Perjalanan Dinas dan Beasiswa di Filipina: Jangan Takut Bermimpi, Raihlah!
24/01/12

Siapa yang tidak mau menimba ilmu sekaligus merasakan  Filipina? Salah seorang staf BAAk (Biro Administrasi Akademik) UK Petra berkesempatan untuk berangkat dalam rangka melakukan perjalanan dinas di Filipina, yaitu Pratjoyo Kushandoko, S.S.

            Awalnya pria yang akrab di panggil dengan Coy ini mendapat informasi dari Kepala BAAk bahwa suatu lembaga yang bernama UBCHEA (United Board for Christian Higher Education in Asia) mengadakan program beasiswa kursus bahasa Inggris intensif. Sebelum berangkat, ia diharuskan meng-apply Intensive English Language Program dengan memberikan esai singkat dalam bahasa Inggris.

“Saya sangat senang bisa mendapatkan program beasiswa untuk mempelajari bahasa Inggris lebih dalam lagi karena dapat dipraktekkan dalam pekerjaan serta kehidupan sehari-hari dan perjalanan ini didukung penuh oleh pihak Universitas,” ujar pria kelahiran 12 Juli 1977 ini. Para penerima beasiswa ini berkesempatan belajar bahasa Inggris di Ateneo de Manila University mulai 11 September hingga 12 November 2011 yang lalu. Setelah melalui masa penyaringan, akhirnya terkumpullah tujuh orang peserta. Empat peserta berasal dari Indonesia (Universitas Kristen Petra Surabaya, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, dan Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga) sedangkan tiga peserta lainnya berasal dari Myanmar (Myanmar Institute of Theology). Selama dua bulan lamanya Coyo belajar mengenai reading strategies, writing strategies, listening and speaking strategies, technical writing and professional oral communication.

            Beasiswa ini diselenggarakan untuk meningkatkan rasa percaya diri para peserta dalam menggunakan bahasa Inggris secara akurat dan tepat, memiliki cara penyampaian yang baik ketika presentasi, serta dapat mengetahui strategi-strategi membaca dan menulis dalam berbagai teks, dan dapat menulis secara efektif. Selain itu, Pratjoyo juga banyak memperoleh pengetahuan serta wawasan baru. “Saya mendapatkan banyak sekali materi baru dan juga dapat menambah pertemanan dengan peserta dari Myanmar, juga berkesempatan untuk belajar di universitas dengan fasilitas yang sangat mendukung perkuliahan, tentunya dengan dosen yang berkompeten juga,” papar pria penyuka musik ini.

Setelah mengikuti beasiswa ini, Pratjoyo mempunyai mimpi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang pasca sarjana dan ingin menerapkan apa yang telah ia peroleh selama di UK Petra ini hingga berguna bagi karir dan masa depannya nanti. Di akhir wawancara, Pratjoyo berpesan, “Jangan takut untuk bermimpi dan mempunyai cita-cita yang tinggi karena kita memiliki Tuhan yang pasti akan memberi lebih dari apa yang kita pikirkan dan Tuhan juga tak rela jika Kuasa-Nya dibatasi oleh manusia yang pesimis.” (Stefan/Rosa).

Galeri