Kisah perjalanan dinas Rolly Intan di Korea Selatan: Usulkan Akreditasi khusus Universitas Kristen
31/10/10

Rektor UK Petra, Rolly Intan, baru saja melakukan perjalanan dinasnya ke negeri ginseng Korea Selatan (31/10-4/11) untuk mengikuti konferensi ACUCA (Association of Christian Universities and Colleges in Asia) dan melakukan penandatanganan MoU dengan Woosong University di Daejeon.

Konferensi dua tahunan ACUCA ke-18 (18th General Assembly) yang rutin diikuti oleh UK Petra diselenggarakan di Universitas Keimyung, Daegu.  Dalam konferensi itu hadir pula perwakilan dari 73 universitas Kristen di Asia termasuk Indonesia untuk membicarakan permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh universitas dan perguruan tinggi Kristen di Asia. Pula termasuk dalam agenda konferensi adalah pergantian presiden ACUCA dari Prof. Synn Ilhi (Presiden dari Keimyung University, Korea)  kepada Prof. Norihiko Suzuki (Presiden dari Internasional Christian University, Jepang). Dengan demikian, ICU akan menjadi tuan rumah konferensi mendatang. Sebagai salah satu alumni ICU yang juga mengenal Prof. Suzuki, Pak Rolly mengharapkan hubungan kerjasama UK Petra dan ACUCA semakin erat.

Konferensi ACUCA tahun ini membahas mengenai Sustainable Development and Christian Initiative. Menurut Pak Rolly, Sustainable Development  mencakup semua bidang kehidupan seperti ekonomi, lingkungan dan pendidikan. Guru Besar ini mengusulkan adanya standar dan akreditasi tersendiri bagi universitas kristen untuk mempertahankan ciri khas mereka di dunia sekuler. “Sebagai universitas kristen kita harus mempertahankan panggilan kita di tengah persaingan global dan permasalahan internal serta eksternal yang dapat melunturkan visi misi kita sebagai universitas Kristen,” ujarnya. Usulan itu ditanggapi positif oleh sebagian besar peserta konferensi karena melihat kenyataan banyak universitas Kristen yang telah kehilangan identitasnya.

     Setelah mengikuti konferensi ACUCA, sore harinya (3/11), Rolly langsung menuju Universitas Woosong tepatnya di SolBridge International School of Business untuk menandatangani MoU dengan Presiden Woosong University, John E. Endicott. Salah satu bentuk kerjasama adalah pertukaran pelajar (student exchange) dan rencananya akan ada beberapa mahasiswa UK Petra yang dikirim ke SolBridge pada semester mendatang.

Di kampus ini, Rolly Intan langsung mengungkapkan kekagumannya terutama dalam hal fasilitas dan suasana internasionalnya. ”SolBridge memiliki lebih dari 80% mahasiswa asing dengan mayoritas pengajar berasal dari berbagai negara dan fasilitas kuliah yang lengkap dan modern,” ujar Rolly saat diwawancarai di kantornya.

“Mimpi saya sesuai dengan visi menjadi global university, UK Petra harus mampu bersaing dan menarik minat mahasiswa asing untuk belajar di sini. UK Petra harus menjadi berkat untuk menyatakan kemuliaan Tuhan tidak hanya di lingkup nasional tetapi juga internasional,” begitu menurutnya. (Chriz)

Galeri