Sekali lagi mahasiswa Universitas Kristen Petra mengukir prestasi. Dalam lomba desain yang diadakan oleh INDODESIGN 5-8 Mei 2011 di Gramedia Expo, Surabaya, salah satu tim dari Jurusan Desain Interior berhasil menyisihkan banyak peserta dari berbagai universitas dan menyabet juara pertama. Tim yang terdiri dari Aprilia Gunawan, Stephanie Ribka, dan Maria Puji berhasil membawa pulang Trophy Gubernur dalam lomba yang bertemakan “Heroes Heritage Spirit”. “Rasanya senang sekali bisa menang, padahal kami sempat minder melihat karya peserta lain,” ungkap Aprilia.
“Kami mengetahui lomba ini dari Pak Adi Santosa, S.Sn, M.A.Arch yang pada waktu itu menjadi pembimbing kami,” imbuhnya. Kompetisi ini sebagai ajang untuk membuktikan kemampuan mereka. Mereka juga melakukan survey ke museum-museum lainnya. Aprilia bahkan melakukan survey secara langsung ke Army Museum dan National Museum of Singapore. ”Survey ini guna meningkatkan wawasan kami mengenai konsep yang digagas panitia,” cetus Maria.
Pada awal pengerjaan, mereka sempat bingung mengenai konsep yang akan mereka garap. “Kami awalnya disuruh untuk membuat tema sendiri, setelah itu baru digabungkan,” papar Ribka. Akhirnya, setelah meminta petunjuk dari Adi Santosa, S.Sn, M.A.Arch, mereka menemukan tema “Reflektif”. Tujuan tema ini adalah agar masyarakat Surabaya yang mengunjungi museum lebih menghayati semangat para pejuang kemerdekaan jaman dahulu. Dan untuk menunjang konsep, mereka membagi area pameran menjadi empat bagian yaitu area tradisonal, Kolonial, 10 November, dan yang terakhir area Masa depan, area ini menceritakan pesan untuk mengisi kemerdekaan.
Selain konsep yang kreatif, keunggulan mereka lainnya dari segi teknologi. Teknologi yang mereka pakai adalah Hologram Technology yang berfungsi membuat lukisan atau gambar yang dipajang di museum dapat terlihat hidup. Dalam teknologi ini, suatu lukisan nantinya akan dapat menyapa pengunjung museum dan juga menceritakan kisah yang berhubungan dengan lukisan tersebut. ”Teknologi ini sangat efektif sehingga para pengunjung tidak bosan dan juga tidak memerlukan tour guide,” jelas Aprilia. Dari sisi Green Design, mereka juga tidak kalah dari peserta lain. Mereka menggunakan material recycle yang mudah diperoleh di sekitar kita, serta penggunaan lampu LED dengan motion detector sehingga hemat listrik. Dengan keunggulan inilah dewan juri yang terdiri dari Lucky Basuki selaku Ketua HDII Jawa Timur, Guntur Soekemi sebagai Principal Architect Museum Perjuangan 10 November Surabaya, Sugeng Gunadi dari pihak IAI tidak ragu memilih mereka menjadi pemenang. (Ardy/Rosa)




Siwalankerto 121-131 Surabaya