Connect with us
  • b
  • a
  • x
A CARING AND GLOBAL UNIVERSITY
WITH COMMITMENT TO CHRISTIAN VALUES

Berita terakhir



Bank Mandiri Beri Penghargaan Atas Kepercayaan UK Petra
May 22, 2019

Kerja sama kemitraan antara Universitas Kristen Petra (UK Petra) dengan PT. Bank Mandiri Tbk (Persero) telah terjalin cukup lama dan baik. Bank Mandiri sebagai salah satu mitra utama UK Petra, memberikan kepercayaan kepada UK Petra dalam bentuk bantuan pengembangan Laboratorium Bahasa Mandarin. Penandatanganan Berita Acara dan penyerahan bantuan secara simbolis dilaksanakan pada 2 Mei 2019 di Ruang Rapat Universitas (RRU).

Bantuan ini diberikan kepada Program Studi Bahasa Mandarin untuk mengembangkan laboratoriumnya untuk ujian Hanyu Shuiping Kaoshi (HSK), yaitu ujian standardisasi kemahiran berbahasa Mandarin untuk penutur asing, seperti mahasiswa asing, pendatang dari luar, dan anggota kelompok etnis minoritas di Cina. “Laboratorium Bahasa Mandarin ini tidak hanya untuk mahasiswa UK Petra, namun dibuka untuk umum, khususnya untuk ujian HSK. Dari tahun ke tahun, jumlah peserta HSK di Jawa Timur terus meningkat,” ungkap Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng., selaku Rektor UK Petra.

Erwan Djoko Hermawan, Regional CEO PT. Bank Mandiri Region VIII/Jawa 3 menyerahkan bantuan ini. R. Erwan beserta jajaran Bank Mandiri menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin. “Ini adalah tahun ketiga kita bekerja sama untuk program CSR, saya harap kita dapat terus bekerja sama untuk program-program Bank Mandiri khususnya di bidang pendidikan,” ujar R. Erwan. (rut/dit)

Baca berita
Pengalaman Memulai Suatu Bisnis
May 21, 2019

Program Manajemen Bisnis UK Petra mempersiapkan generasi muda dengan pengetahuan dan pengalaman yang cukup agar siap memulai wirausaha. Salah satunya dengan menggelar Petra Business Festival pada 25 – 28 April 2019 di East Rotunda – West Rotunda Corridor Grand City Mall. Rangkaian kegiatan ini adalah Business Idea Competition (BIC), Bazaar Bisnis, Business Workshop, serta Pameran Inovasi Bisnis.

BIC diikuti oleh 32 kelompok sisiwa-siswa SMA dengan melakukan simulasi membuat business plan. Sedangkan Business Workshop menyediakan serangkaian pelatihan bagi mahasiswa untuk meningkatkan penampilan profesionalisme, cara berkomunikasi, dan etika. Pameran Inovasi Bisnis ini sendiri merupakan tugas utama Mata Kuliah Internship 1 dan Applied Course.

Sekitar 200 mahasiswa semester empat bekerja dalam 30 kelompok untuk membuat inovasi bisnis dengan alat bantu Business Model Canvas (BMC) 9 Blocks. Dengan memakai kerangka kerja BMC, para mahasiswa menganalisa aspek-aspek yang mempengaruhi dalam memulai sebuah bisnis baru, analisa dimulai dengan mengidentifikasi sembilan blok aspek, yaitu Customer Segments, Value Propositions, Channels, Customer Relationships, Revenue Streams, Key Resources, Key Activities, Key Partnerships dan Cost Structure.

Salah satu yang unik seperti milik Edwan. Ia memperkenalkan bisnis snack cokelat sehat “Truffruits” yang dirancang bersama kelompoknya. Mereka menganalisa bahwa cokelat adalah penganan yang populer dan memiliki bisnis yang besar, di sisi yang lain mereka menemukan bahwa kandungan kalori yang tinggi membuatnya menjadi makanan yang tidak sehat. Maka, mereka membidik segmen pembeli para penikmat cokelat yang memiliki kesadaran atas gaya hidup sehat. Menurut Edwan, selain mendapatkan pemahaman dan pengalaman memulai bisnis baru, ia juga mendapatkan pengalaman yang berharga, katanya “Bagi saya yang berkesan adalah menjalin kerjasama dalam bekerja kelompok. Di mana tidak segala sesuatu berjalan sesuai dengan kehendak masing-masing anggota, dan masing-masing anggota bisa saling mendukung”. (noel/Aj)

Baca berita
Memperkenalkan Budaya dan Bahasa Korea secara Luas
May 17, 2019

King Sejong Institute (KSI) adalah lembaga pendidikan bahasa Korea yang dibentuk oleh pemerintah Korea Selatan dalam upaya mengenalkan bahasa dan budaya Korea. Dalam upaya memperkenalkan bahasa dan budaya Korea di Surabaya, KSI Universitas Kristen Petra (UK Petra) menyelenggarakan “Korean Culture Day with UNAIR” pada 26 April 2019 di Fakultas Budaya Universitas Airlangga.

Dr. Liliek Soelistyo, M.A. selaku Direktur KSI Surabaya dalam sambutannya menyampaikan, “Mulai tahun 2018, KSI menjangkau kampus-kampus di sekitar UK Petra. Pada tahun 2018 Korean Culture Day diadakan di Universitas Pembangunan Negeri (UPN), tahun 2019 ini di Universitas Airlangga (Unair). Tujuan kegiatan ini adalah memperkenalkan budaya dan bahasa Korea serta mensosialisasilkan program KSI kepada masyarakat”.

Sekitar 300 orang pengunjung yang kebanyakan adalah mahasiswa dari berbagai universitas di Surabaya dan sekitarnya memenuhi lokasi acara. Acara dibuka dengan penampilan tari modern KPOP, disusul dengan tutorial makeup ala Korea. Berbarengan dengan acara di panggung, pengunjung dapat merasakan suasana budaya Korea melalui Little Town Korea yang berwujud stan-stan kecil yang menawarkan barang-barang khas Korea di sekitar lokasi acara. Di stan-stan ini pengunjung bisa mendapatkan kipas tradisional dengan kaligrafi Korea bertuliskan nama masing-masing pengunjung, belajar menulis nama sendiri dengan memakai cap Hangeul (abjad bahasa Korea), mencoba baju tradisional Korea yang disebut Hanbok, berfoto dengan latar belakang pemandangan kota dan alam Korea, serta berbelanja berbagai cinderamata Korea.

Budaya populer Korea tampak telah dikenal saat pengunjung antusias menyanyikan serta menirukan gerakan tari lagu “Love Shot” dari band EXO serta “Idol” dari band BTS. (noel/dit)

Baca berita
Nui Hotel dan Restaurant Hadirkan Suasana Hutan Hujan Tropis
May 16, 2019

Sebanyak 123 mahasiswa Program Manajemen Perhotelan Universitas Kristen Petra (UK Petra) melaksanakan praktik dengan membuka hotel dan restoran. Tahun ini para mahasiswa yang tergabung dalam mata kuliah Manajemen Operasional Hotel (MOH) membuka Nui Hotel and Restaurant selama satu semester.

Tema yang diangkat adalah Rainforest, suasana hutan hujan tropis yang menenangkan dihadirkan dalam Nui Hotel dan Restaurant. Hiasan dan dekorasi seperti pohon, ranting, daun-daunan mewarnai gedung Ferry Teguh Santoso. Selain itu, Nui Hotel and Restaurant juga menawarkan berbagai variasi makanan dan minuman bergaya Asia dan Western dari buah-buahan, kentang dan sayur-sayuran asal Indonesia. ”Nama Nui sendiri berasal dari bahasa Hawaii yang memiliki arti excellent atau sangat baik. Kami berharap apapun yang kami lakukan baik itu sevice, produk, maupun penampilan dapat excellent,” ujar Leoni Trifena, selaku General Manager Nui Hotel and Restaurant.

Mahasiswa menjalankan empat unit bisnis, yaitu hotel, restoran, pastry-bakery, serta laundry. Para mahasiswa ini mendapatkan modal awal dari UK Petra sebesar Rp 50.000.000,-. Nui Hotel and Restaurant buka setiap hari Selasa sampai dengan Jumat pukul 09.30-20.00. Dalam persiapannya selama lebih kurang dua bulan, para mahasiswa mengajukan dan mengkonsultasikan menu-menu makanan dan minuman kepada dosen pengampu, hingga akhirnya terdapat total 36 menu yang terdiri dari lima appetizer, empat soups, delapan main course, tiga dessert, dua gelato dan 14 beverages yang disajikan. (rut/dit)

Baca berita
Kerangka Mobil Hantarkan Raih Juara dalam Pop-Up Store Design Competition
May 10, 2019

Stefanny Margaretha dan Agnes Nathania Hartono, tim mahasiswi Prodi Desain Interior UK Petra berhasil meraih juara 3 dalam Pop-Up Store Design Competition 2019. “Kami tetap optimis menang, dengan tak lupa membawa dalam doa setiap usaha yang sudah kami lakukan.”, ujar Stefanny saat bincang-bincang santai dengan tim humas.

Kompetisi ini diadakan JYSK, sebuah toko yang menjual perabotan sehari-hari dengan Scandinavian style. Karena yang diminta pop-up store atau desain toko yang dapat dibuka secara tiba-tiba dengan jangka waktu pendek maka tim ini sepakat kerangka luar berbentuk mobil. “Kami mengibaratkan seolah-olah JYSK sedang mampir jalan-jalan untuk memberikan informasi pada para pengunjung. Kesannya unik dan menyenangkan.”, rinci Agnes.  

Link in Fun (It’s fun to Link, It’s Link to Fun) itulah konsep yang diangkat dua mahasiswi angkatan 2016 itu. Konsep dengan ukuran 8m x 5m x 4 m ini ingin melibatkan pengunjung untuk merasakan produk JYSK dengan sistem display yang menyenangkan dan interaktif. Diantaranya terdapat playful 180o box, pillow vending machine, rolling Hexagon, dekoratif kitchen, photobooth hingga virtual reality.

Persaingan cukup ketat, mereka harus bersaing dengan kurang lebih 123 kelompok lainnya dengan melewati dua tahap lomba. Meski dikerjakan di sela-sela kegiatan kuliah dan tugas tetapi mengerjakannya dengan serius, “selain konsultasi dengan dosen, kami juga melakukan riset kecil-kecilan agar konsep kami sesuai dengan karakteristik yang diminta.”, ujar mereka berdua kompak.

Konsep yang kuat saat presentasi selama satu jam lamanya di depan delapan juri akhirnya membuat mereka berhak mendapatkan piagam, voucher belanja dan uang senilai Rp. 2.500.000,00.

Selamat dan terus berkarya bagi kemuliaan Tuhan. (Aj/padi)     

Baca berita
Ukir Prestasi Melalui Film Pendek
May 10, 2019

Berita baik datang dari mahasiswa UK Petra. Tim ini berhasil membawa pulang juara 2 Short Movie dalam Komunikasi Fiesta 2019 yang digelar oleh UKWMS. Mereka adalah Andre Tanujaya dari Prodi Manajemen Bisnis, Erick Daud dari Prodi DKV dan Sarah Azaliah Karsa dari Prodi Ikom. “Kami hanya mempergunakan barang-barang yang sudah ada. Persiapan kami tidak terlalu lama, tetapi kami bersyukur dibantu teman-teman seperti Winona, Regina dan Ferdiantio.”, urai Sarah.

Ada dua tahapan yang harus dilewati oleh Sarah dan kawan-kawan. Babak penyisihan dan final. “How Was Your Era?”, itulah tema yang diusung dalam kompetisi ini. Dalam babak penyisihan, Sarah dkk membuat film dengan judul PA.RA.DOKS yang berdurasi 5 menit 30 detik. “Film ini menjawab kegelisahan dua pandangan dikotomi perkembangan media dan teknologi. Kata kebanyakan orang, mengakses media berlebihan akan membuat kualitas hubungan antar individu menjadi turun. Akan tetapi kenyataannya tidak selalu demikian. Jika dikelola dengan bijak, media akan membawa dampak yang positif.”, rinci Andre.

Konsep yang matang dan penyajiannya yang pas, membuat mereka melangkah maju ke tahap selanjutnya bersaing dengan empat tim lainnya. Diberi waktu kurang lebih satu minggu, mereka membuat film yang kedua berdurasi sekitar 3 menit dengan judul “Adjacency”. Film ini ingin memperkuat karya film mereka yang telah mereka buat sebelumnya. Bedanya di film pertama mereka mengambil konsep mengenai komunikasi keluarga sedangkan film kedua bicara mengenai isu anak muda dalam mencari jodoh melalui media sosial.

Waktu yang tak banyak, membuat mereka harus membagi tugas dengan baik. Konsep cerita dipikirkan secara bersama-sama saat masa pra-produksi. Saat babak final, mereka harus mempresentasikan karya mereka dihadapan tiga juri dengan waktu kurang lebih 15 menit lamanya. Tak sia-sia usaha mereka akhirnya tim ini membawa pulang sertifikat, plakat dan uang tunai senilai Rp. 1.700.000,00. To God be the glory.(Aj/padi)    

 

Baca berita
Berita lainnya