HIJAUKAN HUT SURABAYA DENGAN GREEN MAP
07/06/11

Genap sudah usia kota Surabaya ke-718. Sebagai bentuk persembahan untuk kota tercinta, Universitas Kristen Petra Surabaya baru saja  menggelar Workshop sekaligus pembuatan Green Map di atrium Grand City Mall pada Sabtu (28/05) lalu. Prof. Rolly Intan, Rektor UK Petra ketika ditemui mengungkapkan, “Workshop sekaligus pembuatan Green Map ini adalah rangkaian kegiatan dari Tribute to Surabaya yang merupakan kado UK Petra untuk Surabaya sekaligus sebagai bagian dari peringatan 50 tahun UK Petra (Petra Golden Jubilee). Semoga para pengunjung dan masyarakat umum yang hadir di event ini semakin aware akan isu-isu green serta memacu untuk semakin mencintai dan berkarya bagi Surabaya”.

 

Apa itu Green Map? Apa saja kegiatan komunitas ini? “Green Map ini bisa dibuat oleh siapapun dari semua kalangan dan bisa muncul kapan saja” urai Elanto Wijoyono, koordinator Green Map Indonesia. Tidak perlu peristiwa yang fenomenal, dengan Green Map berbagai peristiwa bisa disederhanakan. Green Map itu sendiri adalah sebuah media berbentuk peta yang dibuat oleh komunitas lokal dengan memetakan potensi alam dan budaya baik itu yang bernilai positif maupun negatif dari suatu kawasan. Elanto menekankan bahasa yang digunakan dalam Green Map ini menggunakan satu bahasa yang sama di seluruh dunia yaitu bahasa visual berbentuk icon (tanda) tertentu. Sangat mudah melakukannya. Cukup dengan melakukan metode Maping mulai dari survei, merekam, mencatat, kemudian menggambarkannya kembali untuk kemudian mendiskusikan isu yang ada kemudian mencari solusinya demi kepentingan bersama.

 

Contohnya yang ditemui para peserta kala terjun langsung melakukan metode Maping di Kalimas. Di siang hari taman di sepanjang Kalimas sangat sejuk karena banyak pohon peneduh, tetapi yang sangat memprihatinkan banyak ditemui kondom bekas. “Ini sangat memilukan, seharusnya potensi budaya seperti ini bisa kita jaga dan lestarikan” urai Prof. Lily sebagai salah satu peserta. Elanto menambahkan, dengan Green Map ini maka kita akan dapat mengetahui lebih dalam mengenai lingkungan yang terjadi di sekitar kita sehingga akan meyadarkan diri sendiri supaya lebih peduli lingkungan, budaya dan kehidupan orang lain. Selain itu nantinya akan berguna untuk memberi sumbangsih pada pemerintah. (Aj)

Galeri