Opening Ceremony COP: Ketika Budaya Lima Negara Bersua dalam Muara COP
19/07/11

COP tidak hanya istimewa bagi pesertanya, di mata sivitas yang pada Selasa (5/7) lalu turut menyaksikan atraksi budaya COP 2011, COP juga menjadi kenangan yang sulit dilupakan. Pada acara pembukaan itu, sejumlah  131 peserta  beradu menampilkan atraksi budaya dari masing-masing negara. Di balik hingar bingar pagelaran budaya itu, COP membagikan arti. COP tidak sekedar menantang mahasiswa untuk memiliki kemampuan berbahasa asing dengan baik ataupun menjadi team player dari sebuah project antar bangsa. COP juga tidak sekedar mengisi liburan semester dengan bertemu banyak teman. COP  menyadarkan pentingnya generasi muda memiliki kebanggan akan warisan leluhur dan budaya sebagai identitas bangsanya. COP juga mengajarkan bahwa pendidikan itu sebagai proses service atau melayani sekaligus learning atau pembelajaran.

Dalam event ini, Prof. Ir. Rolly Intan, M.A. Sc., Dr. Eng, membuka dengan semangat kooperatif antara peserta maupun dengan penduduk desa, “Suasana atau atmosfir international ini memberikan keuntungan-keuntungan akan pengertian lintas budaya di antara para murid, keuntungan dan inspirasi bagi para penduduk desa. Kesalahpahaman dan ketegangan bisa saja terjadi oleh karena itu setiap pihak haruslah bersiap dan banyak belajar untuk memahami satu dengan yang lain”.

Pembukaan COP 2011 yang diramaikan oleh tujuh universitas dari lima negara ini dibuka dengan manis oleh peserta dari Hongkong. Perwakilan mahasiswa HKBU (Hong Kong Baptist University) dan Chinesse University berkolaborasi memperkenalkan Hongkong dengan mempertunjukkan senam Tai-Chi. Senam Tai Chi merupakan salah satu senam tradisional yang menjadi ciri khas budaya Negeri Tirai Bambu. Selain untuk relaksasi, senam ini juga bermanfaat untuk pernafasan dan terapi beberapa penyakit. Tak kalah seru, penampilan dari Inholland University, Belanda yang mengusung tarian poco-poco dan beberapa lagu. Walau tidak dapat bernyanyi dengan baik, penonton pun ikut larut dalam kemeriahan acara malam itu, mereka ikut bernyanyi bersama.

Perwakilan dari Internasional Christian University dan St. Andrew University yang menunjukkan pakaian tradisional Jepang,  kimono. Tak mau kalah, Dong Seo University-Korea menghadirkan beragam atraksi mulai dari Salmunori (tarian tradisional dengan genderang), Tae Kwon Do, tarian modern dan nyanyian sebuah lagu rakyat Korea. Peserta COP dari UK Petra mengusung tarian tradisional Sajojo dari Papua. Wajah Indonesia yang modern juga direpresentasikan dengan menampilkan tarian modern. Pembukaan COP 2011 ditutup dengan khidmat dengan lagu “Indonesia Tanah Air Beta”.  (Rosa/Aj)

Galeri