Ciptakan wajah elegan dan representatif UK Petra
02/02/11

Mungkin banyak warga kampus terutama mahasiswa UK Petra yang heran dengan kondisi enterance hall kampus gedung W yang kini ditutup dengan papan pembatas. Dengan pembatas-pembatas tersebut mereka mengalami kesulitan untuk memasuki gedung-gedung penting seperti BAAK karena aksesnya ditutup dan harus memutar melewati sisi luar. Namun semua itu bukanlah tanpa alasan karena semuanya dilakukan untuk merenovasi enterance hall UK Petra.

”Kita ingin membuat enterance hall sebagai wajah UK Petra yang lebih cerah, elegan dan representatif” ujar Timoticin Kwanda selaku perencana tim Master Plan YPTK Petra dalam proyek ini. Nantinya di enterance hall akan dibuat empat ruang baru yaitu lounge, quality gallery, souvenir shop, serta lobby BAAK. Pembangunan ini menurut Timoticin akan berlangsung selama empat bulan dan dijadwalkan selesai pada bulan April 2011. Dengan adanya lounge diharapkan dapat menjadi tempat tunggu yang nyaman bagi masyarakat umum jika ingin berkunjung ke UK Petra. Dalam ruang quality gallery masyarakat mendapatkan informasi tentang sejarah perjalanan dan prestasi-prestasi yang telah dicapai oleh UK Petra selama ini. Sedangkan Souvenir Shop itu sendiri nantinya para pengunjung bisa mendapatkan beragam souvenir universitas.

Tujuan pembangunan yang sebenarnya oleh tim Master Plan ini enterance hall difungsikan sebagai pintu masuk menuju UK Petra agar memberikan kesan apik. Timoticin juga menjelaskan detail rancangan  lengkap dengan gambar desain interiornya. Kendala dalam proyek ini adalah adanya agenda kampus yang sedikit mengganggu saat pengerjaan proyek ini. Contohnya saat wisuda bulan Februari nanti dan penggunaaan auditorium untuk kegiatan mahasiswa selama masa renovasi. Namun Timoticin dan tim Master Plan sudah berusaha meminimalisirnya. ”Khusus untuk wisuda kami akan buka papan pembatas meskipun pengerjaan belum selesai, sementara untuk kegiatan lainnya kita akan buatkan rute keluar masuk yang tidak mengganggu pengerjaan proyek” jelas pria berkacamata ini.

Meskipun mengganggu kegiatan kampus namun nantinya spot-spot ini akan memiliki fungsi yang menguntungkan mahasiswa. Handoko, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan yang didampingi Timoticin ikut menjelaskan bahwa nantinya lounge atau souvenir shop bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa. ” Lounge maupun souvenir shop dapat digunakan untuk kerja praktik mahasiswa Fakultas Ekonomi untuk melatih enterpreneurship misalnya” jelas pria yang juga sekretaris tim Master Plan ini. (Chriz)

Galeri