Maraknya dunia maya (online world) saat ini telah memikat minat masyarakat. Tidak hanya itu saja, penggunaan bahasa masa kini tidak hanya digunakan dalam kehidupan sehari-hari, namun juga mulai sering digunakan di dalam dunia maya. Karena penggunaan bahasa yang kini tidak lagi hanya ada di dunia nyata saja, jurusan Sastra Inggris UK Petra membuat konferensi nasional “Language in The Online and Offline World” yang digelar pada tanggal 1-2 Juni 2010.
Bahasa dalam dunia nyata (offline world) terdiri dalam 3 bagian yaitu secara tertulis, lisan, dan non-verbal. Bahasa yang digunakan dalam dunia nyata seperti ucapan kita sehari-hari, media cetak, dan simbol/kode yang kita tujukan pada lawan bicara kita. Sedangkan penggunaan bahasa dalam dunia maya seperti penggunaan facebook, blog, website, dsb. “Melalui facebook, orang-orang bisa mengutarakan apa yang mereka rasakan dalam bentuk tulisan.” Ujar Prof. Esther Kuntjara, M.A., Ph.D., selaku keynote speaker dalam konferensi nasional.
Penggunaan bahasa yang kita pakai dalam dunia nyata maupun maya dapat menggambarkan identitas diri kita. “Contohnya saja, komentar-komentar yang terdapat di dalam facebook.” Tambahnya. Dalam komentar-komentar yang diungkapkan tersebut bisa dari beragam bahasa. Setiap bahasa yang mereka gunakan menggambarkan identitas mereka. Namun, pada kenyataannya, bahasa yang mereka gunakan tidak selalu sesuai dengan identitas diri mereka. Pengguna facebook bisa saja menulis kata-kata yang sopan sehingga kita berpikir bahwa orang tersebut adalah orang yang baik dan ramah. Akan tetapi, pada kehidupan sehari-harinya belum tentu orang tersebut adalah orang yang baik. “Penciptaan identitas di facebook sangatlah dangkal, terkadang pengguna facebook tidak sungguh menunjukkan identitas mereka.” Ucapnya. Di dalam penggunaan bahasa di dunia online mengandung unsur yang mudah berubah.
Kegiatan yang diadakan selama dua hari ini, dihadiri oleh mahasiswa, dosen, dan lulusan sarjana yang berfokus pada bidang bahasa. Adapun 5 sub-topik yang dipresentasikan oleh peserta dari 8 sub-topik yang dibuka yaitu Language and Media, Language and Culture, Language and Literature, Language and Teaching Profession, dan Language and Discourse. Peserta yang hadir pun dari 9 kota yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Salatiga, Kudus, Surabaya, Singaraja, dan Makassar. (novi)


Siwalankerto 121-131 Surabaya