Menjadi Duta Perdamaian Dalam Keberagaman
19/06/12

Jumat (8/6) UK Petra dan Center for Chinese Indonesian Studies bekerja sama mengadakan seminar dengan tema “Membangun Perdamaian Dalam Keberagaman”. Seminar yang diadakan di Ruang Konferensi 4 UK Petra ini menghadirkan dua pembicara, yaitu Prof. Esther Kuntjara, Ph. D dan Pdt. Paulus Sugeng Widjaja, MAPS, Ph. D.

            Di awal seminar, diperkenalkan Center for Chinese Indonesian Studies (CCIS) sebagai pusat studi yang bernaung di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UK Petra serta mengkhususkan diri pada kajian-kajian yang terkait pada komunitas Indonesia Tionghoa. Juga diadakan pembahasan mengenai Encountering The Ethno-Religious Other: Toward Inter-Religious Understanding And Peace Building Initiatives, peneletian yang dilakukan oleh Esther Kuntjara, Linda Bustan, Aditya Nugraha, Thomas Santoso, dan Henny PS Wijaya.

Salah satu tujuan diadakan seminar ini untuk membentuk kesadaran masyarakat akan identitas diri kita masing-masing agar dapat membantu kita dalam menjalani kehidupan bermasyarakat yang damai. Prof. Esther Kunjara, Ph. D melalui penelitian yang dilakukan bersama dengan beberapa temannya menjelaskan kata ”Understanding” di mana untuk dapat tercipta perdamaian dalam keberagaman di negara Indonesia kita harus saling memahami, menghormati, dan menghargai satu sama lain. ”Apabila kita tidak dapat memahami, menghormati, dan menghargai sesama kita, sangat lah sulit untuk tercipta perdamaian dalam keberagaman karena Indonesia merupakan negara yang kaya akan keberagaman,” ujar Esther.

Untuk dapat menciptakan perdamaian dalam keberagaman diperlukan pengorbanan dari setiap individu dalam kehidupan bermasyarakat. ”Saya lebih memilih untuk membereskan ke arah individu yang bersangkutan dengan membentuk karakter individu tersebut dengan menggunakan metode KETELNASI,” ujar Paulus. KETELNASI yang dimaksud ada 4 (empat), yaitu kebajikan melalui memupuk sesuatu hal yang baik, telos membentuk karakter dengan berorientasi menentukan mana tindakan yang baik, narasi berhubungan dengan narasi yang terstruktur, dan praktik sosial di mana belajar mengenal kebajikan serta mewujudkannya

Kesimpulan yang dapat diambil dari seminar ini adalah bahwa tindakan yang kita lakukan berulang-ulang akan membentuk karakter diri kita; dan dalam kehidupan bermasyarakat masih terdapat banyak konflik yang harus dicermati. Oleh karena itu, mari kita menjadi individu-individu yang membawa perdamaian dalam keberagaman. (Stefan)

Galeri