• – A Caring and Global University With Commitment to Christian Values
  • |
  • INDENG

PUSAT STUDI UNIVERSITAS KRISTEN PETRA : MERETAS KEHIDUPAN ETIS DAN SOSIO-RELIGIUS BANGSA INDONESIA

Kali pertama UK Petra menyelenggarakan seminar nasional pada 8 hingga 9 November 2013 lalu, dalam rangka peresmian Pusat Studi Etika dan Sosio-Religius yang dikemas secara apik. Pusat Studi Etika dan Sosio-Religius merupakan sebuah kajian yang memberikan kesadaran (awareness), pencerahan (enlightenment), yang memberikan terobosan pemikiran kreatif dalam menyikapi persoalan etis bangsa dalam kehidupan bermasyarakat dan beragama berdasarkan Christian Values. “Satu hal yang membuat kami berani untuk melangkah dalam Pusat Studi ini adalah karena kami cinta dengan bangsa ini dan kami menginginkan Tuhan hadir di tengah-tengah kami, agar kita dapat terus belajar seperti yang Tuhan mau,” ungkap Ketua Pusat Studi Linda Bustan, S. Th., M. Div., dalam sambutan pembukaan Pusat Studi Etika Sosio-Religius.

Seminar nasional yang dihadiri sebanyak 751 orang ini, diwakili oleh beberapa universitas di Indonesia, di antaranya; Universitas Trisakti Jakarta, Universitas Kristen Indonesia Jakarta, Universitas Kristen Indonesia Maluku, STT GKE Banjarmasin, Universitas Katolik Widya Mandala, Universitas Pelita Harapan Surabaya serta Pelayanan Mahasiswa (Perkantas) Surabaya. Acara yang bertemakan “Meretas Kehidupan Etis dan Sosio-Religius Bangsa Indonesia ini, dibagi menjadi tiga sesi.

Sesi yang pertama, pada seminar nasional ini membahas mengenai krisis kehidupan yang dibawakan oleh Jim Della-Giocoma, Pdt. Benyamin F. Intan, Ph.D dan Weilin Han, M. Sc. Dalam sesi ini menunjukkan bahwa dalam krisis kehidupan berbangsa, kita diajak untuk bisa memahami krisis itu sendiri dalam konteks budaya, sosial dan religiositas. “Tahun 2014 kita akan memilih anggota nasional yakni anggota DPR, dan MPR serta Presiden dan Wakil Presiden, hal yang terutama dalam bangsa kita adalah pemimpin kita harus bisa menyelesaikan krisis religiositas sosial dan budaya,” ungkap Pdt. Benyamin F. Intan, Ph. D.

Sesi kedua yang dibawakan oleh Matius Ho, MS dan Drs. Cristianto Wibisono membahas mengenai Etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Matius Ho, M.S., (Direktur Institut Leimena), mengungkapkan bahwa etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara merupakan sebuah politik, dan perlu dikembalikan lagi kepada kita sebagai manusianya.

Sedangkan di sesi ketiga pada hari yang kedua, Kalvin Surya Budiman, berbicara mengenai Biblical ethics sebagai pengetahuan tentang prinsip-prinsip kehidupan moral yang berasal dari Alkitab. “Alkitab bukan hanya memberikan kepada kita peraturan-peraturan tentang mana yang boleh dan mana yang tidak boleh, tetapi Alkitab juga memberikan kepada kita grand moral design yang merupakan pedoman bagi cara berpikir Kristen dalam kehidupan moral,” ungkapnya. Di dalam terapannya, Prof. Dr. J.E. Sahetapy, S.H., MA juga mengungkapkan dalam kenyataannya bagaimana manusia menghadapi dunia ini dengan semua kehidupan yang ada. “Hanya etika universal, dengan tanggung jawab yang tidak terbatas terhadap semua (mahkluk) yang hidup, harus menjadi dasar pemikiran,” tuturnya dalam sesi Applied Ethics.

Akhir kata, Prof. Ir. Rolly Intan, M.A.Sc., Dr. Eng selaku Rektor UK Petra mengungkapkan banyaknya persoalan moralitas yang terjadi dalam kehidupan kita bisa berakibat pada faktor budaya, dengan adanya seminar nasional Etika dan Sosio-Religius mampu memberikan sumbangsih kepada bangsa tentang sebuah moralitas berbangsa dan bernegara. “Harapan saya, seminar nasional bisa membuahkan sebuah diskusi tentang sebuah moralitas bangsa dan sekaligus kita bisa memberikan sumbangsih kepada negara kita perihal Etika dan Sosio-Religiositas,”tuturnya. (YDS)

Love – Integrity – Growth – Humility – Truth
Love is the Spirit of Caring  /  Integrity is Character in Action
Growth is the Fruit of Holistic Learning  /  Humility is the Beginning of Wisdom  /  Truth is the Basis of True Life