05/07/11No Pain No Gain, peribahasa itu rasanya tepat menggambarkan spirit atau semangat juang yang digaungkan oleh Pusat Penelitian (Puslit) melalui IKP2M. Apakah IKP2M itu ? Tim DP sengaja mengunjungi Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng, Ph.D, Kepala Puslit untuk mengulasnya bagi pembaca DP.
“Pada prinsipnya, semua dosen harus melakukan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu mengajar, meneliti, dan mengabdi pada masyarakat. Tiga kegiatan tersebut harus dilakukan sebagai kinerja dosen. Jadi tidak bisa memilih salah satu, mengajar saja, meneliti atau mengabdi saja. IKP2M atau Indeks Kinerja Penelitian dan Pengabdian Masyarakat sengaja digagas agar para dosen tetap semangat dan termotivasi melakukan penelitian dan pengabdian di sela-sela kesibukan mereka mengajar. IKP2M, merupakan alat ukur kinerja dosen dalam penelitian dan dalam pengabdian masyarakat.”.
Menurut pria yang pernah bekerja sebagai dosen di Curtin University ini, ada empat tujuan yang melandasi diadakannya IKP2M. Pertama yaitu untuk mengukur kinerja para dosen dalam melaksanakan Tri Dharma perguruan tinggi. Kedua, mengumpulkan data supaya lebih terintegrasi dan mudah untuk digunakan apabila dibutuhkan, untuk akreditasi misalnya. Ketiga ialah untuk memberikan reward pada dosen atas hasil penelitian dan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan. Reward akan berupa dana yang bisa digunakan untuk penelitian atau keperluan-keperluan lain yang menunjang kegitan penelitian dan abdimas. Selain itu juga akan diberikan penghargaan untuk peneliti terbaik, pelaku abdimas terbaik, serta penulis paling produktif. Tujuan yang keempat adalah untuk memotivasi teman-teman dosen agar tetap bersemangat melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat. ”Teman-teman dosen kadangkala terlalu fokus hanya pada dharma mengajar dan mengenyampingkan penelitian dan pengabdian masyarakat padahal dua hal ini penting sebagai akademisi”, papar pria asal Blora ini.
Lantas, apa saja yang diukur dalam IKP2M ? Ada dua yakni input dan output. Untuk penelitian, hasil input yang dinilai ialah dana yang berhasil didapatkan oleh para dosen untuk melakukan karya penelitian dari sumber luar UK Petra sedangkan segi outputnya bagaimana mempublikasikan hasil penelitian tersebut. “Bentuk publikasi penelitian dapat berupa tulisan di jurnal, laporan penelitian, konferensi, dan paten”, ujar Djwantoro yang ditemui di ruangannya. Untuk pengabdian masyarakat, input yang diukur adalah kemampuan dosen dalam membawa dana agar program tersebut bisa terlaksana sementara Ouputnya yang dinilai apakah dosen tersebut ikut dalam berbagai kegiatan masyarakat seperti menjadi dosen pendamping COP atau ikut melakukan penyuluhan pada masyarakat. ”Jadi sebenarnya kerja keras para dosen untuk melakukan penelitian dan pengabdian pada hilirnya akan memberi kontribusi bagi kualitas maupun kompetensi mereka”, jelas Djwantoro menutup pembicaraan. (Ardy)


Siwalankerto 121-131 Surabaya