12/02/11Tak kenal maka tak sayang, pepatah ini yang kemudian diimplementasikan oleh UK Petra dalam workshop untuk sekolah mitra. Workshop ini selain membagikan wawasan dan pengalaman tentang organisasi sekaligus untuk mendekatkan UK Petra dengan para pengurus OSIS di beberapa SMA di Makasar. Bagaimana kisah perjalanannya? DP sajikan dalam liputannya kali ini.
Sabtu pagi, 12 Februari 2011 yang lalu ruangan pertemuan di salah satu hotel bintang empat tampak kerumunan beberapa orang berpakaian batik dan seragam sekolah. Ya, mereka adalah para guru pedamping kesiswaan dan siswa-siswi SMA di Makassar. Para guru diberikan workshop Pengembangan Peran Pendamping Kesiswaan sedangkan para siswa-siswinya diberikan workshop mengenai Orientasi Kesiswaan yang dipandu langsung oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UK Petra. ”Selama satu hari para guru pendamping Kesiswaan dan pengurus OSIS ini akan diberi pelatihan. Kedua workshop ini memang sengaja tidak dijadikan satu baik tempat dan pembicaranya karena disesuaikan dengan audiencenya akan tetapi tetap satu tema besar”, ujar Ir. Jones Syaranamual, M.Eng., selaku Kepala Unit Humas dan Informasi Studi.
Apa saja yang harus dilakukan oleh guru pembina agar sukses mendampingi siswa pengurus OSIS? Pertanyaan inilah yang coba di bahas tuntas dalam workshop Pengembangan Peran Pendamping Kesiswaan yang dibagi menjadi tiga sesi yaitu persepsi, berbagai gaya dalam bekerja dan negosiasi. Workshop yang dibawakan langsung oleh Ir. Jones Syaranamual, M.Eng tidak hanya melulu pemberian materi saja. Peserta juga diajak bermain seru melalui simulasi. Misalnya saja, ketika peseta diminta untuk membentuk tim yang jumlahnya berdasarkan jari manusia. Ada yang berperan sebagai ibu jari, telunjuk, jari tengah, jari manis maupun kelingking. Tim kemudian diminta untuk membuat pesawat kertas berdasarkan fungsinya masing-masing. Meski tidak mudah, mereka berusaha menyelesaikannya dan kekompakan jelas terlihat meski mereka dari berbagai SMA di Makassar.
Tak jauh berbeda dengan workshop para pembina kesiswaan, di workshop Orientasi Kesiswaan ini berbicara mengenai ketrampilan apa sajakah yang harus dimiliki oleh para pengurus OSIS. Workshop yang dihadiri oleh para pengurus OSIS ini berlangsung serius tetapi santai. Ke-39 pengurus OSIS ini diberikan materi mengenai Creative Thinking, Time Management dan Building Relation. Raut muka lelah tampak jelas tergambar akan tetapi mereka sangat antusias mengikuti acara hingga selesai. Mereka bahkan ditantang untuk beradu dalam kompetisi robotik, perpajakan dan merancang desain bangunan sederhana dalam My Beautiful Tower.(Aj)





Siwalankerto 121-131 Surabaya