Telisik Moral, Komitmen dan Motivasi SDM PTS se-Surabaya
Globalisasi yang menggiring semangat kompetisi berdampak pada kehidupan organisasi. Eksistensi organisasi kemudian tidak bisa dilepaskan dari kualitas SDM-nya, termasuk perguruan tinggi swasta (PTS). Kualitas layanan itu sendiri tentunya lekat dengan perilaku karyawannya. Lantas, bagaimanakah karyawan PTS dalam memberikan pelayanannya? Inilah yang ditelisik oleh Pantja dalam pidato pengukuhannya.
”Sikap perilaku karyawan dalam melakukan tugasnya secara sukarela, tulus, dan senang hati dalam memberikan pelayanan yang terbaik dikenal dengan perilaku ekstra karyawan atau Organizational Citizenship Behavior (OCB)”, demikian jelas Pantja mengawali pidatonya dalam acara pengukuhan Guru Besar atau Profesor yang berlangsung pada Jumat (21/5/10) bertempat di Auditorium UK Petra. Pengukuhan ini berarti menempatkan Pantja sebagai Guru Besar ke-8 di UK Petra dan ke-4 di Fakultas Ekonomi UK Petra.
Ayah tiga anak ini mengatakan bahwa OCB dapat diukur dari tiga hal yaitu Moral, Komitmen dan Motivasi. Lebih lanjut Pantja menjelaskan moral menyangkut beberapa hal seperti tanggung jawab, bekerja sesuai peraturan dan bersedia dikritik oleh atasan. Pantja juga memaparkan pentingnya komitmen agar setiap karyawan memiliki kemampuan menyelaraskan tujuan individu dengan tujuan organisasi. Motivasi dilihat sebagai daya dorong untuk melakukan yang terbaik.
Pria kelahiran Madiun 26 April 1960 lalu ini juga mengukur Service Quality pada PTS di Surabaya yang memiliki mahasiswa lebih dari 5.000 orang. ”Yang menjadi subyek penelitian adalah para karyawan administrasi atau tata usaha dan mahasiswa di enam PTS” ujar pria yang gemar bermain tenis ini. PTS tersebut ialah UK Petra, Ubaya, UWM, UPN, UWK dan Untag. Bagaimanakah hasilnya ? ”Secara umum kualitas layanannya relatif baik dan hanya pada beberapa indikator cukup baik”, papar Pantja. (Ajeng/Inggrit)






Siwalankerto 121-131 Surabaya