• – A Caring and Global University With Commitment to Christian Values
  • |
  • INDENG

Menjelajahi Budaya Surabaya melalui Tour de Kampoeng

Surabaya tidak hanya identik dengan gedung tinggi dan modern, Surabaya dapat bercerita tentang budaya melalui kampung-kampung yang tersebar didalamnya. Cerita itulah yang dialami oleh kelompok mahasiswa yang dikoordinasi oleh Program Studi Pariwisata, Universitas Kristen Petra. ‘Tour de Kampoeng’, adalah kegiatan tahunan dimana Program Studi Pariwisata membawa peserta mengunjungi beberapa kampung di Surabaya. Kegiatan, yang berlangsung pukul 07.00 hingga 17.00, ini bertujuan menilik berbagai aktivitas di kampung-kampung yang memiliki nilai budaya dan daya beli. ‘Tour de Kampoeng’ kali ini diikuti oleh 40 peserta dari Program Studi Pariwisata, lima mahasiswa dari program studi lain dan juga mahasiswa dari Universitas lain.

Destinasi wisata yang pertama adalah Kampung Pernak-Pernik, Benowo. Para ibu-ibu di salah satu RW di kampung ini terampil dalam membuat tas, jepit, taplak meja, dan produk lain berbahan dasar benang atau pita. Peserta mempraktikkan secara langsung ketrampilan tersebut dengan bimbingan para ibu-ibu. Usai melatih kemampuan dengan kain, peserta datang ke destinasi kedua, yaitu kampung Kacakraft, Banyu Urip. Kerajinan yang khas dari kampung Kacakraft adalah suvenir yang terbuat dari kaca. “Pembuatan suvenir ini asyik, hanya dari tabung-tabung kaca yang besarnya seperti jari telunjuk, lalu dipegang oleh dua tangan dan dipanaskan, lalu dibentuk seperti harimau, merak, dan lain-lain.” terang Felianie, Koordinator Acara.

Rumah Batik, Margorejo, adalah tujuan wisata ketiga. Di tempat ini, peserta diajari mengenal jenis-jenis batik, cara dan alat-alat untuk membuat batik. Di Rumah Batik, peserta dibagi menjadi lima kelompok, diberi selembar kain kemudian mempraktikkan pembuatan batik secara langsung. Kampung terakhir yang dituju juga tidak kalah menariknya, yaitu kampung Jambangan. Kampung Jambangan memiliki reputasi sebagai kampung terbersih di Surabaya, dibuktikan oleh tidak adanya sampah yang berserakan. Felianie menuturkan cara warga kampung menjaga kondisi tersebut, “Mereka sadar akan sampah-sampah ini dan mereka membuat sampah tersebut menjadi duit. Bahkan mereka berhasil menghasilkan 14 juta rupiah dari mendaur ulang sampah tersebut menjadi rok, tas, topi, dan lain-lain.”

Melalui Tour de Kampoeng, pelaksana kegiatan mengharapkan para mahasiswa, khususnya dari Prodi Pariwisata, dapat mengenal budaya Surabaya melalui sudut-sudut kota ini. Berwisata di kota ini berarti tidak hanya mengekplorasi mall dan pusat perbelanjaan besar. Berwisata ke kampung-kampung di Surabaya akan mengajarkan nilai budaya dan menujukkan potensi ekonomi dari warganya.

Love – Integrity – Growth – Humility – Truth
Love is the Spirit of Caring  /  Integrity is Character in Action
Growth is the Fruit of Holistic Learning  /  Humility is the Beginning of Wisdom  /  Truth is the Basis of True Life