Perayaan Natal UK Petra 2011: Memupuk Kebersamaan hingga Menuai Keberhasilan
13/12/11

Auditorium penuh sesak. Ratusan sivitas memenuhi Auditorium UK Petra. Beberapa ornamen Natal yang terangkai dengan budaya NTT mewarnai perayaan Natal 2011 yang digelar Jumat malam (9/12). Acara ini sekaligus menutup serangkaian acara Natal UK Petra yang dihelat mulai 14 November lalu.  Seluruh sivitas akademika berbaur bersama, larut dalam moment kebersamaan. Perayaan Natal kali ini mengangkat kekayaan budaya NTT, tak heran apabila semua sivitas yang berasal dari NTT terlibat dalam acara ini. Di depan maupun di dalam Auditorium, pengunjung akan menemukan rumah adat suku Rote. Tarian Poto Wolo pun mengawali perayaan Natal. Berto Pah, finalis Indonesia Mencari bakat 2010, yang asli NTT bahkan turut menghangatkan Natal dengan permainan sasandonya.

Di awal acara, pengunjung disuguhi dengan makan malam khas NTT seperti jagung bose dan se’i babi dan sapi. NTT terkenal dengan daerah yang panas dan bercadas namun kebersamaan akan menuaikan keberhasilan. Demikian tegas Jandy Edipson Luik, S.T., M. A. Comms selaku ketua panitia kegiatan Natal UK Petra yang mengungkapkan, “Sengaja mengangkat tema Dari Cadas, Tumbuh Taruk. Secara filosofis bermakna dalam batu karang, tumbuh tunas. Tidak ada yang mustahil bila kita saling melengkapi dan bekerja sama. Semua akan menjadi berkat dan membuahkan kebersamaan,” papar pria kelahiran Kupang 28 tahun lalu ini. Jandy juga menjelaskan bahwa perayaan Natal ini sudah dipersiapkan selama tiga bulan dan didukung oleh 55 mahasiswa NTT. Paduan Suara UK Petra pun ikut memeriahkan perayaan Natal kali ini dengan lagu khas pulau Rote, yaitu Manalolo Banda.

Perayaan Natal ini menghadirkan Samuel J. Ticoalu, M.Div., sebagai pembicara. Dalam kesempatan itu, Samuel mengungkapkan tentang singularity. Perkembangan teknologi semakin tak terbendung. Bahkan menurut beberapa penelitian, pada tahun 2015, komputer akan lebih cepat dari otak tikus. Pada 2023, perkembangan komputer akan setara dengan otak manusia sedangkan nanti pada 2045, komputer akan melesat melebihi otak manusia yang menciptakannya. Dalam situasi ini, bagaimanakah dengan masa depan manusia ?. Hal itulah yang dipertanyakan oleh Samuel. Di akhir penyataannya, Samuel mengingatkan bahwa Tuhan itu Immanuel.  Tinggal, siapkah hati kita menyerahkan segala dimensi hidup kita kepadaNYA. Dari cadas tumbuh taruk, dalam  keadaan tersulit sekalipun selalu ada masa depan bersama Tuhan. (Inggrit)

Galeri