Rancang Ruang Khusus Bermain Anak, Bebaskan Ekspresi Anak
12/04/10

Bermain tidak selamanya berdampak buruk bagi anak. Bermain menjadi kebutuhan anak-anak bahkan juga orang dewasa. Jadi tidak mengherankan kalau dikatakan bahwa bermain itu naluri mahkluk hidup. Demikian diungkapkan oleh pemerhati anak sekaligus Ketua Komisi Anak Nasional Seto Mulyadi dalam kompetisi Desain Transportable Children Playhouse yang digelar oleh Jurusan Arsitektur pada Senin lalu(12/04/10).

Agus Dwi Hariyanto, Ketua Jurusan Arsitektur UK Petra, memaparkan, "Tata ruang kota yang tambah hari tambah sempit ini, tidak menyisakan space yang cukup bagi masyarakat termasuk bagi anak-anak. Padahal penting untuk menyediakan ruang khusus bagi anak-anak agar mereka tidak terjebak dengan permainan yang menyesatkan. Inilah yang menjadi cikal bakal Jurusan Arsitektur mengadakan kompetisi ini, untuk mengingatkan masyarakat dan pemerintah akan kebutuhan bermain anak".

Seto Mulyadi juga menegaskan terjadinya kemungkinan yang negatif apabila kebutuhan bermain dan berekspresi anak terkekang. Munculnya anak-anak yang bermasalah merupakan akibat dari masalah tersebut. Anak-anak kemudian menjadi soliter, hanya berinteraksi dengan permainan-permainan modern yang minim sosialisasi dan gerak motorik. Tragisnya, mereka 'melarikan diri' dengan merokok, melakukan bullying, penggunaan narkoba bahkan melakukan seks bebas.

Kompetisi ini berhasil mengundang animo yang cukup tinggi, sekitar 62 karya terkumpul dari para mahasiswa jurusan Arsitektur dari pelbagai perguruan tinggi. Sebut saja lain ITB, UI, UGM, Universitas Atmajaya Yogyakarta, Universitas Duta Wacana. Selain Seto Mulyadi sebagai juri, hadir pula Edwin Nafarin (Ikatan Arsitek Indonesia) dan Joyce Laurens (dosen Arsitektur UK Petra).

Agus menerangkan kalau sebanyak duapuluh karya terbaik akan dibukukan sebagai persembahan untuk HUT Surabaya ke 717 pada 31 Mei mendatang. Beberapa kriteria penilaiannya adalah kemungkinannya untuk dipindahkan, bisa dinikmati anak, lekat dengan nilai lokalitas kota Surabaya, kreatif, inovatif baik dari sisi struktur dan materialnya. Tak kalah penting, tempat bermain anak harus aman dengan pemilihan warna yang sesuai dengan persepsi anak. Keluar sebagai juara pertama ialah David Wibowo, Alfandy Herson, Guntur Baling dan Stanislaus Tjandra yang mengusung permainan anak yang tengah populer dan merakyat yakni odong-odong, dengan kemasan yang khas Surabaya. (Inggrit)

Galeri