Drama Kehidupan Poligami
09/04/10

Komunitas Petra Little Theater Jurusan Sastra Inggris, Universitas Kristen Petra berkolaborasi dengan Euphoria Theater (alumni Jurusan Sastra Inggris UK Petra) mempersembahkan penampilan bertajuk The Worst Day of My Life selama 4 hari berturut-turut mulai 6 hingga 9 April yang lalu.

Drama satu babak karya Alan Richardson, seorang penulis kelahiran Edinburgh, Inggris, yang berlangsung di Theater Room Gedung B lantai 2 itu berhasil menarik minat banyak penonton, terbukti dengan deretan kursi yang terisi penuh. Poligami adalah sebuah realita hidup di bermasyarakat. Realita inilah yang diangkat dalam cerita The Worst Day Of My Life yang mengisahkan kehidupan seorang pria yang berpoligami.

Adalah Charlie Brown (Juanta Memory Sebayang), seorang pria dengan mata pencaharian utamanya sebagai seorang penjual vacuum cleaner, mampu memanipulasi 4 wanita untuk dijadikan sebagai istrinya. Ia merasa kehidupannya menjadi sempurna dengan kehadiran keempat wanita tersebut karena kelebihannya masing-masing. Istri pertamanya, Evelyn (Priska Febrinia Handojo) adalah seorang sangat kaya raya dan disiplin sehingga ia tak perlu kuatir tentang masa depannya. Istri kedua bernama Melissa (Sani Puspa Kencono) sangat pintar dalam hal memenuhi kebutuhan biologisnya. Sedangkan istri ketiganya Joanne (Dina Waluyo) adalah seorang yang sangat pintar dalam bekerja sehingga ia tak perlu bersusah payah bekerja. Dan calon istrinya yang keempat, Samantha (Cecilia Barek Lawe) adalah seorang yang mempunyai sifat yang suka membantu dan menyenangkan sehingga kehidupannya tidak membosankan.

Akan tetapi, kesempurnaan hidup Charlie menjadi hancur berantakan kala ia menderita sakit. Suasana semakin seru ketika ketiga istri dan calon istrinya yang seorang perawat di rumah sakit tersebut yang tidak saling kenal satu sama lain datang untuk mengunjunginya di kamar rumah sakit pada saat yang bersamaan. Kebohongan yang tertutup rapi selama ini akhirnya terbongkar. Drama yang berbalutkan komedi dengan durasi lebih kurang 50 menit ini mencoba mempertontonkan kenyataan hidup yang marak terjadi di masyarakat saat ini. "Setelah mendapat naskah aslinya dan membacanya berulang kali untuk mendapatkan karakternya, kami resmi mulai berlatih sejak Januari lalu" tutup Sani Puspo Kencono, S.S. selaku sutradara dan lulusan Sastra Inggris tahun 2010 ini. (Aj)

Galeri