Mempersiapkan Indonesia Hadapi Persaingan Di Asia Tenggara
20/06/11

Kali ini (9/6) Program Manajemen Bisnis UK Petra mengadakan Seminar Kepemimpinan yang mengusung tema “Searching for Leadership Excellence in the ASEAN Context”.  Seminar ini diadakan di Ballroom Hotel Shangri-la Surabaya. Sebanyak 178 peserta menghadiri seminar yang bekerja sama dengan fungsional ASEAN dan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Perwakilan dari Kementerian Luar Negeri, Djumantoro Purbo membawakan sambutan dan pidato kunci pada seminar kali ini. “Seminar yang digelar pada hari ini, diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada masyarakat, khususnya mahasiswa untuk mengaktualisasikan ilmu yang didapat melalui praktek, memahami isu-isu yang menjadi pembahasan utama dalam ASEAN," jelasnya.

Lebih lanjut disampaikan bagaimana meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia dalam menyongsong ASEAN 2015. “Pertama, kita harus meningkatkan self evaluation. Mengevaluasi terlebih dahulu tiap individu,” papar Prof. Wibisono Hardjopranoto, Rektor UBAYA. Kita harus mengintropeksi dari history Indonesia. Agar mampu mengatasi beberapa kendala, seperti nilai tukar Indonesia yang melonjak naik. Jadi, harus ada master plan yang tersusun, mengurangi hambatan birokrasi dan memperbaiki regulasi yang ada. Tugas penting yang harus dilakukan oleh Pemerintah Indonesia, “Bagaimana membawa industri kita dari hulu ke hilir dengan kemajuan teknologi,” paparnya dalam hal solusi. Selain mengembangkan teknologi, Indonesia harus punya budaya politik yang membantu untuk meningkatkan daya saing. Budaya politik yang ada membawa dua spectrum yaitu, otoriter atau demokrasi. “Budaya yang diterapkan harus mampu menampung kapasitas dan meningkatkan stabilitas sosial dan kesejahteraan masyarakat,” jelas Drs. Basis Susilo, M.A., pembicara kedua dari sesi pertama.

Sesi kedua dibuka dengan diskusi mengenai kemajuan yang harus dicapai Indonesia selama menjadi anggota ASEAN. Stefan S. Handoyo selaku pembicara di sesi kedua mengatakan bahwa kemajuan SDM merupakan faktor utama bagi bangsa Indonesia untuk bisa maju. “ SDA bukanlah yang utama bukan pula ras, agama, kecerdasan dll; namun, yang terpenting adalah sikap yang terbentuk melalui kebudayaan dan pendidikan,” jelasnya.

“Etika, hormat, kerja keras, cinta pada pekerjaan, ketepatan waktu dan kemauan berinvestasi adalah sikap-sikap masyarakat negara maju yang harus ditiru oleh orang-orang Indonesia,” ujar pria yang menjabat President Director RAI (  Research and Advisory Group Internasional) ini. Diskusi ini ditutup oleh ajakan Drs. Ronny H.Mustamu selaku pembicara terakhir sesi kedua ini untuk memajukan sektor pendidikan Indonesia.  “Kita harus memperbaiki kualitas negara ini dengan memajukan pendidikan dan komponennya. Di sini peran pemerintah penting untuk melakukan policy change dan public change supaya cita-cita kita bisa menjadi fakta,” ujar dosen Manajemen Bisnis UK Petra ini. (Rosa/Chriz)

Galeri