Rektor UK Petra menghadiri Inauguration of the President and Vice-Chancellor, HKBU (Hong Kong Baptist University)
01/01/11

15 hingga 17 November 2010 yang lalu HKBU (Hong Kong Baptist University) megadakan acara Inauguration of the President and Vice-Chancellor HKBU yang diadakan di Hong Kong.

Hong Kong Baptist University sendiri pada tahun 2010 telah tercatat berada pada ranking 111 Times Higher Education Supplement (THES). HKBU telah menjalin kerja sama yang baik dengan UK Petra selama lima tahun terakhir ini, tercatat telah ada 35 mahasiswa dari HKBU yang ikut dalam Student Exchange dan Community Outreach Programme (COP). Acara forum yang diadakan oleh Hong Kong Baptist University tersebut dihadiri oleh 69 tamu (pada umumnya Presiden/Rektor) dari berbagai universitas dunia, seperti University of San Fransisco, University of Queensland, Concordia University serta berbagai macam universitas lainnya.

Dalam acara tersebut, UK Petra mendapatkan suatu kehormatan untuk diundang ke dalam acara tersebut, mengingat pula bahwa tamu dari Indonesia yang diundang hanyalah dari UK Petra. Terlebih lagi Prof. Rolly Intan, Dr.Eng., yang merupakan Rektor dan juga perwakilan dari UK Petra sendiri termasuk salah satu dari 40 tamu yang diminta untuk menggunakan toga dan duduk sebagai senat di atas podium. Dalam acara yang dihadiri oleh perwakilan berbagai universitas tersebut membahas berbagai macam hal terkait kurikulum universitas.

Menarik di dalam Head of University Forum membahas mengenai general education, dimana general education adalah sekumpulan mata kuliah yang ditentukan sebagai mata kuliah wajib diambil oleh semua mahasiswa tanpa memandang jurusan. Sebagai contoh matakuliah general education di HKBU adalah: English, Chinese, Public Speaking, Information Management Tecnology, Numeracy, Physical, History & Civilization, Value & Meaning of Life, Understanding Morality dan sebagainya. General education dapat diidentikan/ ditafsirkan sama dengan MKDU di UK Petra. Sesuatu yang mengejutkan bahwa jumlah sks (credits/ units) general education yang diadakan di HKBU adalah sebanyak 38 credits (dari total 128 credits) yang terdiri dari 26 core requirements dan 12 distribution requirements (yang dipilih dari area keilmuan lainnya). Hal ini mengundang komentar dari perwakilan berbagai universitas yang hadir yang pada umumnya merasa bahwa terlalu sedikit credits yang disediakan untuk memperlengkapi para mahasiswa dengan kompetensi hard skill sesuai dengan bidang keilmuan/ jurusannya. Hal ini dijawab bahwa 93% GDP dan 80% penduduk Hong Kong bekerja pada sector trade dan service. Dengan adanya otomatisasi di dalam berbagai industri manufaktur menyebabkan kebutuhan jumlah tenaga manusia yang memiliki kompetensi hard skill untuk dapat mengoperasikan berbagai mesin (sebagai contoh) sangat sedikit. Sehingga, general education menjadi sangat penting untuk mempersiapkan dan membentuk para lulusan  untuk menjadi manusia seutuhnya, memiliki kompetensi soft skill agar dapat berperan lebih baik di dalam social life, mampu berinteraksi dengan baik antar sesama, membentuk networking dan trust yang sekaligus menjadi modal utama di dalam  mengembangkan perekonomian di sector trade dan service. Menurut salah seorang keynote speaker, ada 10 dimension of life yang harus menjadi perhatian di dalam mengembangkan general education, sbb: Functional, Emotional, intellectual, social, moral & ethics, wealth management, health, network, visual dan environment.

Kita di UK Petra perlu untuk secara rutin mengevaluasi kurikulum baik kurikulum kompetensi di jurusan maupun kurikulum secara umum (masuk sebagai kurikuler dan ekstra kurikuler) di tingkat institusi agar lulusan kita mampu perperan dan bersaing di dalam berbagai bidang pekerjaan (kehidupan) sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan panggilan/ kehendak Tuhan bagi pribadi masing-masing.  Prestasi dan reputasi institusi penting untuk dikejar, namun yang lebih penting adalah panggilan UK Petra sebagai institusi pendidikan Kristen di dalam mendidik para mahasiswa yang telah dipercayakan Tuhan untuk diproses dan dipersiapkan untuk menjadi pemimpin-pemimpin Kristen di berbagai bidang kehidupan.

15 hingga 17 November 2010 yang lalu HKBU (Hong Kong Baptist University) megadakan acara Inauguration of the President and Vice-Chancellor HKBU yang diadakan di Hong Kong.

Hong Kong Baptist University sendiri pada tahun 2010 telah tercatat berada pada ranking 111 Times Higher Education Supplement (THES). HKBU telah menjalin kerja sama yang baik dengan UK Petra selama lima tahun terakhir ini, tercatat telah ada 35 mahasiswa dari HKBU yang ikut dalam Student Exchange dan Community Outreach Programme (COP). Acara forum yang diadakan oleh Hong Kong Baptist University tersebut dihadiri oleh 69 tamu (pada umumnya Presiden/Rektor) dari berbagai universitas dunia, seperti University of San Fransisco, University of Queensland, Concordia University serta berbagai macam universitas lainnya.

Dalam acara tersebut, UK Petra mendapatkan suatu kehormatan untuk diundang ke dalam acara tersebut, mengingat pula bahwa tamu dari Indonesia yang diundang hanyalah dari UK Petra. Terlebih lagi Prof. Rolly Intan, Dr.Eng., yang merupakan Rektor dan juga perwakilan dari UK Petra sendiri termasuk salah satu dari 40 tamu yang diminta untuk menggunakan toga dan duduk sebagai senat di atas podium. Dalam acara yang dihadiri oleh perwakilan berbagai universitas tersebut membahas berbagai macam hal terkait kurikulum universitas.

Menarik di dalam Head of University Forum membahas mengenai general education, dimana general education adalah sekumpulan mata kuliah yang ditentukan sebagai mata kuliah wajib diambil oleh semua mahasiswa tanpa memandang jurusan. Sebagai contoh matakuliah general education di HKBU adalah: English, Chinese, Public Speaking, Information Management Tecnology, Numeracy, Physical, History & Civilization, Value & Meaning of Life, Understanding Morality dan sebagainya. General education dapat diidentikan/ ditafsirkan sama dengan MKDU di UK Petra. Sesuatu yang mengejutkan bahwa jumlah sks (credits/ units) general education yang diadakan di HKBU adalah sebanyak 38 credits (dari total 128 credits) yang terdiri dari 26 core requirements dan 12 distribution requirements (yang dipilih dari area keilmuan lainnya). Hal ini mengundang komentar dari perwakilan berbagai universitas yang hadir yang pada umumnya merasa bahwa terlalu sedikit credits yang disediakan untuk memperlengkapi para mahasiswa dengan kompetensi hard skill sesuai dengan bidang keilmuan/ jurusannya. Hal ini dijawab bahwa 93% GDP dan 80% penduduk Hong Kong bekerja pada sector trade dan service. Dengan adanya otomatisasi di dalam berbagai industri manufaktur menyebabkan kebutuhan jumlah tenaga manusia yang memiliki kompetensi hard skill untuk dapat mengoperasikan berbagai mesin (sebagai contoh) sangat sedikit. Sehingga, general education menjadi sangat penting untuk mempersiapkan dan membentuk para lulusan  untuk menjadi manusia seutuhnya, memiliki kompetensi soft skill agar dapat berperan lebih baik di dalam social life, mampu berinteraksi dengan baik antar sesama, membentuk networking dan trust yang sekaligus menjadi modal utama di dalam  mengembangkan perekonomian di sector trade dan service. Menurut salah seorang keynote speaker, ada 10 dimension of life yang harus menjadi perhatian di dalam mengembangkan general education, sbb: Functional, Emotional, intellectual, social, moral & ethics, wealth management, health, network, visual dan environment.

Kita

15 hingga 17 November 2010 yang lalu HKBU (Hong Kong Baptist University) megadakan acara Inauguration of the President and Vice-Chancellor HKBU yang diadakan di Hong Kong.

Hong Kong Baptist University sendiri pada tahun 2010 telah tercatat berada pada ranking 111 Times Higher Education Supplement (THES). HKBU telah menjalin kerja sama yang baik dengan UK Petra selama lima tahun terakhir ini, tercatat telah ada 35 mahasiswa dari HKBU yang ikut dalam Student Exchange dan Community Outreach Programme (COP). Acara forum yang diadakan oleh Hong Kong Baptist University tersebut dihadiri oleh 69 tamu (pada umumnya Presiden/Rektor) dari berbagai universitas dunia, seperti University of San Fransisco, University of Queensland, Concordia University serta berbagai macam universitas lainnya.

Dalam acara tersebut, UK Petra mendapatkan suatu kehormatan untuk diundang ke dalam acara tersebut, mengingat pula bahwa tamu dari Indonesia yang diundang hanyalah dari UK Petra. Terlebih lagi Prof. Rolly Intan, Dr.Eng., yang merupakan Rektor dan juga perwakilan dari UK Petra sendiri termasuk salah satu dari 40 tamu yang diminta untuk menggunakan toga dan duduk sebagai senat di atas podium. Dalam acara yang dihadiri oleh perwakilan berbagai universitas tersebut membahas berbagai macam hal terkait kurikulum universitas.

Menarik di dalam Head of University Forum membahas mengenai general education, dimana general education adalah sekumpulan mata kuliah yang ditentukan sebagai mata kuliah wajib diambil oleh semua mahasiswa tanpa memandang jurusan. Sebagai contoh matakuliah general education di HKBU adalah: English, Chinese, Public Speaking, Information Management Tecnology, Numeracy, Physical, History & Civilization, Value & Meaning of Life, Understanding Morality dan sebagainya. General education dapat diidentikan/ ditafsirkan sama dengan MKDU di UK Petra. Sesuatu yang mengejutkan bahwa jumlah sks (credits/ units) general education yang diadakan di HKBU adalah sebanyak 38 credits (dari total 128 credits) yang terdiri dari 26 core requirements dan 12 distribution requirements (yang dipilih dari area keilmuan lainnya). Hal ini mengundang komentar dari perwakilan berbagai universitas yang hadir yang pada umumnya merasa bahwa terlalu sedikit credits yang disediakan untuk memperlengkapi para mahasiswa dengan kompetensi hard skill sesuai dengan bidang keilmuan/ jurusannya. Hal ini dijawab bahwa 93% GDP dan 80% penduduk Hong Kong bekerja pada sector trade dan service. Dengan adanya otomatisasi di dalam berbagai industri manufaktur menyebabkan kebutuhan jumlah tenaga manusia yang memiliki kompetensi hard skill untuk dapat mengoperasikan berbagai mesin (sebagai contoh) sangat sedikit. Sehingga, general education menjadi sangat penting untuk mempersiapkan dan membentuk para lulusan  untuk menjadi manusia seutuhnya, memiliki kompetensi soft skill agar dapat berperan lebih baik di dalam social life, mampu berinteraksi dengan baik antar sesama, membentuk networking dan trust yang sekaligus menjadi modal utama di dalam  mengembangkan perekonomian di sector trade dan service. Menurut salah seorang keynote speaker, ada 10 dimension of life yang harus menjadi perhatian di dalam mengembangkan general education, sbb: Functional, Emotional, intellectual, social, moral & ethics, wealth management, health, network, visual dan environment.

Kita di UK Petra perlu untuk secara rutin mengevaluasi kurikulum baik kurikulum kompetensi di jurusan maupun kurikulum secara umum (masuk sebagai kurikuler dan ekstra kurikuler) di tingkat institusi agar lulusan kita mampu perperan dan bersaing di dalam berbagai bidang pekerjaan (kehidupan) sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan panggilan/ kehendak Tuhan bagi pribadi masing-masing.  Prestasi dan reputasi institusi penting untuk dikejar, namun yang lebih penting adalah panggilan UK Petra sebagai institusi pendidikan Kristen di dalam mendidik para mahasiswa yang telah dipercayakan Tuhan untuk diproses dan dipersiapkan untuk menjadi pemimpin-pemimpin Kristen di berbagai bidang kehidupan. di UK Petra perlu untuk secara rutin mengevaluasi kurikulum baik kurikulum kompetensi di jurusan maupun kurikulum secara umum (masuk sebagai kurikuler dan ekstra kurikuler) di tingkat institusi agar lulusan kita mampu perperan dan bersaing di dalam berbagai bidang pekerjaan (kehidupan) sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan panggilan/ kehendak Tuhan bagi pribadi masing-masing.  Prestasi dan reputasi institusi penting untuk dikejar, namun yang lebih penting adalah panggilan UK Petra sebagai institusi pendidikan Kristen di dalam mendidik para mahasiswa yang telah dipercayakan Tuhan untuk diproses dan dipersiapkan untuk menjadi pemimpin-pemimpin Kristen di berbagai bidang kehidupan. 

15 hingga 17 November 2010 yang lalu HKBU (Hong Kong Baptist University) megadakan acara Inauguration of the President and Vice-Chancellor HKBU yang diadakan di Hong Kong.

Hong Kong Baptist University sendiri pada tahun 2010 telah tercatat berada pada ranking 111 Times Higher Education Supplement (THES). HKBU telah menjalin kerja sama yang baik dengan UK Petra selama lima tahun terakhir ini, tercatat telah ada 35 mahasiswa dari HKBU yang ikut dalam Student Exchange dan Community Outreach Programme (COP). Acara forum yang diadakan oleh Hong Kong Baptist University tersebut dihadiri oleh 69 tamu (pada umumnya Presiden/Rektor) dari berbagai universitas dunia, seperti University of San Fransisco, University of Queensland, Concordia University serta berbagai macam universitas lainnya.

Dalam acara tersebut, UK Petra mendapatkan suatu kehormatan untuk diundang ke dalam acara tersebut, mengingat pula bahwa tamu dari Indonesia yang diundang hanyalah dari UK Petra. Terlebih lagi Prof. Rolly Intan, Dr.Eng., yang merupakan Rektor dan juga perwakilan dari UK Petra sendiri termasuk salah satu dari 40 tamu yang diminta untuk menggunakan toga dan duduk sebagai senat di atas podium. Dalam acara yang dihadiri oleh perwakilan berbagai universitas tersebut membahas berbagai macam hal terkait kurikulum universitas.

Menarik di dalam Head of University Forum membahas mengenai general education, dimana general education adalah sekumpulan mata kuliah yang ditentukan sebagai mata kuliah wajib diambil oleh semua mahasiswa tanpa memandang jurusan. Sebagai contoh matakuliah general education di HKBU adalah: English, Chinese, Public Speaking, Information Management Tecnology, Numeracy, Physical, History & Civilization, Value & Meaning of Life, Understanding Morality dan sebagainya. General education dapat diidentikan/ ditafsirkan sama dengan MKDU di UK Petra. Sesuatu yang mengejutkan bahwa jumlah sks (credits/ units) general education yang diadakan di HKBU adalah sebanyak 38 credits (dari total 128 credits) yang terdiri dari 26 core requirements dan 12 distribution requirements (yang dipilih dari area keilmuan lainnya). Hal ini mengundang komentar dari perwakilan berbagai universitas yang hadir yang pada umumnya merasa bahwa terlalu sedikit credits yang disediakan untuk memperlengkapi para mahasiswa dengan kompetensi hard skill sesuai dengan bidang keilmuan/ jurusannya. Hal ini dijawab bahwa 93% GDP dan 80% penduduk Hong Kong bekerja pada sector trade dan service. Dengan adanya otomatisasi di dalam berbagai industri manufaktur menyebabkan kebutuhan jumlah tenaga manusia yang memiliki kompetensi hard skill untuk dapat mengoperasikan berbagai mesin (sebagai contoh) sangat sedikit. Sehingga, general education menjadi sangat penting untuk mempersiapkan dan membentuk para lulusan  untuk menjadi manusia seutuhnya, memiliki kompetensi soft skill agar dapat berperan lebih baik di dalam social life, mampu berinteraksi dengan baik antar sesama, membentuk networking dan trust yang sekaligus menjadi modal utama di dalam  mengembangkan perekonomian di sector trade dan service. Menurut salah seorang keynote speaker, ada 10 dimension of life yang harus menjadi perhatian di dalam mengembangkan general education, sbb: Functional, Emotional, intellectual, social, moral & ethics, wealth management, health, network, visual dan environment.

Kita di UK Petra perlu untuk secara rutin mengevaluasi kurikulum baik kurikulum kompetensi di jurusan maupun kurikulum secara umum (masuk sebagai kurikuler dan ekstra kurikuler) di tingkat institusi agar lulusan kita mampu perperan dan bersaing di dalam berbagai bidang pekerjaan (kehidupan) sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan panggilan/ kehendak Tuhan bagi pribadi masing-masing.  Prestasi dan reputasi institusi penting untuk dikejar, namun yang lebih penting adalah panggilan UK Petra sebagai institusi pendidikan Kristen di dalam mendidik para mahasiswa yang telah dipercayakan Tuhan untuk diproses dan dipersiapkan untuk menjadi pemimpin-pemimpin Kristen di berbagai bidang kehidupan.

Galeri