UK Petra yang berpartisipasi dalam kegiatan ini mempunyai pemahaman mengenai &lt;em&gt;multicultural understanding &lt;/em&gt;dan membawa nilai tambah bagi lulusan UK Petra nantinya. Sehingga dengan demikian, mereka bisa beradaptasi dan bekerjasama dengan berbagai mahasiswa dari luar Indonesia sekali pun. Maka dari itu, UK Petra berkerjasama dengan Lingnan University dalam sebuah kegiatan &lt;em&gt;“Cross Border Service-Learning Summer Institute &lt;/em&gt;2013”.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Para mahasiswa UK Petra yang mengikuti kegiatan &lt;em&gt;International Service&lt;/em&gt;&lt;em&gt;-&lt;/em&gt;&lt;em&gt;Learning &lt;/em&gt;ini dipilih berdasarkan beberapa kriteria dari pihak LPPM dan Lingnan University. Jadi, tidak seluruh mahasiswa UK Petra bisa mengikuti kegiatan ini. Dari enam peserta yang mendaftarkan diri sebagai peserta, hanya tiga mahasiswa yang terpilih. “Kriteria pemilihan peserta ini cukup selektif, dilihat dari pengalaman mereka dalam abdimas di UK Petra dan motivasi mereka dalam mengikuti kegiatan ini. Itu semua dipertimbangkan karena mereka berangkat ke &lt;em&gt;Cross Border Service Learning Summer Institute &lt;/em&gt;2013 ini membawa nama UK Petra,” tutur Herry Christian Palit, S.T., M.T. selaku ketua PPM ini. Dengan adanya &lt;em&gt;International Service-Learning&lt;/em&gt;, diharapkan para mahasiswa UK Petra dapat membawa nilai dari Universitas dan diterapkan dalam kegiatan tersebut; begitu pula mahasiswa dari Lingnan University juga akan mengikuti kegiatan COP 2013 di UK Petra. “Hal ini seperti &lt;em&gt;Student &lt;/em&gt;&lt;em&gt;E&lt;/em&gt;&lt;em&gt;xchange&lt;/em&gt;&lt;em&gt;;&lt;/em&gt; dan sama-sama belajar budaya dari masing-masing negara,” tambahnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tim Dwi Pekan pun berhasil &lt;em&gt;sharing &lt;/em&gt;dengan tiga peserta &lt;em&gt;Cross Border Service-Learning Summer Institute &lt;/em&gt;2013 perwakilan dari UK Petra mengenai antusiasme dan motivasi mereka mengikuti &lt;em&gt;Student Exchange &lt;/em&gt;ke Hong Kong dan China. “Setelah dapat kabar dari LPPM, saya langsung mengikuti &lt;em&gt;interview &lt;/em&gt;dan tes tulis dari pihak Lingnan University. Dalam &lt;em&gt;application form &lt;/em&gt;dari Lingnan University, mereka menanyakan mengenai &lt;em&gt;Global Citizenship, social issues &lt;/em&gt;seperti &lt;em&gt;active aging,”&lt;/em&gt; cerita Sherly yang pernah menjadi ketua dalam kegiatan &lt;em&gt;Senyum Untuk Merapi&lt;/em&gt; ini. Ia pun sempat tidak menyangka jika akhirnya terpilih sebagai peserta untuk mengikuti kegiatan ini. “So, &lt;em&gt;excited!&lt;/em&gt; &lt;em&gt;Thanks God for the blessing. &lt;/em&gt;Kegiatan ini akan menjadi pengalaman berharga karena selama kurang lebih dua bulan berada di negeri orang,” ungkap perempuan yang juga pernah mengikuti COP 2012 di Kediri ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sama seperti yang dirasakan oleh Sherly, Hwan Setiawan Karmasyah juga antusias mengikuti kegiatan ini. “Awalnya, aku mau mengajak teman. Ternyata kuota untuk peserta sudah penuh. Maka dari itu, sempat tidak menyangka bisa lolos karena, jujur, dari segi persiapan seperti mengurus dokumen dan kelengkapan sangat tidak maksimal dan tidak siap. Tapi, bersyukur sekali karena Tuhan telah mempermudah segalanya,” ungkap pria yang pernah mengikuti kegiatan BEM, seperti mengajar anak-anak Paud dan program sosial di Wediawu ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Harapan setelah lolos untuk menjadi peserta di &lt;em&gt;International Service-Learning &lt;/em&gt;ini, menurut Olivia Muljadi ialah, “Saya ingin lebih memahami isu-isu yang terjadi di belahan negara lain, misalnya di Hong Kong dan China. Selain itu, saya ingin meningkatkan kemampuan saya dalam bidang &lt;em&gt;social entr&lt;/em&gt;&lt;em&gt;e&lt;/em&gt;&lt;em&gt;preneurship &lt;/em&gt;karena di sana saya akan bekerja sama dengan mahasiswa dari berbagai negara di Asia yang tentunya mempunyai latar belakang dan budaya yang berbeda,” ungkap perempuan kelahiran 1992 ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Di akhir kesempatan &lt;em&gt;sharing &lt;/em&gt;kali ini, Sherly Kurniasari Saputro pun memberikan motivasi bagi para mahasiswa UK Petra lainnya, bahwa “kita itu harus &lt;em&gt;caring each other &lt;/em&gt;supaya menjalani hidup ini bisa maksimal dengan membantu sesamanya. Jadi, kita sebagai anak Tuhan yang diberkati dengan talenta dan kemampuan harus memaksimalkannya dengan cara berbagi dengan orang lain supaya mereka juga merasakan kasih Tuhan,” tutupnya. &lt;strong&gt;(roz)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Tue, 23 Apr 2013 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/mainland-and-international-service-learning-programs-mislp-cross-border-service-learning-summer-institute-2013/</guid>
		</item>
		
		<item>
			<title>Opening Petra Parade 2013 : Art and Technology</title>
			<link>http://www.petra.ac.id/berita/opening-petra-parade-2013-art-and-technology/</link>
			<description>&lt;p&gt;Takjub dan terperana; dua hal itu yang terpancar dari pandangan seluruh sivitas akademika UK Petra ketika menyaksikan secara langsung maupun &lt;em&gt;live streaming &lt;/em&gt;dari &lt;em&gt;Opening &lt;/em&gt;Petra Parade 2013 pada 23 April lalu. Agaknya seluruh sivitas akademika UK Petra termasuk tamu yang hadir malam itu dibuat kagum akan &lt;em&gt;perfomance &lt;/em&gt;dalam &lt;em&gt;Opening &lt;/em&gt;Petra Parade 2013 ini karena memang berbeda dengan tahun lalu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Apa yang membuat &lt;em&gt;Opening &lt;/em&gt;Petra Parade 2013 ini berbeda? Tentunya Jandy Luik, S.T., M.A.Comms selaku koordinator dari rangkaian acara dalam &lt;em&gt;Opening &lt;/em&gt;maupun &lt;em&gt;Closing &lt;/em&gt;Petra Parade 2013 ini menggabungkan konsep atas perpaduan &lt;em&gt;art and technology. &lt;/em&gt;Pria yang juga menjadi kepala Lab TV Progdi Ilmu Komunikasi ini telah membuat &lt;em&gt;opening &lt;/em&gt;yang begitu singkat tetapi dengan rangkaian acara yang padat dan menarik. Model panggung yang terkesan &lt;em&gt;futuristik &lt;/em&gt;digabungkan dengan &lt;em&gt;live broadcast. &lt;/em&gt;Itulah yang membuat &lt;em&gt;opening ceremony &lt;/em&gt;Petra Parade kali ini begitu memukau. Perpaduan  konsep &lt;em&gt;new media Technology&lt;/em&gt; dan&lt;em&gt; perfomance &lt;/em&gt;tersebut terlihat ketika Rektor UK Petra Prof. Ir. Rolly Intan M.A.Sc., Dr.Eng. membuka Petra Parade 2013 dengan cara menempelkan tangannya pada layar sebuah tablet kemudian dengan serempak kubus-kubus yang melambangkan garam dan juga lampu-lampu di panggung menyala. “Saat &lt;em&gt;sequance opening &lt;/em&gt;itu merupakan pengalaman yang tidak terlupakan dari kami semua para &lt;em&gt;crew &lt;/em&gt;yang bertugas. Bagaimana tidak &lt;em&gt;nervous &lt;/em&gt;saat Prof. Ir. Rolly Intan M.A.Sc., Dr.Eng. menekan tangannya pada tablet karena lewat hitungan satu detik saja tidak sesuai maka rangkaian properti di panggung tidak akan jalan dengan seirama. Jadi, saat itu kami semua harus menahan nafas panjang dan berkonsentrasi penuh,” kenang Jandy saat &lt;em&gt;opening ceremony &lt;/em&gt;berlangsung.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Selain penggabungan kedua konsep dari &lt;em&gt;Art and Technology, &lt;/em&gt;ternyata yang membuat berbeda saat &lt;em&gt;opening &lt;/em&gt;Petra Parade 2013 adalah sebuah tema besar untuk serangkaian acaranya yaitu &lt;em&gt;the call, the journey, the campus &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;the future. &lt;/em&gt;Di balik tema tersebut, ada seorang perempuan selaku pelatih dalam paduan suara UK Petra yang terlibat, yaitu Aprilia W. Takasenserang. “Awalnya kepikiran membuat acara &lt;em&gt;opening &lt;/em&gt;ini untuk menarik perhatian siswa-siswi SMA yang ingin masuk di UK Petra. Jadi, kesannya ingin mengundang mereka untuk melanjutkan pendidikan di sini supaya mereka bisa kami didik untuk menjadi mahasiswa yang mempunyai integritas, moral, dan juga menjadi garam bagi dunia ini. Sesuai dengan tema besar Petra Parade 2013 yaitu &lt;em&gt;Salt of the Earth, Light to the World&lt;/em&gt;&lt;em&gt;,&lt;/em&gt;” tuturnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Perempuan yang telah menjadi pegawai tetap UK Petra sejak 2006 ini menceritakan bahwa awalnya kami akan memanggil siswa-siswi SMA untuk datang ke UK Petra; lalu terbersitlah sebuah kata yaitu &lt;em&gt;the call&lt;/em&gt;.  Kemudian, mereka akan berproses dan melakukan perjalanan untuk menuju UK Petra; lalu muncullah &lt;em&gt;the journey. &lt;/em&gt;Setelah itu, mereka akan tiba di kampus UK Petra; jadi dibuatlah sebuah kata yaitu &lt;em&gt;the campus. &lt;/em&gt;Terakhir, mereka akan memutuskan untuk menetapkan masa depan bersama dengan UK Petra; tercetuslah &lt;em&gt;the future. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Selama &lt;em&gt;opening &lt;/em&gt;Petra Parade 2013 berlangsung, para hadirin yang datang benar-benar disuguhkan penampilan budaya asli dari Indonesia. Mulai dari &lt;em&gt;Indonesia Raya&lt;/em&gt;, tari &lt;em&gt;Kecak&lt;/em&gt;, lagu &lt;em&gt;Gembala Sapi&lt;/em&gt;, dari &lt;em&gt;Sabang sampai Merauke, Jangkrik Genggong&lt;/em&gt; dari Jawa Tengah, &lt;em&gt;Si Jali-Jali&lt;/em&gt; dari Betawi hingga &lt;em&gt;Yamko Rambe Yamko&lt;/em&gt; dan juga untuk penutupnya yaitu lagu &lt;em&gt;Wajib Belajar&lt;/em&gt; yang memang lagu penuh nostalgia untuk bangsa Indonesia. “Kami memang ingin mengisi &lt;em&gt;perfomance&lt;/em&gt; dengan melibatkan budaya etnis yang dipunyai Indonesia sendiri untuk menumbuhkan jiwa patriotisme dari para &lt;em&gt;performer&lt;/em&gt; yang terlibat dan juga para mahasiswa UK Petra yang hadir malam itu,” ungkap perempuan yang pernah kuliah di UK Petra ini. Selain itu, di akhir kesempatan berbincang dengan para koordinator &lt;em&gt;opening &lt;/em&gt;Petra Parade 2013, Jandy Luik, S.T., M.A.Comms menitipkan pesan kepada semua pihak yang terlibat, “Saya mengucapkan &lt;em&gt;big thanks &lt;/em&gt;buat semua pihak yang telah terlibat dalam &lt;em&gt;Opening &lt;/em&gt;Petra Parade 2013, mulai dari tamu undangan, peserta, &lt;em&gt;crew, cleaning service, &lt;/em&gt;satpam, dan semuanya yang sudah berjerih payah untuk &lt;em&gt;opening &lt;/em&gt;kali ini,” tutupnya. (roz)&lt;/p&gt;</description>
			<pubDate>Mon, 06 May 2013 00:00:00 +0700</pubDate>
			
			
			<guid>http://www.petra.ac.id/berita/opening-petra-parade-2013-art-and-technology/</guid>
		</item>
		

	</channel>
</rss>